Public Speaking

of 29 /29
Public Speaking kekuatan mental, ketepatan kata dan totalitas bahasa tubuh untuk menjadi pembicara profesional Agus Lahinta Master of Ceremony, Public Speaking Practicing

description

Public Speaking adalah kekuatan mental, ketepatan kata dan totalitas bahasa tubuh untuk menjadi pembicara profesional

Transcript of Public Speaking

Page 1: Public Speaking

Public Speakingkekuatan mental, ketepatan kata dan totalitas bahasa tubuh

untuk menjadi pembicara profesional

Agus LahintaMaster of Ceremony, Public Speaking Practicing

Page 2: Public Speaking

SILAHKAN PILIH?Mana yang anda paling suka?

Page 3: Public Speaking

Like and Dislike on Public Speaking

Like : ?

Dislike : ?

Page 4: Public Speaking

Personal Mapping (Pemetaan Kekuatan dan Kekhasan Diri)

13 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pembicara:› Confidence (membangun rasa percaya diri)› Construction (menyusun materi pembicara)› Crediability (bersikap dan berperilaku secara

profesional dalam melakukan presentasi)› Capture (Membuka sesi yang menarik

perhatian hadirin)› Connection (membangun dan membina

hubungan baik dengan hadirin)

Page 5: Public Speaking

› Coherence (kemampuan menyusun struktur dan alur presentasi secara efisien dan efektif)

› Cogency (mengisi alur presentasi dngan materi yang meyakinkan)

› Content (membuat materi presentasi yang efektif dan impresif)

› Channel (menggunakan media komunikasi secara optimal)

› Character (kemampuan menampilkan karakter melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang menunjang presentasi)

Page 6: Public Speaking

Conversation (menyusun percakapan yang menarik)

Creativity (membangun atmosfer sesi yang kreatif yang mendukung presentasi)

Conclusion (menutup presentasi secara efisien, efektif dan impresif)

Page 7: Public Speaking

Critical Thinking (Teknik berfikir Kritis bagi seorang Pembicara)

Esensi dalam berfikir kritis bukanlah MENJAWAB PERTANYAAN akan tetapi MEMPERTANYAKAN JAWABAN.

Pembicara harus melibatkan 5 W + 1 HWhat : apa masalahnya?Why : mengapa masalah ini muncul?Who : siapa saja yang terlibat?When : kapan masalah ini muncul?Where : dimana terjadi?How : bagaimana kejadiannya?

Page 8: Public Speaking

Untuk mengidentifikasi masalah gunakan 5 W + 1 H untuk pemecahan masalahnya:What – apa yang harus dilakukanWhy : mengapa harus dilakukan?Who : siapa saja yang akan melakukan?When : kapan akan dilakukan?Where : dimana akan melakukannya?How : bagaimana melakukannya?

Page 9: Public Speaking

The Power of Emotion (Kekuatan Emosi bagi Keberhasilan Komunikasi)

“Dalam tiga bulan terakhir didaerah kita terutama diwilayah persimpangan Mercusuar telah terjadi 5 kecelakaan. Kita membutuhkan dana sekitar 200juta untuk membuat palang kereta api, rambu-rambu dan lampu lalulintas yang memadai. Saya rasa kita harus menyediakan uang untuk proyek ini. Mohon partisipasi Anda semua”

Page 10: Public Speaking

“Seminggu lalu Dokter Saputra ditemukan meninggal dunia. Mobilnya menabrak trotoar, terjungkir balik dan masih menyisahkan asap ketika tim medis datang. Tubuh dokter itu remuk dihampir semua bagian akibat tertimpa mobil dan terperangkap didalamnya. Tak seorang pun mengenal Dokter Saputra karena dia bukan penduduk sini, tapi dia meninggal di lingkungan kita. Sebagian besar dari anda mengetahui bahwa dipersimpangan Mercusuar sudah terjadi 5 kali kecelakaan dalam tiga bulan ini dan lewat. Kita memerlukan uang untuk memasang palang kereta api, rambu-rambu dan lampu lalulintas. Saya tahu ini akhir bulan, keuangan anda sedang seret, tapi saya berharap anda dapat menggalang dana untuk mencegah kejadian ini sebelum salah seorang yang anda cintai menjadi Dokter Saputra berikutnya”

Page 11: Public Speaking

STRATEGI MENAMPILKAN UNSUR PERASAAN DALAM PRESENTASI Emosi anda harus berasal dari diri anda,

dan ketika emosi benar-benar milik anda, itu akan tampak nyata bagi hadirin

Ingatlah bagaimana perasaan anda pada satu momen dimasa lalu, lengkap dengan detail kejadiannya

Page 12: Public Speaking

Overcoming Fear and Building Self-Esteem (Teknik Mengatasi Ketakutan Berbicara dan Membangun Kepercayaan Diri)

Mengapa Harus Percaya Diri?Sudahkah Saya Percaya Diri?(pemetaan: hal yang membuat

Percaya Diri dan Tidak Percaya Diri)

Page 13: Public Speaking

Bagaimana membangun kepercayaan diri sebagai Pembicara?

Kembangkan sikap matang dalam diri andaSikap matang meliputi : kecerdasan emosial,

kematangan usia, dan gambaran diri yang positif terhadap diri sendiri

Kenali dan kendalikan penghambat kepercayaan diriHidden Enemies meliputi cara berfikir dan merasakan,

cara mengungkapkan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan dan cara menempatkan diri di hadapan orang lain

Atasi rasa takut dan cemas saat berbicaraMengatasi rasa takut meliputi cara mengendalikan

ketakutan berbicara didepan umum, dan mengalahkan rasa takut untuk menenangkan hati hadirin

Page 14: Public Speaking

Tanda-tanda fisik kecemasan berbicara dan cara

mengatasinya Lutut gemetar Telapak tangan berkeringat Gigi gemerutuk Kerongkongan kering dan tercekat Suara bergetar Wajah memerah Jantung berdebar-debar

Page 15: Public Speaking

How to handle it ? Atur nafas sampai anda merasa tenang Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat Jangan biarkan hadirin tahu kegugupan anda apalagi

meminta maaf untuknya Buat persiapan matang sebelum tampil Terimalah ketidak sempurnaan Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada

komunikasi Jangan bebani pikiran anda dengan berusaha menghapal

isi pidato Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan Bayangkan diri anda tengah memberikan pidato yang

bagus dan kuat

Page 16: Public Speaking

Resep sukses Mengatasi Rasa TakutHadapi Hadirin AndaIdentifikasi Pesan Kunci AndaBuat Persiapan MatangProyeksikan Suara AndaLatih Fleksibilitas

“perasaan takut dan cemas sebenarnya bukan ancaman, melainkan suatu energi besar yang

apabila disalurkan ke arah yang tepat maka akan memperkuat kemampuan kita dan bukan

melemahkan”

Page 17: Public Speaking

Total Vocal (Teknik Melatih Vokal yang Baik)

Komponen-komponen penting dalam Voice (Suara) yang penting:› Intonasi : Tinggi rendahnya suara

“Halo selamat pagi, hari ini kita akan memulai pertemuan. Ayo semuanya semangat!!!

Page 18: Public Speaking

› Artikulasi : Teknik penyebutan suatu kalimat berdasarkan suku kata dan konsonan yang benar Beberapa hal yang menyebabkan kesalahan

artikulasi: Kebiasaan berbicara terlalu cepat Terlalu terburu-buru dalam menyampaikan kalimat Ragu-ragu atau tidak percaya diri atas materi yang

disampaikan Tidak membuka mulut secara bebas sehingga suara

terdengar terlalu lemah, seperti mendesis atau menggerutu Tidak menguasai bahasa yang disampaikan, misalnya saat

harus mengucapkan suatu istilah asing dalam bahasa asing Kebiasaan yang dipengaruhi dialek Kebiasaanberbicara dengan bahasa informal Demam pangung sehingga suara nampak hilang

Page 19: Public Speaking

› Pause : Jeda Bicara Tujuan Jeda:

Memperjelas kata atau kalimat yang kita ucapkan Menggiring hadirin agar fokus pada kalimat yang kita

ucapkan Memberikan penekanan terhadap suatu kalimat

penting

Contoh: “Anda masing-masing wajib mementingkan kerjasama tim [jeda] Kerjasama tim yang baik merupakan komponen yang penting [jeda] bagi keberhasilan sebuah pekerjaan”

Page 20: Public Speaking

› Pace : Kecepatan berbicara untuk menunjukan sense of urgency dari suatu kata

“Belakangan ini banyak sekali keadaan yang memperlambat kinerja perusahaan yang disebabkan oleh lemahnya pihak manajemen, seperti TERLAMBAT DATANG, TIDAK MAU BERINOVASI, MERASA MASIH NOMOR 1 [dapat diucapkan dengan lebih cepat dari kalimat sebelumnya] dan masih banyak lagi….”

› Volume Suara

Page 21: Public Speaking

› Stressing : Penekanan kata pada point-point tertentu

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa kondisi KEUANGAN kita saat ini sangat memprihatinkan, untuk itu perlu segera dilakukan EKSPANSI bisnis yang lebih kreatif….”

› Power : Kekuatan Suara

Page 22: Public Speaking

Resep Sukses Presentasi

Kenali Hadirin andaBuat Opening yang MenarikBuat Body Content yang menarik

Kembangkan alur Presentasi yang Dinamis

Page 23: Public Speaking

Total ImageBersikap Natural saat

presentasi:TulusJujurEmpatiPendekatan Personal

Page 24: Public Speaking

Menjadi Pembicara yang menyenangkan:

Kenalilah lawan biacara andaBuatlah seolah-olah apa yang mereka bicarakan

adalah hal yang sangat penting bagi anda dan belum pernah anda dengar

Jadilah pendengar yang baikBerbicaralah dengan ‘bahasa’ mereka.Perluaslah wawasan andaGunakan bahasa tubuh yang tepat saat berbicaraJadikan diri anda tempat paling aman untuk

menyimpan rahasia merekaTebarkan salamGunakan kekuatan humor (sense of humor)

Page 25: Public Speaking

ImpromptuBerbicara tanpa persiapan – dilakukan secara

mendadak

Page 26: Public Speaking

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

Pilihlah topik yang relevan dengan kegiatan yang diselenggarakan.

Kembangkan topik dengan membangun kaitan pada beberapa hal yang dapat dihubungkan.

Aturlah pernafasan. - Pandang mata audience dengan santai, ajak mereka berbicara seperti anda berbicara dengan teman

Ingatkan diri anda agar selalu mengontrol bahasa tubuh anda.

Gunakan metode bercerita. Tentu saja anda harus terfokus, ingat waktu, dan

tidak bersikap sok pintar.

Page 27: Public Speaking

Act on Speaking Berbicara dengan posisi tidak

sempurna Berbicara dengan posisi sempurna

Page 28: Public Speaking

terimakasih

Page 29: Public Speaking

Buatlah satu materi yang akan anda presentasikan selama max 5 menit.

Materi bebas.

Latihan: