5. Pemilahan Sampah

of 17 /17
TEKNIK PEMILAHAN SAMPAH By: Lita Darmayanti

Embed Size (px)

description

sampah

Transcript of 5. Pemilahan Sampah

Page 1: 5. Pemilahan Sampah

TEKNIK PEMILAHAN SAMPAH

By: Lita Darmayanti

Page 2: 5. Pemilahan Sampah

• Pemilahan merupakan proses yang

penting untuk mengembangkan

proses2 pengolahan sampah

selanjutnya.

• Sampah umumnya dikumpulkan

dalam keadaan tercampur

terutama dari rumah tangga /

domestik.

• Sampah bisa mengalami beberapa

kali pemilahan mulai dari rumah,

selama, dan setelah pengumpulan.

Page 3: 5. Pemilahan Sampah

Pemilahan dapat dilakukan:

• Manual

• Mekanikal : air separation, magnetic

separation, screening

Page 4: 5. Pemilahan Sampah

Pemilahan Manual• Tidak memerlukan preprocess

• Dapat dilakukan: di rumah (sumber), stasiun

transfer, tempat pengolahan, atau tempat

pembuanngan.

• Jumlah dan tipe yang dipilah tergantung pada

lokasi dan permintaan pasar.

• Tipikal komponen

Dari rumah: koran, aluminium, dan kaca.

Dari komersil dan industri: karton, kertas

kualitas bagus, metal, dan kayu.

Dari stasiun transfer dan TPA: metal, kayu, dan

barang2 yang besar.

Page 5: 5. Pemilahan Sampah

Air SeparationDigunakan untuk memisahkan bahan organik dan ringan (light

fraction) dari bahan anorganik yang lebih berat (heavy fraction).

Mencakup pemisahan produk kertas, material plastik, dan bahan

organik yang ringan lainnya dari proses shredding sampah.

1. Tipe Luncuran Konvensional

• Sampahdimasukkan dalam luncuran

vertikal.

• Aliran udarabke atas digunakan

untuk mengangkat material yang

ringan, yang berat turun ke bawah.

• Persentase pemisahan tergantung

pada: jumlah (loading rate) sampah

debit aliran udara, luas melintang

luncuran.

• Rotary air-lock diperlukan jika yang

dimasukkan adalah sampah yang

telah dipotong2.

Page 6: 5. Pemilahan Sampah

2. Pemisah Udara Zigzag

• Terdiri dari kolom vertikal dengan

deflektor zigzag tempat

melewatkan udara dengan

kecepatan tinggi.

• Sampah yang sudah dipotong2

dimasukkan dengan debit

tertentu pada bagian atas dan

udara dari bagian bawah.

• Ketika sampah dimasukkan bagian

yang ringan akan terfluidisasi ke

atas sedangkan yang berat turun

ke bawah.

• Dengan desain chamber yang

tepat, kecepatan udara dan

kecepatan influen yang pas

pemisahan dapat dilakukan

dengan baik.

Page 7: 5. Pemilahan Sampah

3. Tipe Vibrator

Pemisahan bagian ringan dengan 3

aksi.

i. Vibrasi, membantu memisahkan

heavy dan light material yang

masuk,

ii. Efek inersia dari udara yang

dimasukkan pada bagian inlet

akan mempercepat pemisahan,

iii. Injeksi udara fluidisasi dengan

kecepatan tinggi yang akan

mengubah arah bagian yang

ringan ke atas dan dikeluarkan

melalui ‘exhaust air’.

Tipe ini agak sedikit sensitif

terhadap ukuran partikel.

Keuntungannya: tidak memerlukan

inlet air-lock.

Page 8: 5. Pemilahan Sampah

• Alat yang lengkap seperti gambar.

• Diperlukan lebih banyak conveyor.

• Sebelum udara dikeluarkan dari

siklon harus dilengkapi dengan alat

penyisih debu.

• Atau udara tersebut diresirkulasi.

• Untuk mensuplai udara bisa

digunakan blower tekanan rendah

atau fan.

• Bagian yang berat dikirim ke TPA

atau tempat pengolahan

selanjutnya.

• Bagian yang ringan bisa dikirim

atau masuk ke pemotong

selanjutnya sebelum disimpan

untuk digunakan sebagai bahan

bakar atau dibuat kompos.

Page 9: 5. Pemilahan Sampah

Faktor2 yang mempengaruhi pemilihan alat pemisah

udara:

1. Karakteristik sampah yang telah dipotong2: ukuran

partikel, gradasi, bentuk, kadar air, kecenderungan

untuk menggumpal, dan kandungan serat.

2. Spesifikasi material untuk bagian yang ringan.

3. Metoda pemindahan sampah dari shredding ke unit

pemisah udara dan inlet sampah ke ‘air separator’.

4. Desain separator: rasio solid udara (lb solid/lb udara),

kecepatan fluidisasi (ft/mnt), kapasitas unit (lb/jam),

total airflow (ft3/mnt), dan pressure drop (inch air).

5. Karakteristik operasional: kebutuhan energi,

pemeliharaan khusus dan rutin, kesederhanaan

operasi, kinerja yang sudah terbukti, kebisingan,

kontrol polusi udara dan air.

6. Tempat: luas dan tinggi alat, akses, kebisingan, dan

keterbatasan lingkungan lainnya.

Page 10: 5. Pemilahan Sampah

Magnetic Separator• Digunakan untuk mengambil kembali material besi

dari sampah.

• Digunakan setelah pemotongan dan sebelum

pemisahan udara atau setelah pemotongan dan

pemisahan udara.

• Pada pengolahan sampah dengan insinerator, sistem

pemisahan agnetik digunakan untuk menyisihkan

material besi dari residu pembakaran.

• Magnetic separator juga banyak digunakan di landfill.

• Penempatan alat tergantung pada tujuan yang

dikehendaki: sebagai pengurang proses pemotongan,

tingkat kemurnian produk, dan efisiensi recovery.

Page 11: 5. Pemilahan Sampah

Peralatan Magnetic Separation

Page 12: 5. Pemilahan Sampah

Faktor2 yang mempengaruhi pemilihan peralatan magnetic

separator:

1. Lokasi dimana material ferrous akan dipisahkan dari solid.

2. Karakteristik sampah yang dipisahkan: kandungan ferrous,

tingkat kompaksi, kecenderungan sampah untuk

menggumpal, ukuran, dan kandungan air.

3. Peralatan yang digunakan untuk memasukkan sampah ke

separator dan untuk menyisihkan sampah yang sudah

dipisahkan.

4. Karakteristik desain separator: loading rate (lb/jam),

efisiensi pemisahan, kecepatan putaran drum (rotasi/mnt),

kekuatan magnet, tipe pendingin magnet (minyak atau

udara), kecepatan conveyor, dan konstruksi material.

5. Karakteristik operasional: kebutuhan energi, perawatan

rutin dan khusus, kesederhanaan operasi, kinerja yang

terbukti, kebisingan, kontrol polusi udara.

6. Tempat: luas dan tinggi alat, akses, kebisingan, dan

keterbatasan lingkungan lainnya.

Page 13: 5. Pemilahan Sampah

Screening• Digunakan untuk memisahkan sampah yang

tercampur dengan satu atau lebih permukaan

screening.

• Screening bisa dilakukan secara kering

maupun basah.

• Digunakan sebelum dan sesudah pemotongan

dan setelah melewati pemisah udara baik

untuk bagian yang light maupun heavy.

Page 14: 5. Pemilahan Sampah
Page 15: 5. Pemilahan Sampah

Faktor2 yang mempengaruhi pemilihan peralatan

screening:

1. Spesifikasi material hasil screening

2. Lokasi screening dan karakteristik sampah yang

discreening: ukuran partikel, bentuk, densitas, dan

kandungan air; distribusi ukuran

partikel;kecenderungan untuk mengumpal.

3. Karakteristik desain screen: material konstruksi,

ukuran bukaan screen, konfigurasi bukaan screen, luas

permukaan total, kecepatan getaran (kali/mnt) untuk

tipe vibrator, kecepatan putaran (rotasi/mnt) untuk

rotary drum, loading rate (lb sampah/ft2/jam), dan

panjang.

4. Efisiensi pemisahan

5. Karakteristik operasional: kebutuhan energi,

perawatan rutin dan khusus, kesederhanaan operasi,

kinerja yang terbukti, kebisingan, kontrol polusi udara.

6. Tempat: luas dan tinggi alat, akses, kebisingan, dan

keterbatasan lingkungan lainnya.

Page 16: 5. Pemilahan Sampah

Efektifitas screen dapat dihitung dari jumlah

material yang direcovery dan rejeksi:

100(%)cov f

u

Fw

Uweryre

Dimana:

U : berat material yang melewati drum (underflow), lb/jam

F : berat material yang masuk screen (inlet) (lb/jam)

wu : fraksi berat material yang diinginkan dalam underflow

wf : fraksi berat material yang diinginkan pada inlet

Efektifitas = recovery x rejection

Rejection = 1 – recovery material yang tidak diinginkan

f

u

wF

wUrejection

1

11

1001

11%

f

u

f

u

wF

wU

Fw

UwsEfektifita

Page 17: 5. Pemilahan Sampah

Contoh soal

Sampah sebanyak 100 ton/jam akan dilewatkan pada sebuah

rotary screen untuk menyisihkan bagian kacanya. Diketahui

dari percobaan berat sampah pada underflow adalah 10

ton/jam dan berat kaca pada underflow 7,2 ton/jam. Jika

sampah tersebut mengandung 8% kaca, tentukanlah

persentase recovery, rejeksi, dan efektivitasnya.

Penyelesaian:

1. Tentukan fraksi berat kaca dalam

sampah, wf

2. Tentukan fraksi berat kaca pada

underflow, wu

3. Tentukan efisiensi recovery

4. Tentukan rejeksi

5. Tentukan efektivitas