WAWASAN 15 September 2015

download WAWASAN 15 September 2015

of 20

  • date post

    23-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    339
  • download

    23

Embed Size (px)

description

KORAN WAWASAN

Transcript of WAWASAN 15 September 2015

  • Harga Eceran Rp 2.000Harga Langganan Rp 50.000

    PUTRI Indonesia 2013, WhulandaryHerman (26) makin getol menekunidu nia akting. Setelah membintangifilm Bidadari Terakhir produksi Ga ne sa Perkasa Film, kini Whulandari kembali beraksi lewat filmgen re horor bertajuk HantuKu buran Tua besutan NayatoFio Nuala.

    Bukan bermaksud ajimum pung atau apalah, tapiyang jelas setelah baca sekena rionya aku langsung daningin terlibat, kata perempu an yang masuk 13 besar diajang Miss Universe 2013 itu.

    Perempuan bersuara se rak ini di film produksi Bintang Inova Citra Productionitu beradu akting denganMa xime Bouttier, Vicky Moni ca, Trisa Triandesa, JajangC Noer dan Keke Soeryo Renald. Aku merasa nyaman di

    Menjadi pelopor keselamatanberlalulintas sepertinya memang

    bisa dilakukan siapa saja, termasuk para ustadz hingga

    santri pondokan yang notabeneselalu menghabiskan waktu di pondok pesantren untuk

    mengkaji ilmu agama.

    SALAH satu trik yang dilaku-kan Satlantas Polres Tegal me-nyambangi ponpes pada ma -lam hari yang lokasinya beradadi lereng Gunung Slamet. Pu-luhan santri Ponpes Attolibiyahyang berada di Kecamatan Bu-mijawa, Kabupaten Tegal itupun tampak tidak membuangke sempatan emas untuk bisase gera mengantongi Surat IzinMengemudi (SIM) C. Hampirse bagian besar santri yang su -dah berusia 17 tahun mendaf-tar kan diri untuk mengikuti

    ujian.Dalam sekejap, halaman

    Masjid Besar Baitul Mutaqin di -sulap menjadi lapangan ujiSIM. Tepatnya usai azan ma-grib para santri menunggu gi-lir an untuk mengikuti pendaf-taran. Dengan baju gamis yangma sih melekat, mereka tetapkhusyuk mengikuti apa yangdiarahkan petugas.

    Mereka terlebih dahulu di-be rikan tata cara mengisi for-mulir untuk mendaftar. Bagiyang sudah mengisi, bisa kem-bali ke pondok untuk melanjut-kan tadarus hingga menjelangwak tu Isak, ungkap Kasat

    Lan tas Polres Tegal, Adhy tya -warman Gautama.

    Dijelaskan dia, uji materi di-kerjakan santri usai melaksana-kan tadarus dan salat Isak. Ku -rang lebih sekitar pukul 20.30WIB halaman masjid sudah di -penuhi para pemohon SIM yang

    Keberangkatan mereka dile-pas Wakil Bupati Jepara, Subro -to di Pendapa Kabupaten Je -para, Senin (14/9) petang. Aksimenuntut perbaikan nasib ter-sebut akan digelar Selasa (15/9)hari ini dan Rabu (16/9) besok.Me nurut Koordinator GTT Je-para, Ahmad Choerun Nasir,sekitar 800 GTT di Jepara hanya187 yang ikut ambil bagian da -lam aksi Indonesia TanpaGTT di Jakarta. Namun mere -ka yang tidak ke Jakarta dipas-tikan juga tidak akan mengajardalam dua hari aksi GTT yangdilakukan di Jakarta. Merekayang tidak berangkat karenama salah ekonomi yang tidakme mungkinkan, ujar Ahmad,

    kemarin.Rombongan GTT Jepara

    akan bergabung dengan rom-bongan GTT dari beberapa dae-rah. Mereka bertemu di Brebesse bagai titik kumpul rombong -an GTT se-Jawa Tengah. Selan-

    TAHUN KE-30 NO: 169 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    PETENIS putra nomor satudunia, Novak Djokovic akhirnya merebut gelar grandslamAS Terbuka 2015 usai menaklukkan petenis peringkat

    dua dunia,Roger Federer difinal,Senin(14/9).DalampertandinganArthurAsheStadium.

    9SPORT

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Polres Tegal Sambangi Santri di Malam Hari

    Sambil Tadarus, Ujian SIM pun Bisa

    UJI TEORI : Sejumlah santriPonpes Attolibiyah, KecamatanBumijawa, Kabupaten Tegal me-nerima formulir uji teori saat ja-jaran Satlantas Polres Tegalmenggelar SIM malam keliling,kemarin. Foto: Haikal.

    KE JAKARTA: Rombongan GTTKabupaten Jepara, ikut ambil bagian dalam aksi Indonesia

    Tanpa GTT yang digelar serentak di Jakarta selama duahari Selasa (15/9) hari ini dan

    Rabu besok. Mereka berangkat dari Pendapa

    Kabupaten Jepara, Senin (14/9). Foto: Budi Santoso.

    JEPARA - Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) diJateng akan mengepung Istana. Pendemo berasaldari GTT Kabupaten Jepara dan tenaga honorerkategori dua (K2) dalam wadah Forum HonorerK2 Indonesia Cabang Blora. Mereka bertolak ke Jakarta untuk bergabung dengan GTT se-Indonesia dalam aksi Indonesia Tanpa GTTdi Jakarta, Senin (14/9).

    Selasa Pahing 15 September 2015

    Akreditasi jadi Kerikil Lulusan PT

    BELAKANGAN ini akreditasipro gram studi (prodi) di sebu -ah perguruan tinggi (PT) men-ja di bahan perbincangan dima syarakat. Ini terkait denganpo sisinya sebagai salah satuper syaratan pelamar di bursakerja, termasuk seleksi CalonPegawai Negeri Sipil (CPNS).Para alumni PT, baik negerimaupun swasta pun dibuat ge-lisah dengan prodi yang dipi-lih nya.

    Mengapa akreditasi prodise buah perguruan tinggi begitupen ting bagi alumninya? Sejatinya akreditasi adalah bentukpengakuan publik atau pen-gakuan eksternal kepada ins-tansi dalam hal ini Perguruan

    Tinggi, baik negeri dan swastadengan standar tertentu gunamemberi jaminan kepada ma-syarakat bahwa lembaga ataukampus tersebut layak dan

    menjadi acuan utama untukterjadinya proses belajar. Kelaklulusannya dijamin dan bisa di

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Getol di Film

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Guru Honorer Kepung Istana

    Ini Musim Terbaik

    PERTIMBANGKAN AKREDITASI: Saat menjadi mahasiswa baru,sebaiknya tak hanya memilih kampus yang berakreditasi bagus, tapijuga mempertimbangkan program studi. Foto: Siti Kh

    Tujuh KajariDigantiSEMARANG - Sebanyak tujuhKe pala Kejaksaan Negeri (Kaja -ri) di lingkungan Kejaksaan

    Ting gi (Kejati) Jateng diganti.Mutasi juga dilakukan ter-ha dap Asisten Pembinaandan Koordinator pada Ke-

    ja ti Jateng. Ada tujuhKaja ri, satu koordinatordan satu asisten. Totalada sembilan, kataKe pala Kejati Jateng,Hartadi SH MH ke-pada wartawan usaimemimpin serah teri -

    ma jabatan pejabat ese-lon III di kantornya,

    Se nin (14/9).Ketujuh Kajari tersebut

    me liputi Kajari Brebes Fen -di Sijabat menggantikan Shir -ley Sumuan yang kini di pro-mosikan menjadi Asisten Bi-dang Pembinaan pada KejatiBang ka Belitung. Dian FritsNalle diangkat sebagai Kajari

    Dua Tim Besar Beda NasibMANCHESTER Pertemuan duatim besar dengan nasib berbe da diawal musim. Mungkin itu katayang tepat untuk meng gambarkanpertemuan Man chester City dengan Juventus di Etihad Stadium,

    Rabu (16/9) di ni hari WIB, dalamlaga Liga Champions. Ya, nasibberbe da memang dialami keduatim di awal musim ini. Bila Man

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Baca Juga Kuliah, Pilihlah Prodi A atau B!

    Hal

    11Foto: Buyil

    Bersambung ke hal 7 kol 1Buon

    Hart

  • Batasi, MembanjirnyaBatik Cap dari CinaSAAT ini batik sudah menjadi produk bu-daya kebanggaan bangsa. Terbukti, pakaianberbahan batiksudah menjad tren di mana-mana, baik di kota maupun di desa. Apalagibatik sangat cocok untuk dipadupadankandengan bahan pakaian lainnya. Selain itu,batik saat ini juga sudah mengalami go in-ternational sebagai komoditas ekspor. Ek-spor dari tahun ke tahun terus mengalamipeningkatan.

    Selama 2013, ekspor batik Indonesiatelah mencapai Rp 3 triliun atau sekitar 300juta dolar AS. Hebatnya, ekspor batik tidaklagi di seputar kawasan Asia, tetapi sudahmerambah ke Amerika Serikat, Jerman, dansejumlah negara Eropa. Dalam kurunwaktu terakhir, pasar batik di dalam negerijuga sangat mengembirakan. Batik bukanlagi dipandang sebagai bahan pakaian kelasdua atau hanya digunakan pada acara-acara tertentu yang berhubungan dengantradisi atau upacara-upacara adat. Batiktelah menjelma menjadi bahan pakaianprestisius yang dapat digunakan di segalasuasana.

    Dengan kata lain, batik telah mengalamimetamorfosa, karena batik dapat dikenakanoleh siapa saja dan usia berapa saja. Batiktelah mengalami modifikasi yang tiadabatas, sehingga mampu dikreasikan, di-padupadankan, dan dikombinasikan de-ngan bahan-bahan pakaian modern. Bah -kan kini batik bukan lagi menjadi monopolisuatu daerah, tetapi sudah menjadi industridi hampir semua daerah.

    Karena itu tidak mengherankan jikasekarang ini, batik mengalami perkemba-ngan pesat di luar Pulau Jawa. SumatraBarat, Kalimantan Utara, dan Papua meru-pakan sebagian daerah di luar Pulau Jawayang berhasil mengembangkan industribatik dengan karakter lokalnya. Sesuaicatatan Kementerian Perdagangan, pen-jualan batik di pasar dalam negeri mencapaiRp 3 triliun. Namun catatan itu dianggaptidak sesuai denan kenyataan yang ada.Sangat mungkin angka penjualan batik di

    dalam negeri jauh melebihi angka Rp 3 tri-liun. Pekalongan, Surakarta, Yogyakarta,dan Cirebon hingga kini masih tercatat se-bagai penyumbang terbesar ekspor batik kemancanegara dan juga pasar dalam negeri.

    Kita berharap, dengan penetapan HariBatik Nasional 2 Oktober dan juga pe-ngukuhan batik sebagai warisan budayadunia versi UNESCO mampu melestarikandan mengembangkan batik. Namundemikian, bukan berarti pengembangan in-dustri batik tidak mengalami tantanganatau kendala. Maraknya produk batik capyang beredar di pasaran juga merupakanancaman terhadap produksi batik tulis.Bahkan batik cap yang diproduksi secaramassal di Cina juga ikut membanjiri pasarIndonesia. Jika tidak ada regulasi atau kebi-jakan yang mengatur dari Pemerintah In-donesia, maka batik-batik cap dari Cina bisamengancam industri batik dalam negeri.Mari kita lestarikan batik sebagai produkkebanggaan bangsa.

    Muh. RamdhanBanjaran, Taman, Pemalang.

    Kita Jalankan AmanahPara Pejuang Bangsadengan Karya NyataTAHUN ini kita bangsa Indonesia mem-peringati HUT kemerdekaan ke-70.Serangkaian perlombaan, pawai, serta upa-cara pertandingan pun turut mewarnai je-lang perayaan hari kemerdekaan berlang-sung dengan meriah di berbagai penjuruTanah Air. Euforia HUT RI tersebut bahkanmasih sangat terasa hingga sekarang. Tidakhanya anak-anak, orang tua pun turutberpartisipasi dalam berbagai perlombaanyang digelar oleh masyarakat, baik di kam-pung maupun kota. Ini merupakan bentukkepedulian dan rasa syukur rakyat Indone-sia dalam menyambut hari bersejarahbahwa Indones