survey pasar.doc

download survey pasar.doc

of 33

  • date post

    20-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    81
  • download

    11

Embed Size (px)

description

laporan survey pasar tradisional mergan tentang konsentrasi pasar cabai merah, rawit dan kacang hijau serta mekanisme penentuan harga yang terjadi pada pasar tradisional mergan dan carrefour malang.

Transcript of survey pasar.doc

1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Dalam pengertiannya, pasar yang sederhana atau sempit adalah tempat bertemunya calon penjual dan pembeli barang, yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan hidup konsumen. Seiring dengan perkembangan jaman, jenis dan karakteristik pasar semakin beragam. Salah bentuknya adalah pasar modern seperti swalayan, minimarket hingga hypermarket.Keberadaan pasar tradisional dan pasar modern menjadi menarik untuk dipelajari terlebih dalam bidang pemasaran hasil pertanian yang sangat erat kaitannya dengan pasar dan konsumen. Komoditas-komoditas hasil pertanian seringkali menjadi produk andalan baik di pasar tradisional maupun modern. Seperti halnya cabai dan kacang hijau. Kedua komoditas tersebut sangat popular di kalangan masyarakat sebagai konsumen. Hampir di setiap pasar, baik tradisional dan modern keberadaan kedua komoditas tersebut dapat ditemukan.

Bila dilihat dari struktur pasarnya, pasar tradisional memiliki jumlah pedagang yang jumlahnya lebih banyak sehingga pembentukkan harga lebih cenderung beragam jika dibandingkan dengan pasar modern. Faktor-faktor yang menyebabkan pembentukan harga yang relatif signifikan perbedaannya itulah yang menjadi menarik untuk dipelajari dan dianalisis.

Oleh karenanya, penulis mencoba melakukan analisis struktur pasar melalui kegiatan survey pasar dengan mengambil sampel pasar Mergan sebagai sampel pasar tradisional dan Carrefour sebagai pasar modern yang ada di wilayah Malang. Variable penelitian yang digunakan adalah komoditas pertanian seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu cabai dan kacang hijau.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang digunakan dalam laporan survey pasar ini bertujuan untuk membatasi analisis survey pasar yang dilakukan, diantaranya:

1. Bagaimana ketersediaan komoditas cabai dan kacang hijau pada masing-masing pasar (Pasar Tradisional Mergan dan Carrefour)?2. Bagaimana mekanisme penentuan harga pada kedua pasar tersebut (Pasar Tradisional Mergan dan Carrefour)?

3. Adakah diferensiasi harga pada masing-masing pasar (Pasar Tradisional Mergan dan Carrefour)?

4. Bagaimana struksur pasar pada kedua sampel pasar tersebut (Pasar Tradisional Mergan dan Carrefour)?

1.3 Tujuan

Tujuan dari kegiatan survey pasar antara lain adalah:

1. Mengetahui struktur pasar dari masing-masing sampel pasar.

2. Mengetahui mekanisme penentuan harga pada masing-masing sampel pasar.

3. Mengetahui diferensiasi harga pada masing-masing sampel pasar.

1.4 Manfaat

Kegiatan survey pasar ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pemasaran:

Bagi pelaku pasar

Untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang pasar sehingga dapat meningkatkan volume produksi dan efisiensi dalam menentukan harga jual produk. Bagi mahasiswa

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pasar beserta struktur dan mekanisme penentuan harga dalam pasar, baik tradisional maupun modern.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Komoditas

2.1.1 Cabai MerahCabai merah merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomi. Pemanfaatan cabai merah sebagai bahan baku industri pengolahan (makanan obat-obatan dan kosmetika) memberikan prospek yang cerah sebagai sumber pertumbuhan di sektor pertanian (Hutabarat dkk., 1999).

Cabai merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Tanaman ini berakar tunggang dengan banyak akar samping yang dangkal. Batangnya tidak berbulu, tetapi banyak cabang, daunnya panjang dengan ujung runcing. Ada dua golongan tanaman cabai yang terkenal yaitu cabai besar (Capsicum annum L) dan cabai kecil (Capsicum frustescens L). Jenis cabai yang termasuk dalam golongan cabai besar adalah cabai merah (Capsicum annuum L. var Longum L), cabai paprika (Capsicum annuum L. var grossum L.), cabai bulat/udel/domba (Capsicum annuum L. var. abberiata Fingerhuth). Cabai merah buahnya panjang dengan ujungnya runcing dan posisinya menggantung pada ketiak daun. Ketika muda warna buahnya hijau, setelah tua berubah menjadi mera. Cabai yang termasuk golongan cabai kecil adalah cabai rawit, cabai cengek, cabai hias (Sunarjono, 2004).

Menurut Sunarjono (2004) cabai dapat ditanam, baik di dataran rendah atau dataran tinggi. Syarat agar tanaman cabai tumbuh baik ialah tanah berhumus (subur), gembur, dan PH tanah 5-6. tanaman cabai tidak tahan hujan terutama pada waktu berbunga sehingga waktu tanam cabai yang baik ialah pada awal musim kemarau.

Cabai besar termasuk tanaman semusim berbentuk perdu atau setengah perdu yang mempunyai sistem perakaran agak menyebar. Batang utama tumbuh tegak dan pangkalnya berkayu. Daun tumbuh secara tunggal dengan bentuk sangat bervariasi yaitu lancip sampai bulat telur dan ujungnya runcing. Cabai kecil dapat tumbuh dua sampai tiga tahun, termasuk tanaman perdu dan berbunga majemuk. Tiap tandan bunga terdiri dari banyak bunga dan buah bentuk ukurannya kecil tersusun bergerombol. Bentuk dan ukuran buahnya bervariasi (Rukmana, 1994).

Nazaruddin (1999) menjelaskan bahwa cabai merah merupakan salah satu jenis sayuran yang baik diusahakan di dataran rendah. Cabai merah menghendaki ketinggian tempat 0-1.200 mdpl dengan intensitas matahari tinggi dan kelembapan sedang. Cabai baik ditanam saat musim hujan, tetapi harus diingat dahulu jenis lahannya. Untuk lahan bekas sawah, penanaman dilakukan pada akhir musim hujan, sedangkan untuk lahan tegalan, dilakukan pada awal musim hujan.

Terkait dengan pemasaran, harga cabai sangat fluktuatif tergantung pasokan yang ada. Faktor yang menyebabkan harga cabai berfluktuasi adalah 1) harga cabai jatuh pada saat yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yang menyebabkan petani enggan menanam cabai sehingga pasokan tidak mampu memenuhi permintaan pasar, 2) sentra-sentra penanaman cabai tidak mampu menyuplai permintaan pasar akibat areal mengalami kebanjiran dimusim hujan, 3) banyaknya areal penanaman cabai terserang penyakit (Prajnanta, 2005).

2.1.2 Cabai Rawit

Cabai rawit (Capsicum frutescens) memiliki ukuran buah yang kecil dengan rasa yang pedas bila dibandingkan dengan cabai besar. Tanaman cabai rawit dikenal sebagai tanaman cabai paling mudah beradaptasi dengan lingkungan tempat tumbuhnya dan tanaman yang luwes dibudidayakan. Namun daerah tumbuh yang paling cocok yaitu dataran dengan ketinggian 0-500 meter dari permukaan laut. Kondisi tanah secara umum harus subur dengan derajat keasaman (ph) tanah antara 6,0 7,0. Kelembaban tanahnya harus cukup dengan ditandai oleh kandungan air yang tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Tanah tersebut juga mempunyai suhu yang sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu tinggi yaitu berkisar antara 15 28 C. Hanya saja, cabai rawit yang ditanam di tempat yang berbeda akan menghasilkan produksi yang berbeda pula. Oleh karena itu, cabai rawit lebih unggul dibandingkan dengan cabai besar. Keunggulan tersebut yaitu cabai rawit lebih tahan terhadap hama penyakit khususnya penyakit layu bakteri, busuk buah, dan bercak daun (Setiadi 1999).

Umumnya, para petani di Pulau Jawa mengenal tiga musim dalam menanam cabai rawit, yaitu musim labuhan (saat hujan mulai turun), musim marengan (saat hujan akan berakhir), dan musim kemarau. Pada situasi lapang, kebanyakan petani melakukan pemanenan berdasarkan pada keadaan pasar. Bila pasar cabai kurang menguntungkan, buah dipanen dalam keadaan yang benar-benar tua. Sebaliknya bila keadaan pasar menguntungkan, petani menanam cabai rawit dengan selang waktu pendek dengan warna yang belum merah merata.

Cabai rawit memiliki beberapa varietas, salah satunya yaitu cakra putih. Cakra putih merupakan varietas cabai rawit merah yang berwarna putih kekuningan saat muda dan akan berubah merah cerah saat masak. Pertumbuhan tanaman varietas ini sangat kuat dan membentuk banyak percabangan. Posisi buah tegak ke atas dengan bentuk agak pipih dan rasa sangat pedas. Cakra putih dapat dipanen pada umur 85-90 hari setelah tanam. Keunggulan dari varietas ini yaitu tahan terhadap serangan penyakit antraknose (Rukmana 2002).

2.1.3 Kacang Hijau

Komoditi kacang hijau mempunyai arti yang strategis karena menyediakan kebutuhan paling esensial bagi kehidupan sebagai bahan pangan serta sumber protein nabati yang sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan kacang hijau akan semakin meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan.Permintaan komoditas kacang hijau terus memperlihatkan peningkatan seiring dengan semakin beragamnya pemanfaatan kacang hijau untuk berbagai keperluan. Ekspor kacang hijau Indonesia sudah ada sejak tahun 1920 pada waktu itu diekspor ke Singapura. Di samping ekspor, Indonesia juga mengimpor kacang hijau dari Rangon. Jadi, jelaslah bahwa kacang hijau sudah sejak lama mempunyai andil dalam perekonomian nasional.

Tanaman ini tumbuh baik pada tegalan dan sawah sebagai tanaman penyelang padi, kacang hijau tumbuh baik bila ditanam pada musim kemarau, karena jika terlalu banyak hujan penyakit tanaman akan berkembang serta menurunkan mutu biji panenan.Tumbuh baikpada berbagai jenis tanah yang berdrainase baik, tetapi yang terbaik pada tanah liat berlemung dan tanah lempung yang mengandung bahan organik tinggi, kemasaman tanah yang dikehendaki adalah pH 5,8 7,0, sedangkan yang paling baik adalah pH 6,7. curah hujan yang baik diperlukan berkisar 50 200 mm / bulan dan ketinggian tempat 750 m dari permukaan laut.

Dari sisi ekonomi, kacang hijau termasuk tanaman pangan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, harganya relatif stabil. Hingga saat ini permintaan kacang hijau belum mencapai titik jenuh. Hal ini terlihat dari permintaan yang setiap tahun terus mengalami peningkatan. Namun, satu hal yang disayangkan, permintaan kacang hijau ini tidak diikuti oleh perkembangan luas lahan tanamnya. Dengan demikian, kekurangan permintaa