SOLUSI KENDALA TEKNIK DAN PENJARIAN PADA SONATA fileberjudul (Solusi Kendala Teknik pada Sonata...
date post
12-Jul-2019Category
Documents
view
216download
0
Embed Size (px)
Transcript of SOLUSI KENDALA TEKNIK DAN PENJARIAN PADA SONATA fileberjudul (Solusi Kendala Teknik pada Sonata...
SOLUSI KENDALA TEKNIK DAN PENJARIAN PADA
SONATA ROMANTIK BAGIAN IV
KARYA MANUEL MARIA PONCE
JURNAL TUGAS AKHIR RESITAL
PROGRAM STUDI PENYAJIAN MUSIK
Oleh :
Leonard Aldo Prasetyo Sembiring
NIM 14000160134
PROGRAM STUDI PENYAJIAN MUSIK
FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN
INSTITUT SENI INDONESIA
YOGYAKARTA
2019
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
1
SOLUSI KENDALA TEKNIK DAN PENJARIAN PADA
SONATA ROMANTIK BAGIAN IV
KARYA MANUEL MARIA PONCE
Leonard Aldo Prasetyo Sembiring1, Rahmat Raharj.2, 1Alumnus Prodi Penyajian Musik FSP ISI Yogyakarta
Email: [email protected],com 2Dosen Sekrtaris Prodi Penyajian Musik FSP ISI Yogyakarta
ABSTRACT
The four-part Sonata Romatica of Manuel Ponce's work is very well known because
this work was made to observe the hundred-year death of Franz Schubert. From
there began to emerge the author's interest in raising this work as material for the
Final Recital Task. The Sonata Romantica also has complex difficulties in section
IV with the title, Allegro non troppo serioso. In this section the author found some difficulties in playing the work. The author added the recital title entitled (Solution
to Technical Constraints on the Romantic Sonata part IV). The author also gets
effective training methods. Breaking down the difficult parts and widening the pitch
of one another is one of the methods used in the hardest parts.
Keywords: Manuel Maria Ponce, Sonata Romance, and classical guitar
technique.
ABSTRAK
Sonata Romatica empat bagian dari karya Manuel Ponce ini sangat terkenal
dikarenakan karya ini dibuat untuk mempringati kematian seratus tahunnya
kematian Franz Schubert. Dari situ mulai muncul ketertarikan penulis mengangkat
karya ini sebagai bahan Tugas Akhir Resital. Sonata Romantica ini juga
mempunyain kesulitan yang kompleks pada bagian ke IV dengan judulnya yaitu
Allegro non troppo serioso. Pada bagian ini penulis menemukan beberapa kesulitan
dalam memainkan karya tersebut. Penulis menganngkat judul recital tersebut yang
berjudul (Solusi Kendala Teknik pada Sonata Romantik bagian IV). Penulis juga
mendapat metode-metode latiahan yang efektif. Mengurai dari bagian-bagian sulit
dan memperlebar jarak nada satu dengan yang lain adalah salah satu metode
latiahan yang dipakai pada bagian-bagian tersulit.
Kata kunci: Manuel Maria Ponce, Sonata Romantika, dan Teknik gitar klasik.
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
2
PENDAHULUAN
Sonata adalah istilah musik yang muncul pada abad 17 dan 18
diperuntukkan untuk karya musik instrumental. Sejak akhir abad 18, musik
sonata masih terbatas pada instrumen piano dan instrumen musik solo lainnya.
Umumnya, dalam 2 atau lebih irama terdapat nada yang kontras baik dalam
tempo maupun nada, tetapi memiliki kesatuan yang erat dalam ide musiknya.
Sebagai contoh, dalam Sonata Romantik karya Manuel Maria Ponce, bermula
dengan Allegro Moderato, yang kedua Adante Espressivo bernada pelan,
ritmik, dan lirik. Irama ke tiga Allegro Vivo ringan dan anggun, dengan bentuk
tarian. Irama terakhir keempat Allegro non troppo serioso (istilah inggrisnya
finale), nada bertempi cepat dan gemilang. Sonata biasanya digunakan untuk
musik simfoni, kuartet gesek, dan karya-karya musik berdurasi panjang untuk
instrumen solo (www.wikipedia.com, Sejarah sonata: 26 januarai 2017).
Karya yang terkenal dari Manuel Poce adalah Sonata Romantika.
Karya ini dibuat untuk penghormatan Franz Schubert. Karya tersebut terdiri
dari empat bagian. Tujuan utama Ponce membuat karya ini adalah mengenang
karya-karya yang ditulis oleh Franz Schuberth untuk menemukan karakter
yang spesifik dari Franz Schuberth (Parker S. Scinta, 2014: 24).
Ketertarikan penulis terdapat pada kendala teknik, dengan kesulitan
tersebut bisa dijadikan media latiahn untuk meningkatkan keterampilan teknik
permainan. Karya tersebut mempunyai kesulitan tehnik terutama pada bagian
ke IV Allegreto Non tropo Serioso. Banyak aspek yang dapat diteliti, baik gaya
panggung, teknik permainan, gaya musik dan lain sebagainya. Dalam hal ini,
penulis akan mengulas dari pendalaman Tehnik karya tersebut dan juga
struktur apa saja yang ada di dalamnya. Pengulasan ini juga menjadi langkah
awal penulis untuk memperkenalkan Manuel Ponce secara lebih mendalam
untuk memahami permainan gitar klasik Ponce pada karya Sonata Romantik.
Sejarah Sonata Romantic
Peringatan seratus tahun kematian Franz Schubert pada tahun 1928
membangkitkan minat Komposer lain membuat karya untuk mempringati
kematianya (Parker S. Scinta, 2014: 1). Atas permintaan Segovia, Ponce
membuat Sonata Romntica sebagai penghormatan kepada Schubert. Awal
hubungan Ponce dan Segovia dimulai dari konser ke konser. Pada saat itu
Ponce berkunjung ke kota tempat Segovia tinggal, Ponce menyempatkan diri
hadir dikonser Segovia. Dari situ Ponce mulai mencoba untuk berkolaborasi
dengan Segovia. Mereka berdualah yang meningkatkan posisi gitar sebagai
instrumen konser terkemuka pada pertengahan abad ke-20. Oleh karena itu,
kolaborasi antar ke duanya dapat membangun repertoar gitar yang lebih
menarik serta menjadi lebih signifikan. Piano yang menjadi instrumen utama
pada abad kesembilan belas pun terimbangi oleh kehadiran instrument gitar.
Sonata Romantik dari Karya Ponce menjadi salah satu kontribusi
penting karena karya yang panjang serta kompleksitasnya jarang ditemui
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
http://www.wikipedia.com/3
dalam komposisi gitar yang lainnya. Karya ini menjadi sajian pertama dari
Sonata Ponce karena meniru seorang komposer terkenal. Pengaruh sejarah
Schubert berdampak pada karya Ponce yang menjadi kebangkitan dari karya-
karyanya. Romantisme mendominasi karya ponce sebelumnya, sehingga
banyak orang memandang gaya Ponce sebagai ketinggalan zaman untuk
komposisi abad kedua puluh, sebagaimana dirujuk oleh Bossi dalam surat-
suratnya.
Struktur Bentuk Sonata Romantik Bagian ke IV
Sonata Romantik bagian IV menggunakan tempo Allegro non troppo
serioso, bias juga di artikan dalam bahasa musiknya adalah tidak terlalu cepat
namun terkesan serius. Karena karya ini untuk penghormatan 100 tahunnya
Franz Schubert, Ponce banyak mengambil idom-idiom dari kryanya Franz
Scubert. Menurut Parker S. Scinta (2014) bagian ini memiliki bentuk formal
yang sebenarnya menjadi varian sonata-rondo (ABA'B'A '' ( coda)).
Bagian terakhir pada Sonata Romantika menciptakan banyak kendala
dalam komposisi Ponce. Keterlambatan antara selesainya tiga bagian pertama
dan keempat, menunjukkan perjuangan Ponce untuk menyelesaikan bagian IV.
Mungkin kesulitan pada bagian IV ini menjelasakan mengenai bagian ke
empat yang sangat lama dalam penyelesainnya (Parker S. Scinta, 2014: 75).
Kemunculan A minor dalam bagain terakhir dari karya Ponce lebih harmonis
dari pada karya utama Schubert Sonata D.960. Sedangkan A mayor adalah
kunci utama Sonata Romatika. Ponce tetap menunjukan keasliannya untuk
model ini dengan memanfaatkan banyak dari elemen-elemen yang sama.
Notasi 1
Tema Sonata Romantika bagian IV Allegro non troppo serioso bar 1-14, Manuel maria Ponce
METODE PENYAJIAN MUSIK
Identifikasi Masalah Menurut Parker S. Scinta dalam Tesisnya
berjudul A realization and analysis : the manifestation of Franz Schubert
within Manuel Maria Ponce's Sonata romantic (Parker S. Scinta, 2014: 77).
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
4
Parker menjelaskan tehnik-tehnik apa saja yang ada dalam Sonata Romantik.
Dalam hal ini penulis mengindentifikasi masalah tehnik dalam lagu tersebut
dan mengambil beberapa tehnik untuk pembahasan bagian ke IV. karena
dibeberapa bagian memerlukan teknik kusus. Berikut tehnik dibagi menjadi
dua kelompok untuk tangan kanan dan kiri.
1. Teknik dalam tangan kanan pada Sonata Romantik Pada tangan kanan teknik yang dipakai adalah Arpeggio dan Gradation
Dinamic. Arpeggio pada Sonata romntik bagain ke IV menjadi teknik yang
dominan dipakai karena dihampir setiap bagian lagu bertemu teknik tersebut.
Berikutnya ada Gradation Dinamic teknik ini juga dibutuhkan pada lagu
tersebut karena dibagian tertentu adanya tanda baca dinamik. Walaupun tanda
baca dinamik adalah hal umum dipakai dalam setiap karya romntik, tetapi di
instrumet gitar klasik teknik ini menjadi sangat diperhatikan. Mengingat gitar
klasik adalah instrument yang sangat terbatas volume suaranya. Penulispun
selalu melatih tehnik ini pada etude-etude ringan atau lagu-lagu pendek.
Karena di etude-etude ringan dan lagu-lagu pendek pemain bisa leluasa
mengubah atau mengganti tanda dinamik, dengan catatan hal ini bertujuan
untuk mendapatkan volume yang maksimal. Ada juga maasalah Crossing pada
petikan jari kanan, tetapi bukan manjadi masalah serius pada karya ini.
2. Teknik dalam tangan kiri pada Sonata Romantik Pada tangan kiri teknik yang dipakai pada karya tersebut adalah Scale tangga
nada, barre dan slur. Karya ini banyak memakai tangga nada Mayor dan Minor
dihampir setiap frase satu kalimat selalu dipakai bergantian. Maka tangga nada
menjadi bagain yang paling dominan pada bagian ke IV ini. Begitu juga
dengan Barre dan Slur disetiap ba