10 Pemain Terbaik Italy Sepanjang Masa

Click here to load reader

  • date post

    18-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Liga Italia adalah salah satu liga sepakbola paling bergengsi di dunia. Persaingan yang ketat antar tim dalam liga domestik maupun Liga Champion, membuat para pemain asli Italia makin terasah dan membuat liga sepakbola mereka makin harum namanya.Dari sekian banyak pemain bagus dari negeri pizza tersebut, berikut adalah 10 Pemain Terbaik Sepakbola Italia Sepanjang Masa sepanjang masa oleh publik sepakbola dunia.Sumber : http://kumpulan-berita-unik.blogspot.com/2014/05/pemain-terbaik-sepakbola-italia.html#ixzz3aT6RTq00

Transcript of 10 Pemain Terbaik Italy Sepanjang Masa

10 Pemain Terbaik Italy Sepanjang MasaBy Bolatotal, Jumat, 11/10/2013 15:13Share on facebook Share on twitter Share on email Share on print More Sharing Services 3

Mencari sepuluh pemain terbaik dalam sebuah tim nasional bukanlah hal yang mudah. Apalagi ketika timnas yang akan saya angkat adalah sebuah tim yang telah menjuarai Piala Dunia sebanyak empat kali. Tentu sudah banyak sekali pemain bintang bertaburan di tim tersebut.Kebintangan dan popularitas yang mereka raih tidak semata-mata hanya karena paras tampan ataupun secara beruntung berada di tim juara. Namun mereka meraihnya karena mereka memiliki skill diatas rata-rata pemain lainnya.

1. Giuseppe MeazzaMungkin banyak dari kalian yang terkejut ada nama sebuah stadion disini. Padahal justru kalian yang harusnya tahu bahwa nama stadion Giuseppe Meazza diambil dari seorang pemain legendaris Italy. Para penggemar sepakbola disana bahkan banyak yang menganggap bahwa Meazza adalah pemain terbaik Italy sepanjang masa.Seperti yang kita ketahui, dua dari empat bintang di logo Federazione Italiana Giuoco Calcio didapatkan pada tahun 1934 dan 1938. Dan Meazza adalah bintang lapangan di masa itu. 33 gol yang ia bukukan selama berkostum Gli Azzurri merupakan bukti betapa mengerikannya ia ketika sudah memegang bola.Pamor Meazza bagi warga Italy sudah hampir setara dengan pamor Pele bagi warga Brazil.2. Paolo RossiApabila striker utama Italy pada Piala Dunia 1934 dan 1938 adalah Giuseppe Meazza, maka Paolo Rossi adalah bintang utama ketika mereka berhasil menjuarai Piala Dunia 1982. Pemain yang namanya melesat ketika bermain bagi Vicenza ini adalah bukti nyata pepatah From Zero To Hero.Menjadikan Piala Dunia 1982 sebagai ajang comeback setelah diskors dua tahun akibat skandal pengaturan skor Totonero, ia mengawalinya dengan cibiran. Namun pada akhirnya, ia dianggap sebagai pahlawan setelah hat-tricknya melawan Socrates dan Zico dari Brazil, brace nya melawan Polandia di babak semifinal, serta satu gol nya ke gawang Jerman Barat di babak final membuat dirinya pulang membawa trofi Jules Rimet dan gelar top scorer.Tak lama berselang, ia meraih Ballon dOr.3. Dino ZoffSebelum Gianlugi Buffon memonopoli posisi penjaga gawang timnas Italy, adalah Dino Zoff yang menguasai zona tersebut. Tak ada satupun kiper yang mampu merebut posisi tersebut ketika Zoff masih dalam era jaya nya.Mantan kiper Juventus ini sendiri memang tidak perlu lagi diragukan kapasitasnya. Ia berada di posisi ketiga sebagai kiper terbaik abad ke-20 (dibawah Lev Yashin dan Gordon Banks) berdasarkan rilisan polling IFFHS. Selain itu, ia juga turut andil dalam kemenangan Italy ketika menjadi kapten tertua yang mengangkat trofi Piala Dunia 1982. Umurnya ketika itu mencapai kepala empat!Salah satu rekor yang membuatnya sangat disegani adalah ketika ia menjaga gawangnya dari kebobolan selama 1142 menit.4. Giacinto FacchettiSebagai tim yang terkenal dengan pertahanannya, Giacinto Facchetti bisa dibilang adalah salah satu pemain yang secara riil menggambarkan hal tersebut. Awalnya saya sempat bingung antara memilih Facchetti atau Franco Baresi, namun setelah melihat peran lebih yang ia miliki, akhirnya jadilah pilihan itu jatuh kepada pemain yang besar bersama Internazionale Milan ini.Facchetti adalah seorang bek tangguh yang menjadi awal mula keberadaan peran attacking full-backs. Kehebatannya dalam bertahan maupun membantu serangan membuat orang-orang yang ketika itu tidak percaya akan role ini pada akhirnya harus mengakui kemampuan Facchetti.70 kali memegang ban kapten, Facchetti merupakan bagian penting ketika Italy menjuarai EURO 1968. Sayang pada Piala Dunia 1970, ia harus bertemu Brazil yang begitu perkasa bersama Pele dan Jairzinho.5. Luigi RivaLuigi Riva adalah top skorer sepanjang masa timnas Italy. Jadi bagaimana mungkin saya tidak memasukkan namanya ke dalam daftar ini?Pemain yang seangkatan dengan Giacinto Facchetti ini juga menjadi salah satu ornament penting ketika Italy menjuarai EURO 1968. Hebatnya, ia mengalami patah kaki kiri dua tahun sebelum turnamen itu berlangsung. Bahkan setelah Piala Dunia 1970, ia kembali harus mengalami patah kaki kanan.Namun cedera parah yang ia alami tak akan mengubah fakta bahwa ia mencetak 35 gol dari 42 penampilannya bersama timnas Italy.6. Andrea PirloSaya meragukan ada orang yang meragukan kualitas Andrea Pirlo. Ya, anda tidak salah baca kalimat dan saya juga tidak salah menulis kalimat.Pirlo memang sudah mencuat semenjak ia berhasil membawa Italy U21 menjuarai EURO U21 pada tahun 2000. Menjabat sebagai kapten, ia juga menyudahi turnamen sebagai top scorer. Kemampuan terbaiknya muncul ketika ia membawa Italy menjuarai Piala Dunia 2006. Berkat performanya yang menawan, ia berhasil menjadi pemain terbaik ketiga di turnamen tersebut.Tak bisa dipungkiri, Pirlo adalah salah satu (jika anda tidak setuju saya menyebutnya sebagai yang nomor satu) deep-lying playmaker terbaik yang pernah dimiliki Italy.7. Francesco TottiSang anak emas, Francesco Totti tidak akan pernah bisa lepas dari masa kejayaan tim nasional Italy ketika menjuarai Piala Dunia 2006. Berkat perannya sebagai trequartista, Gli Azzurri sukses menambah bintang pada logo Federazione Italiana Giuoco Calcio.Citranya sebagai bintang di lapangan juga tak lepas dari kesetiaanya bersama AS Roma. Sang Pangeran tetap berseragam Roma meski kesulitan mendapatkan gelar juara. Pada akhirnya, loyalitas yang ia miliki inilah yang membuatnya disegani dan dicintai oleh segenap kawan, lawan, dan suporter di seluruh Italy.Salah satu bukti nyata betapa hebatnya seorang Totti adalah ketika ia memutuskan pensiun di tahun 2007. Efek kepergiannya terasa sangat nyata setelah pada Piala Dunia 2010, Italy harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat hanya menjadi juru kunci pada babak penyisihan grup. Diego Maradona, Fabio Cannavaro, dan Gianluigi Buffon menilai ketidakberadaan pemain yang sanggup menggantikan kreatifitas yang dimiliki Totti adalah salah satu penyebabnya.8. Fabio CannavaroTidak ada yang bisa memungkiri bahwa Fabio Cannavaro adalah salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki oleh Italy. Bahkan kalau mau melihat fakta bahwa ia merupakan satu-satunya bek asal negara Benito Mussolini yang pernah mendapatkan Ballon dOr, rasanya tidak salah jika ada yang berkata bahwa ia adalah bek terbaik Italy pada masa jayanya.Kemampuannya di lini belakang memang tidak bisa lagi dibantah. Sesuai julukannya, Muro di Berlino, ia benar-benar membuat pertahanan Italy menjadi sangat sulit untuk ditembus. Jangan juga lupakan bahwa ia adalah orang pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia di Berlin.Oh jangan lupakan bahwa Canna adalah pemegang rekor penampilan terbanyak bersama Gli Azzurri.9. Alessandro Del PieroSatu lagi golden boy yang namanya akan selalu melekat di hati setiap warga Italy. Alessandro Del Piero adalah salah satu ikon kehebatan Italy yang tak akan pernah lekang di makan zaman.Sama hal nya dengan Francesco Totti, kesetiaannya bersama Juventus membuatnya disegani dan dihormati oleh semua pihak. Bahkan rival terbesar Juve pun akan angkat topi untuk pemain yang satu ini. 27 gol dari 91 pertandingan membuat pemain yang telah berpartisipasi di tujuh turnamen internasional bersama timnas Italy ini menduduki peringkat keempat bersama Roberto Baggio sebagai pencetak gol terbanyak.10. Paolo MaldiniSeandainya saja Paolo Maldini sempat mengangkat piala bersama timnas Italy, maka saya yakin ia akan dinobatkan sebagai bek terbaik Italy sepanjang masa. Namun ternyata tanpa satupun gelar yang ia raih bersama tim nasionalnya, ternyata masih banyak yang mengakui kehebatan pemain yang menjadi ikon AC Milan ini.Meski hanya mampu membawa Italy menjadi runner-up di Piala Dunia 1994, namanya akan selalu terkenang sebagai kapten terbaik yang pernah dimiliki oleh Italy. Setidaknya, 74 caps sebagai kapten membuktikan bagaimana hebatnya karisma dan kemampuan yang ia miliki di dalam ataupun di luar lapangan.