Bab 12 Peralatan Lapangan, Peta Dan Pemetaan Geologi

Click here to load reader

  • date post

    25-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    67
  • download

    20

Embed Size (px)

Transcript of Bab 12 Peralatan Lapangan, Peta Dan Pemetaan Geologi

Bagian 7

PAGE 89

12Peralatan Lapangan, Peta, dan Pemetaan Geologi12.1 Peralatan lapanganBagi seorang ahli geologi, Lapangan merupakan tempat dimana dan atau tanah yang dapat diamati secara langsung, dan geologi lapangan merupakan cara yang digunakan untuk mempelajari dan menafsirkan struktur dan sifat batuan yang ada pada suatu singkapan. Untuk mempermudah melakukan proses diatas, diperlukan suatu alat bantu yang secara umum yang dikenal sebagai Peralatan Standar Lapangan Geologi.

Alat adalah perkakas, barang-barang yang perlu untuk melakukan suatu pekerjaan (Poerwadarminta,1954). Atau dengan kata lain peralatan adalah bermacam-macam bentuk alat perkakas, perbekalan, atau kelengkapan.

Peralatan geologi adalah peralatan yang digunakan untuk mempelajari, mengamati, memeriksa, mengumpulkan data dan contoh batuan dalam pekerjaan geologi lapangan (pemetaan geologi). Peralatan standar lapangan geologi adalah merupakan peralatan geologi yang umum digunakan di lapangan, yang terdiri dari :

1.Kompas geologi

2. Palu geologi

3. Peta dasar (peta topografi)

4. Loupe

5. Buku catatan lapangan dan lembar deskripsi batuan

6. Alat-alat tulis

7. HCl 0,1 N

8. Komparator batuan

9. Pita atau tali ukur

10. Clip board

11. Kantong contoh batuan

12. Kamera

13. Tas lapangan

12.1.1 Cara Pemakaian Peralatan Lapangan Geologi1. Kompas geologi

Kompas geologi merupakan kompas yang dapat digunakan untuk mengukur komponen arah (azimuth, jurus, dll) dan komponen besar sudut (dip, slope, dll). Berdasarkan pembagian lingkaran derajat, dikenal 2 macam kompas geologi, yaitu :

d. Kompas azimuth, kompas ini mempunyai dua angka lingkaran derajat tertinggi yaitu 360(. Angka 0( dan 360( berhimpit pada Utara kompas.

e. Kompas kwadran, kompas ini mempunyai angka lingkaran derajat yang dibagi menjadi 4 bagian, sedangkan angka tertinggi 90( terletak di Timur dan Barat kompas dan angka 0( di Utara dan Selatan kompas.

Di Indonesia, pada umumnya kompas yang dipergunakan adalah jenis kompas azimuth. Sebelum pemakaian dilapangan, inklinasi dan deklinasi dari kompas haruslah disesuaikan dengan daerah setempat.

Gambar 12.1 Kompas Geologi

Cara penggunaan kompas geologi :

a. Untuk pengukuran komponen arah (azimuth, jurus, dll), bagian-bagian kompas yang harus diperhatikan adalah lubang pengintip, mata lembu (bull eyes), jarum kompas, klinometer, lingkaran pembagian derajat. Dimana keadaan kompas harus selalu horizontal atau mendatar.

Pengukuran azimuth (arah)dapat menggunakan dua cara :

1. Kompas dibuka dengan sudut ( 135(, tangan petunjuk dibuat tegak, kompas dipegang dipinggang. Sasaran dilihat melalui lubang tangan petunjuk di garis tengah cermin. Setelah bull eye berada di tengah, baca angka lingkaran. Pembagian derajat yang berhimpit dengan jarum Utara kompas, sehingga didapatlah harga Azimuth / arah ke depan.

2. Kompas geologi dibuka dengan sudut ( 30(, dipegang dekat mata, sasaran dilihat melalui lubang pengintip dan jendela pandang, dan melalui cermin dibaca angka lingkaran pembagian derajat yang berhimpit dengan jarum Utara kompas. Maka didapat harga Back Azimuth / arah belakang.

Gambar 12.2 Pengukuran arah azimuth dengan kompas dipegang di pinggang

Gambar 12.3 Pengukuran arah azimuth dengan kompas dipegang dekat mata

b. Pengukuran komponen arah (perlapisan dan sesar)

Pengukuran strike/jurus perlapisan dan sesarKompas ditempel pada bidang lapisan atau bidang sesar bagian sebelah atas, dengan bagian kompas yang ditempel adalah E (East/Timur), untuk kompas azimuth; sedangkan untuk kompas kuadran, dapat ditempel untuk yang bertanda E atau W (West/Barat), hasil pengukurannya sama tetapi penulisannya berbeda, seperti contoh:

Kompas azimuth (E yang ditempel) didapat = N 250o E

Kompas kuadran (E yang ditempel) ditulis = S 070o W

Kompas kuadran (W yang ditempel) ditulis = N 70o E

Pengukuran arah kemiringan lapisan

Kompas ditempel di bagian belakang (bagian bawah engsel cermin) pada bidang lapisan paling atas, dengan komposisi kompas tegak lurus jurus.

Pengukuran arah lineasi (gores garis/pitch)

Pada lineasi yang akan diukur, diletakkan buku catatan lapangan (field note) atau clip board tegak lurus bidang horizontal. Kemudian kompas ditempelkan pada sisi buku catatan/clip board dengan lengan penunjuk ke arah gores garis yang turun/ke bawah.

Gambar 12.4 Pengukuran strike/jurus perlapisan dan sesar

Gambar 12.5 Pengukuran arah kemiringan lapisan dan lineasi (gores garis/pitch)

c.Untuk pengukuran komponen besar sudut (dip, rake, slope).

Bagian-bagian kompas yang harus diperhatikan adalah klinometer, angka derajat kemiringan, dan posisi tegak kompas. Pengukuran dip/kemiringan (lapisan dan bidang sesar)

Pengukuran dip Perlapisan dan sesarKompas ditempel di atas lapisan batuan/bidang sesar, tegak lurus jurus, atur klinometer sampai gelembung udara berada di tengah (pengatur klinometer ada di bagian belakang kompas), lalu baca harga derajat kemiringan.

Pengukuran slope (kemiringan lereng)

Kompas dibuka dengan sudut + 45o, dipegang dengan posisi tegak dekat dengan mata. Sasaran penglihatan adalah teman seregu atau patok yang mempunyai tinggi sama dengan mata penembak/pemegang kompas, sasaran dilihat melalui jendela kaca. Setelah gelembung udara tepat di tengah klinometer, dibaca harga derajat kemiringan.

Gambar 12. 6 Pengukuran slope

1. Pengukuran penentuan lokasi/posisi (plotting)

Penentuan lokasi/plotting dapat digunakan dengan metode sebagai berikut :

Resection : Cara resection digunakan apabila kita ingin mengetahui posisi secara tepat pada peta, yaitu dengan cara :

1. Mengatur peta dengan benar (arah Utara peta disesuaikan dengan arah Utara kompas).

2. Memilih dua buah titik yang sudah dikenal dengan baik, pada peta ataupun di lapangan, misalnya titik A dan B.

3. Kemudian bidik dengan kompas dan catat sudut-sudut yang didapat dari kedua titik yang ditandai tersebut.

4. Tentukan arah Utara peta pada titik yang ditandai tersebut caranya dengan membuat garis lurus yang tegak lurus dengan sumbu Y.

5. Hitung dan gambarkan sudut yang didapat pada titik A dan B, perhitungan sudutnya dimulai dari sudut kompas pembidikan ke titik A dan B.

6. Perpotongan dua garis tersebut merupakan posisi kita.

7. Contoh :

A = 297o (azimuth bukit A terhadap posisi kita)

B = 75o (azimuth bukit B terhadap posisi kita)

Back Azimuth A= 117o (297o - 180o)

Back azimuth B = 255o (75o + 180o)

Gambar 12.7 Metoda Resection Intersection : adalah cara untuk menentukan letak suatu titik (sasaran) di medan atau pada peta. Kegunaan metode ini adalah untuk mengetahui posisi seseorang atau sesuatu pada peta, misalnya mengetahui secara tepat pesawat yang jatuh atau lokasi kebakaran hutan, Caranya yaitu :1. Tentukan 2 titik di medan yang mudah diketahui dan dikenali, baik pada peta atau pada lapangan dan jarak antara dua titik tersebut harus ditentukan.

2. Dari dua buah titik tersebut, tentukan sudut kompas ke sasaran yang akan diketahui pada peta (azimuth).

3. Ubahlah sudut kompas menjadi sudut peta.

4. Perpotongan garisnya merupakan letak sasaran yang diketahui di peta.

Contoh :

Titik A = 30o (azimuth posisi kita terhadap sasaran) dari jembatan.

Titik B = 320o dari perkebunan.

Tentukan letak sasaran (misalnya kebakaran hutan).

Gambar 12.8 Metoda intersection2.Palu Geologi

Pada dasarnya ada tiga tipe palu geologi, yaitu:

a. Chisel-end hammer atau chisel-point hammer, yaitu palu geologi yang salah satu ujungnya pipih-tajam seperti pahat.

b. Pick-end hammer atau pick-point hammer, yaitu palu geologi yang salah satu ujungnya runcing seperti paku.

c. Bricklayers hemmer atau club hammer, yaitu palu geologi yang kedua ujungnya rata dan berbentuk persegi panjang. d. Chisel-end hammer dan pick-end hammer memiliki ukuran dan berat yang bervariasi, mulai dari panjangnya sekitar 28 cm hingga sekitar 33 cm; mulai dari yang beratnya sekitar 0,6 kg sampai 1,2 kg. Bricklayers hammer memiliki panjang sekitar 33 cm dan berat sekitar 1,8 kg. Gagang palu geologi dibuat dari bahan kayu, fibreglass, atau bahan campuran karet.

Catatan :

Palu geologi dapat disimpan dalam sebuah kantong yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan lapangan. Dengan adanya kantong tersebut, seseorang tidak perlu memegang palu geologinya selama membawanya di lapangan.

Gambar 12.9 Palu GeologiKebiasaan yang kurang baik dari sebagian mahasisiwa yaitu memasukkan palunya ke dlam ransel. Hal ini mengandung bahaya, karena ujung palu yang runcing dapat menembus ransel, bahkan mungkin dapat melukai punggung. Cara seperti ini pula yang biasanya menyebabkan seseorang kehilangan palunya karena dia kadang-kadang tidak sadar bahwa palunya belum termasukkan ke dalam ransel dan tertinggal di suatu tempat.

Kegunaan Palu Geologi

Secara umum palu geologi dapat dogunakan untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:

a. Memecahkan batuan atau mencungkil mineral dan fosil dari singkapan.

b. Menggali tanah dalam rangka mencari singkapan atau mengambil sample yang segar.

c. Membersihkan singkapan dari tanah penutup atau vegetasi yang menutupinya.

d. Membantu pendakian, apabila diperlukan.

e. Mempertahankan diri, apabila diperlukan.

Teknik Memecahkan Batuan

Berikut akan dikemukakan suatu prosedur umum yang dapat diikuti untuk memecahkan batuan dari suatu singkapan dengan aman :

a. Tentukan batuan yang akan diambil samplenya.

b. Carilah tepi tubuh batuan tersebu