BAB III

49
III. METODE PENELITIAN 3.1. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 MW unit 5 dan 6 Sebalang, Lampung Selatan. Pengerjaan tugas akhir ini bertempat di labotorium Tegangan Tinggi Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung pada bulan Mei 2012 sampai dengan bulan April 2013. 3.2. ALAT DAN BAHAN Pada sistem simulasi ini, menggunakan alat dan bahan sebagai berikut : 1. Referensi Water Treatment, yaitu sistem baku yang digunakan sebagai proses dari air laut yang mengandung garam menjadi air murni (tawar) yang berupa buku-buku panduan. 2. Referensi pemrograman dan hubungan dengan computer. 3. Program aplikasi pada PC menggunakan program CX One V8.0 sebagai alat bantu dalam pembuatan simulasi ini. 4. Satu unit personal komputer dengan spesifikasi Intel Core 2 Duo 2.1 GHz dan operasi windows7.

description

aa

Transcript of BAB III

  • III. METODE PENELITIAN

    3.1. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

    Penelitian dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 MW unit

    5 dan 6 Sebalang, Lampung Selatan. Pengerjaan tugas akhir ini bertempat di

    labotorium Tegangan Tinggi Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung pada

    bulan Mei 2012 sampai dengan bulan April 2013.

    3.2. ALAT DAN BAHAN

    Pada sistem simulasi ini, menggunakan alat dan bahan sebagai berikut :

    1. Referensi Water Treatment, yaitu sistem baku yang digunakan sebagai

    proses dari air laut yang mengandung garam menjadi air murni (tawar)

    yang berupa buku-buku panduan.

    2. Referensi pemrograman dan hubungan dengan computer.

    3. Program aplikasi pada PC menggunakan program CX One V8.0 sebagai

    alat bantu dalam pembuatan simulasi ini.

    4. Satu unit personal komputer dengan spesifikasi Intel Core 2 Duo 2.1 GHz

    dan operasi windows7.

  • 57

    3.3. TAHAPAN PENELITIAN

    Dalam penyelesaian tugas akhir ini ada beberapa tahapan penelitian yang

    dilakukan, antara lain:

    1. Pengumpulan data referensi secara langsung pada Pembangkit Tenaga

    Listrik Uap (PLTU) di pembangkit tarahan unit 5 dan 6 Lampung Selatan.

    2. Pembelajaran tentang perangkat lunak ini dilakukan pada tingkat software

    dan sistem operasi yang mendukung program untuk penelitian ini.

    Perangkat lunak yang digunakan pada penelitian ini yaitu CX-One.

    3. Pembuatan program sistem Water Treatment Plant serta menentukan

    alamat input dan output yang berupa data digital dan data analog,

    pembuatan data base, penentuan alamat tampilan, dan pembuatan logic.

    4. Penulisan Laporan

    Setelah pembuatan program berhasil dilakukan dan dapat dijalankan

    dengan tahapan yang telah sesuai dengan petunjuk yang benar, maka

    sudah dapat dilakukan penulisan dalam laporan. Penulisan laporan yang

    dilakukan tidak terlepas dari studi literatur yang telah dilakukan

    sebelumnya sehingga dapat ditarik kesimpulan terhadap simulasi yang

    telah dilakukan.

    3.4. PEMBUATAN SIMULASI SISTEM WTP

    Pada proses pembuatan simulasi Sistem WTP ini langkah pertama yang dilakukan

    adalah menentukan alamat-alamat input yang bersumber dari kondisi dan fasilitas

    yang terdapat pada panel masing-masing motor pompa dan dari sensor-sensor,

  • 58

    seperti : level switch, flow switch, dan pressure switch. Adapun jumlah motor

    yang ada pada sistem WTP ini adalah :

    1. Sea Water Pump 1 dan 2,

    2. Sodium Dosing Pump 1 dan 2,

    3. Coagulant Dosing Pump 1 dan 2,

    4. Coagulant Agitator (Pengaduk),

    5. Floculant Dosing Pump 1 dan 2,

    6. Floculant Agitator (Pengaduk),

    7. Multigrade Filter Blower Fan 1 dan 2,

    8. HCL Dosing Pump 1 dan 2,

    9. Antiscalent Dosing Pump 1 dan 2,

    10. SMBS Dosing Pump 1 dan 2,

    11. SMBS Agitator,

    12. SWRO Pump 1 dn 2,

    13. BWRO Pump1 dan 2,

    14. Caustic Dosing Pump 1 dan 2,

    15. Degasser Tank Blower 1 dan 2,

    16. Degasser Transfer Pump 1 dan 2,

    17. Mix Bed Feed Pump 1 dan 2,

    18. Mix Bed Filter Blower 1 dan 2, dan

    19. Make Up Water Pump 1 dan 2.

  • 59

    Berikut adalah tabel input dari kondisi dan fasilitas masing-masing panel motor :

    1. Panel motor Sea Water Supply Pump 1

    Tabel 3.1. Input indikasi Sea Water Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 0.06 Sea Water Pump Remote Normally Open

    2 0.01 Sea Water Pump Trip Normally Open

    3 0.02 Sea Water Pump Kontrol Fail Normally Open

    4 0.03 Sea Water Pump Tombol Start Normally Open

    5 0.04 Sea Water Pump Tombol Stop Normally Open

    2. Panel motor Sea Water Supply Pump 2

    Tabel 3.2. Input indikasi Sea Water Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 1.00 Sea Water Pump Remote Normally Open

    2 1.01 Sea Water Pump Trip Normally Open

    3 1.02 Sea Water Pump Kontrol Fail Normally Open

    4 1.03 Sea Water Pump Tombol Start Normally Open

    5 1.04 Sea Water Pump Tombol Stop Normally Open

  • 60

    3. Panel motor Sodium Dosing Pump 1

    Tabel 3.3. Input indikasi Sodium Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 2.05 Sodium Pump Remote Normally Open

    2 2.01 Sodium Pump Trip Normally Open

    3 2.02 Sodium Pump Kontrol Fail Normally Open

    4 2.03 Sodium Pump Tombol Start Normally Open

    5 2.04 Sodium Pump Tombol Stop Normally Open

    4. Panel motor Sodium Dosing Pump 2

    Tabel 3.4. Input indikasi Sodium Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 3.00 Sodium Pump Remote Normally Open

    2 3.01 Sodium Pump Trip Normally Open

    3 3.02 Sodium Pump Kontrol Fail Normally Open

    4 3.03 Sodium Pump Tombol Start Normally Open

    5 3.04 Sodium Pump Tombol Stop Normally Open

  • 61

    5. Panel motor Coagulant Dosing Pump 1

    Tabel 3.5. Input indikasi Coagulant Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 4.00 Coagulant Pump Remote Normally Open

    2 4.01 Coagulant Pump Trip Normally Open

    3 4.02 Coagulant Pump Kontrol Fail Normally Open

    4 4.03 Coagulant Pump Tombol Start Normally Open

    5 4.04 Coagulant Pump Tombol Stop Normally Open

    6. Panel motor Coagulant Dosing Pump 2

    Tabel 3.6. Input indikasi Coagulant Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 5.00 Coagulant Pump Remote Normally Open

    2 5.01 Coagulant Pump Trip Normally Open

    3 5.02 Coagulant Pump Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 5.03 Coagulant Pump Tombol

    Start

    Normally Open

    5 5.04 Coagulant Pump Tombol

    Stop

    Normally Open

  • 62

    7. Panel motor Floculant Dosing Pump 1

    Tabel 3.7. Input indikasi Floculant Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 7.00 Floculant Pump Remote Normally Open

    2 7.01 Floculant Pump Trip Normally Open

    3 7.02 Floculant Pump Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 7.03 Floculant Pump Tombol

    Start

    Normally Open

    5 7.04 Floculant Pump Tombol

    Stop

    Normally Open

    8. Panel motor Floculant Dosing Pump 2

    Tabel 3.8. Input indikasi Floculant Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 8.00 Floculant Pump Remote Normally Open

    2 8.01 Floculant Pump Trip Normally Open

    3 8.02 Floculant Pump Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 8.03 Floculant Pump Tombol

    Start

    Normally Open

    5 8.04 Floculant Pump Tombol

    Stop

    Normally Open

  • 63

    9. Panel motor Coagulant Agitator

    Tabel 3.9. Input indikasi Coagulant Agitator

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 6.00 Coagulant Agitator Remote Normally Open

    2 6.01 Coagulant Agitator Trip Normally Open

    3 6.02 Coagulant Agitator Kontrol Fail Normally Open

    4 6.03 Coagulant Agitator Tombol Start Normally Open

    5 6.04 Coagulant Agitator Tombol Stop Normally Open

    6 6.05 Coagulant Agitator Auto Normally Open

    10. Panel motor Floculant Agitator

    Tabel 3.10. Input indikasi Floculant Agitator

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 9.00 Floculant Agitator Remote Normally Open

    2 9.01 Floculant Agitator Trip Normally Open

    3 9.02 Floculant Agitator Kontrol Fail Normally Open

    4 9.03 Floculant Agitator Tombol

    Start

    Normally Open

    5 9.04 Floculant Agitator Tombol Stop Normally Open

    6 9.05 Floculant Agitator Auto Normally Open

  • 64

    11. Panel motor HCL 1

    Tabel 3.11. Input indikasi HCL 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 10.00 HCL Remote Normally Open

    2 10.01 HCL Trip Normally Open

    3 10.02 HCL Kontrol Fail Normally Open

    4 10.03 HCL Tombol Start Normally Open

    5 10.04 HCL Tombol Stop Normally Open

    12. Panel motor HCL 2

    Tabel 3.12. Input indikasi HCL 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 11.00 HCL Remote Normally Open

    2 11.01 HCL Trip Normally Open

    3 11.02 HCL Kontrol Fail Normally Open

    4 11.03 HCL Tombol Start Normally Open

    5 11.04 HCL Tombol Stop Normally Open

  • 65

    13. Panel motor Antiscalent 1

    Tabel 3.13. Input indikasi Antiscalent 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 12.00 Antiscalent 1 Remote Normally Open

    2 12.01 Antiscalent 1Trip Normally Open

    3 12.02 Antiscalent 1Kontrol Fail Normally Open

    4 12.03 Antiscalent 1Tombol Start Normally Open

    5 12.04 Antiscalent 1Tombol Stop Normally Open

    14. Panel motor Antiscalent 2

    Tabel 3.14. Input indikasi Antiscalent 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 13.00 Antiscalent 2 Remote Normally Open

    2 13.01 Antiscalent 2 Trip Normally Open

    3 13.02 Antiscalent 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 13.03 Antiscalent 2 Tombol Start Normally Open

    5 13.04 Antiscalent 2 Tombol Stop Normally Open

  • 66

    15. Panel motor SMBS 1

    Tabel 3.15. Input indikasi SMBS 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 14.00 SMBS 1 Remote Normally Open

    2 14.01 SMBS 1 Trip Normally Open

    3 14.02 SMBS 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 14.03 SMBS 1 Tombol Start Normally Open

    5 14.04 SMBS 1 Tombol Stop Normally Open

    16. Panel motor SMBS 2

    Tabel 3.16. Input indikasi SMBS 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 15.00 SMBS 2 Remote Normally Open

    2 15.01 SMBS 2 Trip Normally Open

    3 15.02 SMBS 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 15.03 SMBS 2 Tombol Start Normally Open

    5 15.04 SMBS 2 Tombol Stop Normally Open

  • 67

    17. Panel motor SMBS Agitator

    Tabel 3.17. Input indikasi SMBS Agitator

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 16.00 SMBS Agitator Remote Normally Open

    2 16.01 SMBS Agitator Trip Normally Open

    3 16.02 SMBS Agitator Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 16.03 SMBS Agitator Tombol

    Start

    Normally Open

    5 16.04 SMBS Agitator Tombol

    Stop

    Normally Open

    18. Panel motor SWRO Pump 1

    Tabel 3.18. Input indikasi SWRO Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 17.00 SWRO 1 Remote Normally Open

    2 17.01 SWRO 1 Trip Normally Open

    3 17.02 SWRO 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 17.03 SWRO 1 Tombol Start Normally Open

    5 17.04 SWRO 1 Tombol Stop Normally Open

  • 68

    19. Panel motor SWRO Pump 2

    Tabel 3.19. Input indikasi SWRO Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 18.00 SWRO 2 Remote Normally Open

    2 18.01 SWRO 2 Trip Normally Open

    3 18.02 SWRO 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 18.03 SWRO 2 Tombol Start Normally Open

    5 18.04 SWRO 2 Tombol Stop Normally Open

    20. Panel motor Caustic Pump 1

    Tabel 3.20. Input indikasi Caustic 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 19.00 Caustic 1 Remote Normally Open

    2 19.01 Caustic 1 Trip Normally Open

    3 19.02 Caustic 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 19.03 Caustic 1 Tombol Start Normally Open

    5 19.04 Caustic 1 Tombol Stop Normally Open

  • 69

    21. Panel motor Caustic Pump 2

    Tabel 3.21. Input indikasi Caustic 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 20.00 Caustic 2 Remote Normally Open

    2 20.01 Caustic 2 Trip Normally Open

    3 20.02 Caustic 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 20.03 Caustic 2 Tombol Start Normally Open

    5 20.04 Caustic 2 Tombol Stop Normally Open

    22. Panel motor BWRO Pump 1

    Tabel 3.22. Input indikasi BWRO 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 21.00 BWRO 1 Remote Normally Open

    2 21.01 BWRO 1 Trip Normally Open

    3 21.02 BWRO 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 21.03 BWRO 1 Tombol Start Normally Open

    5 21.04 BWRO 1 Tombol Stop Normally Open

  • 70

    23. Panel motor BWRO Pump 2

    Tabel 3.23. Input indikasi BWRO 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 22.00 BWRO 2 Remote Normally Open

    2 22.01 BWRO 2 Trip Normally Open

    3 22.02 BWRO 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 22.03 BWRO 2 Tombol Start Normally Open

    5 22.04 BWRO 2 Tombol Stop Normally Open

    24. Panel motor Degasser Blower 1

    Tabel 3.24. Input indikasi DG Blower 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 23.00 DG Blower 1 Remote Normally Open

    2 23.01 DG Blower 1 Trip Normally Open

    3 23.02 DG Blower 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 23.03 DG Blower 1 Tombol Start Normally Open

    5 23.04 DG Blower 1 Tombol Stop Normally Open

  • 71

    25. Panel motor Degasser Blower 2

    Tabel 3.25. Input indikasi DG Blower 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 24.00 DG Blower 2 Remote Normally Open

    2 24.01 DG Blower 2 Trip Normally Open

    3 24.02 DG Blower 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 24.03 DG Blower 2 Tombol Start Normally Open

    5 24.04 DG Blower 2 Tombol Stop Normally Open

    26. Panel motor Degasser Transfer Pump 1

    Tabel 3.26. Input indikasi DG Transfer Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 25.00 DG Transfer Pump 1 Remote Normally Open

    2 25.01 DG Transfer Pump 1 Trip Normally Open

    3 25.02 DG Transfer Pump 1 Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 25.03 DG Transfer Pump 1 Tombol

    Start

    Normally Open

    5 25.04 DG Transfer Pump 1 Tombol

    Stop

    Normally Open

  • 72

    27. Panel motor Degasser Transfer Pump 2

    Tabel 3.27. Input indikasi DG Transfer Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 26.00 DG Transfer Pump 2 Remote Normally Open

    2 26.01 DG Transfer Pump 2 Trip Normally Open

    3 26.02 DG Transfer Pump 2 Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 26.03 DG Transfer Pump 2 Tombol

    Start

    Normally Open

    5 26.04 DG Transfer Pump 2 Tombol

    Stop

    Normally Open

    28. Panel motor MB Feed Pump 1

    Tabel 3.28. Input indikasi MB Feed Pump 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 27.00 MB Feed Pump 1 Remote Normally Open

    2 27.01 MB Feed Pump 1 Trip Normally Open

    3 27.02 MB Feed Pump 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 27.03 MB Feed Pump 1 Tombol Start Normally Open

    5 27.04 MB Feed Pump 1 Tombol Stop Normally Open

  • 73

    29. Panel motor MB Feed Pump 2

    Tabel 3.29. Input indikasi MB Feed Pump 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 28.00 MB Feed Pump 2 Remote Normally Open

    2 28.01 MB Feed Pump 2 Trip Normally Open

    3 28.02 MB Feed Pump 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 28.03 MB Feed Pump 2 Tombol Start Normally Open

    5 28.04 MB Feed Pump 2 Tombol Stop Normally Open

    30. Panel motor MB Filter Blower 1

    Tabel 3.30. Input indikasi MB Filter Blower 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 29.00 MB Filter Blower 1 Remote Normally Open

    2 29.01 MB Filter Blower 1 Trip Normally Open

    3 29.02 MB Filter Blower 1 Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 29.03 MB Filter Blower 1 Tombol

    Start

    Normally Open

    5 29.04 MB Filter Blower 1 Tombol

    Stop

    Normally Open

  • 74

    31. Panel motor MB Filter Blower 2

    Tabel 3.31. Input indikasi MB Filter Blower 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 30.00 MB Filter Blower 2 Remote Normally Open

    2 30.01 MB Filter Blower 2 Trip Normally Open

    3 30.02 MB Filter Blower 2 Kontrol

    Fail

    Normally Open

    4 30.03 MB Filter Blower 2 Tombol

    Start

    Normally Open

    5 30.04 MB Filter Blower 2 Tombol

    Stop

    Normally Open

    32. Panel motor Make Up Water 1

    Tabel 3.32. Input indikasi Make Up Water 1

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 31.00 Make Up Water 1 Remote Normally Open

    2 31.01 Make Up Water 1 Trip Normally Open

    3 31.02 Make Up Water 1 Kontrol Fail Normally Open

    4 31.03 Make Up Water 1 Tombol Start Normally Open

    5 31.04 Make Up Water 1 Tombol Stop Normally Open

  • 75

    33. Panel motor Make Up Water 2

    Tabel 3.33. Input indikasi Make Up Water 2

    No Alamat Diskripsi Jenis kontak

    1 32.00 MB Filter Blower 2 Remote Normally Open

    2 32.01 MB Filter Blower 2 Trip Normally Open

    3 32.02 MB Filter Blower 2 Kontrol Fail Normally Open

    4 32.03 MB Filter Blower 2 Tombol

    Start

    Normally Open

    5 32.04 MB Filter Blower 2 Tombol

    Stop

    Normally Open

    Berikut adalah tabel output dari kondisi dan fasilitas masing-masing panel motor :

    1. Panel motor Sea Water Pump

    Tabel 3.34. output indikasi Sea Water Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 201.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 201.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 203.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 203.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

  • 76

    2. Panel motor Sodium Pump

    Tabel 3.35. output indikasi Sodium Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 205.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 205.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 207.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 207.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    3. Panel motor Coagulant Pump

    Tabel 3.36. output indikasi Coagulant Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 209.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 209.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 211.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 211.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    5 213.02 Start Command

    Agitator

    Normally Open

    6 213.03 Stop Command Agitator Normally Open

  • 77

    4. Panel motor Floculant Pump

    Tabel 3.37. output indikasi Floculant Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 215.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 215.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 217.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 217.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    5 219.02 Start Command Agitator Normally Open

    6 219.03 Stop Command Agitator Normally Open

    5. Panel motor HCL Pump

    Tabel 3.38. output indikasi HCL Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 221.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 221.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 223.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 223.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    6. Panel motor Antiscalent Pump

    Tabel 3.39. output indikasi Antiscalent Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 225.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 225.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 227.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 227.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

  • 78

    7. Panel motor SMBS Pump

    Tabel 3.40. output indikasi SMBS Pump

    8. Panel motor SWRO Pump

    Tabel 3.41. output indikasi SWRO Pump

    9. Panel motor Caustic Pump

    Tabel 3.42. output indikasi Caustic Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 229.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 229.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 231.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 231.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    5 233.02 Start Command Agitator Normally Open

    6 233.03 Stop Command Agitator Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 235.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 235.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 237.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 237.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 239.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 239.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 241.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 241.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

  • 79

    10. Panel motor BWRO Pump

    Tabel 3.43. output indikasi BWRO Pump

    11. Panel motor DG Pump

    Tabel 3.44. output indikasi DG Pump

    12. Panel motor DGT Pump

    Tabel 3.45. output indikasi DGT Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 243.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 243.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 245.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 245.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 247.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 247.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 249.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 249.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 251.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 251.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 253.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 253.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

  • 80

    13. Panel motor MB Feed Pump

    Tabel 3.46. output indikasi MB Feed Pump

    14. Panel motor MB Blower Pump

    Tabel 3.47. output indikasi MB Blower Pump

    15. Panel motor Make Up Pump

    Tabel 3.48. output indikasi Make Up Pump

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 255.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 255.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 257.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 257.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 259.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 259.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 261.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 261.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 263.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 263.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 265.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 265.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

  • 81

    16. Panel motor MGF Blower Pump

    Tabel 3.49. output indikasi MGF Blower Pump

    17. Panel motor Valve

    Tabel 3.50. output indikasi Valve

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 277.02 Start Command Pump 1 Normally Open

    2 277.03 Stop Command Pump 1 Normally Open

    3 279.02 Start Command Pump 2 Normally Open

    4 279.03 Stop Command Pump 2 Normally Open

    No Alamat Deskripsi Jenis kontak

    1 266.00 Open Command MCF Inlet 1 Normally Open

    2 266.01 Close Command MCF Inlet 1 Normally Open

    3 267.00 Open Command MCF Inlet 2 Normally Open

    4 267.01 Close Command MCF Inlet 2 Normally Open

    5 268.00 Open Command BWRO Inlet 1 Normally Open

    6 268.01 Close Command BWRO Inlet 1 Normally Open

    7 269.00 Open Command BWRO Inlet 2 Normally Open

    8 269.01 Close Command BWRO Inlet 2 Normally Open

    9 270.00 Open Command MB 1 Valve 1 Normally Open

    10 270.01 Close Command MB 1 Valve 1 Normally Open

    11 271.00 Open Command MB 1 Valve 2 Normally Open

    12 271.01 Close Command MB 1 Valve 2 Normally Open

  • 82

    13 272.00 Open Command MB 1 Valve 3 Normally Open

    14 272.01 Close Command MB 1 Valve 3 Normally Open

    15 273.00 Open Command MB 2 Valve 1 Normally Open

    16 273.01 Close Command MB 2 Valve 1 Normally Open

    17 274.00 Open Command MB 2 Valve 2 Normally Open

    18 274.01 Close Command MB 2 Valve 2 Normally Open

    19 275.00 Open Command MB 2 Valve 3 Normally Open

    20 275.01 Close Command MB 3 Valve 3 Normally Open

    21 276.00 Open Command MGF 1 Valve 1 Normally Open

    22 276.01 Close Command MGF 1 Valve 1 Normally Open

    23 280.00 Open Command MGF 1 Valve 2 Normally Open

    24 280.01 Close Command MGF 1 Valve 2 Normally Open

    25 281.00 Open Command MGF 1 Valve 3 Normally Open

    26 281.01 Close Command MGF 1 Valve 3 Normally Open

    27 282.00 Open Command MGF 2 Valve 1 Normally Open

    28 282.01 Close Command MGF 2 Valve 1 Normally Open

    29 283.00 Open Command MGF 2 Valve 2 Normally Open

    30 283.01 Close Command MGF 2 Valve 2 Normally Open

    31 284.00 Open Command MGF 2 Valve 3 Normally Open

    32 284.01 Close Command MGF 2 Valve 3 Normally Open

    33 285.00 Open Command MGF 3 Valve 1 Normally Open

    34 285.01 Close Command MGF 3 Valve 1 Normally Open

    35 286.00 Open Command MGF 3 Valve 2 Normally Open

  • 83

    Setelah alamat-alamat input dan output tersebut diketahui dan diumpankan ke

    dalam input dan output program, maka selanjutnya memasukan alamat-alamat

    tersebut ke dalam relay internal program Cx-One Programmer.

    Berikut adalah logic kontrol masing-masing motor :

    1. Sea Water Supply Pump

    36 286.01 Close Command MGF 3 Valve 2 Normally Open

    37 287.00 Open Command MGF 3 Valve 3 Normally Open

    38 287.01 Close Command MGF 3 Valve 3 Normally Open

    39 289.00 Open Command MGF 4 Valve 1 Normally Open

    40 289.01 Close Command MGF 4 Valve 1 Normally Open

    41 290.00 Open Command MGF 4 Valve 2 Normally Open

    42 290.01 Close Command MGF 4 Valve 2 Normally Open

    43 291.00 Open Command MGF 4 Valve 3 Normally Open

    44 291.01 Close Command MGF 4 Valve 3 Normally Open

  • 84

    Gambar 3.1. Logic kontrol Sea Water Supply Pump

    Pada gambar logic di atas,terlihat bahwa umpan relay sudah dalam bentuk alamat

    relay yang bersumber dari inputan. Pada gambar di atas terdapat 2 logic, yaitu Sea

    Water 1 dan Sea Water 2. Prinsip kerjanya adalah bergantian. Jika dalam kondisi

    panel baik (tidak trip, posisi remote, dan kontrol tidak fail) pada kedua motor, hal

    ini terlihat dengan adanya timer TIM 0016 dan TIM 0017. TIM 0016 berfungsi

    mematikan pump 1 dan mengaktifkan pump 2 setelah 144 detik pump 1 nyala.

    Dan TIM 0017 berfungsi untuk mematikan pump 2 dan mengaktifkan pump 1

    setelah pump menyala.

    Sea water pump running bergantung dari level SWRO Break Tank, Sea Water

    Pump 2 stop command (relay 203.03), dan juga kondisi panel pompa 1 siap. Hal

    ini juga berlaku bagi sea water pump 2. Pada logic diagram di atas, terlihat bahwa

    Timer Change Over aktif jika motor pompa yang berlawanan dalam kondisi siap

    dan pompa yang bersangkutan telah aktif.

  • 85

    2. Sodium Dosing Pump 1 dan 2

    Prinsip kerja sodium dosing adalah menginjeksi aliran air laut yang dipompa oleh

    Sea Water Pump 1 atau 2. Sehingga ketika Sea water Supply 1 atau 2 running,

    maka sodium dosing running. Sistem kerjanya juga bergantian. Dalam simulasi ini

    menggunakan waktu change over senilai 10 detik atau (set 100) pada Timer tipe

    per 100 ms (TIM). Sehingga setiap 10 detik setelah dosing 1 bekerja, maka

    change over ke dosing 2. berikut adalah gambar ladder logic :

    Gambar 3.2. Logic kontrol Sodium Dosing Pump

  • 86

    Pada gambar di atas, terlihat settingan timer TIM 0018 dan TIM 0019 adalah 100,

    dan mulai running pada saat Sea Water 1 atau 2 running.

    3. Coagulant Dosing Pump 1 dan 2

    Fungsi utama coagulant adalah mengumpulkan larutan-larutan berbahaya menjadi

    partikel padat sehingga lebih mudah disaring dalam Multi Grade Filter. Sama

    halnya dengan Sodium Dosing, Coagulant Dosing ini bekerja pada saat ada aliran

    air yang dipompa oleh Sea Water Pump. Coagulant terdiri dari 2 pompa yang

    bekerja secara bergantian pula, dan sama halnya dengan Sodium Dosing, settingan

    waktu change over ini adalah 10 detik. Berikut adalah gambar logic diagramnya :

    Gambar 3.3. Logic kontrol Coagulant Dosing Pump

  • 87

    Pada gambar logic di atas, terlihat bahwa Coagulant Dosing ini akan berhenti

    bekerja jika Sea Water Pump 1 (201.02) dan 2 (203.02) mati.

    4. Coagulant Agitator

    Untuk kontrol coagulant agitator sistemnya bebas, tidak bergantung pada kerja

    tidaknya Sea Water Pump. Karena fungsinya sebagai pengaduk cairan pada tangki

    tersebut, maka yang utama adalah level cairan pada tangki tidak boleh lebih

    bernilai Low (switch level low aktif) karena dapat merusak agitator. Dan sistem

    kerja secara berkala. Dalam simulasi ini terdiri dari 50 detik off, dan 10 detik on

    (waktu pengadukan 10 detik). Berikut adalah logic ladder diagram :

    Gambar 3.4. Logic kontrol Coagulant Agitator

  • 88

    Pada gambar di atas, terlihat bahwa sensor low switch (293.03) diletakkan pada

    perintah stop command, yang artinya proses kerja agitator ini akan stop jika low

    level switch aktif, cairan berada di bawah posisi low level. Logic diagram ini

    berlaku untuk semua agitator dalam WTP, yaitu Coagulant Agitator, Floculant

    Agitator, dan SMBS Agitator.

    5. Floculant Dosing Pump 1 dan 2

    Floculant Dosing berfungsi sebagai proses lanjutan dari Coagulant, yaitu

    mengikat partikel yang lebih padat sehingga lebih mudah disaring dalam Multi

    Grade Filter. Sistem kerjanya sama dengan Coagulant Dosing, yaitu pompa

    dosing ini akan running, jika Sea Water 1 atau 2 telah running.

    6. Multi Grade Filter Blower 1 dan 2

    Fungsi utama Blower pada Multi Grade Filter ini adalah untuk menekan proses

    penyaringan dalam filter yang berisi batu kuarsa. Tujuan utamanya adalah pada

    saat perbaikan atau pembersihan. Blower ini bekerja secara manual dan tidak

    bergantung pada sistem auto WTP.

    Pada gambar 3.5, terlihat bahwa pada saat auto, blower 1 dan 2 ini tidak dapat di

    running-kan. Hal ini terlihat pada Rung 3 dan 4 untuk blower 1 dan Rung 1,2 dan

    1,3 untuk blower 2. Adanya kontaktor NC 200.05 yang menyatakan sistem WTP

    dalam kondisi auto, tombol start dan stop untuk masing-masing blower di non-

    aktifkan. Pada saat bekerja, blower-blower ini juga bekerja bergantian, dan dalam

    simulasi ini disetting 10 detik.

  • 89

    Sistem kontrol seperti ini berlaku pula untuk Mix Bed Filter Blower 1 dan 2.

    Gambar 3.5. Logic kontrol MGF Blower 1 dan 2

    7. HCL Dosing, Antiscalent Dosing, dan SMBS Dosing Pump 1 dan 2

    Fungsi utama HCL Dosing adalah untuk menginjeksi aliran air yang mengalir dari

    MGF menuju Micron Cartrige supaya memiliki nilai PH yang diinginkan, yaitu 7

    (air mineral). Untuk prinsip kerjanya, jika aliran air mengandung PH kurang dari

  • 90

    7, maka HCL dosing running menginjeksi. Tetapi jika telah lebih dari 7, maka

    HCL dosing stop.

    Fungsi utama Antiscalent Dosing adalah untuk menginjeksi aliran air yang

    mengalir dari MGF menuju Micron Cartige supaya nilai conductivity-nya

    mendekati nol (rendah). Conductivity adalah daya hantar listrik suatu cairan dalam

    proses Boiler pada PLTU, sehingga jika aliran air tersebut memiliki nilai

    conductivity tinggi, maka dosing ini bekerja menginjeksi.

    Gambar 3.6. Logic kontrol HCL Dosing 1dan 2

  • 91

    Fungsi utama SMBS Dosing adalah untuk menginjeksi aliran air yang memiliki

    nilai ORP rendah. Jika nilai ORP rendah, maka dosing ini running. Masing-

    masing dosing ini bekerja secara bergantian. Dan dalam simulasi ini disetting

    waktu selama 10 detik.

    Gambar 3.7. Logic kontrol Antiscalent Dosing 1dan 2

  • 92

    Gambar 3.8. Logic kontrol SMBS Dosing 1dan 2

    8. SWRO Pump 1 dan 2

    Sama halnya dengan SWRO pump, pompa ini bekerja secara bergantian dan

    dalam simulasi ini disetting Selama 60 detik. Pompa SWRO ini bekerja jika Sea

  • 93

    Water 1 atau 2 running, jika tidak akan berhenti bekerja. Berikut adalah logic

    diagram untuk SWRO pump 1 dan 2 :

    Gambar 3.9. Logic kontrol SWRO Pump 1 dan 2

  • 94

    9. Caustic Dosing Pump 1 dan 2

    Untuk logic Caustic Dosing sama seperti HCL, Antiscalent, dan SMBS Dosing.

    Caustic Dosing Pump bekerja secara bergantian dan selalu running jika ada aliran

    air dalam pipa dari SWRO Break tank menuju RAW Water Tank.

    10. BWRO Pump 1 dan 2

    Untuk logic kontrol BWRO Pump 1 dan 2 sama dengan SWRO Pump, hanya

    alamat input dan relay-nya yang berbeda.

    Gambar 3.10. Logic kontrol BWRO Pump 1 dan 2

  • 95

    11. Mix Bed Feed Pump 1 dan 2

    Sama halnya dengan BWRO dan SWRO, logic Mix Bed Feed Pump bekerja

    secara bergantian mengisi Demineralized Tank 1 dan 2 dari Raw Water Tank.

    Pompa ini akan bekerja jika tangki Demin 1 dan 2 dalam kondisi kosong dan

    Raw dalam kondisi tidak Low, dan akan berhenti jika level Demin High atau

    Raw dalam kondisi Low (kosong). Keluaran dari MB Feed Pump ini disaring

    terlebih dahulu dalam Mix Bed Filter.

    Gambar 3.11. Logic kontrol Mix Bed Feed Pump 1 dan 2

  • 96

    12. Make Up Water Pump

    Fungsi utama Make Up Water Pump adalah mensuplai kebutuhan boiler pada

    suatu pembangkit listrik yang diambil dari air demineralized di tanki demin.

    Sehingga sistem kontrolnya adalah manual, sesuai kebutuhan Boiler tersebut.

    Berikut adalah tampilan Cx-One Designer pada Sistem WTP pada Pembangkit

    Listrik Tenaga Uap 2 x 100 MW.

    Gambar 3.12. Tampilan Pretreatment Sea Water 1

    Pada tampilan di atas, terlihat adanya fasilitas Switch Simulation Panel dan Switch

    Simulation Sensor yang mempermudah dalam jalannya simulasi. Isi dari masing-

    masing switch ini adalah toggle switch yang dapat diklik pada layer tampilan.

    Berikut adalah gambar tampilan switch simulasi tersebut :

    Gambar 3.13. Tampilan Switch Simulation Panel

  • 97

    Gambar 3.14. Tampilan Switch Simulation Sensor

    Setelah tampilan Pretreatment 1, maka selanjutnya adalah Pretreatment 2 yang

    berisi tampilan Multi Grade Filter :

    Gambar 3.15. Tampilan Pretreatment 2

    Keluaran dari Pretreatment 2, dilanjutkan ke proses SWRO Sea Water Reverse

    Osmosis, seperti pada tampilan di bawah ini :

    Gambar 3.16. Tampilan SWRO System

  • 98

    Pada tampilan di atas, terlihat SWRO Modul, yang berupa tabung pengendap dan

    pemisah antara air laut dengan udara. Tabung ini ditekan dengan SWRO pump 1

    atau 2.

    Setelah melewati proses SWRO, maka proses selanjutnya adalah masuk ke

    BWRO 1, seperti pada gambar di bawah ini :

    Gambar 3.17. Tampilan BWRO System 1

    Dan dilanjutkan ke proses BWRO System 2, seperti pada gambar dibawah ini :

    Gambar 3.18. Tampilan BWRO System 2

  • 99

    Pada gambar di atas terlihat bahwa level pengisian pada tangki Raw Water Tank

    terdiri dari 2 tampilan, yaitu secara grafis, dan secara angka. Hal ini untuk

    memudahkan pengamatan pada saat simulasi berjalan.

    Proses selanjutnya adalah Demineralized System, seperti tampak pada tampilan di

    bawah ini :

    Gambar 3.19. Tampilan Demineralized System

    Pada tampilan di atas, terlihat pula gambar grafis dan angka penunjukan proses

    pengisian tangki Demineralized oleh Mix Bed Feed Pump.

    Pada semua tampilan Cx-One Designer, memiliki 2 warna operasi, yaitu :

    1. warna hijau pada motor pompa mengidentifikasikan motor running,

    2. warna merah pada motor pompa mengidentifikasikan motor stop,

  • 100

    3. tanda centang pada check box pada tampilan indikasi, menyatakan bahwa

    kondisi yang dijelaskan pada box tersebut sudah terpenuhi,

    4. manual pada push button kiri atas, menyatakan bahwa sistem dalam

    kondisi manual, dan jika ditekan berubah menjadi auto, berarti sistem

    berjalan secara otomatis.

    5. untuk sensor flow, dan level switch, tampilan merah fliker (berkedip)

    berarti sensor mendeteksi bahwa proses tidak baik, seperti sensor flow

    merah fliker, berarti tidak ada aliran dalam pipa, dan level switch low,

    berarti tangki dalam keadaan kosong, level high fliker, berarti tangki

    dalam keadaan penuh.

    Berikut adalah blok diagram penelitian tugas akhir simulasi sistem water

    treatment pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) :

    Gambar 3.20. Blok Diagram Metode Penelitian Simulasi Sistem Water Treatment

  • 101

    Pada gambar 3.20 di atas, terlihat bahwa pembuatan program simulasi sistem ini

    akan menampilkan kondisi nyata komponen valve, motor, dan injektor bahan

    kimia, yaitu ditandai dengan warna hijau untuk komponen-komponen yang

    sedang bekerja atau posisi on, warna merah untuk komponen-komponen yang

    tidak bekerja atau posisi off, dan warna orange untuk komponen-komponen yang

    fault atau tidak bekerja secara baik. Contoh : sebuah valve yang tidak dapat

    membuka penuh menyentuh limit switch open, dalam waktu 3 detik akan

    berwarna orange (fault).

    3.5. DIAGRAM ALIR PENELITIAN

    Adapun diagram alir penelitian pembuatan program simulasi pada penelitian ini

    adalah sebagai berikut :

    START

    A = DATA INPUT

    B = DATA PERMISSIVE

    RUNNING

    END

    A + B = Ref

    STOP

    YES

    NO

    DATA PROCCESS

    Gambar 3.21. Diagram Alir Penelitian Pembuatan Program Simulasi Sistem Water Treatment

  • 102

    Pada gambar diagram alir penelitian di atas, proses program berlangsung yaitu :

    1. Start, merupakan proses awal menjalankan program untuk mengeksekusi

    motor pompa maupun valve pada suatu system.

    2. Data input, merupakan suatu masukan bagi proses kontrol simulasi yang

    terdiri dari masukan data switch pada valve atau kondisi MCB dan juga

    kondisi level switch dan kadar kimia pada Water Treatment Plant.

    3. Data permissive, merupakan suatu masukan bagi proses kontrol simulasi

    yang terdiri dari izin eksekusi yang merupakan data input pula yang

    berupa kondisi remote/lokal pengoperasian motor maupun valve.

    4. Running, adalah kondisi running atau bekerjanya suatu pompa atau valve.

    5. Data proses, merupakan data input yang dihasilkan dari proses running

    suatu sistem, seperti level tanki penuh atau belum, kondisi flow air, dsb.

    6. Stop, merupakan proses akhir dari suatu kontrol simulasi ini dimana bila

    kondisi data proses telah sesuai dengan settingan maka motor atau valve

    berhenti bekerja dan jika belum terpenuhi pompa dan valve tersebut tetap

    bekerja.

    3.6. DIAGRAM ALIR PROGRAM

    Diagram alir penelitian pada program simulasi pada penelitian ini adalah sebagai

    berikut :

    1. Start adalah proses awal dalam menjalankan motor sea water supply pump.

    2. Lokal/Remote adalah suatu kondisi kontrol dimana jika dalam kondisi lokal,

    motor tidak dapat dioperasikan melalui Central Kontrol Room (CCR). Dan jika

  • 103

    dalam kondisi remote, Central Kontrol Room (CCR) dapat mengoperasikan

    motor start maupun stop.

    3. kondisi panel (Panel Condition) yaitu suatu masukan bagi proses kontrol

    dimana jika panel dalam kondisi yang tidak sehat (trip maupun failur) Central

    Kontrol Room (CCR) tidak dapat menstart maupun menstop motor. Dan harus

    dilakukan perbaikan manual oleh operator.

    4. Running, yaitu suatu proses kontrol lanjutan dimana kontaktor motor 3 phase

    dapat diperintah close (running) oleh Central Kontrol Room (CCR).

    5. Indikator running adalah proses terakhir dalam kontrol start motor sea water

    pump, dimana dalam kondisi ini limit switch close pada kontaktor motor 3

    phase dan benar-benar telah tersentuh, yang menandakan motor sea water

    pump benar-benar telah running.

    START

    A = PANEL CONDITION

    B = LOCAL/REMOTE

    RUNNING

    END

    A + B = Ref

    STOP

    YES

    NO

    Gambar 3.22. Diagram Alir Penelitian Pada Program Simulasi Sistem Water Treatment

  • 104

    3.7. JADWAL PENELITIAN

    Jadwal rencana kegiatan penelitian yang dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga

    Uap (PLTU) Lampung 2 x 100 MW unit 5 dan 6 Sebalang, Lampung Selatan.

    Berikut adalah jadwal rencana kegiatan penelitian :

    Tabel 3.51. Jadwal Penelitian

    No. Aktivitas

    Juni Juli Agustus Mei Juni September

    2012 2012 2012 2013 2013 2013

    1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

    1 Studi Literatur

    2

    Pengumpulan

    data program

    simulasi

    3

    Seminar

    Proposal

    4

    Pembuatan

    program

    simulasi

    5

    Pegujian

    program

    simulasi

    6

    penulisan

    laporan

    7 Seminar hasil

    8 Perbaikan

    9

    Seminar

    Komprehensif