PENUNTUN PRAKTIKUM VISKOSITAS BERBASIS KETERAMPILAN ILMIAH...¢  PENUNTUN PRAKTIKUM...

download PENUNTUN PRAKTIKUM VISKOSITAS BERBASIS KETERAMPILAN ILMIAH...¢  PENUNTUN PRAKTIKUM VISKOSITAS BERBASIS

of 16

  • date post

    18-May-2020
  • Category

    Documents

  • view

    7
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENUNTUN PRAKTIKUM VISKOSITAS BERBASIS KETERAMPILAN ILMIAH...¢  PENUNTUN PRAKTIKUM...

  • PENUNTUN PRAKTIKUM VISKOSITAS BERBASIS KETERAMPILAN

    PROSES SAINS MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING

    Darmaji 1)

    , Astalini 2)

    , Puspa Armandita 3)

    , Maison 4)

    124) Dosen Pendidikan Fisika Universitas Jambi

    3) Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jambi

    e-mail: darmaji@unja.ac.id

    Abstrak: Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang mampu menemukan dan

    mengembangkan fakta maupun konsep, penumbuhan dan pengembangan sikap serta nilai.

    Keterampilan proses sains akan berkontribusi secara produktif terhadap keunggulan dalam

    bidang pendidikan dan dapat diwujudkan dengan mengikuti penyelidikan di laboratorium

    sains. Untuk mendukung penyelidikan tersebut perlu adanya penuntun praktikum berbasis

    keterampilan proses sains, dilakukan suatu pengembangan pedoman praktikum berbasis

    keterampilan proses sains dengan model discovery learning. Tujuan dari penelitian ini yaitu

    untuk menghasilkan penuntun berbasis keterampilan proses sains dengan model discovery

    learning dan untuk mengetahui respon mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian

    pengembangan dengan menggunakan model Borg & Gall. Pengumpulan data dilakukan

    melalui lembar validasi dan angket respon serta data yang diperoleh berupa data kualitatif

    dan kuantitatif kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil validasi menunjukkan

    bahwa untuk materi dikategorikan sangat baik dengan skor 3,34 dan untuk media

    dikategorikan baik dengan skor 3,27. Respon mahasiswa juga menyatakan bahwa penuntun

    yang dikembangkan dikategorikan baik.

    Kata Kunci: Penuntun Praktikum, Fisika Dasar, Keterampilan Proses, Discovery Learning

    Abstract: Science process skills are skills that are able to find and develop the facts and

    concepts, growth and development of attitudes and values. Science process skills will

    contribute productively towards excellence in education and can be realized by following an

    inquiry in the science laboratory. To support these investigations need to be their guiding

    science process skills-based lab, conducted a practical guideline development based on

    science process skills with a model of discovery learning. The purpose of this research is to

    produce science-based science process guide with discovery learning model and to know the

    student's response. This research is research development by using the model of the Borg &

    Gall. Data collected through the validation sheet and questionnaire responses as well as the

    data obtained in the form of qualitative and quantitative data were analyzed with descriptive

    statistics. The results of the validation indicate that the material is categorized very well with

    a score of 3.34 and zoned for the media both with a score of 3.27. Student response also

    stated that the guide being developed are categorized either.

    Keywords: Practical Guide, Basic Physics, Process Skills, Discovery Learning

    mailto:darmaji@unja.ac.id

  • PENDAHULUAN

    Kerangka Kualifikasi Nasional

    (KKNI) merupakan rumusan kemampuan

    yang dinyatakan dengan istilah capaian

    pembelajaran. Perguruan tinggi sebagai

    penghasil sumber daya manusia terdidik

    perlu mengukur lulusannya, apakah

    lulusan yang dihasilkan memiliki

    kemampuan setara dengan capaian

    pembelajaran yang telah dirumuskan

    dalam jenjang kualifikasi KKNI

    (Kemenristekdikti, 2016). Kurikulum yang

    ada pada Program Studi pendidikan Fisika

    (2015) terdapat kompetensi lulusan yang

    harus dicapai yaitu berupa keterampilan

    praktis (practical skill). Keterampilan

    praktis (practical skill) ini merupakan

    suatu keterampilan yang didapat dari

    kegiatan praktikum di laboratorium. Sesuai

    dengan tujuan pendidikan sains manurut

    Zeidan dan Jayosi (2015) “One of the most

    important goals of science education is to

    teach students how to get involved in

    inquiry”.

    Menurut Munayyaroh, dkk

    (2013:116), “Praktikum sebagai salah satu

    kegiatan laboratorium yang berperan

    dalam menunjang keberhasilan proses

    belajar sains salah satunya fisika”. Hal ini

    sejalan dengan pendapat Sutopo (2013:7)

    yang mengatakan bahwa “..practices of

    science is the proper way for learning

    physics...”. Menurut Hofstein dan Naaman

    (2007) dalam Feyzýoðlu (2009:115),

    aplikasi laboratorium bertujuan untuk

    meningkatkan proses sains dan

    keterampilan memecahkan masalah.

    Dengan adanya kegiatan praktikum maka

    akan meningkatkan kemampuan

    pemahaman konsep dan keterampilan

    proses mahasiswa (Munandar, 2016).

    Keterampilan proses merupakan suatu

    pendekatan belajar-mengajar yang

    mengarah pada pertumbuhan dan

    pengembangan sejumlah keterampilan

    tertentu pada diri mahasiswa calon guru,

    agar mampu memproses informasi

    sehingga ditemukan hal–hal baru yang

    bermanfaat baik berupa fakta, konsep

    maupun pengembangan sikap dan nilai.

    Menurut Sheeba (2013:108-109), “The

    science process skills are the intellectual

    skills needed for scientific investigation

    attained by students as a result of learning

    science”. Selain itu Shebaa juga

    mengatakan bahwa science process skills

    would productively contribute towards

    global excellence in education. Aydin

    (2013:52) berpendapat bahwa

    keterampilan proses sains adalah

    kemampuan berpikir yang kita gunakan

    untuk menciptakan pengetahuan,

    merenungkan masalah dan merumuskan

    hasil. Keterampilan proses sains dirancang

    untuk membantu mengembangkan

    pengetahuan dan keterampilan yang

  • diperlukan (Rezba, dkk, 1995). “Science

    process skills are beneficial in that

    students can be realized by participating

    in inquiry the science laboratory. Science

    process skills are inseparable in practice”

    (Karamustafaoglu, 2011:26). Melalui

    keterampilan proses, konsep yang

    diperoleh mahasiswa calon guru akan lebih

    bermakna karena keterampilan berfikir

    mahasiswa akan lebih berkembang

    (Wardani, 2008:317-318).

    Untuk mensukseskan kegiatan

    praktikum, selain menggunakan alat yang

    baik juga harus ditunjang dengan sebuah

    panduan pelaksanaan praktikum atau

    penuntun praktikum. Panduan praktikum

    merupakan salah satu bahan ajar yang

    dijadikan pedoman mahasiswa dalam

    melaksanakan praktikum (Hidayah,

    2014:20). Menurut Saha (2001) dalam

    Killinc (2007) mengatakan bahwa

    “However, in many school science

    programs these laboratories are used in a

    cookbook fashion to verify scientific facts

    and not promote laboratory or science

    process skills to investigate the natural

    phenomena”. Pernyataan ini sesuai dengan

    yang terdapat pada panduan praktikum

    yang ada di pendidikan fisika.

    Hasil dari telaah terhadap panduan

    praktikum Fisika Dasar I khususnya materi

    viskositas, didalamnya hanya terdapat

    beberapa aspek keterampilan proses.

    Berdasarkan hasil telaah tersebut, pada

    saat pelaksanaan praktikum akhirnya

    menunjukkan bahwa keterampilan proses

    yang dimiliki mahasiswa program studi

    pendidikan fisika sangat tidak baik. Faktor

    yang mempengaruhi yaitu, “(1)

    pengalaman awal mahasiswa sebelum

    praktikum Fisika Dasar I; (2) pengetahuan

    mahasiswa tentang konsep dalam materi

    praktikum; (3) ketersediaan alat-alat

    praktikum; dan (4) pedoman praktikum

    yang tidak melatih KPS” (Normayanti,

    2017). Santiani (2013:3) mengatakan,

    “Penuntun praktikum sebagai salah satu

    sumber belajar pada kegiatan praktikum

    seharusnya menjadi panduan bagi siswa

    dalam menumbuhkan keteramplan proses

    sains”.

    Dari paparan di atas muncul gagasan

    untuk melakukan inovasi dalam kegiatan

    praktikum Fisika Dasar I melalui

    pengembangan penuntun praktikum

    menggunakan Model Discovery Learning.

    Model Discovery Learning menurut

    Susanti, dkk (2016:36) merupakan model

    pembelajaran yang mengarahkan pada

    kegiatan yang dapat mengembangkan

    keterampilan sains dapat menemukan dan

    menyelidiki sendiri tentang suatu konsep

    sains sehingga pengetahuan dan

    keterampilan yang dimiliki bukan hasil

    mengingat seperangkat fakta melainkan

    hasil temuan sendiri. Menurut Tompo, dk

  • (2016:5666) “The knowledge gained by

    learning the invention (discovery) allows

    the knowledge that last a long time or is

    more easily remembered”. Kemudian

    model discovery learning ini merupakan

    model untuk pembelajaran aktif, hal ini

    sesuai dengan pendapat Martaida, dkk

    (2017:2):

    Discovery learning is a model for

    developing active student learning by

    finding out on their own, investigating on

    its own so that the results obtained will be

    long lasting in memory, not easily forgotten

    by students.

    Dengan demikian perlu dilakukan

    pengemb