Download - Kuliah Interaktif Jumat 20 Feb 15

Transcript

Jumat , 20 Februari 2015

Adaptasi seluler, penyakit dan kematian sel Ibu Hening p.syahrin Mengapa butuh adaptasi? Jika teori Roy, teori adaptasi Karena harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Adaptasi fisiologi normal biasanya respon sel normal karena adanya perubahan hormonal. Biasanya terjadi pada wanita, ketika hamil, menstruasi, persiapan pembentukan asi. Oksitosin membantu pengeluaran asi. Adaptasi patologis, sel perlu bertahan karena dia berada dibawah tekanan dan di bawah trauma, contohnnya sel yang kekurangan oksigen , misalnya ada trombus atau embolis, shingga terjadi nekrosis, infark, dan sel tersebut akan mati karena kurang oksigen. Nekrosis terjadi karena hipoksia (kurang oksigen).

Adaptasi sel meliputi : pertumbuhan sel, pertambahan jumlah, berdiferensiasi (berkaitan dengan fungsi) Adaptasi sel :1. HyperplasiaPeningkatan jumlah sel bukan ukurannyaFisiologis : epitel kelenjar mamae wanita, saat hamil, saat pubertas. Biasanya berjalan seiringan dengan hipertrofi.Mekanisme patologis : stimulasi hormon berlebihan yang memperngaruhi pertumbuhan sel target.2. HipertrofiPeningkatan ukuran, tidak bertambah jumlah selContoh : hipertofi ventrikel kiri, ke seluruh tubuh. ventrikel kanan ke paru-paru. Adanya tenaga yang berlebihan sehingga ukuran organ membesar bisa menyebabkan hipertensi. Teori florence, upayakan prose fisiologisnya. Physiologis : pertumbuhan uterus saat hamil, dirangsang oleh hormon esterogen. Bisa karena peningkatan kerja berat, hormon, stimulasi faktor pertumbuhan. Hipertrofi dan hiperplasia ada hubungan. BPH / HP.3. AtrofiPenurunan ukuran sel, pada sel parenkim di dalam organ, bisa saj jumlahnya juga berkurang. Jika tidak dipakai, maka akan mengecil. Mengalami penurunan fungsi, bisa saja terjadi oleh orang tua. Orang yang setelah menyusui. Setelah melahirkan uterus akan mengecil. Penyebab : suplai darah turun, stimulus saraf kurang, stimulasi endokrin hilang, berkurangnya nutrisi, karena tidk digunakan. Walaupun mengecil, tetapi dia tidak mati. Beda dengan nekrosis, mati. Atrofi bisa balik lagi dengan banyak latihan. 4. MetaplasiaPerubahan reversible, pada sel dewasa diganti dengan sel dewasa yang tipenya beda. Contoh : perubahan pada ductus ekskretori, (batu empedu) sehingga terjadi perubahan bentuk epitel dari komunar ke squamosa. Sehingga banyak lendir. Penyebab metaplasia : pada perokok, sel epitel di saluran pernafsan harusnya columnar bersilia, namun berubah menjadi squamosa bertingkat. Nutrisi juga mempengaruhi. Celllular injury : terjadi karena sel sudah tidak bisa beradaptasi lagiKarena kurang nitrogen dan nutrisi, biasanya di ujung2, infeksi, respon imun, respon fisika dan kimia. Kematiannya tergantung pada beratnnya dan lamanya. 1. Hipoksia Kurangnya oksigen. Penyebab gangguan respirasi dan respirasi oksidatif . di tinggkat mitokondria. Termasuk faktor : A. Ischemia, kekurangan suplai darah dari arteri, atau penurunan drainase vena. Lama kelamaan menyebabkan infark. B. Kurangnya oksigen yang dibawa darah (anemia). Disfungsi hemoglobin, contohnya keracunan CO.C. Interferensi dengan rantai repiratori / oksidative, contohnya keracunan sianida. Bagaimana hipoksia menyebabkan trauma sel? Karena O2 merupakan kebutuhan utama sel, bisa mneyebabkan fosforilasi oksidasi, glikolisi anaerob yang menghasilkan asam laktat dan menurunkan pH. Physical and mecanical injury :1. Suhu extreme2. Perubahan tekanan atmosfereTerbentukya gas emboli memblok sirkulasi dan menyebabkan ischemic injury. Terjadi pada penyelam. 2 prinsip dasar morfologi kematian sel 1. Nekrosis : kematian patologis2. Apoptosis : kematian patologis daan fisiologis. Tapi seringanya fisiologis. Mengeliminasi sel yang tidak berguna, jika tidak mati bisa menyebabkan tumor. Apoptosis tidak aada reaksi peradangan karena bukan patologisi.Apabila apoptosis tidak terjadi maka bisa menyebabkan sel CA. Merupakan proses normal.