Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam untuk kemandirian bangsa

25
Penguasaan Teknologi Pengolahan Mineral Logam Untuk Kemandirian Bangsa Prof. Dr.-Ing. Bambang Suharno Ketua Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik UI Sekolah Tinggi Teknik dan Teknologi Sumbawa (ST3S) Sumbawa 30 Juni 2012

Transcript of Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam untuk kemandirian bangsa

Page 1: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

Penguasaan Teknologi Pengolahan Mineral Logam Untuk Kemandirian Bangsa

Prof. Dr.-Ing. Bambang SuharnoKetua Departemen Teknik Metalurgi dan Material

Fakultas Teknik UI

Sekolah Tinggi Teknik dan Teknologi Sumbawa (ST3S)

Sumbawa 30 Juni 2012

Page 2: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Sebaran Potensi Mineral

Sumber: Dirjen Minerba Kementrian ESDM

Page 3: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Produksi Mineral Logam(Ekspor dan Domestik)

Sumber: Dirjen Minerba Kementrian ESDM

Page 4: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Sumber Daya/ Cadangan Mineral Logam

Page 5: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Sumber Daya/ Cadangan Mineral Logam

Sumber: Dirjen Minerba Kementrian ESDM

Page 6: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Four Track Strategy(Kebijakan dan Regulasi)

Sumber: Dirjen Minerba Kementrian ESDM

Page 7: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

UU Minerba No. 4 Tahun 2009 – Permen No. 07 Tahun 2012 Peningkatan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan

pemurnian mineral Pemerintah sudah melarang mengekspor bijih mineral bagi

pemegang IUP kecuali bagi yg mengajukan (hingga 2014)

status clean and clear, lunas royalti rencana pembuatan smelter, bea ekspor 20%

14 mineral logam yakni Cu, Au, Ag, Sn, Pb, Cr, Mo, Pt, Bauksit, Bijih Besi, Pasir Besi,

Ni, Mn, Sb Siapkah kita? Apa yang harus kita lakukan?

Page 8: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Mata Rantai Nilai Tambah

Sumber: Dirjen Minerba Kementrian ESDM

Page 9: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Jenis Bijih Besi (Iron Ore)

Jenis oksida (Primer) (Fe3O4 = Magnetit Fe max≈ 72,4 % Fe2O3 = Hematit Fe max ≈ 70 %

Jenis Hidroksida Fe max ≈ 50 % - 55 %Fe2O3.nH2O = LateriteFe2O3*H2O = Goethit Fe2O3*3 H2O = Limonit

Jenis Titanious Ferrous FeO.TiO2 = Pasir Besi (Iron Sand) Fe max ≈ 37 %, Ti ≈ 5-13 %

Hematite

Laterite

Pasir Besi (Iron Sand)

Page 10: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

                                                      

                                                                                                                        

Pengolahan Bijih Besi Menjadi Baja

Page 11: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Pengolahan Bijih Besi Menjadi Baja

Page 12: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

Peran Strategis Industri Baja

BAJA

Tek.Informasi

Transportasi

Peralatan

Pertahanan

PT KRAKATAU STEEL

Peralatan Rmh Tangga

Infrastruktur

Page 13: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

0

100

200

300

400

500

600

700

800

1 2 3 4 5 6

$ /

TO

N

ORE KONSPELET

PIG IRON

SLAB HRC

PT KRAKATAU STEEL

Nilai Tambah Mineral Pada Industri Baja

Page 14: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Pengolahan Bauksit – Alumina – Aluminiumserta Produk Turunannya

Aluminium Hulu Aluminium Antara Aluminium Hilir End User

Sumber: Kajian Kementrian Perindustrian 2011

Page 15: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Nilai Tambah Industri AluminiumNilai Tambah Industri Aluminium

≈ USD 40 ≈ USD 400 ≈ USD 2000 + Premium

≈ USD 2000 + 2*Premium

LME + (450-1200)

10 X 5 X

50 X

Sumber: Kajian Kementrian Perindustrian 2011

Page 16: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Garnierite(Ni, Mg)6S14O10(OH)8

Limonite(Fe, Ni)O(OH).nH2O

Page 17: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Sumber: PT. Aneka Tambang Tbk

Page 18: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Mini Blast Furnace (volume 80 -200 m3)

Nickel-Pig Iron (Fe-8%Ni)

Lateritic Nickel Ore (1,9 %Ni)

Page 19: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Penggunaan dan Nilai Tambah Industri Nikel

Others

3%

Foundry

5%Plating11%

Copper-base alloys3%

Nickel-base alloys15% Alloy steels

12%

Stainless steel

51%

100

85

72

15

0

20

40

60

80

100

Limonit MH, Ni(OH)2 NPI Ni, MetalPR

ICE

- %

LME

Page 20: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Pengolahan Mineral Tembaga

Sumber: PT.Smelting Gresik

Page 21: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Pengolahan Mineral Mangan

Mn Ore

Fe-Mn 85

Mn > 40%

Mn < 40%

Tailing

crusher

sieving ball mill

clasifier briketasi

SAF

Page 22: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Potensi Pengolahan Mineral Logam Mineral logam tersebar Untuk Nilai Tambah (sesuai

amanat UU) perlu penguasaan teknologi pengolahan skala kecil-menengah-besar

Beberapa negara (misal China) melakukan “learning by doing” untuk pengolahan mineral dgn skala kecil-menengah (pengolahan iron ore, nickel ore, mangan ore, chromium ore)

Pemilihan Teknologi didasari atas ketersediaan energi Listrik Kokas, Batubara Gas alam, dll

Page 23: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Peluang Terbuka kesempatan untuk menaikan nilai tambah

mineral kita (adanya supply and demand) Potensi hilirisasi di dalam negeri Global market

Perlu sinergi Center of Excellent (Perguruan Tinggi/Pusat Riset) – Pelaku Usaha Penguasaan Teknologi Pengolahan Mineral Logam

termasuk Peningkatan efisiensi Pengendalian aspek lingkungan

Page 24: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Peran Perguruan Tinggi Penyiapan SDM melalui Pendidikan

penguasaan Teknologi Pengolahan Mineral Logam

Riset dasar/ terapan Pengolahan Mineral Kajian Berbagai Teknologi Pengolahan

Mineral Logam termasuk Kebijakan industri Hulu-Hilir Logam (hilirisasi)

Memberi masukan pembuatan Regulasi

Page 25: Penguasaan teknologi pengolahan mineral logam  untuk kemandirian bangsa

University of Indonesia

Penutup

Potensi Pengembangan Industri Pengolahan Mineral Logam sangat besar Ketersediaan Bahan Baku Potensi Pasar (domestik dan global) Potensi Hilirisasi (industri antara – industri hilir dan industri

pendukung) Pemanfaatan dan Pengembangan SDM dan Penguasaan

Teknologi hendaknya diwujudkan melalui penyediaan Center of Excellence yang memadai, salah satunya adalah dgn terwujudnya Sumbawa School of Engineering and Technology (Sekolah Tinggi Teknik dan Teknologi Sumbawa)