PRIPOSAL KONEKSI

download PRIPOSAL KONEKSI

of 20

  • date post

    02-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

description

priposal

Transcript of PRIPOSAL KONEKSI

BAB I

USUL PENGABDIAN MASYARAKAT

SOSIALISASI TENTANG KONEKSI MATEMATIKA UNTUK SISWA SMP MUHAMMADIYAH RAMBAH OLEH:

JUFRI, S.Pd

NUPN: 9910676487ERIPUDDIN, S.Hum

NUPN: 9910676492PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN 2014

HALAMAN PENGESAHAN1. Judul : Sosialisasi Tentang Koneksi Matematika untuk Siswa SMP Muhammadiyah Rambah2. Bidang Ilmu

: Pendidikan Matematika3. Ketua Pelaksana

a. Nama

: Jupri, S. Pdb. Jenis Kelamin

: Laki-lakic. NUPN

: 9910676487d. Disiplin Ilmu

: Pendidikan Matematikae. Pangkat, Golongan : Penata Muda, III/Af. Jabatan Fungsional: -g. Fakultas/Prodi

: FKIP/Pendidikan Matematikah. Alamat Rumah : Lengkopan, RT 02 RW 02i. Telepon/HP

: 081378803664j. Alamat E-mail

: Juprirokan@gmail.comk. Anggota

: Eripuddin, S. Huml. NUPN

: 99106764924. Lokasi Kegiatan

: Aula SMP Muhammadiyah Rambah5. Jumlah Belanja yang diusulkan : Rp 1.470.000 Pasir Pengaraian, 10 September 2014Mengetahui,

Ketua Pelaksana,

Dekan Fakultas FKIP

Hardianto, M.Pd

Jufri, S.PdNIDN. 1024048201

NUPN. 9910676487Menyetujui,

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Pasir Pengaraian

Ketua,

Jismi Mubarak, M. SiNIDN. 1005068203 USULAN KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini

NamaJupri, S.Pd

NUPN9910676487

Pangkat, Gol./RuangPenata Muda /IIIA

Jabatan Fungsional-

Jabatan Struktural-

ProdiPendidikan Matematika

FakultasFKIP

Dengan ini mengajukan permohonan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Adapun deskripsi kegiatan yang saya usulkan adalah sebagai berikut.a. Nama Kegiatan Sosialisasi Tentang Koneksi Matematika untuk Siswa SMP Muhammadiyah Rambah

b. Waktu Kegiatan 18 Oktober 2014, Pukul 09.00 - 12.30 WIB

c. Tempat Kegiatan Aula SMP Muhammadiyah Rambah

d. Bentuk Sosialisasi

e. Jenis Kegiatan Kelompok

f. Sifat Kegiatan Sosialisasi

g. Target Peserta100 Orang

h. Rasionalisasi Sosialisasi ini penting dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa tentang pentingnya koneksi matematika dan aspek matematika

i. Kebutuhan DanaRp 1.470.000

j. Tanggal PelaksanaanRabu, 18 Oktober 2014, Pukul 09.00 - 12.30 WIB

k. Tanggal PelaporanJanuari 2015

l. Pelaksana Jupri, S. Pd dan Eripuddin, S.Hum

m. Output Dengan sosialisasi ini diharapkan siswa matematika lebih mencintai matematika dan lebih meningkatkan kesadaran tentang koneksi matematika.

n. Indikator- Nilai matematika siswa meningkat

- Mengetahui dan paham dengan koneksi antar topik matematika

- Mengetahui dan paham dengan koneksi matematika dengan ilmu yang lain

- Mengetahui dan paham dengan koneksi matematika dalam kehidupan sehari-hari

o. Keterangan-

Pasir pengaraian, 10 September 2014

Pengusul,

Jupri, S. Pd

NUPN. 9910676487 Mengetahui/Menyetujui

Dekan FKIP UPP, Hardianto, M. Pd

NIDN. 1024048201 Menyetujui, Ketua Prodi Pend. Matematika, Lusi Eka Afri, M. Si NIDN. 1001048701

Menyetujui,

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Pasir Pengaraian

Ketua,

Jismi Mubarak, M. Si

NIDN. 1005068203A. JudulSosialisasi Tentang Koneksi Matematika Untuk Siswa SMP Muhammadiyah Rambah

B. Latar Belakang Masalah

Mata pelajaran matematika merupakan ilmu universal yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan dan mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (Depdiknas, 2006).

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tujuan pembelajaran matematika menginginkan agar peserta didik memiliki kemampuan, yaitu: (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah; (2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika; (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh; (4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah; (5) Memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupann sehari-hari yaitu memilik rasa ingin tahu, perhatian, dan berminat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah sehari-hari (BSNP, 2006 ).Pada tujuan pembelajaran matematika menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di atas pada poin 1 menyatakan siswa harus mampu menjelaskan keterkaitan antar konsep matematika. Keterkaitan antar konsep matematika ini selanjutnya dikenal dengan koneksi matematika.

C. Sasaran dan Lokasi Kegiatana. Sasaran Kegiatan

Adapun sasaran sosialisasi ini adalah Siswa SMP Muhammadiyah Rambah.b. Lokasi Kegiatan

Adapun lokasi kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Aula SMP Muhammadiyah Rambah.D. Tujuan/Kegunaan

Adapun tujuan dari sosialisasi koneksi matematika ini adalah:1.Siswa mengenali representasi yang ekuivalen dari suatu konsep matematika yang sama.

2.Siswa mengenali hubungan prosedur satu representasi ke prosedur representasi yang ekuivalen.

3.Mampu menggunakan dan menilai koneksi beberapa topik matematika.

4.Mampu menggunakan dan menilai koneksi antara matematika dan disiplin ilmu yang lain.E. Tinjauan Pustaka1. Penegertian Koneksi MatematikaSecara bahasa koneksi diartikan sebagai keterkaitan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, koneksi diartikan sebagai hubungan yang dapat memudahkan (melancarkan) segala urusan (kegiatan). Dalam konteks ini koneksi matematika adalah keterkaitan baik antara konsep-konsep matematika, keterkaitan matematika dengan disiplin imu lain dan keterkaitan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Herdiana (2010) mengungkapkan, koneksi matematika dapat diartikan sebagai keterkaitan antara konsep-konsep matematika secara internal yaitu berhubungan dengan matematika itu sendiri ataupun keterkaitan secara eksternal, yaitu matematika dengan bidang lain baik bidang studi lain maupun dengan kehidupan sehari-hari. Menurut Burner (dalam Herdiana, 2010) menyatakan dalam matematika setiap konsep berkaitan dengan konsep yang lain. Begitupula dengan yang lainnya, misalnya dalil dan dalil, antara teori dan teori, antara topik dengan topik, ataupun antara cabang matematika dengan cabang matematika lain. Bruner dan Kenney (1963), dalam Bell (1978: 143-144), mengemukakan teorema dalam proses belajar matematika (Theorems on Learning Mathematics). Kedua ahli tersebut merumuskan empat teorema dalam pembelajaran matematika yakni (1) teorema pengkonstruksian (construction theorem) yang memandang pentingnya peran representasi terkait dengan konsep, prinsip, dan aturan matematik, (2) teorema penotasian (notation theorem) yang mana representasi akan menjadi lebih sederhana manakala dengan menggunakan simbol, (3) teorema pengontrasan dan keragaman (theorem of contrast and variation) yang memandang perlunya situasi yang kontras dan yang beragam, dan (4) teorema koneksi (theorem of connectivity). Kelima teorema tersebut bekerja secara simultan dalam setiap proses pembelajaran matematika. Teorema koneksi sangat penting untuk melihat bahwa matematika adalah ilmu yang koheren dan tidak terpartisi atas berbagai cabangnya. Cabang-cabang dalam matematika, seperti aljabar, geometri, trigonometri, statistika, satu sama lain saling kait mengkait. NCTM (2000: 64) menyatakan bahwa matematika bukan kumpulan dari topik dan kemampuan yang terpisah-pisah, walaupun dalam kenyataannya pelajaran matematika sering dipartisi dan diajarkan dalam beberapa cabang. Matematika merupakan ilmu yang terintegrasi. Memandang matematika secara keseluruhan sangat penting dalam belajar dan berfikir tentang koneksi diantara topik-topik dalam matematika. Kaidah koneksi dari Bruner dan Kenney menyebutkan bahwa setiap konsep, prinsip, dan keterampilan dalam matematika dikoneksikan dengan konsep, prinsip, dan keterampilan lainnya. Struktur koneksi yang terdapat di antara cabang-cabang matematika memungkinkan mahasiswa melakukan penalaran matematika secara analitik dan sintesik. Melalui kegiatan ini, kemampuan matematika mahasiswa menjadi berkembang. Bentuk koneksi yang paling utama adalah mencari koneksi dan relasi diantara berbagai struktur dalam matematika. Bell (1978: 145) menyatakan bahwa tidak hanya koneksi matematika yang penting namun kesadaran perlunya koneksi dalam belajar matematika juga penting. Apabila ditelaah tidak ada topik dalam matematika yang berdiri sendiri tanpa adanya koneksi dengan topik lainnya. Koneksi antar topik dalam matematika dapat difahami anak apabila anak mengalami pembelajaran yang melatih kemampuan koneksinya, salah satunya adalah melalui pembelajaran yang bermakna. Koneksi diantara proses-proses dan konsep-konsep dalam matematika merupakan objek abstrak artinya koneksi ini terjadi dalam pikiran siswa, misalkan siswa menggunakan pikira