analisis swot.docx

download analisis swot.docx

of 3

Transcript of analisis swot.docx

ANALISIS SWOTUKM Topeng Malangan Asmoro Bangun

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Manajemen Strategi UKM

Disusun oleh:Mayrizka Altriana W. I105020200111075Priest Winka Sajida105020201111021Nindya Gitaya105020201111030Winda Ariria Eka P105020207111077Dewi Purwaningtyas105020205111011

Jurusan ManajemenFakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Brawijaya2013PengantarTopeng malangan merupakan kesenian tradisional yang berada di Malang. Dimana sanggar maupun padepokanya terletak di desa Kedungmonggo-Pakisaji, Kabupaten Malang-Jawa Timur. Kesenian Topeng Malangan ini sudah ada semenjak kerajaan Majapahit berdiri. Pengelolahan kesenian ini, sekarang dikelolah oleh bapak Handoyo cucu dari mbah Karimun. Dengan adanya kepengurusan kesenian ini, sehingga sampai sekarang kesenian topeng Malangan dapat terlestarikan secara baik. Topeng Malangan identik dengan cerita Panji (tokoh utamanya Panji Asmara Bangun) merupakan seni tradisi khas Malang masih lestari. Di Malang Raya, Padepokan Asmoro Bangun adalah salah satu kelompok yang tetap melestarikan seni tradisi tersebut. Padepokan itu dulu eksis dibawah pimpinan Maestro Topeng Malang Alm. Mbah Mun.Yang khas dari topeng malangan adalah penggunaan warna-warna cerah serta ukiran yang lebih kompleks, seperti kumis dan sebagainya. Topeng malangan terbuat dari kayu yang diukir.Topeng khas Malang ini dibuat dari kayu yang telah disimpan selama kurang lebih 5 bulan. Kayu-kayu itu kemudian dipotong-potong dengan ukuran lebar 16 cm dan panjang 21 cm. Di potongan kayu itu kemudian dibuat gambar wajah berbagai tokoh pewayangan seperti Panji Asmoro Bangun, Sekar Tadji, dan lain- lain. Setelah itu diukir sesuai pola dengan alat ukir patu, pecok, dan tatah.

Analisis SWOTStrength (Kekuatan) Mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan topeng dari daerah lain. Pengrajin memiliki sanggar tari topeng malangan yang mendukung pemasaran produk. Topeng malangan memiliki segmen pasar yang jelas sehingga tidak sulit untuk memasarkan produk. Pengrajin mampu memenuhi permintaan konsumen dalah hal keragaman jenis dan desain topeng.Weakness (Kelemahan) Keterbatasan pengrajin dalam pembuatan topeng malangan. Keterbatasan modal usaha. Kurangnya apresiasi dan bantuan dari pemerintah dalam hal kesenian topeng malangan.Opportunity (Peluang) Seringnya diadakan festival kesenian di Malang. Media massa yang berperan dalam pengenalan topeng malangan. Banyaknya permintaan dari luar negeri.Threat (Ancaman) Adanya pengrajin topeng malangan yang menggunakan bahan baku fiber glass sehingga produk di jual dengan harga yang lebih murah. Generasi muda kurang mengapresiasi kesenian topeng malangan. Usaha keluarga yang turun-temurun sewaktu-waktu dapat berhenti karena tidak adanya penerus yang berminat melanjutkan usaha ini.