PHK & Penerapan Hak Hak Pekerja - Cutzurnali

download PHK & Penerapan Hak Hak Pekerja - Cutzurnali

of 22

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    40
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Pekerja

Transcript of PHK & Penerapan Hak Hak Pekerja - Cutzurnali

  • PERTEMUAN IXPERTEMUAN IXPEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)

    DAN PENERAPAN HAK-HAK PEKERJA/BURUH

    DR. CUT ZURNALI, SE., M.Si

    A Pengertian Pemutusan Hubungan KerjaA. Pengertian Pemutusan Hubungan KerjaB. Jenis Pemutusan Hubungan KerjaC. Prosedur Pemutusan Hubungan KerjaD Penetapan Hak Pemutusan Hubungan KerjaD. Penetapan Hak Pemutusan Hubungan Kerja

    BAHAN AJAR MANAJEMEN HUBUNGAN INDUSTRIALPROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

    UNIVERSITAS BUDI LUHUR - JAKARTA2011

  • A. PENGERTIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

    PSuatu langkah pengakhiran hubungan kerja antara

    P buruh dan majikan karena suatu hal tertentu (Halim,1990: 136)Pengahiran hubungan kerja antara pengusaha dan

    HPengahiran hubungan kerja antara pengusaha danpekerja berdasarkan izin Panitia Daerah atau PanitiaPusat (Pasal 1 ayat 4 Keputusan Menteri tenagaKerja No Kep-15 A/Men/1994)

    KPengakhiran hubungan kerja karena karena suatuhal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hakdan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha.K (Pasal 1 angka 25 UU No 13 Th 2003 tentangKetenagakerjaan)

  • BEBERAPA DASAR HUKUM PENGATURAN PHK:

    1. UU No 13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan2. UU No 2 Th 2004 tentang Penyelesaian Hubuingan Kerja di Perusahaan

    BEBERAPA DASAR HUKUM PENGATURAN PHK:

    2. UU No 2 Th 2004 tentang Penyelesaian Hubuingan Kerja di PerusahaanSwasta

    3. Putusan Mahkamah Konstitusi Reoublik Indonesia No. 012/PUU-I/2003tanggal 28 Oktober 2004atas Hak Uji Materiil UU No 13 Thn 2003 tentangK t k j t h d UUD 1945Ketenagakerjaan terhadap UUD 1945

    4. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.SE.907/Men.PHI-PPHI/X/2004 tentang Pencegahan Pemutusan Hubungan Kerja Massal

    5. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.SE.13/Men/SJ-g j gHK/I/2005 tentang Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia atasHak Materiil UU No 13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap UUD1945

    6 Surat menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi No B 600/Men/SJ6. Surat menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi No. B.600/Men/SJ-HK/VIII/2005 perihal Uang Penggantian Perumahan serta Pengobatan danPerawatan.

  • BEBERAPA KETENTUAN MENGENAI PENGATURAN PHK MENURUT UU No 13 Th 2003:

    1. Lingkup pengaturan PHK menurut Pasal 150, meliputi:a. Badan usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseoarangan, milik

    persekutuan atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara;b. Usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus danb. Usaha usaha sosial dan usaha usaha lain yang mempunyai pengurus dan

    mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuklain.

    2. Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengansegala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerjasega a upaya a us e gusa a a aga ja ga te jad pe utusa ubu ga e ja(Pasal 151 ayat 1).

    3. Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan kerja tidakdapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan olehpengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau dengan pekerja/buruh apabilap g p j g p j ppekerja/buruh yang bersangkutan tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikatburuh (Pasal 151 ayat 2).

    4. Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) benar-benar tidakmenghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerjag p j , p g y p g jdengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaianperselisihan hubungan industrial (Pasal 151 ayat 3).

    5. Permohonan penetapan pemutusan hubungan kerja diajukan secara tertulis kepadalembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial disertai alasan yangg p y p g y gmenjadi dasarnya (Pasal 152 ayat 1).

  • LANJUTAN: BEBERAPA KETENTUAN MENGENAI PENGATURAN PHK

    6. Permohonan penetapan PHK dapat diterima dan diberikan keputusan penetapan PHK apabilasudah dirundingkan dan tidak menghasilkan kesepakatan (Pasal 152 Ayat 2 dan 3)g g p ( y )

    7. Penetapan PHK dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial tidak diperlukandalam:a. Pekerja/buruh (Pasal 154):

    o Masih dalam masa percobaan;o Masih dalam masa percobaan;o Mengajukan permintaan pengunduran diri secara tertulis atas kemauan sendiri tanpa

    adanya indikasi tekanan/intimidasi dari pengusaha;o Berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja waktu tertentu untuk pertama

    kali;o Mencapai usia pensiun sesuai dengan ketetapan dalam perjanjian kerja, peraturan

    perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perundang-undangan; atauo Meninggal dunia.

    b. Pengusaha dinyatakan tidak melakukan perbuatan sebagimana pasal 169 ayat 1 oleh lembagapenyelesaian perselishan hubungan industrial yaitu: 1) tidak menganiaya menghina secarapenyelesaian perselishan hubungan industrial, yaitu: 1) tidak menganiaya, menghina secarakasar atau mengancam pekerja/buruh; 2) tidak membujuk dan/atau menyusuh pekerja/buruhuntuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan; 3)telah membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih; 4) telah melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja/buruh; 5)tid k i t hk k j /b h t k l k k k j di l di j jiktidak memerintahkan pekerja/buruh untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang diperjanjikan,atau 6) tidak memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan dankesusilaan pekerja/buruh sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada perjanjiankerja.

    8. PHK batal demi hukum (Pasal 153 ayat 2 dan Pasal 155 ayat 1 apabila pengusaha dalam( y y p p gmelakukan PHK:

    a. Melanggar ketentuan Pasal 153 ayat 1b. Tanpa ada penetapan lembaga penyelesaian hubungan industrial/

  • B JENIS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJAB. JENIS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

    SECARA TEORITIS

    1. PHK Demi Hukum

    2. PHK oleh PengadilanJenis Pemutusan Hubungan Kerja

    3. PHK oleh Pekerja/Buruh

    Hubungan Kerja

    4. PHK oleh Pengusaha

  • 1. PHK Demi Hukum

    PHK Demi HukumTerjadi dengan

    sendirinya secara hukum

    Hubungan kerja berakhirdemi hukum jika habiswaktunya yang ditetapkandalam perjanjian dan dalamhukumperaturan undang-undangatau jika semuanya itu tidakada, menurut kebiasaan.(Pasal 1603se KUH Perdata)

    Berdasarkan Pasal 154 UU No 13 Th 2003, penyebabPHK Demi Hukum adalah:

    Tidak memerlukan

    a. pekerja/buruh masih dalam masa percobaankerja, bilamana telah dipersyaratkan secaratertulis sebelumnya;

    penetapan dari pengadilan hubungan industrial

    b. pekerja/buruh mengajukan permintaanpengunduran diri, secara tertulis atas kemauansendiri tanpa ada indikasi adanyatekanan/intimidasi dari pengusaha, berakhirnya industrialhubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerjawaktu tertentu untuk pertama kali;

    c. pekerja/buruh mencapai usia pensiun sesuaidengan ketetapan dalam perjanjian kerja,peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama,atau peraturan perundang-undangan, atau

    d. pekerja/buruh meninggal dunia.

  • 2. PHK oleh Pengadilan

    PHK oleh PengadilanTindakan PHK karena adanya putusan hakim

    d dilpendadilan

    Hal ini terjadi karena salah satu pihak (Pengusaha ataupekerja/keluarganya) mengajukan pembatalan perjanjian kepada

    pengadilan

    Contoh: Jika seorang pengusaha mempekerjakan anak di bawahumur (kurang dari 18 (delapan belas) tahun, maka orang tua atauwali si anak tersebut dapat mengajukan pembatalan perjanjiankerja kepada pengadilankerja kepada pengadilan.

  • 3. PHK oleh Pekerja/Buruh

    PHK oleh Pengadilan

    Menurut Abdul Khakim, PHK ini terjadi dan disebabkan olehdua hal :1. Karena permintaan pengunduran diri (Pasal 154 huruf b UU

    No 13 Th 2003); dang2. Karena permohonan PHK kepada Pengadilan Hubungan

    Industrial (Pasal 169 UU No 13 Th 2003)

    2. PHK Karena permohonan PHK kepada

    1. PHK Karena Pengunduran Diri:

    2. PHK Karena permohonan PHK kepadaPengadilan Hubungan Industrial :

    PHK ini terjadi karena pengusaha melakukanperbuatan sebagi berikut:

    i hi k tSyarat-Syarat pengunduran diri yang harusdipenuhi oleh seorang pekerja/buruh menurutPasal 162 UU No 13 Th 2003 adalah:a. mengajukan permohonan pengunduran diri

    a. menganiaya, menghina secara kasar ataumengancam pekerja/buruh;

    b. membujuk dan/atau menyusuh pekerja/buruhuntuk melakukan perbuatan yang bertentangandengan peraturan perundang-undangan;

    secara tertulis selambat-lambatnya tigapuluh hari sebelum tanggal mulaipengunduran diri

    b. tidak terikat dalam ikatan kedinasanc tetap menjalankan kewajibannya sampai

    g p p g g ;c. tidak membayar upah tepat pada waktu yang

    telah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih;

    d. tidak melakukan kewajiban yang telahdijanjikan kepada pekerja/buruh;c. tetap menjalankan kewajibannya sampai

    tanggal mulai pengunduran diri.

    Keterangan: PHK karena permintaan pengunduran diri

    dijanjikan kepada pekerja/buruh;e. memerintahkan pekerja/buruh untuk

    melaksanakan pekerjaan di luar yangdiperjanjikan, atau

    f. memberikan pekerjaan yang membahayakanTidak memerlukan penetapan dari pengadilanhubungan industrial (Pasal 154 huruf b UU No13 Th 2003)

    jiwa, keselamatan, kesehatan dan kesusilaanpekerja/buruh sedangkan pekerjaan tersebuttidak dicantumkan pada perjanjian kerja.

  • 4. PHK oleh Pengusaha

    PHK l h P h

    PHK dimana kehendak atau prakarsanya berasal daripengusaha karena adanya pelanggaran atau kesalahan yangdil k k l h k j /b h t ki k f ktPHK oleh Pengusaha dilakukan oleh pekerja/buruh atau mungkin karena faktor-faktor lain, seperti pengurangan tenahga kerja, perusahaantutup karena merugi, perubahan status dan sebagainya.

    Menurut Abdul Khakim (2009:193), PHK oleh pengusaha terbagi m