TUGAS MAKALAH

download TUGAS MAKALAH

of 30

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.163
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS MAKALAH

TUGAS MAKALAH MATA KULIAH ILMU BUDAYA DASAR

KEBUDAYAAN INDONESIADosen Pengampu JACOB SALEH, M.Si

ZAENUDIN 2101110271

UNIVERSITAS BUNG KARNO PROGRAM STUDI SI ILMU HUKUM

TAHUN 2012DAFTAR PUSTAKA

Arnold, Matthew. 1869. Culture and Anarchy. New York: Macmillan. Third edition, 1882, available online. Retrieved: 2006-06-28. Barzilai, Gad. 2003. Communities and Law: Politics and Cultures of Legal Identities. University of Michigan Press. Boritt, Gabor S. 1994. Lincoln and the Economics of the American Dream. University of Illinois Press. ISBN 978-0-252-06445-6. Bourdieu, Pierre. 1977. Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-29164-4 Cohen, Anthony P. 1985. The Symbolic Construction of Community. Routledge: New York, Dawkiins, R. 1982. The Extended Phenotype: The Long Reach of the Gene. Paperback ed., 1999. Oxford Paperbacks. ISBN 978-0-19-288051-2 Bakker, JWM. 1999. Filsafat Kebudayaan, Sebuah Pengantar. Penerbit Kanisius; Yogyakarta. Dewantara, Ki Hajar. 1994. Kebudayaan. Penerbit Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa; Yogyakarta. Sarjono. Agus R (Editor). 1999. Pembebasan Budaya-Budaya Kita. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama; Jakarta. Suseno, Franz Magnis. 1992. Filsafat Kebudayaan Politik. Penerbit Gramedia Pustaka Utama; Jakarta.

DAFTAR ISI

Halaman BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................. 1B. Identifikasi/ Rumusan Masalah ........................................ 2 C. Tujuan Penulisan ............................................................. D. Manfaat Penulisan ...........................................................

3 3

BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori ................................................................. 4 B. Uraian Teori ..................................................................... 51. Fenomena Konsep Kebudayaan Indonesia ................ 5 2. Kebudayaan di Indonesia ..........................................

14

BAB III PEMBAHASANA. Pengamatan Lapangan (Fakta) ........................................

24 24

B. Perbandingan Teori Dengan Fakta ................................. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .................................................................... B. Kritik Dan Saran ...........................................................

26 26

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan kesenian, dengan berbagai kebudayaan itu pula Indonesia mampu dikenal masyarakat internasional. Dengan potensi budaya Indonesia diharapkan mampu

melestarikan serta mengembangkan nilai nilai luhur dan beragam sebagai modal ciri khas suatu bangsa. Kebudayaan pada hakikatnya adalah cermin dari sekumpulan manusia yangada di dalamnya. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mempunyai kekayaan nasional berupa keanekaragaman budaya. Sebagai kekayaan nasional yang sangat berharga, kebudayaan haruslah lebih dikembangkan dan dilestarikan. Masyarakat dahulu melihat kebudayaan sebagai suatu hal yang terdiri dari segala manifestasi dari kehidupan manusia yang berbudi luhur dan bersifat ruhani, seperti agama, kesenian, filsafat, ilmu pengetahuan, tata negara, dan sebagainya. Anggapan seperti itu mulai berubah seiring dengan perubahan zaman. Dewasa ini, kebudayaan sering diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan setiap kelompok orang. Jadi, manusia tidak begitu saja di tengah-tengah alam, melainkan selalu mengubah alam itu. Dengan begitu, kebudayaan itu dapat dilihat dari model berusaha, seperti menggarap ladang, berdagang, ataupun melakukan sebuah penelitian.

Konsep kebudayaan diperluas dan didinamisasi irama hidup manusia yang 2 makin cepat otomatis membawa dampak berupa perubahan. Ada beberapa faktor lain lagi yang juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Orang dahulu memandang kebudayaan itu dimiliki oleh sekelompok kecil saja, sedangkan oleh masyarakat secara umum menganggap bahwa kebudayaan itu dialami semacam takdir yang tidak dapat dihindari seperti hujan atau cuaca terang (Peursen, 1976: 12). Cerita rakyat di Indonesia mempunyai peranan besar dalam kehidupan sosial budaya Indonesia, yakni pengungkap alam pikiran dan sikap sebagai\ pendukung nilai kebudayaan masyarakat serta sebagai penunjang perkembanganbahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Kelemahan terbesar bangsa Indonesia adalah kurang menghargai adanya kekayaan budaya sehingga cenderung meremehkan budaya yang ada. Dengan keanekaragaman cerita rakyat di setiap daerah akan mempererat rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang kaya dengan budaya. Penuturan cerita rakyat yang dituangkan dalam berbagai jenis, pada umumnya mengandung ajaran budi pekerti dan merupakan pendidikan moral bagi masyarakat .

B. Identifikasi/ Rumusan Masalah Setelah dibuatnya makalah tentang kebudayaan di indonesia , penulis mampu menjawab beberapa masalah. Adapun permasalahan itu dapat dirumuskan sebagai berikut:1. Bagaimanakah wujud kebudayaan daerah di Indonesia?

2. Bagaimanakah kebudayaan modern khas Indonesia? 3. Bagaimanakah fenomena konsep kebudayaan di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan Sejalan dengan permasalahan dalam pembuatan makalah ini, maka tujuan penulis membuat makalah ini antara lain :1. Mendeskripsikan wujud kebudayaan daerah di Indonesia

2. Mendeskripsikan kebudayaan modern khas Indonesia 3. Mendeskripsikan fenomena konsep kebudayaan di Indonesia

D. Manfaat Penulisan Sejalan dengan uraian dalam latar belakang penulisan makalah ini, manfaat yang dapat diambil dari temuan penulisan ini ada dua, yakni manfaat akademis dan manfaat praktis. 1. Manfaat akademis Temuan penulisan ini diharapkan dapat menambah khazanah mahasiswa/ pendidikan didalam kepustakaan kebudayaan di Indonesia. 2. Manfaat praktis Temuan penulisan ini, yakni agar masyarakat lebih mencintai dan bangga terhadap kebudayaan di Indonesia. Sehingga dapat terwujud pelestarian kebudayaan yang sudah di tinggalkan oleh nenek moyang dari zaman dahulu, dengan demikian kebudayaan di Indonesia akan terhindar dari kepunahan.

BAB II TINJAUAN TEORI

A. LANDASAN TEORI Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah CulturalDeterminism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, 4 sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan bendabenda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

B. URAIAN TEORI 1. Fenomena Konsep Kebudayaan Indonesia a. Memahami Kebudayaan Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Ruth Benedict melihat kebudayaan sebagai pola pikir dan berbuat yang terlihat dalam kehidupan sekelompok manusia dan yang membedakannya dengan kelompok lain. Para ahli umumnya sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari/learning behavior (Sajidiman, dalam Pembebasan Budaya-Budaya Kita ;1999). Kebudayaan sifatnya bermacam-macam, akan tetapi oleh karena semuanya adalah buah adab (keluhuran budi), maka semua kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi rasa damai,

6 senang, bahagia, dan sebagainya. Sifat kebudayaan menjadi tanda dan ukuran tentang rendah-tingginya keadaban dari masing-masing bangsa (Dewantara; 1994). Kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 macam dilihat dari keadaan jenis-jenisnya: Hidup-kebatinan manusia, yaitu yang menimbulkan tertib damainya hidup masyarakat dengan adapt-istiadatnya yang halus dan indah; tertib damainya pemerintahan negeri; tertib damainya agama atau ilmu kebatinan dan kesusilaan. Angan-angan manusia, yaitu yang dapat menimbulkan keluhuran bahasa, kesusasteraan dan kesusilaan.

Kepandaian manusia, yaitu yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang perusahaan tanah, perniagaan, kerajinan, pelayaran, hubungan lalu-lintas, kesenian yang berjenis-jenis; semuanya bersifat indah (Dewantara; 1994

b. Kebudayaan Nasional Kebudayaan Nasional Indonesia adalah segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan, baik yang lama maupun yang ciptaan baru, yang berjiwa nasional (Dewantara; 1994). Kebudayaan Nasional Indonesia secara hakiki terdiri dari semua budaya yang terdapat dalam wilayah Republik Indonesia. Tanpa budayabudaya itu tak ada Kebudayaan Nasional. Itu tidak berar