Bab 123 Unit Cost Part 2

download Bab 123 Unit Cost Part 2

of 25

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.289
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Bab 123 Unit Cost Part 2

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Istilah perhitungan unit cost yang dikenal selama ini sebenarnya merupakan salah satu

bagian dari teori akuntansi biaya. Akuntansi biaya merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian atas informasi biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan produk atau pemberian jasa dengan cara tertentu serta penafsiran terhadapnya. Proses ini berlaku bagi setiap organisasi yang menerapkan akuntansi biaya. Penentuan unit cost dalam analisis biaya, atau yang dikenal secara umum dengan harga pokok, diperlukan untuk menentukan tarif yang sesuai dengan biaya yang benar-benar terjadi (the real costs), disamping tujuan lainnya seperti mengidentifikasi sistem akuntansi biaya, menilai efisiensi, dan anggaran. 1.2. 1.3. Tujuan Untuk mengetahui pengertian unit cost Untuk mengetahui tujuan dan manfaat penghitungan unit cost Untuk mengetahui klasifikasi dan pengelompokkan biaya Untuk mengetahui langkah-langkah penghitungan unit cost Untuk mengetahui pengertian analisis biaya Untuk mengetahui berbagai metode analisis biaya Untuk mengetahui langkah-langkah analisis biaya Manfaat Mengetahui pengertian unit cost Mengetahui tujuan dan manfaat penghitungan unit cost Mengetahui klasifikasi dan pengelompokkan biaya Mengetahui langkah-langkah penghitungan unit cost Mengetahui pengertian analisis biaya Mengetahui berbagai metode analisis biaya Mengetahui langkah-langkah analisis biaya BAB 21

ISI

2.1. Pengertian unit cost Secara sederhana, unit cost dapat diartikan sebagai biaya per unit produk atau biaya per pelayanan. Sedangkan menurut Hansen & Mowen (2005) unit cost didefinisikan sebagai hasil pembagian antara total cost yang dibutuhkan dengan jumlah unit produk yang dihasilkan. Produk yang dimaksudkan dapat berupa barang atau jasa.

2.2. Tujuan dan Manfaat Penghitungan Unit Cost Sistem akuntansi biaya mengukur dan mengalokasikan biaya, dengan demikian unit cost dapat ditentukan. Unit cost ini merupakan informasi yang sangat penting bagi suatu entitas. Dengan penghitungan unit cost, efisiensi dan kinerja suatu entitas dapat dimonitor dengan baik. Selain itu dengan penghitungan unit cost akan dihasilkan informasi mengenai biaya per item, sehingga akan lebih memudahkan dalam membuat strategi, pengenggaran maupun berbagai keputusan penting lainnya. Dengan kata lain informasi mengenai unit cost dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan bagi suatu entitas.

2.3. Klasifikasi dan pengelompokan biaya Biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungannya dengan perubahan volume kegiatan maupun berdasarkan hubungannya dengan yang dibiayai. Dala hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi: 1. Biaya variabel Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat aktivitas. Biaya bahan habis pakai adalah contoh biaya variabel, diaman biaya ini tergantung dari banyaknya kegiatan dalam melayani pengguna jasa. 2. Biaya tetap2

biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume tertentu. Gaji pegawai adalah contoh dari biaya tetap, walaupun pengguna jasa yang dilayani bertambah namun gaji pegawai tetap. 3. Biaya campuran Biaya campuran adalah biaya yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya tetap ,ataupun biaya variabel. Dengan kata lain, biaya campuran merupakan biaya yang mengandung sebagian unsur biaya tetap dan sebagian unsur biaya variabel. Apabila dihubungkan dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokkan menjadi: 1. Biaya langsung Biaya langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya langsung di tiap-tiap ruang pelayanan adalah semua biaya yang terjadi dala ruang tersebut dalam hubungannya dengan pelayanan pengguna jasa. 2. Biaya tidak langsung Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak harus disebabkan oleh sesuatu yang dibiayainya. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan pelayanan jasa yang diberikan adalah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead.

2.4. Langkah-Langkah Penghitungan Unit Cost Sebagai acuan dalam menghitung unit cost dalam suatu unit kerja ataupun sebagian, berikut adalah langkah-langkah perhitungannya: 1. Tentukan unit cost yang akan menjadi analisis 2. Identifikasi semua produk/jasa yang dihasilkan oleh unit kerja, dan tentukan produk/jasa yang akan dianalisis 3. Identifikasi semua biaya yang timbul di unit kerja karena melakukan pelayanan kepada pengguna jasa, berupa biaya langsung dan biaya tidak langsung3

4. Tentukan dasar alokasi biaya bersama. Biaya bersama adalah biaya yang digunakan untuk menghasilkan 2 produk/layanan atau lebih 5. Telusuri dan hitkung semua biaya langsung yang terjadi 6. Analisis unit atau bagian lain yang secara logika biayanya timbul akibat peningkatan aktivitas di unit kerja 7. Telusuri biaya tidak langsung dan hitung alokasi biaya tidak langsung untuk unit kerja8. Hitung unit cost per pelayanan dengan cara mengalokasikan total biaya (biaya

langsung maupun biaya tidak langsung) ke setiap jasa pelayanan.

2.5.

Pengertian analisis biaya Analisis biaya merupkan suatu kegiatan menghitung biaya untuk berbagai jenis

pelayanan yang ditawarkan, baik secara total maupun pelayanan per klien dengan cara menghitung seluruh biaya pada seluruh unit yang ada dimana biaya yang terdapat pada unit yang tidak menghasilkan produk (pusat biaya) didistribusikan kepada unit-unit yang menghasilkan pendapatan (pusat pendapatan). Tujuan analisis biaya adalah:a.

Mendapatkan gambaran mengenai unit/bagian yang merupakan pusat biaya (cost center) serta pusat pendapatan (revenue center).

b. Mendapatkan gambaran biaya pada unit tersebut, baik biaya tetap (fixed cost)

ataupun biaya investasi yang disetahunkan maupun biaya tidak tetap (variable cost) atau biaya operasional dan pemeliharaan. c. Mendapatkan gambaran biaya satuan pelayanan di sarana pelayana kesehatan primerd. Mendapatkan gambaran tarif dengan menggunaakan Break Event Point

e.

Mendapatkan gambaran dan peramalan pendapatan sarana pelayanan kesehatan primer4

Dalam kegiatan analisis biaya akan dilakukan kegiatan pendistribusian biaya dari pusat biaya ke pusat pendapatan. Cara-cara dari proses tersebut adalah: 1. Simple distribution

Merupakan cara langsung membagi habis biaya diunit-unit pusat biaya ke pusat pendapatan berdasarkan bobot tertentu. 2. Step down method

Merupakan cara membagi biaya dari pusat biaya ke pusat pendapatan melalui tahap, yaitu pertama alokasi antara pusat biaya (disusun dengan unit mulai dengan biaya tertinggi sebagai unit yang memberi biaya kepusat biaya lain). Kemudian biaya yang diterima pusat biaya dibawahnya digabung dengan biaya asli pusat. Biaya tersebut dialokasikan ke pusat pendapatan dengan dasar pembobotan. 3. Double distrtibution

Merupakan cara membagi biaya dari pusat biaya ke pusat pendapatan, melalui dua tahap, yaitu mula-mula dilakukan alokasi antara pusat biaya ke pusat biaya lain dan ke pusat pendapatan, selanjutnya dilakukan alokasi dari pusat biaya ke pusat pendapatan 4. Activity-based costing

Merupakan cara analisis biaya berdasarkan aktivitas Alat bantu yang digunakan untuk melakukan analsis biaya, adalah: a. Informasi mengenai struktur organisasi sarana pelayanan kesehatan primer dan

unit-unitnya b. Informasi mengenai unit mana yang menjadi pusat biaya dan mana yang

menjadi pusat pendapatan c. Data pegawai: nama pegawai, pendidikan, unit kerja, jabatan, masa kerja, gaji

dan insentif5

d.

Data unit kerja pegawai : nama pegawai, unit kerja pokok dan persentase

waktu yang digunakan, unit kerja lain dan persentase waktu yang digunakan e. Data gedung: luas lantai masing-masing unit yang ada, tahun pembangunan,

masa pakai, masa hidup, biaya dan AFc f. Data inventaris peralatan medis: jenis alat, jumlah alat, tahun beli, masa pakai,

masa hidup, harga satuan, total biaya dan AFc g. Data inventaris peralatan nonmedis: jenis alat, jumlah alat, tahun beli, masa

pakai, masa hidup, harga satuan, total biaya dan AFc h. Data inventaris kendaraan: jenis kendaraan, jumlah kendaraan, tahun beli,

masa pakai, masa hidup, harga satuan, total biaya dan AFc i. Data biaya obat dan bahan medis habis pakai: di unit-unit yang berfungsi

sebagai pusat pendapatan j. Data bahan habis pakai nonmedis: di unit-unit pusat biaya maupun pusat

pendapatan k. l. Data biaya pemeliharaan gedung Data biaya pemeliharaan perlatan medis

m. Data biaya pemeliharaan peralatan nonmedis n. Data biaya umum, misalnya telpon, air, listrik, dll

2.6.

Berbagai metode analisis biaya

Aplikasi metode akuntansi biaya yang sering digunakan seperti metode satu langkah, metode dua langkah, metode reciprocal, metode DRG, metode Activity Based Costing, dan metode Real Cost. 1. Metode Satu Langkah, Dua Langkah Dan Metode Reciprocal

6

Dalam metode satu langkah, setiap biaya pusat pelayanan pendukung dialokasikan pada beberapa pusat layanan utama yang menggunakan pelayanannya, tetapi tidak untuk pusat pelayanan yang lain. Akan tetapi metode ini gagal untuk mengenali bahwa beberapa pusat layanan menyediakan layanan untuk pusat layanan lain: misalnya, housekeeping membersihkan departemen medical record, pusat layanan yang lain. Kegagalan metode satu langkah ini kemudian memunculkan metode dua langkah. Metode dua langkah memperbaiki kekurangan metode satu langkah. Dengan metode ini, biaya pusat layanan dialairkan ke pusat layanan pendukung lain dan ke pusat layanan utama yang menggunakan basis pengalokasian tertentu. Biasanya tahap ini dimulai dengan pusat pelayanan pendukung yang melayani beberapa pusat pelayanan lain di dalam organisasi dan membagikan ke pusat-pusat b