Tambahan Supaya Tdk Puyeng

download Tambahan Supaya Tdk Puyeng

of 23

  • date post

    18-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tugas kepim

Transcript of Tambahan Supaya Tdk Puyeng

1.FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIDAKPUASAN (HYGIENE/MAINTENANCE)

Faktor Hygiene tidak berhubungan langsung dengan kepuasan suatu pekerjaan, tetapi berhubungan langsung dengan timbulnya suatu ketidakpuasan kerja ( Dissatiesfier). Sehingga faktor hygiene tidak dapat digunakan sebagai alat motivasi tapi lebih kepada menciptakan kondisi yang mencegah tibulnya ketidakpuasan.

Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik).

Faktor-faktor dalam hygiene ialah:1. gaji,upahdan tunjangan lainnya2. kebijakan perusahaandan administrasi3. Hubungan baik antar-pribadi4. Kualitas pengawasan5. Keamanan pekerjaan6. Kondisi kerja7. keseimbangan kerja dan hidup

2.FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEPUASAN KERJA (MOTIVATOR)

Faktor motivator adalah faktor-faktor yang langsung berhubungan dengan isi pekerjaan (Job Content) atau faktor-faktor intrinsik.Faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb.

Hygiene factor ini adalah faktor yang berada di sekitar pelaksanaan pekerjaan; berhubungan dengan job context atau aspek ekstrinsik pekerja. faktor-faktor yang termasuk di sini adalah:1. 1)Working condition (kondisi kerja)2. 2)Interpersonal relation (hubungan antar pribadi)3. 3)Company policy and administration (kebijaksanaan perusahaan dan pelaksanaannya)4. 4)Supervision technical (teknik pengawasan)5. 5)Job security (perasaan aman dalam bekerja)

DETERMINAN DARI SUATU HASIL KERJA (JOB PERFORMANCE)

Hygiene FactorsHygiene factors(faktor kesehatan) adalah faktor pekerjaan yang penting untuk adanya motivasi di tempat kerja. Faktor ini tidak mengarah pada kepuasan positif untuk jangka panjang. Tetapi jika faktor-faktor ini tidak hadir, maka muncul ketidakpuasan. Faktor ini adalah faktor ekstrinsik untuk bekerja. Faktor higienis juga disebut sebagai dissatisfiers atau faktor pemeliharaan yang diperlukan untuk menghindari ketidakpuasan.Hygiene factors(faktor kesehatan) adalah gambaran kebutuhan fisiologis individu yang diharapkan untuk dipenuhi.Hygiene factors(faktor kesehatan) meliputi gaji, kehidupan pribadi, kualitas supervisi, kondisi kerja, jaminan kerja, hubungan antar pribadi, kebijaksanaan dan administrasi perusahaan.Motivation FactorsMenurut Herzberg,hygiene factors(faktor kesehatan) tidak dapat dianggap sebagai motivator. Faktor motivasi harus menghasilkan kepuasan positif. Faktor-faktor yang melekat dalam pekerjaan dan memotivasi karyawan untuk sebuah kinerja yang unggul disebut sebagai faktor pemuas. Karyawan hanya menemukan faktor-faktor intrinsik yang berharga padamotivation factors(faktor pemuas). Para motivator melambangkan kebutuhan psikologis yang dirasakan sebagai manfaat tambahan. Faktor motivasi dikaitkan dengan isi pekerjaan mencakup keberhasilan, pengakuan, pekerjaan yang menantang, peningkatan dan pertumbuhan dalam pekerjaan.

Kemampuan diri sendiriTEORI SELF-EFFICACY

Pengertianself-efficacyMenurut Bandura (1997)self-efficacyadalah kemampuangeneratif yang dimiliki individumeliputi kognitif, sosial,danemosi.Kemampuanindividu tersebut harus dilatihdan di atur secara efektif untuk mencapaitujuan individu.Hal iniBandura menyebutnyadenganself-efficacykarena menurut Banduramemiliki kemampuan berbeda dengan mampu mengorganisasikan strategi yang sesuai dengan tujuan serta menyelesaikan strategi tersebut dengan baik walaupun dalam keadaan yang sulit.Penelitian yang dilakukan Schwartz & Gottman (1976) menyatakan individu sering mengalami kegagalan meskipun mengetahui apa yang harus dilakukan dan memiliki kemampuan untuk melakukannya.Berdasarkan hasil penelitian Kennia (2008) menyimpulkan definisiself-efficacyyaitu konsep yang secara spesifik mengontrol keyakinan pada kemampuan yang dimiliki individu untuk melakukan tujuan tertentu.Menurut Bandura & Jourden (1991) keraguan dapat mempengaruhi kemampuan yang dimiliki individu sehingga kemampuan tersebut tidak muncul, karena keraguan tersebut dapat melemahkan keyakinan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.MenurutZimmerman & Bandura(1994) keyakinanmerupakansalah saturegulasi diri yang menentukan seberapa baguskemampuanyang dimiliki,dilatih secara terus menerus. Hal ini berkontribusi dalam mencapai suatu keberhasilan.

Selain itu Schwarzer & Jerusalem menyatakan bahwaself-efficacypada umumnya dipahami sebagai tugas yang spesifik atau tertentu, tetapiself-efficacyjuga mengacu pada keyakinan kemampuan individu mengatasi berbagai tuntutan dan situasi (1995).Berdasarkan uraian yang dipaparkan, dapat disimpulkan bahwaself-efficacymerupakan keyakinan dan kemampuan yang dimiliki individu dalam mencapai tujuan dengan kesulitan tugas pada berbagai kondisi, mampu berfikir secara positif, meregulasi diri, dan keyakinan yang positif.

Faktor-faktor yang mempengaruhiself-efficacyMenurut Bandura (1997) ada beberapa faktor penting yang mempengaruhiself-efficacy:a.Pengalaman keberhasilan (Mastery Experience)Pengalaman keberhasilan merupakan sumber yang sangat berpengaruh dalamefficacy,karenahal tersebutmemberikan bukti secara otentik apakah seseorang akan sukses.Sehingga pengalaman keberhasilan yang didapatkanoleh individumeningkatkanself-efficacyindividu tersebutsedangkan kegagalan menurunkanself-efficacy. Keberhasilan menghasilkan kekuatan dan kepercayaandiri.Pengalaman keberhasilan individu lain tidak dapat mempengaruhiself-efficacypada diri sendiri, tetapiapabila pengalamnkeberhasilan itu dari dirinya maka akan mempengaruhi peningkatanself-efficacy.Menurut Bandura, dkk (1979)Pengalaman keberhasilan menghasilkan kekuatan yang relatifuntuk memperkuat keyakinandiridibandingkan dengan model lain seperti strategi pemodelan, simulasi kognitif, pertunjukan yang sukses, instruksi tutorial.b.Pengalaman orang lain( Vicarious Experience or Modeling)Individutidak dapat hanya mengandalkan pengalaman keberhasilan sebagai sumber informasi tentang kemampuan mereka. Penilaian efikasi merupakan bagian yang dipengaruhi oleh pengalaman orang lain sebagai contoh untuk mencapai keberhasilan.Modellingmerupakan cara lain yang efektif untuk menunjukkan kemampuan efikasi individu. Kemampuan individu dinilai dari aktifitas yang dihasilkan dengan indikator memuaskan.Menurut Festinger(1954)ketika kepuasanitu harus diukur terutama dalam kaitannya dengan kinerja,makaperbandingan sosial berperan pentingsebagai faktor utama dalam penilaian kemampuan diri.Menurut Weinberg 1979 (Bandura, 1997)bersaing dapat menimbulkan keyakinan yang kuat untuk berhasil, sedangkan jika ada salah satu yang berhasil maka hal ini dapat menurunkan keyakinan individu lainya.c.Persuasi verbal (Verbal Persuasion)Menurut Bandura (1997)persuasiverbalberfungsi sebagai saranauntukmemperkuat keyakinanmengenai kemampuan yang dimiliki individu dalam mencapai tujuan.individuyang diyakinkan secara verbal bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menguasai tugas-tugas yang diberikan cenderungberusaha secara maksimaldan mempertahankannya.Menurut Chambliss & Murray(1979)keberhasilan persuasif secara verbalmemiliki dampakpositifpadaindividu yaitumeningkatkan rasa percaya bahwa mereka menghasilkan prestasi .d.Keadaan Fisiologis dan Afektif (Physiological and Affective State)Informasi kemampuanindividu sebagian besardidapatkan dari somatik yang diteruskan kefisiologis dan afektif.Indikator somatikindividu sangat relevan dalamkesehatanfisik, fungsi kesehatan, dancopingdenganstres.Menurut BanduraTreatmentyang menghilangkan reaksi emosional melalui pengalaman keberhasilandapatmeningkatkan keyakinan keberhasilan denganmemperbaiki perilakuyang sesuai pada kinerja.Stres dapat mengurangiself-efficacypada diri individu, jika tingkat stres individu rendah maka tinggiself-efficacysebaliknya jika stres tinggi makaself-efficacypada individu rendah. Ada empathaldalam meningkatkankeyakinan efikasi,meningkatkan status fisik, mengurangi tingkat stres dankecenderungan emosi negatif, memperhatikan kesehatan tubuh (Bandura 1991; Cioffi 1991).

DimensiSelf-EfficacySelf-efficacymemilikibeberapa dimensi yangmempunyaiimplikasi pentingpada kinerja, artinyaself-efficacybersifat spesifik dalam tugas dan situasi yang dihadapi. Menurut Bandura (1997)dimensisel-efficacyadatiga yaituMagnitude atau level, Generality, Strenght.a.MagnitudeatauLevelMagnitudeatau level yaitu persepsi individu mengenai kemampuanya yang menghasilkan tingkah laku yangakandiukur melalui tingkat tugasyang menunjukkanvariasikesulitantugas. Tingkatan kesulitantugas tersebut mengungkapkan dimensikecerdikan, tenaga, akurasi,produktivitas, atau regulasi diri yang diperlukan untuk menyebutkan beberapa dimensiperilakukinerja.Individu yang memilki tingkat yang tinggi memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengerjakan tugas-tugasyang sukar juga memilikiself-efficacyyang tinggisedangkan individu dengan tingkat yang rendah memiliki keyakinan bahwa dirinya hanya mampu mengerjakan tugas-tugas yang mudahserta memilikiself-efficacyyang rendah.b.GeneralitySelf-efficacyjuga berbeda pada generalisasi artinyaindividumenilai keyakinan merekaberfungsidi berbagai kegiatantertentu. Generalisasi memiliki perbedaan dimensi yang bervariasi yaitu:1)Derajat kesamaan aktivitas.2)Modalkemampuan ditunjukan (tingkah laku, kognitif, afektif).3)Menggambarkan secara nyatamengenaisituasi.4)Karakteristikperilakuindividuyang ditujukan.Penilaianiniterkait pada aktivitas dan konteks situasi yang mengungkapkan pola dan tingkatan umum dari keyakinan orang terhadap keberhasilan mereka. Keyakinan diri yang paling mendasar adalah orang yang berada disekitarnya dan mengatur hidup mereka.c.StrengthStrengthartinya kekuatan, keyakinan diriyanglemah disebabkantidak terhubung oleh pengalaman, sedangkan orang-orang yang memilikikeyakinan yangkuat,mereka akan bertahan dengan usaha mereka meskipunada banyakkesulitandan hambatan.Individu