Annual report 2011-4

Click here to load reader

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Annual report 2011-4

  • 1. 201 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. Kegiatan internal audit tersebut juga dilakukan di Semen Padang dan Semen Tonasa. Seluruhtindaklanjutatastemuandanrekomendasi Internal Auditor yang dilakukan oleh Auditee, akan dimonitor secara periodik bersamaan dengan audit periode berikutnya. Untuk memenuhi kompetensi Auditor Internal, sehubungan dengan standar, tuntutan perkembangan bisnis, dan perubahan sistem yang mempengaruhi jalannya operasi Perseroan, dilakukan peningkatan secara berkelanjutan terhadap seluruh Auditor Internal. Eksternal Auditor Audit umum atas laporan keuangan Perseroan tahun buku 2011, dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Suherman & Surja, anggota dari Ernst & Young Global Limited yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, tanggal 28 Juni 2011 dan berdasarkan rekomendasi Dewan Komisaris/Komite Audit. Eksternal Auditor yang ditunjuk harus independen terhadap Perseroan dan bertanggung jawab untuk menyampaikan pendapat atas kesesuaian laporan keuangan yang diaudit terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Periode Penugasan, Tugas, dan Honorarium Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 28 Juni 2011 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantoro, Suherman dan Surja, anggota dari Ernst & Young Global Limited, untuk memeriksa dan menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Penugasan ini adalah tahun ke-5 (lima) bagi KAP dimaksud untukmelakukanauditumumataslaporankeuangan Perseroan secara berturut-turut sejak tahun 2007, 2008, 2009, 2010 sampai dengan tahun 2011. Sesuai ketentuan yang berlaku, perusahaan publik dapat menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) yang sama paling lama untuk 6 (enam) tahun buku berturut-turut dan oleh seorang akuntan publik paling lama untuk 3 (tiga) tahun buku berturut-turut. Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Dewan Komisaris telah menetapkan jumlah biaya jasa audit sebesar Rp4,04 milliar termasuk biaya Out of Pocket Expenses (OPE). Audit atas sistem manajemen dilaksanakan oleh auditor independen dari SGSICS Indonesia dan SUCOFINDO-ICS. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan memiliki komitmen untuk menerapkan manajemen risiko secara berkesinambungan di seluruh proses bisnis dan pengelolaan perusahaan guna mendukung tercapainya tujuan Perseroan serta peningkatannilaitambahbagipemangkukepentingan. Internal audit activities have also been conducted at Semen Padang and Semen Tonasa. Allfollow-upactionsonfindingsandrecommendations made by the Internal Auditor implemented by the Auditee, will be periodically monitored along with audits from the following periods. To satisfy the competencies required by Internal Auditors in relation to standards, the challenges of business development, and system changes affecting the way the Company operates, continual upgrading is conducted for all Internal Auditors. External Auditor The general audit on the Companys financial statement for the fiscal year 2011 was conducted by Public Accountant Purwantono, Suherman & Surja, a member of Ernst & Young Global Limited, as stipulated by the AGM convened on June 28, 2011 and recommended by the Board of Commissioners / Audit Committee. The appointed External Auditor must be independent of the Company and accountable for submitting an opinion on the audited financial statements compliance with generally acceptable accountancy principles in Indonesia. Assignment Period, Duty, and Honorarium The AGM on June 28, 2011 decided to appoint Public Accountant Purwantono, Suherman & Surja, a member of Ernst & Young Global Limited, to audit and give its opinion on the Companys financial statement for the year ending December 31, 2011. This assignment is the fifth consecutive year for this public accountant office to conduct the general audit on the Companys financial statement, having been appointed in 2007, 2008, 2009, 2010 and 2011. In accordance with applicable regulations, public companies may appoint the same public accountants office for a period of no more than 6 (six) consecutive financial years and a specific public accountant for no more than 3 (three) consecutive financial years. Based on the authority assigned by the AGM, the Board of Commissioners set the total cost for audit services at Rp4.04 billion, including Out of Pocket Expenses (OPE). Audit on management systems are conducted by an independent auditor from SGSICS Indonesia and SUCOFINDO-ICS. RISK MANAGEMENT APPLICATION The Company is committed to continuous application of risk management for all business processes and company management to support the achievement of the Companys goals, while increasing added value for stakeholders.
  • 2. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE202 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS Komitmen Perseroan tersebut tercermin dalam Kebijakan Manajemen Risiko Perseroan dan Prosedur Penerapan Manajemen Risiko. Kebijakan Manajemen Risiko digunakan sebagai dasar pengelolaan risiko untuk pengambilan keputusan strategis dan operasional Perseroan. Prosedur Penerapan Manajemen Risiko merupakan penjabaran lebih lanjut dari Kebijakan Manajemen Risiko Perseroan yang memberikan penjelasan detail proses pengelolaan risiko Perseroan. Proses pengelolaan risiko Perseroan dilakukan dengan menggunakan pola pengelolaan risiko di seluruh unit kerja (bussines process owner), serta pengelolaan risiko terkait dengan isu-isu strategis dan operasional. Evaluasi dan monitoring atas penerapan manajemen risiko tersebut secara periodik dilakukan untuk memastikan kecukupan rancangan dan efektivitas pelaksanaan menajemen risiko. Unit Kerja Manajemen Risiko Sebagai wujud komitmen Perseroan dalam penerapan GCG yang efektif, Perseroan telah membentuk unit kerja manajemen risiko yang bertanggung jawab mengkoordinir, mengevaluasi, dan memfasilitasi kegiatan pengelolaan risiko di Perseroan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerapan manajemen risiko tercapai secara komprehensif, efektif, dan efisien sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan Perusahaan. Selain itu unit manajemen risiko juga berfungsi sebagai : koordinator pengelolaan risiko korporat dan risiko operasional yang berdampak signifikan bagi Perusahaan; The Companys commitment is reflected in its Risk Management Policy and Risk Management Application Procedure. The Risk Management Policy is used as a basis for risk management in all strategic decisions and Company operations. The Risk Management Application Procedure is a further elaboration of the Risk Management Policy and provides detailed explanations of the Companys risk management process. The Companys risk management process is conducted using a risk management pattern for all Work Units (business process owners), as well as in relation to strategic issues and operations. Evaluation and monitoring of the risk management application is carried out periodically to ensure satisfactory design and effectiveness of its implementation. Risk Management Work Unit As part of the Companys commitment to effective GCG implementation, the Company has created a risk management work unit responsible for coordinating, evaluating, and facilitating the Companys risk management activities. This is achieved to ensure that risk management is applied comprehensively, effectively, and efficiently in accordance with the Companys plan. The risk management unit also functions as: - Coordinator of corporate risk management and operational risk having a significant effect on the Company;
  • 3. 203 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. Memfasilitasi kegiatan-kegiatan penerapan manajemen risiko di Perusahaan; Mengintegrasikan penerapan manajemen risiko lintas fungsi; Memberikan saran kepada Kepala Unit Kerja pemilik risiko dalam penerapan manajemen risiko di unit kerja yang menjadi tanggungjawabnya; Melaporkan dan mengkomunikasikan secara periodik penerapan manajemen risiko kepada Direksi; Memastikan manajemen risiko diterapkan secara konsisten dan efektif. (Selengkapnya lihat uraian Risiko dan Manajemen Risiko hal 110). KODE ETIK PERUSAHAAN Perseroan senantiasa mendorong kepatuhan terhadap standar etika dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya, serta mewajibkan seluruh pimpinan dari setiap tingkatan bertanggungjawab untuk memastikan bahwa pedoman perilaku dipatuhi dan dijalankan dengan baik pada jajaran masing-masing Sebagai perusahaan publik, Perseroan bertanggung jawab untuk memenuhi harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan (stakeholders). Perseroan dikelola secara profesional dengan senantiasa menjaga dan membina hubungan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders) sesuai standar etika bisnis. Dalam mengemban tanggung jawab tersebut, Perusahaan menerapkan Pedoman GCG secara konsisten, yang ditunjang dengan standar etika perilaku bisnis dan individu yang dituangkan dalam Pedoman Kode Etik Semen Gresik. Pedoman tersebut memberikan petunjuk praktis dan pedoman perilaku bagi seluruh organ perusahaan, pegawai perusahaan, entitas anak dan afiliasi serta Pemangku Kepentingan (stakeholders) lainnya yang harus dipatuh dalam berinteraksi dengan semua pihak, dan harus dijadikan landasan dalam proses pengambilan keputusan, serta sebagai sarana untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dalam mendukung terlaksananya kegiatan perusahaan dengan baik dan benar, dalam batas-batas norma dan etika berusaha sesuai dengan Pedoman GCG. Selain hal tersebut, Pedoman Kode Etik ini sebagai sarana untuk terciptanya hubungan yang harmonis, sinergis, dan saling menguntungkan antara pemangku kepentingan (stakeholders) dengan perusahaan. Pedoman Kode Etik Perseroan telah dilakukan penyusunan ulang atas butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada, menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktik-praktik lazim terkini. Langkah tersebut diikuti dengan sosialisasi dan pemberlakuan Pedoman Kode Etik Perseroan. Pedoman Kode Etik Perusahaan ini digunakan sebagai landasan untuk membentuk dan mengatur tingkah laku yang konsisten berdasarkan prinsip- - Facilitatingactivitiestoapplyriskmanagement in the Company; - Integrating cross-functional application of risk management; - Advising Work Unit Heads on handling risk activities and the application of risk management in work units for which they are responsible; - Reporting and communicating periodically to the Board of Directors on the application of risk management; - Ensuring risk management is applied consistently and effectively. (FormoredetailsseeRiskandRiskManagement pages 110). CORPORATE CODE OF CONDUCT The Company always encourages compliance with ethical standards and is committed to their implementation, as well as requiring leaders at every level of responsibility to ensure that behavioral guidelines are obeyed and followed within their own sphere of responsibility. As a public company, the Company is responsible for satisfying the expectations of its Shareholders and Stakeholders. The Company is professionally managed and always maintains and fosters relationships with all Stakeholders in accordance with ethical business standards. In carrying out its responsibilities, the Company consistently applies the GCG Guidelines, which are supported by the standards of ethical business and individual behavior as contained in the Semen Gresik Code of Conduct. This guideline provides practical guidance and codesofconductforallthecompanysinstruments, employees of the company, subsidiaries and affiliates, and other Stakeholders, which must be complied with for interaction with all parties, and must form the foundation for decision-making processes, as well as the creation of a positive work environment supporting fit and proper company actions, within the limits of business norms and ethics, in accordance with the GCG Guidelines. In addition, the Code of Conduct is a tool for the creation of a harmonious, synergetic and mutually beneficial relationship between stakeholders and the company. The Companys Ethical Code has been redeveloped and regulations within it adjusted in accordance with the Companys GCG Guideline and modern acceptable practices. These steps have been followed by a communication program and enactment of the Companys Code of Conduct. The Companys Code of Conduct is used as a foundation to establish and manage behavior consistently based on the principles of ethical
  • 4. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE204 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS prinsip berkesadaran etis (ethical sensibility), berpikir etis (ethical reasoning), dan berperilaku etis (ethical conduct) sebagai bagian upaya menumbuhkanintegritasyangtinggi.Padaakhirnya, integritas tinggi yang menyertai penerapan tata kelola yang baik akan menjamin perwujudan visi, misi, falsafah, nilai-nilai, dan budaya perusahaan. Pokok-pokok Kode Etik Pedoman Kode Etik Perseroan menjelaskan kebijakan perilaku perusahaan, jenis-jenis pelanggaran, mekanisme pengaduan pelanggaran dan sanksi bagi pelanggaran yang terjadi. Kebijakan perilaku mengatur hal-hal yang menjadi tanggung jawab Perseroan, individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan, meliputi: Etika Bisnis Perseroan. Merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap, beretika, dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai- nilai korporasi yang sehat. Etika Perilaku Individu. Merupakan penjelasan tentang bagaimana individu jajaran perseroan dalam berhubungan, bersikap, beretika dan bertindak sesuai kaidah- kaidah dan ketentuan yang berlaku. Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan dengan aspek yang kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Etika dalam berhubungan dengan pemangku kepentingan; (ii). kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan dan Keselamatan Kerja; (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; (iv) Kesempatan kerja yang adil; (v) Pemberian dan penerimaan hadiah dan donasi; (vi) Hak kekayaan intelektual; (vii) Etika berkompetisi; (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders; (ix) Etika hubungan kerja. Sedangkan etika kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan, meliputi: (i) Integritas dan komitmen; (ii). Penyalahgunaan jabatan; iii). Etika berhubungan dengan Manajemen dan sesama karyawan; (iv). Kerahasiaan informasi; (v) Insider Trading; (vi) Perlindungan dan penggunaan aset secara efisien; (vii) Citra perseroan; (viii) Keterlibatan dalam penyalahgunaan alkohol dan napza. Pernyataan Kepatuhan Untuk membangun budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi, Perseroan menyebarkan Pernyataan Kepatuhan untuk semua pegawai agar melaksanakan standar etika yang harus ditandatangani. Penerapan nilai etika ini menjadi bagian dari kepatuhan atas pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG). Perseroan mewajibkan organ perusahaan dan pegawai, entitas anak dan afiliasi serta pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya untuk memahami dan mematuhi Pedoman Kode Etik, Pedoman GCG, anggaran dasar awareness (conscience), ethical reasoning and ethical conduct, as part of the efforts to imbue everyone in the Company with high integrity. Ultimately, high integrity accompanied by good corporate governance will ensure the Company achieves its vision, mission, philosophy, values, and corporate culture. Principles of the Code of Conduct The principles of the Companys Code of Conduct explain the companys code of corporate behavior, types of violation, complaints mechanism and sanctions for violations. The corporate behavior policy regulates matters that are the Companys responsibility, as well as that of individual lines of the Company and other parties conducting business with the Company, covering: Corporate Business Ethics. The explanation of the Companys attitude and behavior as a business entity with attitudes, ethics, and actions balancing corporate interests against stakeholder interests in accordance with the principles of GCG and healthy corporate values. Individual Ethical Behavior. Theexplanationofhowindividualsinrelatedlines of the company should conduct relationships with an attitude, ethics and actions in accordance with applicable rules and regulations. The Companys Ethical Business covers basic regulations critical to the companys operational running including: (i) Ethics in relations with stakeholders; (ii) care for the environment and Occupational Health & Safety; (iii) Compliance with regulations and legislation; (iv) Fair employment opportunities; (v) Provision and receipt of gifts and donations; (vi) Intellectual Property Rights; (vii) Ethical competition; (viii) Ethical relationships with Stakeholders; (ix) Ethical work relations. Meanwhile, ethical work, which must be satisfied by every individual level of the Company, covers: (i) Integrity and commitment; (ii) Misuse of position; iii) Ethical relations with Management and employees; (iv) Confidentiality of information; (v) Insider Trading; (vi) Protection and efficient use of assets; (vii) Corporate image; (viii) Alcohol and drug abuse. Compliance Statement To build a culture of compliance across organizational lines, the Company has implemented a requirement for a signed Compliance Statement from all Employees declaring the upholding of ethical standards. The application of this ethical value is a part of Good Corporate Governance compliance. The Company requires its Instruments and Employees, Subsidiaries and Affiliates, as well as other Stakeholders, to understand and comply with the Code of Conduct, GCG Guidelines, Company articles of association and applicable Penandatanganan Pernyataan Kepatuhan sebagai salah satu cara sosialisasi Pedoman Kode Etik Perseroan. Signing a Compliance Statement is one method of communicating the Companys Code of Conduct Guidelines.
  • 5. 205 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang mengatur mengenai tugas dan kewajiban masing-masing pihak. Pengaturan Bisnis Entitas anak Dalam melakukan pengelolaan terhadap bisnis Entitas Anak mendasarkan pada prinsip-prinsip GCG dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada penetapan kriteria, pengangkatan, dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi Entitas anak dan Afiliasi. Penyalahgunaan Jabatan Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang terkait dengan jabatannya, anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan pegawai dilarang : 1. Menyalahgunakan jabatan, baik langsung maupun tidak langsung, untuk mendapatkan keuntungan pribadi, keluarga, kelompok tertentu, maupun pihak-pihak lainnya; 2. Memanfaatkan potongan harga (diskon) untuk kepentingan pribadi. Potongan harga (diskon) meliputi tetapi tidak terbatas pada pengadaan perlengkapan dan peralatan kantor, transportasi, potongan premi asuransi, penutupan asuransi, pemberian uang, dan atau potongan harga (diskon) sejenis lainnya; 3. Memanfaatkan fasilitas Perusahaan untuk kepentingan pribadi. Kepedulian terhadap Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja Perusahaansenantiasamenjagadanpeduliterhadap lingkungan sekitar serta kesehatan dan keselamatan kerja Pegawai sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh Dewan Komisaris, Direksi, dan pegawai perusahaan. Pemberian dan Penerimaan Hadiah dan Donasi Penerimaan dan pemberian hadiah atau bantuan dalam pekerjaan dan donasi, dapat menyebabkan benturan kepentingan dan atau turunnya kepercayaan publik terhadap integritas perusahaan. Perseroan menetapkan standar etika yang mengatur secara khusus mengenai pemberian dan penerimaan hadiah serta donasi dari dan kepada pihak ketiga di luar perusahaan. 1. Dilarang menerima, meminta hadiah dan atau memberikan donasi yang dapat menimbulkan dampak dan atau akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan atau menimbulkan pandangan ketidakwajaran. Pengecualian untuk ini adalah menerima barang promosi yang diyakini tidak menimbulkan dampak serta mempengaruhi proses pengambilan keputusan; 2. Dilarang mengizinkan atau menyetujui untuk menerima hadiah atau imbalan dan atau bingkisan dari pihak lain yang terkait dengan maksud untuk memperoleh kemudahan atau regulations and legislation, in particular as regulating the duties and responsibilities of each party. Regulating Subsidiary Business The Company manages its Subsidiaries based on the principles of GCG and applicable regulations and legislation, including but not limited to, defining criteria, appointing, and dismissing members of the Board of Commissioners and Board of Directors of Subsidiaries and Affiliates. Misuse of Position In carrying out their duties and responsibilities related to their position, members of the Board of Commissioners and Board of Directors, as well as all employees, are forbidden to: 1. Misuse their position, either directly or indirectly, for personal gain, the benefit of family or certain groups, or other parties; 2. Use discounted prices for personal benefit. Discounted prices cover, but are not limited to, office equipment and supplies, transportation, insurance premium discount, insurance coverage, provision of money, and or other types of discount; 3. Use Company facilities for personal interests. Care for the Environment, Occupational Health & Safety The Company always maintains and cares for the surrounding environment and the occupational health and safety of its employees in accordance with applicable regulations and legislation. This is the joint responsibility of the Board of Commissioners, the Board of Directors, and the Companys Employees. Giving and Receiving Gifts and Donations The giving and receiving of gifts or aid, or donations, while carrying out duties can cause conflict of interest and/or a decline in public trust with regard to the companys integrity. The Company applies ethical standards that specifically regulate the giving and receiving of gifts and donations from and to third parties outside the company. 1. It is forbidden to accept or request a gift and/ or give a donation that could affect and/or influence the decision-making process and/ or give rise to or be viewed as an irregularity. The exception to this rule is the receipt of promotional goods that are believed not to have an impact on or influence the decision- making process; 2. It is forbidden to permit or agree to receive a gift or reward from any party with a view to obtaining facilities or amenities from the Perseroan telah menetapkan standar etika yang mengatur secara khusus mengenai pemberian dan penerimaan hadiah serta donasi dari dan kepada pihak ketiga. The Company has set ethical standards specifically regulating the provision and acceptance of gifts and donations from third parties.
  • 6. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE206 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS fasilitas dari perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan di perusahaan; 3. Dilarang memberikan atau menawarkan sesuatu, baik langsung ataupun tidak langsung, kepada pejabat negara dan atau individu yang mewakilimitrabisnis,yangdapatmempengaruhi pengambilan keputusan; 4. Dilarang memberikan donasi kepada partai politik atau seorang atau lebih calon anggota badan legislatif atau eksekutif sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku; 5. Dalam hal pihak lain memberikan hadiah atau imbalan yang diyakini dapat menimbulkan dampak dan atau akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan atau nilai hadiah atau imbalan yang nilainya sama dengan atau lebih besar dari Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) atau setara, maka penerima diwajibkan untuk: 1. mengembalikan dengan baik dan sesuai etiket yang berlaku; 2. melaporkan kepada atasan langsung atau atasan tidak langsung, apabila karena sesuatu hal hadiah atau imbalan tersebut tidak dapat dikembalikan. Untuk itu, hadiah atau imbalan tersebut disimpan oleh Sekretaris Perusahaan selaku compliance officer penerapan GCG, kemudian akan dijadikan hadiah (doorprize) pada acara khusus Perusahaan, dan disumbangkan untuk kepentingan umum. 6. Dewan Komisaris, Direksi, dan Pegawai setiap tahunnya diwajibkan menandatangani Pernyataan Kepatuhan. Sosialiasi Kode Etik Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkah-langkah sebagai berikut : Melakukan sosialiasi code of conduct kepada seluruh jajaran perseroan, pelanggan dan mitra kerja secara berkala. Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada jajaran perseroan, baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. Pengkajian secara berkala butir-butir aturan code of conduct dalam rangka pengembangan code of conduct lebih lanjut. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan, selaku penanggung jawab implementasi GCG dan code of conduct berkordinasi dengan unit kerja terkait. BUDAYA PERUSAHAAN Proses pembentukan budaya korporasi berawal dari kesadaran bahwa perusahaan memerlukan perekat untuk mempersatukan perusahaan- perusahaan yang berada di dalam group perseroan, yaitu Semen Padang dan Semen Tonasa, dengan memformulasi budaya korporasi yang bersifat universal dan mengakomodasi aspirasi karyawan. Dengan terbentuknya budaya korporasi yang bersifat universal dan mengakomodasi aspirasi karyawan,budayainitelahmeresapdandipraktikkan company related to the companys activities; 3. It is forbidden to give or offer anything, either directly or indirectly, to state officials and/or individuals representing business partners, who can influence decision making; 4. It is forbidden to make a donation to a political party or one or more candidates for legislative or executive bodies, in accordance with applicable regulations and legislation; 5. In the event that another party gives a gift or donation that is believed to cause and effect and/or influence the decision making process and/or the value of the gift or donation is equal to or greater than Rp1,000,000 (one million rupiah) or its equivalent, the receiver is required to: 1. Return it politely and in line with applicable ethical behavior; 2. Report it to a direct or indirect supervisor should it not be possible to return the gift or donation. In this case, the gift or donation will be stored by the Corporate Secretary, in their role as compliance officer for the application of GCG, and it will be later used as a gift (door prize) at a special Company event and donated for the public good. 6. The Board of Commissioners, Board of Directors, and Employees are required to sign a Compliance Statement on an annual basis. Disseminating the Code of Conduct The Company is committed to effectively and completely communicating the Code of Conduct through the following steps: Regularly communicate the code of conduct to all ranks in the company, as well as customers and business partners. Evaluate achievements and understanding at all ranks of the company, both during orientation and during employment. Periodically assess the points of the code of conduct for its further development. Dissemination and communication will be implemented by the Corporate Secretarys division, as the responsible officer for implementation of GCG and the code of conduct, in coordination with the related work units. CORPORATE CULTURE The formation of the Corporate Culture originated from the realization that the Company required a tool to unite the companies within the group, i.e. Semen Padang and Semen Tonasa, with the formulation of a universal corporate culture that accommodates employees aspirations. With the formation of a universal corporate culture and the accommodation of employees aspirations, this culture has become pervasive and practiced in all employees daily activities
  • 7. PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. 207 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS dalam aktivitas sehari-hari karyawan dan menjadi akselerator pertumbuhan kinerja Perseroan demi mencapai visi untuk menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Asia Tenggara. Budaya perusahaan merupakan sumber dari seluruh pranata organisasi (software) pengaturan pengelolaan perusahaan, yang dikembangkan dari falsafah dan nilai-nilai yang menjadi pedoman dan keyakinan insan Perseroan dalam melaksanakan tugasnya. Budaya korporasi SGG disusun dalam akronim CHAMPS yang mengandung nilai-nilai budaya sebagai berikut: C ompete With a Clear & Synergized Vision H ave a High Spirit for Continuous Learning A ct with High Accountability M eet Customer Expectation P erform ethically with high Integrity S trengthening Teamwork Kata CHAMPS merupakan penggalan dari kata bahasa Inggris CHAMPION yang memiliki arti pemenang atau juara. Huruf S pada akhir kata CHAMPS menunjukkan bahwa pemenang berjumlah jamak atau lebih dari satu orang, yaitu para karyawan yang ada dalam semua perusahaan yang tergabung dalam grup di Perseroan. Selanjutnya nilai-nilai budaya tersebut diaktualisasikan ke dalam perilaku kunci (key behavior). Redefinisi Budaya Perusahaan ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kesiapan seluruh jajaran Perseroan dalam merealisasikan rencana jangka panjang dan meraih peluang pertumbuhan usaha. and become an accelerator for performance growth to achieve the Companys vision to become the leading cement company in the Asia Pacific region. The corporate culture is a sourced from company management regulations in all institutions in the organization (software), which has been developed from the philosophy and values to become a guideline and belief for everyone in the Company in carrying out their jobs. The SGG Corporate Culture has been abbreviated with the acronym CHAMPS which contains the corporate values: C ompete With a Clear & Synergized Vision H ave a High Spirit for Continuous Learning A ct with High Accountability M eet Customer Expectations P erform ethically with high Integrity S trengthening Teamwork The word CHAMPS is an abbreviation of the English word CHAMPION which means winner. The letter S at the end of the word CHAMPS demonstrates that there is more than one winner, i.e. the employees in all the companies within the Group. These cultural values can be actualized in key behavior. Redefining the Corporate Culture is a part of the efforts to improve the readiness of all ranks of employees to realize the long term plan and to achieve business growth opportunities.
  • 8. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE208 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS rapat umum pemegang saham general meeting of shareholders RapatUmumPemegangSaham(RUPS),merupakan lembaga tertinggi Perseroan. RUPS merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting yang kewenangannya tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris sesuai yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PELAKSANAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan penyelenggaraannya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), merupakan agenda rutin setiap tahun dan diselenggarakan minimal satu kali; dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. Selama tahun 2011, Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST dan tiga kali RUPSLB. RUPST diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2011 dan RUPSLB diselenggarakan tanggal 11 Maret 20011, 28 September 2011, dan 19 Oktober 2011 dengan tata cara penyelanggaraan sesuai peraturan yang berlaku. Keputusan RUPST yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2011 mencakup: 1. Menyetujui Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2010 termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2010. Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, member firm dari Ernst & Young sesuai dengan Laporannya dalam surat nomor RPC- 617/PSS/2011 tanggal 8 Maret 2011 dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material posisi keuangan konsolidasian PT Semen Gresik (Persero) Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2010 serta hasil usaha dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi danDewanKomisarisatastindakanpengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama Tahun Buku 2010, sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku-buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. 2. Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang disusun berdasarkan Laporan Keuangan PKBL. Laporan Keuangan PKBL disusun berdasarkan peraturan Kementerian BUMN yang merupakan basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi The General Meeting of Shareholders (GMS) constitutes the highest authoritative body for the Company. The GMS is the forum in which shareholders may make important decisions with authority not provided the Board of Directors or the Board of Commissioners, in accordance with provisions of the Articles of Association and applicable regulations and legislation. IMPLEMENTING THE GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS The General Meeting of Shareholders (GMS) consists of the Annual General Meeting of Shareholders (AGM), which is routinely scheduled each year and held at least once; and the Extraordinary Meeting of Shareholders (EGM), which can be convened at times other than the AGM. During 2011, the Company convened one AGM and three EGMs. The AGM was held on June 28, 2011 and the EGMs on March 11, 2011, September 28, 2011 and October 19, 2011, all of which were convened in accordance with applicable regulations. The decisions made at the AGM held on June 28, 2011 included: 1. Approving the Annual Report concerning the state and management of the Company during Fiscal Year 2010, including the Supervisory Report by the Board of Commissioners during Fiscal Year 2010. Ratifying the Companys Financial Statement for Fiscal Year 2010 as audited by Public Accounting Firm Purwantono, Suherman & Surja, member firm of Ernst & Young, in accordance with their Report in Letter RPC- 617/PSS/2011 dated March 8, 2011 declaring an opinion of fair presentation of all matters for the consolidated financial position of PT Semen Gresik (Persero) Tbk and subsidiaries per December 31, 2010, as well as business results and consolidated cash flow for the year ending on that date in accordance with the principles of accounting generally accepted in Indonesia, at the same time granting full release and discharge (volledig acquit et de charge) to the Directors and Board of Commissioners for their management and supervision during Fiscal Year 2010, provided that these actions are documented in the Companys records and are not in conflict with applicable regulations and legislation. 2. Ratifying the Partnership and Community Stewardship Program (PCSP) Annual Report for the fiscal year ending December 31, 2010 compiled based on the PCSP Financial Statement. The PCSP Financial Statement itself is compiled based on regulations set by the SOE Ministry which is a comprehensive form of accounting other than the generally acceptable Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), merupakan agenda rutin setiap tahun sekali; dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. The General Meeting of Shareholders is divided into: the Annual General Meeting of Shareholders (AGM) which has a routine agenda held once a year, and the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGM) which can be held at a time other than the AGM.
  • 9. PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. 209 yang berlaku umum di Indonesia, serta telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik: a. Hadori Sugiarto Adi & Rekan sesuai dengan Laporan Nomor: 04A/LAI-SG-PKBL/SBY I/II/2011 tanggal 7 Februari 2011 untuk PT Semen Gresik. b. Gafar Salim & Rekan sesuai dengan Laporan Nomor: LAK-GS/1001 tanggal 7 Februari 2011 untuk PT Semen Padang. c. Usman & Rekan sesuai dengan laporan Nomor: 003.b/AU/III/2011 tanggal 14 Maret 2011 PT Semen Tonasa. Dengan pendapat wajar dalam semua hal yang materialatasposisikeuanganProgramKemitraan dan Bina Lingkungan pada tanggal 31 Desember 2010, serta laporan aktivitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dilakukan selama Tahun Buku 2010, sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Laporan Tahunan PKBL dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. Terhadap pelaksanaan audit atas Program KemitraandanBinaLingkungankamimemberikan catatan bahwa dalam pelaksanaannya untuk Tahun Buku 2011 dan seterusnya diminta untuk menggunakan satu Kantor Akuntan Publik sebagai pelaksana audit umumnya. 3. Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih PT Semen Gresik (Persero) Tbk Tahun Buku 2010 sebesar Rp 3.633.219.892.000,00, sebagai berikut: 1) Dividen sebesar 50% atau Rp 1.816.609.946.000,00. 2) Menyetujui penetapan besaran Dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2011 untuk dimasukan sebagai perubahan dalam RKAP Perseroan dengan rincian sebagai berikut: a. Program Kemitraan Tahun 2011 sebesar 1,85% atau Rp 67.214.568.002,00 b. Program Bina Lingkungan Tahun 2010 sebesar 2% atau Rp 72.664.397.840,00 3) Sisanya dialokasikan sebagai cadangan yang akan dipergunakan untuk pengembangan usaha Perseroan. 4) Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan dan mengatur lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembagian dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan. 4. Menyetujui besarnya tantiem tahun buku 2010 dan gaji/honorarium serta fasilitas dan tunjangan untuk tahun 2011 bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan ditetapkan oleh Pemegang Saham Mayoritas dan disampaikan dalam surat tersendiri serta dilaporkan pada RUPS yang akan datang. accountancy principles in Indonesia, and has been audited by a Public Accountant: a. Hadori Sugiarto Adi & Partner in accordance with Report Number: 04A/LAI-SG-PKBL/ SBY I/II/2011 dated February 7, 2011 for PT Semen Gresik. b. Gafar Salim & Partner in accordance with Report Number: LAK-GS/1001 dated February 7, 2011 for PT Semen Padang. c. Usman & Partner in accordance with Report Number: 003.b/AU/III/2011 dated March 14, 2011 for PT Semen Tonasa. With the opinion of fair presentation of all material matters related to the financial position for the Partnership and Community Stewardship Program as of December 31, 2010, as well as the activity report, and granted full release and discharge (volledig acquit et de charge) to the Directors and Board of Commissioners for their management and supervision of the Partnership and Community Stewardship Program during Fiscal Year 2010, provided that these actions are documented in the Companys records and are not in conflict with applicable regulations and legislation. With regard to the audit on the Partnership and Community Stewardship Program, it was requested that in fiscal year 2011 and onwards the same auditor is used as for the general audit. 3. Approved the use of PT Semen Gresik (Persero) Tbk Net Profit for the fiscal year 2010 amounting to Rp3,633,219,892,000, as follows: 1) Dividend of 50% or Rp1,816,609,946,000. 2) Approval of Funds for the Partnership and Community Stewardship Program in fiscal year 2011 to be entered as an amendment in the Companys Work Plan and Budget with the following details: a. Partnership Program 2011 amounting to 1.85% or Rp67,214,568,002. b. Community Stewardship Program 2010 amounting to 2% or Rp72,664,397,840. 3) The remainder to be allocated as reserves and used for business development. 4) Authorized the Companys Directors to take all actions necessary to implement and further organize the payment of stipulated dividends in accordance with applicable regulations and legislation. 4. Approved the 2010 bonus and salary/ honorarium, as well as facilities and allowances, for 2011 for the Directors and Board of Commissioners as set by the Majority Shareholders and submitted in a separate letter and to be reported at the coming GMS.
  • 10. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE210 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS 5. 1). RUPS menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, member firm dari Ernst & Young, untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan tahun buku 2011 dan periode lainnya dalam Tahun Buku 2011 sepanjang diperlukan untuk tindakan khusus berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2).RUPS menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, member firm dari Ernst & Young, yang akan mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2011. 3). RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk kantor akuntan publik pengganti untuk audit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2011 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2011, menetapkan kondisi dan syarat-syarat penunjukan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud, apabila kantor akuntan publik yang telah ditunjuk tidak dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apa pun, termasuk alasan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sedangkan Keputusan RUPSLB pertama tanggal 11 Maret 2011 adalah sebagai berikut: 1. 1). Memberhentikan dengan hormat anggotaDewanKomisarisPerseroansebagai berikut: a. Darjoto Setyawan sebagai Komisaris; dan b. Arif Arryman sebagai Komisaris Independen. Pemberhentian Sdr. Darjoto Setyawan terhitung sejak 1 Januari 2011 dan Sdr. Arif Arryman terhitung sejak tanggal 7 5. 1). The GMS appointed Public Accountant Firm Purwantono, Suherman & Surja, member firm of Ernst & Young, to conduct the audit on the Companys Consolidated Financial Statement for fiscal year 2011 and other periods within fiscal year 2011 as deemed necessary for specific actions based on applicable regulations and legislation. 2).The GMS appointed Public Accountant Firm Purwantono, Suherman & Surja, member firm of Ernst & Young, to conduct the audit on the Companys Partnership and Community Stewardship Program Annual Report for fiscal year 2011. 3). The GMS authorized the Companys Board of Commissioners to appoint a replacement public accountant to audit the Companys Financial Statement for fiscal year 2011 and the Companys Partnership and Community Stewardship Program Annual Report for fiscal year 2011, set conditions and requirements for such appointment, including but not limited to, the audit cost, should the appointed public accountant firm not be able to continue or conduct its duty for any reason, including legal reasons or those related to capital market legislation. Meanwhile, decisions made at the first EGM on March 11, 2011 were as follows: 1. 1). Dismiss with honor members of the Board of Commissioners as follows: a. Darjoto Setyawan as Commissioner; and b. Arif Arryman as Independent Commissioner. Mr. Darjoto Setyawan ended his appointment as of January 1, 2011 while Mr. Arif Arryman ended his appointment per 7
  • 11. 211 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. September 2010 dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris PT Semen Gresik (Persero) Tbk. 2). Mengangkat anggota Dewan Komisaris Perseroan sebagai berikut: a. Hadi Waluyo sebagai Komisaris; b. Chatib Basri sebagai Komisaris Independen; dan c. Sumaryanto Widayatin sebagai Komisaris, terhitung sejak ditutupnya Rapat ini, dan berakhir5(lima)tahunsejakpenutupanRapat, sehingga akan berakhir pada penutupan RUPS Tahun 2016, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan yang bersangkutan sewaktu-waktu. 3).Dengan dilakukannya pemberhentian dan pengangkatan Dewan Komisaris tersebut, makasusunankeanggotaanDewanKomisaris akan menjadi sebagai berikut: No Nama Name Jabatan Position Berakhir Pada Ending On 1 Dedi Aditya Sumanegara Komisaris Utama President Commissioner RUPS Tahun 2013 AGM 2013 2 Hadi Waluyo Komisaris Commissioner RUPS Tahun 2016 AGM 2016 3 Chatib Basri Komisaris Independen Commissioner Independent RUPS Tahun 2016 AGM 2016 4 Achmad Jazidie Komisaris Indenpenden Commissioner Independent RUPS Tahun 2012 AGM 2012 5 Setia Purwaka Komisaris Commissioner RUPS Tahun 2013 AGM 2013 6 Sumaryanto Widayatin Komisaris Commissioner RUPS Tahun 2016 AGM 2016 2. 1). Memberhentikan dengan hormat Direksi Perseroan sebagai berikut: a. Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama; b. Cholil Hasan sebagai Direktur Keuangan; c. Suharto sebagai Direktur Litbang dan Operasional. Pemberhentian anggota-anggota Direksi tersebut berlaku sejak ditutupnya Rapat ini dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama menjabat sebagai anggota Direksi PT Semen Gresik (Persero) Tbk. 2).Mengangkat Direksi Perseroan sebagai berikut: a. Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama, b. Ahyanizzaman sebagai Direktur Keuangan, c. Suharto sebagai Direktur Litbang dan Operasional, d. Erizal Bakar sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis, e. Bambang Sugeng SI sebagai Direktur Sumber Daya Manusia. September 2010; both were thanked for their dedication while serving as members of the Board of Commissioners of PT Semen Gresik (Persero) Tbk. 2). Appointed members of the Board of Commissioners to the Company as follow: a. Hadi Waluyo as Commissioner; b. Chatib Basri as Independent Commissioner; and c. Sumaryanto Widayatin as Commissioner, calculated effective the end of this Meeting and for a period of 5 (five) years from the end of this Meeting, thus to the end of the AGM 2016, with no prejudice to the right of the GMS to dismiss the relevant parties at any time. 3). These dismissals and appointments to the Board of Commissioners resulted in compilationoftheBoardofCommissioners as follows: 2. 1). Dismiss with honor Company Directors, as follows: a. Dwi Soetjipto as President Director; b. Cholil Hasan as Finance Director; c. Suharto as Research & Development and Operational Director. The dismissal of these Directors is effective from the end of this Meeting with thanks for their dedication while serving as members of the Board of Directors of PT Semen Gresik (Persero) Tbk. 2). Appointed Company Directors as follows: a. Dwi Soetjipto as President Director, b. Ahyanizzaman as Finance Director, c. Suharto as Research & Development and Operational Director, d. Erizal Bakar as Business Development and Strategy Director, e. Bambang Sugeng SI as Director of Human Resources
  • 12. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE212 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS terhitung sejak ditutupnya Rapat ini, dan berakhir 5 (lima) tahun sejak penutupan Rapat, sehingga akan berakhir pada penutupan RUPS Tahun 2016, kecuali untuk Sdr. Dwi Soetjipto dan Sdr. Suharto masa jabatannya akan diperhitungkan dengan masa jabatan sementara yang telah mereka jalani sejak RUPS LB 25 Juni 2010, sehingga akan berakhir pada RUPS Tahunan Tahun 2015, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan yang bersangkutan sewaktu-waktu. 3).Dengan dilakukannya pemberhentian dan pengangkatan Direksi tersebut, maka susunan keanggotaan Direksi akan menjadi sebagai berikut: Sedangkan Keputusan RUPSLB kedua tanggal 28 September 2011 adalah sebagai berikut: RapatUmumPemegangSahamLuarBiasaPertama yang telah diselenggarakan oleh Perseroan pada tanggal 28 September 2011 yang tidak mencapai kuorum sebagaimana yang dipersyaratkan dan akan diselenggarakan pemanggilan kedua RUPSLB berikutnya pada tanggal 19 Oktober 2011. Keputusan RUPSLB kedua tanggal 19 Oktober 2011 adalah sebagai berikut: 1. Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Sdr. Irwan Suarly sebagai Direktur Pemasaran PT Semen Gresik (Persero) Tbk terhitung sejak berakhirnya masa jabatan pada tanggal 28 September 2011, dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan tersebut. 2. Pengangkatan Direktur Pemasaran akan dilakukan pada RUPS selanjutnya; 3. Melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk seorang anggota Direksi lainnya guna menjalankan pekerjaan Direktur Pemasaran dengan kekuasaan dan wewenang yang sama. 4. Memberi kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan keputusan rapat ini di hadapan Notaris dan melakukan segala hal yang dianggap perlusehubungandengankeputusantersebutdi atas, termasuk mengurus perizinan dari instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan. effective at the end of this meeting, and ending 5 (five) years after the end of this Meeting, thus ending as of the close of the 2016 AGM, with the exception of Mr. Dwi Soetjipto and Mr. Suharto, the period of service for whom will be calculated along with their period of temporary service, which commenced from the EGM dated June 25, 2010, thus ending as of the 2015 AGM, with no prejudice to the right of the GMS to dismiss the relevant parties at any time. 3).The dismissals and appointments of Directors resulted in the compilation of the Companys Board of Directors being as follows: Meanwhile the Decisions of the second EGM held on September 28, 2011 were as follows: The First Extraordinary Meeting of Shareholders convened by the Company on September 28, 2011 did not achieve the quorum required and a second call for a follow up EGM was made with the EGM convened on October 19, 2011. Decisions made at the second EGM on October 19, 2011 were as follows: 1. Confirmed the dismissal with honor of Mr. Irwan Suarly as Marketing Director of PT Semen Gresik (Persero) Tbk calculated from the end of his service period on September 28, 2011, with thanks for his labor and thoughts while holding his position. 2. The appointment of a new Marketing Director will take place at the next GMS; 3. Delegated authority to the Board of Commissioners to appoint another Director to carry out the duties of the Marketing Director with the same power and authority. 4. Authorized the Companys Directors to declare these decisions in the presence of a Notary Public and take all necessary actions in relation to these decisions, including obtaining permits from the designated authorities in accordance with regulations and legislation. No Nama Name Jabatan Position Berakhir Pada Ending On 1 Dwi Soetjipto Direktur Utama President Director RUPS Tahun 2015 AGM 2015 2 Ahyanizzaman Direktur Keuangan Finance Director RUPS Tahun 2016 AGM 2016 3 Suharto Direktur Litbang dan Operasional Research & Development and Operational Director RUPS Tahun 2015 AGM 2015 4 Erizal Bakar Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis Business Development and Strategic Director RUPS Tahun 2016 AGM 2016 5 Bambang Sugeng SI Direktur Sumber Daya Manusia Director of Human Resources RUPS Tahun 2016 AGM 2016 6 Irwan Suarly Direktur Pemasaran Marketing Director RUPS Tahun 2011 AGM 2011 7 Suparni Direktur Produksi Production Director RUPS Tahun 2012 AGM2012
  • 13. PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. 213 DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) mewajibkan semua Perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia mempunyai Dewan Komisaris yang bertugas untuk melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi. Pengawasan dan pemberian nasihat dilakukan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Dewan Komisaris yang terdiri lebih dari 1 orang anggota merupakan majelis dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri- sendiri, melainkan berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perseroan (PERSERO) mengatur bahwa Dewan Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhak untuk mengangkat seorang Sekretaris Dewan Komisaris. Setiap anggota Dewan Komisaris wajib dengan itikad baik, kehati-hatian, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya. Dalam hal terjadi kepailitan karena kesalahan atau kelalaian Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan terhadap pengurusan yang dilaksanakan oleh Direksi dan kekayaan Perseroan tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan akibat kepailitan tersebut, setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng ikut bertanggung jawab dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi. Dewan Komisaris melakukan pengawasan dan rekomendasi dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), termasuk dari sisi manajemen risiko. Peranan Dewan Komisaris dalam manajemen risiko lebih dititikberatkan pada proses persetujuan (baik yang diajukan Direksi dalam RKAP maupun yang diajukan secara terpisah di tengah tahun buku) dan melakukan evaluasi atas kebijakan manajemen risiko. Artinya, Dewan Komisaris tidak mencampuri wewenang Direksi untuk melakukan pengurusan, tapi lebih pada evaluasi pelaksanaan pengurusan Perseroan serta melakukan analisis atas transaksi yang membutuhkan persetujuan Dewan Komisaris. Dalam melaksanakan tugas pengawasan, Dewan Komisaris berhak untuk meminta segala keterangan yang diperlukan dari Direksi dan wajib untuk memberikannya. Dewan Komisaris juga diberi kewenangan untuk memberhentikan sementara anggota Direksi yang melanggar anggaran dasar Perseroan, ketentuan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Law No.40/2007 on Limited Liability Companies (UUPT) requires all Companies established based on Indonesian law to have a Board of Commissioners appointed to oversee management policies, the general running of the company, both with regard to the Company and the Companys business, and to provide advice to the Directors. The oversight and advising is conducted in the interests of the Company and in accordance with the Companys aims and objectives. A Board of Commissioners consisting of more than one member is a board, and no member of the Board of Commissioners may act individually, other than based on the Board of Commissioners Decision. Government Regulation No.12/1998 regarding Corporations (PERSERO) regulates that the Board of Commissioners of a State Owned Enterprise (SOE) has the right to appoint a Secretary to the Board of Commissioners. EachmemberoftheBoardofCommissionersshall in good faith, with prudence, and accountability oversee and advise the Board of Directors in the interests of the Company and in accordance with the aims and objectives of the Company. Each member of the Board of Commissioners is personally responsible for any loss suffered by the Company should the relevant party be at fault or negligent in carrying out his duties. In the case of bankruptcy due to the fault or negligence of the Board of Commissioners in supervising the Directors management and the Companys assets are insufficient to pay all obligations resulting from the bankruptcy, then the members of the Board of Commissioners jointly and individually are responsible with the Board of Directors for the outstanding payments. The Board of Commissioners oversees and makes recommendations related to the Companys Work Plan and Budget (RKAP), including regarding risk management. The role of the Board of Commissioners in Risk Management is more focused toward the approval process (both proposed by the Board of Directors in the RKAP and that proposed separately during the fiscal year) and evaluating the Risk Management policy. This means that the Board of Commissioners is not involved with the authority of the Board of Directors to manage the Company, rather it is more focused on evaluation of the management of the Company and analyzing transactions requiring approval from the Board of Commissioners. In carrying out its oversight duty, the Board of Commissioners has the right to request any information required from the Board of Directors, which is obliged to provide the information. The Board of Commissioners is also authorized to temporarily dismiss any member of the Board of Directors who violates the Companys Articles of Association or applicable regulations and legislation.
  • 14. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE214 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris Tanggung Jawab Dewan Komisaris dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: Tanggung jawab ke dalam (internal liability) Tanggung jawab ke dalam adalah melaksanakan tugas pengawasan di dalam Perseroan, yang laporan pertanggung-jawabannya diberikan sekali dalam setahun, yaitu pada waktu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tanggung jawab ke luar (external liability). Tanggung jawab ke luar (external liability) muncul pada saat timbul kerugian pihak ketiga dalam hal terjadi kepailitan yang timbul sebagai akibat kesalahan atau kelalaian Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan terhadap Direksi (Pasal 115 UUPT). Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris Perseroan dibantu oleh 5 (lima) Komite, yaitu KomiteStrategi,ManajemenRisiko,danInvestasi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Good Corporate Governance serta Oversight Committee. Oversight Committee adalah Komite yang khusus dibentuk sebagai komitmen Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 10 Desember 2007, yang bertugas untuk mengawasi dan memberikan rekomendasi kepada Direksi terkait dengan Pembangunan Pabrik Semen Baru dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (P3SB dan P2L)). Prinsip-prinsip kebijakan Dewan Komisaris dalam memberikan nasihat dan rekomendasi kepada Direksi dan perlakuan kepada para stakeholders adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan pengurusan Perseroan. Kebijakan dilandasi oleh itikad baik, kehati- hatian dan rasa tanggung jawab dan ditujukan pada kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Kebijakan diambil secara terbuka (transparent) kepada Direksi maupun para stakeholders. Kebijakan dilandasi oleh obyektivitas (objectivity) serta perlakuan yang adil dan konsisten (fair and consistent treatment) pada data dan informasi yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. Komisaris Independen Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang, dari total enam orang anggota komisaris, atau 33%, yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha apapun maupun hubungan afiliasi dan hubungan keluarga dengan anggota Direksi maupun anggota Komisaris lainnya. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidang Duties and Responsibilities of the Board of Commissioners TheresponsibilitiesoftheBoardofCommissioners can be divided into 2 (two) types: Internal Liability Internal liability is carrying out the duty of supervisionwithintheCompany,responsibility reports for which are provided annually, i.e. at the time of the Annual General Meeting. External Liability External liability arises should there be any third party losses in the case of bankruptcy resulting from the fault or negligence of the Board of Commissioners in carrying out its duty of supervision over the Board of Directors (Article 115 UUPT). In carrying out its duty, the Companys Board of Commissionersisassistedby5(five)Committees: the Strategy, Risk Management, and Investment Committee, Audit Committee, Nomination and Remuneration Committee, the Good Corporate Governance Committee and the Oversight Committee. The Oversight Committee is the Committee especially formed by the Board of Commissioners at the Extraordinary Meeting of Shareholders on December 10, 2007 appointed to oversee and provide recommendations to the Board of Directors in relation to the strategic construction projects for the New Factories and Steam Power Plant. The principle policies for the Board of Commissioners to provide advice and recommendations to the Board of Directors, and the treatment of the stakeholders, are as follows: The Board of Commissioners oversees management policies, both regarding the Company and the Companys business, and advises the Board of Directors regarding the running of the Company. Polices are based on good faith, prudence and accountability and are in the interests of the Company and its aims and objectives. Policies are transparent to the Board of Directors and the stakeholders. Policies are based on objectivity and implemented fairly and consistently based on data and information provided by the Board of Directors to the Board of Commissioners. Independent Commissioners Th e Co m p a ny h a s t wo In d e p e n d e nt CommissionersfromatotalofsixCommissioners, or 33%, which satisfies the applicable regulations. The Companys Independent Commissioners have never had a business relationship or affiliated relationship or family relationship with the Board of Directors or with other members of the Board of Commissioners. One of the Independent Commissioners has an educational background and experience in economics and finance to ensure competent supervision of
  • 15. 215 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. ekonomi dan keuangan, untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Salah satu anggota komisaris berlatar belakang pendidikan rekayasa industri dan sistem. Komposisi komite independen tersebut menjamin kompetensi pengawasan bidang industri dan keuangan. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang kredibel dan independen. Pemilihan dan Susunan Dewan Komisaris Dewan Komisaris Perseroan saat ini terdiri atas seorang Komisaris Utama, dan 5 orang Komisaris. Dari total 6 (enam) orang anggota Komisaris, dua (2) orang di antaranya adalah Komisaris Independen yang salah seorang diantaranya memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan keuangan, demi menjamin akuntabilitas dan independensi pengawasan yang dilakukan. Perseroan melaksanakan pemilihan anggota Dewan Komisaris setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris, sebelumnya diselenggarakan fit and proper test yang seksama. Sebagaimana layaknya BUMN, proses fit and proper test dilakukan secara terbuka, guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya, dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar. Selanjutnya Dewan Komisaris terpilih diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Susunan Dewan Komisaris Perseroan saat ini sesuai keputusan RUPSLB tanggal 11 Maret 2011 adalah sebagai berikut: Komisaris Utama : D. Aditya Sumanagara Komisaris : Setia Purwaka Komisaris : Hadi Waluyo Komisaris : Sumaryanto Widayatin Komisaris Independen: Achmad Jazidie Komisaris Independen: M. Chatib Basri Rapat Dewan Komisaris Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi (BoCBoD), rapat gabungan Dewan Komisaris seluruh Operational Company (Rapat BoC SGG), serta rapat evaluasi dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Rapat- rapat tersebut terdiri dari: A. Rapat BoCBoD: minimum satu kali dalam sebulan, yang dihadiri oleh seluruh Direksi dan Komisaris. Rapat ini di samping sebagai sarana untuk melaporkan hasil kinerja bulanan Direksi juga berguna untuk (a) membangun sinergi positif Direksi dan Komisaris, (b) proses komunikasi The Companys Independent Commissioners always provide credible and independent advice and supervision. the Companys finances. One Commissioner has an educational background in industrial and systems engineering. The composition of the independent committees ensures competent oversight in both the industrial and financial field. Through complying with all the basic requirements, the Company believes its Independent Commissioners are capable of providing credible and independent input and supervision. Election and Compilation of the Board of Commissioners The Companys Board of Commissioners at this time consists of a President Commissioner and 5 Commissioners. From this total of 6 (six) Commissioners, two (2) are Independent Commissioners, one of whom has an educational background in accountancy and finance to ensure accountable and independent oversight. The Company elects members of the Board of Commissioners once every 5 (five) years. To ensure the professionalism and integrity of candidate Commissioners, a fit and proper test is thoroughly conducted prior to election. As appropriate for an SOE, the fit and proper test process is conducted transparently to ensure that the candidate Commissioner is free from all affiliations and other conflicts of interest, and the minority shareholders interests are fairly considered. The Board of Commissioners is then appointed and dismissed by the GMS in a transparent manner. The current compilation of the Board of Commissioners in accordance with the decision of the EGM convened on March 11, 2011 is as follows: President Commissioner: D.AdityaSumanagara Commissioner : Setia Purwaka Commissioner : Hadi Waluyo Commissioner : Sumaryanto Widayatin Independent Commissioner: Achmad Jazidie Independent Commissioner: M. Chatib Basri BoardofCommissionersMeeting The oversight process of the Companys operational activities is conducted through meetings of the Board of Commissioners and Board of Directors (BoCBoD), joint meetings of the Board of Commissioners of all OpCo (BoC SGG), and evaluation meetings and discussions with committees related to matters requiring attention. These meetings are: A.BoCBoD Meeting: a minimum of once a month, attended by all Directors and Commissioners. As well as being a forum for the Directors to report on the monthly performance results, is also useful (a) to build positive synergy between the Directors and Commissioners, Komisaris independen Perseroan senantiasa memberikan masukan dan pengawasan yang kredibel dan independen.
  • 16. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE216 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS untuk menerapkan understanding and acceptance (U&A) dalam proses pengambilan keputusan secara transparan, (c) proses pembelajaran, penciptaan team work dalam two tier system board. B. Rapat Gabungan Dewan Komisaris PT Semen Gresik,PTSemenPadangdanPTSemenTonasa, yang diadakan satu kali dalam sebulan, yang dihadiri oleh Dewan Komisaris PT Semen Gresik serta Komisaris Utama dan Komisaris/Ketua Komite Audit dari Semen Tonasa, dan Semen Padang. Setiap akhir triwulan rapat gabungan ini dihadiri oleh seluruh Dewan Komisaris SG, SP dan ST, yang diadakan bergantian di lokasi/ kantor pabrik. Tujuan Rapat ini diadakan sebagai forum komunikasi dan koordinasi informal antar entitas anak yang secara geografis berada pada tiga lokasi yang berbeda. C Rapat Internal Dewan Komisaris, yang diadakan minimal satu kali sebulan, biasanya diadakan sebelum rapat Komisaris dan Direksi (BoCBoD), dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dengan mengundang Komite atau Komite yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris sesuai dengan materi agenda. Selama tahun 2011 Dewan Komisaris menyelenggarakan 51 kali rapat, terdiri atas 12 kali rapat Komisaris dan Direksi (BoDBoC), 12 kali rapat gabungan Dewan Komisaris PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, serta 27 kali (b) as a communication process for understanding and acceptance (U&A) in the process of making transparent decisions, (c) a process for learning and creating teamwork in a two tier system board. B. The Joint Meeting of PT Semen Gresik, PT Semen Padang and PT Semen Tonasa Boards of Commissioners is held once a month and attended by the Board of Commissioners of PT Semen Gresik and the President Commissioner andCommissioner/AuditCommitteeHeadfrom Semen Tonasa and Semen Padang. At the end of each quarter, this joint meeting is attended by all the members of the Boards of Commissioners of SG,SPandST,andheldinturnatdifferentlocations /factoryoffices. ThepurposeofthisMeetingisas an informal communication and coordination forum between OpCo geographically located in three different locations. C An Internal Board of Commissioners meeting is held at least once a month, usually before the Commissioners and Directors (BoCBoD) meeting and is attended by all members of the Board of Commissioners, with invitations extended to Committees or Committees appointed by the Board of Commissioners dependent on the agenda items. During 2011, the Board of Commissioners held 51 meetings, consisting of 12 Commissioners and Directors (BoCBoD) meetings, 12 joint Meetings of the Boards of Commissioners of PT Semen Gresik, PT Semen Padang and PT Semen
  • 17. PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. 217 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS rapat internal Dewan Komisaris (termasuk dengan Komite-Komite di lingkungan Dewan Komisaris). Tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam rapat Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: Nama Komisaris Name of Commissioners BoC Internal BoC BoD BoC SGG Total Rapat Total Meetings R H R H R H R H Dedi Aditya Sumanagara 27 25 12 11 12 11 51 47 Hadi Waluyo *) 27 20 12 9 12 9 51 38 Setia Purwaka 27 23 12 9 12 10 51 42 Sumaryanto Widayatin *) 27 13 12 4 12 3 51 20 Achmad Jazidie 27 13 12 7 12 7 51 27 Muh. Chatib Basri *) 27 10 12 8 12 7 51 25 Keterangan : *) diangkat berdasarkan RUPSLB PT SG tgl. 11 Maret 2011 R - Jumlah Rapat H - Jumlah Hadir Risalah Rapat/ Rekomendasi Dewan Komisaris Pada tahun 2011, selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk rapat-rapat dengan Direksi, Dewan Komisaris telah mengeluarkan surat- surat dan atau keputusan baik ditujukan kepada Direksi maupun antar Komite di lingkungan Dewan Komisaris dengan rekapitulasi sebagai berikut: 12 Risalah Rapat BoDBoC, dan 12 Risalah Rapat Gabungan Komisaris SG SP ST 20 surat terkait Internal Kontrol Audit 24 surat terkait Strategi Bisnis dan Risiko & Investasi, Budget/Capex 19 surat terkait Komite Nominasi dan Remunerasi 1 Surat terkait Komite Good Corporate Governance 7 surat terkait Proyek baru 2 surat terkait tentang Key Performance Indicator 4 surat terkait agenda khusus 6 surat terkait RUPS 6 surat terkait informasi 26 Surat Keputusan Dewan Komisaris Program Peningkatan Kompetensi Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan pemberian arahan baik mengenai jalannya kepengurusan maupun pengembangan Perseroan dimasa-masa mendatang, Perseroan melaksanakan program peningkatan kompetensi Dewan Komisaris. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2011 terkait dengan program tersebut adalah: Tonasa, and 27 internal Board of Commissioners meetings (including with Committees associated with the Board of Commissioners). Attendance levels by the members of the Board of Commissioners at these meetings are as follows: Note: *) appointed based on PT SG EGM dated March 11, 2011 R - Total Meetings H - Total Attendance Minutes of the Meetings / Recommendations by the Board of Commissioners In 2011, in addition to providing advice and direction at meetings with the Board of Directors, the Board of Commissioners issued letters and / or decisions directed to the Board of Directors or the Committees related to the Board of Commissioners with the following summary: 12 Minutes of the BoCBoD Meetings, and 12 Minutes of the Joint Meeting for Commissioners of SG SP ST 20 letters related to Internal Control Audits 24 letters related to Business Strategy and Risk & Investment, Budget/Capex 19 letters related to the Nomination and Remuneration Committee 1 letter relate to the Good Corporate Governance Committee 7 letters related to new Projects 2 letters related to Key Performance Indicators 4 letters related to special agenda items 6 letters related to GMS 6 letters related to information 26 Board of Commissioners' Decrees Program to Improve Competencies of the Board of Commissioners To improve the quality of supervision and advice both related to managing and developing the Company in the coming years, the Company has implemented a program to improve the competencies of the Board of Commissioners. Activities that took place in 2011 related to this program include: (see table below)
  • 18. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE218 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS Nama Pelatihan Name of Training Waktu Time Penyelenggara Organizer Tempat Venue Peserta Participant Expand Leadership Program for BoD/BoC 10-12 Feb 2011 CLDI Bali Setia Purwaka Pemahaman Dasar Laporan Keuangan bagi Dewan Komisaris serta anak perusahaan BUMN/BUMD Basic Understanding of Financial Statements for Board of Commissioners and subsidiaries to SOE / Regionally Owned Enterprises 24 Sep 2011 PSIK Surabaya Hadi Waluyo, Setia Purwaka, Achmad Jazidie Menghadiri berbagai seminar dari Industri, Regulator dan Kementerian BUMN Attending a variety of seminary held by the industry, Regulator and SOE Ministry Maret - Desember 2011 March - December 2011 BUMN Executive Club, Kadin, Perhapi, PII, dll SOE Executive Club, Chamber of Commerce, Perhapi, PII, etc Jakarta Seluruh Dewan Komisaris All Commissioners Appraisal of the Board of Commissioners Duties In accordance with applicable legislation, the Board of Commissioners supervises management policies, general management both for the Company and the Companys business, and provides advice to the Board of Directors. This supervision and advisory role is conducted in the Companys interests and in accordance with the aims and objectives of the Company (Company Law No.40/2007). To conduct this supervisory duty over the operational duties of the Board of Directors, the Board of Commissioners is guided by the applicable regulations and legislation, as well as by Regulation No.1/2011 of the SOE Ministry dated 1 August 2011, as well as the Companys Articles of Association. To ensure the success of these supervisory duties, the Companys Board of Commissioners conducts periodic self assessment on its performance and reports in its entirety to the AGM for approval. The Procedure for Setting and the Amount of Remuneration for Commissioners The amount of remuneration for the members of the Board of Commissioners is set each year by the GMS along with the amount of remuneration for the Board of Directors. The amount of remuneration for the Board of Commissioners is proposed during the GMS and is based on performance achievement of the Board of Commissionersasanalyzedandrecommendedby the Nomination and Remuneration Committee. In preparing the basis for setting and recommending a credible amount of remuneration, the NRC always involves an independent consultant. Supported by a strongdatabasefromamarketsurveyofcompaniesof similartypeandclassastheCompanyandconsidering direction from the NRC, the independent consultant examines various main factors in calculating the remuneration amount for Commissioners. Penilaian Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasehat kepada Direksi. Pengawasan dan pemberian nasehat dilakukan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan (UUPT Nomor 40 tahun 2007). Untuk melaksanakan tugas pengawasan terhadap tugas operasional yang dijalankan Direksi, Dewan Komisaris berpedoman pada aturan perundang- undangan yang berlaku, serta pada Peraturan Menteri BUMN No. 01 tahun 2011 tanggal 1 Agustus 2011, dan Anggaran Dasar Perseroan. Untuk memastikan pencapaian tugas pengawasan tersebut, Dewan Komisaris Perseroan melaksanakan self-assessment kinerja secara berkala, dan melaporkan secara menyeluruh kepada RUPS Tahunan untuk disetujui. Prosedur Penetapan dan Besaran Remunerasi Komisaris Penetapan besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan setiap tahun dalam RUPS bersamaan dengan penetapan besaran remunerasi Direksi. Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris diusulkan dalam RUPS, didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisis dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Dalam menyusundasarpenetapandanrekomendasi besaran remunerasi yang kredibel, KNR selalu melibatkan konsultan independen. Dengan dukungan database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempertimbangkan arahan KNR, konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris.
  • 19. PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. 219 Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium, asuransi, tantieme serta fasilitas dan tunjangan lainnya yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi, dan diputuskan oleh pemegang saham Seri A dalam RUPS. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh perusahaan dalam RUPS. Besaran tantieme yang diberikan kepada anggota Komisaris maupun Direksi ditetapkan sesuai dengan kinerja Perseroan dan ketercapaian KPI untuk Komisaris maupun Direksi. (Lihat juga uraian penetapan remunerasi / gaji Direksi). Adapun tabel rincian remunerasi Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2011 adalah sebagai berikut. Remunerasi Komisaris Tahun 2011 (dalam Rp ribu) Nama Komisaris Name of Commissioners Jabatan Honorarium Tunjangan Tantiem Kinerja 2010 Total D. Aditya Sumanagara Komisaris Utama President Commissioner 764,085 696,986 1,370,736 2,831,807 Darjoto Setiawan (1) Wakil Komisaris Utama Vice President Commissioner 0 0 1,326,989 1,326,989 Setia Purwaka Komisaris Commissioner 616,715 858,904 1,105,338 2,580,957 Hadi Waluyo (4) Komisaris Commissioner 466,631 538,952 0 1,005,582 Sumaryanto Widayatin (4) Komisaris Commissioner 466,631 538,952 0 1,005,582 Arif Arryman (2) Komisaris Independen Commissioner Independent 0 0 829,004 829,004 Marwoto Hadi Soesastro (3) Komisaris Independen Commissioner Independent 0 0 460,558 460,558 Achmad Jazidie Komisaris Independen Commissioner Independent 616,715 545,887 1,105,338 2,267,940 Chatib Basri (4) Komisaris Independen Commissioner Independent 466,631 538,952 0 1,005,582 Subtotal 3,397,405 3,718,633 6,197,964 13,314,002 TheBoardofCommissionersreceivesbothfixedand variable remuneration consisting of an honorarium, insurance, bonus and facilities and allowances as recommended by the NRC and decided by the Series A Shareholders at the GMS. Remuneration between Commissioners can differ in accordance with the relevant duties and responsibilities. The total amount of remuneration received by the Board ofCommissionersisreportedbytheCompanytothe GMS. The amount of the tantieme (bonus) awarded to the members of the Board of Commissioners and Board of Directors is set according to Company performance and achievement of KPI set for the Commissioners and Directors. (see also paragraph on Board of Directors remuneration / salary) Details of the remuneration received by the Companys Commissioners in the fiscal year 2011 is as follows: Remuneration for the Board of Commissioner 2011 (in IDR thousand) Catatan Notes : (1) Berhenti per 1 Januari 2011 Resigned as of January 1, 2011 (2) Meninggal dunia 7 September 2010 Passed away on September 7, 2010 (3) Meninggal dunia 4 Mei 2010 Passed away on May 4, 2010 (4) Diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris melalui RUPSLB tertanggal 11 Maret 2011 Assigned as a member of Board of Commissioner trough extraordinary GMS on March 11, 2011 Seluruh nilai tersebut adalah gross All the above values are gross
  • 20. LAPORAN TAHUNAN 2011 ANNUAL REPORT LAPORAN MANAJEMEN INFORMASI BAGI INVESTOR TINJAUAN OPERASIONAL Management Report INFORMATION FOR INVESTORS OPERATIONAL PERFORMANCE220 INFORMASI PERUSAHAANIKHTISAR COMPANY PROFILEHIGHLIGHTS Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris disampaikan pada bagan berikut. HONOR DAN TANTIEM DEWAN KOMISARIS Honorarium and Bonus for Board of Commissioners Meminta masukan Konsultan Independen dalam menetapkan dasar penentuan remunerasi Request input from the Independent Consultant to set the basis for remuneration Melimpahkan pelaksanaan ketentuan besaran honor dan tantiem Kepada Dewan Komisaris setelah mendapat persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwi Warna Delegate implementation of the provisions of salaries and bonus to theBoard of Commissioners upon the approval of Series A Shareholders Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi kepada Pemegang Saham Seri A Dwi Warna Discuss the NRC proposals and propose the amount of remuneration to Series A Shareholder Dwi Warna. Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Recommend the basis and amount of remuneration Mengusulkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: Per Men BUMN no PER-07/MBU/2010, tgl 27 Des 2010 pasal 5. Hasil survey remunerasi Keberhasilan memitigasi risiko Ketersediaan waktu Kompetensi dan pengalaman KONSULTAN INDEPENDEN INDEPENDENT CONSULTANT Komite Nominasi & Remunerasi nomination & remuneration committees Proposed basis and considerations for remuneration covering: SOE Ministers Reg PER-07/MBU/2010, of 27 Dec 2010 article 5. Remuneration survey results Success in mitigating risk Time availability Competence and experience Komite Nominasi & Remunerasi nomination & remuneration committees dewan komisaris board of commissioners rapat umum pemegang saham GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS Remuneration procedure of Board of Commissioners as follow:
  • 21. PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. 221 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN LAIN-LAIN MANAGEMENTS DISCUSSION AND ANALYSIS CORPORATE GOVERNANCE REPORT CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REPORT OTHERS DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan, Direksi bertugas mengelola Perseroan, memelihara dan mengurusasetPerseroansertamewakiliPerseroan di dalam maupun di luar urusan pengadilan. Dalam menjalankan perseroan Direksi mempunyai visi untuk menjadi organ perseroan yang memiliki kompetensi tinggi dan bekerja secara profesional serta independen dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan untuk penerapannya Direksi memiliki misi yang dijalankan untuk mendukung pencapaian visi tersebut yaitu melaksanakan fungsi pengelolaan perusahaan berstandar internasional sesuai dengan kaidah good corporate governance dalam rangka mencapai visi korporasi, dan selalu mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan anggaran dasar per