Artikel Jurnal Aksata 1

of 174/174
Oleh : Tim Perakitan Mobil Listrik SMKN6 Malang Latar Belakang Kesadaran akan semakin berkurangnya ketersediaan minyak bumi sebagai bahan bakar utama dunia selama ini, maka perubahan besar dalam penggunaan bahan bakar pada era abad ke-20 ini, yaitu berupa Pengembangan Bahan Bakar Alternatif (AF) yang dicanangkan sebagai berikut : Jangka Pendek (2014 – 2019) - Mulai mengembangkan bahan bakar biomassa menjadi minyak solar dengan komposisi campuran sampai 2,5 – 5 % - Mulai memproduksi bahan bakar biomassa dalam jumlah yang sangat besar. - Mulai mengembangkan mesin kendaraan yang menggunakan bahan bakar fleksibel (FFV), sehingga melakukan lebih banyak percobaan bahan bakar biomassa. - Melakukan studi kebutuhan bahan bakar gas, baik keuntungan maupun kerugian untuk penerapannya pada transportasi masal. - Tuntutan untuk mengembangkan jaringan bahan bakar gas dengan diuji cobakan pada kota- kota besar di Indonesia. - Memulai program pengembangan bahan bakar gas untuk transportasi masal BRT - Memulai riset sel-sel bahan bakar dan Teknologi Hibrid - Memulai riset energi surya dan thermal laut. Jangka Menengah (2020 – 2025) - Telah mengalihkan 20% bahan bakar menjadi bahan bakar biomasa, baik untuk penggunaan biasanya maupun - untuk mesin kendaraan berbahan bakar Fleksibel (FFV) - Telah mengalihkan 80% transportasi masal, terutama angkutan bus cepat (BRT) menuju bahan bakar gas atau gas alam terkompresikan (CNG) - Mempromosikan teknologi hibrid ke pasar Indonesia 1 PERAKITAN MOBIL LISTRIK AKSATA Di SMK NEGERI 6 KOTA MALANG Kendaraan Ringan dengan Teknologi Ramah Lingkungan
  • date post

    07-Aug-2015
  • Category

    Education

  • view

    326
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Artikel Jurnal Aksata 1

  1. 1. 1 Oleh : Tim Perakitan Mobil Listrik SMKN6 Malang Latar Belakang Kesadaran akan semakin berkurangnya ketersediaan minyak bumi sebagai bahan bakar utama dunia selama ini, maka perubahan besar dalam penggunaan bahan bakar pada era abad ke-20 ini, yaitu berupa Pengembangan Bahan Bakar Alternatif (AF) yang dicanangkan sebagai berikut : Jangka Pendek (2014 2019) - Mulai mengembangkan bahan bakar biomassa menjadi minyak solar dengan komposisi campuran sampai 2,5 5 % - Mulai memproduksi bahan bakar biomassa dalam jumlah yang sangat besar. - Mulai mengembangkan mesin kendaraan yang menggunakan bahan bakar fleksibel (FFV), sehingga melakukan lebih banyak percobaan bahan bakar biomassa. - Melakukan studi kebutuhan bahan bakar gas, baik keuntungan maupun kerugian untuk penerapannya pada transportasi masal. - Tuntutan untuk mengembangkan jaringan bahan bakar gas dengan diuji cobakan pada kota-kota besar di Indonesia. - Memulai program pengembangan bahan bakar gas untuk transportasi masal BRT - Memulai riset sel-sel bahan bakar dan Teknologi Hibrid - Memulai riset energi surya dan thermal laut. Jangka Menengah (2020 2025) - Telah mengalihkan 20% bahan bakar menjadi bahan bakar biomasa, baik untuk penggunaan biasanya maupun - untuk mesin kendaraan berbahan bakar Fleksibel (FFV) - Telah mengalihkan 80% transportasi masal, terutama angkutan bus cepat (BRT) menuju bahan bakar gas atau gas alam terkompresikan (CNG) - Mempromosikan teknologi hibrid ke pasar Indonesia - Melakukan pengujian teknologi sel bahan bakar dan mulai mempromosikannya. - Melakukan pengujian energi surya dan energi thermal laut. Jangka Panjang (2026 2030) - Mengalihkan teknologi listrik menjadi energi surya dan energi thermal laut, sampai dengan minimum 25% dari konsumsi energi. - Mempromosikan teknologi sel bahan bakar ke pasar Indonesia. - Mengganti sebagian besar pergerakan kendaraan pribadi menjadi transportasi umum masal yang menggunakan tenaga listrik. Listriknya dibangkitkan dari energi surya atau energi thermal laut. PERAKITAN MOBIL LISTRIK AKSATA Di SMK NEGERI 6 KOTA MALANG Kendaraan Ringan dengan Teknologi Ramah Lingkungan
  2. 2. 2 Mobil Listrik Aksata Nama Aksata, diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Maju Berkelanjutan, disamping sebagai motto SMKN 6 Malang juga dipilih sebagai merk mobil listrik yang dirakit di SMKN6 Malang. Inovasi untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan adalah tuntutan masa kini terlebih di masa yang akan datang. Mobil listrik, adalah salah satu alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam mengatasi ketergantungan pada bahan bakar minyak bumi yang semakin menipis ketersediaannya di dunia. Dapat disajikan perbandingan beaya operasional kendaraan mobil listrik dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Dari tabel di atas, menunjukkan mobil listrik Aksata 6x lebih efisien dibanding mobil berbahan bakar premium dan 10x lebih efisien dibanding pertamax. Di samping itu, mobil listrik Aksata memiliki keunggulan : Rendah kebisingan (tidak menggunakan motor bakar) Rendah emisi (0% emisi karbon) Rendah beaya perawatan (tidak memerlukan ganti oli) DATA SPESIFIKASI MOBIL LISTRIK AKSATA PENGGERAK MOBILLISTRIK Mobil secara umum memerlukan beberapa komponen vital untuk digunakan sebagai penggerak Pada mobil LISTRIK: Tipe Spesifikasi Standar Spesifikasi Nyaman Penumpang 2 2 Pintu 2 2 Bodi Tipe bantalan logam Tipe bantalan logam Panjang x Lebar x Tinggi 3590 x 1450 x 1715 mm 3590 x 1450 x 1715 mm Jarak roda 2000 mm 2000 mm Celah ruang landasan 150 mm 150 mm Motor listrik Motor DC 4 kW Motor AC 10 kW Transmisi Otomatis Otomatis Waktu pengisian batere 8 jam 6 jam Jarak tempuh 120 km 200 km Kecepatan 50 km/jam 100 km/jam Batere Batere asam arang Batere LiFePo4 Usia Batere 500 siklus 2000 siklus Untuk 120 km Mobil Listrik Aksata Premium Pertamax Konsumsi Beaya Operasional Rp. 10.000,- Rp. 65.000,- Rp. 100.000,-
  3. 3. 3 Mengenal komponen listrik mobil 1. Charger /Pengisi simpanan daya Jenis charger ada beberapa macam : - Cepat charger eksternal - Pelan charger onboard Charger harus sesuai dengan sistem power supply yang terpasang pada suatu mobil listrik 2. Battery Batere yang digunakan mobil listrik secara umum ada 2: a. Batere Lithium Kelebihannya : - Ringan - Dapat diisi dengan cepat - Umur batere lebih panjang Kekurangannya : Mahal b. Batere Asam Timah/Lead Acid Kelebihannya : Murah Kekurangannya : - Hanya bisa diisi dengan charger lambat - Umur lebih pendek - Berat 3. Throttle Pedal gas untuk mengatur kecepatan gerak mobil 4. Pengendali Kecepatan Pengendali kecepatan/controller diperlukan agar mobil dapat beroperasi dengan baik dan aman. Pengendali kecepatan diatur oleh throttle (pedal gas). 5. Tuas Pemindah Maju-Mundur Digunakan untuk menentukan arah putar motor listrik. Arah putar ini mempengaruhi arah gerak mobil. 6. Motor Listrik Berfungsi sebagai penggerak utama 7. DC Converter Berfungsi untuk merubah tegangan batere menjadi 12 Volt DC. Untuk menghidupkan asesoris. Motor dalam Roda (In-Wheel Motor) Usaha untuk meningkatkan torsi motor listrik telah memperlihatkan hasil yang cukup baik, sehingga akhirnya dapat dibuat rancangan motor listrik yang bisa langsung dipasang dalam wheel rim (velg) roda (In-Wheel Motor).
  4. 4. 4 Perkembangan terbaru, telah selesai dirancang In-Wheel Motor dengan spesifikasi sebagai berikut : Dimensi masuk di dalam rim roda 19 20 inchi. Torsi maksimum 800 Nm. Putaran maksimum 1200 rpm. Dilengkapi rem cakram di luar konstruksi motor. Apabila digunakan 4 motor pada seluruh roda (4 WD), maka akan diperoleh : 4 x 800 = 3200 Nm. Dengan diameter roda 70 cm, akan diperoleh : Total torsi dengan daya dorong 910 kf Kecepatan maksimum 160 km/jam. Dokumentasi Perakitan Mobil Listrik AKSATA di Bengkel Perakitan Mobil SMK Negeri 6 Kota Malang Bekerja sama dengan PT Great Asia Link, Kedung Anyar Factory, Gresik, Jawa Timur, mobil listrik AKSATA dapat dirakit oleh siswa SMKN 6 Malang, dibawah bimbingan guru praktik/instruktur, tanggal 2 sd 7 April 2014. Pengujian/tes jalan tanggal 8 sd 9 April 20014. Dilaksanakan In House Training di SMKN 6 Malang tanggal 10 April 2014. Suatu kebanggaan untuk memamer karya SMKN 6 Malang pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014, di depan Kantor Balai Kota Malang. Wali Kota Malang, Abah Anton begitu antusias dengan mencoba mengendarai mobil listrik Aksata. Kepala SMKN6 Malang, Dra. Aksihari, M.Pd. beserta Ketua dan perwakilan guru Kompetensi Keahlian TKR, OTO, juga tiga perwakilan siswa yang terlibat dalam proses perakitan mobil listrik turut hadir dalam jumpa pers seusai acara tersebut. Dilaporkan dan ditulis Oleh Tim Perakitan Mobil Listrik SMKN6 Malang : Ketua : Drs. H. Moh. Guntur Sayekti, M.Pd. (K3TKR) Anggota : K3OTO, K3AB, K3 TPTL
  5. 5. 5 Oleh : Jeannette Giegerich Pada bulan November 2013 Jeannette Giegerich (Janet) bekerja sebagai penasehat pendidikan lingkungan di GIZ. Dia bekerja di dalam project kerja sama Indonesia-German yang disebut PAKLIM- Program Advis Kebijakan Lingkungan dan Perubahan Iklim. Pada tanggal 6 Maret 2014 Janet tinggal di Malang untuk mendiskusikan kurikulum tentang isu-isu perubahan iklim bersama bapak-ibu guru di SMKN6 Malang dan sekolah lain. Menurut dia perubahan iklim adalah salah satu tantangan terbesar di dunia yang harus kita atasi bersama. Karena itu dia mau bersama bapak-ibu guru di SMKN6 Malang, memasukkan isu- isu tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. The natural greenhouse effect makes life on earth possible. On earth, we are receiving our energy from the sun. Short-wave infrared radiation from sun rays falls on earth and is gradually being reflected as long-wave and thermic infrared radiation. Greenhouse gases (GHG) can absorb this long-wave and thermic infrared radiation and emit it back to earth. Classified by number, the appearance of Greenhouse gases in the atmosphere of the earth are Water vapor (H2O), Carbon dioxide (CO2), Methane (CH4), and Nitrous oxide (N2O). Without greenhouse gases, to live on earth would be impossible. The global average temperature would be about -18 degrees Celsius. With this natural heating system consisting of greenhouse gases, we have a global average temperature of about +15 degrees Celsius. Natural greenhouse effect Source: http://www.cotf.edu/ete/modules/carbon/efcarb on.html Caused by human influence, more and more GHG like CO2 are released in the atmosphere. There is a natural cycling process of Carbon dioxide on earth. Plants absorb CO2 from the atmosphere during photosynthesis and animals release CO2 back into the atmosphere during respiration. Since we use fossil resources by industry and automobiles, we diminish big CO2 stores: fossil fuel such as coal, oil, and natural gas. The emission of CO2 coming from this use of fossil fuel are much bigger than the natural potential to absorb CO2. Because there are more and more greenhouse gases in the atmosphere, the global temperature is rising. The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) in Copenhagen in 2009 determined that the temperature on earth can rise by only 2C without dramatically and unchangeable climate change effects. Carbon dioxide cycle Source: http://www.cotf.edu/ete/modules/carbon/efcarbon.h tml The main impacts are the use of fossil fuel and the deforestation. Forests and the climate are inextricably linked. Worldwide, the Climate change education and awareness
  6. 6. 6 degradation and destruction of tropical rainforests are responsible for around 15 percent of annual greenhouse emissions. Rainforests store large amounts of carbon dioxide out of the atmosphere The loss of rainforests equals the loss of one of the worlds greatest buffers against climate change. Slash and burn increase the problem, because all stored carbon will immediately be released into the atmosphere. Additionally, if the rainforest is growing on peatland, it makes deforestation even worse. Peatland is an other big carbon dioxide store and changes in land use on peatland will release a lot of carbon dioxide,too. Indonesia houses the largest rainforest in all of Asia. As recently from the 1960s, a little over 80 percent of Indonesia was forested. The destruction of Indonesias rainforests is one of the leading causes of climate change worldwide. The carbon emissions resulting from Indonesias rapid deforestation account for around six to eight percent of global emissions which is more than the emissions from all the cars, planes, trucks, buses and trains in the U.S. combined. This huge carbon footprint from forest destruction has made Indonesia the third- largest global greenhouse gas emitter, behind only the U.S. and China. Motorists inch their way in heavy traffic in Palembang, Sumatra, in Indonesia. Foto: Ted Aljibe/AFP/Getty Images More than 100 fires were set in Tripa swamp forest, Aceh. source: http://www.regenwald.org/erfolge/5639/indonesien- hohe-strafe-fuer-palmoelfirma-wegen-brandrodung The impacts of these emissions are dramatic. Today, nearly half of Indonesias original forest remains for palm oil or eucalyptus plantations. Effects of this forest destruction are growing environmental and social problems. Burning clear rainforests is widespread, laying down a thick haze of smoke that shuts down regional air traffic and provokes public health alerts in urban areas hundreds of miles away. Pesticides and factories are polluting the waterways and local soils. And, increasingly, corporate control of land triggers human rights abuses and persistent conflicts between companies and local communities. The global temperature rise in the atmosphere decline rainfall in southern and increase rainfall in northern regions of Indonesia which both lead to threatening the food production. The rise of temperature in the oceans project more tropical storms and increase the risk of catastrophic flooding. The seawater gets more acid and this destroys the living conditions of many coral species. 30 percent of all coral reefs of the world lives in the coral triangle between Indonesia, Malaysia and the Philippines as well as 76 percent of coral species and 35 percent of fish species depending on corals. Many fish use coral reefs as kindergarden, and coral reefs are very powerful protectors against flooding. Indonesia is on the way to lose its beautiful nature as well as important tourist attractions as well as the livelihood of millions of people living by the sea and on the coasts.
  7. 7. 7 Women and children wade through their flooded Jakarta neighborhood in January, 2013. (AFP Photo) Source: JakartaGlobe, http://www.thejakartaglobe.com/news/indonesia-in- 2028-permanent-and-irreversible-climate-change ; Education is an essential element in the global response to climate change. Climate change is one of the major challenges of our time. Indonesia is no exception: the frequency of severe flooding in Papua and of critically low yields of crops in Nusa Tenggara Timur (NTT) are warnings of the climate change threat in this country. Beside climate change mitigation and adaptation, the Indonesian government has also been responding to climate change through education within the framework of the UN Decade of Education for Sustainable Development (DESD). PAKLIMs Climate Change Education and Awareness work area aims to raise awareness and enrich the knowledge of Indonesian Youth ranking 12-24 years. It helps young people to understand the impact of climate change, and it encourages changes in their attitudes and behavior. Every school can work on two topics: Reduce greenhouse gases and energy use as well as Create awareness for Climate Change including developing a new curriculum. SMKN6 already started this process and is on the way to go green. Each teacher should be part of the movement and include climate change issues in all lesson plans. Climate change is not waiting. Lets act now!
  8. 8. 8 Oleh : Nur Kholis Majid NIP. 19900930 201402 1 001 SMKN 3 Banjarbaru, Kalimantan Selatan API UNTUK APLIKASI GUI 1. AWT (Abstract WindowToolkit) Librarydan komponenGUI (java.awt) yang pertamakali diperkenalkanoleh Java, Sun tidakmerekomendasikanlagi penggunaan komponen GUI dari AWT. 2. Swing atau JFC (Java Foundation Class) Library dan komponen GUI (javax.swing) terbaru dari Java dan yang direkomendasikan Sun untuk pemrograman GUI. Komponen Swing sebagian besar adalah turunan AWT dan lebih lengkap daripada AWT. APLIKASI JAVA SWING 1. GUISwing Swing merupakan koleksi komponen GUI yang berjalan secara seragam di setiap platform murni yang mendukung JVM (Java Virtual Machine). Keseluruhan komponen Swing ditulis menggunakan Java sehingga mampu menyediakan fungsionalitas maksimal di platform yang ekuivalen. Hal ini juga membuktikan bahwa portabilitas aplikasi Swing sangat tinggi. 2. Komponendan Container Dalam ranah antarmuka pengguna, komponen merupakan bagian fundamental di Java. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang kita lihat di tampilan aplikasi Java adalah suatu komponen misalnya window, menu, dan button. Di sisi lain,containeradalahjenis komponen yang menampung dan mengelola komponen-komponen lainnya. Idealnya, suatu komponen harus diletakkan di sebuahcontaineragaria dapat digunakan. Komponen-komponen Swing dapat diklasifikasikanke dalamtigabagian,yaitu top-level container, intermediate container, dan komponen atomic (tunggal). Container tingkat atas (top-level) berfungsi untuk menyediakan ruang bagi komponen-komponen lainnya. Containerjenisini terdiri dari JFrame, JWindow, JDialog, dan JApplet. Container menengah adalah komponen (non top-level) yang keberadaannya untuk menampung komponen lainnya, misalnya panel, tabbed, dan tool bar. Komponen atomic berfungsi untuk menampilkan dan/atau menerima informasi. Contoh komponen atomic adalah text field, button, dan label. INSTALASI NETBEANS Java SDK dan NetBeans diperlukan jika anda hendak mulai bermain-main dengan bahasa pemrograman Java. Java SDK adalah platform dasar Java yang diperlukan agar PC anda bisa mengeksekusi kode-kode program anda yang menggunakan bahasa Java, sedangkan NetBeans adalah aplikasi editor terpadu (IDE atau Integrated Develepment Environment) yang akan banyak mempermudah dalam membuat aplikasi karena menyediakan kontrol-kontrol visual yang penting dalam pemrograman desktop (atau lebih dikenal sebagai pemrograman visual). MEMULAI NETBEANS Yang pasti kalaumenggunakanSistemOperasi dari keluarga Microsoft, ada shortcutnya di desktop, selanjutnya tinggal di double klik saja. MEMBUATPROJECTBARU Berikutadalahlangkah-langkahnya: 1. PilihFile 2. New Project 3. Pada Category:pilihJava 4. Pada Projects:pilihJavaApplication 5. KemudianKlik tombolNext JAVA GRAPHICAL USER INTERFACE
  9. 9. 9 6. Pada Project Name: ketik nama project misalnya TampilanForm 7. Pada Project Location: klik Browse untuk memilih folder diaman Anda akan menyimpan project 8. Checklist pada Set as Main Project 9. Checklist juga pada Create Main Class 10. Kemudian klik Finish, maka hasilnya akan tampak seperti di bawah ini : MEMBUATFORM 1. Klikkananpada namaprojectdi sebelah kiri yangada padaProjectExplorer 2. Pilih JFrame Form 3. Kemudian pada Class Name : ketik nama form misal frmButton 4. Pada Location: pilihSources Packages (ini pilihan default) 5. Pada Package : pilih tampilanform (sesuai nama project) 6. SetelahituklikFinish MENAMBAHKAN CODEPROGRAM PADA MAIN.JAVA Karena pada saat membuat project pertama sekali di-checklist pada Creat Main Class dan Set as Main Project, maka yang selalu dijalankan pertama sekali ketika program di run adalah Main.java, dari program inilah dipanggil form frmButton (nama form / class name), bagaimana caranya? 1. Buka code Main.javadenganmengklik pada tab Main.javayangada di bawah toolbar 2. Kemudiantambahkancode padaclass utama (classmain) public static void main (String[] args) { //TODO code application logic here new frmButton().setVisible (true); } 3. SetelahitucobajalankanprogramAnda denganmenekantombol F6Atauklik tombol yang terdapatpada toolbar. 4. Lalu akantampil formyang masihkosong, klikpadasudutform (x) untukmenutup formyang sedangrunningdankembalilah editformAndadan tambahkanbeberapa palette (bacanyabukanpelettetapi plet) (di visual basicdisebuttoolbox)sesuai dengankebutuhanAnda. 5. SekaranglanjutkanmengeditformAnda. MENAMBAH PALETTEPADA FORM Ada banyak palette yang dapat ditambahkan pada form sesuai kebutuhan program, pada project biasanya jendela palette terletak di sebelahkananlayar, lihat gambar dibawah ini perhatikan garis merahnya.
  10. 10. 10 DAFTAR PALETTE SwingControl: Label Button Toggle Button CheckBox RadioButton ButtonGroup ComboBox List TextField TextArea Scroll Bar, banyaklagi (lihatsajagambar di atas) Sekarang bagaimana cara menambahkan palette tersebutke form?Padadasarnyasama dengan ketika Anda menggunakan bahasa pemrogramanvisual lainnya, tinggal klik pada palette yang kamu butuhkan dan drag, kemudian letakkan pada form. Atau boleh juga dengan mengklik sekali pada palette dan bawa mouse ke area form maka palette yang diklik tadi akan tampil, sekarang tinggal kliksekali padaarea form dimana akan diletakkan objek palette tersebut. Sebagai contoh lihat gambar di bawah ini: 1. Arahkan mouse pada palette Label, Klik sekali (jangan ditahan, klik biasa aja) kemudianArahkanmouse pada area form (lihat posisinya disesuaikan) lalu klik sekali, pallete Label akan tampak pada form. 2. KemudianubahteksjLabel1menjadi Nilai Tugas, caranya: a. Klik kanan pada objek label b. Pilih Edit Text 3. Lalu ketikjudul yangbaru(Nilai Tugas) dan klik OK 4. Dapat juga mengubah ukuran objek dengan mengklik pada titik-titik yang ada di setiapsisi dan sudut objek yang sedang diedit (objek yang aktif) kemudian ubah nama objek,biasanyadisesuaikan dengan jenis palette yang digunakan. Misalnya kalau label, maka nama objek biasanya diawali dengan lbl misal lblNilaiTugas, kalau button penamaannya biasanya diawali denganbtn,misalnyabtnClose,dll. 5. Untuk mengubahnama palette klik kanan pada palette yang akan diubah namanya 6. Pilih Change Variable Name 7. Kemudian ketik nama Variable Namenya, misal lblNilaiTugas, lihat gambar: 8. Klik OK 9. Dapat dilakukan perubahan Variable Name atau yang lainnya (properties) melalui jendela Properties 10. Selanjutnya kalau ingin menambahkan palette yang sama tinggal copy paste lalu ubah Text, Variable Name dan lain-lain sesuai kebutuhan. KASUS Buatlah form seperti dibawah ini: Catatan: Jika project dijalankan, maka form yang tampil adalah seperti yang lihat di atas. Pertama kali textfield tidak dapat di isi/diklik dan tombol New, Save, Show, hanya tombol Close dan Release Array saja yang dapat di Klik. Fungsi tombol: Release Array? Apabiladi klikberarti mengalokasikanvariabel Array dengan jumlah row data yang baru, dengan mengklik tombol ini, maka tombol
  11. 11. 11 New dan Show akan aktif sementara tombol Save belum aktif. Setelah Anda ketik jumlah data lalu klik OK, maka tombol New akan aktif New? Apabila di klik maka semua textfield menjadi aktif dan bernilai kosong, kemudian cursor akan aktif pada txtNT (text nilai tugas), kemudian tombol Save akan aktif dan tombol New dan tombol Show malah tidak aktif. Dan akan tampil nomor data yang akan di isi pada label Data Ke: Save? Hanya dapat di kliksetelahtombol Newdi klik, tombol ini akan menyimpan data yang ada pada textfield ke Array yang sudah didefenisikan sebelumnya sesuai urutan row, apabilasalahsatutextfieldmasihkosongmaka penyimpanantidakdikerjakandancursorakan kembali ke textfield (jadi ada validasi textfield). Show? Untuk menampilkan data sesuai dengan permintaan data keberapa yang akan di tampilkan kembali ke textfield, ketika Anda klik tombol ini akan tampil inputbox: Ketiklah nomor record yang akan Anda tampilkanke textfield form Setelah Anda klik OK, maka akan tampil data dari Array yang sudahtersimpan,jika Anda masukkan angka 1 maka data yang akan tampil adalah yang ada pada Index Array 0, jika Anda input dengan jumlah yang melebihi Array, maka akan ditampilkan data 1 (array 0) Close? menutup Form atau keluar dari aplikasi.
  12. 12. 12 Oleh : Trianto Atmojo SMKN 1 Sanana, Maluku Utara Mail merge adalah fasilitas yang disediakan oleh Microsoft Word untuk memudahkan pencetakan dokumen secara cepat (biasanya surat) yang ditujukan kepada banyak pihak. Misalnya, sekolah ingin membuat sertifikat pelatihan dan akan dibagikan kepada semua peserta. Untuk mempercepat pembuatan sertifikat tersebut kita bisa memanfaatkan fasilitas mail merge, lakukan proses berikut ini. Buatlah dua jenis dokumen dalam berkas (file) berbeda : 1) Dokumen master sertifikat pelatihan, dibuat menggunaman Ms.Word (sertifikat.doc) Gambar 1 : Sertifikat 2) Dokumen daftar nama yang mengikuti pelatihan, dibuat menggunakan Ms.Excel (daftar nama.xls) Buka dokumen sertifikat tersebut. Pilih menu Mailings. Pilih Select Recipients, kemudianpilih Use existing list. Selanjutnya pilih data source yaitu file daftar yang telah dibuat dalam bentuk Excel tadi dengan nama daftar nama.xls Gambar 3 : Proses persiapan Mail Merge Gambar 4 : Select Data Source Sekarang, lakukan proses berikut. Aktifkan kursor pada dokumen yang dibuat. Pilih Insert Merge Field. Akan Anda lihat rentetan daftar judul seperti berikut. Gambar 5 : Insert Merge Field Letakkan kursor pada tempat yang sesuai, lalu klik rentetan judul dengan nama yang sama. Maka akan keluar bentuk seperti di bawah ini. Membuat dan Mencetak Dokumen Secara Cepat Menggunakan Fasilitas Mail Merge
  13. 13. 13 Untuk mengakhiri proses mail merge, pilih tombol Finish & Merge. Akan keluar 3 pilihan seperti tertera pada halaman berikut. Gambar 7 : Mengakhiri Mail Merge Selanjutnya Anda memilih print Document dan pilih All untuk mencetak semua sertifikat peserta. Gambar 8 : Merge to Printer Sampai tahap ini semua sertifikat akan tercetak sejumlah peserta yang terdaftar pada daftar nama.xls
  14. 14. 14 Oleh : Agung Priyadi NIP. 19781116 200604 1 014 K3TIPTL SMKN 6 Malang Bingung dengan cucian yang menumpuk ? Atau mesin cuci Anda rusak ? Ada baiknya jika Anda menyimak sajian berikut ini. Pada prinsipnya proses pencucian pakaian pada mesin cuci terdiri atas dua bagian pekerjaan utama, yaitu : 1. Mencuci, melepaskan kotoran yang menempel pada pakaian yang telah diluluhkan dalam rendaman air sabun. 2. Membilas, bahan sabun yang tersisa, memeras air, dan mengeringkan pakaian (drying). Disinilah praktisnya mesin cuci karena dinilai mampu mencuci berbagai bahan kain, mulai dari baju, celana jeans, sarung bantal, hingga bed cover. Selain dicuci, seluruh cucian juga langsung diperas hingga tinggal dijemur atau langsung dikeringkan, tergantung jenis mesin cuci yang dimiliki. Hemat tenaga sekaligus hemat waktu. Sehingga tak heran jika sekarang mesin cuci sudah menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang wajib dimiliki. Untuk memilih mesin cuci, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut ini : 1. Kita terlebih dulu menentukan kebutuhan. Ini akan terkait dengan kapasitas mesin cuci yang ada di pasaran, tipe dua tabung di pasaran tersedia pilihan mesin cuci dengan kapasitas dari 5 13 Kg, sedang tipe satu tabung, dari 6.2 12 Kg. 2. Yang kedua, kita bisa melihat material yang dipakai. Pastinya harus tahan karat dan anti serangan tikus. Ini penting karena biasanya dua kelemahan tadi yang sering jadi keluhan konsumen menengah ke bawah itu. 3. Penting juga untuk melihat fungsi dan spefikasi yang ditawarkan. makin canggih tentu makin mahal. 4. Layanan servis dan purna jual tak kalah penting. Jaringan service yang tersebar di mana-mana tentu akan memudahkan Anda bila terjadi gangguan pada mesin cuci. Selain itu jaminan kemudahan suku cadang juga jadi poin tersendiri. Tips merawat mesin cuci : 1. Hindari memasukkan tangan ke dalam mesin cuci ataupun mesin pengering pada saat mesin beroperasi. 2. Letakkan mesin cuci jauh dari jangkauan anak atau tempat bermain anak. 3. Jangan Menyemprotkan air ke kontrol panel. 4. Hindari mesin cuci dari sinar matahari langsung. 5. Hindari tempat yang lembab. Mesin cuci harus dibersihkan dari debu. 6. Gunakan detergen dan air sesuai dengan petunjuk pemakaian. 7. Setelah digunakan, matikan mesin dan cabut stop kontaknya. 8. Pakaian yang hendak dicuci hendaknya sesuai dengan kapasitas mesin cuci agar tidak merusak motor penggerak. Tabel Troubleshooting Mesin Cuci MEMILIH dan MERAWAT MESIN CUCI
  15. 15. 15 Bak cuci terisi pada sikles yang salah Katup solenoid air masuk rusak Sakelar level air rusakKatup motor lengket 1. Bersihkan katup air masuk, ketokkan solenoid secara ringan dengan gagang obeng, jika tidak berhasil, gantilah katup air masuk 2. Keluarkan sakelar dan bawa ke servis profesional untuk pengetesan, jika rusak gantilah 3. Keluarkan pompa dan bersihkan Bak cuci tidak terisi 1. Selang pencatu berkerut/bengkok atau tersumbat 2. Sakelar level air rusak 3. Katup selenoid air masuk rusak 1. Luruskan selang; bersihkan penyaring katup air masuk 2. Keluarkan sakelar dan bawa ke servis profesional untuk pengetesan, jika rusak gantilah 3. Bersihkan katup air masuk, ketokkan selenoid secara ringan dengan gagang obeng, jika tidak ada hasilnya, gantilah katup air masuk. Air tidak berhenti 1. Selang ke sakelar level air terputus atau rusak 2. Katup air masuk rusak 1. Sambungkan kembali atau gantilah selang 2. Bersihkan katup masuk, jika tetap problem, gantilah katup Bak cuci tidak bisa kosong 1. Selang saluran berkerut/bengko k 2. Pompa tersumbat 3. Sabuk motor lepas (kendor) / hancur 4. Pulei pompa kendor atau aus Pompa pendorong rusak 1. Luruskan selang saluran 2. Keluarkan dan bersihkan pompa, jika perlu gantilah 3. Atur atau gantilah sabuk 4. Kencangkan set sekrup pemegang pulei; jika perlu gantilah pulei. Gantilah pompa Air terlalu panas atau terlalu dingin 1. Sakelar pengatur suhu salah set 2. Suhu pemanas air salah set 3. Selang suply terbalik 4. Katup pencampur rusak 5. Sakelar pengatur suhu rusak 6. Timer rusak 1. Yakinkan bahwa sakelar pengontrol suhu air pada panel kontrol diset dengan baik 2. Cek termostat suhu air pada pemanas air, jika perlu set ulang 3. Pindahkan selang air pada keran 4. Cek selenoid pada katup, jika rusak, gantilah 5. Tes sakelar, jika rusak, hantilah 6. Tes timer, jika rusak gantilah Tekanan air tinggi atau melampaui batas 1. Katup pengalir mesin rusak atau salah ukuran 2. Tekanan air terlalu tinggi 3. Sakelar kontrol level air rusak 1. Ganti katup aliran pencuci 2. Panggil PAM, kurangi aliran dengan menutup keran air secara perlahan 3. Cek dan perbaiki sambungan selang ke sakelar. Keluarkan sakelar dan bawa ke servis profesional untuk pengetesan, jika rusak, gantilah Bak cuci berputar dalam sikles mencuci 1. Kontak timer jelek (kotor) 2. Sambungan timer tidak benar Tes timer, jika rusak gantilah Panggil servis profesional. Kebocoran minyak di lantai 1. Steker saluran rusak 2. Penyangga gasket rusak 3. Gasket antara rumah pencuci dan base rusak 4. Pompa minyak rusak 5. Kebocoran pada ventilasi bak cuci Ganti gasket pada steker saluran Panggil servis profesional Panggil servis profesional Panggil servis profesional Paterilah tutup bak cuci, atau panggil servis profesional Pencucian kacau 1. Tidak cukup air 2. Pembebanan tidak baik 3. Waktu pencucian molor Tempo pemulsa penggerak tidak diset dengan baik 1. Lihat liran level air rendah 2. Ikuti petunjuk pembebanan dari pabrik 3. Ikuti petunjuk seting kontrol dari pabrik 4. Panggil servis profesional
  16. 16. 16 Getaran mesin cuci berlebihan 1. Mesin bukan pada tingkatnya (tidak rata) 2. Bak cuci tidak seimbang 3. Terlalu banyak busa 4. Bak cuci rusak 5. Plat snubber pada pompa air kotor 6. Baut bak cuci lepas 7. Penjepit silang (cross- brace) rusak 8. Penyangga lepas 1. Atur kaki penyamarataan (leveling), cek untuk kerataan depan- belakang,samping- samping 2. Ikuti petunjuk pembebanan dari pabrik 3. Kurangi jumlah detergen 4. Ganti bak cuci, atau ganti mesin cuci 5. Bersihkan plat. 6. Kencangkan mur yang memegang bak cuci, ganti bak cuci atau ganti mesin cuci 7. Panggil servis profesional 8. Panggil servis profesional Mesin cuci merobek cucian 1. Mesin berbeban lebih 2. Pemutar kasar atau pecah 3. Kekasaran penyangga dalam bak cuci Ikuti instruksi pembebanan dari pabrik Periksalah pemutar untuk penyangga yang kasar dan rusak; jika perlu gantilah Haluskan, gantilah bak cuci, atau gantilah mesin cuci Kebocoran air 1. Busa berlebih 2. Ujung pipa pengisi keluar dari tempatnya 3. Aliran pipa berlebih dan di luar pengaturan 4. Pengisi bak cuci rusak 5. Segel pembatas rusak 6. Sambungan selang lepas atau rusak 7. Baut pada pompa penekan lepas 8. Lubang di dalam bak cuci 9. Gasket pompa rusak 1. Kurangi jumlah detergen 2. Atur ujung pipa sehingga semprotnya masuk ke bak cuci 3. Atur kelebihan aliran sehingga semprotannya masuk ke saluran 4. Ganti pengisi bak cuci 5. Gantilah segel pembatas 6. Kencangkan sambungan selang, jika selang rusak, gantilah 7. Kencangkan baut 8. Gantilah bak cuci, atau gantilah mesin cuci 9. Gantilah gasket jika mungkin, sebaliknya, gantilah pompa.
  17. 17. 17 Oleh : Kariyati NIP. 19760126 200604 2 023 Guru Kimia SMKN 6 Malang (Sudahkah Kita Peduli?) Aktifitas manusia merupakan penyumbang terbesar bagi kerusakan di bumi kita ini. Tak dapat dipungkiri berapa banyak yang telah kita buang ke lingkungan yang tanpa sadar menyebabkan bumi menjadi sakit. Salah satu penyakit yang disandang sang ibu ini adalah pemanasan global. Pemanasan global sudah menjadi isu lingkungan sejak revolusi industri yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan bumi, kenaikan permukaan air laut, dan terjadinya perubahan iklim. Pemanasan global disebabkanoleh peningkatan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas ini bersifat menyerap radiasi sinar infra merah yang bersifat panas. Pada hakikatnya bumi membutuhkan keberadaan gas-gas ini, sebab tanpa adanya efek rumah kaca bumi akan beku sehingga kehidupan di atasnya tidak dapat berlangsung. Lalu apa sajakah yang tergolong sebagai gas-gas rumah kaca? United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menetapkan enam jenis gas rumah kaca yang timbul akibat tindakan manusia: Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitro Oksida (N2O), Hidrofluorokarbons (HFCs), Perfluorokarbons (PFCs) and Sulfur hexafluorida (SF6). Berdasarkan rumus kimia gas-gas tersebut kita dapat mengetahui bahwa unsur karbon menjadi penyumbang terbesar penyebab pemanasan global. SMK Negeri 6 sebagai sekolah yang menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, selayaknya seluruh penghuni sekolah mulai dari Kepala Sekolah, guru, siswa, pegawai hingga tukang kebun dan satpam seyogyanya memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam masalah pemanasan global sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Tujuan diadakannya sekolah adiwiyata tidak semata-mata menciptakan sekolah yang bersih dan berwawasan lingkungan, tetapi lebih jauh dapat menghasilkan manusia manusia yang memiliki kesadaran akan kelestarian lingkungan. Ditambah lagi dengan berlakunya kurikulum 2013 yang mengamandatkan agar dapat menghasilkan peserta didik yang berbudaya lingkungan. Dengan demikian bumi ini tidak semakin sakit. Bagaimanakah caranya? Pada masa kini, dengan semakin majunya tehnologi, manusia memiliki kecenderungan bergaya hidup senyaman mungkin yang tanpa disadari berdampak terhadap lingkungan. Kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum, perjalanan dengan pesawat udara, penggunaan mesin pendingin, komputer pribadi, termasuk memanjakan diri di salon kecantikan adalah bentuk kebiasaan yang berkonstribusi terhadap pemercepatan pemanasan global. Faktanya hampir seluruh kegiatan kita sepanjang hari telah berkontribusi terhadap kenaikan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Hal ini terjadi karena sebagian besar aktivitas manusia membutuhkan sumber energi yang saat ini, sebagian besar masih berasal dari bahan bakar fossil seperti: minyak bumi, gas alam dan batubara; dan ekstraksi sumber daya alam lainnya. Lalu bagaimana menguranginya? Kebanyakan dari kita (termasuk saya sendiri) terkadang terlalu jauh mengawang dalam membentuk sikap peduli lingkungan. Jika hanya mengikuti pelatihan, seminar, atau kegiatan-kegiatan sejenisnya yang mengatasnamakan pembela lingkungan, sepertinya tidak memberikan konstribusi yang berarti. Padahal banyak hal-hal kecil dan JEJAK KARBON
  18. 18. 18 sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penderitaan bumi ini. Salah satu contohnya adalah dengan menghitung jejak karbon diri sendiri. Apa itu jejak karbon? Seperti yang telah disinggung sebelumnya, gas-gas rumah kaca sebagian besar terbentuk dari persenyawaan unsur karbon dengan unsur lainnya. Banyaknya emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang dilakukan oleh organisasi, peristiwa, proses produksi, dan individu disebut dengan Jejak Karbon, yang dinyatakan dalam ton karbon atau ton karbon dioksida ekivalen. Masih bingung? Gambarannya seperti ini: 1. Apabila kita mengendarai mobil yang berbahan bakar bensin atau solar (yang merupakan energi yang tidak terbarukan) dari satu tempat ke tempat lain, maka aktivitas ini akan menghasilkan emisi CO2 dalam jumlah tertentu. Berdasarkan perhitungan karbon yang dilakukan oleh Stena, perjalanan sejauh 1 km dengan menggunakan mobil akan menghasilkan 200 g CO2 (Asumsi: menggunakan perhitungan untuk jaringan listrik Jawa-Madura-Bali). 2. Penggunaan energi listrik untuk keperluaan sehari-hari misalnya penerangan dan untuk menggerakkan atau menyalakan perangkat personal (notebook, HP, PDA, dsb) juga memproduksi sejumlah CO2 yang berasal dari pembangkit listrik yang memasok energi listrik yang dipakai. Untuk setiap lampu berdaya 10 Watt yang dinyalakan selama 1 jam, CO2 yang dihasilkan adalah 9,51 g CO2. 3. Apabila kita mulai mengurangi penggunaan kertas untuk kebutuhan printing, maka, kita bisa mengurangi sekitar 226,8 g CO2 per lembarnya. Oleh karena itu, memilah bahan yang akan kita print, dan melakukannya secara bolak-balik, akan sangat membantu bumi. Jejak karbon tiap individu berbeda- beda, sebab kebutuhan setiap individu juga berbeda. Menghitung Jejak Karbon akan menolong baik individu maupun kelompok, untuk mengetahui berapa besar sumbangan emisi karbon yang telah diberikan kepada bumi pada satu waktu periode tertentu. Untuk melakukannya, alat bantu seperti karbon kalkulator diperlukan. Beberapa kalkulator karbon sudah banyak dikembangkan oleh banyak organisasi dengan basis internet. Hanya saja, kalkulator karbon yang selama ini bertebaran di dunia maya cenderung didasarkan pada pola hidup, teknologi dan kebiasaan yang ada di negara-negara maju, khususnya negara Eropa dan Amerika Utara. Faktor emisi yang dipakai juga lebih relevan dengan perkembangan teknologi yang ada di negara-negara tersebut. Oleh karenanya, banyak fitur atau aktivitas yang tidak relevan atau sesuai dengan kondisi sehari-hari di negara-negara berkembang. Tabel berikut ini memperlihatkan perbedaan yang diberikan pada dua kalkulator karbon yang berbeda. Tabel Perbandingan Jumlah Emisi Karbon yang Dihasilkan Kegiatan yang dilakukan Jumlah emisi karbon yang dihasilkan Referensi Penggunaan listrik di rumah sebesar 10 kWh per bulan 4 kg CO2 http://www.safeclim ate.net/calculator/ Penggunaan listrik di rumah sebesar 10 kWh per bulan 10 kg CO2 http://www.carbonf ootprint.com/calcula tor.aspx Berkendara dengan menggunakan mobil (efisiensi 10 liter/100 km) sejauh 12000 mil per tahun 2780 kg CO2 http://www.jpmorg anclimatecare.com/
  19. 19. 19 Untuk mengatasi kendala tersebut, Institute for Essential Services Reform sedang mengembangkan kalkulator karbon ( www.iesr- indonesia.org/carboncalculator) yang sesuai dengan kondisi dan situasi pola konsumsi energi dan gaya hidup masyarakat Indonesia, dengan faktor emisi yang sesuai dengan profil pasokan energi di Indonesia. Karbon Kalkulator yang dikembangkan oleh IESR, merupakan bagian dari kampanye organisasi ini untuk membangun kesadaran individu dan kelompok untuk mengerti dan memahami konsekuensi aktivitas dan gaya hidup terhadap pengerusan daya dukung bumi, dampak lingkungan dan perubahan iklim. Peningkatan kesadaran diharapkan dapat mendorong setiap individu untuk lebih bertanggung jawab serta mampu merancang serangkaian tindakan untuk mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitasnya. Apabila tindakan ini dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan, aksi individu ini dapat menjadi dasar untuk terwujudnya low carbon society. 1.1 Situs-SitusKalkulatorKarbon Apabila Anda ingin mengetahui seberapa banyak (dalam satuan ton) emisi karbon yang Anda keluarkan dalam 1 tahun, maka Anda dapat menghitungnya dengan menggunakan kalkulator karbon yang dapat Anda rujuk dari beberapa website dibawah ini: http://www.resurgence.org/education/carbon- calculator.html http://www.bp.com/iframe.do?categoryId=90 27929&contentId=7050956 http://www.carbonfootprint.com/calculator.a spx http://www.safeclimate.net/calculator/ http://www.myfootprint.org/ http://www.nature.org/initiatives/climatechan ge/calculator/ http://spectrum.ieee.org/static/carbon- calculator-2009 http://www.jpmorganclimatecare.com/ Meskipun tidak terlalu akurat 100% tapi setidaknya Anda dapat mengukur seberapa banyak Anda ikut menyumbang pemanasan global pada satu-satunya bumi kita ini.
  20. 20. 20 Oleh : Endang Tri Lestari NIP. 19770720 200604 2 023 Guru PAI SMKN 6 Malang A. MUQODDIMQH: Pernahkah kita berpikir mengapa Allah menciptakan kita?Apakah suatu kebetulan saja kita berada di dunia ini?Ataukah suatu keharusan bagi Allah untuk menciptakan manusia?Ternyata tidak! bukanlah suatu kebetulan ataupun suatu keharusan bagi Allah SWT. untuk menciptakan makhluknya di dunia. Allah boleh menciptakan ataupun tidak menciptakan makhluknya sebagaimana sifat Jaiz yang dimiliki-Nya. Namun dalam setiap penciptaanNya, Allah. SWT pasti mempunyai tujuan. Sekecil apapun penciptaan Allah, pasti memiliki hikmah. Demikian pula, ketika Allah.SWT. menciptakan manusia. Sebagaimana dalam firman Allah.SWT (Qs. Adz. Dzariyaat: 56), bahwa menciptakan manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah-Nya. Perlu kita ketahui! Ternyata beribadah kepada Allah, SWT. tidak hanya sebatas ibadah-ibadah yang berhubungan dengan Allah secara langsung (ibadah mahdzoh) saja, tetapi termasuk di dalamnya adalah bentuk ibadah-ibadah yang menyangkut hubungan sesama manusia, maupun manusia dengan lingkungan sekitarnya (ibadah ghoiru mahdzoh). Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling sempurna dengan sebagus- bagus penciptaan. Maka manusia memiliki tugas yang amat mulia, sebagai amanah yag dipikulkan oleh Allah untuk dilaksanakan, yaitu sebagai kholifah di bumi. (Qs. Al- Baqarah:30) Sehubungan dengan tujuan penciptaan dan tugas manusia sebagai kholifah di bumi, yang perlu kita garis bawahi adalah: Bagaimanakah keterkaitan perintah beribadah dengan tugas manusia sebagai kholifah di bumi? Hal inilah yang perlu kita ulas, agar kita memahami tentang tugas kita sebagai manusia, serta tujuan utama kita hidup di dunia, sehingga kita tidak terjerumus dalam perangkap-perangkap syetan yang berusaha untuk selalu menyesatkan manusia. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk-Nya. Amiin. B. PEMBAHASAN: 1. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA: Segala sesuatu yang diciptakan Allah pasti memiliki hikmah, sebagaimana Allah menciptakan manusia juga memiliki tujuan. Tujuan tersebut tercantum dalam Qs. Adz- Dzariyaat: 56 Artinya: Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah kepadaKu. (QS Adz-dzariyat : 56) Ayat di atas mengandung pengertian bahwa: 1. Jin dan manusia diciptakan hanya untuk menyembah kepada Allah SWT. 2. Dalam hal tugas beribadah Allah, setara antara jin dan manusia. Maka keduanya memiliki tanggung jawab di akhirat yang sama. 3. Secara garis besar ibadah kepada Allah SWT dibagi KETERKAITAN PERINTAH IBADAH dan TUGAS MANUSIA SEBAGAI KHOLIFAH
  21. 21. 21 menjadi dua bagian yaitu ibadah mahdhoh ( khusus ) dan ibadah ghoiru mahdhoh ( umum ) 4. Manusia dilarang keras menghormati, meminta tolong dan menyembah jin karena posisinya Pada dasarnya ibadah adalah wujud pengabdian dan ketaatan dalam melaksanakan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya (taqwa), juga sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah, karena diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Ibadah juga termasuk segala aktifitas yang kita lakukan yang mengandung unsur kabaikan disertai niat tulus hanya karena Allah. Sebenarnya, ibadah itu merupakan kebutuhan kita sebagai hamba Allah. Di dalam ibadah, terkandung banyak hikmah untuk menjaga eksistensi kita sebagai manusia. 2. TUGAS MANUSIA SEBAGAI KHOLIFAH: Allah mencipatakan manusia dimuka bumi ini mempunyai kedudukan dan tugas mulia, yakni sebagai khalifah (pemimpin/wakil), yang diberi kewenangan Allah untuk menjaga, memakmurkan, melestarikan dan memanfaatkan segala yang ada di alam ini sesuai dengan ketentuan-Nya. Selama manusia berpegang pada agama dan akal sehat yang telah Allah berikan, tentu manusia mampu melaksanakan tugas kekhalifahannya yang sarat dengan segala permasalahan seiring dengan perkembangan zaman. Tugas manusia sebagai kholifah tercermin dalam firman Allah SWT. Qs. Al- Baqarah: 30 Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.. (QS Al Baqarah : 30) Ayat di atas mengandung pengertian bahwa: 1. Allah berfirman pada para malaikat yang dulu pernah tinggal dibumi, bahwa Allah hendak menciptakan menciptakan khalifah atau pemimpin di bumi. 2. Malaikat bertanya, apakah Allah hendak menciptakan orang-orang yang akan berbuat kerusakan serta menumpahkan darah di bumi. 3. Sementara itu malaikat merasa dirinya lebih pantas menjadi khalifah, karena mereka selalu bertasbih dan memuji asma Allah. 4. Allah berfirman bahwa Allah lebih mengetahui apa yang tidak diketahui malaikat. Dalam kekholifaan tersebut manusia ada yang berhasil dan ada yang tidak, bagi manusia yang berhasil inilah yang disebut dengan kelompok orang-orang muttaqiin atau orang-orang yang bertaqwa. Bagi orang-orang yang lalai dengan amanah Allah, mereka inilah yang disebut kelompok munfashid (orang-orang yang berbuat kerusakan). Sebenarnya apa yang menjadi firasat malaikat tentang manusia adalah benar, terbukti dengan banyaknya kerusakan alam yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Semuanya itu tidak terlepas dari nafsu yang ada dalam diri manusia. Namun bagi manusia yang bertaqwa, mereka mampu mengekang hawa nafsunya sehingga tidak akan terjerumus dalam perangkap syetan yang selalu mengajak
  22. 22. 22 manusia untuk berbuat kerusakan. Ini yang disebut dengan manusia yang berhasil menjadi kholifah, sebaliknya bagi manusia yang tidak mampu mengekang hawa nafsunya, maka dia mudah terjerumus dengan rayuan syetan sehingga mereka lebih banyak berbuat dholim. Tentunya Allah akan memberikan ganjaran terhadap setiap amalan yang kita kerjakan. Allah menjanjikan segala kenikmatan surga bagi orang-orang yang berhasil menjadi kholifah, serta adzab yang amat pedih bagi mereka yang berbuat dholim. C. PENUTUP: Setelah kita perhatikan kandungan dari kedua surat tersebut di atas, bahwasanya Qs. Adz-Dzariyat: 56 dan Qs. Al-Baqarah: 30 memiliki keterkaitan yang erat. Dalam Qs. Adz-Dzariyat: 56 berisi tentang tujuan Allah SWT. menciptakan manusia yaitu semata- mata untuk beribadah kepada-Nya, ayat ini sekaligus menjadi dasar tujuan manusia hidup di dunia dalam rangka beribadah kepada Allah. Ibadah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh. Maka Segala aktifitas yang dilakukan manusia mulai dari bangun tidur sampai kita tidur kembali bisa bernilai ibadah kalau semua itu didasari rasa ikhlas kepada Allah. Tugas kekholifahan yang menjadi tanggung jawab manusia, yaitu memakmurkan bumi dalam rangka memanfaatkan, mengelolah dan menjaga kelestariannya adalah termasuk bagian dari ibadah. Sehingga telah jelas bagi kita bahwa tugas kekholifahan manusia sebenarnya tidak terlepas dari tujuan hidup manusia yang sesungguhnya, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Wallahu alam bishowab.
  23. 23. 23 Oleh : Kurnia Gangga NIP. 19850119 200903 1 003 Teknologi yang berkembang saat ini merupakan hasil kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peningkatan berbagai macam kebutuhan telah mendorong manusia menciptakan karya yang mempermudah kehidupannya. Perubahan keadaan masyarakat telah banyak mempengaruhi dunia ilmu pengetahuan dengan menciptakan sejumlah peluang lahirnya inovasi baru. Lahirnya peluang tersebut sangat berarti bagi terbentuknya lapangan kerja. Lapangan pekerjaan yang ada, membutuhkan tenaga kerja sebagai pelaksana. Tenaga kerja yang terserap sudah dapat dipastikan mempunyai persyaratan kualitas tertentu. Masalah ketenagakerjaan menjadi fenomena yang sangat penting bagi perkembangan suatu bangsa, karena pekerjaan merupakan langkah dasar dalam menyusun suatu kesejahteraan bangsa. Bangsa dengan tingkat pekerjaan yang rendah akan menghasilkan kesejahteraan rendah dan tingkat kriminalitas (kecurangan, korupsi, manipulasi, malpraktik dan lain sebagainya) yang tinggi. Tinggi rendah kesejahteraan bangsa yang dipengaruhi oleh pekerjaan ini dapat dilihat melalui indikator seven Es yakni kemampukerjaan (employability), kreasi kerja (employment creation), hak keadilan (equity), kewirausahaan (enterpreneurship), berwawasan lingkungan (environmental sustainable), kedayagunaan (empowerment) dan sangat dipengaruhi oleh faktor ke tujuh pendidikan (education) (UNESCO, 2004). Kualitas tenaga kerja bergantung pada kualitas sistem yang dimiliki seseorang dengan keterampilan yang pantas, kebiasaan (habits), dan sikap dalam setiap langkah kehidupannya sebelum memasuki dunia kerja, selama dalam pekerjaan, dan diantara pekerjaan dan karir (Stern, 2003). Selama proses persiapan karir pertama-tama sangat perlu memperhatikan keterampilan pokok (fundamental skills) yang terdiri dari keterampilan dasar (basic skills), keterampilan berpikir (thinking skills) dan kualitas personal (personal qualities). Keterampilan dasar meliputi mendengarkan, membaca, berbicara dan matematika. (listening, reading, writing, speaking, math), thinking skills (how to learn, create, solve problem, make decition,ect), dan personal qualities (Responsibility, integrity, self-confidence, moral, character,loyality, etc). Fundamental skills sangat penting dan pokok dalam perkembangan karier Dialektika Antara Kebutuhan dan Ketersediaan Tenaga Kerja Profesional
  24. 24. 24 seseorang dalam pekerjaan. Di atas tahapan fundamental skills ada tahapan genericworkskills, industry-specific skills,dan company/ employer specific skills. Untuk mencapai sukses di abad 21 diperlukan kemampukerjaan (employability skills). Para komite sekolah (stakeholder) harus menyadari betul akan pentingnya kemampukerjaan pada jenjang pendidikan kejuruan. Sikap kemampukerjaan merupakan sekumpulan keterampilan-keterampilan non-teknis bersifat dapat ditransfer yang relevan untuk memasuki dunia kerja, untuk tetap bertahan dan mengembangkan karir di tempat kerja, ataupun untuk pengembangan karir di tempat kerja baru. Keterampilan-keterampilan tersebut termasuk diantaranya: keterampilan personal, keterampilan interpersonal, sikap, kebiasaan, perilaku, keterampilan akademik dasar, dan keterampilan berfikir tingkat tinggi. Salah satu indikator era globalisasi adalah ditandai dengan munculnya perdagangan bebas. Menurut Marzuki Usman (2005), pada tahun 2020 yang akan datang merupakan waktu akan dimulainya globalisasi secara total. Perdagangan internasional akan sebebas-bebasnya, baik perdagangan barang maupun jasa, dan investasi internasional. Dengan demikian, barang-barang bebas keluar masuk tidak mengenal batas negara (borderless), Indikasi ini menunjukkan bahwa tenagakerja dengan kualifikasi profesional sangat dituntut dalam pasar bebas. Seiring dengan era globalisasi tersebut terjadi pula perubahan yang sangat cepat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut M. Hatta Rajasa (2008), pada awal abad 21 telah tumbuh dengan cepat era informasi (information age) atau era digital (digital age) yang kemudian secara bertahap akan bergeser menjadi era pengetahuan (knowledge age). Melalui sambutan Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia, pada Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ditegaskan bahwa arah pembangunan meliputi tiga pekerjaan utama. Tiga pekerjaan utama tersebut yakni debottlenecking, percepatan dan perluasan. Dengan mengarah pada tujuan peningkatan ekonomi, peningkatan angkatan kerja dan pengentasan kemiskinan. Inti dari pekerjaan tersebut adalah sistem pendidikan Indonesia harus mampu menghasilkan tenaga kerja dan akademisi yang profesional. Kebutuhan pasar tenaga kerja akan keprofesionalan Sumberdaya Manusia (SDM), merupakan pintu yang harus dilewati oleh setiap warganegara yang menginginkan peningkatan peran dan
  25. 25. 25 kesejahteraan dalam bidang perekonomian. Tenaga kerja profesional merupakan aset pribadi dan sosial. Nilai profesional secara pribadi merupakan titik tolak peningkatan kualitas unit individu. Sedangkan secara sosial, tenaga kerja profesional dapat melejitkan daya saing lokal. Dengan memandang kedua alasan tersebut, maka Dunia Usaha atau Industri (DU/DI) sebagai pasar tenaga kerja menginginkan kelayakan SDM demi keberlangsungan produksi. Dunia Indutri merupakan area kerja yang serius dalam mengejar target-target produktifitas. Target tersebut harus diikuti oleh segenap komponen produksi dan manajemen, termasuk di dalamnya adalah tenaga kerja. Tenaga kerja baru diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, demi tercapainya peningkatan produktifitas. Adaptasi yang dimaksudkan meliputi aspek kualitas dan kuantitas. Dimensi kualitas dan kuantitas merupakan gambaran medan yang harus dipenuhi oleh penghasil calon tenaga kerja. Tanpa terpenuhinya persyaratan memasuki dunia kerja, maka keterserapan tenaga kerja di industri akan tampak mustahil atau setidaknya akan menghasilkan bidang kerja yang tidak cocok dengan keprofesionalannya. Pendidikan kejuruan mempersiapkan sebaik mungkin untuk kriteria calon tenaga kerja. Pelaksanaan link and match dengan pihak industri dipersiapkan dengan baik. Persiapan akan tenaga kerja secara serius harus tercermin pada program-program pendidikan kejuruan. Terutama pada program pendamping yang meliputi magang, bimbingan karir dan pembinaan K3. Diharapkan pendidikan kejuruan menghasilkan lulusan sebagai pencari kerja (Job Seeker), pencipta kerja (Job Creator) dan Entrepreneur. Tanpa adanya target tersebut, maka dapat dipastikan bahwa pelaksanaan pendidikan kejuruan telah gagal. Merangkum seluruh fenomena dialektik antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja profesional dapat disimpulkan bahwa posisi pendidikan kejuruan (konteks pendidikan vokasi dan teknologi) merupakan bentuk pendidikan yang mampu membentuk dasar pengetahuan yang dapat dikembangkan oleh lulusan dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan kerjanya kelak. Tuntutan akan hasil lulusan yang mampu menyesuaikan dan mempunyai kemampuan untuk berkembang ini, maka dalam pembelajaran siswa harus mencakup aspek kematangan ilmu dasar, alat, pengetahuan teknis dan bagaimana menggunakannya. Ilmu dasar merupakan langkah awal dalam membangun pengintegrasian pengetahuan dan keterampilan. Selanjutnya untuk
  26. 26. 26 memperoleh pengetahuan yang utuh (Holistic), ilmu dasar tersebut dirangkai oleh sebuah kemampuan matematis dan sistematis. Pengetahuan akan mengakibatkan timbulnya manfaat terhadap kehidupan manusia, dalam hal ini pengetahuan dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah peluang akan pemecahan kebutuhan. Rangkaian pemenuhan kebutuhan akan kemanfaatan pengetahuan akan menghasilkan teknologi. Sehigga perkembangan teknologi mempunyai alur pokok yang sesuai dengan sistem pendidikan kejuruan yang terdapat pada pendidikan teknologi terkini. Dalam pelaksanaan pendidikan, hal ini akan berdampak terhadap hasil lembaga pendidikan yang lebih bertahan dalam dinamika perubahan lingkungan dan mampu beradaptasi terhadap kesenjangan nilai prestasi (Achievement Gap). DAFTAR RUJUKAN Deseco. 2005. Defining and Selecting Key Competencies. Diambil dari: Www.Oecd.Org/Edu/ Statistics /Deseco M. Hatta Rajasa. 2008. Menggagas Sumber Daya Manusia Kreatif Dalam Membangun Bangsa di Masa Depan. Diambil pada tanggal 9 Januari 2009, dari www.setneg.go.id. Marzuki Usman. 2005. Kualifikasi Profesional dan Globalisasi. Diambil pada tanggal 30 Juni 2008, dari http://www.sinarharapan.co.id/berit a/ 0504/04/eko02.html Wagner, T. 2008. The global achievement gap. New York: Basic Books. Wardiman Djojonegoro. 1998. Pengembangan Sumberdaya Manusia melalui SMK. Jakarta : PT. Jayakarta Agung Offset.
  27. 27. 27 Oleh : Moh. Guntur Sayekti NIP. 19671003 199103 1 016 Abstrak : Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran di kelas XII TKR-1 pada mata pelajaran Casis terdapat beberapa masalah yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa,antara lain: 1) model pembelajaran yang selama ini digunakan masih menggunakan model klasikal yang cenderung berpusat pada guru, 2) keterbatasan peralatan yang tersedia, 3) rasio guru,siswa, dan peralatan praktikum tidak sebanding dengan jumlah (35) siswa dalam satu kelas., 4) pada saat praktikum digunakan buku manual saja, tidak berpedoman pada job shet yang khusus disusun sehingga membuat siswa kesulitan karena tidak semua yang ada di buku manual bisa dipraktekkan, dan 5) kurangnya bimbingan belajar secara intensif dalam pelaksanaan pembelajaran praktek. Untuk mengatasi permasalah tersebur, maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penerapan metode demonstrasi dengan penggunaan job sheet terbimbing yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I merupakan pembelajaran teori dan siklus II pembelajaran praktek. Pada pembelajaran ini guru berperan sebagai fasilitatior dan pembimbing yang melakukan bimbingan dengan menggunakan job sheet secara intensif kepada siswa dan demonstrasi, sehingga siswa dapat belajar mandiri atau kelompok setelah mendapatkan bimbingan. Hasil penelitian tindakan kelas (PTK) pada siklus I dan siklus terdapat peningkatan hasil belajar siswa berdasarkan hasil pre- test dan post-tes pada siklus I yang termasuk kategori sedang dengan N-Gain 0,66 dan persentase peningkatannya sebesar 35%. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II termasuk kategori sedang dengan N-Gain 0,59 dan persentase peningkatannya sebesar 30%. Suasana kelas juga terlihat menjadi lebih tertib,hal ini karena setiap siswa dalam kelompok lebih menguasai praktek dan mengerjakan jobsheet dengan memperoleh bimbingan lebih intensif dari guru. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah cara menerapkan metode demonstrasi dengan penggunaan job sheet terbimbing agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Casis di kelas XII TKR-1 SMKN 6 Malang? 2. Apakah melalui penerapan metode demonstrasi dengan peggunaan job sheet terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Casis di kelas XII TKR-1 SMKN 6 Malang? 3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan metode demonstrasi dengan penggunaan job sheet terbimbing pada mata pelajaran Casis di kelas XII TKR-1 SMKN 6 Malang? Landasan Teori Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000:22). Tujuan pengajaran menggunakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudian untuk dipahami oleh siswa dalam pengajaran kelas. Job sheet merupakan lembaran- lembaran yang berisi petunjuk, langkah PenerapanMetode Demonstrasi dengan Penggunaan Job Sheet Terbimbing untuk MeningkatkanHasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Chasis Kelas XII TKR-1 SMKNegeri 6 Malang Tahun Pelajaran 2013/2014
  28. 28. 28 kerja atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah, maupun tugas- tugas yang harus dikerjakan siswa. Hal ini sejalan dengan Depdikbud (dalam Risma,2011:35) yang mengemukakan beberapa definisi media pembelajaran job sheet sebagai berikut: 1) Job sheet adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa, 2) Job sheet adalah lembaran-lembarajn berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas, 3) Job sheet adalah lembaran kegiatan yang dapat digunakan untuk semua mata diklat, dan 4) Job sheet adalah tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dapat berupa kertas dan tugas-tugas praktis. Purwanto (2011: 45) menyatakan bahwa hasil belajar adalah perolehan dari proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil belajar ditandai dengan nilai yang diberikan kepada siswa. Nilai tersebut dapat berupa huruf, angka (simbol), atau kata-kata. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Mulyasa (2011 dalam Sutrisno,2012:3) yaitu penelitian yang dilakukan upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok siswa dengan memberikan sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan . Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus. Proses pembelajaran pada siklus satu digunakan sebagai teori pengantar praktikum, sedangkan pada siklus dua proses pembelajaran praktikum. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini akan dilaksanakan di SMKN 6 Malang, Jl. Ki Ageng Gribig No. 28 Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Sedangkan waktu pelaksanaannya yaitu pada tahun pelajaran 2013/2014, semester ganjil selama 3 bulan yaitu dari bulan Juli sampai September 2013. Populasi dan Sampel/Sumber Data Populasi yang akan menjadi sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 6 Malang pada tahun pelajaran 2013/2014. Sedangkan sampel yang akan diambil sebagai sumber data penelitian tindakan ini adalah siswa kelas XII TKR-1 sebanyak 35 siswa, dengan pertimbangan waktu dan teknis pelaksanaan penelitian tindakan kelas bersama tim peneliti agar dapat terlaksana dengan baik. Teknik Analisis Data Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis baik secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk menemukan penerapan metode demonstrasi dan penggunaan job sheet terbimbing mata pelajaran chasis yang efektif, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan untuk menemukan hasil dari penerapan strategi pembelajaran tersebut, yang meliputi aktivitas dan hasil belajar siswa. Analisis data secara kuantitatif meliputi: menghitung nilai responden dari berbagai aspek, merekap nilai siswa, menghitung nilai rata-rata siswa dan menghitung prosentase nilai. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Siklus I Tabel 1. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I Tabel 1. menunjukkan bahwa prosentase hasil belajar siswa untuk mata Nilai Juml ah Sisw a Persentas e (%) Keterangan 87
  29. 29. 29 pelajaran Casis pada siklus pertama yaitu 100% siswa mendapatkan nilai kompeten. Berdasarkan Hasil belajar yang didapat siswa pada siklus 1 dengan nilai terendah yaitu 82,00, nilai tertinggi 93 nilai rata- rata 89, dan rentang nilai terendah dan tertinggi adalah 11. Pelaksanaan Siklus II Tabel 2 Hasil Belajar Siswa pada Siklus II Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan 87< Nilai 95 21 60,0 % Sangat Baik 82< Nilai 87 11 31,4 % Baik 76< Nilai 82 3 8,6 % Cukup Nilai