Koordinasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeran Pr'ovinsi . dan. ... dan lahan di Provinsi...

Click here to load reader

download Koordinasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeran Pr'ovinsi . dan. ... dan lahan di Provinsi Riau. ... kabut asap di wilayah . Povinsi

of 70

  • date post

    04-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Koordinasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeran Pr'ovinsi . dan. ... dan lahan di Provinsi...

  • GUBERNUR RIAU

    PERATURAI{ BERNUR RIAVNOMOR i TAHUN 2015

    TENTANG

    PROSEDUR TETA? PDNCENDALIAN BENCANA I

  • J nd"ne Undang i\onor Ia Tdhun 2004 er'dlgPerkebund {Lmbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004Nomor 85, [email protected] Lembard Negara Republik lndonesia

    4. undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 ientans Perlindungandan Pengelolad Liigkungan Hidup (Lf,mbdd Negtua RepublikIndonesia Tahun 2009 Noftor 140, tambahan Lembaran NegaraRepublik lndonesia Nomor sosq) ;

    5. Undang-Unddg Nomor 12 Tahun 2011 tentang PembenrukanPeratu.m Pe.unddg undangan (kmbdd Nesara Republiklndonesia Tahun 20ti Nomo. a2, Tambahan kmbdan NegaraRepublik Indonesia Nomor 5234) j

    6. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 TentdgPenanggulangan Bencana (Lembaran Negda Republik IndonesiaTahun 2007 Nofto.66)l

    7 LndanB-Urdare Noro-.I Trnun lOlr Ler.. C P"n"trr'dh;nDaemh (Lehbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2014Nomor 5587), sebaBaimana telah diubah denga. undangUndang Nomor 9 Tahun 2015 renlang Perubahan Kedua AsUnddg Undang Nomor 23 Tahun 2014 rentang PemenntahanDaerah (Lembdd Negara Republik Indonesia Tanun 2015Nomor 5a, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    8. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 TentdaPenyelenggdan Penangulangan Bencana (Lembdd NegaraRepublik IndoresiaTahun 2008 Nomo.42, Tambahan LembaranNegda Republik Indonesia Nomor 4828;j

    10. Pe.atu.d Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 TentangPedoman Organisasi dan Tata Kelja Badan PenanggulangmBencana Daerah;

    ll. Pe.aturan Mente.i Dalam Negeri Nomor I Tahun 2014 tentansPembenrukan Produk Hukum Daerah;

    12. Pehturan Kepala Badan Nasional Pendggulangan BencanaNoftor 6,4 Tahun 201I Tentang Pedoman Penggunaa. DanaSiap Pakai Pada Status Keadaan Dmrat Bencana;

    13. Peraturan Daerah Proviosi Riau Nomor 17 Tahun 2013 TentangPenanggulangan Bencana Bencana Alam;

    14. Peraturan Oubernur Riau Nomor rl Tahun 2014 Tentang PusatPengendalid Kebakaran Hutd dan Lahan Provinsi Riau.

    MEMUTVSKAN :

    PROSEDUR TETAP PENCENDA',TAI{ EENCAI{A KEBAI(ARANllUAAl{ DAN I,ATIAI{ DI PROVINSI RIAI'.

  • BAB IXDTENTUAI{ U}IU}I

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimalsud denad :l Peherintah Provinsi adalah Pemerintah Provinsi Riaui2. Kabupaten/Kota adalah Kabupaten/(ota se P.ovinsi Riau;3. Kecarotan adabn Kecdatan se Provinsi Riau;4. Desa adabn Desa se Prcvinsi Riau;5. (epala Daerah adalah Gubernurdan Bupati/Walikota di Prcvinsi Riaui6. camat adalah Camat di Provinsi Riau;7. Kepala Desa adalah Kepala Desa di Provinsi Riauia. Satuan Tugas adalah Pe6onil yang bensal dari instansi teknis, lembaga non

    teknis, organisasi dan relaran yang ditetapkan oleh Iftpala Daerah dalamsuatu Keputusm.

    9. Pengendalid adalah tindakan yang meliputi pencegahan, penanggulangan dan

    i0. Bencana adabn peristiwa atau rangkaian penslwa ydg mengancm danmengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baikoleh laktor alaft dd/atau faktor non alam maupun faktor mmuda sehinggamensakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusahm linskunsan,kerugian harta benda, dan dampak psikologls.

    ll Bencana Alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa aiauserangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gemPabumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekenngan, anglna iopan, dan tanah

    12 Bencana Non Alam adalah bencana yangserangkaian peristiwa nonalam yans antaramodernisasi, epidemic, dan wabah penyakit.

    13. Bencana Sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atauserangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia ydg meliPuti konfliksocial antarkelompok atau antarkomunitas masydakat dan tenor.

    14. Penyelenggaraan Penanggulanga. Bencana adalah serdgkaid upaya yangmeliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana,

    diakibatkm oleh peristiwa atauiain berupa gagal teknologi, gagal

    kesiatan pencegahan bencana, tanggap da.u.at, dan rchabilitasi.15. Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yadg

    menimbulkan bencana.

    16. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hanparan lahan berisisumber daya alah hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuanalam dan lingkungannya yang satu dengan yang lainnya tidak dapal

    17. Ka$asan Hutan adalah wilayah tertentu yans ditunjuk dan/atau ditetapkmoleh Pemerintah untuk dipeftanankan keberadaannya sebagai hutm tetap

    14. Lahan adalah suatu a.eal diluar kawasan hutan, baik yang benegetasi(alans-alang, semak belukd, rdaman budi daya dan pepohonan).

  • 19. Kebakaran Hutan adalah suatu keadad dimana hutd dilanda api sehinggamengalibatkm kebakard hutan dan atau hasil hutan ydg menimbulkdketugian ekonomis, pengembansan ilmu pengetahuan dan/atauekologis/lingkungan hidup.

    20. (ebakaran Lahan adalah suatu keadaan dimana lahan dilanda api sehingeamenimbulkan kerusakan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis,pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau ekologis/lingkungan hidup.

    21. Pengendalian Kebakdd Huran dan Lahan adalah semuajenis usana, kegiatanatau tindakan yang dilakukan sejak sumber api diketahui secara dini,mengerahkan teDaga yang dilengkapi dengan peralatan untuk menghilangkanatau mcmarikan api yang membakar hutan dan lahan.

    BAB IIIVIA(SVD DAN AUJUAII

    Pasal 2

    (l) Prosedur'letap yang diatur dalam Peraturan Gubernur ini dimaksudkan un.ukmembe.ikan penjelasan tentang tata cara dan prosedur pengendaiiankeba]{ad hutd dan Lanan di Prolinsi Riau.

    (2) Prosedu. Tetap yang diatuf dalam Pemtu.an Gube.nu. ini be.tujuan sebagaipedoftan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di P.ovinsi Riau.

    BAB IIINASXAH PROSEDUR TETAP

    Pasal 3

    Prosedur Tetap PengendalianBencana Kebakaran Hutan dan Lahd Provinsi Riausebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 disusun dengan sistematrka sebagai berikut lBAB I PENDAHULUANBAB II PENCORCANISASIAN DAN TUCASBAB III PELAKSANAAN PENTAHAPAN DAN PENETAPAN STATUS BENCANABAB IV ADMINISTRASI DAN LOCISTIKBAB V KOMANDO, KENDAL] DAN KOMUNIKASIBAB VI PENU'TUP

    Pasat 4

    Naskah Prosedur 'letap sebagaioana dinaksud dalam Pasal 3 tercanluh padaLampiran yang medpakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.

    BAI IVORG/I1{ISASI

    Pa3al5

    (lJ O.ganisasi Pensendalian Bencana Kebakaran Hutan dan Lanan disusun dalambentuk Bagan Organisasi.

  • (2) Bagan organisasi sebagaimana dinaksud ayat (1) terdjri ddi :a. Bagan Strukrur Organisasi Pra Bencanab. Bagan Struktur Organisasi Saat Bencana; danc. Bagan Struktur Organisasi Pasca Bcncana.

    (3) PenSorganisasian Pra Bencana sebagaimana dima-ksud ayat (2) hurur adilaksanakan oleh satuan Kerja yang terkajt dengan Kehutdd, Perkebunandd/atau Pertanian, Lingkungd Hidup dd Instansi terkait lainnya dibawahKoordinasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeran Pr'ovinsi danKab/Kota.

    (a) Pengo.ganisasian Saat Bencda dd Pasca Bencda sebagaimda dimaksudayat {2) huruf b dan c dilaksanakan oleh satuan Tugas

    (5) Basan struktur orsmisasi P.a Bencma sebasaimda dimaksud ayat (2) hurufa meliputi Bagan Struktur Organisasi Tingkat Provinsi;

    (6) Bagan struktur Organisasi Saat Bencana sebagaituana dimaksud ayat (2)huruf b terdid dari:a. Bagan Struktur Organisasi Tingkat Provinsi;b. Bagd Struktur Oryanisasi Tingkat Kabupaten/Kota;c. Bagan Struktur Organisasi Tingkat Kecamatan;d. Bagan Struktur Organisasi Tingkat Desa/Kelurahan.

    (7) Basan stnktur o.sanisasi Pasca Bencma sebasaihana dimaksud ayat (2)huruf c terdin dan :a. Bagao Struktur Orydisasi Tinekat Provinsi dan Kabupateo/Kota;b Bagan Struktur organisasi Ti.gkat Kecamatanic. Bagan St.uktu. Organisasi Tingkat Desa/Kelurahan.

    (8) Bagan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum padalampiran ydg merupakan bagian ydg tidal< terpisahkan dari PeraturanGubernu. ini.

    Pasal 6

    Pelaksana Pengendalia. Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau disajibkanmengikuti tatacara sebagaihana yang diaturdalam Peraturan Gube.nu. ini.

    BAB VPEI,IIXSAIIAAN

    Pa*l 7

    (r) Tahapa. Pelaksanaan Pengendalian Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

    b. Saa! Bencana;c. Pasca Bencana.

    {2) Pra Bencda sebasaimana dimaksud ayat (r) hurura terdiri dari :a. Penceganan dan Mitigasiib. Kesiapsiagaan.

  • (3) Set Bencana sebagainda dinaksud ayat (1) hutuf b terdiri ddi :a. Siaga DaruEt Bencdaib. Tmggap Dmrat Benqna;c. Pemulihd Dtuat Bencoa.

    (4) Pasca Bencana sebagairrana dimaksud ayat {l) hurufc terdiri dan :

    b. Rekonstruksi.

    Pa.alaPenetapan Status sebagaimana pasal 7 ayat (3) ditetapke oleh Kepala Daeran.

    BAB VIAI'MIMSf RAST DAI{ LOOlsAIl