TPA BENOWO

download TPA BENOWO

of 18

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    282
  • download

    22

Embed Size (px)

Transcript of TPA BENOWO

LAPORAN

PKL BENOWO

Oleh: Kelompok 4 1. Altaf Gaufar 2. Mahsus Arifin 4. Pranita 5. Priyo Wicaksono 6. Iwan 7. Ehtiari Purweni 8. Evi rohmawati (064274229) (084274001) (084274019) (084274 (084274 (084274 (084274 (084274

3. Ayu Rindia L.(084274013)

9. Mawadah K

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2009

KATA PENGANTARSegala puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah S.W.T. karena atas rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan PKL Benowo, Surabaya. Laporan ini mempunyai beberapa tujuan yang di antaranya adalah bagi mahasiswa sendiri mampu menyajikan hasil atas pembelajaran dan perkuliahan baik yang bersifat teoritis di bangku perkuliahan ataupun praktikum yang diadakan di Benowo, Surabaya. lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada: 1. Kedua orang tua kami yang senantiasa mengirimkan doa bagi kami. 2. Ibu Muzayanah, ST, MT. dan Ibu Dra.Sulistinah,M.Pd selaku dosen mata kuliah Ekologi 3. Teman-teman yang senantiasa memberi masukan dalam penyusunan laporan ini. 4. Serta semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya kami berikutnya. Semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya mahasiswa Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya. Dalam penyusunan Laporan ini tidak lepas dari bimbingan semua pihak .Oleh karena itu penulis tidak

Surabaya, 18 Desember 2009 Penyusun

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di jurusan Geografi selain menerapkan metode perkuliahan yang bersifat teoritis juga melakukan metode yang bersifat praktikum lapangan bagi mata kuliah yang bersangkutan. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau contextual teaching learning (CTL) merupakan suatu konsepsi yang bagus untuk diterapkan dijurusan geografi, dimana dosen mengkaitkan konten mata kuliah dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan. Perkembangan pemahaman yang diperoleh selama mengadakan telaah pustaka menjadi semakin jelas karena dibantu dengan suatu perpaduan antara teori dan praktek yang dilakukan oleh mahasiswa dibantu dosen sebagai mediator dan mahasiswa akan merumuskan sendiri tentang fenomena yang berkaitan dengan fokus kajian secara kontekstual bukan tekstual. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil maksimal dalam perkuliahan di jurusan geografi diadakan kuliah lapangan untuk setiap mata kuliahnya. Perkuliahan Ekologi di Jurusan Geografi dilaksanakan pada semester gasal, yaitu antara bulan September sampai dengan Januari 2009/2010. Pada akhir semester perkuliahan ini mahasiswa dibawa keluar untuk melaksanakan praktikum. Praktikum yang dipilih diadakan di Lokasi Pembuangan Akhir (LPA) Benowo,yang cocok untuk dipelajari tentang keadaan lokasi LPA, serta proses pengolahan sampahnya. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana keadaan lokasi LPA Benowo ?

2. Bagaimana aktivitas kinerja di LPA ? 3. Sebutkan jenis-jenis sampah dan Bagaimana proses pengolahan sampah yangada di LPA beenowo ?

4. Bagaimana pengaruh sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, serta hal apayang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh dari banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat?

C. Tujuan

1. Mengetahui keadaan lokasi LPA Benowo.2. Mengetahui aktivitas kinerja di LPA?

3. Mengetahui jenis-jenis sampah serta proses pengolahan sampah yang ada diLPA Benowo.

4. Mengetahu pengaruh sampah terhadap lingkungan dan kesehatan sertamengetahui cara meminimalisir banyaknya sampah masyarakat.

D. Manfaat

Penulisan

1. Manfaat Teoritis Hasil penulisan ini diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan tentang sistem pengolahan sampah. 2. Manfaat Praktis Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pemerintah yang selama ini menjadi penanggung jawab atas penanggulangan sampah khususnya yang ada di wilayah Surabaya. Manfaat bagi penulis untuk melatih mengembangkan pengetahuan tentang pengolahan sampah serta diharapkan kelak jika terjun dalam masyarakat mahasiswa mampu menangani keadaan sampah yang ada disekitarnya.

BAB II

PEMBAHASANA. Lokasi LPA Benowo Kebutuhan yang meningkat akan barang-barang primer, sekunder, maupun tersier di masyarakat mengakibatkan sampah yang dihasilkan juga melimpah. Kota merupakan tempat tinggal orang yang relatif maju, sehingga barang- barang yang dibuang juga banyak sekali. Berasal dari industri yang memproduksi barang dan dari masyarakat yang merupakan konsumennya. Apalagi di Surabaya yang merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Sampah yang dihasilkan begitu melimpah sehinga diperlukan suatu lokasi yang digunakan untuk menampung sampah- sampah tersebut. Pemerintah akhirnya membuka LPA (Tempat Pembuangan Akhir) Benowo. Benowo berdiri mulai tahun 2001, dan mulai dibuangi sampah tanggal 20 Oktober 2001 sampai sekarang. LPA Benowo terletak di kecamatan Benowo, Surabaya Barat dengan tanah seluas 37 ha, dan sekarang yang terpakai seluas 29 ha. LPA ini buka dari pukul 04.00 sampai pukul 21.00. LPA Benowo menampung semua sampah yang dihasilkan dikota surabaya, besarnya sampah mencapai 1283 ton atau 45003 perharinya sepanjang tahun 2009. B. Aktivitas Kinerja di LPA Benowo. Sampah yang berasal dari masyarakat Surabaya dibawa oleh truk- truk menuju LPA Benowo yang ketika sampai di LPA Benowo truk- truk tersebut akan ditimbang di jembatan timbang yang ada di bagiaan depan LPA benowo. Hal ini ditujukan untuk mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan dari kota Surabaya tiap tahunnya guna meninjak lanjuti rencana kedepannya. Setelah ditimbang sampah-sampah itu dibawa ke tempat pendumpingan sampah untuk ditimbun atau ditumpuk. Sampah yang ditumpuk akan berhenti setelah mencapai ketinggian 7 meter. Sistem pembuangan sampah yang ada di LPA Benowo adalah sistem Open Dumping (hamparan terbuka) oleh karena itu setelah sampah mencapai ketinggian 7 meter pembuangan akan berpindah ketempat

lain. Sedangkan sampah dengan ketinggian 7meter tersebut akan dipadatkan dengan traktor sehingga tinggi sampah akan kembali menjadi lebih rendah. Kegiatan pengelolaan sampah di LPA Benowo dibantu menggunakan alat berat sebanyak 19 unit dan sekitar 6-7 unit selalu beroperasi setiap harinya, kegitan pengolaan ini juga di bantu oleh sekitar 900-1000 pemulung. Pemulung-pemulung tersebut mendapat upah sekitar RP 80.000,00 perharinya. Pemulung-pemulung juga mendapatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah. Sedangkan antisipasi kebakaran atau ledakan yang terjadi pada tumpukan sampah, LPA Benowo memasang air dari PDAM serta antisipasi dengan penimbunan sampah yang sudah 4m dengan tanah kira-kira setebal 30 cm. Untuk membuktikan bahwa kegitan pengelolaan sampah di LPA Benowo tidak begitu berbahayanya seperti yang dibayangkan maka di peliharalah banyak sapi-sapi oleh para pemulung dan penduduk sekitar. Sapi-sapi itu dapat hidup dan gemuk-gemuk meskipun tidak diberi makan dan hanya makan makanan yang berasal dari sampahsampah di LPA benowo. Untuk penelitian lebih lanjut sampel air baik yang berasal dari pengelolaan sampah ataupun air tanah yang ada di LPA Benowo selalu diteliti di laboratorium oleh ITS. Gambar : Keadaan serta Kegiatan yang ada di LPA Benowo

Gambar1 : tumpukan sampah yang menggunung serta lapak- lapak bangunan tempat istirahat pemulung yang non permanen.

Gambar: penggunaan Truk sebaggai pengangkut sampah serta alat berat untuk membantu pengolahan sampah di LPA Benowo

Gambar : pemulung- pemulung yang mengais rejeki di LPA Benowo

Gambar : sapi-sapi gemuk yang dipelihara di LPA Benowo

Gambar : laboratorium pemeriksaaan air limbah

C.Jenis-

Jenis Sampah Serta Pengolahan Sampah / limbah yang Ada di LPA

Benowo. Jenis- jenis sampah menurut sifatnya tentu saja ada 3 macam yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3. Sampah organik terdiri atas daun- daun atau yang berasal dari alam serta sampah rumah tangga / sampah dapur, sampah anorganik adalah sampah- sampah yang sebagian beesar berasal dari barang industri seperti plastik bekas bungkus makanan, kaleng bekas, botol, pakaian bekas, rosokan perkakas rumah tangga, dan macam-macam lainnya sedangkan sampah B3 adalah (bahan berbahaya dan beracun) yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah bahan kimia beracun. Penanganan sampah dari jenis sampah ini juga berbeda. Di LPA benowo Baik sampah organik maupun anorganik memiliki cara tersendiri

dalam penanganannya. Selain sistem Open Dumping yaitu Hamparan Terbuka di LPA ini juga mempunyai metode untuk mengelola limbahnya. Pengolahan sampah / limbah yang dihasilkan di LPA Benowo menggunakan 2 metode yaitu Metode Kimiawi dan Metode Biologis. 1) Metode Kimiawi Metode ini di awali dengan membangun saluran- saluran air diseluruh LPA Benowo dimana saluran-saluran tersebut akan membawa air yang berasal dari semua sampah yang ada di LPA Benowo kemudian terkumpul dikolam perlindian.

Gambar : kolam perlindian Lindi merupakan air limbah yang berasal dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memiliki kadar zat organik, N dan P yang tinggi. Lindi dari kawasan LPA Benowo yang tidak dikelola dan diolah dengan baik dapat mencemari air tanah di sekitar lokasi kawasan LPA. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kemampuan Azolla microphylla dalam menyerap zat organik, N dan P dalam lindi. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan bak-bak sebagai reaktor tempat penanaman A. microphylla. Waktu retensi A. microphylla dalam media tanam adalah 3-10 hari. Variabel penelitian adalah kerapatan tanam awal, variasi konsentrasi COD awal dan waktu panen. Parameter