Bedah Buku Novel Filsafat DuniaSophie · takdir manusia T a k d i r? Ahmad Fitroh, S.H.I Filsafat...

Post on 03-Mar-2019

265 views 5 download

Transcript of Bedah Buku Novel Filsafat DuniaSophie · takdir manusia T a k d i r? Ahmad Fitroh, S.H.I Filsafat...

Dunia SophieJostein Gaarder

Democritus & Takdir

Sisi Lain Belajar Filsafat

Bedah Buku Novel Filsafat

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Democritus460 – 370 SM

…”mainan yang paling cerdik di dunia”…

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

LEGO…”Lego mainan yang paling cerdik di dunia”…

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

LEGOMudah Disusun

Meski Berbeda-

beda, Tetap

COCOK

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

LEGO

Tidak Mudah Pecah

Tampak

Sama

Cemerlang

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

LEGO

Membangun berbagai aneka bentuk

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie….

Lego, Bermain,

Kesenangan, Belum

Dewasa, Eksperimen

Filsafat

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Democritus:

“ Perubahan-perubahan alam karena

kenyataan berubah, segala sesuatu

dibuat dari balok-balok tak terlihat yang

sangat KECIL, KEKAL, ABADI. Ia disebut

dengan ATOM. “

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

ATOM

Tidak dapat dipotong

Keras dan Padat

Tidak Sama

Beraneka Ragam

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

ATOM

Terurai dan DapatDigunakan Lagi

Memiliki “Kait” dan“Mata Kait”

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

“Balok-balok alam pasti kekal,

sebab tidak ada sesuatu yang

muncul dari ketiadaan”-Democritus-

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Atom hidrogen dalam sel hidungku

pernah menjadi bagian dari belalai

seekor gajah.

Atom karbon di otot jantungku

pernah berada di ekor

dinosaurus.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sekarang…

Ilmuan sudah membagi atom

menjadi PROTON, NEUTRON,

ELEKTRON.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Dulu…Democritus tidak punya peralatan

elektronik yang canggih dan

modern, ia hanya mengandalkan

otaknya saja.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Democritus

Tidak Percaya pada

KEKUATAN dan JIWA

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Democritus

MATERIALIS

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Democritus

Jiwa tersusun dariatom-atom jiwayang halus dan

bulat

Jika kitamerasakansesuatu, itu

karena gerakanatom di angkasa

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie pun bingung….

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

T a k d i r…”peramal” berusaha untuk meramalkan sesuatu yang

benar-benar tidak dapat diramalkan”…

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie membaca surat yang di dalamnya berisi

pertanyaan-pertanyaan:

Apakah kamu PERCAYA pada

TAKDIR?

Apakah PENYAKIT itu

HUKUMAN dari para dewa?

Kekuatan apa yang MENGATUR

jalannya SEJARAH?

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Astrologi

dipercaya bisa

mengetahui isi

takdir manusia

T a k d i r?

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Hari Jumat

tanggal 13

DIPERCAYA

sebagai hari

sial.

T a k d i r?

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Seekor kucing

hitam yang

melintasi jalan

kita

DIPERCAYA

membawa sial.

T a k d i r?

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie

mendengar

banyak hotel

tidak memiliki

kamar

bernomor 13.

T a k d i r?

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

T a k d i r?

Takhayul?

atau

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Penyakit hukuman para dewa?

Kita percaya bahwa DOA

dapat MENYEMBUHKAN.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Mengenai siapa yang mengatur jalannya sejarah,

Sophie masih bingung….

Jika Tuhan atau Takdir berarti manusia

tidak mempunyai kehendak bebas.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie menulis surat untuk filosuf

misterius….

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Mengenai filosuf misterius itu, ibunya Sophie selalu

mempertanyakannya kepada Sophie….

Karena Sophie menganggap bahwa ibunya mempertanyakantentang sosok “pria” yang membawa “cinta” ke hadapan

Sophie….

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat IlmuSophie belum tidur, ia menanti sang filosuf misterius itu hingga

larut malam….

Lalu, filosuf

misterius pun

datang….

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Keesokan harinya….

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie membaca surat…

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Yunani Kuno telah lama

mempercayai FATALISME terkait

masalah KESEHATAN dan POLITIK.

*Fatalisme ialah paham seseorang

dianggap sangat putus asa dalam segala

hal. Seseorang sudah dikuasai oleh NASIB

dan tidak bisa merubahnya.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

RAMALAN:Membaca nasib melalui kartu atau

telapak tangan.

Meramal masa depan melalui bintang-bintang.

Meramalkan keberuntungan melaluicangkir kopi (Norwegia).

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Peramal di Delphi

Apollo berbicara melalui Pythia….

*Apollo dewa peramal.

*Pythia pendeta wanita.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sejarah Pengobatan

Orang Yunani percaya bahwa

penyakit berasal dari dewa-dewa.

Kini, orang percaya bahwa AIDS

adalah hukuman dari Tuhan. Kini,

orang percaya doa bisa

menyembuhkan penyakit.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sejarah Pengobatan

Hippocrates (460 SM), pendiri ilmu

pengobatan Yunani, mengajarkan

bahwa jalan menuju kesehatan

bagi setiap individu adalah melalui

sikap moderat, keselarasan, dan

jiwa yang sehat di dalam badan

yang sehat.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sejarah Pengobatan

Gagasan Hippocrates:Dokter harus mempraktekkan ilmu pengebotana

sesuai aturan-aturan etika tertentu.

Dokter tidak boleh memberi orang yag sehat resep

narkotika.

Dokter harus menjaga kerahasiaan profesi.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Hippocrates mengajarkan murid-muridnya mematuhi sumpah

‘dokter’

Sejarah Pengobatan

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

Sophie pun terbangun dari tidurnya.. seolah-olah ia

bermimpi, tapi ia sadari ternyata tidak….

Sophie menemukan sebuah selendang sutra

berwarna merah bertuliskan nama HILDE.

Siapakah HILDE? Tanya Sophie.

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

“Kesempurnaan manusia terletak padaketidaksempurnaan sebagai manusia.” –elsyamra-

Ahmad Fitroh, S.H.I

Filsafat Ilmu

TERIMA KASIH

Referensi :

Jostein Gaarder, Dunia Sophie: Sebuah Novel Filsafat, Bandung: Mizan, 2006. Cet. Ke-18. Hal. 58-73