Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh...

90
PERSAINGAN INDUSTRI PT. PANCANATA CENTRALINDO (PERSPEKTIF ETIKA BISNIS DALAM ISLAM) Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah ( SE.Sy ) Oleh : MUHAMMAD SAMAN NIM : 106046101664 K O N S E N T R A S I P E R B A N K A N S Y A R I A H PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM) FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH J A K A R T A 1431 H / 2010 M

Transcript of Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh...

Page 1: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

PERSAINGAN INDUSTRI PT. PANCANATA CENTRALINDO (PERSPEKTIF ETIKA BISNIS DALAM ISLAM)

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Ekonomi Syariah ( SE.Sy )

Oleh :

MUHAMMAD SAMAN NIM : 106046101664

K O N S E N T R A S I P E R B A N K A N S Y A R I A H PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH

J A K A R T A 1431 H / 2010 M

Page 2: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing
Page 3: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

PERSAINGAN INDUSTRI PT. PANCANATA CENTRALINDO

(PERSPEKTIF ETIKA BISNIS DALAM ISLAM)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan Hukum

Untuk memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy)

Oleh :

MUHAMMAD SAMAN

NIM : 106046101664

Dibawah Bimbingan :

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Azizah, M.A Abdurrauf. M.A

NIP. 196701071997032001 NIP.197312152005011002

K O N S E N T R A S I P E R B A N K A N S Y A R I A H

PROGRAM STUDI MUAMALAT ( EKONOMI ISLAM )

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

J A K A R T A

1431 H / 2010 M

ii

Page 4: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi yang berjudul “Persaingan Industri PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ” telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 18 Juni 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata 1 (S1) pada Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam).

Jakarta, 18 Juni 2010 Dekan Fakultas Syariah dan Hukum,

Prof. DR. H. M. Amin Suma, SH., MA., MM. NIP: 195505051982031012

Panitia Ujian Munaqasyah

1. Ketua : Prof. DR. H. M. Amin Suma, SH, MA, MM. (…………….) NIP. 195505051982031012 2. Sekretaris : H. Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag., M.H (…………….) NIP: 197407252001121001 3. Pembimbing I : DR. Azizah, M.A. (…………….) NIP. 196701071997032001 4. Pembimbing II : Abdurrauf, M.A. (…………….) NIP. 197312152005011002 5. Penguji I : Drs. H. A. Basiq Djalil, SH, M.A (…………….) NIP.195003061976031001 6. Penguji II : Drs. Burhanudin Yusuf, MM (…………….) NIP. 195406181981031005

iii

Page 5: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi

salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy) di

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan

sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN)

Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya

atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia

menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif

Hidayatullah Jakarta.

Ciputat, Rajab 1431 H 18 Juni 2010 M

Muhammad Saman

iv

Page 6: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

ABSTRAK

MUHAMMAD SAMAN. NIM 106046101664. Persaingan Industri PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam). Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam), Konsentrasi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 1431 H / 2010 M. Isi : xiii + 81 halaman + 14 lampiran, 75 literatur (1954-2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Persaingan Industri PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam). Persaingan yang sehat harus sesuai dengan etika bisnis yang berlaku. Rasulullah saw adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggan mengeluh. Dengan kata lain, beliau melaksanakan prinsip manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan, pelayanan yang unggul, kemampuan, efisiensi, transparan, persaingan yang sehat dan kompetitif. Persaingan yang positif dan kompetitif yang di lengkapi dengan daya saing yang tinggi seperti daya saing harga, daya saing kualitas, daya saing pemasaran, dan daya saing jaringan kerja menjadi pendorong bagi perindustrian yang sudah lama berdiri maupun yang baru bemunculan untuk menguasai pasar dan menjadi leader market. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitis dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada adalah analisis kualitatif yaitu suatu teknik analisis data dimana terdahulu dipaparkannya semua data yang diperoleh kemudian menganalisisnya dengan berpedoman pada sumber-sumber dalam bentuk kalimat-kalimat yaitu dengan menggunakan beberapa tahapan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa etika atau perilaku yang ditanamkan PT. Pancanata Centralindo terhadap karyawannya tidak sepenuhnya dilaksanakan, ini terbukti masih ada karyawan yang menjual harga barang berbeda dengan harga yang telah diberlakukan oleh pemilik perusahaan. Dan adanya kesenjangan sosial antara pembeli dalam jumlah besar dengan pembeli dalam jumlah kecil dalam hal fasilitas layanan. Barang yang dipesan tidak sesuai dengan yang diinginkan dengan ukuran yang tidak sesuai dan barang yang dipesan lama sampainya dan ada barang yang rusak atau cacat. Adanya ketidak puasan terhadap harga barang yang disama ratakan untuk semua ukuran. Kata kunci : Etika bisnis Islam PT. Pancanata Centralindo, daya saing pemasaran,

daya saing jaringan kerja, daya saing harga, dan daya saing kualitas. Pembimbing I : DR. Azizah, M.A.

NIP. 196701071997032001 Pembimbing II : Abdurrouf, M.A.

NIP. 197312152005011002

v

Page 7: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur sepatutnya hanya kita panjatkan kehadirat pemilik Semesta

Alam, Sumber Segala Ilmu Pengatahuan, Allah SWT, atas segala limpahan karunia

dan rahmat-Nya yang tak terhingga, serta atas segala Ilmu dan hidayah sampai

kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.

Shalawat teriring salam senantiasa selalu penulis panjatkan kepada Da`i sejati

yang membawa umat manusia, sehingga saat ini dapat merasakan indahnya Islam

Rasulullah saw. berserta keluarga dan sahabatnya dengan tauladannya sehingga kita

dapat merasakan izzah dan besarnya Dien Islam. Semoga penulis tergolong dari

ummatnya dengan turut serta dalam “gerbong kereta dakwah” ini melalui bidang

ekonomi Islam.

Dibalik terselesaikannya skripsi ini, tentunya tak lepas berkat pertolongan Allah

yang juga diberikan melalui hamba-hambaNya yang insyaAllah akan mendapat

ganjaran yang lebih utama dari-Nya, Penulis hanya mampu mengucapkan terimakasih

yang amat mendalam kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H.M. Amin Suma, SH, MA, MM., selaku Dekan Fakultas

Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Ibu Dr. Euis Amalia, M.Ag, dan Bapak H. Ah. Azharudin Lathif, M.Ag, MH,

selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Program Studi Muamalat Ekonomi

Islam Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jakarta.

vi

Page 8: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

3. Ibu Dr. Azizah, M.A dan Bapak Abdurrauf, M.A selaku dosen pembimbing atas

segenap waktu, arahan, motivasi dan kesabarannya dalam membimbing penulis

hingga akhir penulisan skripsi ini.

4. Segenap dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah atas ilmu yang diberikan kepada penulis, semoga ilmu ini dapat

dimanfaatkan dan diamalkan sebaik-baiknya. Pimpinan dan Staf Perpustakaan

Utama & Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah atas pelayanannya dalam melengkapi literatur penelitian

5. Bapak H. Hamidi Shabri, selaku Pimpinan PT. Pancanata Centralindo dan seluruh

staff PT. Panacanata Centralindo lainnya, yang banyak membantu penulis dalam

memperoleh data untuk menyelesaikan skripsi serta bapak Aulia Rahman selaku

konsumen PT. Pancanata Centralindo yang telah bersedia meluangkan waktunya

untuk saya wawancarai..

6. Ayahanda Bapak H. Syahrani, abang dan kakak tercinta Dayat, Uci, Uyah, Ubay,

dan Oos serta tak lupa orang tua tercinta dan tersayang semoga Allah menjadikan

kuburnya taman-taman surga Hj. Zahro (alm) yang selalu memberikan aku

dorongan yang besar untuk melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi,

senantiasa memberiku semangat dan motivasi untuk tidak puas dengan ilmu telah

saya peroleh sehingga terselesaikannya skripsi ini

7. Teman-teman di jurusan Muamalat perbankan syariah, angkatan 2006, terutama

PSC 2006 wa bil khusus M. Ismail dan Hapid yang telah meluangkan tempat dan

waktunya dengan penuh ikhlas untuk penulis singgah, Mumu Muttaqin atas

dorongan moril dan sprituilnya, Defri, Syukron, Alan, Inayah, Marzuko dan

vii

Page 9: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

viii

Teman-teman yang telah menemani penulis selama menimba ilmu di UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

8. Teman-teman dan Guru mulia dunia wal akhirat di luar UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta yang turut serta membantu penulis menimba ilmu dan menyelesaikan

skripsi penulis ini, Islah, Apis, Rizal, Opik, pimpinan Majelis Rasulullah SAW.

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, Habib Salim Al-Haddad, KH. Fudhail Salim

dan KH. Syafi’I Al-Mustawa.

Penulis

Ciputat, Rajab 1431 H 18Juni 2010 M

Muhammad Saman

Page 10: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

DAFTAR ISI

halaman

Lembar Pengesahan Pembimbing…………………………………………………………ii

Lembar Pengesahan Panitia Ujian...……………………………………………………...iii

Lembar Pernyataan..……………………………………………………………………...iv

Abstrak...…………………………………………………………………………………..v

Kata Pengantar……………………………………………………………………………vi

Daftar Isi………………………………………………………………………………….ix

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah……………………………………………………1

B. Pembatasan dan perumusan masalah……………………………………...5

C. Tujuan dan kegunaan penelitian…………………………………………..6

D. Metode penelitian dan teknik penulisan…………………………………..7

E. Studi review terdahulu…………………………………………………….10

F. Sistematika penulisan……………………………………………………..11

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERSAINGAN INDUSTRI DAN ETIKA

BISNIS

A. Persaingan Industri………………………………………………………..13

1. Pengertian persaingan industri…………………………………….....13

2. Tujuan yang mendorong persaingan industri………………………...16

3. Dampak positif adanya persaingan industri…………………………18

B. Etika Bisnis Dalam Islam………………………………………………...20

1. Pengertian etika bisnis……………………………………………….20

2. Dasar hukum etika bisnis…………………………………………….31

3. Prinsip–prinsip etika bisnis…………………………………………..35

ix

Page 11: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

x

4. Fungsi dan tujuan etika bisnis………………………………………..42

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Sejarah dan tujuan berdiri PT. Pancanata Centralindo…………………..45

B. Visi dan misi perindustrian PT. Pancanata Centralindo…………………49

C. Proses produksi…………………………………………………………..50

D. Aspek produksi…………………………………………………………..51

E. Struktur organisasi PT. Pancanata Centralindo………………………….52

BAB IV ANALISIS DAYA SAING INDUSTRI PT. PANCANATA CENTRALINDO

TERHADAP ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

A. Analisis penulis terhadap persaingan industri PT. Pancanata Centralindo

dengan etika bisnis dalam Islam…………………………………………56

B. Analisis penulis terhadap daya saing pemasaran dan jaringan kerja industri

PT. Pancanata Centralindo merebut pangsa pasar dalam menghadapi

persaingan diantara industri yang telah ada lebih dahulu perspektif etika

bisnis Islam………………………………………………………………60

C. Analisis penulis daya saing harga dan kualitas industri PT. Pancanata

Centralindo mempertahankan konsumen menghadapi masuknya

pendatang baru dalam industri…………………………………………...65

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………...69

B. Saran…………………………………………………………………….73

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………74 LAMPIRAN-LAMPIRAN :

1. Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian………………………………..79 2. Wawancara dengan Pimpinan PT. Pancanata Centralindo………………80 3. Wawancara dengan Konsumen PT. Pancanata Centralindo…………….87 4. Dokumentasi PT. Pancanata Centralindo………………………………..90

Page 12: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan masyarakat yang maju, hampir tidak akan kita temukan adanya

perindustrian yang hidup tanpa persaingan. Di Indonesia, keinginan dan kesungguhan

Negara untuk menciptakan iklim industri yang sehat telah dilakukan dengan membuat

suatu produk undang–undang tentang larangan praktek monopoli dan persaingan

industri tidak sehat yakni undang–undang no.5 tahun 1999 dikeluarkan pada tanggal

5 maret 1999 namun, baru berlaku efektif satu tahun kemudian.1 Dengan adanya

kenyataan semacam itu, maka dalam perniagaan terjadinya persaingan adalah hal

yang wajar.2 Kegiatan perniagaan dalam pandangan Islam merupakan kelaziman dan

tuntutan kehidupan. Disamping itu pula merupakan satu hal yang memiliki dimensi

ibadah.

Islam adalah cara hidup yang seimbang dan koheren, dirancang untuk

kebahagiaan (falah) manusia dengan cara menciptakan keharmonisan antara

kebutuhan moral dan kebutuhan material manusia dan aktualisasi keadilan sosio-

ekonomi serta persaudaraan dalam masyarakat manusia. Oleh karena itu Islam juga

1 Gelhorn dan Gunawan, Seri Hukum Bisnis : Merger dalam Perspektif Monopoli (Jakarta :

PT. RajaGrafindo Persada 2000), h.7 2 Adi Warsidi, Administrasi (Jakarta : Universitas Terbuka2 Gelhorn dan Gunawan, Seri

Hukum Bisnis : Merger dalam Perspektif Monopoli (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada 2000), h.7 , 1999).

1

Page 13: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

2

mempunyai konsep filosofis dalam mengatur kehidupan sosial ekonominya yang

dituangkan dalam konsep ekonomi Islam. Islam telah mengatur kehidupan seorang

muslim dengan ketentuan syariah (hukum Islam) yang bersumber pada Al Quran dan

Hadist Rasullullah saw Tujuannya untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan

manusia sesuai dengan perintah Allah swt. Tujuan syariah adalah untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjamin kepercayaan, kehidupan,

kesejahteraan, kecerdasan dan keturunan. Prinsip syariah juga mengatur kehidupan

manusia dalam kehidupan bisnis (muamalah).

Dalam ajaran Islam, tujuan sesungguhnya dari wujud manusia sebagai khalifah

Allah swt. dipermukaan bumi adalah untuk menjalankan Iradah-Nya. Berbagai

sumber daya duniawi merupakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan alat-alat yang

digunakan untuk melaksanakan misi ini. Sumber daya ini tidaklah dimaksudkan

sebagai tujuan itu sendiri, tetapi hanya sebagai alat, yaitu esensial. Karena itu hanya

ada sedikit nilai dalam memasukkan sebuah rasa fanatik untuk menimbun kekayaan

didunia.3 Selain itu Agama Islam adalah risalah (pesan-pesan) yang diturunkan

Tuhan kepada Muhammad saw. sebagai petunjuk dan pedoman yang mengandung

hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan dalam menyelenggarakan tata cara

kehidupan manusia yaitu mengatur hubungan manusia dengan manusia lainya,

hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan khaliqnya.4

3 Muh. Akram Kha, Ajaran Muhhammad saw Tentang Ekonomi : Kumpulan Hadits-Hadist

pilihan Tentang Ekonomi (Jakarta : PT. BMI, 1996), h.17 4 Muhammad sholikul Hadi, Pegadaian Syariah (Jakarta : Salemba Diniyah, 2003), h.1

Page 14: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

3

Banyak ayat dalam AL-Qur’an yang mendorong perdagangan dan perniagaan,

dan Islam menyatakan sikap bahwa tidak boleh ada hambatan bagi perdagangan dan

bisnis yang jujur dan halal yang sesuai dengan etika bisnis dalam Islam, agar setiap

orang memperoleh penghasilan, menafkahi keluarga, dan memberi sedekah kepada

mereka yang kurang beruntung5. Sebagaimana Islam mengatur dan mempengaruhi

semua bidang kehidupan lainnya, demikian pula ia mengatur etika persaingan industri

dan pernigaan yang sesuai dengan Islam. Islam mewajibkan para pengindustri dan

pedagang untuk berbuat adil, jujur dan amanah demi terciptanya kebahagiaan

manusia (falah) dan kehidupan yang baik yang sangat menekankan aspek

persaudaraan, keadilan, sosioekonomi, dan pemenuhan kebutuhan spiritual umat

manusia.

Rasulullah saw adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian

bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggan mengeluh. Dia sering menjaga

janjinya dan menyerahkan barang–barang yang di pesan dengan tepat waktu.

Rasulullah saw pun senantiasa menunjukan rasa tanggung jawab yang besar dan

integritas yang tinggi dalam berbisnis. Dengan kata lain, beliau melaksanakan prinsip

manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan, pelayanan yang unggul,

kemampuan, efisiensi, transparan, persaingan yang sehat dan kompetitif. Persaingan

yang positif dan kompetitif yang di lengkapi dengan daya saing yang tinggi seperti

daya saing harga, daya saing kualitas, daya saing pemasaran, dan daya saing jaringan

5 Latifa M. Algaoud dan Mervyn, Perbankan Syari’ah (Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta,

2005), h.45

Page 15: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

4

kerja menjadi pendorong bagi perindustrian yang sudah lama berdiri maupun yang

baru bemunculan untuk menguasai pasar dan menjadi leader market. Salah satunya

PT. Pancanata Centralindo yang menjadi objek bahasan dalam penelitian ini. PT.

Pancanata Centralindo merupakan industri yang didirikan sekitar tahun 2006 oleh H.

Hamidi yang kegiatannya adalah memproduksi pakaian dan celana untuk semua

tingkatan baik anak kecil, remaja maupun dewasa. Industri ini berlokasi di jalan

Bumi Indah no.20 Jakarta Barat dan produksi di lakukan di jalan petamburan Jakarta

Pusat. Namun, Apakah persaingan industri PT. Pancanata Centralindo sesuai dengan

etika bisnis dalam Islam ? Bagaimana daya saing pemasaran dan jaringan kerja PT.

Pancanata Centralindo merebut pangsa pasar dalam menghadapi persaingan diantara

perindustrian yang telah ada ? Bagaimana daya saing harga dan kualitas PT.

Pancanata Centaralindo mempertahankan konsumen menghadapi masuknya

pendatang baru ?

Dengan bertitik tolak pada pemaparan di atas, maka penulis sangat tertarik untuk

mengkaji lebih dalam mengenai persaingan industri yang terjadi pada PT. Pancanata

Centralindo serta bagaimana sudut pandang ekonomi Islam yang dituangkan ke

dalam skripsi berjudul “PERSAINGAN INDUSTRI PT. PANCANATA

CENTRALINDO (PERSPEKTIF ETIKA BISNIS DALAM ISLAM)”.

Page 16: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

5

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah

Agar skripsi ini fokus pada persoalan yang dimunculkan, maka penulis

membatasi kajian persaingan industri PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika

Bisnis dalam Islam) yaitu ;

1. Penelitian difokuskan hanya pada aspek persaingan bisnis PT. Pancanata

Centralindo sebagai objek penelitian.

2. Perspektif yang digunakan untuk menganalisis persaingan bisnis PT.

Pancanata Centralindo adalah etika bisnis dalam Islam.

3. Persaingan industri difokuskan pada daya saing bisnis PT. Pancanata

Centralindo merebut pangsa pasar, dan mempertahankan konsumen.

2. Perumusan Masalah

Persaingan antara perusahaan dapat dikatakan sebagai suatu perlombaan dalam

mencapai sukses usaha, sehingga para pelaku bisnis akan selalu memacu diri untuk

berprestasi dalam rangka memenangkan perlombaan tersebut. Dalam suasana

persaingan seringkali ditemui beberapa perusahaan yang menggunakan berbagai cara

yang terkadang bersifat tidak sportif karena menyimpang dari etika bisnis.

Berdasarkan hal tersebut maka penulis merinci perumusan masalah dalam bentuk

pertanyaan sebagai berikut :

1. Apakah persaingan bisnis PT. Pancanata Centralindo sesuai dengan etika

bisnis dalam Islam ?

Page 17: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

6

2. Bagaimana daya saing pemasaran dan jaringan kerja bisnis PT. Pancanata

Centralindo merebut pangsa pasar dalam menghadapi persaingan diantara

perindustrian yang telah ada ?

3. Bagaimana daya saing harga dan kualitas bisnis PT. Pancanata Centralindo

mempertahankan konsumen menghadapi masuknya pendatang dalam dunia

industri ?

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini, yaitu;

1. Mengetahui cara bersaingan industri PT. Pancanata Centralindo terhadap

industri lain ditinjau dari etika bisnis dalam Islam.

2. Mengetahui daya saing pemasaran dan jaringan kerja industri PT. Pancanata

Centralindo merebut pangsa pasar terhadap persaingan industri yang telah ada

lebih dahulu.

3. Mengetahui daya saing harga dan kualitas industri PT. Pancanata Centralindo

mempertahankan konsumen menghadapi masuknya pendatang baru dalam

industri.

Manfaat dari penelitian ini, yaitu;

1. Masyarakat Akademisi

Memberikan informasi mengenai keberadaan ilmu dan sistem ekonomi Islam

yang tidak terbatas pada perbankan syari’ah tetapi juga industri dalam

menghadapi persaingan yang berlaku dalam masyarakat yang tidak sesuai

dengan etika bisnis Islam dan menjadi salah satu sumber referensi untuk

Page 18: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

7

masyarakat akademisi apabila ingin mengkaji lebih dalam masalah yang

terkait dengan judul tersebut .

2. Fakultas

Memberikan sumbangsih hasil pengamatan tentang ekonomi mikro Islam

khususnya pada aspek persaingan dalam industri (perspektif etika bisnis

Islam) guna memperkaya khazanah pengamatan dan aplikasi persaingan

industri dalam ekonomi Islam di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta, serta menambah literatur kepustakaan khususnya

mengenai pengamatan dan aplikasi persaingan industri (perspektif etika bisnis

dalam Islam) pada PT. Pancanata Centralindo yang berlaku di masyarakat.

D. Metode Penelitian

Metode penelitian dalam karya tulis ilmiah memiliki arti yang sangat penting.

Karena hal itu yang membedakan karya tulis ilmiah dalam hal ini adalah skripsi

dengan yang karya tulis yang lain. Penelitian sebuah metode untuk menemukan

kebenaran yang juga merupakan sebuah pemikiran kritis (critical thinking) penelitian

meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan

hipotesis atas jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya

mengadakan pengujian yang hati-hati atas hipotesis.6

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Secara keseluruhan jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini

adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang tidak mengadakan perhitungan

6 Moh.Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2003), cet.ke-5 h.13

Page 19: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

8

matematis, statistik dan lain sebagainya, melainkan menggunakan pendekatan ilmiah

atau penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai

dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara-cara lain dari

kuantifikasi.

Keseluruhan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini

adalah pendekatan normatif yaitu penelitian ekonomi yang berdasarkan norma–norma

atau ketentuan–ketentuan yang berlaku dalam penulisan. Dan menggunakan metode

penelitian deskriptif analitis, yang bertujuan untuk menguraikan tentang sifat-sifat

dari suatu keadaan dan sekedar memaparkan uraian (data dan informasi) yang

berdasarkan pada fakta yang diperoleh di lapangan. 7 Sedangkan arti deskriptif adalah

penelitian yang mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya,

sehingga hanya penyingkapan fakta.8 Terhadap objek yang diteliti dalam hal ini

adalah PT. Pancanata Centralindo. Bila terdapat data-data empiris, maka hal itu hanya

untuk mempertajam analisa dan menguatkan argumen penelitian.

2. Data Penelitian

Data yang penulis gunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer pada

skripsi ini merujuk pada penelitian langsung ke objek penelitian. Sedangkan untuk

data sekunder adalah literatur yang berhubungan dengan ekonomi Islam secara umum

7 J. Supranto, Teknik Riset Pemasaran dan Ramalan Penjualan, (Jakarta : Rineka Cipta,

2000) h.38 8 Hermawan Wasito, Pengantar Metodologi ( Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama,1993)

h.10

Page 20: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

9

atau literatur lain yang dapat memberikan informasi tambahan pada judul yang

diangkat dalam skripsi ini,yaitu; buku, majalah, jurnal, artikel dan lain sebagainya.

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penulisan skripsi ini adalah

wawancara pada pimpinan PT. Pancanata Centralindo, dimana percakapan itu

dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang

diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu,9 observasi pada PT.

Pancanata Centralindo dan Studi Dokumentasi (studi pustaka), yaitu pengumpulan

data dengan cara mengkaji buku-buku ilmiah, literatur, media cetak dan atau semua

bahan tertulis lainnya, termasuk karya tulis lainnya yang di akses dari internet dan

data observasi pada PT. Pancanata Centralindo.

3. Metode Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan pada skripsi ini adalah analisis kualitatif

yaitu suatu teknik analisis data dimana terdahulu dipaparkannya semua data yang

diperoleh kemudian menganalisisnya dengan berpedoman pada sumber-sumber

dalam bentuk kalimat-kalimat yaitu dengan menggunakan beberapa tahapan.10

Pedoman penulisan skripsi ini berpedoman pada “Pedoman Penulisan Skripsi tahun

2007” yang diterbitkan oleh fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta.

9 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian kualitatif (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2002) h.135

10ULF Treni Yuliana, “Analisis Sistem Waralaba dilihat dari Transaksi Bisnis Syariah (Studi pada Bank Langgar Cabang Rawamangun) ,” (Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum, Univesitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009), h.18

Page 21: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

10

E. Review Studi Terdahulu

Berdasarkan hasil penelusuran yang saya lakukan bahwa Judul skripsi yang penulis

angkat yaitu Persaingan Industri PT. Pancanata Centralindo (Perspektif Etika Bisnis

dalam Islam) merupakan review studi terdahulu yang telah dilakukan oleh :

1. Siti Yuliani tahun 2003 dengan judul skripsi “Etika Promosi dalam Perspektif

Hukum Islam” dengan menitik beratkan pembahasan pada masalah bagaimana

etika promosi dalam tinjauan hukum Islam.

2. Serly Maria tahun 2003 dengan judul skripsi “Etika Usahawan dalam perspektif

Ekonomi Islam” dengan menitik beratkan pembahasan pada masalah apa

perbedaan antara etika usahawan dalam ekonomi Islam dan ekonomi konvesional

serta mengapa etika sangat diperlukan dalam kegiatan usaha (bisnis) para

usahawan.

3. Badiatul Luthfiani tahun 2004 dengan judul skripsi “Konsep Etika Bisnis

Perdagangan Global dalam Pandangan Syariah” dengan menitik beratkan

pembahasan pada masalah apa yang yang dimaksud dengan etika bisnis

perdagangan global serta bagaimana seharusnya sikap seorang muslim dalam

menjalankan usahanya dan bagaimana sikap pelaku bisnis muslim menghadapi

persaingan dalam perdagangan global agar tidak keluar dari kaidah–kaidah

syariah.

4. Ahmad Khoirul Ikhwan tahun 2006 dengan judul “Hubungan Tingkat Persaingan

Usaha terhadap Etika Bisnis Islam para pedagang muslim dipasar Modern BSD

Page 22: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

11

Tangerang dalam mengahapi Persaingan Usaha” lebih menekankan pada

bagaimana para pedagang muslim dalam menghadapi persaingan tidak mencakup

pedagang non muslim. Dengan tempat dan waktu berbeda maka penulis tertarik

untuk mengkaji judul tersebut.

F. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Yaitu meliputi latar belakang masalah, pembatasan masalah dan perumusan masalah,

tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERSAINGAN INDUSTRI DAN ETIKA

BISNIS

Yaitu membahas tentang persaingan industri meliputi : pengertian persaingan

industri, tujuan yang mendorong persaingan industri, pengaruh positif adanya

persaingan industri. Dan etika bisnis dalam Islam yang meliputi : pengertian etika

bisnis, dasar hukum etika bisnis dalam Islam, prinsip-prinsip etika bisnis dalam

Islam, fungsi dan tujuan etika bisnis dalam Islam.

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Yaitu membahas tentang sejarah dan tujuan berdiri PT.Tiga Sekawan, visi dan misi

PT. Pancanata Centralindo, proses produksi, aspek produksi dan struktur organisasi

PT. Pancanata Centralindo.

BAB IV ANALISIS DAYA SAING INDUSTRI PT.TIGA SEKAWAN

TERHADAP ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

Page 23: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

12

Yaitu membahas tentang Analisis persaingan industri PT. Pancanata Centralindo

dengan etika bisnis dalam Islam, Analisis daya saing pemasaran dan jaringan kerja

industri PT. Pancanata Centralindo merebut pangsa pasar dalam menghadapi

persaingan diantara industri yang telah ada lebih dahulu, dan analisis daya saing

harga dan kualitas industri PT. Pancanata Centralindo mempertahankan konsumen

menghadapi masuknya pendatang baru dalam industri.

BAB V PENUTUP

Meliputi kesimpulan dan saran

Page 24: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PERSAINGAN INDUSTRI DAN ETIKA

BISNIS

A. Persaingan Industri

1. Pengertian Persaingan Industri

Persaingan berasal dari bahasa Inggris yaitu competition, yang artinya persaingan

itu sendiri atau kegiatan bersaing, pertandingan, dan kompetisi, sedangkan dalam

kamus manajemen, persaingan adalah usaha-usaha dari dua pihak/lebih perusahaan

yang masing-masing bergiat “memperoleh pesanan” dengan menawarkan

harga/syarat yang paling menguntungkan persaingan ini dapat terdiri dari beberapa

bentuk pemotongan harga, iklan/promosi, variasi dan kualitas, kemasan, desain, dan

segmentasi pasar.1

Dalam kamus manajemen persaingan usaha atau bisnis terdiri dari :

1. Persaingan sehat (healthy competition) yaitu persaingan antara perusahaan-

perusahaan atau pelaku bisnis yang diyakini tidak akan menuruti atau

melakukan tindakan yang tidak layak dan cenderung mengedepankan etika-

etika bisnis.

2. Persaingan gorok leher (cut throat competition) persaingan ini merupakan

bentuk persaingan yang tidak sehat atau fair dimana terjadi perebutan pasar

diantara beberapa pihak yang melakukan usaha yang mengarah pada praktek

1 B. N. Maribun, Kamus Manajemen, (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2003), h.276

13

Page 25: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

14

menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan lawan bisnis sehingga salah satu

tersingkir dari pasar salah satunya dengan menjual barang dibawah harga

yang berlaku di pasar.

Ada tiga (3) unsur yang perlu dicermati dalam membahas persaingan bisnis dalam

Islam :

1. Pihak-pihak yang bersaing

Manusia merupakan perilaku dan pusat pengendalian bisnis. Bagi seorang

muslim bisnis yang dilakukan adalah dalam rangka memperoleh dan

mengembangkan harta yang dimilikinya. Harta yang diperolehnya merupakan

rizki yang dikaruniakan Allah swt. Tugas manusia adalah berusaha sebaik-

baiknya salah satunya dengan jalan bisnis. Tidak ada anggapan rizki yang

diberikannya diambil oleh pesaing karena Allah swt. Telah mengatur hak

masing-masing sesuai usahanya. Keyakinan ini dijadikan landasan sikap

tawakal setelah manusia berusaha sekuat tenaga. Dalam hal kerja, Islam

memerintahkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan

landasan ini persaingan tidak lagi diartikan sebagai usaha mematikan pesaing

lainnya, tapi dilakukan untuk memberikan sesuatu melalui mutu produk,

harga yang bersaing dan pelayanan total.

2. Segi cara bersaing

Berbisnis adalah bagian dari muamalah, karenanya bisnis tidak terlepas

dari hukum-hukum yang mengatur masalah muamalah. Dalam berbisnis

setiap orang akan berhubungan dengan pihak-pihak lain seperti rekan dan

Page 26: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

15

pesaing bisnis. Seorang pembisnis harus selalu berupaya memberikan

pelayanan yang terbaik bagi mitra bisnisnya. Namun bukan berarti dapat

menghalalkan segala cara, seperti pemberian siap untuk mempermudah proses

negoisasi. Akad bisnis yang dijalankan juga harus sesuai dengan akad syariah

tanpa manipulasi atau berbuat curang.

3. Objek yang dipersaingkan

Bebarapa keunggulan produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan

daya saing adalah sebagai berikut :

a. Produk. Produk usaha bisnis yang dipersaingkan baik barang ataupun jasa

harus halal. Spesifikasinya harus sesuai dengan apa yang diharapkan

konsumen untuk menghindari penipuan kualitasnya terjamin dan bersaing

b. Harga. Bila ingin memenangkan persaingan harga produk harus

kompetitif dalam hal ini, tidak diperkenankan membanting harga dengan

tujuan menjauhkan pesaing.

c. Tempat. Tempat usaha harus baik, sehat, bersih dan nyaman. Dan tempat

juga harus dihindarkan terhadap hal-hal yang diharamkan seperti barang-

barang yang dianggap sakti untuk menarik pengunjung.

d. Pelayanan. Pelayanan harus diberikan dengan ramah, tapi tidak boleh

dengan cara yang mendekati maksiat.

Page 27: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

16

e. Layanan purna jual merupakan servis yang akan melanggengkan. Akan

tetapi, ini diberikan dengan cuma-cuma atau sesuai dengan akad.2

Persaingan adalah keadaan ketika organisasi berperang atau berlomba untuk

mencapai tujuan yang diinginkan seperti konsumen, pangsa pasar, peringkat survei,

atau sumberdaya yang dibutuhkan.3 Perusahaan industri adalah perusahaan yang

kegiatannya mengolah bahan-bahan baku menjadi barang jadi. Perusahaan industri

menarik (membeli) barang dari pasar factor produksi, misalnya bahan baku,

kemudian mengolahnya dan mengeluarkannya (menjual) ke pasar dengan bentuk

yang lain telah menjadi barang yang siap untuk dijual.4

Jadi, persaingan industri dapat diartikan sebagai suatu kegiatan bersaing/bertanding

diantara pengusaha/pembisnis yang satu dengan pengusaha/pembisnis lainnya

didalam memenangkan pangsa pasar/share market, dalam upaya melakukan,

menawarkan produk barang dan jasa kepada konsumen dengan berbagai strategi

pemasaran yang diterapkan.

2. Tujuan yang Mendorong Persaingan Industri

Persaingan merupakan kondisi real yang dihadapi setiap orang di masa sekarang.

Kompetisi dan persaingan tersebut bisa dihadapi secara positif atau negatif,

bergantung kepada sikap dan mental persepsi kita dalam memaknai persaingan

2 Ismail Yusanto, M. Karebet Widjajakusuma, Menggangas Bisnis Islami, (Jakarta : Gema

Insani Press,2002) h. 96-97 3 Mudrajad Kuncoro, Strategi bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif ( Jakarta :

Erlangga, 2005) h. 86 4 Joel Ropa, dkk, Akuntansi Biaya (Jakarta : PT.Galaxy Puspa Mega, 1995) h.13

Page 28: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

17

tersebut. Hampir tiada hal yang tanpa kompetisi/persaingan, kompetisi/persaingan

dalam berprestasi, dunia usaha bahkan dalam proses belajar. Beberapa perusahaan

besar memasuki industri tertentu dengan maksud mendukung bisnis utamanya. Untuk

itu mereka tidak segan–segan mengorbankan rentabilitas dari anak perusahaan. Bila

para perusahaan di industri yang bersangkutan memiliki tujuan dan strategi yang

sama, tingkat persaingan akan lebih rendah karena masing–masing perusahaan

memiliki pandangan yang sama mengenai pesaingnya. Keadaan yang sebaliknya akan

menciptakan persaingan yang tinggi. Keragaman pesaing tidak hanya terjadi di antara

sesama produsen lokal, tetapi juga dari perusahaan–perusahaan luar negeri (asing)

sebagai tempat pelemparan produk mereka yang dihasilkan dari kelebihan kapasitas.

Selain itu juga persaingan merupakan semacam upaya untuk menduduki posisi yang

lebih baik di industri yang bersangkutan. Bila jumlah pesaing cukup banyak dan

seimbang, persaingan akan tinggi sekali karena masing–masing perusahaan memiliki

sumber daya yang relatif sama. Bila jumlah pesaing sama tetapi terdapat perbedaan

sumber daya, di pasar akan jelas sekali terlihat siapa yang menjadi market leader, dan

perusahaan mana yang merupakan pengikut.5

Dan persaingan dalam dunia bisnis adalah pesaing kekuatan modal. Pelaku bisnis

dengan modal besar berusaha memperbesar jangkauan bisnisnya sehingga para

5 Jopie Jusuf, Analisis Kredit untuk Account Officer (Jakarta : PT. Gamedia Pustaka

Utama,2008) h.260.

Page 29: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

18

pengusaha kecil (pemodal kecil) semakin terseret.6 Pertumbuhan industri yang

lamban akan merupakan ajang perebutan pangsa pasar (market share) untuk

perusahan yang mengadakan ekspansi. Dan juga praktek bisnis bertujuan mencapai

laba sebesar–besarnya dalam situasi persaingan bebas.7 Dalam bisnis, sasaran

terhadap keuntungan yang wajar adalah sangat penting. Hanya dengan membuat

keuntungan yang wajarlah, suatu suasana bisa berkembang dan memperbesar

pelayanannya terhadap orang banyak.8 Keuntungan di atas normal yang diperoleh

oleh perusahaan di dalam industri akan menarik pemain–pemain baru untuk masuk ke

dalam industri.

3. Dampak Positif Adanya Persaingan Industri

Kompetisi merupakan persaingan yang menunjuk kepada kata sifat siap bersaing

dalam kondisi nyata dari setiap hal atau aktivitas yang dijalani. Ketika kita bersikap

kompetitif, maka berarti kita memiliki sikap siap serta berani bersaing dengan orang

lain. Dalam arti yang positif dan optimis, kompetisi bisa diarahkan kepada kesiapan

dan kemampuan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan kita sebagai umat

manusia. Kompetisi seperti ini merupakan motivasi diri sekaligus faktor penggali dan

pengembang potensi diri dalam menghadapi bentuk-bentuk kompetisi, sehingga

kompetisi tidak semata-mata diarahkan untuk mendapatkan kemenangan dan

6 Drs. Muhammad dan R. Lukman Fauroni, Visi al – Qur’an : tentang Etika dan Bisnis (Jakarta : Salemba Diniyah, 2002), h.2.

7 Ibid., h.65 8 As. Mahmoeddin, Etika Bisnis dan Perbankan (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1994) cet.

Ke-1, h.17

Page 30: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

19

mengalahkan lawan.9 Dengan memaknai kompetisi seperti itu, kita menganggap

kompetitor lain sebagai partner (bukan lawan) yang memotivasi diri untuk meraih

prestasi. Inilah bentuk kompetisi yang dilandasi sifat sehat dan tidak mengarah

kepada timbulnya permusuhan atau konflik, sehingga tidak bersifat deskruktif dan

membahayakan kelangsungan dan keharmonisan kehidupan kita.

Tuntutan dunia bisnis dan manajemen yang semakin tinggi dan keras

mensyaratkan sikap dan pola kerja yang professional. Persaingan yang semakin ketat

juga seakan mengharuskan orang–orang bisnis untuk bersungguh–sungguh menjadi

professional bila mereka ingin sukses dalam profesinya.10 Persaingan dalam dunia

bisnis mendorong pembisnis meningkatkan efisiensi dan kualitas produk untuk dapat

bersaing dengan perusahaan lain dan pelanggan merasa puas dengan produk tersebut.

Selain itu, persaingan industri memiliki pengaruh positif terhadap pengembangan

kreatifitas sumber daya manusia untuk menggunakan sumber daya yang ada secara

optimal dan menghasilkan barang–barang yang bernilai tinggi dengan harga yang

kompetitif. Persaingan membantu pemerintah menangulanggi kemiskinan akibat

krisis moneter yang mendera masyarakat Indonesia sejak tahun 1997 sampai

sekarang. Dengan bermunculan industri–industri baru dapat menyerap tenaga kerja

9 Nia Hidayati, “Bagaimana Menghadapi Kompetisi dan Persaingan”, artikel diakses pada

tanggal 19April 2010 dari http://persaingan.com/2010/02/28/ Bagaimana Menghadapi Kompetisi dan Persainagan.html.

10Badiatul Luthfiani, “Konsep Etika Bisnis Perdagangan Global dalam Pandangan Syariah,” (Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum, Univesitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2004), h.14

Page 31: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

20

yang cukup banyak sehingga masyarakat memiliki penghasilan untuk memenuhi

kehidupan sehari–hari.

B. Etika Bisnis Dalam Islam

1. Pengertian Etika Bisnis dalam Islam

Banyak sekali literatur yang menerangkan arti dari etika namun semuanya

memiliki pengertian yang sama yaitu perilaku. Istilah etika berasal dari bahasa

Yunani kuno. Kata Yunani ethos, yang dalam bentuk tunggal memiliki banyak arti

yaitu adat, kebiasaan, akhlak, watak, sikap, cara berpikir. Dan dalam bentuk jamak ta

etha artinya adab kebiasaan.11 Etika dalam bahasa arab al–khuluq. Khuluq dari kata

dasar khaluqa–khuluqan, yang berarti, tabiat, budi pekerti, kebiasaan, kesatria,

keprawiraan.12 Kata khuluq ini kemudian lebih dikenal dengan term akhlak, atau al–

falsafah al–adabiyah. Menurut Ahmad Amin akhlak adalah ilmu yamg menjelaskan

arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia

kepada lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam

perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus

diperbuat.13 Marshall Saskhim dan William C. Morris (1987) dalam bukunya

Expriencing Management, Addison Wesley Publising Company, USA, menyatakan:

11 K. Bertens, Etika ( Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 1997) cet. ke-3 h.4

12Drs. Muhammad dan R. Lukman Fauroni, Visi al – Qur’an : tentang Etika dan Bisnis, h.37

13 Ahmad Amin, Etika (Ilmu Akhlak), diterjemahkan oleh Farid Ma’ruf (Jakarta : PT. Bulan Bintang, 1995), cet. Ke-8 h.3

Page 32: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

21

“Ethnic represents a code of behaviour. Value define what is right and what is wrong

behaviour.”

Artinya, etika merupakan suatu kode perilaku, yakni nilai perilaku yang

membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tentu saja nilai salah dan benar

tersebut merujuk kepada moral yang ditentukan oleh agama.14 Adapun moral yang

ditentukan dalam Islam itu bersumber dari Allah swt. Dan dipraktikkan oleh

Rasulullah saw. Sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Akhlaq Libanin bahwa

Rasulullah di utus ke dunia untuk menyempurnakan akhlaq dan dengan akhlaq pula

manusia akan memperoleh kebahagian dunia dan akhirat serta dicintai oleh manusia

lain dan juga Allah swt.15

Kita ketahui semakin maju peradaban dan kebudayaan manusia maka akan

semakin banyak pula kreasi dan hasil daya cipta manusia dalam berbagai bentuk

kreasi dan daya cipta itu dikembangkan untuk membantu memenuhi segala

kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Maka diciptakanlah alat–alat pertanian,

perindustrian, mesin–mesin dan sebagainya, yang hingga saat ini masih terus

disempurnakan. Disisi lain, ada pihak yang menikmati hasil karya cipta barang/benda

tersebut, umumnya saat ini mereka disebut konsumen, pengguna atau pemakai.

14 Drs. Suyadi Prawirosentono, Pengantar Bisnis Modern (Jakarta : PT.Bumi Aksara, 2002) h,

2. 15 Umar ibn Ahmad Baradja, Akhlaq Libanin (Surabaya : C.V. Ahmad Nabhan, 1954) h, 4

Page 33: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

22

Selanjutnya terjadilah proses saling memenuhi kebutuhan yang disebut perdagangan,

perniagaan, atau bisnis.16

Kata bisnis dalam Al–Qur’an biasanya yang digunakan al- tijarah, al–ba’i,

tadayantum, dan isytara. Tetapi seringkali kata yang digunakan yaitu al–tijarah dan

dalam bahasa arab tijaraha, berasal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajran wa tijarata,

yang bermakna berdagang. Menurut ar–Raghib al–Asfahani dalam al–Mufradat fi

gharib al–Qur’an, at–tijarah bermakna pengelolaan harta benda untuk mencari

keuntungan.17 Demikian pula menurut Ibnu Arabi, yang dikutip ar–Raghib, fulanun

tajirun bi kadza, berarti seseorang yang mahir dan cakap yang mengetahui arah dan

tujuan yang diupayakan dalam usahanya.18

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, bisnis di artikan sebagai usaha dagang, usaha

komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha. Skinner (1992), mendefinisikan

bisnis sebagai pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau

memberi manfaat. Adapun dalam pandangan Straub dan Attner (1994), bisnis tak lain

adalah suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang-

barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit.19

Bisnis dapat diartikan sebagai suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk

16 Pamoentjak, K.ST dan Ichsan, Achmad, Seluk – Beluk dan Teknik perniagaan, (Jakarta :

PT. Pradnya Paramita, 1981), cet. Ke- 21 h.1 17 Drs. Muhammad dan R. Lukman Fauroni, Visi al – Qur’an : tentang Etika dan Bisnis, h.30. 18 Ibid. h,. 30 19 M. Ismail Yusanto dan M. Karebet Wijayakusuma, Mengagas Bisnis Islami, h 15.

Page 34: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

23

menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam

memenuhi kebutuhan masyarakat.20

Adapun bisnis Islami dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam

berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas), kepemilikan hartanya

(barang/jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara perolehan dan

pendayagunaan hartanya (ada aturan halal dan haram). Islam mengkombinasikan

nilai–nilai spiritual dan material dalam kesatuan yang seimbang dengan tujuan

menjadikan manusia hidup bahagia di dunia dan di akhirat.21 Dari uraian di atas, di

ini dapatlah kita mendefinisikan etika bisnis Islam sebagai seperangkat nilai tentang

baik, buruk, benar dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip–prinsip

moralitas dan juga al–qur’an dan hadits yang telah di contohkan oleh Rasulullah saw.

Adapun menurut Prof. Dr. Amin Suma SH, MM. yang dimaksud etika bisnis Islam

ialah konsep tentang usaha ekonomi khususnya perdagangan dari sudut pandang baik

dan buruk serta benar dan salah menurut standar akhlak Islam.22 Oleh karena itu

dalam ekonomi Islam yang berlandasan ketuhanan, maka tujuan akhir penciptaannya

adalah ridho Allah swt dengan memegang syariat Islam dalam segala aktivitasnya

20 Buchari Alma, Penghantar Bisnis (Bandung : Alfabeta, 1998), h.21

21 Drs. Faisal Badroen, dkk, Etika Bisnis dalam Islam, h.3

22Dr. Muhammad Amin Suma, Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi dan Keuangan Islam (Jakarta : Kholam Publishing, 2008), cet. Ke-1 h.293

Page 35: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

24

begitu pula dalam aktivitas ekonomi yang tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai etika

ke Islaman.23

Oleh karena itu agar mendapatkan suatu cakrawala yang luas dan mendalam akan

dipaparkan aksioma-aksioma etika bisnis yang harus melandasi suatu bisnis yang

berperspektif al–Qur’an yaitu :

1. Kesatuan

Kesatuan di sini adalah kesatuan sebagaimana terefleksikan dalam konsep

tauhid yang memadukan keseluruhan aspek-aspek kehidupan muslim baik dalam

bidang ekonomi, politik, sosial, menjadi suatu “homogeneous whole” atau

keseluruhan yang homogen, serta mementingkan konsep konsistensi dan keteraturan

yang menyeluruh. Dari konsepsi ini, maka Islam menawarkan keterpaduan agama,

ekonomi, dan sosial demi membentuk kesatuan. Atas dasar pandangan ini pula maka

etika dan ekonomi atau etika dan bisnis menjadi terpadu, vertikal maupun horizontal,

membentuk suatu persamaan yang sangat penting dalam sistem Islam yang homogen

yang tidak mengenal kekusutan dan keterputusan.

Islam menempatkan integritas sebagai nilai tertinggi yang memandu seluruh

perilakunya. Islam juga menilai perlunya kemampuan, kompetensi dan kualifikasi

tertentu untuk melaksanakan suatu kewajiban. Dalam konteks prinsip tauhid yang

bertujuan untuk mencari ridho Allah swt. dan cara-caranya yang tidak bertentangan

23 Yusuf qardhawi, Norma dan Etika Ekonomi Islam (Jakarta : Gema Insani Press, 1997) cet.

Ke-1 h.31

Page 36: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

25

dengan syari’at Islam.24 Akan logis kiranya jika manusia berperilaku baik dengan

mematuhi segala ketentuan-Nya, hal itu harus ditunjukkan manusia sebagai khalifah

dibumi ini. Dan hal itu pulalah yang harus tercermin dalam sifat-sifat terpuji Allah

swt. yang terkandung dalam Asmaul Husna seperti sifat, ihsan, bijak, rahman, adil

dan lainnya yang patut ditiru oleh manusia dalam mengelola bisnisnya, dalam

pandangan seorang muslim sifat-sifat Allah swt. itu adalah standar etika dalam

berperilaku.25

2. Kesetimbangan ( Keadilan)

Kesetimbangan atau keadilan menggambarkan dimensi horizontal ajaran Islam

yang berhubungan dengan keseluruhan harmonis pada alam semesta. Hukum dan

tatanan yang kita lihat pada alam semesta mencerminkan kesetimbangan yang

harmonis. Tatanan ini pula yang dikenal dengan sunatullah. Definisi adil menurut

Islam adalah “tidak menzhalimi dan tidak dizhalimi” atau dengan kata lain

bahwasannya setiap orang mendapatkan haknya dan tidak mengambil bagian orang

lain.26 Adapun konsep keadilan dalam bisnis adalah mengharuskan setiap orang

mendapatkan haknya dan tidak mengambil hak atau bagian orang lain.27 Perilaku

24 Yusuf Qardhawi, Peran Nialai dan Moral dalam Perekonomian Islam, ( Jakarta : Rabbani

Press,2001), h.25 25 Mustaq Ahmad, Etika Bisnis Islam, (Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2003), cet.ke-2, h. 22 26 Muh. Syafi’I Antonio, Bank Syariah Teori dan Praktek (Jakarta : Gema Insani Press. 2001)

cet. Ke-1 h.15 27 M. Zaidi Abdad, Lembaga Perekonomian Umat di Dunia Bisnis, (Bandung : Angkasa,

2003) h.59

Page 37: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

26

kesetimbangan dan keadilan dalam bisnis secara tegas dijelaskan dalam konteks

perbendaharaan bisnis (klasik) agar pengusaha muslim menyempurnakan takaran bila

menakar dan menimbang dengan neraca yang benar, karena hal itu merupakan

perilaku yang terbaik dan membawa akibat yang terbaik pula. Pelaku bisnis harus

berbuat adil, dilarang berlaku zhalim atau perbuatan merugikan orang lain seperti :

mengurangi timbangan, takaran dan ukuran. Sebagimana firman Allah swt. dalam

surat al-Anam ayat 152 yang berbunyi sebagai berikut :

وأوفوا أشده يبلغ حتى أحسن هي بالتي إلا اليتيم مال تقربوا ولا فاعدلوا قلتم وإذا وسعها إلا نفسا نكلف لا بالقسط والميزان الكيل تذآرون لعلكم به وصاآم ذلكم واأوف الله وبعهد قربى ذا آان ولو

Artinya : Dan jaganlah kamu hampiri harta anak yatim, kecuali dengan jalan yang terbaik, hingga ia sampai dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan keadilan. Tiadalah kami berati diri, melaikan sekedar tenaganya, dan apabila kamu berkata hendaklah berlaku adil, walaupun terhadap karib-karibmu sendiri, dan tepatilah janji Allah. Demikianlah Allah berwasiat kepadamu, mudah-mudahan kamu mendapat peringatan. (Q.S. al-Anam : 152)

Berbuat curang dalam berbisnis sangat dibenci Allah swt. Bahkan curang dalam

berbisnis justru pertanda kehancuran terhadap bisnis itu sendiri. Islam mengarahkan

dan mengajarkan manusia untuk hidup secara seimbang/adil. Baik terhadap diri

sendiri/individu, maupun dengan sesama (sosial). Dalam ayat Al–Qur’an, Allah swt.

memerintahkan manusia untuk berbuat adil.28 Sesuai dengan firman Allah swt. dalam

surat al-Maidah ayat 8 yang berbunyi sebagai berikut :

28 Adiwarman A. Kariem, Ekonomi Mikro Islam, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2007),

hal.18

Page 38: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

27

يجرمنكم ولا بالقسط شهداء لله قوامين آونوا آمنوا الذين أيها يا إن الله واتقوا للتقوى أقرب هو اعدلوا تعدلوا ألا على قوم شنآن تعملون بما خبير الله

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat dngan taqwa dan takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Maidah : 8)

Al-Qur’an telah memerintahkan penganutnya untuk mengambil keputusan

dengan berpegang pada kesamaan derajat, keutuhan, dan keterbukaan. Maka,

keadilan adalah ideal untuk diterapkan dalam hubungan dengan sesama.29

Relevansinya terhadap pemanfaatan sumber daya, maka seyogianya diarahkan untuk

kesejahteraan manusia supaya ikut merasakan manfaatnya secara adil.

3. Kehendak Bebas

Kehendak bebas merupakan kontribusi Islam yang paling orisinal dalam filsafat

sosial tentang konsep manusia “ bebas”. Hanya Tuhan yang bebas, namun dalam

batas–batas skema penciptaan-Nya manusia juga secara relatif mempunyai

kebebasan. Manusia sebagai khalifah di muka bumi sampai batas–batas tertentu

mempunyai kehendak bebas untuk mengarahkan kehidupannya kepada tujuan

pencapaian kesucian diri. Manusia dianugerahi kehendak bebas untuk membimbing

kehidupannya sebagai khalifah. Berdasarkan kehendak bebas ini, dalam bisnis.

manusia mempunyai kebebasan untuk membuat suatu perjanjia termasuk menepati

29 Muhammad, Manajemen Dana Bank syari’ah, (Yogyakarta : EKONISIA, 2005), h.15

Page 39: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

28

atau mengingkarinya. Seorang muslim yang percaya pada kehendak Allah swt, akan

memuliakan semua janji yang dibuatnya. Segaimana firman Allah swt. dalam surat

al-Maidah ayat 1 yang berbunyi :

ما إلا الأنعام بهيمة لكم أحلت بالعقود أوفوا آمنوا الذين أيها يا يريد ما يحكم الله إن حرم وأنتم الصيد محلي غير عليكم يتلى

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, tepatilah segala janjimu. Telah dihalalkan bagimu (memakan) hewan ternak (unta, sapi, kerbau, dan kambing), kecuali barang yang dibacakan kepadamu, tiada dihalalkan memburu binatang, sedang kamu tengah ihram (mengerjakan haji). Sesungguhnya Allah menetapkan apa-apa yang dikehendakinya. (Q.S. al-Maidah : 1)

Ia merupakan bagian kolektif dari masyarakat dan mengakui bahwa Allah

meliputi kehidupan individual dan sosial. Islam sangat memberikan keleluasaan

terhadap manusia untuk menggunakan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki.

Demikian juga kemerdekaan manusia, karena Islam sangat memberikan kelonggaran

dalam berkreasi, melakukan transaksi atau melaksanakan kegiatan bisnis/investasi.

Kebebasan individu dalam melaksakan semua kegiatannya adalah hal yang mutlak

selama itu tidak melanggar aturan dalam Islam. Bagi para pelaku bisnis, kebebasan

dalam menciptakan mekanisme pasar memang diharuskan dalam Islam dengan syarat

sebagai berikut :30

a. Tidak ada distorsi yaitu proses penzaliman.

b. Tidak ada MAGHRIB (maysir, gharar, dan riba).

4. Pertanggungjawaban

30 Adiwarman Karim, Ekonomi Mikro Islam (Jakarta : IIT Indonesia) h.23

Page 40: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

29

Dalam dunia bisnis, pertanggungjawaban dilakukan kepada dua sisi yakni sisi

vertikal (kepada Allah swt). Seorang Muslim harus meyakini bahwa Allah selalu

mengamati semua perilakunya dan dia akan mempertanggungjawabkan semua

tingkah lakunya kepada Allah nanti di hari akhirat baik tingkah laku yang kecil

ataupun yang besar.31 Sisi horizontal kepada masyarakat luas/para konsumen dan

sebagainya. Tanggungjawab dalam bisnis harus ditampilkan secara transparan

(keterbukaan), kejujuran, pelayanan yang optimal dan berbuat yang terbaik dalam

segala urusan.

Kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia

karena tidak menuntut adanya pertanggungjawaban dan akuntabilitas. Tanggung

jawab merupakan suatu prinsip dinamis yang berhubungan dengan perilaku manusia.

Bahkan merupakan kekuatan dinamis individu untuk mempertahankan kualitas

kesetimbangan dalam masyarakat.

Tanggungjawab bisnis ditampilkan dalam transparansi, egaliter (seseorang yang

percaya bahwa semua orang sederajat), kejujuran, pelayanan yang optimal dan

berbuat terbaik dalam segala usaha. 32Dalam bidang ekonomi dan bisnis, aksioma ini

dijabarkan menjadi suatu pola perilaku tertentu. Karena manusia telah menyerahkan

suatu tanggung jawab yang tegas untuk memperbaik kualitas lingkungan ekonomi

dan sosial, maka perilaku konsumsi seseorang tidak sepenuhnya bergantung kepada

31 Sofyan Syafri Harahap, Auditing Dalam perspektif Islam, (Jakarta : Pustaka Quantum,

2008), h. 25 32 Didin Hafidhudin dan Hendri Tanjung, Manajemen Syariah dalam Praktek (Jakarta : Gema

Insani Press, 2003) h.75

Page 41: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

30

penghasilannya sendiri ia juga harus menyadari tingkat penghasilan dan konsumsi

berbagai anggota masyarakat yang lain. Konsepsi tamggung jawab dalam Islam

mempunyai sifat berlapis ganda dan terfokus baik pada tingkat mikro (individual)

maupun tingkat makro (organisasi dan sosial), yang kedua–duanya harus dilakukan

secara bersama.

5. Kebenaran: Kebajikan dan Kejujuran

Kebenaran adalah nilai yang dianjurkan dan tidak bertentangan dengan ajaran

Islam. Dalam konteks bisnis kebenaran dimaksudkan sebagai niat, sikap dan perilaku

yang benar, yang meliputi, proses akad (transaksi), proses mencari atau memperoleh

komoditas, proses pengembangan maupun dalam proses upaya meraih atau

menetapkan margin keuntungan (laba). Kebajikan adalah sikap ihsan, beneviolence

yang merupakan tindakan yang memberi keuntungan bagi orang lain. Dalam

pandangan Islam sikap ini sangat dianjurkan.

Kejujuran adalah sikap jujur dalam semua proses bisnis yang dilakukan tanpa

adanya penipuan sedikitpun. Sikap ini dalam khazanah Islam dapat dimaknai dengan

amanah. Dari sikap kebenaran, kebajikan (sukarela) dan kejujuran demikian maka

suatu bisnis secara otomatis akan melahirkan persaudaraan. Persaudaraan, kemitraan

antara pihak yang berkepentingan dalam bisnis yang saling menguntungkan, tanpa

adanya kerugian dan penyesalan sedikitpun. Bukan melahirkan situasi dan kondisi

permusuhan dan perselisihan yang diwarnai dengan kecurangan. Dengan demikian

kebenaran, kebajikan, dan kejujuran dalam semua proses bisnis akan dilakukan pula

secara transparan dan tidak ada rekayasa. Al–qur’an menegaskan agar dalam bisnis

Page 42: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

31

tidak dilakukan dengan cara–cara yang mengandung kebatilan, kerusakan, dan

kezaliman, sebaliknya harus dilakukan dengan kesadaran dan sukarela. Sebagaimana

firman Allah swt. dalam surat an-Nisa ayat 29 yang berbunyi :

تكون أن إلا بالباطل بينكم أموالكم تأآلوا لا آمنوا الذين أيها يا رحيما بكم آان الله إن أنفسكم تقتلوا ولا منكم تراض عن تجارة

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Janganlah kamu bunuh dirimu (saudaramu). Sesungguhnya Allah penyayang kepadamu.” (Q.S. an-Nisa : 29) 2. Dasar Hukum Etika Bisnis dalam Islam

Setiap manusia memerlukan harta untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya

karena manusia akan selalu berusaha untuk memperoleh harta kekayaan tersebut

salah satunya dengan bekerja, dan bagian bekerja adalah dengan berbisnis. Dalam

mencari rizki dengan bekerja, Islam sangat memperhatikan aspek kehalalan dan

kebaikan (halalan thoyyibah) baik dari sisi perolehanya maupun dari sisi

pembelanjaannya.

Sehingga bisnis yang Islami dapat diartikan sebagai serangkaian aktifitas bisnis

dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas) kepemilikan

hartanya (barang dan jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara perolehan

dan pendayagunaan hartanya (ada aturan halal dan haram).33

Etika dalam bisnis Islam mengacu pada dua sumber utama, yaitu AL-Qur’an dan

sunnah Nabi. Dua sumber ini merupakan sumber dari segala sumber yang ada. Yang

33 M. Ismail Yusanto dan M. Karebet Wijayakusuma, Mengapai Bisnis Islam, (Jakarta : Gema

Insani Press,2002), h.18

Page 43: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

32

membimbing dan mengarahkan semua perilaku individu/kelompok dalam

menjalankan ibadah, perbuatan atau aktifitas umat Islam. Maka etika bisnis dalam

Islam menyangkut norma dan tuntutan/ajaran yang menyangkut sistem kehidupan

individu dan atau institusi masyarakat dalam menjalankan kegitan usaha atau bisnis,

dimana selalu mengikuti aturan yang ditetapkan dalam Islam sebagaiman yang tertera

pada dua sumber tersebut.

Islam, atau syariat, yang bersumber dari Al–Qur’an dan teladan Nabi Muhammad

saw, mengatur semua aspek kehidupan, etika, dan sosial dan meliputi perkara–

perkara pidana maupun perdata. Syariat bersifat komprehensif, mencakup seluruh

aktivitas manusia, menentukan hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesama

manusia.34 Dan aktifitas bisnis menurut Islam harus dipandang sebagai suatu karya

atau kerja manusia dalam menjalankan kegiatan “produksi.” Dan Islam telah secara

jelas menganjurkan umatnya untuk berusaha mencari rizki dimuka bumi ini sebagai

bekal hidupnya didunia dalam rangka menopang ibadahnya kepada Allah swt. Segala

sumber daya alam yang tersedia didunia terdiri atas tanah yang subur dengan segala

kandungan yang ada didalamnya seperti : air, barang tambang, mineral, batu bara, gas

bumi dan sebagainya semata-mata Allah swt ciptakan supaya manusia mengelola dan

memanfatkannya demi mencapai kesejahteraan lahir batin. Hal ini sejalan dengan

firman Allah yang berbunyi :

34 Latifa M. al-Gaoud dan Mervyn K. Lewis, Perbankan Syariah (Jakarta : PT.Serambi Ilmu

semesta, 2001) h.36

Page 44: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

33

Artinya: Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S : Al –Mulk : 15) Surat al-Anam ayat 152 yang berbunyi sebagai berikut :

وأوفوا أشده يبلغ حتى أحسن هي بالتي إلا اليتيم مال تقربوا ولا فاعدلوا قلتم وإذا وسعها إلا نفسا نكلف لا بالقسط والميزان الكيل تذآرون لعلكم به وصاآم ذلكم واأوف الله وبعهد قربى ذا آان ولو

Artinya : Dan jaganlah kamu hampiri harta anak yatim, kecuali dengan jalan yang terbaik, hingga ia sampai dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan keadilan. Tiadalah kami berati diri, melaikan sekedar tenaganya, dan apabila kamu berkata hendaklah berlaku adil, walaupun terhadap karib-karibmu sendiri, dan tepatilah janji Allah. Demikianlah Allah berwasiat kepadamu, mudah-mudahan kamu mendapat peringatan. (Q.S. al-Anam : 152) Surat al-Maidah ayat 8 yang berbunyi sebagai berikut :

يجرمنكم ولا بالقسط شهداء لله قوامين آونوا آمنوا الذين أيها يا إن الله واتقوا للتقوى أقرب هو اعدلوا تعدلوا ألا على قوم شنآن تعملون بما خبير الله

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat dengan taqwa dan takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Maidah : 8) Surat al-Maidah ayat 1 yang berbunyi :

ما إلا الأنعام بهيمة لكم أحلت بالعقود أوفوا آمنوا الذين أيها يا يريد ما يحكم الله إن حرم وأنتم الصيد محلي غير عليكم يتلى

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, tepatilah segala janjimu. Telah dihalalkan bagimu (memakan) hewan ternak (unta, sapi, kerbau, dan kambing), kecuali barang yang dibacakan kepadamu, tiada dihalalkan memburu binatang, sedang kamu tengah ihram (mengerjakan haji). Sesungguhnya Allah menetapkan apa-apa yang dikehendakinya. (Q.S. al-Maidah : 1)

Page 45: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

34

Surat al-Maidah ayat 48 yang berbunyi :

☺ ☺

☺ ⌧

☯ ⌧

☺ ☺

Artinya : “Kami telah menurunkan kitab kepada engkau (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran yang membenarkan kitab yang dihadapkannya serta mengawasinya, sebab itu hukumlah antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau turut hawa nafsu mereka, (dan berpaling) dari kebenaran yang telah datang kepada engkau. Kami adakan untuk tiap-tiap umat diantara kamu satu syariat (peraturan) dan satu jalan. Kalau Allah menghendaki, niscaya ia jadikan kamu umat yang satu, tetapi ia hendak mencobai kamu tentang apa yang diberikannya kepadamu, sebab itu berlomba-lombalah kamu (memperbuat) kebaikan. Kepada Allah tempat kembalimu sekalian, lalu Allah mengabarkan kepadamu, tentang apa-apa yang telah kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah : 48) Surat an-Nisa ayat 29 yang berbunyi :

تكون أن إلا بالباطل بينكم أموالكم تأآلوا لا آمنوا الذين أيها يا رحيما بكم آان الله إن أنفسكم تقتلوا ولا منكم تراض عن تجارة

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Janganlah kamu bunuh dirimu (saudaramu). Sesungguhnya Allah penyayang kepadamu.” (Q.S. an-Nisa : 29)

Page 46: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

35

Dalam berbisnis, Islam memberikan pedoman berupa norma-norma/etika untuk

menjalankan bisnis agar para pelaku bisnis benar-benar konsisten dan memiliki rasa

responsibility yang tinggi. Maka dengan adanya norma-norma/etika spiritual yang

tinggi iman dan akhlaq yang mulia tersebut, merupakan “kekayaan” yang tidak akan

habis dan sebagai “pusaka” yang tidak akan pernah sirna.35

3. Prinsip-Prinsip Etika Bisnis dalam Islam

Harus diakui, Nabi Muhammad saw. telah menerapkan bisnis modern dalam

menjalankan bisnisnya. Jauh sebelum para pakar ekonomi dan manajemen Barat

mengangkat prinsip manajemen sebagai satu disiplin ilmu khusus, Nabi Muhammad

saw. adalah pembisnis yang memiliki gelar al-amin justru sudah lebih dulu

mengimplementasikan nilai–nilai manejemen dalam kehidupan dan praktek

bisnisnya. Rasulullah saw telah dengan sangat baik mengelola proses transaksi, dan

hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak–pihak yang terlihat

didalamnya. Dasar–dasar etika dan manajemen bisnis itu, lalu mendapat legitimasi

keagamaan setelah nabi Muhammad saw diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Prinsip-

prinsip etika bisnis yang diwariskan semakin mendapat pembenaran akademis di

penghujung abad ke- 20 atau awal abad ke- 21. Prinsip bisnis modern, seperti

costumer satisfaction (tujuan pelanggan dan kepuasan konsumen), service excellence

(pelayanan yang unggul), kompetensi, efisiesi, transparansi, persaingan yang sehat

35 Yusuf Qardhawi, Norma dan Etika dalam Ekonomi Islam, (Jakarta : Gema Insani Press,

1997)

Page 47: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

36

dan kompetitif. Semuanya itu telah menjadi gambaran pribadi, etika bisnis

Muhammad saw ketika Beliau masih muda.36

Dengan merujuk pada ayat al–Qur’an dan al-Hadits serta contoh nyata dari

teladan Rasulullah saw., sebagai landasan operasional, dapat kita ketahui prinsip-

prinsip dan rambu-rambu etika bisnis yang harus diimplementasikan serta diamalkan

oleh kita semua dalam kehidupan sehari–hari. Terutama bagi para pelaku bisnis yang

menjadi lahan penghidupan. yaitu:

a. Prinsip Otonom

Hak otonom ini adalah hak kebebasan untuk mencapai keinginan.37 Seorang

pebisnis haruslah mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak

berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggap baik untuk dilakukan dan

bertanggung jawab atas keputusan yang diambil dengan segala risiko ataupun akibat

yang timbul bagi dirinya, perusahaannya dan juga bagi orang lain.

Pebisnis yang otonom adalah pebisnis yang sadar akan kewajibannya dalam dunia

bisnis untuk dapat bertindak otonom diperlukan adanya kebebasan untuk mengambil

keputusan dan bertindak sesuai dengan keputusan tersebut. Keputusan yang diambil

jika tidak dilanjutkan dengan implementasinya akan menjadi bumerang tersendiri

36 M. Nadratuzzaman Hosen, dkk, Khutbah Jum’at Ekonomi Syari’ah, ( Jakarta : PKES,

2008), h.10 37 Heru Satyanugraha, Etika bisnis prinsip dan aplikasi, (Jakarta : LPFE, 2003) cet. Ke-1 h.

78

Page 48: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

37

bagi keberlangsungan bisnisnya. Dalam hal ini adalah kepercayaan relasi maupun

konsumen akan berkurang.38

b. Prinsip Kejujuran

Kejujuran merupakan syarat yang fundamental dalam kegiatan bisnis. Rasulullah

saw sangat menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis. Banyak ayat Al–Qur’an

memerintahkan kita dengan tegas untuk berbuat jujur dalam segala hal, termasuk juga

dalam berbisnis. Sebagian dari bentuk kejujuran adalah seorang pengusaha senantiasa

terbuka dan transparan dalam jual–belinya. Tidak hanya menampakkan yang baik

seraya menyembuyikan cacat atau bagian yang buruk dari barang–barang yan

diperdagangkan.39

Dapat dimengerti betapa besar pahala yang dijanjikan oleh Allah swt. Untuk para

pengusaha yang jujur karena memang hanya dengan jujurnya para pengusaha dunia

usaha akan maju dan berkembang dengan baik. 40Memang memiliki sifat jujur sangat

sulit dan berat. Terlebih lagi di masa kini, ketika kehidupan materialistis relatif lebih

mendominasi.sehingga dalam dunia bisnis pada umumnya mumgkin sulit untuk

mendapatkan kejujuran yang sebenarnya.

c. Prinsip saling menguntungkan

38 Ibid, h.78-79

39 M. Nadratuzzaman Hosen, dkk, Khutbah Jum’at Ekonomi Syari’ah, h.29

40 M. Syafi’I Antonio, Muhammad saw dan Etika bisnis. KIPSEI,1, (Novenber, 2001), h.10

Page 49: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

38

Prinsip ini berhubungan dengan dunia persaingan bisnis yang harus menghasilkan

suatu win win situation.41 Prinsip ini menuntut hal yang sama, yaitu agar semua pihak

berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain. Prinsip ini sangatlah

mengakomodasikan hakikat dan tujuan bisnis. Pengusaha sebagai pebisnis ingin

mendapatkan laba dan pembeli sebagai konsumen juga ingin mendapatkan barang

ataupun jasa yang memuaskan dan menguntungkan dalam bentuk harga dan kualitas

produk. Disisi lain bisnis haruslah dilakukan dan dijalankan sedemikian rupa agar

masing-masing pihak yang melakukan transaksi sama-sama meraih keuntungan.

d. Prinsip integrasi moral

Pembisnis haruslah selalu menjaga nama baik perusahaannya dalam setiap

melakukan hubungan bisnis. Ada sebuah imperative (kepentingan) moral yang

berlaku bagi sendirinya untuk berbisnis sedemikian rupa agar dipercaya tetap paling

unggul dan tetap yang terbaik dalam kualitas dan kuantitas.

e. Amanah dan Memenuhi Janji

Allah swt. dan Rasul-nya memerintahkan kepada setiap muslim untuk

menunaikan amanah. Allah swt. Memerintahkan agar selalu menunaikan amanah

dalam segala bentuknya, baik amanat perorangan maupun amanat perusahaan, amanat

rakyat dan umat, seperti yang dipikul oleh seorang pemimpin Islam. Seorang manajer

perusahaan adalah pemegang amanat dari pemegang sahamnya, yang wajib

mengelola perusahaan dengan baik, sehingga menguntungkan pemegang saham dan

41 A. Sonny Keraf, Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya, (Yogyakarta : Kanisius, 1998)

edisi baru h.79

Page 50: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

39

memuaskan konsumennya. Sebaliknya orang-orang yang menyalahgunakan amanat

(berkhianat) adalah berdosa di sisi Allah swt. Dan dapat dihukum didunia dan akhirat.

Ajaran Islam mengharuskan seorang pembisnis muslim mempunyai hati yang

tanggap, dengan menjaga dan memenuhi hak–hak Allah swt serta manusia, dan

menjaga muamalahnya dari unsur yang melampaui batas atau khianat. Seorang

pembisnis muslim adalah sosok yang dapat dipercaya, sehingga ia tidak menzholimi

kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sifat ini juga merupakan syarat untuk meraih

kesuksesan dunia dan akhirat. Memiliki sifat amanah dan menepati janji merupakan

ciri sekaligus juga bukti dari keimanan yang dimiliki, dan dengan demikian,

insyaAllah akan mengeluarkan orang dari kemunafikan.42

f. Harus Halal dan Saling Ridho

Tidak diragukan lagi, ajaran Islam yang suci mengharuskan umatnya untuk

berperilaku halal, dan meninggalkan yang haram dalam seluruh aspek kehidupan,

mulai dari cara memperoleh rizki, mengkonsumsi dan memanfaatkannya.

Dengan demikian, barang atau produk atau jasa yang diperdagangkan juga

haruslah yang halal, jangan yang haram. Memperdagangkan atau melakukan transaksi

yang haram, misalnya babi, khamar, dan lain–lain. Kegiatan bisnis dan perdagangan

harus dijalankan atas dasar suka sama suka, saling meridhoi. Tidak boleh dengan

paksaan, tipu daya, kezaliman, menguntungkan satu pihak dengan merugikan pihak

42 M. Nadratuzzaman Hosen, dkk, Ekonomi Syariah, (Jakarta : PKES, 2008), h..30

Page 51: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

40

yang lain.43 Untuk itu dalam Islam berbisnis atau jual beli mempunyai rukun dan

syarat yang harus dipenuhi sehingga bisnis atau jual beli itu dapat dikatakan sah.

Menurut jumhur ulama rukun jual beli ada empat : 1. penjual (ba’i) 2. pembeli

(mustari) 3. ucapan (shighoh) dan 4. barang (ma’kut alaih)44 Namun, terlepas dari

perbedaan itu yang terpenting bahwa Islam sangat besar perhatianya terhadap

transaksi bisnis untuk menimbulkan saling ridho dan tidak ada yang terzhalimi.

Dengan adanya saling meridhoi maka akan timbul keberkahan dari hasil bisnis

tersebut.

g. Tidak Monopoli dan Tidak Menimbun (ihtikar)

Termasuk dalam perbuatan yang tidak adil, lebih mementingkan keuntungan diri

pribadi adalah monopoli. Tindakan tercela ini dilakukan agar memperoleh

penguasaan pasar dengan mencegah pelaku lain untuk menyainginya melalui

berbagai cara. Seringkali dengan cara–cara yang tidak terpuji. Tujuannya adalah

untuk menaikkan harga agar pengusaha tersebut mendapat keuntungan yang sangat

besar. Karena itu, sejumlah ulama, seperti Abu Hanifah dan para sahabatnya,

melarang distributor (qussam) yang membagi-bagikan barang komoditas dan

selainnya dengan imbalan melakukan monopoli padahal masyarakat sangat

membutuhkannya sehingga permintaan naik dan barang menjadi mahal.45 Karena itu

43 M. Nadratuzzaman Hosen, dkk, Ekonomi Syariah, (Jakarta : PKES, 2008), h.28 44 Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al- Islam wa Adillatuh (Damaskus : Da’rul al-Fikr, 1989) jilid 5,

h.6 45 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Majmu’atul Fatawa. Penerjemah Ahmad Syaikhu (Jakarta :

Darul Haq, 2007), h.29

Page 52: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

41

Islam melarang menimbun barang yang pada saat itu masyarakat banyak memerlukan

terhadap barang tersebut khususnya bahan kebutuhan pokok.46

Islam memberikan jaminan kebebasan pasar dan kebebasan individu untuk

melakukan bisnis, namun Islam melarang perilaku mementingkan diri sendiri,

mengeksploitasi keadaan yang umumnya didorong oleh sifat tamak dan loba sehingga

menyusahkan dan menyulitkan orang banyak. Perbuatan ihtikar semacam ini sangat

dilarang. Keberhasilan bisnis bukan hanya bagaimana kita dapat memaksimalkan

keuntungan dengan modal yamg minimal dalam jangka waktu singkat. Tetapi juga

bagaimana bisnis dapat menjadi bernilai ibadah yang diridhoi Allah swt, dan dapat

memberikan kemaslahatan kepada masyarakat banyak.

h. Penipuan dan Pemalsuan

Islam mengharamkan penipuan dalam semua aktifitas manusia, termasuk dalam

kegiatan bisnis dan jual beli. Memberikan penjelasan dan informasi yang tidak benar,

mencapur barang yang baik dengan yang buruk, menunjukkan contoh barang yang

baik dan menyembuyikan yang tidak baik termasuk kategori penipuan. Karena itu

kecurangan bisa masuk dalam jual beli dengan cara menyembunyikan aib dan

memalsukan barang dagangan. Pada suatu hari Rasulullah saw., mengadakan inpeksi

pasa. Rasulullah saw memasukkan tangannya kedalam tumpukkan gandum yang

tampak baik, tetapi beliau terkejut karena ternyata yang didalam tidak baik (basah).47

46 Hussein Bahreisj, 450 Masalah Agama Islam (Surabaya : Al-ikhlas, 1980), h.43

47 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Majmu’atul Fatawa. Penerjemah Ahmad Syaikhu, h.21

Page 53: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

42

Untuk menimbulkan saling ridho antara penjual dan pembeli sehingga tidak ada yang

merasa terdzhalimi karena itu dalam berdagang atau bisnis dalam Islam dikenal

dengan khiyar. Khiyar adalah antara meneruskan atau tidak persetujuan jual beli

selama berada dalam satu tempat penjualan karena masalahnya bahwa barang itu

nantinya berguna atau tidak. Juga jika telah terjadi jual beli dimana waktunya tidak

lebih dari 3 hari (menurut imam Hanafi dan Maliki), maka barang itu dapat

dikembalikan jika misalnya terjadi cacat dan barang itu belum dipergunakan.48

Dalam bisnis modern kita dapat menyaksikan berbagai cara tak terpuji yang

dilakukan oleh sebagian pembisnis, dan termasuk dalam kategori memalsukan data

dari yang sebenarnya atau bahkan menipu khalayak. Jelas hal itu dilarang dalam

Islam.

5. Fungsi dan Tujuan Etika Bisnis dalam Islam

Persaingan yang semakin ketat dan tidak sehat kerap membuat para pelaku bisnis

yang ingin meperoleh laba secepatnya menempuh jalan pintas. Mereka tidak lagi

mengindahkan norma-norma kepantasan berusaha atau etika bisnis mencari celah-

celah guna menghindari ketentuan peraturan seolah hal yang biasa-biasa dalam

praktek bisnis sehari-hari. 49Karena itu, Suatu kegiatan haruslah dilakukan dengan

etika atau norma yang berlaku di masyarakat bisnis. Etika atau norma–norma ini

48 Imam Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid Qurtubi (ibnu Rusyd

al-Hafid), Bidayatul Mujtahid (Daruul Kitab al-Islamiyah), juz.1 h.158 49 Rosita S. Noer, Menggugah Etika Bisnis Orde Baru (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan,

1998), h. 6

Page 54: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

43

berfungsi agar para pengusaha tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan (halal

dan haram) dan usaha yang dijalankan memperoleh simpati dari berbagai pihak.

Dengan melaksanakan etika yang benar, akan terjadi keseimbangan hubungan

antara pengusaha dengan masyarakat, pelanggan, pemerintah dan pihak–pihak lain

yang berkepentingan. Masing–masing pihak akan merasa dihargai dan dihormati.

Kemudian, ada saling membutuhkan di antara mereka yang pada akhirnya

menumbuhkan rasa saling percaya sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang

seperti yang diinginkan.

Adapun tujuan etika bisnis adalah :

1. Untuk persahabatan dan pergaulan

Etika dapat meningkatkan keakraban dengan karyawan, pelanggan atau pihak–

pihak lain yang berkepentingan. Suasana akrab akan berubah menjadi persahabatan

dan menambah luasnya pergaulan. Jika karyawan, pelanggan, dan masyarakat

menjadi akrab, segala urusan akan menjadi lebih mudah dan lancar.

2. Menyenangkan orang lain

Sikap menyenangkan orang lain merupakan sikap yang mulia. Jika kita ingin

dihormati, kita harus menghormati orang lain dan berlaku sopan santun terhadap

siapa pun. Sopan santun adalah pondasi dasar dan inti dari kebaikan tingkah laku, dan

ia juga merupakan dasar dari jiwa melayani (service) dalam bisnis.50 Sifat ini sangat

dihargai dengan nilai yang tinggi, dan bahkan mencakup untuk semua sisi kehidupan.

50 Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (life and general) (jakarta : Gema Insani Press, 2004) h.748

Page 55: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

44

Dengan menyenangkan konsumen melalui sikap sopan santun berarti membuat

konsumen atau pelanggan menjadi suka dan puas terhadap pelayanan kita. Jika

konsumen atau pelanggan telah merasa puas dan nyaman terhadap pelayanan kita

maka tidak sulit bagi kita untuk mengembangkan bisnis yang kita jalankan.

3. Membujuk pelanggan

Setiap calon pelanggan memiliki karakter tersendiri. Kadang–kadang calon

pelanggan perlu dibujuk agar mau menjadi pelanggan. Berbagai cara dapat dilakukan

perusahaan untuk membujuk calon pelanggan. Salah satu caranya adalah melalui

etika yang ditunjukkan seluruh karyawan perusahaan. Dengan etika maka pembisnis

dan karyawan akan dengan mudah untuk menggunakan mana perilaku yang benar

dan salah dalam upaya membujuk konsumen atau pelanggan menggunakan produk

tersebut. Karena itu etika bisnis merupakan pemikiran atau refleksi tentang moralitas

yang selalu berkaitan dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas berarti aspek baik atau

buruk, terpuji atau tercela, dan diperbolehkan atau tidak dari perilaku manusia.51

4. Mempertahankan pelanggan

Ada aggapan mempertahankan pelanggan jauh lebih sulit dari pada mencari

pelanggan. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, justru mempertahankan pelanggan

lebih mudah karena mereka sudah merasakan produk atau layanan yang kita berikan.

Untuk itu perusahaan dalam bisnis apapun (terlebih dalam usaha yang terkait dengan

pelayanan), harus benar-benar mampu memberikan pelayanan dan produk yang

51 Panji Anaroga, Manajemen Bisnis (Jakarta : Rineka Cipta, 2000) h.3

Page 56: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

45

optimal kepada konsumen.52 Terlebih lagi di era globalisasi sekarang ini dimana

perusahaan bersaing memperebutkan pangsa pasar dengan melalui berbagai cara yang

dapat menarik konsumen untuk beralih kepada produknya atau perusahaannya salah

satu cara adalah dengan mengoptimalkan pelayanan dan produknya perusahaan

tersebut.

52 Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (life and general),h.748

Page 57: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

BAB III

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Sejarah dan Tujuan Berdiri PT. Pancanata Centralindo

Bisnis merupakan bagian dari kehidupan manusia dalam rangka memenuhi

kebutuhan hidup baik yang bersifat individual maupun sosial didunia dan menjadi

jembatan menuju alam yang kekal (akhirat). Namun, dalam membangun sebuah

bisnis yang kompeten dan berkualitas tidak semudah membalikkan telapak tangan

karena itu, dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan yang besar baik materil maupun

spiritual. PT. Pancanata Centralindo yang beralamat di jalan Bumi Indah no.20

Kebon Jeruk Jakarta Barat 11540 merupakan bagian dari bisnis yang bergerak dalam

bidang industri garmen. Awalnya PT. Pancanata Centralindo bernama Centralindo

adalah usaha keluarga yang didirikan pada tanggal 22 maret 1990 oleh Bapak H.

Hamidi dan Hj. Eti dengan dengan modal yang relatif kecil yaitu Rp 1.000.000 yang

pada saat itu belum berbentuk Perseroan Terbatas hanya berdagang keliling ke

berbagai pasar untuk menjajakan dagangannya dan pengelolaannya pun sangat

sederhana tanpa karyawan dan barang dagangannya pun di beli dari para grosir serta

tempat yang tidak besar yaitu 4x4 meter untuk berdagang sebagai tempat

penyimpanan barang dagang tersebut adalah rumah tinggal. Namun, seiring makin

berkembangnya zaman dan makin bertambahnya konsumen diikuti dengan

45

Page 58: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

46

permintaan yang tinggi terhadap produk tersebut memaksa H. Hamidi untuk membeli

barang tersebut langsung dari pabriknya untuk memaksimalkan keuntungan. 1

Sejak Oktober 2006 Centralindo melakukan ekspansi bisnis dalam bidang jasa

cleaning service dan landscape serta melegalkan usahanya dengan membuat izin

usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas dengan Izin Usaha no.

1887/1.824.221/1206 Tanda Daftar Perusahaan no. 09.02.1.51.31995 NPWP no.

02.614.419.6-035.000 dan Pengesahaan Akte Pendirian no. W8-00707 HT.01.01-

TH.2006 dengan nilai modal dan kekayaan bersih sebesar Rp25.000.000 termasuk

kendaraan mobil kijang terbuka untuk transportasi atau pengiriman untuk wilayah

jabodetabek dan membeli 3 buah toko di Tanah Abang blok A lantai 2 Jakarta Pusat

dengan sertifikat hak milik guna.2 Saat ini PT. Pancanata Centralindo telah

memproduksi berbagai jenis pakaian celana dari mulai anak kecil, remaja dan

dewasa. PT. Pancanata Centralindo telah memiliki pekerja sekitar 250 orang yang

terdiri dari 4 mandor. Dan PT. Pancanata Centralindo sudah memiliki konsumen di

luar pulau jawa seperti Batam, padang dan Pangkal Pinang.

Semua organisasi, baik yang berbentuk badan usaha swasta, badan yang bersifat

publik ataupun lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan tentu mempunyai suatu

tujuan sendiri-sendiri yang merupakan motivasi dari pendiriannya. Manajemen di

dalam suatu badan usaha, baik industri, niaga, dan jasa yang didorong oleh motif

1 Wawancara Pribadi dengan Bapak H. Hamidi Shabri. Jakarta, 4 April 2010 2 Dokumen PT. Pancanata Centralindo yang diberikan Bapak H. Hamidi pada tanggal 4 April

2010

Page 59: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

47

mendapatkan keuntungan (profit). Untuk mendapatkan keuntungan yang besar

manajemen haruslah diselenggarakan dengan efisien. Sikap ini harus dimiliki oleh

setiap pengusaha dan manajer di manapun mereka berada, baik dalam organisasi

bisnis, pelayanan publik, maupun organisasi sosial kemasyarakatan.

Adapun tujuan PT. Pancanata Centralindo mengeluti industri garmen antara lain

meliputi hal-hal sebagai berikut :3

1. Memperoleh penghasilan dengan keuntungan yang wajar

PT. Pancanata Centralindo pada umumnya merupakan kegiatan bisnis yang

menyangkut perdagangan barang dimana penghasilan dan keuntungan itu akan

terwujud dari adanya transaksi bisnis yang dilakukan pengelola atau pembisnis

dengan pelanggan/konsumen. Untuk memperoleh penghasilan dengan keuntungan

yang wajar PT. Pancanata Centralindo melakukan penjualan barang dengan

meperhitungkan biaya-biaya produksi yang terkait dengan produk termasuk biaya

pengiriman jika barang tersebut dikirim keluar kota.

2. Memenuhi kebutuhan manusia

Kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan

kebutuhan tersier. kebutuhan manusia di antaranya dapat disediakan oleh mereka

sendiri, perusahaan-perusahaan dapat berupaya menyediakannya, sehingga

masyarakat yang tidak dapat menghasilkan sendiri dapat membeli dari perusahaan-

perusahaan tersebut. Salah satu perusahaan tersebut adalah PT. Pancanata

3 Wawancara Pribadi dengan Bapak H. Hamidi Shabri. Jakarta, 4 April 2010

Page 60: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

48

Centralindo yang kegiatan utamanya memproduksi pakaian seragam sekolah untuk

memenuhi kebutuhan primer manusia.

3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat

Karena kegiatan bisnis/perdagangan pada hakikatnya adalah ditujukan untuk

mempelancar arus barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, maka apabila

tersedia dan mudah didapat dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat, berarti

keadaan ini sudah mulai memasuki tahap kemakmuran.

Adanya permintaan produk PT. Pancanata Centralindo dari masyarakat akan

berdampak baik terhadap kelangsungan kegiatan bisnis PT. Pancanata Centralindo,

baik di bidang produksi maupun distribusi. Sebaliknya, adanya berbagai penawaran

produk PT. Pancanata Centralindo akan mempermudah masyarakat untuk dapat

memenuhi kebutuhannya. Apabila kegiatan permintaan dan penawaran berjalan

cukup seimbang, maka kemakmuran bagi masyarakat umum dan para pelaku bisnis

akan tercipta secara berkelanjutan, sehingga pembangunan ekonomi masyarakat akan

berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

4. Mengusahakan pemerataan hasil

Penghasilan (termasuk keuntungan) yang diperoleh PT. Pancanata Centralindo

tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi disalurkan kembali kepada :

1. Pemilik modal dalam PT. Pancanata Centralindo, berupa balas jasa

penyertaan atau bagian laba

2. Pengurus/pengelola PT. Pancanata Centralindo, berupa gaji, dan bonus

Page 61: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

49

3. Pegawai/karyawan PT. Pancanata Centralindo berupa gaji, uang lembur, dan

hadiah/bonus

4. Pemerintah (Pusat dan Daerah), berupa setoran pajak dan retribusi

5. Mendorong kegiatan ekonomi lainnya

Kegiatan bisnis PT. Pancanata Centralindo yang pada pokoknya lebih banyak

terfokus pada bidang perdagangan ternyata sangat mendorong kegiatan ekonomi

lainnya. Kegiatan-kegiatan itu adalah :

1. Kegiatan lembaga perbankan dalam hal transfer pembayaran dari pelanggan

atas barang yang telah dikirim.

2. Kegiatan usaha trasportasi dalam hal biaya pengiriman barang diluar Jakarta.

3. Kegiatan usaha komunikasi telepon, faxs dan Handphone untuk konfirmasi

pemesanan barang.

4. Kegiatan usaha asuransi terhadap kerusakan barang yang dikirim diluar

kelalaian pengelola dan asuransi toko apabila terjadi kebakaran.

B. Visi dan Misi Industri PT. Pancanata Centralindo

Visi industri PT. Pancanata Centralindo adalah menjadi industri garmen

kebanggaan bangsa dan masyarakat dengan mengutamakan kepuasaan dan

kenyamanan pelanggan baik dalam maupun luar kota.

Misi industri PT. Pancanata Centralindo adalah memberikan yang terbaik kepada

pelanggan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang sesuai dengan

perkembangan zaman, menjalin kerjasama dengan siapa pun yang terkait dengan PT.

Page 62: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

50

Pancanata Centralindo dalam rangka memperluas pangsa pasar dan jaringan

pemasaran.4

C. Proses Produksi

Dalam kegiatan produksi terdapat beberapa biaya produksi yang harus ditanggung

oleh industri PT. Pancanata Centralindo antara lain:

1. Biaya Bahan Baku Langsung

Bahan baku langsung adalah bahan baku yang menjadi bagian integral dari

produk jadi perusahaan dan dapat ditelusuri dengan mudah.5 Dalam proses

produksi sering dibedakan antara biaya bahan baku dengan biaya bahan

pembantu.6 Bahan baku yang digunakan PT. Pancanata Centralindo untuk

memproduksi pakaian dan celana mulai dari anak-anak sampai dewasa adalah

berbagai jenis bahan seperti, bahan katun, bahan wool dan bahan jeans dimana

bahan ini di beli dalam bentuk balan atau gulungan, benang, kancing, dan

resleting di beli perkodian. Semua bahan baku tersebut dibeli dari pabrik dan agen

langsung dengan sistem hutang.

2. Biaya Tenaga kerja

Biaya tenaga kerja adalah imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada

tenaga kerja yang dapat dinilai dengan satuan uang atas pengorbanan yang

4 Wawancara Pribadi dengan Bapak H. Hamidi Shabri. Jakarta, 4 April 2010

5 Supriyono, “Akuntansi Biaya.” Modul pada saat Mata Kuliah Akuntansi Biaya,. Hal.10

6 Dra.Moelyati, dkk, Akuntansi Biaya (Jakarta : Yudhistira,1997) h. 97

Page 63: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

51

diberikannya untuk kegiatan produksi.7 Balas jasa dari perusahaan kepada tenaga

kerja sering disebut dengan gaji atau upah. Biaya tenaga kerja langsung adalah

biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri secara fisik ke dalam pembuatan produk

dan bisa pula ditelusuri dengan mudah.8 Adapun biaya tenaga kerja yang

dibayarkan PT. Pancanata Centralindo adalah untuk pembayaran gaji karyawan

bagian penjual, bagian gudang dan mandor dari para penjahit. Pembayaran upah

untuk 250 orang penjahit yang dibayarkan setiap satu minggu sekali yaitu pada

hari sabtu. Biaya lemburan untuk bagian gudang dan para penjahit apabila adanya

permintaan yang harus di segerakan atau diselesaikan.

3. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrikasi meliputi semua biaya pabrikasi selain biaya bahan

baku langsung dan tenaga kerja langsung.9 Biaya overhead pabrik dalam

hubungannya dengan pembuatan produksi disebut dengan biaya tak langsung.

10Adapun biaya overhead yang dibayarkan PT. Pancanata Centralindo adalah

biaya reparasi mesin jahit dan mesin obras serta biaya penyusutan mesin jahit dan

mesin obras. Selain itu, biaya telepon dan faxs, biaya keamanan, dan biaya listrik

yang dibayarkan setiap bulannya.

D. Aspek Produksi

7 Ibid. h.123

8 Supriyono, “Akuntansi Biaya.” hal., 11

9 Ibid. hal., 12

10 Joel Ropa, Akuntansi Biaya ( Jakarta : PT. Galaxy Puspa Mega, 1996) h.78

Page 64: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

52

Aspek produksi PT. Pancanata Centralindo adalah memproduksi berbagai jenis

bahan dalam sebuah pola untuk dijadikan pakaian dan celana yang sesuai dengan

perkembangan zaman. Dari mulai bahan dalam bentuk gulungan kemudian dipotong

dan dibentuk sesuai dengan pola yang di inginkan atau dibuat untuk seterusnya dijahit

dengan mesin sesuai dengan ukuran yang ada seperti ukuran S, M, L dan XL untuk

terlihat rapi maka jahitan tersebut dipinggir-pinggirnya diberi obrasan dan untuk

celana jeans diberi bordiran di saku belakang. Setelah semua aspek produksi selesai

maka hasil produksi di masukan kedalam plastik putih, ditumpuk sesuai dengan

ukuran dan siap untuk dipasarkan.

E. Struktur Organisasi PT. Pancanata Centralindo

Dalam perusahaan atau industri struktur organisasi sangat dibutuhkan untuk

mencapai dan menciptakan manajemen yang baik dan teratur karena dengan struktur

yang baik dan teratur jalur wewenang, perintah, dan saluran informasi dapat berjalan

dengan baik. Adapun tujuan dari membentuk struktur organisasi adalah sebagai

berikut :

1. Agar setiap orang yang memangku suatu jabatan mengetahui tugas dan

kewajibannya masing–masing.

2. Dapat menjadi sumber informasi akan tugas–tugas yang dijalankan.

3. Dari struktur organisasi dapat diketahui fungsi mana yang penting dan perlu

diperhatikan secara khusus.

Page 65: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

53

Dalam industri PT. Pancanata Centralindo terdapat komponen organisasi yang

memiliki tugas dan wewenang masing–masing sebagai berikut :

a. Director : H. Hamidi Shabri

b. Finance & Personalia : Baskoro Hadipranoto, SE

c. Operasional Proyek

1. Cleaning : a. Coordinator : Junaedi, SE b. Staff Ahli : Didi Arius, SE 2. Landscape : a. Coordinator : Abdul Azis, BAP b. Staff Ahli : Lukman Hakim, BAP c. Design Taman : Rahmatullah, BAP

d. Marketing Industri : a. coordinator : Rudi Pranoto b. Staff Ahli : Tubagus Roufiq

Page 66: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

54

PT. PANCANATA CENTRALINDO

STRUKTUR ORGANISASI

DIRECTOR

FINANCE & PERSONALIA

LANDSCAPE OPERTION MANAGER

CLEANING OPERATION MANAGER

MARKETING MANAGER

KOORDINATOR LANDSCAPE

KOORDINATOR CLEANING

COORDINATOR MARKETING

SUPERVISOR SUPERVISOR

ADM. & LOG

LEADER ADM. & LOG.

LEADER

OPERATOR

Page 67: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

55

1. Director mempunyai tugas dan wewenang mengawasi jalannya PT. Pancanata

Centralindo dalam upaya mewujudkan visi dan misi yang telah dibuat perusahaan

dan berhak untuk menegur dan memberhentikan karyawan yang melakukan

tindakan merugikan perusahaan.

2. Finance and Personalia mempunyai tugas dan wewenang menangani masalah

yang berkaitan dengan kegiatan operasional PT. Pancanata Centralindo yang

menyangkut kesejahteraan karyawan baik pemberian gaji, uang lembur dan

tunjangan hari raya serta pengrekrutan karyawan baru dan pemberhentian

karyawan.

3. Operasional Proyek mempunyai tugas dan wewenang menjalankan proyek yang

telah diterima PT. Pancanata Centralindo dari rekan bisnis, konsumen dan

pelanggan untuk menyelesaikan tugas tersebut sesuai waktu yang disepakati dan

bentuk barang yang dipesan. Dalam menjalankan tugasnya operasional proyek

dibantu oleh staff untuk memperingan tugas kordinator masing-masing bidang

proyek.

4. Marketing industri mempunyai tugas dan wewenang untuk memasarkan dan

mempromosikan kepada konsumen dan pelanggan untuk menggunakan produk

baik barang atau jasa yang ada pada PT. Pancanata Centralindo untuk

mengoptimalkan kuntungan perusahaan.

Page 68: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

BAB IV

ANALISIS DAYA SAING INDUSTRI PT. PANCANATA CENTRALINDO

TERHADAP ETIKA BISNIS ISLAM

A. Analisis Persaingan PT. Pancanata Centralindo dengan Etika Bisnis dalam

Islam

Dalam dunia bisnis, keberhasilan dan kegagalan mengembangkan bisnis sangat

terkait erat dengan kemampuan pembisnis, modal, dan kesempatan yang diperoleh.

Untung dan rugi adalah sesuatu yang harus dihadapi. Setiap usaha memerlukan

pengorbanan moril dan materil, berbagai risiko datang menghadang silih berganti.

Dari sekian banyak perusahaan kecil yang memasuki dunia bisnis, keberhasilan dan

kegagalan akan tampak karena dunia bisnis penuh tantangan yang hanya dapat

dimasuki oleh pembisnis-pembisnis yang gigih dan pantang menyerah.

Dengan semakin banyaknya konsumen yang mempunyai kebutuhan sangat

banyak dan beragam, bukan berarti pasar akan begitu mudah terbuka bagi setiap

perusahaan, karena di pihak lain banyak berdiri perusahaan-perusahaan yang mencari

peluang untuk masuk pasar. Keadaan seperti ini menuntut PT. Pancanata Centralindo

untuk mampu bersaing dalam segala kondisi dengan kemampuan yang ada. PT.

Pancanata Centralindo harus dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi

kegiatannya. Untuk itu PT. Pancanata Centralindo dituntut dapat menerapkan strategi

yang lebih unggul dari perusahaan lainnya. Adapun strategi bersaing yang digunakan

PT. Pancanta Centralindo terhadap pesaingnya adalah strategi yang mengutamakan

56

Page 69: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

57

pada keberhasilan PT. Pancanata Centralindo dalam berinovasi terhadap produk

seperti penggunaan bordir pada saku celana sesuai tren, selalu menciptakan produk

baru yang sesuai selera konsumen seperti membuat pakaian dengan bahan yang

sesuai dengan situasi konsumen dan menggunakan kesempatan dengan sebaik-

baiknya. Kekuatan strategi ini terletak pada kemampuan PT. Pancanata Centralindo

untuk dapat melihat kondisi, tren,dan situasi lingkungan bisnis yang selalu berubah-

ubah. Perusahaan tidak hanya berkonsentrasi untuk berperan di pasar domestik, tetapi

juga harus mampu menerobos ke pasar international. Manajemen PT. Pancanata

Centralindo harus mampu meningkatkan sumberdaya manusia yang memiliki daya

saing tinggi baik pemasaran produk, jaringan kerja untuk memperluas pasar, serta

kualitas dan kuntitas produk yang tepat di perusahaan. Mengolah dana masyarakat

dan sumber lainnya secara baik untuk kemajuan perusahaan dan menunjang program

pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. Dalam Islam selain manajemen harus

meningkatkan sumberdaya manusia yang memiliki daya saing tinggi, manajemen

juga harus meningkatkan etika atau akhlak yang sudah di gariskan oleh Allah swt

dalam berbisnis dan telah dipraktekkan oleh Rasulullah saw. Karena pada dasarnya

etika merupakan seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus

komit padanya dalam bertransaksi, berperilaku dan berelasi guna mencapai dataran-

dataran atau tujuan-tujuan bisnisnya dengan selamat.1

Dalam menjalankan bisnis garmen PT. Pancanata Centralindo lebih

mengedepankan sumber daya manusia yang memiliki semangat dagang yang tinggi,

1 Faisal Badroen,dkk, Etika Bisnis dalam Islam (Jakarta : Kencana, 2005) h.15

Page 70: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

58

etos kerja yang tinggi dan memiliki akhlak atau etika yang baik terhadap pemimpin

maupun terhadap pelanggan dan konsumen. Dan Islam memandang etika sebagai

salah satu bagian dari sistem kepercayaan muslim yang meliputi seluruh aspek

kehidupan manusia. Islam juga memberikan garis petunjuk yang bersifat operasional

dan praktis dalam aktivitas manusia termasuk dalam bisnis.2 Adapun sikap dan

perilaku yang ditanamkan oleh PT. Pancanata Centralindo terhadap karyawannya

dalam menghadapi persaingan bisnis berdasarkan hasil wawancara penulis dengan

pimpinan PT. Pancanata Centralindo adalah sebagai berikut :

1. Jujur dalam Bertindak dan Bersikap

Kejujuran merupakan modal utama seseorang karyawan PT. Pancanata

Centralindo dalam melayani konsumen atau pelanggan. Kejujuran dalam berkata

tentang kualitas dan kuantitas barang tersebut jika baik bilang baik dan jika buruk

bilang buruk, berbicara, bersikap maupun bertindak kepada siapa pun baik rekan

bisnis maupun konsumen biasa. Kejujuran inilah yang akan menimbulkan

kepercayaan konsumen atas layanan yang diberikan. Jika konsumen telah merasa

puas dengan kejujuran yang diberikan karyawan PT. Pancanata Centralindo

tersebut bukan hal tidak mungkin akan membawa pengaruh positif terhadap

perkembangan dan kemajuan PT. Pancanata Centralindo.

2. Rajin, Tepat Waktu, dan Tidak Pemalas

2 Taha Jabir Al-Alwani, Bisnis Islam, Penerjemah Suharsono (Yogyakarta : AK Group,2005)

h.36

Page 71: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

59

Seorang karyawan PT. Pancanata Centralindo dituntut untuk cekatan dalam

bekerja tanpa harus menunggu perintah dari atasan serta datang dan pulang tepat

waktu, pantang menyerah menawarkan barang dagangan terhadap konsumen

untuk meningkatkan penjualan PT. Pancanata Centralindo, selalu ingin tahu apa

yang menjadi kelebihan barang pesaing untuk memperbaiki atau meningkatkan

mutu dari barang PT. Pancanata Centralindo, tidak mudah putus asa untuk

memberikan inovasi baru terhadap kemajuan PT. Pancanata Centralindo, dan

tidak pemalas dalam arti hanya mengandalkan kemampuan orang lain untuk

mencapai kesuksesan.

3. Sopan Santun, Tutur Kata, dan Hormat

Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen selalu bersikap sopan santun

baik dalam ucapan, perilaku maupun penampilan, tutur kata dengan baik

walaupun seandainya konsumen tersebut tidak jadi membeli barang tersebut, dan

hormat kepada siapa pun dengan mendahulukan konsumen baik berbicara

maupun bertindak karena dengan begitu konsumen akan merasa dihargai .

4. Memiliki Rasa Tanggung Jawab

Karyawan PT. Pancanata Centralindo harus memiliki rasa tanggung jawab

yang tinggi terhadap pekarjaannya yaitu dengan datang tepat waktu, mengakui

kesalahan apabila memang terjadi kelalaian dalam penjualan barang atau

pencatatan barang masuk dan barang keluar, dan memberikan penjelasan kepada

konsumen atau pun atasan jika terjadi misunderstanding. Sikap tanggung jawab

Page 72: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

60

mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan terlebih lagi di zaman

sekarang.

5. Rasa Memiliki Perusahaan yang Tinggi

Karyawan PT. Pancanata Centralindo harus mempunyai rasa memiliki

perusahaan yang tinggi Sehingga motivasi untuk melayani konsumen juga tinggi

dan memiliki jiwa pengabdian, loyal, dan setia terhadap perusahaan baik di masa

sukses maupun di masa pailit. Untuk menumbuhkan sikap ini sangat sulit terlebih

lagi zaman modern seperti sekarang ini dimana tingkat loyalitas telah ditentukan

oleh uang bukan lagi rasa memiliki perusahaan yang tinggi.

Akan tetapi etika atau perilaku yang ditanamkan PT. Pancanata Centralindo

terhadap karyawannya tidak sepenuhnya dilaksanakan, ini terbukti masih ada

karyawan yang menjual harga barang berbeda dengan harga yang telah diberlakukan

oleh pemilik perusahaan dan hal ini menunjukkan ketidak jujuran. Dan adanya

kesenjangan sosial antara pembeli dalam jumlah besar dengan pembeli dalam jumlah

kecil dalam hal fasilitas layanan.3

B. Daya Saing Pemasaran dan Jaringan kerja PT. Pancanata Centralindo

Berbicara mengenai pemasaran pada umumnya orang-orang hanya berfikir bahwa

pemasaran adalah suatu kegiatan dari perusahaan untuk mendorong penjualan. Atau

seringkali kata pemasaran diartikan sebagai upaya promosi kepada konsumen.

Sebenarnya, untuk mengetahui maksud yang sebenarnya dari pemasaran kita perlu

3 Wawancara dengan konsumen PT. Pancanata Centralindo pada tanggal 17 Mei 2010.

Page 73: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

61

menelaah kegiatan manusia dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhannya.

Dalam hal ini tentu saja faktor keinginan dari manusia itu perlu pula kita kaji.

Menurut Irwan Dani strategi pemasaran adalah cara atau jalan yang akan digunakan

agar dapat membuat dan menjual barang atau jasa yang sesuai dengan kondisi

perusahaan dan sesuai dengan selera sasaran pembeli yang akan dituju.4 Dan menurut

prof. Umar Chapra kegiatan pemasaran suatu perusahaan yang sesuai dengan jiwa

dan nilai-nilai Islam dapat disebut pemasaran secara Islami, strategi dalam Islam

mempunyai empat dimensi yaitu melengkapi mekanisme pasar dengan filter moral,

memotivasi individu yang ikut menanggung kepentingan sosial, restrukturisasi sosio-

ekonomi dan peranan positif pemerintah. 5Oleh karena itu pemasaran dapat diartikan

segala upaya manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya

melalui proses tukar menukar yang lazim dan teratur, sehingga kedua belah pihak

yang melaksanakan pertukaran memperoleh kepuasan.

PT. Pancanata Centralindo merupakan salah satu perusahaan yang memiliki

market besar (leader market) karena hampir wilayah-wilayah besar yang ada di

Indonesia memesan barang kepada PT. Pancanata Centralindo serta selalu berinovasi

produk. Segmentasi, pasar sasaran, dan penempatan pasar PT. Pancanata Centralindo

adalah remaja dan dewasa yang selalu mengikuti trend dan mode yang sedang

berkembang dengan biaya yang mudah terjangkau, karena pilihan konsumen dan

4 Irwan Dani, Bagaimana Memperbaiki Pemasaran Usaha Anda (Jakarta : Freidrich Ebert

Stiflung, 1999) Cet, ke-1 h.30 5 M. Umar Chapra, Islami dan Pembangunan Ekonomi, penerjemah Ikhwan Abidin B

(Jakarta : Gema Insani Press, 2000) cet.ke-1 h.11

Page 74: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

62

pasar sasaran telah jelas maka PT. Pancanata Centralindo membeli toko di tanah

abang yang merupakan pusat grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara. Dan strategi

pemasaran PT. Pancanata Centralindo adalah lebih mengedepankan nilai-nilai moral

dan etika tanpa membedakan agama, ras maupun suku selama konsumen atau

pelanggan tersebut dapat memberikan hal yang positif bagi perkembangan PT.

Pancanata Centralindo dan strategi pemasaran PT. Pancanata Centralindo mengacu

kepada empat kebijakan pemasaran atau yang lebih dikenal dengan bauran pemasaran

(marketing mix) yaitu :

1. Produk (product)

Dalam ajaran Islam semua aspek kehidupan manusia diatur dengan sempurna

termasuk dibidang ekonomi yang diantaranya adalah produk. Produk adalah

merupakan keseluruhan objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai

manfaat kepada konsumen.6 Dalam pembuatan suatu barang PT. Pancanata

Centralindo lebih memperhatikan selera konsumen, kualitas produk dan

sesuai dengan tren yang sedang berkembang seperti celana 3/4, dan celana

panjang strit. Suatu produk tidak akan mempunyai nilai jual tanpa disesuaikan

dengan selera konsumen dan perkembangan zaman. Dan PT. Pancanata

Centralindo mempertimbangkan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam produk

tersebut seperti merek, pembungkus, garansi, dan transportasi. Walaupun

telah dirancang sedemikian rupa produk tersebut untuk memuaskan konsumen

6 Rambat Lupiyoadi, Manajemen Pemasaran Teori dan Praktek (Jakarta : Salemba Empat,

2001) h.58

Page 75: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

63

namun, dalam kenyataannya banyak keluhan yang dirasakan oleh konsumen

terkait dengan produk PT. Pancanata Centralindo seperti barang yang dipesan

tidak sesuai dengan yang diinginkan dengan ukuran yang tidak sesuai dan

barang yang dipesan lama sampainya dan ada barang yang rusak atau cacat.7

2. Harga (price)

Harga biasanya merupakan salah satu yang sangat dipertimbangkan oleh

konsumen pada saat akan membeli suatu barang. Oleh karena itu, PT.

Pancanata Centralindo menetapkan harga yang pantas yakni harga dihitung

dari biaya produksi ditambah keuntungan yang diinginkan dan berlaku

dipasaran, sesuai dengan kualitas barang yang dipasarkan dan kuantitas

pembelian barang dalam jumlah besar atau kecil serta terjangkau oleh

konsumen dan tidak merugikan PT. Pancanata Centralindo sendiri dengan

memperhitungkan potongan harga, keuntungan pesaing, dan biaya biaya yang

dibutuhkan dalam memproduksi barang tersebut. Namun dalam kenyataannya

penetapan harga yang dilakukan PT. Pancanata Centralindo tidak sepenuhnya

menguntungkan konsumen, seperti ada konsumen yang merasa tidak puas

terhadap harga barang yang disama ratakan untuk semua ukuran walaupun

memang harga tersebut masih lebih murah terhadap barang sejenis di

7 Wawancara dengan konsumen PT. Pancanata Centralindo pada tanggal 17 Mei 2010

Page 76: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

64

Perusahaan lain dan harga barang yang cacat di jual dengan harga yang tidak

jauh berbeda dengan harga aslinya.8

3. Tempat (place)

Untuk menyalurkan produk PT. Pancanata Centralindo kepada konsumen, PT.

Pancanata Centralindo langsung menampung produk tersebut di toko-toko

penjualan dan gudang penyimpanan. Untuk konsumen JABODETABEK yang

membeli barang dalam jumlah besar PT. Pancanata Centralindo langsung

mengirimnya dengan mobil box. Adapun konsumen diluar pulau Jawa PT.

Pancanata Centralindo mengirim barang melalui jasa pengiriman atau

expedisi.

4. Pelayanan purna jual

Pelayanan yang ditunjukan untuk memelihara hubungan baik dengan

pelanggan. Pelayanan kepada para pelanggan dalam melakukan penjualan

harus disesuaikan dengan keinginan (selera) pembeli dan situasi saat

pelanggan datang ke tempat atau situasi pada saat mendatangi pembeli di

tempat tinggalnya. 9Para pelanggan sesungguhnya adalah rekan usaha dalam

mengembangkan usaha, karena seringkali mereka akan menjadi alat yang

ampuh untuk promosi perusahaan. Untuk itu PT. Pancanata Centralindo

menerapkan strategi pemasaran pelayanan purna jual dengan memberikan

8 Wawancara dengan konsumen PT. Pancanata Centralindo pada tanggal 17 Mei 2010.

9 Atep Adya Barata, Bisnis (Bandung : CV. Armico, 1995) h.51

Page 77: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

65

kebebasan konsumen atau pelanggan untuk menukar barang yang dibeli

apabila terdapat cacat, ukuran dan mode tidak sesuai dengan selera pembeli,

pemberiaan garansi atau ganti rugi jika barang yang dibeli dan dipesan tidak

sesuai dalam waktu tiga hari.

Strategi jaringan kerja adalah tindakan-tindakan berkaitan dengan aliansi yang

dilakukan oleh suatu perusahaan yang saling berkaitan dan dapat diperbandingkan

untuk melayani kepentingan bersama dari semua mitra.10 Jaringan kerja dalam

sebuah bisnis baik besar maupun kecil sangat diperlukan guna memperkenalkan dan

meningkatkan penjualan untuk mencapai laba yang optimal. Terlebih lagi di era

globalisasi sekarang ini dimana setiap perusahaan asing bebas keluar dan masuk

suatu Negara untuk menjajakan produknya dengan harga yang lebih kompetitif.

Untuk itu tidak mudah bagi seorang pembisnis menjalankan dan mengembangkan

usahanya tanpa adanya jaringan kerja dengan perusahaan lain atau pihak-pihak

terkait. Dalam memperluas bisnisnya PT. Pancanata Centralindo menjalin kerjasama

dengan beberapa perusahaan diantaranya adalah PT. Muliaglass Float Divison, PT.

Hanyeung Jaya Garment, PT. Kharisma dan PT. Jamsostek. Bekerjasama dengan

pedagang kaki lima dalam memasarkan produk tersebut dan saling bertukar informasi

dengan sesama pedagang untuk mengetahui perkembangan produk yang sedang tren.

C. Analisis Daya Saing Harga dan Kualitas PT. Pancanata Centralindo

10 Michael A. Hitt, dkk, Manajemen Strategi : Daya saing dan Global (Jakarta : Salemba

Empat, 2002) h. 77

Page 78: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

66

konsumen adalah sumber penghasilan utama bagi setiap pembisnis. Tanpa ada

konsumen, pembisnis bukan apa-apa. Mereka tidak akan dapat bertahan hidup dalam

usahanya jika tidak membina hubungan baik dengan calon pembeli atau pelanggan.

Dalam suasana persaingan seringkali ditemui beberapa perusahaan yang

menggunakan berbagai cara yang terkadang bersifat tidak sportif karena menyimpang

dari etika bisnis. Salah satunya adalah menjual barang dibawah harga yang berlaku di

pasar dan ini akan berdampak kepada pengusaha lain. Adapun daya saing harga PT.

Pancanata Centralindo adalah memberikan harga-harga barang secara wajar, tidak

terlalu tinggi dari harga barang sejenis di perusahaan atau toko lainnya. Harga sangat

ditentukan oleh biaya produksi, yang terdiri dari upah, biaya modal, dan biaya bahan

mentah serta efisiensi dalam proses produksi, pendapatan dan selera konsumen.11

Harga barang yang berlaku pada PT. Pancanata Centralindo mengacu pada biaya

produksi yaitu biaya tetap ditambah biaya variabel. Biaya tetap PT. Pancanata

Centralindo seperti penambahan mesin jahit dan mesin obras sedangkan biaya

variabelnya seperti biaya penambahan bahan baku (bahan pakaian dan celana),

resleting, benang, dan kancing. Perhitungan biaya total untuk memproduksi suatu

barang pada PT. Pancanata Centralindo dapat ditulis sebagai berikut :

TC = FC + VC Ket : TC = Total Cost FC = Fixed Cost

11 Nopirin, Penghantar Ilmu Ekonomi Makro dan Mikro, (Yogyakarta : BPFE, 2000), cet. Ke-

6 h.197

Page 79: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

67

VC = Variabel Cost12 Memasuki era perdagangan bebas yang memang harus dihadapi oleh semua

kalangan usahawan mau tidak mau mereka akan bersaing mengejar market share

yang pontesial di Negara ini. Tidak bisa dipungkiri, suatu produk akan berhasil

mencapai tujuannya apabila didukung keputusan-keputusan strategis yang salah

satunya adalah tingkat produksi yang tinggi dengan harga yang mudah dijangkau oleh

konsumen serta kualitas yang terbaik dan memiliki keunggulan yang kompetitif.

Akan tetapi, menjaga kualitas dalam semua bidang bisnis merupakan tugas yang berat

dan menjadi lebih sulit lagi apabila pelanggan mengubah persepsinya tentang kualitas

yang diiringi dengan perubahan dalam gaya hidup dan kondisi ekonomi secara drastis

dapat mengubah persepsi pelanggan atas kualitas.13 Daya saing kualitas yang dimiliki

PT. Pancanata Centralindo dalam mempertahankan konsumen terhadap industri baru

lebih mengutamakan keunggulan yang kompetitif yaitu melakukan pengembangan

produk lama dengan daur hidup produk agar sesuai dengan tren yang berkembang

dan produk berkualitas prima yaitu dengan membuat produk yang sesuai dengan

selera konsumen dan harganya pun terjangkau. Keunggulan kompetitif adalah segala

sesuatu yang dilakukan dengan sangat baik oleh sebuah perusahaan dibandingkan

dengan pesaingnya.14 Memiliki dan menjaga keunggulan kompetitif sangat penting

12 Syahrudin, Dasar-Dasar Teori Ekonomi Mikro, ( Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas

Indonesia, 1990) h.67

13 Dr. Wibowo. Manajemen kerja (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada,2007) h.276

14 Fred R. David, Manajemen Strategis, penerjemah Ichsan setiyo Budi, ( Jakarta : Salemba

Empat, 2006) h.11

Page 80: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

68

bagi PT. Pancanata Centralindo dalam upaya mempertahankan konsumen terhadap

industri lain. Menurut Juran kualitas produk adalah kecocokan pengguna produk

untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.15 Dengan produk berkualitas

prima lebih mudah bagi PT. Pancanata Centralindo untuk meningkatkan volume

penjualan dan memaksimalkan keuntungan karena konsumen yang membeli produk

berdasarkan mutu, umumnya mempunyai loyalitas yang besar terhadap produk PT.

Pancanata Centralindo dibandingkan dengan konsumen yang membeli berdasarkan

orientasi harga. Normalnya, konsumen berbasis mutu akan selalu membeli produk

tersebut sampai saat produk tersebut membuat dia merasa tidak puas karena adanya

produk lain yang lebih bermutu.16 Produk merupakan salah satu unsur utama dalam

bauran pemasaran yang dapat meningkatkan volume penjualan dan memperluas

pangsa pasar. Pentingnya kualitas produk PT. Pancanata Centralindo dalam upaya

mempertahankan konsumen dan menarik konsumen dapat ditinjau dari dua sudut.

Pertama, sudut manajemen operasional, kualitas produk merupakan salah satu

kebijaksanaan penting dalam meningkatkan daya saing produk yang harus memberi

kepuasan kepada konsumen melebihi atau paling tidak sama dengan kualitas produk

pesaing. Kedua, manajemen pemasaran, kualitas produk harus sesuai dengan selera

konsumen dan mampu menjangkau masyarakat kelas bawah.

15 M.N. Nasution, Manajemen Mutu Terpadu (Bogor : Ghalia Indonesia, 2005) h.2 16 Drs. Suyadi Prawirosentono, Filosofis Baru tentang Manajemen Mutu Terpadu abad 21

(Jakarta : Bumi Aksara, 2000) edisi ke-2 h. 2

Page 81: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Strategi bersaing yang digunakan PT. Pancanta Centralindo terhadap pesaingnya

adalah strategi yang mengutamakan pada keberhasilan PT. Pancanata Centralindo

dalam berinovasi, selalu menciptakan produk baru yang sesuai selera konsumen dan

menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Kekuatan strategi ini terletak pada

kemampuan PT. Pancanata Centralindo untuk dapat melihat kondisi, tren, dan situasi

lingkungan bisnis yang selalu berubah-ubah.

Dalam menjalankan bisnis garmen PT. Pancanata Centralindo lebih

mengedepankan sumber daya manusia yang memiliki semangat dagang yang tinggi,

etos kerja yang tinggi dan memiliki akhlak atau etika yang baik terhadap pemimpin

maupun terhadap pelanggan dan konsumen. Adapun sikap dan perilaku yang

ditanamkan oleh PT. Pancanata Centralindo terhadap karyawannya dalam

menghadapi persaingan bisnis berdasarkan hasil wawancara penulis dengan pimpinan

PT. Pancanata Centralindo adalah sebagai berikut :

1. Jujur dalam Bertindak dan Bersikap

Kejujuran merupakan modal utama seseorang karyawan PT. Pancanata

Centralindo dalam melayani konsumen atau pelanggan. Kejujuran dalam berkata

tentang kualitas dan kuntitas barang tersebut jika baik bilang baik dan jika buruk

69

Page 82: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

70

bilang buruk, berbicara, bersikap maupun bertindak kepada siapa pun baik rekan

bisnis maupun konsumen biasa. Kejujuran inilah yang akan menimbulkan

kepercayaan konsumen atas layanan yang diberikan. Jika konsumen telah merasa

puas dengan kejujuran yang diberikan karyawan PT. Pancanata Centralindo

tersebut bukan hal tidak mungkin akan membawa pengaruh positif terhadap

perkembangan dan kemajuan PT. Pancanata Centralindo.

2. Rajin, Tepat Waktu, dan Tidak Pemalas

Seorang karyawan PT. Pancanata Centralindo dituntut untuk cekatan dalam

bekerja tanpa harus menunggu perintah dari atasan serta datang dan pulang tepat

waktu, pantang menyerah menawarkan barang dagangan terhadap konsumen

untuk meningkatkan penjualan PT. Pancanata Centralindo, selalu ingin tahu apa

yang menjadi kelebihan barang pesaing untuk memperbaiki atau meningkatkan

mutu dari barang PT. Pancanata Centralindo, tidak mudah putus asa untuk

memberikan inovasi baru terhadap kemajuan PT. Pancanata Centralindo, dan

tidak pemalas dalam arti hanya mengandalkan kemampuan orang lain untuk

mencapai kesuksesan.

3. Sopan Santun, Tutur Kata, dan Hormat

Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen selalu bersikap sopan santun

baik dalam ucapan, perilaku maupun penampilan, tutur kata dengan baik

walaupun seandainya konsumen tersebut tidak jadi membeli barang tersebut, dan

hormat kepada siapa pun dengan mendahulukan konsumen baik berbicara

maupun bertindak karena dengan begitu konsumen akan merasa dihargai .

Page 83: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

71

4. Memiliki Rasa Tanggung Jawab

Karyawan PT. Pancanata Centralindo harus memiliki rasa tanggung jawab

yang tinggi terhadap pekarjaannya yaitu dengan datang tepat waktu, mengakui

kesalahan apabila memang terjadi kelalaian dalam penjualan barang atau

pencatatan barang masuk dan barang keluar, dan memberikan penjelasan kepada

konsumen atau pun atasan jika terjadi misunderstanding. Sikap tanggung jawab

mudah untuk di ucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan terlebih lagi di zaman

sekarang.

5. Rasa Memiliki Perusahaan yang Tinggi

Karyawan PT. Pancanata Centralindo harus mempunyai rasa memiliki

perusahaan yang tinggi sehingga motivasi untuk melayani konsumen juga tinggi

dan memiliki jiwa pengabdian, loyal, dan setia terhadap perusahaan baik di masa

sukses maupun di masa pailit. Untuk menumbuhkan sikap ini sangat sulit terlebih

lagi zaman modern seperti sekarang ini dimana tingkat loyalitas telah ditentukan

oleh uang bukan lagi rasa memiliki perusahaan yang tinggi.

Akan tetapi etika atau perilaku yang ditanamkan PT. Pancanata Centralindo

terhadap karyawannya tidak sepenuhnya dilaksanakan, ini terbukti masih ada

karyawan yang menjual harga barang berbeda dengan harga yang telah diberlakukan

oleh pemilik perusahaan dan hal ini menunjukkan ke tidak jujuran. Dan adanya

kesenjangan sosial antara pembeli dalam jumlah besar dengan pembeli dalam jumlah

kecil dalam hal fasilitas layanan. Barang yang dipesan terkadang tidak sesuai dengan

yang diinginkan dengan ukuran yang tidak sesuai dan barang yang dipesan lama

Page 84: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

72

sampainya dan ada barang yang rusak atau cacat. Adanya ketidak puasan terhadap

harga barang yang disama ratakan untuk semua ukuran walaupun memang harga

tersebut masih lebih murah terhadap barang sejenis di Perusahaan lain dan harga

barang yang cacat di jual dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan harga aslinya.

strategi pemasaran PT. Pancanata Centralindo adalah lebih mengedepankan nilai-

nilai moral dan etika tanpa membedakan agama, ras maupun suku selama konsumen

atau pelanggan tersebut dapat memberikan hal yang positif bagi perkembangan PT.

Pancanata Centralindo dan strategi pemasaran PT. Pancanata Centralindo mengacu

kepada empat kebijakan pemasaran atau yang lebih dikenal dengan bauran pemasaran

(marketing mix).

Dalam memprluas bisnisnya PT. Pancanata Centralindo menjalin kerjasama

dengan beberapa perusahaan diantaranya adalah PT. Muliaglass Float Divison, PT.

Hanyeung Jaya Garment, PT. Kharisma dan PT. Jamsostek. Bekerjasama dengan

pedagang kaki lima dalam memasarkan produk tersebut dan saling bertukar informasi

dengan sesama pedagang untuk mengetahui perkembangan produk yang sedang tren.

Daya saing harga PT. Pancanata Centralindo adalah memberikan harga-harga

barang secara wajar, tidak terlalu tinggi, dan tidak lebih tinggi dari harga barang

sejenis di perusahaan atau toko lainnya. Harga sangat ditentukan oleh biaya produksi,

yang terdiri dari upah, biaya modal, dan biaya bahan mentah serta efisiensi dalam

proses produksi, pendapatan dan selera konsumen.

Daya saing kualitas yang dimiliki PT. Pancanata Centralindo dalam

mempertahankan konsumen terhadap industri baru lebih mengutamakan keunggulan

Page 85: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

73

yang kompetitif yaitu melakukan pengembangan produk lama dengan daur hidup

produk agar sesuai dengan tren yang berkembang dan produk berkualitas prima yaitu

dengan membuat produk yang sesuai dengan selera konsumen dan harganya pun

terjangkau.

Saran

1. Dalam persaingan PT. Pancanata Centarlindo harus bisa membedakan yang mana

teman atau rekan bisnis dan mana lawan atau pesaing karena dalam bisnis teman

bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi teman.

2. PT. Pancanata Centralindo harus lebih keras dalam upaya memasarkan produk-

produknya karena produk tidak akan mempunyai daya guna seandainya

konsumen tidak membelinya.

3. PT. Pancanata Centralindo harus meningkatkan kualitas produknya dengan

memperhatikan mutu dari produk tersebut dengan harga yang terjangkau untuk

semua golongan masyarakat.

Page 86: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

74

Daftar Pustaka

Abdad, M. Zaidi. Lembaga Perekonomian Umat Bisnis. Bandung : Angkasa. 2003.

Ahmad, Mustaq. Etika Bisnis Islam. Jakarta : Pustaka Kautsar.2003.

Ahmad Baradja, ibn Umar. Akhlaq Libanin. Surabaya. 1954.

Akram Kha, Muhammad. Ajaran Muhhammad saw Tentang Ekonomi : Kumpulan Hadits-Hadist pilihan Tentang Ekonomi. Jakarta : PT. BMI. 1996.

Alma, Buchari. Penghantar Bisnis. Bandung : Alfabeta. 1998.

Al-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islam Wa adillatuh. Damaskus : Dar al-Fikr. 1989. juz 4

Al-Alwani, Taha Jabir. Bisnis Islam. Penerjemah Suharsono. Yogyakarta. AK Group.

2005.

Amin, Ahmad. Etika (Ilmu Akhlak) diterjemahkan oleh Farid Ma’ruf, Jakarta : PT. Bulan Bintang.1995.

Antonio, M. syafi’i. Muhammad saw dan Etika bisnis. KIPSEI,1. Novenber. 2001.

Bank Syariah Teori dan Praktek. Jakarta. Gema Insani Press.

2001. Anaroga, Panji. Manajemen Bisnis. Jakarta. Rineka Cipta. 2000. Mahmoeddin, AS. Etika Bisnis dan Perbankan. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. 1994 cet. Ke-1. Bahreisj. Huseein. 450 Masalah Agama Islam. Surabaya. 1980. Barata, Adya Atep. Bisnis. Bandung. Armico.1995 . Chapra, M. Umar. Islam dan Pembangunan Ekonomi. Penerjemah Ikhwan Abidin B.

Jakarta. Gema Insani Press. Cet. Ke-1.

Page 87: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

75

David, R. Fred. Manajemen Strategis. Diterjemahkan Ichsan Setiyo Budi. Jakarta. Salemba Empat. 2006. edisi ke-10.

Dani, Irwan. Bagaimana Memperbaiki Pemasaran Usaha Anda. Jakarta. Freidrich

EbertStiflung. 1999. cet.ke-1. h. 30

Dirgantoro, Crown. Keunggulan Bersaing Melalui Proses Bisnis. Jakarta : PT. Grasindo.2002.

Islahi, DR.A.A penerjemah Thayib, H. Anshari. Konsep Ekonomi Ibnu Taimiyah.

Surabaya : Bina Ilmu. 1997. Dr. Wibowo. Manajemen Kerja. Jakarta. 2007. PT. RajaGrafindo Persada.

Gandamiharja, Mariani. Kaizen. Jakarta : CV. Teruna Grafica. 1996.

Hafidhudin, Didin, dan Hendri Tanjung. Manajemen Syariah dalam Praktek. Jakarta.

2003. Gema Insani Press. Harahap, Sofyan Syafri. Auditing Dalam Perspektif Islam. Jakarta. 2008.

Herlambang, Tedy. Ekonomi Manajerial dan Strategi Bersaing. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2002.

Hidayati, Nia. “Bagaimana Menghadapi Kompetisi dan Persainagan”. artikel

diakses pada tanggal 19April 2010 dari http://persaingan.com/2010/02/28/ Bagaimana Menghadapi Kompetisi dan Persainagan.html.

Hitt A, Michael. Manajemen Strategis : Daya saing dan Globalisas. Jakarta. Salemba

Empat. 2002.

Hosen, M. Nadratuzzaman, dkk. Khutbah Jum’at Ekonomi Syari’ah. Jakarta : PKES. 2008.

Imam Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid Qurtubi (ibnu

Rusyd al-Hafid). Bidayatul Mujtahid. (Daruul Kitab al-Islamiyah), juz.1. Supranto, J. Teknik Riset Pemasaran dan Ramalan Penjualan. Jakarta : Rineka Cipta.

2000.

Page 88: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

76

Pamoentjak, K. ST. dan Ichsa, Achmad. Seluk–Beluk dan Teknik perniagaan. Jakarta : PT. Pradnya Paramita. 1981. cet. Ke- 21.

Kasmir. Kewirausahaan. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada. 2007.

Karim, Adiwarman. Ekonomi Mikro Islam. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada. 2007.

Kartajaya, Hermawan dan Syakirsula, Muhammad. Syariah Marketing. Bandung : PT. Mizan Pustaka. 2006.

Keraf, A. Sonny. Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta : Kansius.

1998. Edisi baru.

Kotler, Philip. Analisis Persaingan. diterjemahkan oleh Hermawan, Ancella Anitawati. Jakarta : Salemba Empat. 2000.

Kotler dan Armstrong. Dasar – Dasar Pemasaran. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia. 2004.

Kuncoro, Mudrajad. Strategi bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif. Jakarta.

Erlangga. 2005. Lupiyoadi, Rambat. Manajemen Pemasaran Teori dan Praktek. Jakarta. Salemba

Empat. 2001. Nasution, M.N. Manajemen Mutu Terpadu. Bogor. Ghalia Indonesia. 2005. Maribun, B.N. Kamus Manajemen. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.2003. Moelyati. Akuntansi Biaya. Jakarta. Yudhistira.1997. Moleong, J. Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rosda

Karya. 2002.

Muhammad. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam. Yogyakarta : BPFE. 2004.

Muhammad dan Fauroni R. Lukman. Visi Al–Qur’an. Jakarta : Salemba Diniyah.2002.

Nasrudin, Indo yama dan Fauzan, Hemmy. Penghantar Bisnis dan Manajemen. Jakarta : UIN Jakarta Press. 2006.

Page 89: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

77

Nazir, Moh. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia. 2003.cet.ke-5.

Noer, Rosita S. Menggugah Etika Bisnis Orde Baru. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. 1998.

Nopirin. Penghantar Ilmu Ekonomi Makro dan Mikro. Yogyakarta. 2000. cet. Ke-6. Prawirosentono, Suyadi. Filosofis Baru tentang Manajemen Mutu Abad 21. Jakarta

Bumi Aksara. 2000. edisi ke-2

Penghantar Bisnis Modern. Jakarta : PT. Bumi Aksara.2002.

Qardhawi, Yusuf. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta : Gema Insani Press. 1997.

Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam. Jakarta : Rabbani Press.2001.

David. R, Fred. Manajemen Strategis. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.2004.

Ropa, Joel, dkk. Akuntansi Biaya. Jakarta : PT. Galaxy Puspa Mega. 1995.

Rusin, M. Rusaini. Balai penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Jakarta :

IAIN Syarif Hidayatullah. 1996. Satyanugraha, Heru. Etika Bisnis Prinsip dan Aplikasi. Jakarta : LPFE. 2003. cet.

Ke1. Syahrudin. Dasar-Dasar Teori Ekonomi Mikro. Jakarta. 1990. Syakir Sula, Muhammad. Asuransi Syariah. Jakarta. Gema Insani Press. 2004.

Sholikul Hadi, Muhammad. Pegadaian Syariah. Jakarta : Salemba Diniyah. 2003.

Suma, Muhammad Amin. Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi dan Keuangan

Islam. Jakarta : Kholam Publising. 2008. cet. Ke-1 . Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Majmu’atul Fatawa. Penerjemah Ahmad Syaikhu.

Jakarta : Darul Haq. 2007.

Page 90: Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/3348/1/MUHAMMAD... · (Perspektif Etika Bisnis dalam Islam) ... daya saing

78

Wasito, Hermawan. Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama. 1993.

Yusuf, Yopie. Analisa Kredit. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.2008.

Yusanto, M. Ismail dan Wijayakusuma, M. Karebet. Mengapai Bisnis Islami. Jakarta : Gema Insani Press. 2002.

Yuliana, ULF Treni. “Analisis Sistem Waralaba dilihat dari Transaksi Bisnis Syariah. Studi pada Bank Langgar Cabang Rawamangun.” Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum, Univesitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009.