· Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan...

45
Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca pada umumnya dan penulisan khususnya Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang.Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Bogor, 30 September 2018 Penyusun, Kelompok 4 1

Transcript of  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan...

Page 1:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca pada umumnya dan penulisan khususnya

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang.Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Bogor, 30 September 2018

Penyusun,

Kelompok 4

1

Page 2:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Otot merupakan alat gerak aktif, sebagai hasil kerja sama antara otot dan tulang. Tulang

tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidakdigerakan oleh otot, hal ini karena otot

mempunyai kemampuan berkontraksi ( memendek / kerja berat & memanjang / kerja

ringan ) yang mengakibatkan terjadinya kelelahan otot, proses kelelahan ini terjadi saat

waktu ketahanan otot ( jumlah tenaga yang dikembangkan oleh otot ) terlampaui.

kekuatan otot adalah kemampuan dari otot baik secara kualitas maupun kuantitas

mengembangkan ketegangan otot untuk melakukan kontraksi.

Penilaian Kekuatan Otot mempunyai skala ukur yang umumnya dipakai untuk memeriksa

penderita yang mengalami kelumpuhan selain mendiagnosa status kelumpuhan juga

dipakai untuk melihat apakah ada kemajuan yang diperoleh selama menjalani perawatan

atau sebaliknya apakah terjadi perburukan pada penderita.

1.2 Identifikasi Masalah

Perubahan struktur otot sangat bervariasi. Penurunan jumlah dan serabut otot, atrofi, pada

beberapa serabut otot dan hipertropi pada beberapa serabut otot yang lain, peningkatan

jaringan lemak dan jaringan penghubung dan lain-lain mengakibatkan efek negative. Efek

tersebut adalah penurunan kekuatan, penurun fleksibilitas, perlambatan waktu reaksi dan

penurunan kemampuan fungsional.

Berdaasarkan hal diatas dapat diidentifikasi berbagai masalah sebagi berikut :

2

Page 3:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

1. Prosedur pemeriksaan kekuatan otot

2. Perlu dikaji lebih dalam terhadap pengukuran dengan nilai MMT terhadap LGS (Lingkup Gerak Sendi)

3. Penulisan laporan pemeriksaan LGS

1.3 Batasan Masalah

Agar penulisan makalah ini tidak salah dimengerti maka ada batasannya sebagai berikut :

1. ditujukan kepada mahasiswa fisioterapi maupun sebidangnya

2. diterapkan dalam kegiatan pengkuran dan pembelajaran

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah yang

dijadikan sebagai focus penelitian pembelajaran ini, yaitu sebagai berikut :

a. prosedur pemeriksaan kekuatan otot (MMT)

b. cara pemeriksaan LGS pada tiap gerakan

c. metode penulisan dalam laporan hasil pemeriksaan LGS

1.5 Tujuan Penulisan

1. Memberikan panduan kepada mahasiswa tentang prosedur pemeriksaan kekuatan otot

(MMT)

2. mengetahui metode penulisan laporan hasil pemeriksaan LGS

3. Mahasiswa mampu melakukan dan menjelaskan berbagai pengukuran LGS pada

ekstremitas atas serta meng interpretasikan hasil pemeriksaan

4. Mengetahui besarnya LGS suatu sendi

5. Membantu menegakkan diagnosis fisioterapi

3

Page 4:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

6. Membantu menentukan tindakan terapi

7.Mengevaluasi keberhasilan/efektivitas program terapi

8. Meningkatkan motivasi dan semangat pasien dalam menjalani terapi.

9. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan regio bahu ( shoulder ).

10. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan regio siku ( elbow ).

11. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan regio pergelangan tangan ( wrist ) dan

tangan( hand ).

4

Page 5:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori

2.1.1 definisi

Pengertian kekuatan otot adalah kemampuan dari otot baik secara kualitas maupun

kuantitas mengembangkan ketegangan otot untuk melakukan kontraksi.

Penilaian Kekuatan Otot mempunyai skala ukur yang dipakai untuk memeriksa penderita

yang mengalami kelumpuhan selain mendiagnosa status kelumpuhan juga dipakai untuk

melihat apakah ada kemajuan yang diperoleh selama menjalani perawatan atau sebaliknya

apakah terjadi perburukan pada penderita. Penilaian tersebut meliputi :

(1). Nilai 0: paralisis total atau tidak ditemukan adanya kontraksi pada otot,

(2) Nilai 1: kontaksi otot yang terjadi hanya berupa perubahan dari tonus otot, dapat

diketahui dengan palpasi dan tidak dapat menggerakan sendi,

(3) Nilai 2: otot hanya mampu mengerakkan persendian tetapi kekuatannya tidak

dapat melawan pengaruh gravitasi,

(4) Nilai 3: dapat menggerakkan sendi, otot juga dapat melawan pengaruh gravitasi

tetapi tidak kuat

terhadap tahanan yang diberikan pemeriksa,

(5) Nilai 4: kekuatan otot seperti pada derajat 3 disertai dengan kemampuan otot

terhadap tahanan yang ringan,

5

Page 6:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

(6) Nilai 5: kekuatan otot normal.

2.1.2 Cara memeriksa kekuatan otot

Untuk mengetahui kekuatan atau kemampuan otot perlu dilakukan pemeriksaan

derajat kekuatan otot yang di buat ke dalam enam derajat ( 0 – 5 ) . Derajat ini

menunjukan tingkat kemampuan otot yang berbeda-beda.

Adapun cara untuk memeriksa kekutan otot dengan menggunakan derajat kekuatan

otot tersebut yaitu sebagai berikut:

☻ Pemeriksaan kekuatan otot ekstermitas atas.

1. Pemeriksaan kekuatan otot bahu.

Caranya:

a). Minta klien melakukan fleksi pada lengan ekstensi lengan dan beri tahanan.

6

Page 7:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

b). Lakukan prosedur yang sama untuk gerakan ekstensi lengan, lalu beri tahanan.

c). Nilai kekuatan otot dengan menggunakan skala 0-5.

2. Pemeriksaan kekuatan otot siku.

Caranya:

a). Minta klien melakukan gerakan fleksi pada siku dan beri tahanan.

b). Lakukan prosedur yang sama untuk gerakan ekstensi siku, lalu beri tahanan.

c). Nilai kekuatan otot dengan menggunakan skala 0-5.

3. Pemeriksaan kekuatan otot pergelangan tangan.

a). Letakkan lengan bawah klien di atas meja dengan telapak tangan menghadap

keatas.

b). Minta klien untuk melakukan gerakan fleksi telapak tangan dengan melawan

tahanan.

c). Nilai kekuatan otot dengan menggunakan skala 0-5.

4. Pemeriksaan kekuatan otot jari-jari tangan

Caranya:

a). Mintalah klien untuk meregangkan jari-jari melawan tahanan.

b). Nilai kekuatan otot dengan menggunakan skala 0-5.

2.1.3 Alat yang di gunakan

1. Universal Goniometer

2. Formulir Hasil Pengukuran

3. Alat tulis

2.2 Metode Penelitian

7

Page 8:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

Metode yang digunakan dengan mencari referensi informasi dari internet

2.3 Pembahasan

2.3.1 Definisi Kekuatan Otot

Pengertian kekuatan otot adalah kemampuan dari otot baik secara kualitas maupun

kuantitas mengembangkan ketegangan otot untuk melakukan kontraksi.

Perubahan struktur otot sangat bervariasi. Penurunan jumlah dan serabut otot, atrofi,

pada beberapa serabut otot dan hipertropi pada beberapa serabut otot yang lain,

peningkatan jaringan lemak dan jaringan penghubung dan lain-lain mengakibatkan

efek negative. Efek tersebut adalah penurunan kekuatan, penurun fleksibilitas,

perlambatan waktu reaksi dan penurunan kemampuan fungsional.

Penilaian Kekuatan Otot mempunyai skala ukur yang umumnya dipakai untuk

memeriksa penderita yang mengalami kelumpuhan selain mendiagnosa status

kelumpuhan juga dipakai untuk melihat apakah ada kemajuan yang diperoleh selama

menjalani perawatan atau sebaliknya apakah terjadi perburukan pada penderita.

2.3.2 Media Dan Alat Bantu

A.Goniometer

Istilah goniometri berasal dari dua kata dalam bahasa yunani yaitu gonia yang berarti

sudut dan metron yang berarti ukur. Oleh karena itu goniometri berkaitan dengan

pengukuran sudut, khususnya sudut yang dihasilkan dari sendi melalui tulang-tulang

ditubuh manusia. Ketika menggunakan universal goniometer, fisioterapis dapat

mengukur dengan menempatkan bagian dari instrument pengukuran sepanjang tulang

bagian proksimal dan distal dari sendi yang dievaluasi. Goniometri dapat digunakan

untuk menentukan posisi sendi yang tepat dan jumlah total dari gerakan yang dapat

8

Page 9:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

terjadi pada suatu sendi. Goniometri merupakan bagian yang penting dari keseluruhan

evaluasi sendi juga meliputi jaringan lunak. Evaluasi dimulai dengan mewawancarai

subjek dan mengamati kembali data-data yang telah ada untuk mendapatkan

gambaran akurat dari gejala yang ada, kemampuan fungsional, pekerjaan dan aktivitas

rekreasi, juga riwayat medis. Kemudian dilanjutkan dengan observasi pada tubuh

untuk memeriksa kontur jaringan lunak dan kondisi kulit. Palpasi dilakukan untuk

mengetahui temperatur kulit dan tingkat kelainan dari jaringan lunak dan mengetahui

lokasi dari struktur anatomi yang mengalami gejala nyeri. Pengukuran antropometri

seperti panjang tungkai, lingkar anggota tubuh, dan massa tubuh juga dilakukan.

Gerakan sendi secara aktif yang dilakukan subjek selama evaluasi membuat

fisioterapis

dapat melihat bila ada gerakan abnormal yang terjadi dan juga mendapatkan

informasi lain tentang gerakan yang dilakukan oleh subjek. Apabila terlihat adanya

gerakan aktif yang abnormal, maka fisioterapis melanjutkan ke pemeriksaan gerak

sendi secara pasif untuk mengetahui penyebab keterbatasan sendi dan untuk

mengetahui end-feel

. Goniometri

digunakan untuk mengukur dan mendata kemampuan gerakan sendi aktif dan pasif.

Data dari goniometri dihubungkan dengan data-data lainnya dapat dijadikan dasar

untuk :

1.Menentukan ada atau tidak adanya disfungsi

2.Menegakkan diagnosis

3.Menentukan tujuan dari tidakan atau intervensi

4.Mengevaluasi peningkatan atau penurunan dari target intervensi

5.Memodifikasi intervensi

6.Memotovasi subjek

9

Page 10:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

7.Mengetahui efektifitas suatu tehnik terapeutik khusus seperti latihan-latihan,

obatobatan, dan prosedur pembedahan.

8.Pembuatan orthose dan pelengkap adaptasi.

B.Range Of Motion

(ROM) / Lingkup Gerak Sendi (LGS)

ROM adalah besarnya suatu gerakan yang terjadi pada suatu sendi. Posisi awal untuk

mengukur semua ROM kecuali rotasi adalah posisi anatomis. Dalam menentukan

ROM ada tiga sistem pencatatan yang bisa digunakan yaitu yang pertama dengan

sistem 0-180 derajat, yang kedua dengan sistem 180 -0 derajat, dan yang ketiga

dengan sistem 360 derajat. Dengan sistem pencatatan 0 -180 derajat, sendi ekstremitas

atas dan bawah ada pada posisi 0 derajat untuk gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, dan

adduksi ketika tubuh dalam posisi anatomis. Posisi tubuh dimana sendi ekstremitas

berada pada pertengahan antara medial (internal) dan lateral (eksternal) rotasi adalah

0 derajat untuk untuk ROM rotasi. ROM dimulai pada 0 derajat dan bergerak menuju

180 derajat. Sistem pencatatan seperti ini adalah yang paling banyak digunakan di

dunia. Pertama kali dirumuskan oleh Silver pada 1923 dan telah dibantu oleh banyak

penulis, termasuk Cave dan roberts, Moore, American Academy of Orthopaedic

Surgeons, dan American Medical Association. Dua sistem pencatatan yang lainnya

yaitu sistem 180 -0 derajat yang diukur pada posisi anatomis, ROM dimulai dari 180

derajat dan bergerak menuju 0 derajat. Sistem 360 derajat juga diukur pada posisi

anatomis, gerakan fleksi dan abduksi dimulai pada 180 derajat dan bergerak menuju 0

derajat, gerakan ekstensi dan adduksi dimulai pada 180 derajat dan bergerak menuju

360 derajat. Kedua sistem pencatatan tersebut lebih sulit dimengerti dibandingkan

sistem pencatatan 0 -180 derajat dan juga kedua sistem pencatatan tersebut jarang

digunakan.

10

Page 11:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

C.End Feel

Pada pemeriksaan ROM pasif struktur unik pada tiap sendi dapat terasa, beberapa

sendi ROM nya dibatasi oleh kapsul sendi, ada juga yang dibatasi oleh ligamen,

batasan gerak normal yang lainnya adalah oleh ketegangan otot, benturan permukaan

sendi dan jaringan lunak. Tipe setiap struktur yang membatasi ROM mempunyai

karakteristik rasa, yang dapat terasa dengan pemeriksaan sendi pasif. Rasa yang bisa

di rasakan oleh seseorang yang melakukan pemeriksaan pada akhir ROM pasif

tersebut dinamakan end feel. Untuk mengembangkan kemampuan dalam menentukan

karakter dari end feel diperlukan latihan dan sensitifitas. Menentukan end feel

harus dilakukan secara perlahan dan teliti untuk merasakan akhir dari gerakan sendi

dan untuk membedakan antara normal end feel dan abnormal end feel.

2.3.3 Prosedur pemeriksaan MMT

Tata Cara Pemeriksaan Mmt

Cara pemeriksaan kekuatan otot:

1.      Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya kelainan dan deformitas.

2.      Amati adanya kontraktur dengan meminta klien untuk menggerakkan persendian ekstremitas.

3.      Minta klien merentangkan kedua lengan kedepan, amati adanya tremor, ukuran otot (atropi, hipertropi), serta ukur lingkar ekstremitasnya (perbedaan >1cm dianggap bermakna). Palpasi otot untuk memeriksa apakah ada kelainan otot.

4.      Sternocleidomastoideus: klien menengok ke salah satu sisi dengan melawan tahanan tangan pemeriksa.

11

Page 12:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

5.      Trapezius: letakkan kedua tangan pada bahu klien, minta klien menaikkan bahu melawan tahanan tangan pemeriksa.

    6.      Deltoideus: minta klien mengangkat kedua lengan dan melawan dorongan tangan pemeriksa ke arah bawah.

    7.  Palpasi tulang ekstremitas dan setiap persendian untuk menemukan area yang mengalami edema atau nyeri tekan, tungka, bengkak, krepitasi, dan nodul

2.13   Kriteria hasil pemeriksaan MMT

1.     Normal (5) mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh, melawan gravitasi,

dan melawan tahanan maksimal.

2.     Good (4) mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh, melawan gravitasi, dan

melawan tahanan sedang (moderat).

3.     Fair (3) mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh dan melawan gravitasi

tanpa tahanan.

4.     Poor (2) mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh tanpa melawan

gravitasi.

5.     Trace (1) tidak ada gerakan sendi, tetapi kontraksi otot dapat dipalpasi

6.     Zero (0) kontraksi otot tidak terdeteksi dengan palpasi

Tata cara pemeriksaan lgs pada seiap gerakan

Pelaksanaan pemeriksaan

12

Page 13:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

a. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri dan meminta persetujuan pasien secara lisan.

b. Menjelaskan prosedur & kegunaan hasil pengukuran LGS kepada pasien.

c. Memposisikan pasien pada posisi tubuh yang benar (anatomis), kecuali gerak rotasi (Bahu

dan Lengan bawah).

d. Sendi yang diukur diupayakan terbebas dari pakaian yang menghambat gerakan.

e. Menjelaskan dan memperagakan gerakan yang hendak dilakukan pengukuran kepada

pasien.

f. Melakukan gerakan pasif 2 atau 3 kali pada sendi yang diukur, untuk mengantisipasi

gerakan kompensasi.

g. Memberikan stabilisasi pada segmen bagian proksimal sendi yang diukur, bilamana

diperlukan.

h. Menentukan aksis gerakan sendi yang akan diukur.

i. Meletakkan goniometer :

1) Aksis goniometer pada aksis gerak sendi.

2) Tangkai statik goniometer sejajar terhadap aksis longitudinal segmen tubuh yang statik.

3) Tangkai dinamik goniometer sejajar terhadap aksis longitudinal

j. Membaca besaran LGS pada posisi awal pengukuran dan mendokumentasikannya dengan

notasi ISOM.

k. Menggerakkan sendi yang diukur secara pasif, sampai LGS maksimal yang ada.

Memposisikan goniometer pada LGS maksimal sebagai berikut:

1) Aksis goniometer pada aksis gerak sendi.

2) Tangkai statik goniometer sejajar terhadap aksis longitudinal segmen tubuh yang statik.

13

Page 14:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

3) Tangkai dinamik goniometer sejajar terhadap aksis longitudinal segmentubuh yang

bergerak.

l. Membaca besaran LGS pada posisi LGS maksimal dan mendokumentasikannyadengan

notasi International Standard Orthopedic Measurement (ISOM).

2.3.3 Pemeriksaan

2.3.3.1 Pemeriksaan ROM regio shoulder

1. Inspeksi :

Shoulder girdle(gambar 16) terdiri 3 joint & 1 artikulasi -- Acromioclavicular (AC) joint ,

Glenohumeral (GH) joint , Sternoclavicular (StC) joint dan Scapulothoracic (ScT)

articulation .

a. Anterior : Secara keseluruhan dilihat kontur dari regio bahu adakah : pembengkakan,

perubahan kulit (scar, inflamasi), wasting otot dan deformitas.

Pada inspeksi dari anterior:

dilihat adanya penonjolan Sternoclavicular joint (A), fraktur klavikula (B), subluksasi

Acromioclavicularjoint (C), wasting m. deltoideus (D)

14

Page 15:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

b. Lateral : dilihat adakah wasting otot pada regio deltoid, perubahan kulit (inflamasi,

sikatriks, sinus).

c. Posterior : dilihat kontur regio bahu, adanya perubahan kulit, wasting otot-otot

(trapezius, deltoideus, supraspinatus, infraspinatus, lattisimus dorsi), prominent scapula.

2. Palpasi

Dilakukan dengan cara pemeriksa berdiri di samping pasien bila pasien duduk atau

pemeriksa berdiri di depan pasien bila pasien berdiri.

Pemeriksaan palpasi dilakukan pada sisi anterior, lateral dan posterior.Bandingkan kedua sisi. Palpasi bony prominence klavikula, acromioclavicular joint , skapula, adakah nyeri tekan, perubahan suhu atau pembengkakan ?

3. Range of Motion (ROM)

15

Page 16:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

Pemeriksaan dari gerakan aktif dilanjutkan dengan gerak pasif, diperiksa kedua bahu secara simultan :

Abduksi – Adduksi

Fleksi anterior – Ekstensi

Rotasi internal – Rotasi eksternal

4. Tes Khusus

a. Yergason test Untuk pemeriksaan kestabilan long head biceps tendon pada bicipital groove

16

Page 17:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

Cara pemeriksaan :

- Posisikan elbow fleksi - Lakukan gerakan forearm supinasi, mintalah penderita untuk melawannya - Bersamaan dengan gerakan tersebut, lakukan manipulasi menarik elbow ke bawah

- Positif bila pasien nyeri pada bicipital groove

b. Drop arm test

Untuk pemeriksaan adakah robekan otot-otot rotator cuff.

Cara pemeriksaan :

- Penderita melakukan abduksi shoulder 90° - Secara gentle lakukan tepukan pada forearm - Positif bila lengan jatuh dan penderita tidak bisa/kesulitan melakukan gerakan abduksi shoulder lagi (mempertahankan).

c. Aprehension test

Untuk pemeriksaan adanya kronik dislokasi shoulder

Cara pemeriksaan :

- Posisikan shoulder penderita abduksi - Pemeriksa melakukan gerakan gentle eksorotasi - Positif bila penderita nyeri

17

Page 18:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

ROM Shoulder (LGS bahu)

Flexi = 0-165 derajat Ext = 0-60 Abd = 0-170 Int. Rot abduksi = 0-70 Ekst. Rot abduksi = 0-100

2.3.3.2 Pemeriksaan ROM regio elbow

1. Inspeksi :

a. Anterior :

Dilihat kontur regio siku.

Dilihat adanya perubahan kulit (inflamasi, sikatriks, pembengkakan).

Rotasi internal/eksternal

Cubitus varus/valgus

18

Page 19:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

Muscle wasting : m. trapezius, biceps brachii, deltoideus

b. Posterior : Kontur siku Perubahan kulit (inflamasi, sikatriks, pembengkakan)

2. Palpasi :

Perubahan suhu kulit

Penonjolan tulang : epikondilus medialis, epikondilus lateralis, olecranon

membentuk segitiga sama sisi pada posisi siku fleksi 90o, bila ekstensi menjadi garis lurus

(normal).

Jaringan lunak : adakah nodul?

Nyeri tekan : di epikondilus lateralis ( T e n nis elb o w ) , epikondilus medialis (Golfer’s

elbow).

19

Page 20:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

4. Range of Motion (ROM) :

Pasif dan aktif

Fleksi (0 - 140o)

Ekstensi (0o), hiperekstensi (sampai -15o pada wanita muda) Pronasi (0 -

75o) dengan fleksi siku 90o

Supinasi (0 - 80o) dengan fleksi siku 90o

4. Tes khusus

a. Tennis elbow test

Merupakan tes yang dirancang untuk menyebabkan rasa sakit pada siku yang mengalami

tennis elbow

20

Page 21:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

Cara pemeriksaan :

- Stabilkan lengan pasien dan pasien diminta untuk mengepalkan tangan - Penderita posisi

fleksi elbow, pronasi dan ekstensi wrist - Tekan kepalan tangan tadi ke arah belakang dengan

tangan pemeriksa sebagai usaha untuk memaksa pergelangan tangannya supaya fleksi

- Positif: nyeri pada epicondilus lateralis

ROM Elbow (LGS siku)

Flexi = 0-145 Ext = 0 Pronasi = 0-75 Supinasi = 0-80

2.3.3.3 Pemeriksaan ROM regio wrist & hand

Kedua tangan diletakkan di atas bantal/meja.

Bandingkan kedua tangan.

Fungsi utama tangan adalah untuk pinch grip (ibu jari dengan jari telunjuk) dan power grip

(antara 3 jari fleksi dengan bagian palmar tangan).

21

Page 22:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

1. Inspeksi Aspek dorsal : - Kulit (tekstur, warna, inflamasi, pembengkakan). -

Kuku (warna, bentuk). - Deformitas jari : swan neck , Boutoniere deformation ,

Mallet deformation ,

Heberden’s

node , Bouchard’s node .

-

Muscle wasting , - Adanya guttering first web space .

Aspek palmar : - Kulit (warna, tekstur, kontraktur) - Pembengkakan. - Muscle

wasting : eminensia thenar/hypothenar

22

Page 23:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

2. Palpasi :

Perubahan suhu (normal, menurun, meningkat ?)

Kulit : kering, lembab

Nyeri tekan

Sendi-sendi di pergelangan tangan adalah radiocarpal joint, distal radioulnar

joint dan intercarpal joint , sedangkan sendi-sendi di telapak tangan adalah

metacarpophalangeal joint, proximal interphalangeal joint dan distal

interphalangeal joint.

Pada pergerakan : ROM Aktif ROM Pasif

23

Page 24:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

4. Tes khusus a. Carpal tunnel syndrome Tes untuk penyakit entrapment/jepitan syaraf

medianus pada terowongan carpal

Cara pemeriksaan :

- Phallen’s test Gejala umum pada sindrom, seperti rasa geli pada jari-jari dapat juga

disebabkan oleh fleksi maksimum dari pegelangan tangan dan mempertahankan posisi

tersebut selama minimal satu menit.

Cara pemeriksaan : Provokasi test n. Medianus dilakukan dengan posisi fleksi wrist s.d 90°.

Positif bila terasa nyeri/sensori penjalaran saraf n.medianus.

- Prayer test Provokasi test n. Medianus dengan posisi ekstensi wrist s.d 90° /seperti gerakan

menyembah (prayer).

b. De Quervain’s syndrome Sindrom yang menyebabkan inflamasi pada 2 tendon yang

digunakan untuk menggerakkan ibu jari, abductor pollicis longus dan extensor pollicis brevis

24

Page 25:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

- Finkelstein test Pasien disuruh membuat kepalan tangan, dengan cara jempol masuk ke

dalam kepalan. Kemudian tangan pemeriksa sebelah kiri memegang antebrachii pasien,

tangan kanan pemeriksa menggerakkan wrist ke arah deviasi ulnar.

Positif : bila pasien merasakan nyeri.

ROM Wrist (LGS Pergelangan tangan)

Flexi = 0-75 Ext = 0-75 Radial Deviasi = 0-20 Ulnar Dev = 0-35 Pronasi = 0-75 Supinasi = 0-80

LGS Jempol tangan)

IP joint Flexi = 0-80 IP joint ext = 0-20 MP joint Flexi = 0-55 MP joint Ext, pasif =0-5

LGS Telapak Tangan)

Metacarpal Abduksi = 0-20 Metacarpal Flexi = 0-15

25

Page 26:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

LGS Jari - jari tangan)

MP joint Fleksi = 0-90 MP joint, pasif Hiper ekstensi= up to 45 Proximal IP joint, Flexi = 0-100 Distal IP joint, Flexi = 0-80

2.3.3 Metode penulisan MMT

1. Manual muscle testing Head and Neck No Subjek Satuan Ukur Alat Ukur

Prosedure Standar normal 1 Flexi neck Sternocleidomastoid Platysma

Longus colli Longus capitis Scalenes (anterior fibers) Rectus capitis

anterior Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak, lalu

instruksikan pasien untuk memflexikan kepala. 5 – normal (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan

gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2

– poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi

tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 2. Ekstensi neck

Sternocleidomastoid (upper cervicals only) Splenius capitis Splenius

cervicis Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak, lalu

instruksikan pasien untuk mengekstensikan kepala. 5 – normal (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan

gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2

– poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi

tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

2. 3.  Semispinalis Rectus capitis posterior major Rectus capitis posterior

minor Obliquus capitis superior Levator scapula Trapezius

Rotatores Multifidi Semispinalis Interspinalis lliocostalis

Longissimus Spinalis 3. Lateral Flexion (Right) neck Right

26

Page 27:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

sternocleidomastoid Right scalenes Right longus colli Right splenius

capitis Right splenius Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk

tegak, lalu instruksikan pasien untuk lateral flexi kanan kepala. 5 – normal

(full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan

gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit

kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

3. 4. cervicis Right semispinalis Right obliquus capitis superior Right

rectus capitis lateralis Right levator scapula Right trapezius Right

intertransversarii Right longissimus 4. Lateral Flexion (Left) neck Left

sternocleidomastoid Left scalenes Left longus colli Left splenius

capitis Left splenius cervicis Left semispinalis Left obliquus capitis

superior Left rectus capitis lateralis Skala (Grade 1 – 5) Manual testing

Pasien duduk tegak, lalu instruksikan pasien untuk lateral flexi kiri kepala.

5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 –

good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full

ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 –

trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

4. 5.  Left levator scapul Left trapezius Left intertransversarii Left

longissimus 5. Rotation (Right) neck Left sternocleidomastoid Left

scalene Right longus colli Right longus capitis Right splenius capitis

Right splenius cervicis Left semispinalis Right rectus capitis posterior

major Right obliquus capitis inferior Right rectus capitis anterior Right

levator scapula Left trapezius Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien

duduk tegak, lalu instruksikan pasien untuk rotasi kepala ke arah kanan. 5

– normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good

(full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM

melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace

(sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

5. 6.  Left rotatores Left multifidi Left semispinalis 6. Rotation (Left) neck

Right sternocleidomastoid Right scalene Left longus colli Left longus

capitis Left splenius capitis Left splenius cervicis Right semispinalis

Left rectus capitis posterior major Left obliquus capitis inferior Left

rectus capitis anterior Left levator scapula Right trapezius Right

27

Page 28:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

rotatores Right multifidi Right semispinalis Skala (Grade 1 – 5) Manual

testing Pasien duduk tegak, lalu instruksikan pasien untuk rotasi kepala ke

arah kiri. 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3

– fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan

gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak

ada kontraksi)

6. 7. Shoulder and Elbow No Subjek Satuan Ukur Alat Ukur Prosedure

Standar normal 1 Flexion Shoulder Deltoid (anterior fibers) Pectoralis

major (clavicular fibers) Coracobrachialis Biceps brachii Skala (Grade

1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak lalu instriksikan pasien untuk

memflexikan shoulder. 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 –

zero (tidak ada kontraksi) 2 Extension Shoulder Deltoid (posterior

fibers) Latissimus dorsi Teres major Pectoralis major sternal fibers)

Triceps brachii (long head) Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien

duduk tegak lalu instriksikan pasien untuk ekstensi shoulder. 5 – normal

(full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan

gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit

kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

7. 8. 3 Abduction Shoulder Deltoid (all fibers) Supraspinatus Pectoralis

major (overhead) Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk

tegak lalu instriksikan pasien untuk abduction shoulder. 5 – normal (full

ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan

gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit

kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 4 Adduction

Shoulder Pectoralis major Latissimus dorsi Teres major Teres minor

Coracobrachialis Biceps brachii (short head) Skala (Grade 1 – 5)

Manual testing Pasien duduk tegak lalu instriksikan pasien untuk

adduction Shoulder 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

28

Page 29:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 –

zero (tidak ada kontraksi) 5 Internal Rotation Shoulder Deltoid (anterior

fibers) Pectoralis major Latissimus dorsi Teres major Subscapularis

Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak lalu instriksikan

pasien untuk internal Rotation Shoulder 5 – normal (full ROM melawan

gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi

dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor

(full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa

gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

8. 9. 6 External Rotation Shoulder Eksternal Rotation Deltoid (posterior

libers) Infraspinatus Teres minor Skala (Grade 1 – 5) Manual testing

Pasien duduk tegak lalu instriksikan pasien untukExternal Rotation

Shoulder 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3

– fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan

gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak

ada kontraksi) 7 Horizontal Abduction Shoulder Deltoid (posterior fibers)

Infraspinatus Latissimus dorsi Teres minor Skala (Grade 1 – 5)

Manual testing Pasien duduk tegak lalu instriksikan pasien untukHorizontal

Abduction Should 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 –

zero (tidak ada kontraksi) 8 Horizontal Adduction Shoulder Pectoralis

major Deltoid (anterior libers) Skala (Grade 1 – 5) Manual testing

Pasien duduk tegak lalu instriksikan pasien untukHorizontal Adduction

Shoulder 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3

– fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan

gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak

ada kontraksi)

29

Page 30:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

9. 10. 9 Elbow Flexion *Biceps brachii (Ch 4) *Brachialis *Brachioradialis

Flexor carpi radialis Palmaris longus Flexor carpi ulnaris Pronator

teres Extensor carpi radialis longus Extensor carpi radialis Brevis Skala

(Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak, stabilisasi pada

proximal arm, lalu instruksikan pasien untuk flexi elbow. 5 – normal (full

ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan

gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit

kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 10 Elbow

Extension *Triceps brachii (Ch 4) Anconeus Supinator Extensor

carpi ulnaris Extensor digitorum Extensor digiti Minimi Skala (Grade 1 –

5) Manual testing Pasien duduk tegak, stabilisasi pada proximal arm, lalu

instruksikan pasien untuk ekstensi elbow. 5 – normal (full ROM melawan

gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi

dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor

(full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa

gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

10.11. Wrist and Hand No. Subjek Satuan ukur Alat ukur Prosedur Standar

normal 1 Pronation Flexor carpi radialis Brachioradialis Pronator teres

Pronator quadratus Extensor carpi radialis longus Skala (Grade 1 – 5)

Manual testing Pasien duduk tegak, lalu instruksikan pasien untuk pronasi.

5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 –

good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full

ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 –

trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

2 Supination Biceps bracii Brachioradialis Supinator Extensor indicis

Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak, lalu instruksikan

pasien untuk supinasi. 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 –

zero (tidak ada kontraksi) 3 Wrist flexion Flexor carpi radialis Skala

(Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada forearm,

lalu instruksikan pasien 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

30

Page 31:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi)

11.12.  Palmaris longus Flexor carpi ulnaris Flexor digitorum superficialis

Flexor digitorum profundus Flexor policis longus Abductor policis

longus untuk flexi wrist. 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0

– zero (tidak ada kontraksi) 4 Wirst extention Extensor caarpi radialis

longus Extensor carpi radialis brevis Extensor carpi ulnaris Extensor

digitorum Extensor incidis Extensor Skala (Grade 1 – 5) Manual testing

Pasien duduk tegak stabilisasi pada forearm, lalu instruksikan pasien

untuk ekstensi wrist. 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 –

zero (tidak ada kontraksi)

12.13. digitiminimi Extensor policis longus 5 Radial deviation Flexor carpi

radialis Extensor carpi radialis longus Extensor carpi radialis brevis

Abductorpolicis longus Extensor policis brevis Extensor policis longus

Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada

forearm, lalu instruksikan pasien untuk radial deviation.. 5 – normal (full

ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM

melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan

gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit

kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 6 Ulnar

deviation Flexor carpi ulnaris Extensor carpi radialis Skala (Grade 1 –

5) Manual testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada forearm, lalu

instruksikan pasien untuk Ulnar deviation. 5 – normal (full ROM melawan

gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi

dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor

(full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa

gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

13.14. 7 Flexi finger Flexor digitorum superficialis Flexor digitorum

profundus Flexor digiti minimi brevis Lumbricals Interossei Skala

(Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada wrist,

31

Page 32:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

lalu instruksikan pasien untuk flexi finger. 5 – normal (full ROM melawan

gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi

dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor

(full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa

gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 8 Extension finger Extensor

digitorum Extensor indicis Extensor digiti minimi Skala (Grade 1 – 5)

Manual testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan

pasien untuk ekstensi finger. 5 – normal (full ROM melawan gravitasi

dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM,

tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi)

0 – zero (tidak ada kontraksi) 9 Adduction finger Extensor indicis

Palmar interissei Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak

stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan pasien untuk Adduction finger. 5 –

normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good

(full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM

melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace

(sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi)

14.15. 10 Abduction finger Extensor digiti minimi Abductor digiti minimi

Dorsal interosei Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk tegak

stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan pasien untuk Abduction finger. 5 –

normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good

(full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM

melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace

(sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 11

Thumb flexion Flexor policis longus Flexor policis brevis Opponens

policisAbductor pollicis Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk

tegak stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan pasien untuk Thumb flexion 5

– normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh) 4 – good

(full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM

melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace

(sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 12

Thumb extention Abductor polisis longus Extensor policis brervis

Extensor policis longus Skala (Grade 1 – 5) Manual testing Pasien duduk

32

Page 33:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

tegak stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan pasien untuk Thumb

extention 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3

– fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan

gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak

ada kontraksi) 13 Thumb adduction Skala Manual Pasien duduk tegak 5 –

normal (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi penuh)

15.16.  Opponens pollicis Adductor pollicis (Grade 1 – 5) testing stabilisasi

pada wrist, lalu instruksikan pasien untuk Thumb adduction 4 – good (full

ROM melawan gravitasi dengan resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM

melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa melawan gravitasi) 1 – trace

(sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 – zero (tidak ada kontraksi) 14

Thumb abduction Abducton pollicis longus Extensor pollicis brervis

Abductor pollicis brervis Flexor pollicis brevis Skala (Grade 1 – 5) Manual

testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan pasien

untuk Thumb abduction 5 – normal (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan resistensi

sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM, tanpa

melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi) 0 –

zero (tidak ada kontraksi) 15 Thumb opposition Opponeus digiti minimi

Opponeus pollicis Flexor pollicis brevis Abductor Skala (Grade 1 – 5)

Manual testing Pasien duduk tegak stabilisasi pada wrist, lalu instruksikan

pasien untuk Thumb opposition 5 – normal (full ROM melawan gravitasi

dengan resistensi penuh) 4 – good (full ROM melawan gravitasi dengan

resistensi sedikit) 3 – fair (full ROM melawan gravitasi) 2 – poor (full ROM,

tanpa melawan gravitasi) 1 – trace (sedikit kontraksi tanpa gerakan sendi)

0 – zero (tidak ada kontraksi)

BAB III PENUTUP

33

Page 34:  · Web view2020/10/13  · Prosedur pemeriksaan MMT Tata Cara Pemeriksaan Mmt Cara pemeriksaan kekuatan otot: 1. Minta klien untuk berdiri, amati struktur rangka dan perhatikan adanya

3.1 KESIMPULAN

Korupsi bisa dialami oleh siapapun dan salah satu cara agar tidak terjerumus pada

asalah itu adalah memiliki iman yang tinggi serta menanamkan kejujuran dan amanah

dalam melakukan suatu pekerjaan.

3.2 SARAN

Saran saya sebagai mahasiswa, pemerintah ataupun yang memiliki jabatan lebih

tinggi harus lah lebih memeperlakukan secara intensif mengenai uang. Karena jika

tidak lama-kelamaan perusaan, maupun organisasi dapat dengan mudah hancur

dengan begitu. Dan menyeleksi para pekerja yang jujur agar tidak

menghancurkannya. Dan menjadi seorang pribadi yang memiliki jiwa jujur dan

amanah serta rajin dalam bekerja sesuai dengan perintah agama.

34