Ainur Pujianti - Akibat Kepadatan Penduduk

Post on 27-Jul-2015

60 views 2 download

Transcript of Ainur Pujianti - Akibat Kepadatan Penduduk

AKIBAT KEPADATAN PENDUDUK

1. MELUASNYA KAWASAN KUMUH

Ainur PujiantiS1 Kesehatan Masyarakat

2015

2. KEBUTUHAN AIR BERSIH MENINGKAT

Kepadatan penduduk beberapa negara

Link >> Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi, 2000-2013

1. MELUASNYA KAWASAN KUMUH

a. Pengertian Kawasan Kumuh

• Kawasan Kumuh ( Slum Area ), yaitu suatu kawasan pemukiman / bukan kawasan pemukiman yang dijadikan sebagai tempat tinggal yang bangunannya berkondisi substandar atau tidak layak yang dihuni oleh penduduk miskin yang padat.

• Lokasi: pinggiran sungai, di pinggir rel kereta api, tanah-tanah kosong di sekitar pabrik atau pusat kota, dan di bawah jembatan.

• Kepadatan penduduk 250 - 400 jiwa/ha.

b. Data Kawasan Kumuh di indonesia

• Menurut data BPS 2009, kawasan kumuh ( Slum Area ) di Indonesia tercatat seluas 57.800 hektar pada tahun 2009. Angka ini naik dari tahun 2004 yang luasnya 54.000 hektar. Dalam rentang lima tahun, kawasan kumuh ( Slum Area ) bertambah menjadi 3.800 hektar.

• Berdasarkan data BPS 2008, terdapat 26,9 juta unit rumah yang tidak layak huni di Indonesia, baik yang semi permanen maupun tidak permanen. Jumlah rumah yang tidak terlayani air bersih sebanyak 9,7 juta unit.

• Sedangkan rumah yang tidak mendapatkan listrik sebanyak 3,9 juta unit dan yang tidak terlayani jamban sebanyak 10,5 juta unit.

Sebaran Kawasan Permukiman Kumuh di Indonesia

c. Analisis kawasan Kumuh

Aspek kesehatan: Tidak memenuhi kriteria rumah sehat, resiko penyakit berbasis lingkungan, penurunana kualitas lingkungan, terganggunya psikologi anak.

Aspek fisik: sarana dan prasarana fisiknya seperti suplai air bersih, sanitasi, listrik, tata bangunan yang tidak teratur, jalan lingkungan yang buruk

Aspek Sosial : resiko kejahatan & penggusuran, tidak mempunyai kepemilikan tanah (tanah ilegal)

Aspek kebencanaan : rawan bencana banjir dan kebakaran

Aspek pendidikan: pendidikan rendah Aspek ekonomi: penduduk dengan pendapatan

rendah (pekerja/buruh/pemulung/pengemis).

d. Strategi penanganan kawasan kumuh:

Untuk menata kawasan kumuh ( Slum Area ) yang paling diperlukan adalah : a.perumahan dan pengendalian alih fungsi,b.memperbaiki & memeliharaan kondisi

lingkungan, c. pemugaran kondisi bangunan.

2. Kebutuhan air bersih meningkat

Pengertian air bersih

• Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dimanfaatkan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

• Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat.

• Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan.

• Penggunaan air bersih sangat penting untuk komsumsi rumah tangga, kebutuhan industri dan tempat umum.

• Di daerah perkotaan, sistem penyediaan air bersih dilakukan dengan sistem perpipaan dan non perpipaan. Sistem perpipaan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sistem non perpipaan dikelola oleh masyarakat baik secara individu

maupun kelompok.

• Peningkatan kebutuhan air bersih ini disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk, peningkatan derajat kehidupan warga serta perkembangan kota/kawasan pelayanan ataupun hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan kondisi sosial ekonomi warga.

• Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi pada 2015 jumlah penduduk Indonesia melonjak menjadi 247,5 juta jiwa. Jumlah tersebut mengakibatkan pemenuhan kebutuhan air meningkat menjadi 9.391 miliar meter kubik atau naik 47 persen dari tahun 2000. Padahal ketersediaan air cenderung menurun setiap tahunnya.

• Di Pulau Jawa, misalnya, ketersediaan air hanya 1.750 meter kubik per kapita per tahun, jauh di bawah standar kecukupan yaitu 2.000 meter kubik per kapita per tahun. Jika hal ini tidak ditanggulangi, dipastikan Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih pada 2020. (Ruzardi, 2007)

Ketersediaan Air Bersih

• Meskipun 2/3 dari luasan bumi berupa air, namun tidak semua jenis air dapat digunakan secara langsung. Oleh karena itu persediaan air bersih yang terbatas dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industri, untuk memenuhi kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan sebagainya. Jumlah penduduk yang meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan.

• Pembuatan sumur artesis untuk keperluan industri dan kompleks perumahan mengakibatkan sumur-sumur tradisional mengering. Selain itu, kawasan pemukiman padat penduduk sering hanya menyediakan sedikit kawasan terbuka sebagai daerah serapan air hujan. Kawasan yang tertutup rapat oleh aspal dan beton membuat air tidak dapat meresap ke lapisan tanah, sehingga pada waktu hujan air hanya mengalir begitu saja melalui permukaan tanah. Akibatnya cadangan air di dalam tanah semakin lama semakin berkurang sehingga pada musim kemarau sering kekurangan air bersih

Penyebab berkurangnya sumber air bersih

• eksploitasi secara besar-besaran terhadap air tanah yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, pengusaha laundry, dan bangunan tinggi lainnya.

• pembangunan gedung-gedung yang tidak mematuhi perbandingan lahan yang terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah.

UPAYA PENANGANAN KEBUTUHAN AIR BERSIH

1) Pengaturan pemanfaatan air tanah yang disertai dengan pengawasan yang ketat, misalnya mengawasi penggunaan air tanah oleh perusahaan cuci kendaraan, agar penggunaannya tidak jor-joran dan melebihi kapasitas;

2) Pemberian surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) harus disertai kewajiban penyediaan lahan terbuka yang diperuntukkan bagi penyerapan air hujan ke dalam tanah;

3) Kewajiban memperbaiki kualitas dan mengembalikan tata guna air sesuai pemanfaaatan sebagaimana yang telah dimanfaatkan oleh setiap pengguna air;

4) Setiap bangunan harus diwajibkan membuat sumur resapan sehingga dapat meningkatkan cadangan air tanah, yang manfaatnya akan sangat dirasakan jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan;

5) Mewajibkan setiap pemilik bangunan untuk menyediakan lahan untuk menanam pohon yang dimaksudkan untuk menyimpan sebagian air resapan, selain tentunya untuk menyerap polusi udara dan memberi keteduhan.

6) Memberdayakan partisipasi masyarakat perkotaan untuk dapat bertindak secara bijak dalam hal pemanfaatan air tanah untuk keperluan yang penting saja.

TERIMAKSIH