Download - Illustrasi perumpamaan

Transcript

MAKAN SIANG BERSAMA TUHAN

Suatu saat seorang anak laki-laki kecil ingin sekali bertemu dengan Tuhan. Dia tahu itu adalah perjalanan yang panjang untuk bisa pergi ke rumah Tuhan, jadi dia berkemas memasukkan ke dalam tasnya kue dan enam kaleng minuman ringan, kemudian dia memulai perjalanannya.

Ketika dia sudah berjalan sekitar tiga blok, dia bertemu dengan seorang wanita tua. Wanita tua itu duduk di taman sambil menatap beberapa merpati di sana. Anak laki-laki kemudian duduk disampingnya dan membuka tasnya. Dia hendak mengambil minuman ringan untuk minum, ketika melirik ke arah wanita itu, dia melihat wanita itu terlihat lapar jadi anak itu menawarkan kuenya.

JANGAN MENGKAHIMI

"Istri saya sudah tuli, keluh seorang suami kepada dokter pribadinya. Saya harus bicara berkali-kali padanya, barulah ia mengerti.

Sang dokter lantas memberi usul: Bicaralah dengannya dari jarak sepuluh meter. Jika tak ada respons, coba dari jarak lima meter, lalu dari jarak satu meter. Dari situ kita akan tahu tingkat ketuliannya.

Si suami mencobanya. Dari jarak sepuluh meter, ia bertanya pada istrinya, Kamu masak apa malam ini? Tak terdengar jawaban.

Ia mencoba dari jarak lima meter, bahkan satu meter, tetap saja tak ada respons.

Akhirnya ia bicara di dekat telinga istrinya, Masak apa kamu malam ini?

Si istri menjawab: Sudah empat kali aku bilang: sayur asam! Rupanya, sang suamilah yang tuli.

Saat mengkritik orang lain, kita kerap kali tidak sadar bahwa kita pun memiliki kelemahan yang sama, bahkan mungkin lebih parah. Ada kalanya apa yang tidak kita sukai dari orang lain adalah sifat yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Kita belum bisa mengatasi satu kebiasaan buruk, kemudian jengkel saat melihat sifat buruk itu muncul dalam diri orang lain, sehingga kita memintanya untuk berubah.

Tuhan Yesus tidak melarang kita menilai orang lain secara kritis. Namun, janganlah membesar-besarkan kesalahan orang lain dengan mengabaikan kesalahan diri sendiri. Jika kita memakai standar atau ukuran tinggi dalam menilai orang lain, pastikan kita sendiri sudah memenuhi standar yang kita buat. Yang terbaik adalah introspeksi diri terlebih dulu sebelum memberi kritik kepada orang lain.

* * * * *

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. (Matius 7:1)