PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU MENGGUNAKAN RASPBERRY PI BERBASIS WEB DAN ANDROID PADA RUANG...

Click here to load reader

Embed Size (px)

Transcript of PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU MENGGUNAKAN RASPBERRY PI BERBASIS WEB DAN ANDROID PADA RUANG...

  • i

    SKRIPSI

    PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU MENGGUNAKAN

    RASPBERRY PI BERBASIS WEB DAN ANDROID

    PADA RUANG SERVER UNIVERSITAS DARMA PERSADA

    Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Strata 1 (S1)

    Oleh :

    Disusun oleh:

    ACHMAD SAYUTI

    2010230106

    PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

    FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS DARMA PERSADA

    2015

  • ii

    LEMBAR PENGESAHAN

    PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU MENGGUNAKAN

    RASPBERRY PI BERBASIS WEB DAN ANDROID

    PADA RUANG SERVER UNIVERSITAS DARMA PERSADA

    Disusun oleh :

    Nama : Achmad Sayuti

    NIM : 2010230106

    Adam Arif Budiman, S.T., M. Kom.

    Pembimbing Laporan

    Adam Arif Budiman, S.T., M. Kom.

    Kajur Teknik Informatika

  • iii

    PENGUJI LAPORAN TUGAS AKHIR

    Laporan Tugas Akhir ini telah disidangkan pada tanggal 3 September 2015

    Penguji I

    Herianto, S.Pd., M.T.

    Penguji 2

    Aji Setiawan, MMSI.

    Penguji 3

    Bagus Tri Mahardika, MMSI.

  • iv

    LEMBAR PERNYATAAN

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

    Nama : Achmad Sayuti

    NIM : 2010230106

    Fakultas : Teknik

    Jurusan : Teknik Informatika

    Menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir ini saya susun sendiri berdasarkan hasil

    peninjauan, penelitian lapangan, wawancara serta memadukannya dengan buku-

    buku, literature atau bahan-bahan referensi lain yang terkait dan relevan di dalam

    penyelesaian Laporan Tugas Akhir ini.

    Demikian pernyataan ini penulis buat dengan sesungguhnya

    Jakarta, 31 Agustus 2015

    Achmad Sayuti

  • v

    ABSTRAKSI

    Server merupakan perangkat yang sangat vital dan harus diberikan perhatian

    ekstra saat server tersebut dalam keadaan aktif. Didalam server tersimpan data-data

    penting berupa database maupun dokumen-dokumen aplikasi web. Salah satu hal

    yang dapat membuat kinerja server menjadi terganggu adalah suhu ruangan yang

    tidak kondusif, yang dapat membuat server menjadi terlalu panas. Sistem monitoring

    suhu bisa menjadi salah satu solusi untuk mengawasi keadaan ruangan server agar

    senantiasa dalam keadaan kondusif, sehingga dapat meminimalisir terjadinya

    kelebihan panas pada perangkat server. Sistem monitoring suhu dibangun dengan

    menggunakan Raspberry Pi dan sensor suhu, dengan aplikasi pendamping berbasis

    web dan android. Raspberry Pi akan mengambil data dari sensor suhu untuk

    kemudian disimpan pada database MySQL, kemudian nantinya data suhu tersebut

    dapat diolah dan diakses melalui aplikasi web dan android yang sudah disiapkan.

    Dengan adanya sistem monitoring tersebut, diharapkan dapat memudahkan user

    dalam melakukan pengawasan terhadap ruang server, terutama pada suhu ruangan

    server.

    Keyword: Raspberry Pi, Sensor Suhu, Internet of Things, Monitoring

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan

    rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan

    Tugas Akhir dengan judul PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU

    MENGGUNAKAN RASPBERRY PI BERBASIS WEB DAN ANDROID PADA

    RUANG SERVER UNIVERSITAS DARMA PERSADA. Penulisan laporan tugas

    akhir ini bertujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik bagi

    mahasiswa program Strata 1 (S1) Fakultas Teknik, Universitas Darma Persada.

    Laporan Tugas Akhir ini berisikan pembahasan mengenai perancangan

    dan pembuatan sistem monitoring suhu menggunakan raspberry pi dan sensor

    suhu serta perancangan dan pembuatan aplikasi pendamping berbasis web dan

    android.

    Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan

    terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuan

    yang sangat berharga dalam menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

    Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

    1. Bapak Ir. Agus Sun Sugiharto, M.T., selaku Dekan Fakultas Teknik

    Informatika Universitas Darma Persada

    2. Bapak Adam Arif Budiman, S.T., M. Kom., selaku Ketua Jurusan Teknik

    Informatika Univeritas Darma Persada dan selaku dosen pembimbing yang

    telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan bimbingan

    penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.

  • vii

    3. Dosen-dosen Universitas Darma Persada yang telah memberikan ilmu-ilmu

    yang sangat bermanfaat kepada saya.

    4. Khususnya penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

    dan mempersempahkan Laporan Tugas Akhir ini kepada Ibu dan Kakak

    penulis yaitu Ibu Sri Yuwanti dan Momoe Ratnawati yang senantiasa selalu

    memberikan dukungan moril yang sangat berarti sehingga dapat

    terselesaikannya penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.

    5. Rizki Uhtandi dan rekan-rekan seperjuangan di Universitas Darma Persada

    yang telah memberikan dukungannya sehingga memungkinkan penulis dapat

    menyelesaikan penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.

    Karena terbatasnya pengetahuan, kemampuan dan pengalaman yang

    dimiliki, penulis menyadari bahwa di dalam penulisan laporan tugas akhir ini

    masih banyak terdapat kekurangan atau mungkin kesalahan. Untuk itu diharapkan

    adanya saran ataupun kritik dari berbagai pihak yang sifatnya membangun dan

    dapat menyempurnakan penulisan ini.

    Akhir kata semoga penulisan laporan tugas akhir ini dapat memberikan

    manfaat baik bagi diri penulis sendiri maupun para pembacanya.

    Jakarta, Agustus 2015

    Penulis

  • viii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN

    LEMBAR JUDUL .................................................................................................... i

    LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................... ii

    LEMBAR PENGUJI ................................................................................................ iii

    LEMBAR PERNYATAAN ..................................................................................... iv

    ABSTRAKSI ............................................................................................................. v

    KATA PENGANTAR .............................................................................................. vi

    DAFTAR ISI ............................................................................................................. viii

    DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xii

    BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

    1.1. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1

    1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................ 3

    1.3. Batasan Masalah .......................................................................................... 3

    1.4. Tujuan dan Manfaat ..................................................................................... 4

    1.4.1. Tujuan ................................................................................................ 4

    1.4.2. Manfaat .............................................................................................. 4

    1.5. Metode Penelitian ........................................................................................ 5

    1.5.1. Metode Pengumpulan Data ................................................................ 5

    1.5.2. Metode Pengembangan Sistem .......................................................... 5

    1.6. Implementasi ................................................................................................ 7

    1.7. Sistematika Penulisan .................................................................................. 7

    BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................. 9

    2.1. Internet Of Things ........................................................................................ 9

    2.2. Raspberry Pi ................................................................................................. 9

    2.2.1 Model Raspberry Pi ............................................................................ 10

    2.3. Sensor .......................................................................................................... 13

    2.3.1. Sensor Suhu LM35 ............................................................................ 13

    2.4. Internet ......................................................................................................... 14

    2.5. Web Site ....................................................................................................... 14

    2.5.1. HTML ................................................................................................ 15

  • ix

    2.5.2. Cascading Style Sheet (CSS) ............................................................. 15

    2.5.3. PHP .................................................................................................... 16

    2.5.4. JavaScript ........................................................................................... 17

    2.5.5. Bootstrap ............................................................................................ 17

    2.6. Database MySQL ......................................................................................... 18

    2.7. Android ........................................................................................................ 18

    2.7.1. Arsitektur Android ............................................................................. 19

    2.7.2. Komponen Dasar ................................................................................ 20

    2.8. Extensible Markup Language (XML) .......................................................... 21

    2.9. Unified Modeling Language ........................................................................ 22

    2.9.1. Use Case ............................................................................................ 22

    2.9.2. Activity Diagram ............................................................................... 23

    2.9.3. Sequence Diagram ............................................................................ 24

    2.9.4. State Machine Diagram ..................................................................... 25

    2.9.5. Deployment Diagram ........................................................................ 26

    BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ........................................ 27

    3.1. Analisis Kebutuhan Monitoring Suhu Ruangan Server ............................... 27

    3.2. Perancangan Sensor Suhu ............................................................................ 28

    3.3. Perancangan Sistem ...................................................................... .............. 29

    3.3.1. Use Case Diagram ............................................................................. 29

    3.3.1.1. Use Case Aplikasi Monitoring ............................................. 29

    3.3.1.2. Use Case Sistem Monitoring ................................................ 30

    3.3.2. Sequence Diagram ............................................................................. 31

    3.3.2.1. Sequence Diagram Website Aplikasi Monitoring ................ 31

    3.3.2.2. Sequence Diagram Aplikasi Android ................................... 32

    3.3.3. Activity Diagram ............................................................................... 32

    3.3.3.1. Activity Diagram Website Aplikasi Monitoring ................. 32

    3.3.3.2. Activity Diagram Aplikasi Android ..................................... 33

    3.3.3.3. Activity Diagram Notifikasi Email ...................................... 34

    3.3.3.4. Activity Diagram Notifikasi Android .................................. 35

    3.3.4. State Machine Diagram ..................................................................... 36

  • x

    3.3.4.1. State Machine Diagram Sensor Suhu ................................... 36

    3.3.4.2. State Machine Diagram Raspberry Pi .................................. 37

    3.3.5. Deployment Diagram ........................................................................ 38

    3.4. Rancangan Database .................................................................................... 38

    3.5. Rancangan Arsitektur .................................................................................... 39

    3.5.1. Rancangan Arsitektur Sistem Monitoring ............................................ 39

    3.5.2. Rancangan Arsitektur Aplikasi Web .................................................... 40

    3.5.3. Rancangan Arsitektur Aplikasi Android .............................................. 41

    3.6. Rancangan Tampilan .................................................................................... 41

    3.6.1. Rancangan Tampilan Web ................................................................ 42

    3.6.2. Rancangan Tampilan Android .......................................................... 44

    BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ..................................................................... 45

    4.1. Implementasi Sistem Monitoring............................................... .................. 45

    4.2. Implementasi Aplikasi Web ......................................................................... 48

    4.2.1. Spesifikasi Perangkat ........................................................................ 48

    4.2.2. Uji Coba Aplikasi Web ...................................................................... 49

    4.2.2.1. Halaman Utama ................................................................... 49

    4.2.2.2. Halaman Info Temperatur Dan Data Grafik ........................ 49

    4.2.2.3. Halaman Streaming Video ................................................... 51

    4.3. Implementasi Aplikasi Android ................................................................... 51

    4.3.1. Spesifikasi Perangkat ........................................................................ 52

    4.3.2. Uji Coba Aplikasi Android ................................................................ 53

    4.3.2.1. Halaman Informasi Suhu Terakhir ...................................... 53

    4.3.2.2. Halaman Data Grafik ........................................................... 55

    4.3.2.3. Halaman Streaming Video .................................................. 56

    4.3.2.4. Notifikasi ............................................................................. 56

    4.4. Uji Coba Notifikasi Email ........................................................................... 57

    4.4 Hasil Uji Coba ................................................................................................ 58

    BAB V PENUTUP ........................... ........................................................................ 59

    5.1. Kesimpulan .............................................................................. ................... 59

    5.2. Saran ............................................................................................................ 60

  • xi

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 61

    LAMPIRAN .............................................................................................................. 62

  • xii

    DAFTAR GAMBAR

    HALAMAN

    Gambar 1.1 Diagram Metodologi Waterfall .......................................................... 6

    Gambar 2.1 Raspberry Pi 1 Model A+ .................................................................. 11

    Gambar 2.2 Raspberry Pi 1 Model B+................................................................... 12

    Gambar 2.3 Raspberry Pi 2 Model B ..................................................................... 13

    Gambar 2.4 Sensor suhu (LM35) ........................................................................... 14

    Gambar 2.5 Arsitektur Android .............................................................................. 19

    Gambar 2.6 Contoh Use Case diagram.................................................................. 23

    Gambar 2.7 Contoh Activity diagram..................................................................... 24

    Gambar 2.8 Contoh Sequence diagram .................................................................. 25

    Gambar 2.9 Contoh State machine diagram .......................................................... 26

    Gambar 2.10 Contoh Deployment diagram ............................................................. 26

    Gambar 3.1 Skematik sensor suhu ......................................................................... 29

    Gambar 3.2 Use Case diagram aplikasi web dan android ..................................... 30

    Gambar 3.3 Use Case sistem monitoring ............................................................... 31

    Gambar 3.4 Sequence aplikasi web monitoring ..................................................... 31

    Gambar 3.5 Sequence aplikasi android .................................................................. 32

    Gambar 3.6 Activity diagam aplikasi web .............................................................. 33

    Gambar 3.7 Activity diagram aplikasi android ...................................................... 34

    Gambar 3.8 Activity diagram notifikasi email ....................................................... 35

    Gambar 3.9 Activity diagram notifikasi aplikasi android ...................................... 36

    Gambar 3.10 State Machine diagram sensor suhu ................................................... 37

    Gambar 3.11 State Machine diagram Raspberry Pi ................................................ 37

    Gambar 3.12 Deployment diagram keseluruhan sistem ........................................... 38

    Gambar 3.13 Struktur tabel penyimpanan data suhu ............................................... 39

    Gambar 3.14 Arsitektur sistem monitoring suhu ..................................................... 40

    Gambar 3.15 Arsitektur aplikasi web ....................................................................... 40

    Gambar 3.16 Arsitektur aplikasi android ................................................................. 41

    Gambar 3.17 Rancangan halaman depan web .......................................................... 42

    Gambar 3.18 Rancangan tampilan suhu saat ini ...................................................... 42

  • xiii

    Gambar 3.19 Rancangan Tampilan Grafik ............................................................... 43

    Gambar 3.20 Rancangan Tampilan halaman streaming video ................................. 43

    Gambar 3.21 Rancangan tampilan halaman awal aplikasi android ......................... 44

    Gambar 3.22 Rancangan tampilan data grafik android ........................................... 44

    Gambar 3.23 Rancangan tampilan halaman streaming android .............................. 45

    Gambar 5.1 Raspberry Pi model B+ ...................................................................... 47

    Gambar 5.2 Sensor Suhu ........................................................................................ 48

    Gambar 5.3 Webcam .............................................................................................. 49

    Gambar 5.4 Sistem monitoring suhu yang telah saling disambungkan ................. 49

    Gambar 5.5 Tampilan halaman utama ................................................................... 51

    Gambar 5.6 Tampilan info temperatur terakhir ...................................................... 52

    Gambar 5.7 Tampilan konten data grafik ............................................................... 52

    Gambar 5.8 Tampilan halaman streaming video.................................................... 53

    Gambar 5.9 Tampilan saat suhu normal ................................................................. 56

    Gambar 5.10 Tampilan saat suhu mulai naik ........................................................... 56

    Gambar 5.11 Tampilan saat suhu melebihi batas ..................................................... 57

    Gambar 5.12 Tampilan halaman data grafik ............................................................ 57

    Gambar 5.13 Tampilan halaman streaming video.................................................... 58

    Gambar 5.14 Tampilan saat notifkasi muncul.......................................................... 59

    Gambar 5.15 Notifikasi saat suhu mulai naik .......................................................... 59

    Gambar 5.16 Notifikasi saat suhu mulai turun ......................................................... 59

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang Masalah

    Internet of Things (IoT) adalah salah satu tren baru dalam dunia teknologi

    yang kemungkinan besar akan menjadi salah satu hal besar di masa depan. IoT

    merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari

    konektifitas internet yang tersambung secara terus-menerus. IoT dapat

    menggabungkan antara benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data

    capture dan kemampuan berkomunikasi. Sederhananya dengan IoT benda-

    benda fisik di dunia nyata dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dengan

    menggunakan bantuan jaringan dan internet. Selain untuk berkomunikasi antar

    obyek dunia nyata, IoT juga bisa digunakan untuk hal lain seperti pengambilan

    data dari suatu tempat dengan menggunakan sensor dan juga akses jarak jauh

    untuk mengendalikan benda lain di suatu tempat. Kemampuan akses dari IoT

    bisa saja tidak terbatas berkat perangkat IoT yang selalu tersambung ke internet,

    sehingga dapat diakses dan digunakan kapan saja dan juga dimana saja.

    Salah satu perangkat yang sering digunakan untuk membuat sistem IoT

    adalah Raspberry Pi, perangkat ini biasanya digunakan sebagai pusat akses

    atau juga bisa sebagai penghubung antara internet dengan sensor sehingga data

    dari sensor tersebut dapat diakses melalui internet, atau jika tersambung

    dengan mikro kontroler, maka dapat digunakan untuk mengatur perilaku dari

    benda-benda fisik tertentu.

  • 2

    Jika IoT adalah benda-benda yang bukan komputer yang tersambung ke

    internet secara terus-menerus, maka ada pula komputer yang selalu dalam

    keadaan aktif dan tersambung secara terus-menerus ke internet, komputer

    tersebut biasanya disebut dengan server. Server merupakan tempat

    penyimpanan data dalam jumlah besar, di dalamnya terdapat data untuk

    aplikasi web, database, maupun data lain yang nantinya dapat diakses melalui

    internet. Aktif dalam jangka waktu yang lama, melakukan proses yang berat,

    dan suhu ruangan yang tidak kondusif dapat menyebabkan temperatur server

    menjadi panas dan kemungkinan akan menurunkan kinerja server. Maka dari

    itu, perlu dilakukan monitoring secara berkala, baik itu pada perangkat server

    itu sendiri maupun pada ruangan server agar temperaturnya selalu terjaga.

    Temperatur ruangan server yang tidak kondusif menjadi salah satu

    penyebab server menjadi cepat panas, maka dari itu tugas akhir ini akan

    dicobakan untuk mengambil, mencatat dan mengolah data suhu ruang server

    Universitas Darma Persada (UNSADA) yang diakuisisi menggunakan sebuah

    sensor suhu yang disambungkan ke perangkat Raspberry Pi yang telah

    tersambung ke jaringan lokal dan internet. Data suhu yang sudah diakuisisi

    kemudian akan disimpan di database MySQL, untuk selanjutnya akan diproses

    menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Java agar data suhu yang ada

    pada MySQL dapat ditampilkan pada aplikasi web dan android. Fitur lain yang

    juga akan dipasang pada sistem ini adalah monitoring keadaan ruangan dengan

    menggunakan webcam sebagai alat pengambilan gambar, yang nantinya dapat

    dilihat secara streaming pada aplikasi web maupun android

  • 3

    1.2. Rumusan Masalah

    Dari uraian latar belakang diatas maka dapat dirumuskan beberapa

    pertanyaan sebagai berikut:

    a. Bagaimana merancang sebuah sistem IoT pada ruang server dengan

    menggunakan Raspberry Pi, sensor suhu, dan webcam.

    b. Bagaimana agar data suhu yang tersimpan di database dan streaming

    keadaan ruangan dapat ditampilkan pada aplikasi web dan mobile.

    1.3. Batasan Masalah

    Pembuatan program ini memiliki beberapa pembatasan masalah, yaitu:

    a. Menggunakan satu buah Raspberry Pi yang diletakkan di ruang server

    sebagai penghubung antara sensor suhu dengan internet.

    b. Menggunakan satu buah sensor suhu yang berfungsi sebagai

    penangkap suhu pada ruangan server.

    c. Sensor suhu akan mengakuisisi data suhu dengan interval setiap

    beberapa menit.

    d. Data yang telah diolah akan ditampilkan dalam bentuk grafik pada

    aplikasi web dan mobile.

    e. Pada aplikasi perangkat mobile terdapat notifikasi yang akan muncul

    dan memberikan informasi langsung di perangkat tersebut saat suhu

    mencapai angka tertentu. Pada aplikasi web tidak terdapat notifikasi,

    namun akan ada email peringatan yang dikirim langsung dari

    Raspberry Pi jika suhu mulai naik.

  • 4

    f. Menggunakan satu buah webcam yang tersambung pada Raspberry Pi

    untuk memonitoring keadaan ruangan server. Hasil monitoring

    webcam tidak disimpan.

    1.4. Tujuan dan Manfaat

    1.4.1. Tujuan

    Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk merancang dan

    membangun sebuah sistem Internet of Things sederhana dengan

    menggunakan sensor suhu dan Raspberry Pi yang tersambung ke internet

    untuk mengakuisisi data suhu dari ruang server UNSADA yang kemudian

    data akan disimpan pada sebuah database, sehingga data tersebut nantinya

    dapat diolah sesuai kebutuhan.

    1.4.2. Manfaat

    a. Data-data suhu yang sudah diakuisisi dapat disimpan di database.

    b. Informasi mengenai keadaan suhu dapat dilihat melalui web maupun

    aplikasi mobile.

    c. Dapat mengawasi keadaan suhu ruang sever tanpa perlu datang

    ketempat tersebut untuk melakukan cek suhu.

    d. Peringatan dini jika sewaktu-waktu suhu melebihi batas aman yang

    ditentukan.

    e. Dapat melihat keadaan ruangan server melalui kamera yang dipasang

    di ruangan server secara streaming.

  • 5

    1.5. Metode Penelitian

    Dalam rangka menyusun laporan ini untuk memperoleh data dan informasi

    yang diperlukan penulis melakukan 2 metode, yaitu:

    1.5.1. Metode Pengumpulan Data

    1. Observasi : Melakukan pengamatan di ruangan server Universitas

    Darma Persada yang berhubungan dengan pembuatan sistem dan

    aplikasi monitoring suhu.

    2. Wawancara : Melakukan tanya jawab, meminta keterangan kepada

    bagian TIK dan petugas yang bertanggung jawab atas ruang server

    Universitas Darma Persada.

    3. Studi Pustaka : Melakukan penelitian dengan cara mencari penjelasan

    dan berbagai macam materi lanjutan mengenai Internet of Things,

    Raspberry Pi dan hal-hal yang terkait dari sumber-sumber tertulis yang

    valid.

    1.5.2. Metode Pengembangan Sistem

    Metode yang digunakan yaitu Waterfall. Dalam pengembangannya

    metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang runtut: requirement

    (analisis kebutuhan), desain sistem (system design), Coding & Testing,

    Penerapan Program, pemeliharaan.

    1. Requirement (analisis kebutuhan).

    Dalam fase ini penulis melakukan analisa kebutuhan, seperti

    mengumpulkan data-data yang dibutuhkan sebagai bahan untuk

    melakukan pembuatan aplikasi.

  • 6

    2. Desain Sistem (Design system)

    Dalam fase ini penulis membuat tampilan-tampilan layout sistem yang

    akan dibangun dalam aplikasi.

    3. Penulisan Kode Program / Implementasi (Coding & Testing)

    Dalam fase ini penulis melakukan pembuatan aplikasi dengan

    menggunakan kode-kode program yang sesuai dengan tujuan awal yaitu

    dengan pemrograman web dan android.

    4. Penerapan / Pengujian Program (Integration & Testing)

    Dalam fase ini penulis melakukan pengujian apakah setelah dikerjakan

    ada kesalahan atau tidak.

    5. Pemeliharaan (Operation & Maintenance)

    Dalam fase ini adalah dengan melakukan pengembangan dan

    pemeliharaan terhadap aplikasi, apakah nantinya ada kesalahan atau

    tidak.

    Gambar 1.1 Diagram Metodologi Waterfall (Pressman, 2010)

  • 7

    1.6. Implementasi

    Menerapkan hasil perancangan perangkat monitoring suhu pada ruangan

    server Universitas Darma Persada dan menerapkan hasil perancangan

    aplikasi monitoring suhu dengan Web dan Android.

    1.7. Sistematika Penulisan

    Pada penulisan skripsi ini, akan dipergunakan sistematika penulisan

    sebagai berikut:

    BAB I PENDAHULUAN

    Bagian ini berisikan informasi mengenai latar belakang masalah, rumusan

    masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode yang digunakan dan

    sistematika penulisan.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bagian ini berisi mengenai teori dan penjelasan lainnya yang relevan

    mengenai Internet of Things dan permasalahan lain yang akan dibahas dalam

    penulisan skripsi ini diantaranya Raspberry Pi, PHP, Android, Java, Database,

    UML dan lain sebagainya.

    BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

    Bagian ini berisikan tentang data-data yang dibutuhkan dalam

    perancangan suatu sistem yang terdiri dari UML, Desain-desain struktur

    database, serta desain tampilan untuk aplikasi web maupun android.

  • 8

    BAB IV IMPLENTASI SISTEM

    Pada bab ini berisi tentang implementasi program yang telah dihasilkan,

    gambaran umum sistem dan evaluasi mengenai sistem yang telah rancang dan

    dibuat.

    BAB V PENUTUP

    Bagian ini berisi mengenai kesimpulan yang dapat diambil dari

    penyusunan tugas akhir, serta saran-saran penulis yang diharapkan dapat

    bermanfaat bagi pihak-pihak lalin yang berkepentingan.

  • 9

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1. Internet of Things

    Kevin Ashton seorang pelopor teknologi yang juga membuat sistem

    standar global untuk RFID dan sensor lainnya mengatakan bahwa hampir

    semua data yang beredar di internet berasal dari hasil input atau hasil

    capture yang dilakukan oleh manusia ke dalam sistem. Dari sudut pandang

    sistem, manusia adalah obyek yang lambat, rawan kesalahan, pengantar data

    yang tidak efisien dan memiliki batasan dalam hal kualitas dan kuantitas,

    bahkan kadang mencoba menterjemahkan dan mengubah data tersebut.

    Sebagai alternatif akan lebih efisien jika sistem dapat terkoneksi dengan

    sensor yang dapat menterjemahkan kejadian di dunia nyata secara langsung.

    Jadi, di masa depan, sistem tidak memerlukan perantara manusia dan

    tersambung secara langsung ke sensor dan internet untuk mencatat data

    yang diambil dari dunia nyata. Sehingga bisa dikatakan bahwa Internet of

    Things (IoT) adalah ketika kita menyambungkan sesuatu (things), yang

    tidak dioperasikan oleh manusia, ke internet. (Peter Waher, 2015)

    2.2. Raspberry Pi

    Raspberry Pi merupakan sebuah komputer sebesar kartu kredit yang

    dikembangkan di Inggris oleh Raspberry Pi Foundation. Gagasan di balik

    sebuah komputer kecil dan murah untuk anak-anak muncul pada tahun 2006.

  • 10

    Ide ini muncul ketika beberapa mahsiswa Laboratorium Komputer di

    Unversitas Cambridge, yakni Eben Upton, Rob Mullins, Jack Lang, dan

    Alan Mycroft. Nama Raspberry Pi diambil dari nama buah, yaitu buah

    Raspberry, sedangkan Pi diambil dari kata Python, yaitu nama dari sebuah

    bahasa pemrograman. Python dijadikan bahasa pemrograman utama dari

    Raspberry Pi, namun tidak tertutup kemungkinan untuk menggukan bahasa

    pemrograman lain pada Raspberry Pi.

    Raspberry Pi memiliki komponen yang hampir serupa dengan PC pada

    umumnya, seperti CPU, GPU, RAM, Port USB, Audio Jack, HDMI,

    Ethernet, dan GPIO. Untuk tempat penyimpanan data dan Sistem Operasi

    Raspberry Pi tidak menggukan harddisk drive (HDD) melainkan

    menggukan Micro SD dengan kapasitas paling tidak 4GB, sedangkan untuk

    sumber tenaga berasal dari micro USB power dengan sumber daya yang

    direkomendasikan yaitu sebesar 5V dan minimal arus 700 mA. Raspberry Pi

    dapat digunakan layaknya PC konvensional, seperti untuk mengetik

    dokumen atau sekedar browsing, namun Raspberry Pi dapat juga digunakan

    untuk membuat ide-ide inovatif seperti membuat robot yang dilengkapi

    dengan Raspberry Pi dan kamera, atau mungkin dapat membuat sebuah

    super computer yang dibuat dari beberapa buah Raspberry Pi. (Edi

    Rakhman, dkk., 2014)

    2.2.1. Model Raspberry Pi

    Raspberry Pi memiliki beberapa model produk yang saat ini beredar

    luas di pasaran, ukuran dari tiap model tidak jauh berbeda, yaitu memiliki

  • 11

    ukuran sebesar kartu kredit, yang membedakan dari tiap model adalah

    spesifikasi dan perangkat yang terpasang pada Raspberry Pi tersebut.

    Beberapa model yang beredar di pasaran saat ini adalah model Raspberry Pi

    1 model A+, Raspberry Pi 1 model B+, dan Raspberry Pi 2 model B.

    1. Raspberry Pi 1 Model A+

    Model ini mulai beredar pada bulan November 2014, untuk

    menggantikan model sebelumnya yaitu Raspberry Pi model A. Model

    ini direkomendasikan untuk digunakan dalam project yang tidak

    membutuhkan konektifitas Ethernet dan konsumsi listrik yang kecil.

    Keunggulan dari model ini adalah bentuknya yang relatif lebih kecil

    ketimbang dua model lain.

    Gambar 2.1 Raspberry Pi 1 Model A+

    2. Raspberry Pi 1 Model B+

    Model B+ diluncurkan pada bulan Juli 2014, memiliki spesifikasi 4

    buah port USB, 40 pin GPIO, Ethernet, HDMI, port audio dan micro sd

    sebagai tempat penyimpanan sistem operasi. Model ini

    direkomendasikan untuk para pemula yang baru mulai belajar untuk

  • 12

    membuat project menggunakan Raspberry Pi. Dibanding Raspberry Pi

    model A+, model ini memiliki kapasitas RAM yang lebih besar, yaitu

    512 MB, dan juga memiliki sebuah port Ethernet dan port USB yang

    lebih banyak.

    Gambar 2.2 Raspberry Pi 1 Model B+

    3. Raspberry Pi 2 Model B

    Raspberry Pi 2 adalah generasi kedua dari Raspberry Pi. Model ini

    dirilis pada bulan Februari 2015 menggantikan Raspberry Pi 1 Model

    B+. Dibanding pendahulunya, model ini memiliki prosesor yang lebih

    mumpuni, yaitu prosesor Quad-Core ARM Cortex-A7 CPU dengan

    kecepatan 900MHz, dan juga dilengkapi dengan 1GB RAM. Untuk

    bentuk dan fitur, model ini memiliki kemiripan dengan model

    Raspberry Pi 1 model B+.

  • 13

    Gambar 2.3 Raspberry Pi 2 Model B

    2.3. Sensor

    Sensor adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai perangkat

    masukan (input Devices). Tidak semua input merupakan sensor, tetapi

    hampir semua input menggunakan sensor. Misalnya saja mouse pada

    komputer atau trackpad, keyboard, atau bahkan webcam; perangkat-

    perangkat tersebut bukanlah merupakan sensor, tetapi sudah pasti salah satu

    komponen dalam perangkat tersebut merupakan sensor. Secara abstrak

    sensor adalah sebuah komponen untuk mengukur stimulus yang berada di

    luar sistem, kemudian data yang dihasilkan adalah berdasarkan pengukuran

    yang telah dilakukan. (Kimmo dan Tero Karvinen, 2014)

    2.3.1. Sensor Suhu LM35

    LM35 adalah komponen sensor suhu terkalibrasi yang berukuran

    kecil dengan tegangan keluaran terskala linear dengan suhu terukur, yakni

    10 mV per 1 Celsius. komponen ini mampu mengukur suhu hingga 100

    Celsius. LM35 disuplai dengan tegangan mulai dari 4V hingga 30V DC

  • 14

    dengan arus pengurasan sebesar 60 A. LM35 memiliki tingkat self-heating

    yang rendah, yakni kurang dari 0,1 Celsius pada keadaan udara normal.

    Gambar 2.4 Sensor suhu (LM35)

    2.4. Internet

    Internet adalah kumpulan dari jaringan yang menghubungkan komputer

    di seluruh dunia. Komputer terkoneksi ke internet dan berkomunikasi

    dengan menggunakan internet protocol (IP), yang membelah informasi

    menjadi packet (potongan data yang ditransmisikan secara terpisah) dan

    mengarahkannya ke tujuannya. Bersamaan dengan IP hampir semua

    komputer yang tersambung ke internet berkomunikasi dengan Transmission

    Control Protocol (TCP), dan kombinasi keduanya dinamakan TCP/IP.

    2.5. Web Site

    Web site adalah kumpulan dari banyak halaman, biasanya dalam format

    HTML (Hypertext Markup Language), yang berisi teks, grafis, dan elemen

    multimedia seperti flash, audio, ataupun video. Halaman utama dari sebuah

    site biasanya disebut dengan Home Page, berisi tautan menuju ke dokumen

  • 15

    lain di site tersebut dengan menggunakan Hyperlinks. Semua halaman web

    disimpan pada sebuah web server. (Richard Wagner, 2011)

    2.5.1. HTML

    Sebuah halaman web ditulis dalam Hypertext Markup Language

    (HTML), sebuah bahasa berbasis tag yang digunakan untuk menyajikan

    informasi. HTML terdiri dari dua tipe data:

    a. Content: teks dan grafis yang akan ditampilkan pada halaman web

    b. Instructions: elemen format yang terdefinisi, atau tags, untuk

    menentukan bagaimana teks dan grafis akan ditampilkan dan

    disusun pada sebuah halaman. Instruksi ini tidak akan tampak saat

    halaman web ditampilkan pada web browser. (Richard Wagner,

    2011)

    2.5.2. Cascading Style Sheet (CSS)

    Cascading style sheet (CSS) adalah sebuah bahasa untuk

    mendeskripsikan tampilan dari sebuah dokumen yang ditulis dalam bahasa

    markup seperti HTML misalnya. Dengan CSS maka akan dapat mengatur

    warna tulisan, bentuk huruf, jarak antar paragraf, ukuran kolom, gambar

    latar atau warna latar yang akan digunakan, dan berbagai variasi efek visual.

    Salah satu keuntungan utama dari CSS adalah satu CSS yang sama dapat

    digunakan lebih dari satu halaman, yang artinya keseluruhan style dari satu

    website dapat diatur tanpa harus mengganti di tiap halamannya. CSS

    biasanya digunakan untuk mengatur tampilan visual dari sebuah halaman

    web, dan dikombinasikan dengan HTML atau XHTML (digunakan untuk

  • 16

    mendeskripsikan konten) dan JavaScript (yang digunakan untuk

    menambahkan kesan interaktif pada sebuah halaman). (Ian Pouncey dan

    Richard York, 2011)

    2.5.3. PHP

    PHP adalah bahasa pemrograman untuk pengembangan web di sisi

    server paling populer, diperkirakan digunakan oleh paling tidak 78.9% dari

    semua website yang beredar.

    PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf di tahun 1995, dan awalnya PHP

    adalah akronim dari Personal Home Page (Tools), meskipun sekarang

    lebih dikenal sebagai akronim rekursif dari PHP: Hypertext Preprocessor.

    Bahasa pemrograman PHP dikelola, diawasi, dan dikembangkan oleh

    sebuah kelompok pengembang yang dikenal dengan The PHP Group,

    yang terus mendistribusikan bahasa pemrogramannya secara gratis lewat

    website resmi PHP.

    Kode PHP pada umumnya diinterpretasikan, diproses, dan

    diterjemahkan menggunakan web server dengan sebuah module PHP yang

    sudah terpasang pada server tersebut, sehingga memungkinkan PHP untuk

    ditanamkan pada sebuah dokumen markup HTML dengan ekstensi .php.

    PHP digunakan untuk menangani pemrosesan data yang kompleks

    agar data dinamis dapat muncul di halaman web, misalnya seperti kalkulasi

    matematis, dan interaksi dengan database. PHP membuat developer dapat

    menjadikan HTML yang awalnya hanya berisi konten statis menjadi sebuah

  • 17

    halaman yang responsif terhadap permintaan pengguna. (Callum Hopkins,

    2013)

    2.5.4. JavaScript

    JavaScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang dapat

    menambahkan animasi, interaksi, dan efek visual dinamis ke HTML.

    JavaScript dapat membuat halaman web menjadi lebih berarti dengan

    menambahkan umpan balik yang cepat. Sebagai contoh, JavaScript dapat

    memberikan pesan kesalahan dengan segera saat pengguna melakukan

    submit pada sebuah web form namun ada salah informasi yang tidak lengkap.

    (David Sawyer McFarland, 2011)

    2.5.5. Bootstrap

    Bootstrap adalah front-end framework yang di dalamnya terdapat

    CSS dan JavaScript untuk mempermudah pengembang dalam memulai

    pengembangan sebuah web. Pengembang yang beralih ke pengembangan

    front-end dari bahasa pemrograman untuk sisi server seperti Java atau PHP

    akan merasakan kesulitan saat harus berurusan dengan CSS dan JavaScript;

    namun dengan bootstrap para pengembang dapat berkonsentrasi hanya pada

    penulisan HTML yang baik, dan menyerahkan CSS dan JavaScript kepada

    Bootstrap.

    Bootstrap dikembangkan pada tahun 2011 oleh dua orang

    pengembang web di twitter, Mark Otto dan Jacob Thornton. Tujuan

    utamanya adalah untuk menjaga konsistensi dan mempermudah perawatan

    pada kode yang mereka buat. (Syed Fazle Rahman, 2014)

  • 18

    2.6. Database MySQL

    Database adalah sebuah koleksi dokumen yang terstruktur atau data yang

    tersimpan pada sebuah sistem komputer dan diatur sedemikian rupa

    sehingga dapat dicari dengan cepat dan informasi bisa segera didapatkan.

    SQL pada MySQL adalah akronim dari Structured Query Language.

    Sebuah database MySQL berisi satu atau banyak table, setiap table berisi

    record (data) atau row (baris). Dalam baris ini terdapat berbagai column

    (kolom) atau fields yang berisi data.

    2.7. Android

    Android merupakan Operationg System (OS) mobile open source yang

    tumbuh di tengah OS lainnya yang berkembang dewasa ini. Android

    menawarkan sebuah lingkungan yang berbeda untuk pengembang. Android

    merangkul semua ide mengenai komputasi serbaguna untuk perangkat

    genggam. Android merupakan Platform yang lengkap dimana OS berbasis

    linux menangani pengaturan kerja perangkat, memory, dan proses.

    Sementara Java Libraries Android menanangani proses telephony, video,

    speech, graphic, connectivity, UI programming, dan beberapa aspek lain

    dari perangkat genggam tersebut. (Satya Komatineni dan Dave MacLean,

    2012)

  • 19

    2.7.1. Arsitektur Android

    Sistem operasi Android dibangun berdasarkan kernel Linux dan

    memiliki arsitektur seperti pada Gambar 2.2

    Gambar 2.5 Arsitektur Android (Satya dan Dave, 2012)

    Inti dari Platform Android adalah sebuah Linux Kernel yang

    bertanggung jawab atas Driver dari suatu perangkat Android, akses

    Resource, Power Management, dan tugas OS lainnya. Kernel juga

    bertindak sebagai lapisan antara hardware dan seluruh software.

    Menuju ke tingkat selanjutnya, yaitu tempat di mana fitur-fitur

    Android berada, berisi kumpulan libraries dalam bahasa C/C++ . Biasanya

    para pembuat aplikasi mengakses libraries untuk menjalankan aplikasinya.

    Selanjutnya adalah Android Runtime, berisi satu set libraries inti

    yang menyediakan sebagian besar fungsi yang tersedia di libraries inti dari

    bahasa pemrograman Java. Setiap aplikasi akan berjalan sebagai proses

    sendiri pada Dalvik Virtual Machine (DVM).

  • 20

    Pengembang Aplikasi memiliki akses penuh ke Android sama

    dengan aplikasi inti yang telah tersedia. Pengembang dapat dengan mudah

    mengakses informasi lokasi, mengatur alarm, menambah pemberitahuan

    ke status bar dan lain sebagainya. Arsitektur aplikasi ini dirancang untuk

    menyederhanakan penggunaan komponen jika ingin digunakan lagi,

    aplikasi apa pun dapat menggunakan kemampuan mereka sesuai batasan

    keamanan.

    Aplication adalah lapisan paling atas, berisi serangkaian aplikasi

    yang terdapat pada perangkat mobile. Aplikasi-aplikasi ini ditulis dengan

    bahasa pemrograman Java. Kalender, kontak, SMS, Alarm, dan lainnya

    adalah merupakan beberapa contoh aplikasi inti yang ada pada Android.

    (Stephanus Hermawan S, 2011)

    2.7.2. Komponen Dasar

    Aplikasi Android ditulis dalam bahasa pemrograman Java, Java

    mengompilasi kode bersama dengan data resources dan file yang

    dibutuhkan oleh aplikasi di-bundle ke dalam paket Android, file arsip

    ditandai dengan .apk.

    Komponen aplikasi pada Android terdiri dari 4 komponen utama, yaitu:

    a. Activities

    Activities merupakan potongan kode executable yang menyajikan UI

    secara visual dimulai oleh pengguna maupun sistem operasi dan

    berjalan selama diperlukan. Masing-masing Activities menunjukkan

  • 21

    satu layar untuk pengguna. Activities yang tidak aktif akan dimatikan

    oleh sistem operasi untuk menghemat memori.

    b. Services

    Services tidak memiliki visual User Interface (UI), melainkan berjalan

    di Background untuk waktu yang tidak terbatas. Contoh dari Services

    adalah MP3 player yang akan terus memainkan file MP3 sesuai urutan

    file, walaupun pengguna menggunakan aplikasi lain.

    c. Broadcast Receiver

    Broadcast Receiver merupakan komponen yang menerima dan

    bereaksi untuk menyiarkan Notification. Contoh dari Notification

    tersebut adalah seperti pemberitahuan bahwa daya baterai tinggal

    sedikit, file telah berhasil dipindahkan dan lain sebagainya.

    d. Content Provider

    Content Provider diciptakan untuk berbagi data dengan Activities lain

    atau Services. Sebuah Content Provider menggunakan antarmuka

    standar dalam bentuk URI untuk memenuhi permintaan data dari

    aplikasi lain.

    2.8. Extensible Markup Language (XML)

    XML adalah singkatan dari Extensible markup language, pada awal

    kemunculannya XML kurang populer, namun setelah beberapa tahun,

    XML menjadi pusat perhatian dan mulai merambah dunia data exchange.

  • 22

    Ada dua kegunaan utama dari XML: yang pertama adalah untuk

    merepresentasikan low-level data, contohnya file konfigurasi. Kegunaan

    kedua adalah untuk menambahkan metadata ke suatu dokumen; contohnya

    menambahkan style bold atau italic ke suatu baris dalam sebuah laporan.

    Mudahnya kegunaan yang kedua mirip dengan HTML. (Joe Fawcett, dkk.,

    2012)

    2.9. Unified Modeling Language

    Unified Modeling Language adalah standar bahasa pemodelan untuk

    pengembangan perangkat lunak dan sistem. Sebuah Model adalah abstraksi

    dari hal yang sebenarnya. Ketika melakukan pemodelan, abstrak yang

    dibuat akan jauh dari bagian yang tidak relevan atau mungkin berpotensi

    menjadi hal yang membingungkan. Model adalah penyederhanaan dari

    sistem yang sebenarnya, sehingga memungkinan untuk dapat memahami,

    mengevaluasi, dan mencari celah dari sebuah desain dan sistem lebih cepat

    daripada menelusuri sistem yang sebenarnya.

    Bahasa pemodelan dapat berupa Pseudo-code, actual code, gambar,

    diagram, atau mungkin berupa tulisan berupa deskripsi panjang; intinya apa

    saja yang dapat membantu untuk mendeskripsikan sistem yang akan dibuat.

    2.9.1. Use Case

    Use Case diagram adalah sebuah kejadian (atau situasi) dimana

    sistem akan memenuhi kebutuhan penggunanya. Use case adalah jantung

    dari model yang dibuat, dimana akan sangat mempengaruhi dan menuntun

  • 23

    seluruh elemen lain saat pemodelan sistem. Use case adalah awalan yang

    sempurna untuk melakukan pengembangan, pemodelan, pengetesan, dan

    dokumentasi sitem berorientasi objek dari segala sisi. (Kim Hamilton dan

    Russell Miles, 2006)

    Gambar 2.6 Contoh Use Case diagram

    2.9.2. Activity Diagram

    Activity diagram memungkinkan kita untuk menentukan bagaimana

    sistem akan akan menyelesaikan tujuannya. Activity diagram

    menampilkan langkah-langkah tingkat tinggi yang saling berhubungan

    untuk merepresentasikan sebuah proses yang berlangsung pada sistem.

    (Kim Hamilton dan Russell Miles, 2006)

  • 24

    Gambar 2.7 Contoh Activity diagram

    2.9.3. Sequence Diagram

    Sequence diagram adalah salah satu anggota penting dalam

    kelompok diagram yang dikenal dengan nama interaction diagram.

    Sequence diagram berguna untuk memberi gambaran mengenai susunan

    dari interaksi antar bagian dari sebuah sistem. Dengan sequence diagram,

    maka akan dapat mendeskripsikan interaksi mana yang akan terpicu jika

    suatu perintah dijalankan. Sequence diagram dapat menampilkan banyak

    informasi lain tentang interaksi, tapi kegunaan utamanya adalah

    menampilkan secara sederhana dan mudah bagaimana sistem

  • 25

    berkomunikasi secara tersusun sesuai urutan kejadian dalam sebuah

    interaksi. (Kim Hamilton dan Russell Miles, 2006)

    Gambar 2.8 Contoh Sequence diagram

    2.9.4. State Machine Diagram

    State machine diagram terdiri dari states, digambarkan dengan

    persegi dengan sisi bulat, dan transistion digambarkan dengan

    panah yang menyambungkan antar states. Transition

    merepresentasikan perubahan dari states, atau bagaimana untuk

    sampai ke suatu state dan kemudian berpindah ke state selanjutnya.

    Sebuah state akan aktif ketika masuk melaui sebuah transition, dan

    state akan menjadi tidak aktif saat keluar melalui transition. (Kim

    Hamilton dan Russell Miles, 2006)

  • 26

    Gambar 2.9 Contoh State machine diagram

    2.9.5. Deployment Diagram

    Deployment diagram menampilkan gambaran fisik dari sebuah

    sistem, membawa perangkat lunak ke dunia nyata dengan menampilkan

    bagaimana perangkat lunak dipasang di perangkat keras dan bagaimana

    tiap bagiannya berkomunikasi. Deployment diagram seharusnya

    menampilkan rincian dari sistem yang penting bagi pengguna. Jika merasa

    perlu untuk menampilkan perangkat keras, firmware, sistem operasi,

    runtime environments, atau mungkin driver perangkat dari sistem yang

    dibuat, maka komponen tersebut harus di masukkan ke dalam deployment

    diagram. (Kim Hamilton dan Russell Miles, 2006)

    Gambar 2.10 Contoh Deployment diagram

  • 27

    BAB III

    ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

    3.1. Analisis Kebutuhan Monitoring Suhu Ruangan Server

    Universitas Darma Persada (UNSADA) memiliki sebuah ruangan yang

    di dalamnya terdapat beberapa PC server. Server tersebut berisi data-data

    penting seperti data nilai, data mahasiswa, dan data-data untuk keperluan

    aplikasi web unsada. Server harus selalu siap diakses kapanpun, siang

    maupun malam, oleh karena itu server diharuskan selalu aktif, bekerja tanpa

    henti setiap harinya. Seperti peralatan elektronik lain, PC server juga dapat

    menjadi panas jika dinyalakan dalam waktu yang lama, salah satu yang

    mempengaruhi seberapa cepat terjadinya panas pada PC server adalah suhu

    ruangan yang tidak kondusif. Oleh karena itu, ruangan server harus selalu

    dijaga dalam keadaan dingin agar tidak terjadi panas yang berlebihan pada

    PC server. Untuk mendapatkan suhu ruangan server yang selalu terjaga

    tentunya diperlukan pengecekan suhu ruangan secara berkala, namun hal

    tersebut bisa saja merepotkan, karena kita diharuskan untuk datang ke

    ruangan server dan melakukan pengecekan pada waktu-waktu tertentu. Jika

    saja kita bisa memonitoring keadaan ruagan server dari mana saja, dan

    kapan saja, tanpa harus datang langsung ke ruangan server dan melakukan

    pengecekan, pasti akan sangat membantu.

    Dari masalah tersebut, ditemukan adanya kebutuhan akan suatu sistem

    yang dapat memonitoring suhu rungan server, yang kemudian informasi

  • 28

    suhu ruagan dapat dilihat dimana saja, dan tentu juga dapat memberitahu

    admin server jika terjadi overheat pada ruangan server agar dapat ditangani

    secepatnya dan tidak menimbulkan kerusakan pada PC server. Pada sistem

    monitoring ini, batas aman suhu pada ruangan server adalah 27 Celsius,

    jika mendekati suhu tersebut maka sistem akan memberikan notifikasi

    kepada user.

    Pembuatan sistem akan dimulai dari perancangan mulai dari perangkat

    keras yang akan digunakan untuk memonitoring ruangan server, yaitu

    Raspberry Pi, sensor suhu, dan webcam. Raspberry Pi dipilih bukan hanya

    karena ukurannya yang kecil, tapi juga karena kemampuannya yang

    menyerupai komputer pada umumnya, sehingga dapat digunakan untuk

    berbagai keperluan mulai dari penggunaan biasa hingga untuk pembuatan

    project yang bersifat eksperimental seperti membuat robot, selain itu harga

    dari Raspberry Pi juga tidak terlalu mahal, Raspberry Pi yang digunakan

    pada pembuatan sistem ini adalah Raspberry Pi model B+. Setelah

    perancangan perangkat keras sistem monitoring selesai dibuat selanjutnya

    akan dilakukan perancangan aplikasi web dan android untuk client, yang

    berfungsi untuk melihat data suhu serta menerima notifikasi jika terjadi

    panas yang berlebihan pada ruang server.

    3.2. Perancangan Sensor Suhu

    Perangkat sensor suhu yang akan dibuat menggunakan sensor LM35DZ,

    juga akan dipasangkan alarm dan AVR ATtiny85 yang ditanamkan AVR

  • 29

    USB (V-USB) sehingga bisa dikenali sebagai perangkat USB dan

    berkomunikasi melalui port USB. Dengan perantara library LibUSB,

    komputer dapat mengirimkan perintah untuk membaca suhu, dan

    mengendalikan alarm.

    Gambar 3.1 Skematik sensor suhu

    3.3. Perancangan Sistem

    Perancangan sistem dibuat dengan menggunkan Unified Modelling Language

    (UML) diagram yang digunakan antara lain Use case diagram, Sequence Diagram,

    Activity diagram, State Machine Diagram, dan Deployment Diagram.

    3.3.1. Use Case Diagram

    Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai perancangan use case

    untuk aplikasi monitoring dan sistem monitoring.

    3.3.1.1. Use Case Aplikasi Monitoring

    Use case dibawah ini menerangkan mengenai interaksi apa

    saja yang dapat dilakukan user saat menggunakan aplikasi

    monitoring, baik itu melalui aplikasi web, maupun aplikasi android.

  • 30

    Konten yang disajikan pada kedua aplikasi tersebut hampir mirip,

    perbedaan hanya terletak pada desain penyajian data.

    Gambar 3.2 Use case diagram aplikasi web dan android

    3.3.1.2. Use Case Sistem Monitoring

    Use case berikut menggambarkan, apa-apa saja yang dapat

    dilakukan oleh Raspberry Pi sebagai sistem yang bertugas

    mengambil data dari sensor yang kemudian akan dikirimkan ke

    database.

  • 31

    Gambar 3.3 Use case sistem monitoring

    3.3.2. Sequence Diagram

    Sequence diagram yang akan ditampilkan adalah berdasarkan use

    case diagram aplikasi monitoring yang sudah diterangkan sebelumnya. Dari

    use case tadi, akan dipecah menjadi dua sequence, yaitu sequence untuk

    aplikasi web dan android.

    3.3.2.1. Sequence Diagram Website Aplikasi Monitoring

    Sequence diagram berikut menunjukkan interaksi yang

    diperlukan agar user dapat melihat konten yang ingin dilihat pada

    website monitoring.

    Gambar 3.4 Sequence aplikasi web monitoring

  • 32

    3.3.2.2. Sequence Diagram Aplikasi Android

    Sequence untuk aplikasi android ini tidak jauh berbeda

    dengan yang ada pada aplikasi web, namun ada sedikit tambahan,

    yaitu aplikasi android mempunyai fitur notifikasi yang akan langsung

    memberi tahu user pada ponselnya jika suhu mulai naik.

    Gambar 3.5 Sequence aplikasi android

    3.3.3. Activity Diagram

    Activity diagram juga akan membahas alur yang dapat ditempuh user

    dalam menjalankan aplikasi, baik itu aplikasi web maupun aplikasi android.

    3.3.3.1. Activity Diagram Website Aplikasi Monitoring

    Pada diagram ini jelaskan, user dapat memilih untuk

    melihat konten yang tersedia pada aplikasi web. Untuk menu data

    grafik, user dapat memilih range waktu data yang akan ditampilkan.

  • 33

    Gambar 3.6 Activity diagam aplikasi web

    3.3.3.2. Activity Diagram Aplikasi Android

    Activity diagram untuk aplikasi android tidak jauh berbeda,

    hanya saja tidak ada pilihan untuk mengganti range waktu

    pada aplikasi android.

  • 34

    Gambar 3.7 Activity diagram aplikasi android

    3.3.3.3. Activity Diagram Notifikasi Email

    Activity diagram ini menjelaskan alur terjadinya notifikasi

    email pada Raspberry Pi. Setelah data suhu diakuisisi, kemudian

    data suhu akan langsung disimpan pada database, setelah itu akan

    dilakukan pengecekan, jika nilai suhu melebihi batas aman, maka

    email pemberitahuan akan dikirimkan.

  • 35

    Gambar 3.8 Activity diagram notifikasi email

    3.3.3.4. Activity Diagram Notifikasi Android

    Pada aplikasi android juga terdapat notifikasi yang akan

    muncul setelah nilai suhu diperbarui, jika nilai yang didapat melebihi

    batas aman, maka secara otomatis aplikasi akan memunculkan

    notifikasi.

  • 36

    Gambar 3.9 Activity diagram notifikasi aplikasi android

    3.3.4. State Machine Diagram

    State machine diagram akan menjelaskan perubahan yang terjadi

    pada sistem saat sistem sedang berjalan. State yang akan dijelaskan pada

    bagian ini adalah state pada sensor suhu dan Raspberry Pi.

    3.3.4.1. State Machine Diagram Sensor Suhu

    State pada sensor suhu tidak terlalu rumit, karena sehabis

    sensor dinyalakan, sensor akan selalu dalam keadaan idle, sensor

    akan menunggu request yang datang dari PC ataupun Raspberry Pi.

    Saat ada request maka dengan segera sensor akan mengambil data

    kemudian mengirimkannya kembali kepada perangkat yang meminta

    data suhu tersebut, dan kemudian sensor kembali ke posisi idle.

  • 37

    Gambar 3.10 State machine diagram sensor suhu

    3.3.4.2. State Machine Diagram Raspberry Pi

    Alur yang terjadi pada Raspberry Pi saat perintah

    pencatatan suhu sedikit lebih banyak ketimbang alur pada sensor

    suhu. Perubahan yang tercatat mulai dari script berisi perintah

    dijalankan, pengambilan data dari sensor, hingga mengirimkan

    notifkasi email jika terjadi masalah dan mengirimkan data ke

    database untuk disimpan.

    Gambar 3.11 State machine diagram Raspberry Pi

  • 38

    3.3.5. Deployment Diagram

    Deployment diagram akan menjelaskan bagaimana sistem saling

    berhubungan, mulai dari perangkat untuk mengambil data, yaitu sensor suhu

    dan webcam yang tersambung pada Raspberry Pi, hingga perangkat untuk

    melihat data yang telah diambil, yaitu client PC dan smartphone android.

    Gambar 3.12 Deployment diagram keseluruhan sistem

    3.4. Rancangan Database

    Database diperlukan untuk menyimpan data suhu yang telah diambil

    secara berkala oleh sensor suhu dan Raspberry Pi. Data yang tersimpan di

  • 39

    database nantinya akan diolah agar menjadi informasi yang berguna. Database

    untuk sistem ini hanya memiliki satu tabel dengan spesifikasi kolom sebagai

    berikut;

    Gambar 3.13 Struktur tabel penyimpanan data suhu

    3.5. Rancangan Arsitektur

    Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai perancangan arsitektur baik itu

    pada sistem monitoring suhu, aplikasi web dan aplikasi android.

    3.5.1. Rancangan Arsitektur Sistem Monitoring

    Pada arsitektur sistem monitoring terdapat sensor suhu dan webcam

    sebagai alat untuk mendapatkan data, kemudian Raspberry Pi

    sebagai perangkat untuk mengirimkan data yang telah diakuisisi ke

    database. Antara Raspberry Pi dan database disambungkan dengan

    local network.

  • 40

    Gambar 3.14 Arsitektur sistem monitoring suhu

    3.5.2. Rancangan Arsitektur Aplikasi Web

    Pada arsitektur ini antara client dan server akan dihubungkan melalui

    internet. Client akan melakukan request ke server untuk mendapatkan

    informasi mengenai kondisi suhu terakhir.

    Gambar 3.15 Arsitektur aplikasi web

  • 41

    3.5.3. Rancangan Arsitektur Aplikasi Android

    Tidak jauh berbeda dengan arsitektur aplikasi web, aplikasi android

    juga melakukan request ke server untuk mendapatkan data kondisi

    suhu terakhir.

    Gambar 3.16 Arsitektur aplikasi android

    3.6. Rancangan Tampilan

    Sebelum mulai membuat kode pemrograman, kita perlu terlebih dahulu

    membuat tampilan, agar dalam pengerjaannya nanti kode pemrograman yang

    dibuat dapat menyatu dengan baik dengan tampilan yang sudah dirancang

    sebelumnya.

  • 42

    3.6.1. Rancangan Tampilan Web

    Tampilan web direncanakan akan memuat data suhu saat ini, data

    suhu dalam bentuk grafik dengan range waktu yang bervariasi, serta

    halaman dengan konten berisi video streaming untuk memonitor ruang

    server.

    Gambar 3.17 Rancangan halaman depan web

    Gambar 3.18 Rancangan tampilan suhu saat ini

  • 43

    Gambar 3.19 Rancangan Tampilan Grafik

    Gambar 3.20 Rancangan Tampilan halaman streaming video

    Video Streaming

  • 44

    3.6.2. Rancangan Tampilan Android

    Komposisi tampilan pada android tidak jauh berbeda dengan

    tampilan web, hanya saja tata letaknya dibuat dengan aturan android agar

    data dapat disajikan dengan baik.

    Gambar 3.21 Rancangan tampilan halaman awal aplikasi android

    Gambar 3.22 Rancangan tampilan data grafik android

  • 45

    Gambar 3.23 Rancangan tampilan halaman streaming android

  • 46

    BAB IV

    IMPLEMENTASI SISTEM

    4.1. Implementasi Sistem Monitoring

    Sistem monitoring terdiri dari Raspberry Pi sebagai pusat pengaturan,

    Sensor suhu sebagai alat pengambilan data, dan webcam sebagai perangkat

    untuk mendapatkan data berupa video. Ketiga alat tersebut dihubungkan

    menjadi satu rangkaian yang berfungsi untuk mengambil data suhu dan

    mengambil gambar video yang nantinya akan digunakan sebagai sumber

    informasi untuk mengetahui keadaan ruang server.

    Raspberry Pi yang digunakan dalam sistem ini adalah Raspberry Pi

    model B+ dengan spesifikasi:

    a. Prosesor : Broadcom BCM2835 700MHz

    b. RAM : 512 MB

    c. Memori : 8 GB (Micro SD)

    d. Output : HDMI, 3mm Audio Jack

    e. USB : 4 USB ports

    f. Ekstra : 40 pin extended GPIO

    g. Sistem Operasi : Linux Raspbian

    h. Bahasa Pemrograman : BASH dan perintah Linux

  • 47

    Gambar 5.1 Raspberry Pi model B+

    Perangkat sensor suhu akan menggunakan LM35DZ sebagai alat untuk

    mengakuisisi data suhu ruangan. Sensor akan dirangkai pada sebuah circuit

    board dengan ditambahkan beberapa perangkat lain. Perangkat yang

    ditambakan salah satunya adalah mikrokontroller untuk menyimpan data

    LibUSB agar perangkat sensor suhu dikenal sebagai perangkat USB.

    Perangkat lain yang ditambahkan ada Buzzer atau Alarm yang akan

    berbunyi dalam kondisi tertentu.

  • 48

    Gambar 5.2 Sensor Suhu

    Gambar diatas adalah gambar sensor suhu, komponen yang berfungsi

    untuk mengakuisisi data suhu adalah komponen yang berwarna hitam

    dengan kabel berwarna putih yang berada pada sisi kanan gambar ,

    ditunjukkan dengan angka satu. Port USB juga terdapat pada bagian kanan

    gambar, dekat dengan komponen sensor suhu, ditunjukkan dengan angka

    dua. Buzzer berada pada bagian tengah gambar, komponen dengan ujung

    berwarna hitam dengan kabel kombinasi antara hitam dan biru, ditunjukkan

    dengan angka tiga.

    Webcam yang digunakan adalah webcam konvensional yang banyak

    beredar secara umum, tidak ada spesifikasi khusus dalam pemilihan webcam,

    yang terpenting adalah webcam dapat mengambil gambar tanpa henti agar

    tidak ada kejadian yang terlewat saat user melakukan streaming untuk

    memonitoring keadaan ruangan.

    1

    3 2

  • 49

    Gambar 5.3 Webcam

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketiga perangkat tersebut

    akan dihubungkan agar proses pengambilan data dapat dilakukan. Sensor

    dan webcam akan disambungkan ke Raspberry Pi dengan menggunakan

    USB, sedangkan Raspberry Pi akan disambungkan ke jaringan lokal yang

    memiliki akses internet agar dapat mengirimkan data suhu ke database dan

    juga dapat mengirimkan notifikasi email jika ruangan server berada dalam

    kondisi tertentu. Gambar dibawah ini akan menampilkan sistem monitoring

    yang sudah disambungkan menjadi satu dan siap dipasang pada ruangan

    server.

    Gambar 5.4 Sistem monitoring suhu yang telah saling disambungkan

  • 50

    4.2. Implementasi Aplikasi Web

    Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai spesifikasi perangkat yang

    digunakan dalam mengakses web dan hasil uji coba sewaktu mengakses halaman

    web menggunakan perangkat yang sudah ditentukan.

    4.2.1. Spesifikasi Perangkat

    Aplikasi web yang telah dibuat akan ditempatkan di sebuah web

    server dan akan diakses oleh client dari sebuah komputer dengan

    menggunakan web browser. Pada tahap uji coba ini akan dilakukan

    percobaan untuk mengakses halaman web sebagai client yang kemudian

    akan mencoba mengakses halaman web yang didalamnya berisi informasi

    suhu ruangan server dan beberapa fitur lainnya. Komputer yang digunakan

    untuk uji coba akses web monitoring suhu adalah sebagai berikut:

    a. Processor : Intel Core i5-3317

    b. RAM : 4096 MB

    c. Harddisk : 500 GB

    d. Input : Keyboard dan mouse standar

    e. Monitor : LED 14

    f. Sistem Operasi : Windows 7 Professional 64-bit

    g. Browser : Google Chrome Versi 44

    Setelah komputer yang akan digunakan untuk melakuan pengujian siap,

    maka selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk mengakses halaman web.

  • 51

    4.2.2. Uji Coba Aplikasi Web

    Uji coba dilakukan dengan melakukan akses dari komputer client,

    kemudian halaman webakan ditelusuri satu per satu untuk mengetahui apakah

    seluruh halaman web berfungsi dengan baik tanpa adanya error.

    4.2.2.1. Halaman Utama

    Halaman ini adalah halaman yang akan muncul saat

    pertamakali mengakses web monitoring suhu. Halaman ini berisi

    menu untuk mengakses dua menu lainnya.

    Gambar 5.5 Tampilan halaman utama

    4.2.2.2. Halaman Info Temperatur Dan Data Grafik

    Pada halaman ini terdapat dua konten sekaligus, yang

    pertama adalah konten yang berisi informasi mengenai nilai suhu

    terakhir yang diakuisisi oleh sensor suhu, nilai yang utama yang

    ditampilkan adalah dalam bentuk Celsius namun pada bagian

    bawahnya terdapat pula informasi tambahan berupa nilai suhu yang

    sudah dikonversi dari satuan Celsius menjadi satuan Fahrenheit,

    Kelvin, Reaumur.

  • 52

    Gambar 5.6 Tampilan info temperatur terakhir

    Konten selanjutnya ada di bagian bawah dari info

    temperatur. Konten ini akan memberikan informasi berupa data-

    data nilai suhu yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Data grafik

    yang ditampilkan dapat disesuaikan dengan cara memilih menu

    yang ada pada bagian kiri halaman.

    Gambar 5.7 Tampilan konten data grafik

  • 53

    4.2.2.3. Halaman Streaming Video

    Halaman ini menampilkan hasil pengambilan gambar yang

    dilakukan oleh webcam. Konten yang ditampilkan pada halaman

    ini adalah berupa streaming video yang menampilkan keadaan

    suatu ruangan. Streaming akan dimulai saat client membuka

    halaman ini, dan akan berhenti jika client berpindah halaman atau

    terjadi error di sisi client maupun server yang menyebabkan

    streaming terhenti.

    Gambar 5.8 Tampilan halaman streaming video

    4.3. Implementasi Aplikasi Android

    Aplikasi android memiliki menu yang hampir sama dengan yang ada pada

    halaman web, hanya saja tampilan pada aplikasi android disesuaikan agar

    kompatibel dengan layar smartphone android yang berukuran lebih kecil

    ketimbang monitor komputer, dan aplikasi android dibuat dengan menggunakan

  • 54

    bahasa pemrograman yang berbeda dengan aplikasi web, sehingga perlu ada

    beberapa penyesuaian juga dalam script yang dibuat agar dari segi fungsi dan

    tampilan tidak jauh berbeda dengan yang sudah dibuat pada aplikasi web.

    Implementasi aplikasi android ini akan menggunakan emulator android sebagai

    alat untuk melakukan uji coba aplikasi android. Emulator adalah sebuah

    perangkat lunak yang memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi android

    tanpa harus menggunakan smartphone.

    4.3.1. Spesifikasi Perangkat

    Perangkat yang digunakan dalam implementasi ini adalah berupa

    emulator yang merepresentasikan dan memiliki spesifikasi layaknya sebuah

    smartphone sungguhan. Emulator ini dioperasikan diatas sistem operasi

    windows 7. Emulator ini dapat dijadikan sebagai tempat uji coba aplikasi

    android baik itu untuk mencoba runtime secara normal, maupun runtime

    untuk mencari error di program yang telah kita buat. Spesifikasi perangkat

    keras yang digunakan dalam emulator tersebut adalah sebagai berikut:

    a. Processor : ARM (armeabi-v7a)

    b. RAM : 343 MB

    c. Memori Internal : 200 MB

    d. Memori External : 512 MB

    e. Ukuran Layar : 4, 480 x 800 pixel

    f. Sistem Operasi : Android 4.4.2

    g. Bahasa Pemrograman : Java dan XML

  • 55

    4.3.2. Uji Coba Aplikasi Android

    Uji coba dilakukan dengan cara menjalankan aplikasi yang sudah

    ter-install pada emulator. Aplikasi yang dijalankan bertindak seperti

    layaknya client pada aplikasi web. Aplikasi akan melakukan akses ke

    database unuk mendapatkan data suhu untuk ditampilkan pada aplikasi.

    Pada aplikasi android ini terdapat tiga menu yang mirip dengan yang ada

    pada aplikasi web, untuk mengakses tiap halamannya hanya perlu

    melakukan swipe pada layar smartphone agar halaman berpindah.

    4.3.2.1. Halaman Informasi Suhu Terakhir

    Halaman yang berisi informasi suhu terakhir adalah

    halaman pertama yang muncul saat aplikasi android pertama kali.

    Berisi informasi mengenai informasi nilai suhu terakhir yang

    tersimpan di database. Warna tulisan pada halaman ini akan

    berubah sesuai nilai suhu yang ditampilkan, jika dalam keadan

    normal akan berwarna biru, akan berubah menjadi jingga jika suhu

    mulai naik, dan akan menjadi merah jika suhu sudah melebihi batas

    normal.

  • 56

    Gambar 5.9 Tampilan saat suhu normal

    Gambar 5.10 Tampilan saat suhu mulai naik

  • 57

    Gambar 5.11 Tampilan saat suhu melebihi batas

    4.3.2.2. Halaman Data Grafik

    Halaman ini berisi data suhu yang disajikan dalam bentuk

    grafik namun tidak terdapat pilihan interval waktu seperti yang di

    sediakan pada halaman web.

    Gambar 5.12 Tampilan halaman data grafik

  • 58

    4.3.2.3. Halaman Streaming Video

    Halaman ini menampilkan konten serupa dengan yang ada

    pada aplikasi web, yaitu menampilkan streaming video yang

    menampilkan keadaan ruangan secara real-time.

    Gambar 5.13 Tampilan halaman streaming video

    4.3.2.4. Notifikasi

    Notifkasi bukan merupakan halaman tersendiri, melainkan

    sebuah service berupa peringatan yang berasal dari aplikasi android

    dan ditampilkan pada status bar. Notifikasi ini akan muncul jika

    ada perubahan tertentu pada suhu ruangan, jika notifikasi ini di-

    click maka akan langsung mengarahkan client menuju halaman

    utama aplikasi monitoring suhu.

  • 59

    Gambar 5.14 Tampilan saat notifkasi muncul

    4.3.3. Uji Coba Notifikasi Email

    Uji coba ini dilakukan dengan cara mengkondisikan suhu pada

    disekitar area sensor suhu untuk mensimulasikan dan memastikan apakah

    notifikasi email benar-benar terkirim.

    Gambar 5.15 Notifikasi saat suhu mulai naik

    Gambar 5.16 Notifikasi saat suhu mulai turun

  • 60

    4.4. Hasil Uji Coba

    Hasil uji coba dari sistem dan aplikasi yang telah dirancang sebelumnya,

    baik itu dari segi tampilan maupun dari segi program telah berjalan baik.

    Raspberry Pi sudah dapat menjalankan perintah untuk mendapatkan nilai

    suhu dari sensor suhu, dan kemudian mengirimkannya ke database, selain

    itu webcam yang disambungkan ke Raspberry Pi juga berfungsi dengan

    baik tanpa ada hambatan yang berarti.

    Dari segi program, aplikasi web sudah berjalan baik, dan tidak ada error

    yang mungkin bisa membuat aplikasi web tidak berfungsi. Tampilan

    aplikasi web juga sudah dibuat sedemikian rupa agar dapat menyesuaikan

    bentuk layar monitor komputer client, sehingga diharapkan setiap client

    mendapatkan tampilan konten yang baik.

    Aplikasi android juga sudah berjalan cukup baik dan sesuai yang

    diharapkan. Kendala dalam pengembangan aplikasi android adalah

    banyaknya perangkat android yang beredar namun tiap perangkat tersebut

    memiliki ukuran layar yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan tampilan di

    tiap perangkat kemungkinan berbeda, sehingga diperlukan penanganan

    ekstra agar tampilan konten dapat konsisten di tiap perangkat android.

    Secara keseluruhan sistem berjalan baik dan dapat digunakan seperti yang

    sudah direncanakan, dalam pemakaian normal sistem akan berjalan secara

    otomatis dan client dapat melihat hasilnya melalui aplikasi web maupun

    android

  • 61

    BAB V

    PENUTUP

    5.1. Kesimpulan

    Sistem dan aplikasi ini dirancang dan dibuat untuk mempermudah admin

    server dalam memonitoring keadaan ruagan tempat server berada, sehingga

    jika terjadi sesuatu pada server maka admin akan segera mengetahui dan

    dapat segera melakukan penanganan agar tidak menimpulkan dampak yang

    signifikan pada server tersebut. Sistem monitoring dibuat dengan

    menggunakan Raspberry Pi, sensor suhu dan webcam sebagai alat

    pengambilan data monitoring. Perintah untuk pengambilan data dan

    mengirimkan data ke database pada Raspbery Pi dibuat dengan

    menggunakan BASH script, sedangkan aplikasi dibuat dengan

    menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk aplikasi web dan Java untuk

    android. Sebagai tempat penyimpanan data, digunakan database MySQL

    yang sudah terkoneksi dengan sistem monitoring, aplikasi web dan juga

    aplikasi android.

    Dari penjelasan diatas, secara garis besar, dapat disimpulkan:

    1. Perintah untuk mengaktifkan webcam, melakukan pengambilan

    data menggunakan sensor suhu dan mengirimkan data ke database,

    dapat dilakukan dengan menggunakan BASH script.

  • 62

    2. Aplikasi web dan android dapat mengambil data dari database

    yang sama pada MySQL, sehingga hanya diperlukan satu buah

    database untuk menyimpan data-data suhu.

    3. Data-data suhu yang sudah terkumpul, dapat disajikan dalam

    bentuk grafik baik itu pada aplikasi web maupun aplikasi android.

    5.2. Saran

    Berikut adalah saran yang untuk pengembangan sistem dan aplikasi ini

    selanjutnya:

    1. Penambahan sensor lain, seperti misalnya sensor kelembapan

    udara,agar memungkinkan untuk memunculkan informasi lain

    selain informasi suhu.

    2. Hasil rekaman webcam dapat disimpan, sehingga nantinya dapat

    dilihat kembali untuk melakukan evaluasi.

    3. Jika memungkinkan, bisa menggunakan aplikasi kamera yang

    mendukung fitur motion detection, sehingga dapat mengetahui jika

    ada gerak-gerik tertentu di ruang server.

  • 63

    DAFTAR PUSTAKA

    Fawcett, Joe dkk. 2012. Beginning XML. Indiana: John Wiley & Sons.

    H, Nazruddin Safaat. 2012. ANDROID Pemrograman Aplikasi Mobile dan Tablet

    PC Berbasis Android . Bandung: Informatika Bandung.

    Hamilton, Kim dan Russel Miles. 2006. Learning UML 2.0. Sebastopol: OReilly.

    Hermawan, Stephanus. 2011. Mudah Membuat Aplikasi Android. Yogyakarta:

    Andi.

    Hopkins, Callum. 2013. Jump Start PHP. Collingwood: Sitepoint.

    Karvinen, Kimmo dan Tero Karvinen. 2014. Getting Started With Sensors.

    California: Maker Media.

    Komatineni, Satya dan Dave MacLean. 2012. Pro Android 4. New York: Apress.

    McFarland, David Sawyer. 2012. Javascript & jQuery: The Missing Manual,

    Second Edition. Sebastopol: OReilly.

    Pouncey, Ian dan Richard York. 2011. Beginning CSS: Cascading Style Sheet for

    Web Design, Third Edition. Indiana: Wiley Publishing, Inc.

    Rahman, Syed Fazle. 2014. Jump Start Bootstrap. Collingwood: Sitepoint.

    Rakhman, Edi dkk. 2014. Raspberry Pi - Mikrokontroler Mungil yang Serba Bisa.

    Yogyakarta: Andi.

    Wagner, Richard. 2011. Creating Web Page All-in-One For Dummies

    , 4th

    Edition. Indiana: Wiley Publishing, Inc.

    Waher, Peter. 2015. Learning Internet of Things. Birmingham: Packt Publishing.

    https://www.raspberrypi.org/

    http://www.ti.com/lit/ds/symlink/lm35.pdf

    http://tc99.ashraetcs.org/documents/

    https://www.raspberrypi.org/http://www.ti.com/lit/ds/symlink/lm35.pdfhttp://tc99.ashraetcs.org/documents/

  • LAMPIRAN

    1. Lembar bimbingan

    2. Source code aplikasi android

    3. Source code PHP

  • 1. Source code aplikasi android

    a. MainActivity.java

  • b. Fragment_current.java

  • 2. Sourcecode PHP

    a. Current_temperature.php

  • b. Get_xml.php

  • NIM : 2010230106

    NAMA LENGKAP : Achmad Sayuti

    DOSEN PEMBIMBING : Adam Arif Budiman, S.T., M.Kom.

    JUDUL SKRIPSI : PERANCANGAN SISTEM MONITORING

    SUHU MENGGUNAKAN RASPBERRY PI

    BERBASIS WEB DAN ANDROID PADA

    RUANG SERVER UNIVERSITAS

    DARMA PERSADA

    No. Pertemuan Tanggal Pokok Bahasan Paraf

    1. I 5 Mei 2015 Penyerahan Bab I

    2. II 15 Mei 2015 Uji coba perangkat, Raspberry Pi dan

    sensor suhu

    3. III 29 Mei 2015 Penyerahan Bab II

    4. IV 12 Juni 2015

    Menambahkan webcam ke dalam

    sistem monitoring , Revisi Bab II,

    penyerahan Bab III

    5. V 3 Juli 2015 Uji coba awal untuk mengetahui

    sistem sudah berfungsi, Revisi Bab III

    6. VI 31 Juli 2015 Penyerahan Bab IV dan Bab V

    7. VII 21 Agustus 2015 Revisi Bab IV dan Bab V, Persetujuan

    sidang isi

    8. VIII 31 Agustus 2015 Revisi Sidang isi, Persetujuan sidang

    akhir

    Jakarta, 2 September 2015

    Dosen Pembimbing

    Adam Arif Budiman, S.T., M.Kom.

    LEMBAR BIMBINGAN SKRIPSI

    TEKNIK INFORMATIKA DARMA PERSADA