waspaisukabumi.files.wordpress.com …  · Web view(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib,...

of 43 /43
TAQWA KUNCI BAGI KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT QUR’AN SURAT AL-BAQOROH AYAT 1 - 5 A. Mari Belajar Alqur’an 1. Membaca Qs. Albaqoroh/2 : 1 - 5 2. Mari belajar mengartikan ayat a. Arti Harfiah/ Mufrodat Lapal Arti Lapal Arti Itulah dan (mereka) mendirikan Al-Kitab (Al-Quran) Salat tidak ada mereka menginfakkan Keraguan dengan apa yang Diturunkan kepada kamu Petunjuk dari sebelum kamu bagi orang-orang yang bertaqwa dan kepada Akhirat orang-orang yang mereka yakin mereka beriman Mereka itulah kepada yang Ghaib dari Tuhan mereka dan dari apa yang orang-orang yang beruntung kami rizqikan kepada mereka b. Terjemahan Ayat 1. Alif laam miim 2. Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. 4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Embed Size (px)

Transcript of waspaisukabumi.files.wordpress.com …  · Web view(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib,...

TAQWA KUNCI BAGI KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT

QURAN SURAT AL-BAQOROH AYAT 1 - 5

A. Mari Belajar Alquran

1. Membaca Qs. Albaqoroh/2 : 1 - 5

2. Mari belajar mengartikan ayat

a. Arti Harfiah/ Mufrodat

Lapal

Arti

Lapal

Arti

Itulah

dan (mereka) mendirikan

Al-Kitab (Al-Quran)

Salat

tidak ada

mereka menginfakkan

Keraguan

dengan apa yang

Diturunkan

kepada kamu

Petunjuk

dari sebelum kamu

bagi orang-orang yang bertaqwa

dan kepada Akhirat

orang-orang yang

mereka yakin

mereka beriman

Mereka itulah

kepada yang Ghaib

dari Tuhan mereka

dan dari apa yang

orang-orang yang beruntung

kami rizqikan kepada mereka

b. Terjemahan Ayat

1. Alif laam miim

2. Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa,

3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka.

4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

B. Kandungan Makna Qs. Al-Baqoroh: 1 5

1. Kata Alif lam mim termasuk huruf-huruf muqothoah. Huruf- huruf muqothoah ada empat belas huruf yang tersebar di 29 surat. Adapun huruf muqothoah itu terhimpun dalam kalimat (teks mulia yang bersifat pasti dan memiliki rahasia). Menurut para mufassir huruf muqothoah ini berguna untuk menarik perhatian pendengar (mukhatab) agar memperhatikan bahasan yang dikemukakan oleh Allah SWT. mengenai kedudukan Al-Quran, isyarat mengenai kemukjizatan Al-Quran, Al-Quran sebagai hujjah bagi ahli kitab, dan bahasan lain yang akan dikemukakan di dalam surah ini.

2. Al-Quran adalah kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw yang tidak diragukan lagi kebenarannya.Ia datang dari Allah SWT. hidayah dan petunjuk yang terkandungnya pun berasal dari Allah, termasuk kata-kata dan paramasastranya.

3. Al-Quran adalah pedoman hidup bagi orang-orang yang bertaqwa

4. Ciri-ciri orang-orang yang bertakwa berdasarkan suarat Al-Baqoroh ayat 1-5 antara lain sebagai berikut:

a. Meyakini adanya yang ghaib yaitu yakin akan adanya hal-hal yang diluar kemampuan indrawi yang didasari oleh dalil atau perasaan yang benar.

b. Mendirikan shalat yang sebenar-benarnya yaitu shalat yang memerlukan kekhusuan di dalam melakukan bagian-bagian shalat dan hati tertuju kepada pengawasan Sang Maha pencita seakan-akan pelaku salat melihat-Nya.

c. Menafkahkan sebagian rizqi yang telah dianugrahkan Allah dalam rangka mencari keridoan Allah, ungkapan rasa syukur, juga sebagai belas kasihan terhadap kaum miskin.

d. Meyakini kebenaran / beriman kepada Al Quran dan mengimani kitab-kitab sebelum Al Quran (Taurat, injil dan dan kitab samawi lainnya)

e. Meyakini akan datangnya hari akhir yaitu hari pembalasan terhadap amal perbuatan termasuk kejadian-kejadian yang ada didalamnya seperti hisab, mizan, sirat, surga dan neraka. Mengenai ciri- ciri orang yang bertaqwa yang lain banyak ayat yang menerangkannya. Diantaranya Qs. Al Araf/7: 201

5. Orang yang bertaqwa adalah orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah dan mereka orang-orang yang beruntung (akan dimasukan kedalam surga yang penuh dengan kenikmatan)

C. Mari Belajar menyalin/ menuliskan Qs. Al Baqoroh ayat 1- 5

Salinlah surat Albaqoroh ayat 1-5 ke dalam buku catatanmu! (tugas di rumah)

Sebelum menyalin surat di atas, perhatikan hal-hal berikut ini!

1. Telaah bentuk tulisan huruf, kata dan kalimat dengan teliti sehingga sesuai dengan struktur kalimat berikut artinya.

2. Telitilah perubahan huruf- huruf hijaiyah setelah dirangkai dengan huruf lain.

3. Perhatikan huruf-huruf yang harus ditulis tapi tidak dibaca.

4. Perhatikan huruf-huruf yang dibaca panjang dengan harakat panjang/fathah dan kasroh berdiri atau dlomah terbalik.

5. Lakukan/ latihlah secara berulang-ulang.

6. Sesekali guru bisa membimbing dengan imla untuk mengevaluasi hasil tulisannya.

BELAJAR BAHASA ARAB

KALIMAT ISIM

Kalimat di dalam Bahasa Arab itu setara dengan kata di dalam Bahasa Indonesiadan kalimat itu ada tiga, yaitu Kalimat Isim (Kata Benda/Noun), Kalimat Fiil (Kata Kerja/Verb), dan Huruf Maaniy (Huruf yang bermakna, karena di dalam Bahasa Arab itu huruf ada dua, yaitu huruf Maaniy yaitu huruf yang memiliki makna dan huruf Mabaniy yaitu huruf yang menjadi bangunan suatu kalimat/kata).

Isim adalah setiap kata yang merujuk ke orang/manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, sifat, atau makna lainnya yang tidak terkait dengan waktu. Ringkasnya, semua kata yang tidak termasuk dalam kata kerja dan "huruf" maka ia adalah isim. Contoh : (singa), (bulan) dan (kemerdekaan).

Fi'il adalah kata kerja, meskipun pada pelajaran yang lebih lanjut nantinya kita akan mengenali tidak semua fi'il kata kerja. Tetapi seluruh kata kerja sudah pasti fi'il.

Huruf yang dimaksud di sini bukan seluruh huruf hijaiyyah (dari alif, ba, ta dst) tetapi huruf yang dimaksud dalam ilmu nahwu shorof adalah huruf hijaiyyah yang memiliki arti, baik tersusun dari 1 huruf saja atau 2 huruf atau 3 huruf.

Pembagian Isim sangat banyak, diantaranya:

a. Berdasarkan jumlah, isim bisa dibedakan menjadi :

1. Isim mufrod (kata tunggal)

2. Isim tatsniyah/isim mutsanna (kata ganda)

3. Isim jama' (kata banyak atau lebih dari 2)

Ini perlu kita catat karena berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya membedakan kata tunggal dengan kata majemuk, maka bahasa adab ada kata tunggal, kata ganda dan kata jama'. Disebut dengan jama' dalam bahasa arab adalah kata yang lebih dari 2, kalau 2 disebut dengan kata ganda/isim tatsniyah/isim mutsanna.

b. Berdasarkan jenis, isim bisa dibagi menjadi isim mudazakkar dan isim muannats.

1. Isim mudzakkar itu artinya gentle/laki-laki

2. Isim muannats itu artinya feminin/perempuan

Ini adalah pembagian isim yang paling populer (berdasarkan jenis dan berdasarkan jumlah). Dan mengetahui ke 2 jenis pembagian ini wajib diketahui oleh seluruh pemula yang ingin mempelajari bahasa arab, insya Allah kita akan membahas lebih lanjut tentang pembagian isim menurut jumlah dan pembagian isim menurut jenis pada kesempatan yang akan datang.

Selain 2 jenis pembagian isim ini, ada satu jenis isim lagi yang harus kita pelajari sebagai pemula yakni isim dhomir atau kata ganti.

Ciri-ciri Isim

1. Tanwin, artinya setiap kata yang memiliki atau memungkinkan untuk di-tanwin (harakat akhirnya) maka ia adalah isim. Contoh: (rajulun= seorang laki-laki).

2. Adanya alif-lam, contoh: (al-kitabu = buku).

3. Terletak setelah huruf nida' (untuk memanggil). Contoh: (wahai/ya Muhammad). Setiap kata yang terletak setelah(wahai) maka ia adalah isim. Dalam Bahasa Indonesia pun demikian, setiap kata yang muncul setelah 'wahai' biasanya adalah kata benda (nama orang misalnya). Dan kata benda termasuk bagian dari isim.

4. Majrur, yang diantara tandanya adalah harakat kasrah. Majrur merupakan salah satu kekhususan yang dimiliki oleh isim. Majrur-nya isim bisa karena didahului oleh huruf jar, atau karena merupakan bentuk idhafah.

Contoh: (di atas pohon) merupakan bentukjar-majrur, adalah huruf jar, sedangkan (asy-syajarati) adalah isim yang karena didahului oleh huruf jar sehingga dibaca majrur dengan kasrah.

Untuk bentukidhafah, misalnya (ghushnusy-syajarati = ranting pohon). Kata adalah mudhaf, sedangkan mudhaf ilaih. Perlu diingat,mudhaf ilaih selalu majrur. Jika ada satu kata yang berfungsi sebagai mudhaf ilaih dan kata tersebut dapat langsung dimajrurkan (contoh: yang majrur dengan kasrah) maka ia adalah isim. Mudhaf (dalam hal ini ) sebenarnya pun adalah isim. Sehingga dapat kita katakan bahwa bentuk idhafah dalam kasus di atas, baik itu mudhaf maupun mudhaf ilaih, keduanya adalah isim.

5. Setiap kata yang menjadi pokok pembicaraan. Misalnya, (buku itu bermanfaat). Yang menjadi pokok pembicaraan dalam kalimat tersebut adalah kata , sehinggaadalah isim.

Tanwin dan alif-lam tidak mungkin bersatu pada satu kata. Sebagai contoh untuk kata (pohon). Salah: (asy-syajaratun) Benar: (syajaratun) atau (asy-syajaratu)

Tulis kalimah-kalimat fiil dari QS. Al Baqoroh ayat 1-5

HADITS HILANGNYA ILMU DAN MENYEBARNYA KEBODOHAN

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Az Zinad dari 'Abdurrahman Al A'raj dari Abu Hurairah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian."

Kalimat

Artinya

Kalimat

Artinya

Telah menceritakan

Kiamat

Abul Yaman

Hilangnya

Berkata

Ilmu

Menghabarkan

Dan banyaknya

Dari

Gempa

Tidak

Berjalan cepat

Akan terjadi

Waktu

Timbul

Kepada kalian

Fitnah

Harta

Banyaknya

Melimpah ruah

Pembunuhan

Sehingga

Jiwa

Banyaknya

Diantara tanda-tanda kiamat adalah hilangnya ilmu dan menyebarnya kebodohan. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Di antara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata, Aku pernah bersama Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

.

Zaman saling berdekatan, ilmu dihilangkan, berbagai fitnah bermunculan, kebakhilan dilemparkan (ke dalam hati), dan pembunuhan semakin banyak.

Ibnu Baththal berkata, Semua yang terkandung dalam hadits ini termasuk tanda-tanda Kiamat yang telah kita saksikan secara jelas, ilmu telah berkurang, kebodohan nampak, kebakhilan dilemparkan ke dalam hati, fitnah tersebar dan banyak pembunuhan.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengomentari ungkapan itu dengan perkataannya, Yang jelas, sesungguhnya yang beliau saksikan adalah banyak disertai adanya (tanda Kiamat) yang akan datang menyusulnya. Sementara yang dimaksud dalam hadits adalah kokohnya keadaan itu hingga tidak tersisa lagi keadaan yang sebaliknya kecuali sangat jarang, dan itulah isyarat dari ungkapan dicabut ilmu, maka tidak ada yang tersisa kecuali benar-benar kebodohan yang murni. Akan tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan adanya para ulama, karena mereka saat itu adalah orang yang tidak dikenal di tengah-tengah mereka.

Dicabutnya ilmu terjadi dengan diwafatkannya para ulama. Dijelaskan dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

.

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.

An-Nawawi rahimahullah berkata, Hadits ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mencabut ilmu dalam hadits-hadits terdahulu yang mutlak bukan menghapusnya dari hati para penghafalnya, akan tetapi maknanya adalah pembawanya meninggal, dan manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemutus hukum yang memberikan hukuman dengan kebodohan mereka, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu al-Qur-an dan as-Sunnah, ia adalah ilmu yang diwariskan dari para Nabi Allaihissallam, karena sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan dengan kepergian (wafat)nya mereka, maka hilanglah ilmu, matilah Sunnah-Sunnah Nabi, muncullah berbagai macam bidah dan meratalah kebodohan.

Maka tentunya, kita harus bersemangat dalam mencari ilmu, sebab Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa tingkat. Oleh karenanya Allah menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan, membentuk majelis talim, membaca ayat-ayat Allah, baik ayat yang tertulis maupun yang tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit, bumi, gunung, bintang, dll.

Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta, yaitu:

1. Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari Firaun, Qarun, dll.

2. Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta dijaga oleh orang yang mempunyainya.

3. Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.

4. Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.

5. Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.

6. Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta dimintai pertanggungjawabannya.

7. Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.

8. Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.

9. Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.

10. Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram, sedangkan harta akan mengeraskan hati.

Nasihat yang disampaikan Ali tersebut menegaskan kepada kita bahwa ilmu lebih mulia dari pada harta, dalam mencari harta kita boleh jadi merugi, akan tetapi sejauh mana pun kita mencari ilmu tidak akan pernah ada istilah merugi.

Fungsi ilmu adalah untuk meningkatkan pengetahuan, memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup dan semakin mendekatkan diri kepada Alah SWT. Menggunakan ilmu dengan benar adalah menggunakan ilmu pada tempatnya dan sesuai dengan fungsinya. Dalam hidup ini, ada orang-orang tertentu yang tidak menggunakan ilmunya dengan benar seperti untuk kesombongan, untuk karir dan jabatan, untuk uang dan kekayaan, untuk mendapat pujian, untuk memperdaya orang, bahkan untuk menipu dan mencelakakan orang. Rasulullah SAW mengancam: Barangsiapa mencari ilmu bertujuan untuk membanggakan diri di hadapan ulama, atau mendebat orang-orang bodoh, atau untuk mencari perhatian manusia, maka neraka adalah tempatnya (HR. Tirmidzi). Beliau juga bersabda: Ilmu itu ada dua yaitu ilmu di hati dan ini yang bermanfaat. Dan ilmu di bibir yang digunakan untuk mengecoh orang lain, ini yang dilaknat. Di bawah ini adalah ancaman-ancaman yang akan menjadi nyata pada orang-orang yang tidak menggunakan ilmunya dengan benar, baik buat dirinya sendiri maupun buat orang lain.

1. Lagu

Ancaman pertama bagi orang yang ilmunya tidak digunakan dengan benar adalah lagu artinya, ilmu yang dimilikinya terdengar oleh orang lain hanya sebagai lagu atau nyanyian belaka. Kalau ia bicara tentang ilmu dan kemampuannya terdengar nyaring, menarik perhatian dan membuat orang kagum tapi sebatas itu saja, tidak lebih. Ia sendiri tidak merasakan manfaat dari ilmunya itu, tidak naik derajatnya dan tidak menjadi terhormat dimata orang lain. Ini karena ilmu yang dimilikinya tidak digunakan dengan benar sehingga tidak terasa manfaatnya buat dirinya dan orang lain. Ciri orang yang ilmunya hanya menjadi lagu adalah ia sendiri sering tidak faham dengan pengetahuannya sendiri, tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya dan kadang-kadang ia juga berfikir tidak ada manfaatnya bernyanyi-nyanyi seperti itu. Bila ada perasaannya seperti ini dalam diri kita, ini karena ilmu kita sering tanpa sadar digunakan dengan tidak benar. Orang seperti ini, jangankan orang lain, dirinya pun tidak percaya diri dengan ilmunya. Akhirnya, orang pun mendengarkannya tidak serius. Orang tahu ilmu dan pengetahuannya luas tapi orang tidak hormat padanya karena ilmunya, biasa-biasa saja. Hormatnya hanya karena kawan dan kenalan saja. Ketika ia berbicara menguraikan pengetahuannya, orang mendengarnya hanya sebuah lagu saja, terdengar nyaring tapi tidak berbekas, tidak berpengaruh, tidak dirasakan bermanfaat dan orang tidak merasa membutuhkannya. Kita harus segera introspeksi bila ilmu kita hanya berupa lagu saja.

2. Gagu

Kedua, orang yang tidak menggunakan ilmunya dengan benar ia akan gagu. Gagu adalah mulut yang sulit berbicara, kalau berbicara tidak jelas. Gagu adalah orang yang ber ilmu tapi bicaranya susah, mau menguraikan apa yang ada difikirannya susah, bicaranya pun tidak jelas. Ia gagu dengan ilmunya sendiri. Bila dipaksakan berbicara, tidak jelas kemana, tidak jelas arah dan maksudnya, orang mengkerutkan dahinya tidak mengerti. Ada sebagian orang di sekitar kita yang kondisinya seperti itu. Itu adalah hukuman karena ilmunya sering tidak digunakan dengan benar. Ilmunya sering digunakan untuk tujuan-tujuan salah, dibisniskan,disalahgunakan untuk tujuan-tujuan yang rendah sehingga akibat seperti itu. Akhirnya, ia menjadi gagu dengan ilmunya sendiri.

3. Tugu

Ketiga, orang yang ilmunya tidak digunakan dengan benar akan menjadi tugu. Tugu itu mati dan tontonan yang tidak menarik. Dimana-mana, tugu itu hanya monumen yang tidak menarik dipandang. Orang yang ilmunya menjadi tugu adalah orang yang ilmunya mati, tidak terdengar. Diketahui mendalami dan ahli ilmu tertentu, tapi tidak ada orang yang bertanya kepadanya tentang ilmunya. Orang tidak merasa tergerak untuk bertanya dan menggali ilmunya. Orang tidak menganggap penjelasannya akan menarik karena ketika ia sendiri menguraikan ilmunya, ia merasa susah, kesulitan dan malas menjelaskannya, dan sering tidak percaya diri. Sepertinya rendah hati padahal kurang percaya diri. Atau, ketika mencoba menguraikan pikirannya, ia kemudian membantahnya sendiri, mengoreksinya lagi sendiri karena takut terdengar salah di mata orang lain. Ilmunya ibaratnya seperti tugu, mati dan tidak berfungsi. Ia tidak hidup dan dikenal karena ilmunya. Kalau pun namanya disebut ya hanya nama nya saja, atau hanya jabatannya saja, hanya penampilannya saja, hanya kegiatannya, hanya hobi dan sifatnya saja dll. Profesor ahli apa atau doktor di bidang apa tidak menonjol dan tidak jadi pembicaraan. Banyak disekitar kita orang yang ilmunya hanya tugu seperti ini. Gelarnya doktor dan profesor yang menguasai bidang ilmu tertentu tapi tidak laku alias tidak ada yang mengundangnya ceramah ilmiah atau menjadikannya sebagai nara sumber. Ilmunya hanya buat sendiri saja, hanya sebuah tugu. Seperti tugu, jangankan orang merasakan manfaatnya, ia sendiri mati dan tidak berfungsi.

4. Tungku

Ilmunya beku, bila ada Keempat ilmunya seperti tungku yang tidak ada apinya. Sifat tungku itu baru menyala bila diberi kayu bakar dan disulut dengan api dari luar. Ini adalah simbol dari ilmu yang tidak berfungsi. Baru keluar bila ditanya, baru kelihatan bila dikorek-korek. Ia sendiri susah menggunakannya, susah mengeluarkannya sendiri bila ada orang atau situasi memerlukannya. Bila tidak ditanya, atau tidak ada orang bertanya, tidak ada orang tahu bahwa ia orang yang berilmu. Orang yang ilmunya menjadi tungku, tidak bisa mengeluarkannya sendiri. Cirinya tidak bisa dan tidak suka menulis, karenanya tidak punyakarya tulis yang dibanggakannya, yang kualitasnya diakui orang, yang jadi bahan pembicaraan khalayak. Kalau pun ada karya tulisnya tidak seimbang dengan gelar, posisi dan status yang disandangnya. Psikologi orang yang berilmu, biasanya tidak tahan untuk selalu menjelaskan apa yang diketahui, dilihat dan diamatinya, kemudian dituliskan untuk memberikan gagasan, memecahkan persoalan, untuk menyumbangkan ide buat masyarakat terutama bila situasi menuntutnya. Tapi karena ilmunya hanya tungku, ia dingin dengan ilmunya. Tidak ada kreatifitas untuk menulis apa yang ada difikirannya, tidak ada ke inginan menjelaskan persoalan yang dilihatnya dan mengembangkan ilmu yang dimilikinya. Ia hanya bereaksi bila ditanya, bila diajak ngobrol atau diwawancara. Orang yang ilmunya jenis tugu, juga karena tanpa sadar, ilmunya sering dipergunakan untuk tujuan-tujuan salah.

5. Beku

Terakhir beku. Karenanya orang yang seperti ini, ilmunya seperti es, beku tidak mencair dan tidak memberikan kesegaran pada lingkungan sekitar. Banyak orang yang ilmunya beku padahal mestinya mencair, mestinya mengalir memberikan manfaat, membasahi dan menyuburkan lingkungan sekitar. Orang yang situasi dan lingkungan memerlukan ilmu dan pengetahuannya, ia diam saja, dingin, tidak kreatif, tidak bisa bergerak. Ilmunya beku dalam otak dan fikirannya, tidak bisa mengalirkannya pada orang lain agar bermanfaat.

Semoga kita senantiasa terus berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencari ilmu sehingga Allah menghimpun dalam mahligai kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat. Adapun keutamaan orang yang berimu adalah :

a. Orang-orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah beberapa derajat.

b. Hanya orang-orang yang memiliki ilmu, memahaminya, mengamalkannya lah yang akan menjadikan dirinya mempunyai rasa takut (khouf) kepada Allah , bisa menumbuhkan perasaan takut kepada Allah .

c. Orang-orang yang senang dengan ilmu, atau orang-orang yang ingin memahami agama, dirinya pandai mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari, mereka adalah termasuk orang-orang yang mendapatkan kebaikan.

d. Seorang penuntut ilmu akan dipermudah jalannya oleh Allah menuju surga.

e. Ilmu adalah salah satu perkara yang pahalanya tidak akan terputus bahkan ketika kita sudah meninggal dunia.

f. Seseorang yang mengajak orang lain untuk berilmu, maka ia pun akan terus mendapatkan

g. Ilmu adalah salah satu perkara yang mulia dan tidak terlaknat di dunia.

h. Penuntut ilmu berada di jalan Allah

i. Orang yang berilmu akan dimintakan ampunan oleh para penduduk langit dan bumi.

j. Ilmu adalah perkara mulia yang diwariskan oleh para nabi.

MENGENAL NAMA NAMA ALLAH

Ada 99 Nama Allah ( Asmaul Husna ), Pada Bab ini kita hanya akan mempelajari 17 Asmaul Husna, Asmaul Husna yang lainnya akan dipelajari pada Bab mendatang

Al Asmaul Husna artinya adalah nama nama Allah SWT yang baik, kebaikan Allah Swt tersebut tergambar dalam Al Asmaul Husna. Menurut sebahagian ulama jumlahnya ada 99, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits berikut ini :

Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu, barang siapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari sembilan puluh sembilan nama tersebut, semuanya menjelaskan betapa baiknya Allah swt. Tentang Asmaul Husna ini dijelaskan oleh Allah dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 24 berikut ini :

Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai Asmaaul Husna. bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Q.S. 59 : 24 )

Al-Asmaul Husna hanya milik Allah swt, manusia sebagai makhluk-Nya dapat memahami, mempelajari dan menerapkan kandungan makna dari asmaul Husna tersebut dalam kehidupan sehari hari. Asmaul Husna pun dianjurkan untuk dibaca dalam setiap doa sebagaimana yang diterangkan oleh Allah swt dalam ayat berikut ini :

Artinya:

Hanya milik Allah Asmaa-ul Husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang Telah mereka kerjakan. ( Q.S. Al-Araf/7 : 180).

Allah swt memiliki 99 Asmaul Husna, dua puluh tiga di antaranya akan dibahas berikut ini, yang meliputi : Arrahman, Arrahim, Al-Malik, Al-Quddus, Al Mukmin, Al Muhaimin, Al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Bari', Al Mushawwir, Al qohhar, Ar Rozzaq, Al 'Aliim, Al Qobidh, Al Basith, Al Khofidh, Ar Rofi', Al Mu'izz, Al Mudzill, As Sami', Al Bashir, Al Hakam, dan Al Lathif.

1. Arrahman ( )

Allah disebut Arrahman artinya Yang maha Pemurah/pengasih, kemurahan Allah tidak dapat disamakan dengan kemurahan manusia, kemurahan Allah tidak terbatas, Ia melimpahkan kemurahan kepada segenap makhluk-Nya.

Kata Ar Rahman disebut sebanyak 57 kali dalam Al Quran, menurut sebagian ulama, banyaknya penyebutan ini menunjukkan bahwa nama atau sifat tersebut paling dominan dibanding sifat sifat Allah yang lain. Salah satu ayat yang berkaitan dengan Asmaul Husna Ar Rahman yaitu :

Artinya : Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ( Q.S. Alfatihah , 1 : 3 )

2. Ar Rahiim ( )

Ar Rahiim berarti Maha Penyayang, Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada semua orang yang beriman. Syeikh Muhammad Abduh berpendapat bahwa kata Ar Rahim menunjuk pada sifat Zat Allah atau menunjukkan pada keseimbangan dan kemantapan nikmat-Nya. Kemantapan dan kesinambungan hanya dapat terwujud di akhirat kelak, yang dapat diraih hanya oleh orang orang taat dan bertaqwa.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kasih sayang yang kita miliki berasal dari satu bagian dari seratus bagian yang dimiliki Allah SWT. Beliau bersabda : Allah SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya di bumi ini satu bagian; yang satu bagian inilah yang dibagi kepada seluruh makhluk, yang tercermin antara lain pada seekor binatang yang mengangkat kaki dari anaknya, terdorong oleh rahmat dan kasih sayang, khawatir jangan sampai menyakitinya (HR. Muslim).

Ayat yang berkaitan dengan Asmaul Husna Ar-Rahiim yaitu :

Artinya : Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ( Q.S. Alfatihah , 1 : 3 )

Dalam al Quran kata rahim digunakan untuk menunjukkan sifat Nabi Muhammad SAW, yang menaruh belas kasih yang amat dalam terhadap umatnya, seperti yang tercantum dalam Q.S. At-Taubah, 9 ; 128.

Artinya :

Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin. ( Q.S. At-Taubah, 9 ; 128 ).

3. Al Malik ( )

Al Malik berarti Yang Maha Kuasa dan Merajai, Dia adalah raja seluruh alam. Quraish Shihab mengatakan : Al Malik mengandung pengertian penguasaan terhadap sesuatu karena kekuatan pengendalian dan kesahihan-Nya. Malik biasa diterjemahkan dengan Raja, karena Dialah yang menguasai dan menangani perintah serta larangan, anugerah dan pencabutan.

Allah Al Malik, berarti Dialah Maha Raja yang menguasai segala sesuatu. Dia menguasai kerajaan langit dan bumi serta segala isinya, sebagaimana firman-Nya :

Artinya : Dan Maha Suci Tuhan yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. ( Q.S. Az Zukhruf, 43 :85).

Dia pula pemilik kerajaan dunia dan akhirat.

Artinya : Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. dan benarlah perkataan-Nya di waktu dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. ( Q.S. Al Anam, 6 : 73)

Dalam ayat lain Allah berfirman :

Artinya : Yang menguasai di hari Pembalasan. ( Q.S. Al Fatihah, 1 : 4)

Artinya : Raja manusia. ( Q.S. An Nas, 114 : 2)

Manusia boleh saja menjadi raja, tetapi kekuasannya sangat terbatas pada wilayah wilayah tertentu, ia pun tidak dapat menguasai jiwa jiwa rakyatnya, karena keterbatasan inilah setiap raja akan bertekuk lutut di hadapan kekuasaan Sang Maharaja, baik disadari ataupun tidak, seperti yang dialami oleh Firaun.

4. Al Quddus ( )

Al Quddus adalah salah satu asma Allah yang sudah sangat dikenal, Al Quddus berarti Maha Suci. Dalam kamus Bahasa Arab, Al Quddus adalah yang suci murni atau yang penuh keberkahan.

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa Allah sebagai Al Quddus adalah Dia yang tidak terjangkau oleh indra, tidak dapat dikhayalkan oleh imajinasi, dan tidak diduga oleh lintasan nurani Demikian sempurnanya Allah Swt, Dia tidak terkejar bentuk dan zat-Nya oleh kekuatan indra. Indra manusia terlalu lemah untuk menjangkau keagungan Allah yang menggenggam alam semesta ini.

Firman Allah yang menjelaskan Asmaul Husna Al Quddus ini adalah :

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 23 )

5. Assalam ( )

Assalam artinya Allah Maha Sejahtera (Menyelamatkan); Allah ialah yang menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari segala mara bahaya. Manusia atau segenap makhluk-Nya tidak mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan masing-masing mereka dari segala bahaya yang mengancam, Allah menyelamatkan makhluk-nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Bahaya yang datang kepada hamba- hamba-Nya tidak dapat dicegah oleh siapapun dan dengan cara apapun. Oleh karena itu orang Islam dalam segala kegiatan apapun senantiasa mengucapkan kalimat :

Artinya: Tidak ada daya untuk mencapai cita-cita dan tidak ada kekuatan untuk menolak bahaya kecuali dengan pertolongan Allah .

Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Hasyr ayat 23 :

Artinya: Dia-lah Allah yang tiada Tuhan selin Dia. Raja yang maha Suci yang Maha Sejahtera, Yang Mengaru-niakan keamaman, yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

6. Al Mukmin ( )

Asmaul Husna Al Mumin mengandung, yaitu : Allah Yang Maha terpercaya dan memberi keamanan kepada makhluk-Nya, Maha Pelindung Iman atau Maha Pelindung Mukminin. Dia menghidupkan nama ini dalam diri setiap mukmin sehingga terpelihara imannya.

Dalil yang menjelaskan Al Mukmin adalah Surat Al hasyr ayat 23.

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 23 )

Allah menjamin rasa keamanan kepada setiap hamba-Nya dari semua rasa takut, Dia menukar rasa takut tersebut dengan rasa aman, syaratnya mereka beriman dan beramal shaleh.

7. Al Muhaimin ( )

Allah disebut Al Muhaimin artinya Yang Maha Memelihara dan Yang Maha Melindungi. Allah Swt tidak pernah jemu untuk mengawasi, memelihara dan melindungi makhluk_nya, bahkan saat makhluk melupakan-Nya, Dia tetap memenuhi segala kebutuhannya.

Manusia memang bisa memberikan perlindungan, tetapi terbatas oleh kemampuan yang dimilikinya, pada saat saat tertentu malah sebaliknya dia butuh perlindungan orang lain.

Ayat Al quran yang menjelaskan Asmaul Husna Al Muhaimin adalah :

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 23 )

8. Al Aziz ( )

Allah Yang Maha Gagah Perkasa, menentukan segala urusan sesuai dengan kehendakNya; tidak seorang pun dapat mencegah kehendak-Nya.

Allah SWT. berfirman dalam surat Ali Imran:

Artinya : Sesungguhnya Ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan Sesungguhnya Allah, dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Q.S. Ali Imran / 03 : 62)

Demikian pula dalam surat Al-Ankabut Allah SWT. menegaskan :

Artinya: Sesungguhnya Allah mengetahui yang mereka seru selain Dia. Dan Dialah yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al-Ankabut / 29: 42)

9. Al Jabbar ( )

Allah memiliki Asmaul Husna Al Jabbar , yaitu Yang dapat Memaksakan kehendak-Nya atas semua makhluk-Nya, Yang Maha perkasa Yang Kehendak-Nya tidak terkalahkan atau diingkari.

Pemaksaan Allah kepada makhluk-Nya tidak dimaksudkan untuk membinasakan atau menghancurkannya, tetapi untuk menjaga keberlangsungan kehidupan ini agar tetap berada dalam fitrahnya.

Allah telah membuat hukum bagi setiap materi di alam ini, hukum tersebut berlaku tetap dan memaksa, apabila ada hukumnya yang dilanggar, maka pastilah terjadi bencana, seperti banjir, longsor, kebakaran dan lain lain. Allah berfirman :

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 23 )

10. Al Mutakabbir. ( )

Asmaul Husna Al Mutakabbir mengandung pengertian; Allah Yang Memiliki Kebesaran. Dia patut dipuja karena kebesaran dan keagungan sifat-sifat-Nya, hanya Allah yang patut berbangga atas kebesaran-Nya.

Manusia yang memiliki kekuasaan seperti raja, kebesarannya memiliki keterbatasan dan kelemahan, suatu saat akan berakhir bahkan mungkin hancur tinggal sejarah. Tetapi Allah kebesaran-Nya tidak terbatas dan tidak akan pernah berakhir.

Dengan mengenal Allah sebagai Al Mutakabbir , maka tida ada tempat bagi kita untuk merasa besar. Allah berfirman :

Artinya : Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 23 )

11. Al Khalik ()

Al-Khaliq artinya Allah Maha Pencipta; Allahlah yang menciptakan dan menjadikan langit dan bumi dan segala yang berada didalamnya. Tidak ada suatu maklukpun di dunia ini yang dapat menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Oleh karena alam dan segala isinya yang kita lihat di sekeliling kita adalah merupakan ciptaan Allah. Allah berfirman dalam Al-Quran

Artinya: Allahlah Tuhan yang menjadikan langit dan bumi dan segala yang diantara keduanya dalam tempo enam masa. (Q.S. As Sajdah / 32 : 6)

Dalam Surat Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi :

Artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Q.S. Ar Rum / 30 : 21)

12.Al Baari ( )

Al Bari artinya adalah Allah Yang Mengadakan dari Tiada. Dia yang menjadikan segala sesuatu dari tiada menjadi ada, Dia pun menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan tanpa menyontek atau melihat contoh. Setiap ciptaan-Nya unik, berbeda dengan yang lainnya. Semua ciptaan-Nya pun memiliki fungsi yang harmonis di alam ini, seperti sistem tata surya, pasangan hidup, perubahan cuaca dan sebagainya. Allah berfirman dalam Surat Al Hasyr, 59 : 24

Artinya : Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 24 )

Dalam Surat Yasin ayat 36 Allah berfirman :

Artinya : Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. ( Q.S. Yasin, 36 : 36 )

13. Al Mushawwir ( )

Al Mushawwir merupakan salah satu Asmaul Husna yang Allah miliki, yang mempunyai arti Yang Maha Pembentuk. Allah telah memberi bentuk dan rupa segala sesuatu, yang setiap bentuk tersebut mempunyai ciri khas masing masing. Secara aktif Dia mencetak segala sesuatu dan membentuknya melalui proses dalam perkembangannya.

Al Mushawwir mempunyai kesamaan makna dengan Al Baari dan Al Khalik, yaitu mengandung makna penciptaan, sehingga dalam Al Quran ketiga nama tersebut disebut secara berurutan. Walaupun mengandung makna yang sama, Al Mushawwir menunjukkan makna bahwa Allah Swt, memberi bentuk dan rupa serta cara dan substansi bagi ciptaan-Nya. Sebagai contoh; dengan mata telanjang kita bisa mengamati bentuk, rupa dan fungsi bermacam benda di alam dengan sangat detail dan serasi. Allah berfirman :

Artinya : Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ( Q.S. Al Hasyr, 59 : 24 )

14. Al Ghoffar ( )

AL-Ghaffar artinya Allah Maha Pengampun semua dosa-dosa yang telah dilakukan hamba-Nya (kecuali dosa syirik) selama hamba tersebut benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT, yang dikenal dengan istilah taubatan nasuha maka pasti diampuni. Allah Berfiman dalam surat Al-Mumin ayat 3 :

Artinya: Allah yang mengampuni dosa dan enerima taubat lagi keras hukuman-Nya Yang mempunyai karunia . Tiada Tuhan selain Dia . Hanya kepada-Nya lah kembali (semua makhluk) (Q.S. Al Mumin / 40: 3)

Begitu pula Allah berfirman dalam Surat Nuh ayat : 10

Artinya: Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. ( Q.S. Nuh / 71: 10)

Begitu pula di dalam surat At-Taubah ayat 117, Allah berfirman :

Artinya: Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. (Q.S. At Taubah / 9 : 117)

15. Al Qohhar ( )

Al Qahhar artinya adalah Allah Yang Mahaperkasa, Maha Menguasai dan Maha Menundukkan. Karena kekuasaan-Nya sangat besar, Allah Al Qahhar mampu menguasai dan menundukkan segala sesuatu yang menjadi musuh-musuh-Nya, yaitu mereka yang ingkar dan yang menghinakan agama-Nya.

Quraisy Shihab mengungkapkan: Allah sebagai Al Qahhar adalah Dia yang membungkam orang orang kafir dengan kejelasan tanda tanda kebesaran-Nya, menekuk lutut para pembangkang dengan kekuasan-Nya, menjinakkan para pecinta-Nya, sehingga mereka bergembira menanti di depan pintu rahmat-Nya, menundukkan panas dan dingin, menggabungkan kering dan basah, mengalahkan besi dengan api, memadamkan api dengan air, menghilangkan gelap dengan terang, menjeritkan manusia dengan kelaparan, tidak memberdayakannya dengan kantuk dan tidur, memberinya dengan yang tidak ia inginkan, dan menghalanginya dari apa yang ia dambakan.

Dalil yang menjelaskan Asmaul Husna Al Qahhar yaitu surat Ar Rad, 13 : 16

...

Artinya : ...Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa" ( Q.S. Ar Rad, 13 : 16 )

16. Al Wahhab ( )

Al Wahhab artinya Maha Pemberi rizki, kesehatan, dan karunia kepada hamba-hamba-Nya, baik yang taat maupun yang tidak taat, sesuai dengan kehendak-Nya. Allah SWT. berfirman dalam surat Ali-Imran:

Artinya : Mereka berdoa, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (Ali-Imran : 8)

17.Ar Rozzaq ( )

Ar Rozzaq berarti Maha Pemberi rezeki, Allah adalah satu satunya pemberi rezeki. Dialah yang menciptakan sarana sarana rezeki bagi makhluk-Nya, serta menciptakan bagi mereka jalan jalan untuk menikmati rezeki tersebut.

Imam Al Ghazali membagi rezeki ke dalam dua bagian, yaitu rezeki lahiriyah dan rezeki bathiniyah. Rezeki lahiriyah misalnya makan dan minum, rezeki bathiniyah contohnya hal hal yang diketahui dan hal hal yang diwahyukan, keduanya diperuntukkan bagi jiwa manusia.

Rezeki lahiriyah berbuah kekuatan fisik, sedangkan rezeki bathiniyah berbuah keimanan, ketenangan jiwa, dan kehidupan kekal di surga. Rezeki lahiriyah diberikan kepada semua makhluk-Nya, sedangkan rezeki bathiniyah hanya kepada manusia yang taat kepada Allah Swt saja.

Dalam Surat Adz Dzaariyaay ayat 58 Allah berfirman :

Artinya : Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh. ( Q.S. Adz-Dzariyaat, 51 : 58 )

LATIHAN SOAL

1. Jelaskan arti asmaul husna ; Ar rahman dan Ar Rahim, Al Malik, Al Quddus, As Salam, Al Mukmin,Al Muhaimin, Al Aziz, Al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Khalik, Al Bari, Al Mushawwir, Al Ghaffar, Al Qahhar, Al Wahhab, Ar Razzaq. !

2. Sebutkan salah satu dalil yang menunjukkan Asmaul husna : Ar rahman dan Ar Rahim, Al Malik, Al Quddus, As Salam, Al Mukmin,Al Muhaimin, Al Aziz, Al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Khalik, Al Bari, Al Mushawwir, Al Ghaffar, Al Qahhar, Al Wahhab, Ar Razzaq!

3. Terjemahkanlah salah satu dalil tersebut !

KALIMAH THOYYIBAH

Pada Bab ini, kita akan mempelajari dan berlatih membaca kalimah thoyyibah. Biasakanlah setiap hari selalu mengucapkan kalimah thoyyibah, agar hati kita senantiasa tentram dan ingat pada Allah SWT

Apa yang dimaksud dengan kalimat yhayyibah ? Kalimah thayyibah maknanya adalah ucapan-ucapan yang baik dan terbaik yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seorang muslim.Kalimah Thayyibah tersebut waktu pengucapannya disesuaikan dengan keadaan yang sedang dihadapi seseorang.

Kalimah Thayyibah jumlahnya sangat banyak, tetapi yang akan dipelajari di sini hanya sebagian saja, yaitu : Kalimah Tasbih, kalimah Tahmid, kalimah Tahlil, kalimah Takbir, kalimah Istighfar, kalimah Taawudz dan kalimah Basmallah.

1. Kalimah Tasbih

Artinya : Maha Suci Allah

2. Kalimah Tahmid.

Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

3. Kalimah Tahlil

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah

4. Kalimah Takbir

Artinya : Allah Maha Besar

5. Kalimah Istighfar.

Artinya : Aku Memohon ampunan dari Allah Yang Maha Agung

6.Kalimah Taawudz.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk

7. Kalimah Basmallah

Artinya : Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Kalimah Tasbih.

Kalimat tasbih ( ) ini sering kali kita ucapkan ketika kita melihat sesuatu yang luar biasa yang Allah ciptakan dan kita bisa melihatnya pada saat itu juga, contohnya ketikaseseorang melihat sesuatu yang menakjubkan atau di luar kebiasaan.

Allah Swt pun memerintahkan kita agar senantiasa membaca tasbih, sebagaimana firman-Nya :

Maka Bersabarlah kamu, Karena Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. ( Q.S. Al Mumin, 40 : 55 )

Kalimah tasbih ini memiliki keistimewaan yang luar biasa, diantaranya seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW: Ada dua kalimah yang sangat ringan di lidah , padahal berat atas timbangan, sangat disukai Allah Swt, yaitu Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil adzim. ( H.R. Ahmad dan Tarmizi )

2.Kalimah Tahmid

Kalimah Tahmid dibacakan disetiap saat setelah selesai melakukan segala kegiatan yang baik-baik atau ketika kita memperoleh nikmat, maka sebagai ungkapan rasa syukur ucapkanlah Al Hamdulillaah.

3.Kalimah Tahlil

Rasulullah SAW bersabda :

Barangsiapa akhir perkataannya di dunia ini Laa ilaa ha illallaah niscaya dimasukkan oleh Allah ke dalam surga (H.R. Abu Daud dan Ahmad)

Setelah menyimak hadits di atas, maka kita sebagai seorang muslim, hendaklah senantiasa berzikir kepada Allah dengan mengucapkan kalimah Laa Ilaahaillaah di setiap kesempatan, dan kalimah inipun sebagai sebuah pengakuan kita akan keesaan Allah, kita menyatakan bahwa Tiada Tuhan selain Allah.

4.Kalimah Takbir.

Kalimah TAKBIR yakni Allahu Akbar,diucapkan ketika menghadapi hal-hal yang buruk dan mengejutkan hati ataukepanikan, maka dengan kalimat ini kita menjadi tenang dan bersemangat untuk bangkit. Contoh ketika terjadi gempa, maka seorang muslim tanpa sadar ,dia akan mengucapkan takbir Allahu Akbar, dan pasti yang mendengarkan akan merasa ikut bersemangat dan bangkit dari kesulitan apapun.

Dalam sejarah perjuangan bangsa kita, kalimah Takbir ini menjadi pemicu bangkitnya semangat juang para pemuda untuk melawan penjajah Belanda. Betapa dahsyatnya kalimah Thayyibah Takbir ini, ketika Allahu Akbar dikumandangkan semuanya nampak kecil, yang Maha Besar hanyalah Allah. Allaahu Akbar !

5.Kalimah Istighfar

Kalimat yang sering kali kita ucapkan berikutnya adalah istighfar ini adalah ucapan ketika tanpa sadar kita telah berbuat kesalahan,dan kita tahu bahwa ALLAH sedang memperhatikan,maka segeralah kita memohon ampun kepada Allah dengan mengucapkan Astaqfirullahal aziim, dan segeralah berbuat kebaikan dan jangan mengulang kembali kesalahan yang telah kita lakukan.

6.Kalimah Taawudz

Kalimah ini dibaca ketika kita minta perlindungan Allah dari godaan syaitan, biasanya sebelum kita membaca ayat ayat Alquran. Syaitan senantiasa menggoda manusia di setiap saat tanpa henti dan tak kenal menyerah, untuk itu biasakanlah mengucapkan kalimah Taawudz ini.

7.Kalimah Basmallah

Kalimat BASMALAH ini wajib dilakukan disetiap saat, ketika akan memulai sesuatu pekerjaan yang baik,contoh mau makan,atau mengendarai kendaraan,pokoknya setiap akan memulai kegiatan yang baik-baik maka ucapkanlah

.

LATIHAN SOAL

A. Pilih satu jawaban yang benar, tulis jawaban di buku tugasmu !

1. Ucapan ucapan yang baik dan terbaik yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari hari oleh seorang muslim, adalah...

a. Kalimah thayyibah

b. Kalimah mahmudah

c. Kalimah Tilawah

d. Kalimah Talbiyah

2. Kalimah di samping ini disebut kalimah...

a. Takbir b. Tahmid c. Tahlil d. Tasbih

3. Manakah kalimah di bawah ini yang disebut dengan kalimah tahlil ?

a. Allahu Akbar

b. Subhaanallah

c. Astaghfirullaahal Adziim

d. Laa Ilaaha Illallaah

4. Ketika kita menyadari telah membuat suatu kesalahan, maka kalimah yang harus kita ucapkan adalah :

a. Tahmid b. Istighfar c. Tahlil d. Taawudz

5. Kalimah Taawudz dibaca ketika....

a. Memulai suatu pekerjaan yang baik,

b. Meminta perlindungan allah SWT dari godaan syaitan.

c. Selesai melaksanakan segala kegiatan

d. Melihat sesuatu yang mengejutkan / mengagetkan

B. JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI !

1. Tuliskanlah kalimah Taawudz dan Kalimah Istighfar !

2. Kapan seharusnya kita mengucapkan kalimah di bawah ini ?

a. Kalimah Takbir

b. Kalimah Tahmid.

MARI KITA PERBAIKI AKHLAQ KITA

A. Cinta Tanah Air

Kita merupakan bagian dari penduduk negeri yang kita cintai ini, Indonesia, itulah namanya. Sejarah mencatat bagaimana pengorbanan para pejuang dahulu yang sebahagian dipimpin para Ulama merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan para penjajah yang kafir. Mereka rela mengorbankan harta, tenaga bahkan jiwa demi kehormatan dan kemerdekaan Indonesia.

Semangat para pejuang tersebut tentunya didasari atas rasa tanggung jawab dan Cinta Tanah Air. Al hasil pengorbanan mereka tidak sia-sia, dan sekarang kita dapat merasakan nikmatnyahidup dialam merdeka di negeri Indonesia yang kita cintai ini.

1. Pengertian

Cinta tanah air Indonesia dapat diartikan sebagai perasaan bangga menjadi warga Negara Indonesia, dengan khasanah budaya yang ada dan menerima segala konsekuensinya, yaitu menjadi warga negara Indonesia yang baik, patuh terhadap peraturan berupa norma maupun hukum yang tertulis serta ikut serta dalam usaha pembelaan terhadap negara Indonesia, cinta tanah air itu sendiri merupakan pandangan kebangsaan kita.

Cinta tanah air merupakan pandangan kebangsaan karena, cara padang kita tergantung sejauh mana kita memiliki rasa cinta terhadap tanah air, yang kemudian selanjutnya akan menimbulkan sikap yang lazim disebut patriotisme dan nasionalisme, yaitu sikap-sikap yang ada dalam diri pejuang yang karena memiliki rasa cinta tanah air yang sangat besar, sehingga mereka rela berkorban demi negara ini. Dengan cinta tanah air para pendahulu pendiri negara ini berharap agar generasi penerus yang akan menjalankan tampuk roda pemerintahan akan lebih baik lagi tanpa adanya nafsu pribadi atau golongan tertentu.

Cinta tanah air adalah suatu kasih sayang dan suatu rasa cinta terhadap tempat kelahiran atau tanah airnya. Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga negara untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan.

Definisi cinta. Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta tanah air menurut islam. Ketika Rasulullah Saw hendak berangkat berhijrah menuju Madinah dari Makkah beliau berkata: Alangkah besarnya cintaku pada kota Makkah, tempat kelahiran dan tumpah darahku; andaikan penduduknya tidak mengusirku, maka pasti aku akan tetap berada di kota Makkah.

Cinta Tanah Air Sebagai pengikut dan umat Rasulullah Saw, seluruh kaum Muslimin di negara manapun mereka berada, termasuk di Indonesia pasti akan mencintai tanah airnya sendiri. Bagi kaum Muslimin, kecintaan pada tanah air adalah bagian dari akidah dan keyakinan, bukan semata-mata karena unsur kebangsaan atau nasionalisme. Sejarah telah menunjukkan, bahwa yang paling gagah berani merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah adalah para ulama, para kiai, para santri, dan kaum Muslimin secara keseluruhan. Bagi mereka, mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan adalah bagian dari jihad yang harus dilakukan dengan kesungguhan. Mati dalam mengusir penjajah adalah bagian dari syahid yang sangat tinggi nilainya dalam pandangan Allah SWT.

Kaum Muslimin sangat menjaga betul akhlak dan moral bangsa, tidak ingin dihancurkan oleh kekuatan apa pun dan dari mana pun datangnya. Karena itu, sering kaum Muslimin bereaksi keras terhadap upaya penghancuran moral bangsa, seperti rencana diterbitkannya majalah Playboy ataupun lokalisasi perjudian dan perzinahan. Reaksi keras ini sebagai bagian dari kewajiban amar makruf-nahi munkar dan sebagai perwujudan dari kecintaan terhadap tanah air. Sebaliknya, jika diam atau bahkan mendukung hal-hal negatif tersebut di atas, walaupun mengaku cinta tanah air yang diungkapkan secara verbal, maka pada hakikatnya adalah sedang menebarkan kebencian dan kehancuran pada bangsa dan tanah airnya sendiri.

Didalam Kitab Suci Al Qur-an terdapat hukum-hukum Allah yang bertujuan untuk mengatur kehidupan umat manusia dan cinta akan tanah airnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk dapat hidup bahagia, rukun, tentram, damai, makmur, sejahtera dan lain- lain. Mari kita lihat hukum-hukum Allah sebagai berikut:

Perintah Allah swt. Untuk saling kenal mengenal Hai manusia, sesungguhnya KAMI menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku-suku (bermacam-macam bahasa, bermacam-macam budaya) supaya kamu saling kenal mengenal (saling bersahabat,saling hormat menghormati, kasih mengasihi, sayang menyayangi, tolong menolong dll). Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13).

Perintah Allah swt. Untuk saling bersahabat Orang-orang muslim wajib bersahabat dengan orang-orang non muslim menurut Allah SWT. Melaksanakan perintah Allah (QS.58:11 dan QS.49:13) agar bisa mengolah pemberian-pemberian Allah dengan baik (QS.57:25).

Perintah allah swt. Tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya (QS 8:30).

Perintah Allah swt.dalam Q.S Al-Baqoroh ayat 126 Untuk cinta tanah air :

dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian Dan kepada orang-orang kapirpun Aku beri kesenangan sementara,kemudian Aku paksa dia untuk menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat ia kembali.(QS.2:126).

Nabi Ibrohim berdoa untuk tanah airnya : 1) Menjadi negeri yang aman sentosa. 2) Penduduknya Dilimpahi rizqi. 3) Penduduknya Iman kepada Allah dan hari akhir. Ini menunjukkan Nabi Ibrohim adalah seseorang yang begitu mendalam Cintanya akan tanah air.

Rasa kebangsaan tidak dapat dinyatakan adanya tanpa dibuktikan oleh patriotisme dan cinta tanah air. Cinta tanah air tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Agama, bahkan inklusif didalam ajaran Al Qur-an dan praktek Nabi Muhammad SAW. Hal ini bukan sekadar dibuktikan melalui Hadits Nabi Muhammad SAW. Hubbul Wathan minal Iman (Cinta tanah air adalah bagian dari iman).

2. Cara menumbuhkan cinta tanah air

Banyak cara menumbuhkan rasa cinta tanah air mulai dari keluarga,lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan media masa.

Dalam keluarga, anak bisa dididik dengan lebih menekankan sikap peduli dengan sesama , mencontoh sikap para pahlawan saat melawan penjajah, dan selalu menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik, selanjutnya anak diajarkan sikap patriotisme dengan banyak cara misalnya saat makan bersama atau pada kesempatan lainnya sambil bercengkrama, tukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan cinta tanah air.

Di lingkungan sekolah, sebagai lembaga formal yang menyelenggarakan pendidikan tentu salah satu tujuannya adalah membentuk pribadi siswa yang memiliki sikap patriotisme (cinta tanah air). Contoh pengajaran agar siswa mencapai pribadi yang memiliki rasa cinta tanah air, contohnya; kegiatan pramuka, upacara bendera, latihan PASKIBRA dan latihan PMR.

Dilingkungan masyarakat, masyarakat sangat berperan membentuk pribadi seseorang apakah ia akan menjadi seorang patriotis atau tidak, kegiatan-kegiatan seperti karang taruna, kerja bakti, remaja mesjid dan sejenisnya merupakan pendukung yang baik dan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air.

Media masa juga mempunyai arti penting dalam menumbuhkan cinta tanah air, tontonan-tontonan dan bacaan-bacaan yang disajikan sangat berpengauh langsung kepada yang menikamatinya, tayangan yang mencontohkan sikap patriotisme ataupun cinta tanah air akan sangat efektif dalam membentuk perilaku cinta tanah air.

B. CINTA KEBERSIHAN

Kenapa kita harus menjaga kebersihan ? karena dengan menjaga kebersihan, hidup kita menjadi sehat. Sebagaimana kata pepatah : kebersihan pangkal kesehatan. Artinya, jika kita ingin sehat, kunci utamanya adalah kebersihan diri dan lingkungan kita sebaliknya jika lingkungan kita tidak bersih kemungkinan besar kita akan terserang penyakit. Menjaga kebersihan bagi orang yang beriman adalah ibadah dan merupakan bagian penting dari iman tesebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.

Ajaran islam sangat mengutamakan kebersihan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al-Baqoroh ayat, 222

.......

Peranan kebersihan di lingkunagan masyarakat :

1. Kebersihan tempat tinggal

Tempat tinggal merupakan tempat kita hidup sehari-hari bersama anggota keluarga lainnya. Agar kita sehat dan senang tinggal di rumah, maka kebersihan, kenyamanan, keindahan dan kerapihan rumah harus dijaga dengan baik. Lingkungan tempat tinggal yang bersih dan rapi menggambarkan ciri hidup orang yang beriman.

Menjaga kebersihan, termasuk kebersihan lingkunagan tempat tinggal, merupakan ajaran islam yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. Dengan kebiasaan hidup bersih di keluarga, kita akan merasa nyaman dan senang tinggal di rumah, belajar dengan tenang dan seterusnya.

2. Melaksanakan tugas kebersihan di sekolah

Sekolah adalah tempat siswa/i belajar dan bermain pada waktu istirahat. Oleh karena itu, lingkungan sekolah harus selalu bersih dan rapi. Berbagai usaha dapat dilakukan oleh kepala sekolah untuk menjaga kebersihan, misalnya dengan membuat jadwal piket setiap hari secara bergiliran, agar setiap siswa berperan aktif serta ikut bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan sekolah. Sekolah yang besih dan rapi menggambarkan kebersihan dan kerapihan orang-orang didalamnya. Keadaan kelas yang bersih, nyaman dan terawat akan meningkatkan kegairahan belajar siswa.

MARI KITA BERSUCI

WUDHU (THAHARAH)

Thaharah (Bersuci) menurut bahasa, Thaharah berarti bersuci. Sedangkan menurut istilah, berarti membersihkan diri dari hadats dan najis pada pakaian, badan, dan tempat.

Ketentuan wudhu

a. Pengertian wudhu

Wudlu, adalah membasuh anggota badan tertentu dengan menggunakan air disertai niat untuk menghilangkan hadats kecil apabila hendak melaksanakan ibadah shalat.

b. Syarat Wudhu :

1) Islam

2) Tamyiz (bisa membedakan yang benar dan salah, sudah berakal)

3) Airnya suci

4) Tidak ada halangan batin/ sehat akal

5) Tidak ada halangan dari agama ( tidak sedang haid, nifas, junub,dsb)

c. Kaifiyat Wudhu

Kaifiyyat/ tata cara berwudlu: (1) Berniat lillahi taala; (2) Mencuci kedua telapak tangan sambil membaca basmallah; (3) Kumur-kumur; (4) Istimsyaq dan istimtsar (membersihkan rongga hidung); (5) Membasuh muka; (6) Membasuh kedua tangan sampai siku; (7) Mengusap kepala; (8) Membasuh kedua telinga; (9) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki; (10) Berdoa.

Ketika berwudhu hendaklah menyempurnakan wudhu tersebut maksudnya mencuci anggota wudhu dengan sempurna.

d. Dalil Naqli

Q.S. Al Maidah : 6 dan Hadits tentang Niat (HR. Bkhari-Muslim)

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[footnoteRef:1] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[footnoteRef:2] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. [1: Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.] [2: Artinya: menyentuh. menurut jumhur ialah: menyentuh, sedang sebagian mufassirin ialah: menyetubuhi.]

Q.S. Al-Anfal/8: 11

Artinya : (ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)[footnoteRef:3]. [3: Memperteguh telapak kaki disini dapat juga diartikan dengan keteguhan hati dan keteguhan pendirian.]

Hadits:

( )

Artinya : Allah tidak menerima shalat salah seorang di antaramu bila ia berhadats, sampai ia berwudhu lebih dahulu. (H.R. Bukhari dan Muslim, Abu Daud dan Turmudzi).

Dari hadits di atas jelaslah bahwa wudhu merupakan salah satu syarat syahnya shalat.

e. Doa-doa wudhu:

1) Apabila mata memandang air untuk wudhu:

Aku memulai wudhu dengan nama Allah. Segala puji untuk Allah yang menjadikan air menyucikan dan bukan najis.

2) Apabila membasuh tangan sebelum wudhu:

Alla hummaj alni minat tawwabina waj alni minal mutatah hirin.

Ya Allah, jadikanlah aku dikalangan orang yang bertaubat dan yang mensucikan diri sendiri.

Semasa Berkumur:

Ya Allah tetapkan kepadaku prinsip agama pada hari aku bertemuMu, dan jadikanlah lidahku lancar dalam berzikir kepada mu.

Doa ketika membasuh Hidung:

Ya Allah, janganlah jauhkan ku dari keharuman syurga, dan jadikan aku orang-orang yang mencium baunya.

Doa ketika membasuh muka:

Ya Allah, jadikan muka ku cerah di hari yang mana muka bertukar menjadi gelap, janganlah jadikan mukaku gelap di hari yang mana muka menjadi cerah

Ketika menuang air di siku kanan, berdoa:

Ya Allah, berikanlah buku amalan ku di tangan kanan ku, dan kekalkan aku di syurga di kiri ku, dan mudahkanlah hisabku.

Doa ketika menuang air di siku kiri:

,

Ya Allah, janganlah berikan buku amalku di tangan kanan ku, atau di belakang ku atau merantainya di leherku, aku memohon perlindungan mu dari api neraka.

Doa ketika menyapu kepala:

Ya Allah, lindungilah aku dengan rahmat, keberkatan dan keampunan mu.

Doa ketika menyapu kaki:

Ya Allah, teguhkan kaki ku di jambatan ke syurga di hari kaki yang akan tergelincir, dan bantulah aku dalam usahaku untuk melakukan perkara yang menyenangkanMU, wahi Tuhan pemilik keagungan dan kurnia.

f. Rukun wudhu :

1) Niat, maksudnya ialah kemauan yang tertuju terhadap perbuatan, demi mengharap keridhaan Allah dan mematuhi peraturannya.

2) Membasuh muka satu kali, artinya mengalirkan air ke atasnya, karena arti membasuh itu adalah mengalirkan. Batas muka itu panjangnya ialah dari puncak kening sampai batas dagu, sedang lebarnya dari pinggir telinga sampai ke pinggir telinga yang satu lagi.

3) Membasuh kedua tangan sampai kedua siku.

4) Menyapu kepala. Menyapu maksudnya melapkan sesuatu yang basah

5) Membasuh kedua kaki serta kedua mata kaki.

6) Tartib.

Berdasarkan dalil naqli di atas (al Quran) rukun wudu ada pada nomor 2,3,4,5 dan ditambah dalil dari hadits, pada nomor 1 dan 6 yaitu: niat dan tartib.

g. Sunat-sunat wudhu :

1) Memulai dengan basmalah

2) Menggosok gigi atau siwak

3) Mencuci kedua telapak tangan sewaktu hendak memulai wudhu.

4) Berkumur-kumur tiga kali.

5) Memasukkan air ke hidung (istinsyaq)kemudian mengeluarkannya (istintsar) sebanyak tiga kali.

6) Menyilang-nyilangi jenggot.

7) Menyilang-nyilangi anak-anak jari.

8) Membasuh tiga kali-tiga kali

9) Tayamum, artinya memulai membasuh yang kanan dari yang kiri, dari kedua tangan maupun kaki.

10) Menggosok, maksudnya melewatkan tangan ke atas anggota wudhu bersama air atau di belakangnya.

11) Muwalat, artinya berturut-turut membasuh anggauta demi anggauta, jangan sampai orang yang berwudhu itu menyela wudhunya dengan pekerjaan lain yang dengan pekerjaan lain yang menurut kebiasaan di anggap telah menyimpang dari padanya.

12) Menyapu kedua telinga

13) Memanjangkan cahaya, baik di bagian depan maupun dibagian anggauta-anggauta yang lain.

14) Sederhana, tidak boros memakai air .

15) Berdoa sementara berwudhu.

16) Berdoa selesai berwudhu.

Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, yag tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam folongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci.

17) Shalat dua rakaat setelah wudhu

h. Fadhilah (keutamaan) Wudhu

Wudhu merupakan suatu amalan yang sering dilakukan cukup ringkas dan praktis, namun mengandung keutamaan yang besar. Q.S. An-Nisa/4 : 40

1. Dicintai oleh Allah (Q.S. Al Baqarah : 222)

2. Menghapus dosa-dosa kecil[footnoteRef:4] (kesalahan) [4: Sunnara Rahmat, Seputar berwudhu, Banten, Kenanga Pustaka Indonesia, hal 31]

Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang Muslim atau seorang mukmin berwudhu, kemudian ia membasuh wajahnya, maka keluarlah semua dosa yang dilakukan oleh kedholiman tangannya bersama air, atau bersama tetesan air yang terakhir.

Jika ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua dosa yang dilakukan oleh kaki bersama larutnya air, atau bersama tetesan air yang terakhir, sehingga ia keluar bersih dari dosa-dosa (kecil) (H.R. Muslim)

3. Pembersih dosa dan penambah amal kebajikan, sebagaimana firman Allah Swt dalam Q.S Al-Ahzab : 72.

4. Anggota wudhu akan bercahaya di hari kiamat, sebagaimana hadits Bukhari no. 136 dan Muslim no.246 dan no. 249.

5. Mengangkat derajat di sisi Allah SWT.

KETENTUAN ADZAN DAN IQOMAH

1. Adzan

Permulaan Adzan

Hadits riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Dahulu, orang-orang Islam ketika tiba di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkirakan waktu salat. Tidak ada seorang pun yang menyeru untuk salat. Pada suatu hari mereka membicarakan hal itu. Sebagian mereka berkata: Gunakanlah lonceng seperti lonceng orang Kristen. Sebagian yang lain berkata: Gunakanlah terompet seperti terompet orang Yahudi. Kemudian Umar berkata: Mengapa kalian tidak menyuruh seseorang agar berseru untuk salat? Rasulullah saw. bersabda: Hai Bilal, bangunlah dan serulah untuk salat. (Shahih Muslim No.568)

a. Pengertian Adzan

Secara bahasa adzan berarti pemberitahuan atau seruan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat At Taubah Ayat 3:

dan ini adalah seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia

Adapun makna adzan secara istilah adalah seruan yang menandai masuknya waktu shalat lima waktu dan dilafazhkan dengan lafazh-lafazh tertentu.

b. Hukum Adzan

Ulama berselisih pendapat tentang hukum Adzan. Sebagian ulama mengatakan bahwa hukum adzan adalah sunnah muakkad, namun pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan hukum adzan adalah fardu kifayah. Akan tetapi perlu diingat, hukum ini hanya berlaku bagi laki-laki. Wanita tidak diwajibkan atau pun disunnahkan untuk melakukan adzan.

Adzan mulai disyariatkan pada tahun pertama dari hijrah. Adzan yang dikumandangkan oleh muadzin haruslah terdengar oleh orang yang tidak berada di tempat sang muadzin melakukan adzan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengeraskan suara atau dengan alat bantu pengeras suara. Muadzin diutamakan memiliki sifat orang muslim yang ikhlas, amanah, adil, hanya mengharap ridho Allah, memiliki suara yang bagus, dan mengetahui kapan tibanya waktu shalat yang lima waktu.

c. Lafadh adzan :

Allahu Akbar (4x)

Asyhadu alla ilaha illa llah (2x)

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2x)

Hayya alash-shalah (2x)

Hayya alal-falah (2x)

Allahu Akbar (2x)

Laa ilaaha illa laah (1x)

d. Syarat Adzan

1) Telah Masuk Waktu Shalat

Syarat sah adzan adalah telah masuknya waktu shalat, sehingga adzan yang dilakukan sebelum waktu solat masuk maka tidak sah. Akan tetapi terdapat pengecualian pada adzan subuh. Adzan subuh diperbolehkan untuk dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum waktu subuh tiba dan ketika waktu subuh tiba (terbitnya fajar shadiq).

2) Berniat adzan

Hendaknya seseorang yang akan adzan berniat di dalam hatinya (tidak dengan lafazh tertentu) bahwa ia akan melakukan adzan ikhlas untuk Allah semata.

3) Dikumandangkan dengan bahasa arab

Menurut sebagian ulama, tidak sah adzan jika menggunakan bahasa selain bahasa arab. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ulama dari Madzhab Hanafiah, Hambali, dan Syafii.

4) Tidak ada lahn dalam pengucapan lafadz adzan yang merubah makna

Maksudnya adalah hendaknya adzan terbebas dari kesalahan-kesalahan pengucapan yang hal tersebut bisa merubah makna adzan. Lafadz-lafadz adzan harus diucapkan dengan jelas dan benar.

5) Lafadz-lafaznya diucapkan sesuai urutan

Hendaknya lafadz-lafadz adzan diucapkan sesuai urutan sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang sahih. Adapun bagaimana urutannya akan dibahas di bawah.

6) Lafadz-lafadznya diucapkan bersambung

Maksudnya adalah hendaknya antara lafazh adzan yang satu dengan yang lain diucapkan secara bersambung tanpa dipisah oleh sebuah perkataan atau pun perbuatan di luar adzan. Akan tetapi diperbolehkan berkata atau berbuat sesuatu yang sifatnya ringan seperti bersin.

7) Adzan diperdengarkan kepada orang yang tidak berada di tempat muadzin

Adzan yang dikumandangkan oleh muadzin haruslah terdengar oleh orang yang tidak berada di tempat sang muadzin melakukan adzan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengeraskan suara atau dengan alat pengeras suara.

2. IQOMAH

a. Pengertian Iqamah

Iqamah secara istilah maknanya adalah pemberitahuan atau seruan bahwa sholat akan segera didirikan dengan menyebut lafazh-lafazh khusus.

b. Hukum Iqamah

Hukum iqamah sama dengan hukum adzan, yaitu fardu kifayah. Dan hukum ini juga tidak berlaku untuk wanita.

c. Sifat Iqamah

Ada dua cara iqamah:

1. Dengan sebelas kalimat, yaitu :

2x

1x

1x

1x

1x

2x

2x

1x

2. Dengan tujuh belas kalimat, yaitu :

4x

2x

2x

2x

2x

2x

2x

1x

Sikap Muadzin/ kaifiyat adzan, yang dianjurkan bagi muadzin yaitu :

1) Adzan dalam keadaan suci

2) Adzan dalam keadaan berdiri

3) menghadap kiblat

4) memasukkan jari ke dalam telinga

5) menyambung tiap dua-dua takbir

6) Menolehkan kepala ke kanan ketika mengucapakan hayya alas shalahdan menolehkan kepala ke kiri ketika mengucapakan hayya alal falah.

7) Menambahkan ash shalatu khairum minannaum pada azan subuh.

Setelah membacakan di tambah dengan kalimah

BACAAN DZIKIR DAN DOA SETELAH SHALAT FARDHU

A. DZIKIR

Secara bahasa dzikir berarti mengingat, dan secara umum dzikir adalah perbuatan mengingat Allah dan keagungannya dalam bentuk yang meliputi hampir semua ibadah, perbuatan baik, berdoa, membaca Al Quran, mematuhi orang tua, menolong teman yang dalam kesusahan dan menghindarkan diri dari kejahatan dan perbuatan dzalim.

Dalam arti khusus dzikir berarti menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi tata tertib, metode, rukun dan syarat sesuai yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah SAW dalam Al Quran dan hadits.

Dzikir kepada Allah yang benar bukan hanya sekedar mengucapkan kalimah-kalimah thayyibah di dalam lisan saja. Tetapi hati dan pikiran juga ikut menghayatinya kemudian diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang tidak melaggar aturan-aturan yag telah ditetapkan serta memasrahkan hidup dan mati hanya kepada-Nya. Perintah dzikir sesuai dengan Q.S. Al Baqarah : 152; 200, dan Q.S. An Nisa : 103 yang artinya : Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Kita disunnahkan membaca dzikir dan doa setelah salam dari shalat wajib sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah : 186 dan Q.S. Al Mumin :60.

B. DOA

Sebagai manusia telah diberikan segala karunia dan perlu disyukuri. Karena manusia makhluk yang lemah dan perlunya kekuatan, permohonan dari Allah sebagai makhluk yang serba kekurangan. Manusia hendaknya bersikap berserah diri, wajib berdoa dan berusaha saat memiliki tujuan atau rencana yang tengah ditargetkan. Dengan berdoa dan berusaha, setiap manusia akan melewati tantangan, rintangan yang pada akhirnya akan mendapatkan kebahagiaan.

Allah menegaskan di dalam Alquran surat Albaqarah ayat 186 tentang bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan; berdoa.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Albaqarah: 186)

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah swt. Berada sangat dekat dengan hamba-Nya dan menyaksikan sekaligus mengabulkan setiap permohonan doa dari hambanya yang shaleh.

Secara harfiah, doa berarti memohon, doa pun identik dengan kata lain; dakwah. Sehingga doa bisa juga berarti mengajak atau mengundang agar datang. Doa yang berarti permohonan mekanismenya melakukan permohonan langsung kepada Allah swt agar diberikan kebaikan, keberkahan, kemudahan, dan jalan keluar dari kesulitan dan lain-lain.

Sementara doa yang berarti mengundang hadir atau mengajak dilakukan dengan caara menghadirkan arti-arti sifat Allah swt. yang berjumlah 99 (asmaul husna) di setiap perilaku kita sehari-hari. Hal ini dijelaskan dalam Alquran, surat Al-Araf: 180.

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Araf: 180)

Kekuatan Doa

Doa yang dilakukan dengan baik dan benar maka pemohonnya akan memiliki kekuatan serta daya ubah yang sangat luar biasa. Sebuah hadits menyebutkan, Tidak ada yang mampu mengubah takdir selain berdoa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan."Maka setiap doa yang baik akan senantiasa dikabulkan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam sebuah hadits, "Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah, yang mana doanya tidak diarahkan kepada kemaksiatan atau perbuatan dosa dan memutus tali famili, kecuali Allah akan mengabulkannya."

Lafadh Dzikir dan Doa :

Bacaan dzikir dan doa setelah shalat sangat banyak, salah satu di antaranya sebagai berikut:

Aku meminta ampunan kepada Allah (tiga kali). Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik. (HR. Muslim 1/414)

, ,

Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu. (HR. Al-Bukhariy 1/255 dan Muslim 414)

Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu. (HR. Abu Dawud 2/86 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiih Sunan Abi Dawud 1/284)

Membaca ayat kursi, surah Al Ikhlash, Al Falaq, An Nas, Al Fatihah, kemudian membaca:

.1 Maha Suci Allah. (tiga puluh tiga kali)

.2 Segala puji bagi Allah. (tiga puluh tiga kali)

.3 Allah Maha Besar. (tiga puluh tiga kali)

Kemudian dilengkapi menjadi seratus dengan membaca (satu kali),

,

Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Kemudian membaca doa untuk dirinya sendiri dan kaum Muslimim dengan doa apa saja yang berkaitan dengan urusan dunia dan akhirat.

Hikmah atau keutamaan berdzikir dan berdoa , di antaranya:

a) Dapat menghadirkan ketentraman hati

b) Terhindar dari godaan syaitan

c) Akan diingat oleh Allah SWT

d) Menyelematkan seseorang dari siksa Allah

e) Mendapat rahmat dari Allah dan dikeluarkan dari kegelapan

f) Mendapatkan keberuntungan

g) Mendapat ampunan dan pahala yang besar

h) Dzikir merupakan sebaik-baiknya amal

Sumber :

1. Akhsan Muhammad Suga.Buku Pintar Rahasia IbadahMengungkap Makna dan Rahasia Ilmiah Dibalik Perintah Ibadah dan Sunah Rasul, Jakarta, Graha Grafindo, Cet.1 2011

2. Departemen Agama RI. Al Quran dan Terjemahnya. Jakarta, Departemen Agama RI. 2005

3. Departemen Agama RI, Kapita Selekta Pengetahuan Agama Islam, Jakarta, 1999.

4. http://kumpulandoasehari-hari.blogspot.com/2009/02/bacaan-setelah-wudhu.html

5. Sulaiman Abdurrahim dan Abu Fawwaz, Asmaul Husna Effects, Bandung, 2009, Sygma Publishing.

6. Sunnara Rahmat, A-Z Seputar berwudhu, Banten, Kenanga Pustaka Indonesia,2009 cet.1 hal 31

7. RifaI, Moh.I Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Semarang. 2008.Karya Toha Putra.

8. Sabiq, Sayid, Fikih Sunnah 13 cetakan pertama, Bandung, PT. Almaarif 1996.

9. Zakiah Darajat, dkk. Dasar Dasar Agama Islam, Jakarta 1986, Depdiknas Universitas Terbuka,

10. Zuhaili, Wahbah. Prof. DR, Fiqh Islam Waadillatuhu, penerjemah Abdu Hayyi Al-Khattani, Depok: Gema Insani, 2011.