PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

of 143 /143
PENGARUH THIN CAPITALIZATION, CAPITAL INTENSITY DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK DENGAN PEMANFAATAN TAX HAVENS COUNTRY SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Empiris Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2019) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Akuntansi Oleh: Rina Apriliyanti NIM: 11160820000024 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1442 H/2021 M

Transcript of PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

Page 1: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

PENGARUH THIN CAPITALIZATION, CAPITAL INTENSITY DAN

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PENGHINDARAN

PAJAK DENGAN PEMANFAATAN TAX HAVENS COUNTRY SEBAGAI

VARIABEL MODERATING

(Studi Empiris Perusahaan Multinasional yang Terdaftar

di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2019)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Akuntansi

Oleh:

Rina Apriliyanti

NIM: 11160820000024

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1442 H/2021 M

Page 2: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

ii

PENGARUH THIN CAPITALIZATION, CAPITAL INTENSITY DAN

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PENGHINDARAN

PAJAK DENGAN PEMANFAATAN TAX HAVENS COUNTRY SEBAGAI

VARIABEL MODERATING

(Studi Empiris Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di Bursa Efek

Indonesia Tahun 2016-2019)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Akuntansi

Oleh:

Rina Apriliyanti

NIM: 11160820000024

Di Bawah bimbingan:

Ismawati Haribowo, SE., M.Si

NIP. 19800909 201411 2 003

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1442 H / 2021 M

Page 3: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

iii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF

Hari ini Senin, 6 April 2020 telah dilakukan Ujian Komprehensif atas mahasiswa:

1. Nama : Rina Apriliyanti

2. NIM : 11160820000024

3. Jurusan : Akuntansi

4. Judul Skripsi : Pengaruh Thin Capitalization, Capital Intensity dan

Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country Sebagai Variabel Moderating (Studi

Empiris Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Tahun 2016-2019)

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang

bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa

mahasiswa di atas dinyatakan lulus dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke

tahap ujian skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Akuntansi pada jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 6 April 2020

1. Dr. Yusar Sagara SE, Ak., M.Si., CA., CMA., CPMA

NIDN. 2009058601 (...........................)

Penguji I

2. Reskino, SE. M.Si., Ak., CA., CMA., CERA

NIP. 198005062008012016 (...........................)

Penguji II

Page 4: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

iv

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Hari ini Kamis, 22 April 2021 telah dilaksanakan Ujian Skripsi atas mahasiswa:

1. Nama : Rina Apriliyanti

2. NIM : 11160820000024

3. Jurusan : Akuntansi

4. Judul Skripsi : Pengaruh Thin Capitalization, Capital Intensity dan

Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating (Studi

Empiris Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Tahun 2016-2019)

Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang

bersangkutan selama ujian Skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut

dinyatakan lulus dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 22 April 2021

1. Fitri Damayanti, SE., M.Si (.................................)

NIP. 19810731 200604 2 003 Ketua Penguji

2. Ismawati Haribowo, SE., M.Si (.................................)

NIP. 19800909 201411 2 003 Pembimbing

3. Fitri Yani Jalil, SE., M.Sc (.................................)

NIP. 19870604 201903 2 013 Penguji Ahli

Page 5: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

v

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Rina Apriliyanti

NIM : 11160820000024

Program Studi : Akuntansi

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi, saya:

1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan

mempertanggungjawabkan

2. Tidak melakukan plagiat terhadap naskah orang lain

3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau tanpa

izin pemilik karya

4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data

5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu mempertanggungjawabkan atas karya

ini.

Jika dikemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan melalui

pembuktian dan dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memang ditemukan bukti

bahwa saya telah melanggar aturan di atas, maka saya siap dikenai sanksi

berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Jakarta, 10 Maret 2021

Rina Apriliyanti

Page 6: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

vi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

1. Nama : Rina Apriliyanti

2. Tempat Tanggal Lahir : Bogor, 01 April 1998

3. Alamat : Jalan H. Salim Kp. Kelapa Dua RT

003/010 No. 134, Tugu, Cimanggis,

Depok, Jawa Barat

4. Telepon : 0896-6304-3521

5. Email : [email protected]

II. PENDIDIKAN

1. SDN Tugu 8 (2004-2010)

2. SMPN 8 Depok (2010-2013)

3. MAN 14 Jakarta (2013-2016)

4. S1 Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2016-2021)

III. LATAR BELAKANG KELUARGA

1. Nama Ayah : Bayu Dewanto

2. Nama Ibu : Sri Mulyanti

3. Anak ke : 1 dari 3 saudara

IV. PENGALAMAN ORGANISASI

1. Anggota Divisi Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi Himpunan

Mahasiswa Jurusan Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Periode 2016-2017.

2. Anggota Divisi Pengembangan SDM Ikatan Mahasiswa Akuntansi

Indonesia Simpul Jakarta Periode 2017-2019.

V. PENGALAMAN KEPANITIAAN

1. Koordinator Divisi Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi Accounting

Week 2017. Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa

Jurusan Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah tahun 2017.

2. Anggota Divisi Humas GALAKSI 2017. Acara yang diselenggarakan

oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta tahun 2017.

3. Penanggung Jawab Divisi Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi KKN

189 SINERSA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2019.

Page 7: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

vii

THE EFFECT OF THIN CAPITALIZATION, CAPITAL INTENSITY AND

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON TAX AVOIDANCE WITH

UTILIZATION OF TAX HAVENS COUNTRY AS MODERATING

VARIABLE

ABSTRACT

This study aims to examine the effect of thin capitalization, capital

intensity, and corporate social responsibility with utilization of tax havens country

as moderating variable. This study uses a sample multinational companies listed

on the Indonesian Efeek Exchange during the 2016-2019 period. The number of

multinational companies that were sampled in this study were 19 companies for

four years. The total sample of research is 76 financial statements and annual

reports. Data were analyzed using Moderate Regression Analyze (MRA) of panel

data with the help of the STATA 16 program.

The results of this study indicate that thin capitalization, capital intensity

and corporate social responsibility had no effect on the tax avoidance. Utilization

of tax havens country does strengthen the effect of thin capitalization and capital

intensity on the tax avoidance. Utilization of tax havens country does weaken the

effect of corporate social responsibility on tax avoidance.

Keywords: Thin Capitalization, Capital Intensity, Corporate Social Responsibility,

Tax Avoidance, Utilization of Tax Havens Country.

Page 8: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

viii

PENGARUH THIN CAPITALIZATION, CAPITAL INTENSITY DAN

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PENGHINDARAN

PAJAK DENGAN PEMANFAATAN TAX HAVENS COUNTRY SEBAGAI

VARIABEL MODERATING

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh thin capitalization,

capital intensity, dan corporate social responsibility terhadap penghindaran pajak

dengan pemanfaatan tax havens country sebagai variabel moderating. Penelitian ini

menggunakan sampel perusahaan multinasional yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia selama periode 2016-2019. Jumlah perusahaan multinasional yang

menjadi sampel penelitian ini sebanyak 19 perusahaan selama empat tahun. Total

sampel penelitian adalah 76 laporan keuangan dan laporan tahunan. Data dianalisis

menggunakan metode Moderate Regression Analyze (MRA) Data Panel dengan

bantuan program STATA 16.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa thin capitalization, capital

intensity dan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak. Pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh thin

capitalization dan capital intensity terhadap penghindaran pajak. Pemanfaatan tax

havens country memperlemah pengaruh corporate social responsibility terhadap

penghindaran pajak.

Kata kunci: Thin Capitalization, Capital Intensity, Corporate Social

Responsibility, Penghindaran Pajak, Pemanfaatan Tax Havens Country.

Page 9: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

ix

KATA PENGANTAR

Asssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena selalu menurunkan berkah,

rahmah, dan taufik-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan

skripsi ini dengan judul “Pengaruh Thin Capitalization, Capital Intensity,

dan Corporate Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak

dengan Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating

(Studi Empiris Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di Bursa Efek

Indonesia Tahun 2016-2019)”. Tak lupa pula shalawat dan salam selalu kita

panjatkan kepada baginda Rasulullah SAW, yang selalu memancarkan sinar

kedamaian untuk alam semesta.

Penyusunan penulisan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi syarat

untuk mencapai gelar Sarjana Akuntansi di Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta. Dalam menyelesaikan skripsi ini, tak lupa pula ucapan

terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah ikut

memberikan bantuan dalam proses penyelesaian penyusunan skripsi ini.

Ucapan terima kasih atas doa, bantuan, bimbingan baik secara langsung

maupun tidak langsung penulis ucapkan kepada:

1. Orang tua tercinta, Mama dan Papa, yang selama ini telah memberikan

cinta yang tulus untuk semua putrinya. Terima kasih untuk semua kasih

sayang, perhatian, doa, semangat, dan segalanya yang telah Mama dan

Papa beri untuk penulis.

2. Bapak Prof. Dr. Amilin, SE., Ak., Msi., CA., QIA., BKP., CRMP. Selaku

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Ibu Yessi Fitri, SE., M.Si., Ak., CA. Selaku Ketua Jurusan Akuntansi UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Ibu Fitri Damayanti, SE., M.Si. Selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta.

Page 10: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

x

5. Ibu Ismawati Haribowo, SE., M.Si. Selaku Dosen Pembimbing skripsi

yang telah meluangkan waktunya untuk selalu memberikan ilmu, saran,

bimbingan dan motivasi kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan

skripsi ini.

6. Ibu Atiqah, SE., M.S.Ak. Selaku Dosen Pembimbing akademik yang telah

membantu dalam membimbing akademik perkuliahan.

7. Seluruh Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

8. Keluarga besar Opa Suradi dan Keluarga besar Jogonalan yang selalu

memotivasi penulis untuk menempuh dan menyelesaikan studi S1.

9. Teman seperjuangan bimbingan skripsi (Dewi, Safit, Endah, Rizky, dan

Dimas) yang saling mendoakan dan memberi dukungan.

10. Seluruh keluarga Akuntansi A dan seluruh keluarga besar Akuntansi

2016, terima kasih atas kenangan dan perjuangan semasa perkuliahan.

11. Keluarga Kubik Logistics, terutama Ibu Ratna Sari Tamin yang sudah

memberikan kesempatan untuk penulis magang dan selalu memberi

wejangan untuk masa depan penulis.

12. SJ Family dan RM Family yang selalu menghibur dengan canda tawa.

Penulis menyadari bahwa pembuatan skripsi ini masih jauh dalam

kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat

penulis harapkan demi kesempurnaan proposal penelitian ini. Penulis

berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan

umumnya bagi para pembaca.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Jakarta, Maret 2021

Rina Apriliyanti

Page 11: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

xi

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ....................................... iii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ....................................................... iv

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ................................ v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................... vi

ABSTRAK ........................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix

DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xv

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

A. Latar Belakang ................................................................................................ 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 14

C Tujuan Penelitian ........................................................................................... 15

D. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 15

BAB II ................................................................................................................... 17

TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................................... 17

A. Teori-Teori Terkait dengan Penelitian ......................................................... 17

1. Teori Perilaku Terencana (Planned Behavior) .......................................... 17

2. Thin Capitalization .................................................................................... 19

3. Capital Intensity ......................................................................................... 21

4. Corporate Social Responsibility ................................................................ 24

5. Penghindaran Pajak .................................................................................... 26

6. Pemanfaatan Tax Havens Country ............................................................. 28

B. Penelitian Relevan ........................................................................................ 32

C. Kerangka Pemikiran ..................................................................................... 37

D. Keterkaitan antar Variabel dan Hipotesis ..................................................... 38

Page 12: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

xii

1. Pengaruh Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak .................... 38

2. Pengaruh Capital Intensity terhadap Penghindaran Pajak ........................ 39

3. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak 41

4. Pengaruh Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country ............................................................ 42

5. Pengaruh Capital Intensity terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country ............................................................ 43

6. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak

dengan Pemanfaatan Tax Havens Country ................................................ 44

BAB III ................................................................................................................. 45

METODE PENELITIAN ...................................................................................... 45

A. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................................ 45

B. Penentuan Sampel ......................................................................................... 45

1. Populasi ...................................................................................................... 45

2. Sampel ........................................................................................................ 46

C. Metode Pengumpulan Data ........................................................................... 47

1. Penelitian Pustaka (Library Research) ...................................................... 47

2. Penelitian Lapangan (Field Research) ...................................................... 47

D. Metode Analisis Data ................................................................................... 48

1. Statistik Deskriptif ..................................................................................... 48

2. Model Regresi Data Panel ......................................................................... 48

3. Uji Asumsi Klasik ...................................................................................... 51

4. Uji Hipotesis .............................................................................................. 54

E. Operasionalisasi Variabel Penelitian ............................................................ 58

1. Variabel Dependen (Y) .............................................................................. 58

2. Variabel Independen (X) ............................................................................ 59

3. Variabel Moderating .................................................................................. 61

BAB IV ................................................................................................................. 63

ANALISIS DAN PEMBAHASAN ...................................................................... 63

A. Gambaran Umum Objek Penelitian .............................................................. 63

B. Hasil Uji Data Penelitian .............................................................................. 64

Page 13: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

xiii

1. Uji Analisis Statistik Deskriptif ................................................................ 64

2. Uji Pemilihan Model ................................................................................. 67

3. Uji Asumsi Klasik ..................................................................................... 74

4. Pengujian Goodness of Fit Model ............................................................. 79

5. Pengujian Hipotesis ................................................................................... 82

C. Pembahasan .................................................................................................. 86

1. Pengaruh Thin Capitalization Terhadap Penghindaran Pajak ................... 86

2. Pengaruh Capital Intensity Terhadap Penghindaran Pajak ........................ 88

3. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran Pajak 89

4. Pengaruh Thin Capitalization Terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating............. 91

5. Pengaruh Capital Intensity Terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating............. 92

6. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran Pajak

dengan Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating 94

BAB V ................................................................................................................... 96

PENUTUP ............................................................................................................. 96

A. Kesimpulan ................................................................................................... 96

B. Saran ............................................................................................................. 97

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 99

LAMPIRAN.........................................................................................................108

Page 14: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Kasus Mengenai Penghindaran Pajak ...................................................... 3

Tabel 1.2 Daftar Negara Tax Havens Berdasarkan OECD .................................... 11

Tabel 2.1 Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu ........................................................... 32

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian ..................................................... 62

Tabel 4.1 Rincian Perolehan Sampel Penelitian .....................................................64

Tabel 4.2 Hasil Uji Statistik Deskriptif ..................................................................65

Tabel 4.3 Hasil Uji Regresi Model Pooled Least Square (PLS)..............................68

Tabel 4.4 Hasil Uji Regresi Model Fixed Effect (FE) ............................................69

Tabel 4.5 Hasil Uji Regresi Model Random Effect (RE) ........................................70

Tabel 4.6 Hasil Uji Chow........................................................................................72

Tabel 4.7 Hasil Uji Hausman..................................................................................73

Tabel 4.8 Hasil Uji Lagrange Multiplier.................................................................74

Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas ...............................................................................75

Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Data ..................................76

Tabel 4.11 Hasil Uji Multikolinieritas ...................................................................77

Tabel 4.12 Hasil Uji Heteroskedastisitas ...............................................................78

Tabel 4.13 Hasil Uji Autokorelasi ..........................................................................79

Tabel 4.14 Perbandingan Hasil Regresi Estimasi Model ........................................80

Tabel 4.15 Hasil Uji Regresi Metode SUR (Seemingly Unrelated

Regression) .........................................................................................81

Tabel 4.16 Hasil Uji Koefisien Determinasi (Uji Adjusted R2)...............................82

Tabel 4.17 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik f)....................................83

Tabel 4.18 Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik z).......................................84

Page 15: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran ......................................................... ......37

Page 16: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Sampel Data Perusahaan ...................................................................109

Lampiran 2 Pengukuran Thin Capitalization .......................................................110

Lampiran 3 Pengukuran Capital Intensity ............................................................112

Lampiran 4 Pengukuran Corporate Social Responsibility ...................................114

Lampiran 5 Pengukuran Penghindaran Pajak ......................................................116

Lampiran 6 Pengukuran Pemanfaatan Tax Havens Country ...............................118

Lampiran 7 Hasil Output Variabel Setelah Transformasi Data ............................120

Lampiran 8 Hasil Output STATA .......................................................................122

Page 17: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dengan berkembangnya arus globalisasi, arus dalam transaksi skala

internasional pun turut meningkat. Masyarakat dari seluruh negara kian

memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan barang ataupun jasa yang

ditawarkan oleh perusahaan multinasional yang mengembangkan sayap

bisnisnya ke negara lain. Maka tak heran jika laba yang diperoleh perusahaan

multinasional kian membaik. Oleh karena itu, perusahaan multinasional sebagai

badan usaha pun juga melakukan berbagai upaya untuk mengefisiensikan laba

yang diperoleh untuk menunaikan kewajiban perpajakannya. Dalam hal ini,

mereka berusaha seminimal mungkin membayar pajak terutangnya. Berbagai

upaya penghindaran pajak tersebut dilakukan, baik yang masih dalam batas-

batas praktik bisnis yang baik (good business purpose) dan dikategorikan

sebagai acceptable tax avoidance, atau penghindaran pajak yang dilakukan

semata-mata untuk menghindari pajak yang dikategorikan sebagai unacceptable

tax avoidance (Rahayu, 2017).

Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi suatu negara, baik

negara maju ataupun negara berkembang. Namun, pada faktanya masih sangat

banyak wajib pajak yang menghindar untuk menunaikan kewajiban

perpajakannya, khususnya badan usaha yaitu perusahaan multinasional. Dengan

Page 18: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

2

adanya globalisasi yang dinilai mampu mengikis batas-batas antar negara, tidak

menutup kemungkinan akan ada pihak yang memanfaatkan celah tersebut untuk

melakukan praktik penghindaran pajak. Aliran dana gelap merupakan salah satu

penyebab berkurangnya potensi penerimaan pajak negara. Berdasarkan laporan

penelitian yang dirilis oleh Edy Susanto (2019) terdapat tiga sektor industri

dengan aliran dana gelap tertinggi yaitu sektor pertanian, manufaktur, dan

ekstraktif. Penelitian tersebut menilai adanya potensi kehilangan penerimaan

pajak dari perusahaan multinasional untuk pemerintah Indonesia sebesar Rp

390,5 miliar, yang dihitung dari kasus-kasus sepanjang periode 2010-2019.

Walaupun pemerintah Indonesia juga telah melakukan berbagai upaya untuk

memperbaiki peraturan-peraturan perpajakan, namun nyatanya masih banyak

perusahaan yang melakukan praktik penghindaran pajak.

Fenomena penghindaran pajak terungkap pada tahun 2016, dengan

rilisnya sebuah dokumen investigasi yang disebut dengan Panama Papers oleh

International Consortium of Investigate Journalist (Prastiwi & Ratnasari, 2019).

Dokumen investigasi tersebut berisi 11,5 juta penyelidikan dengan 214.000

perusahaan multinasional, termasuk pemegang saham dan direktur perusahaan.

Penghindaran pajak adalah proses dimana perusahaan berupaya mengurangi

pembayaran pajak penghasilan ke organisasi pajak (Salehi et al., 2017). Disisi

lain, penghindaran pajak memberikan dampak negatif pada kinerja pemerintah

(Hoseini et al., 2019). Praktik penghindaran pajak terjadi karena tidak semua

wajib pajak secara sukarela membayarkan kewajiban perpajakannya sesuai

sistem dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Faktor penting

Page 19: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

3

ketidakpatuhan wajib pajak terhadap kewajiban perpajakannya adalah karena

pajak dapat mengurangi laba perusahaan dengan proporsi yang cukup besar,

sehingga keuntungan yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham dan

manajer selaku pihak yang mengelola perusahan akan semakin kecil (Salwah &

Herianti, 2019). Menurut Cabello et al., (2019) penghindaran pajak adalah

kegiatan berisiko yang mengenakan biaya signifikan pada perusahaan dan pihak

manajemen perusahaan.

Tabel 1.1

Kasus mengenai Penghindaran Pajak

No. Kasus (Tahun) Penjelasan 1. Amazon (2017) Amazon mengirimkan keuntungan atas

hak kekayaan intelektualnya senilai $217 juta ke anak perusahaannya di Luksemburg. Pengiriman keuntungan ke tax havens country Eropa tersebut disinyalir merupakan salah satu cara Amazon mengurangi tagihan pajaknya di UE. Amazon didenda £283 juta.

2. Nike (2019) Nike mengalokasikan kepemilikan merek dagang dan kekayaan intelektual lainnya kepada anak perusahaan di negara Bermuda. Anak perusahaan Nike di Hilversum kemudian membayar royalti untuk penggunaan merek dagang ke negara Bermuda. Royalti dihitung sebagai pengeluaran usaha dan maka dari itu tidak dikenakan pajak di Belanda. Strategi lainnya adalah menekan tagihan pajak Nike di Amerika Serikat, dan memangkas tarif pajak.

3. PT Adaro Energy (2019)

Adaro diindikasi melakukan praktik penghindaran pajak dengan skema transfer pricing. Dengan cara menjual batu bara dengan harga murah ke anak perusahaan Adaro di Singapura, Coaltrade Services International untuk dijual lagi dengan harga tinggi.

4. British American Tobacco (BAT) dan PT Bentoel Internasional Investama (2019)

BAT mengalihkan sebagian pendapatannya ke luar Indonesia dengan cara melalui pinjaman intra perusahaan dan melalui pembayaran kembali ke Inggris untuk royalti, ongkos, dan layanan.

Dari berbagai sumber (2019).

Page 20: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

4

Sebenarnya banyak sekali faktor-faktor yang menjadi pemicu utama

perusahaan melakukan praktik penghindaran pajak, baik dari faktor internal

maupun eksternal. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gaaya et al., (2017)

menyatakan bahwa family ownership berpengaruh positif terhadap penghindaran

pajak. Ferdiawan & Firmansyah, (2017) menyatakan bahwa hubungan politik

memiliki dampak positif yang signifikan terhadap penghindaran pajak yang

lebih rendah, dan perusahaan cabang atau anak perusahaan dapat digunakan oleh

perusahaan untuk lebih menghindari pajak dengan memanfaatkan aktivitas luar

negeri untuk mengurangi pajak melalui skema profit shifting dan profit holding.

Penelitian lainnya yaitu Cabello et al., (2019) menyatakan bahwa perbedaan

level manajemen berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Namun, dalam

penelitian ini yang menjadi fokus utama peneliti adalah thin capitalization,

capital intensity, corporate social responsibility, dan pemanfaatan tax havens

country.

Thin capitalization adalah mekanisme perusahaan dalam menaikkan

tingkat utang sehingga nilai modal menjadi lebih kecil (Syahidah & Rahayu,

2018). Thin capitalization ditandai dengan adanya kecenderungan rasio utang

terhadap modal yang lebih tinggi untuk menghasilkan penghindaran pajak yang

lebih tinggi. Di Indonesia, aturan mengenai thin capitalization telah diatur dalam

Undang-Undang, khususnya yang berkaitan dengan rasio utang terhadap modal

yaitu Pasal 18 ayat (1) UU PPh tahun 1983 yang menjelaskan bahwa Menteri

Keuangan yang berwenang menentukan besaran perbandingan utang dengan

modal yang dapat dibenarkan untuk kepentingan penghitungan pajak (Salwah &

Page 21: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

5

Herianti, 2019). Untuk menekan pratik thin capitalization, Pemerintah secara

resmi menetapkan Keputusan Keuangan Nomor 169/PMK.010/2015 mulai

tahun pajak 2016 tentang Penentuan Besarnya Perbandingan Antara Utang dan

Modal Perusahaan untuk Keperluan Penghitungan Pajak Penghasilan. Besarnya

perbandingan utang dan modal menurut ketentuan terbaru maksimal sebesar 4:1.

Perbankan dan industri pembiayaan serta beberapa industri lainnya tidak

termasuk dalam keputusan ini, mereka tunduk pada keputusan lainnya. Di

Australia, peraturan thin capitalization ditujukan untuk mencegah pembayar

pajak dalam mengalokasikan jumlah utang yang tidak proporsional dalam

struktur modal operasional dengan melarang pemotongan bunga untuk

pembiayaan utang yang berlebihan yakni diatas 75% (Afifah & Prastiwi, 2019).

Thin capitalization memanfaatkan negara dengan tarif pajak tinggi

untuk mendapatkan pajak insentif dari bunga, sementara tarif pajak rendah

sering digunakan sebagai dana oleh perusahaan multinasional dengan

memanfaatkan tax havens country (Prastiwi & Ratnasari, 2019). Dalam pasar

modal Indonesia, terdapat perusahaan yang memiliki anak perusahaan di luar

Indonesia (perusahaan multinasional) dan sebaliknya. Tentunya antar kriteria

perusahaan tersebut memiliki diferensiasi terkait keputusan penggunaan utang.

Perusahaan multinasional lebih mudah daripada perusahaan domestik untuk

mengakses skema thin capitalization (Afifah & Prastiwi, 2019). Menurut

Salwah & Herianti (2019) setelah adanya peraturan Menteri Keuangan tentang

rasio utang terhadap modal mempengaruhi nilai rasio utang terhadap modal

(DER) menjadi lebih rendah, sehingga mempengaruhi penghindaran pajak. Hasil

Page 22: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

6

serupa juga terdapat dalam penelitian Afifah & Prastiwi (2019) yang memiliki

hasil bahwa mekanisme thin capitalization mampu memberikan bukti adanya

pengaruh terhadap penghindaran pajak. Namun kedua hasil penelitian tersebut

tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Selistiaweni et al., (2020)

yang memiliki hasil yaitu thin capitalization tidak berpengaruh signifikan

terhadap penghindaran pajak. Hal tersebut mengindikasikan bahwa nilai

perbandingan utang dan modal sebesar 4:1 sesuai dengan ketentuan terbaru tidak

terpenuhi.

Terkait praktik penghindaran pajak melalui capital intensity dilakukan

melalui biaya depresiasi yang dapat dikurangkan dari penghasilan dalam

menghitung pajak, maka dengan semakin besar jumlah aset tetap yang dimiliki

oleh perusahaan maka akan semakin besar pula depresiasinya sehingga

mengakibatkan jumlah penghasilan kena pajak efektifnya akan semakin kecil

(Dharma & Noviari, 2017). Capital intensity perusahaan menggambarkan

banyaknya investasi perusahaan terhadap aset tetap perusahaan. Hampir seluruh

aset tetap akan mengalami penyusutan yang akan menjadi biaya penyusutan

dalam laporan keuangan perusahaan, karena manajemen memiliki kepentingan

untuk mendapatkan kompensasi yang diinginkan dengan cara memanfaatkan

biaya penyusutan yang melekat pada aset tetap untuk menekan beban pajak

perusahaan. Manajer akan menginvestasikan dana menganggur perusahaan ke

dalam bentuk aset tetap, dengan tujuan memanfaatkan biaya depresiasinya

sebagai pengurang beban pajak (Wiguna & Jati, 2017). Perusahaan yang

memiliki proporsi besar dalam aset tetap akan membayar pajaknya lebih rendah,

Page 23: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

7

karena perusahaan mendapatkan keuntungan dari depresiasi yang melekat pada

aset tetap yang dapat mengurangi beban pajak perusahaan. Dengan adanya

beban-beban yang disebabkan atas investasi perusahaan pada aset tetap, maka

akan mendorong niat dalam penurunan laba yang akan membentuk sikap untuk

melakukan tindakan penghindaran pajak. Dalam hal ini, pihak manajemen

memiliki keyakinan tentang harapan prinsipal untuk memperoleh laba tinggi

dengan pengeluaran beban pajak serendah mungkin, sehingga manajemen

perusahaan termotivasi untuk memenuhi harapan tersebut (Dwiyanti & Jati,

2019). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dharma & Noviari (2017) dan

(Dwiyanti & Jati, 2019) menyatakan bahwa capital intensity memiliki pengaruh

terhadap penghindaran pajak. Namun bertolak belakang dengan penelitian yang

dilakukan oleh Wiguna & Jati (2017) yang menyatakan bahwa capital intensity

tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Hal tersebut bisa terjadi karena

perusahaan menggunakan jumlah aset tetap yang dimilikinya untuk menunjang

kegiatan operasional perusahaan dalam jumlah yang besar.

Selain itu, perusahaan juga dituntut untuk dapat bertanggung jawab

terhadap seluruh aktivitas perusahaannya. Perusahaan tidak hanya dihadapkan

pada tanggung jawab yang berpijak pada perolehan laba perusahaan semata,

namun juga harus memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungannya

(Dewi & Noviari, 2017). Corporate social responsibility merupakan komitmen

bisnis berkelanjutan yang berkontribusi bagi ekonomi melalui kerjasama pihak

yang berkepentingan dan berpengaruh pada lingkungan sekitar dan masyarakat

umum untuk meningkatkan kualitas sarana dan keberlangsungan hidup

Page 24: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

8

masyarakat setempat maupun untuk secara umum dengan cara-cara yang

bermanfaat, baik untuk bisnis itu sendiri maupun untuk masyarakat luas atau

untuk pembangunan (Dharma & Noviari, 2017). Tanggung jawab sosial yang

berada dalam lingkup literatur ekonomi dan sosiologi didefinisikan sebagai

seperangkat kepercayaan bersama yang memfasilitasi perilaku norma secara

konsisten dan membatasi perilaku norma yang menyimpang, serta memfasilitasi

transaksi yang jujur antara pihak-pihak yang berkepentingan dan mengancam

timbulnya kerugian bagi pihak yang tidak jujur (Chircop et al., 2018). Hubungan

antara penghindaran pajak dan corporate social responsibility dianggap

berbanding lurus. Yaitu apabila perusahaan memiliki peringkat corporate social

responsibility yang rendah maka perusahaan tersebut dianggap lalai dalam

melaksanakan kewajiban perpajakannya. Dan sebaliknya. Corporate social

responsibility merupakan faktor kunci kesuksesan dan kelangsungan hidup

sebuah perusahaan. Namun menurut Fitri et al., (2019) tidak semua perusahaan

mampu menjalankan corporate social responsibility sesuai dengan konsep dan

filosofi ideologis yang sebenarnya. Tidak sedikit perusahaan yang terjebak

dalam penyimpangan corporate social responsibility, pelaksanaannya justru

mengarah pada tindakan corporate social irresponsibilitys. Diantaranya adalah

kamuflase, corporate social responsibility dilakukan oleh perusahaan tidak

didasari oleh komitmen yang murni, tetapi hanya untuk menutupi praktik bisnis

yang memunculkan ethical question atau sekedar alat “cuci dosa” atau dengan

kata lain perusahaan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari bisnis tersebut

yang merugikan masyarakat banyak. Jadi corporate social responsibility

Page 25: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

9

digunakan untuk menyogok masyarakat agar menerima keberadaan korporasi

tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Titisari & Mahanani (2017) yang

memiliki hasil bahwa corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi

& Noviari (2017) dan Dharma & Noviari (2017) menyatakan bahwa corporate

social responsibility memiliki pengaruh terhadap penghindaran pajak. Hal

tersebut mengindikasikan bahwa dalam menerapkan prinsip-prinsip corporate

social responsibility perusahaan melakukan tindakan-tindakan yang dapat

mengurangi kewajiban pajak perusahaan.

Hal lainnya yang berkaitan dengan penghindaran pajak yaitu tax havens

country. Munculnya negara-negara dengan tarif pajak rendah atau yang dikenal

dengan istilah tax havens country turut meningkatkan adanya praktik

penghindaran pajak. Tax havens country merupakan negara atau wilayah

independen yang memiliki pengenaan tarif pajak lebih rendah, bersifat rahasia

dan menawarkan jalan bagi individu maupun bisnis untuk tidak membayar pajak

dan menolak bekerja sama dengan yurisdiksi lain, terutama berkaitan dengan

penukaran informasi (Mugarura, 2017). Dalam pemanfaatan tax havens banyak

keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dan juga negara tax havens itu

sendiri. Anak perusahaan yang tergabung dalam tax havens yang mungkin sah

dan tidak digunakan semata-mata hanya untuk memfasilitasi penghindaran

pajak, karena mereka dapat membantu meningkatkan arus kas setelah pajak dari

suatu perusahaan. Akibatnya, tax havens menjadi sangat penting dalam

mengurangi pajak perusahaan, tetapi praktik tersebut harus berada di bawah

Page 26: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

10

pengawasan yang cermat dari otoritas pajak nasional maupun global (Nugraha

& Kristanto, 2019). Karena tax havens country termasuk entitas politik yang

menawarkan pengenaan pajak rendah bagi penghindar pajak. Selain itu, tax

havens country tidak melakukan pertukaran informasi perpajakan yang efektif

berdasarkan UU atau praktik administratifnya dan tidak transparan dalam

menjalankan kegiatannya (Pohan, 2017). Perusahaan yang memanfaatkan tax

havens country tersebut berupaya menggeser laba ke negara tax havens melalui

serangkaian transaksi yang rumit dengan tujuan untuk menghindari pajak

(Dharmawan et al., 2017). Seperti kasus Google, Google Asia Pacific Pte Ltd.

terbukti melakukan penghindaran pajak dengan mentransfer penghasilannya ke

negara tax havens yaitu Singapura. Google mempunyai anak cabang di

Singapura untuk mengatur bisnisnya di sekitar Asia. Di Indonesia, Google hanya

mendirikan kantor marketing representative yang tidak masuk kategori BUT

(Bentuk Usaha Tetap), karena hal inilah negara kesulitan mengejar pajak dan

Google merasa tidak hadir secara fisik dan juga transaksi kontrak oleh konsumen

juga dilakukan secara online (Widodo et al., 2020). Hasil penelitian yang

dilakukan oleh Syifa (2019) menyatakan bahwa tax havens tidak berpengaruh

terhadap penghindaran pajak. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian

yang dilakukan oleh Sima & Asri (2018) yang berpendapat bahwa pemanfaatan

tax havens tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Namun berbeda

dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Widodo et al., (2020) yang

menyatakan bahwa tax haven mempunyai pengaruh terhadap penghindaran

pajak. Hal tersebut dikarenakan banyaknya investor yang berasal dari luar

Page 27: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

11

negara tersebut, sehingga perusahaan hanya dikenakan tarif pajak yang sangat

rendah atau bahkan tidak dikenakan pajak sama sekali.

Tabel 1.2

Daftar Negara Tax Havens Berdasarkan OECD

Karibia/ Hindia Barat Anguilla, Antigua dan Barbuda,

Aruba, Bahama, Barbados,

Kepulauan Virgin, Britania Raya,

Kepulauan Cayman, Dominika,

Grenada, Montserrat, Antillen,

Belanda, St. Kitts dan Nevis, St.

Lucia, St. Vincent dan

Grenadines, Turks dan Caicos,

A.S.

Amerika Tengah Belize, Kosta Rika, Panama.

Pantai Asia Timur Hongkong, Makau, Singapura.

Eropa/ Mediterania Andorra, Kepulauan Channel

(Guernsey dan Jersey), Siprus,

Gibralter, Isle of Man, Irlandia,

Liechtenstein, Luksemburg,

Malta, Monako, San Marino,

Swiss.

Samudra Hindia Maladewa, Mauritius, Seychelles.

Timur Tengah Bahrain, Yordania, Lebanon.

Atlantik Utara Bermuda

Pasifik/ Pasifik Selatan Kepulauan Cook, Kepulauan

Marshall, Samoa, Nauru, Niue,

Tonga, Vanuatu

Afrika Barat Liberia.

Sumber: Gravelle (2015).

Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang telah

dilakukan oleh Afifah & Prastiwi (2019). Perbedaan penelitian ini dengan

penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut:

1. Variabel penelitian sebelumnya menggunakan variabel independen yaitu thin

capitalization. Variabel dependen yaitu penghindaran pajak. Sedangkan

dalam penelitian ini menambahkan pada variabel independen yaitu capital

Page 28: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

12

intensity dan corporate social responsibility serta variabel moderating yaitu

pemanfaatan tax havens country. Alasan dipiliihnya variabel tersebut karena

adanya perbedaan hasil penelitian, sebagai berikut:

a. Thin capitalization dipilih sebagai salah satu variabel independen karena

adanya perbedaan dengan hasil penelitian lain. Pada penelitian yang

dilakukan oleh Afifah & Prastiwi (2019) menemukan hasil bahwa thin

capitalization berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Sedangkan

penelitian yang dilakukan oleh Selistiaweni et al., (2020) menemukan hasil

bahwa thin capitalization tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

b. Capital intensity dipilih sebagai salah satu variabel independen karena

adanya perbedaan dengan hasil penelitian sebelumnya. Pada penelitian

yang dilakukan oleh Dwiyanti & Jati (2019) menemukan hasil bahwa

capital intensity berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Wiguna & Jati (2017)

menemukan hasil bahwa capital intensity tidak memiliki pengaruh

terhadap penghindaran pajak.

c. Corporate social responsibility dipilih sebagai salah satu variabel

independen karena adanya perbedaan penelitian. Penelitian yang

dilakukan oleh Hidayati & Fidiana (2017) menemukan hasil bahwa

corporate social responsibility berpengaruh positif terhadap penghindaran

pajak. Sedangkan penelitian oleh Dharma & Noviari (2017) menemukan

hasil bahwa corporate social responsibility berpengaruh negatif terhadap

penghindaran pajak.

Page 29: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

13

d. Pemanfaatan tax havens country dipilih sebagai variabel moderating

karena salah satu mekanisme penghindaran pajak yang kerap dilakukan

oleh perusahaan multinasional adalah dengan memanfaatkan tax havens

country, yaitu dengan cara memindahkan penghasilan ke negara tax

havens tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Widodo et al.,

(2020) pemanfaatan tax havens dapat meningkatkan praktik penghindaran

pajak. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Nugraha & Kristanto

(2019) menyatakan pendapat bahwa besar atau kecilnya pendapatan luar

negeri suatu perusahaan tidak mempengaruhi pemanfaatan perusahaan

afiliasi di negara tax havens.

2. Objek dalam penelitian sebelumnya adalah perusahaan sektor barang

konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2017.

Sedangkan objek penelitian ini adalah perusahaan multinasional yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2019. Alasan memilih

perusahaan multinasional sebagai populasi adalah karena: (1) perusahaan

multinasional merupakan perusahaan yang berskala besar dan memiliki

perusahaan afiliasi di luar negeri, (2) perusahaan multinasional lebih terbuka

mengenai informasi non keuangan, dan (3) perusahaan multinasional juga

banyak melakukan investasi yang lebih besar dibandingkan dengan

perusahaan domestik sehingga lebih mampu mendapatkan utang yang lebih

banyak.

3. Penggunaan proksi yang berbeda dalam perhitungan penghindaran pajak.

Penelitian sebelumnya menggunakan proksi perhitungan cash effective tax

Page 30: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

14

rate (CETR), sedangkan dalam penelitian ini menggunakan proksi

perhitungan book tax difference (BTD) dilihat dari perbedaan laba akuntansi

dan laba pajak.

Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian yang

berjudul “Pengaruh Thin Capitalization, Capital Intensity, dan Corporate

Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak dengan Pemanfaatan

Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris

Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun

2016-2019)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan permasalahan yang

hendak diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah thin capitalization berpengaruh signifikan positif terhadap

penghindaran pajak?

2. Apakah capital intensity berpengaruh signifikan positif terhadap

penghindaran pajak?

3. Apakah corporate social responsibility berpengaruh signifikan negatif

terhadap penghindaran pajak?

4. Apakah pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh thin

capitalization terhadap penghindaran pajak?

5. Apakah pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh capital

intensity terhadap penghindaran pajak?

Page 31: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

15

6. Apakah pemanfaatan tax havens country memperlemah pengaruh corporate

social responsibility terhadap penghindaran pajak?

C Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas maka perumusan masalah yang akan

diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menguji secara empiris pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran

pajak.

2. Menguji secara empiris pengaruh capital intensity terhadap penghindaran

pajak.

3. Menguji secara empiris pengaruh corporate social responsibility terhadap

penghindaran pajak.

4. Menguji secara empiris pemanfaatan tax havens country dalam memoderasi

pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran pajak.

5. Menguji secara empiris pemanfaatan tax havens country dalam memoderasi

pengaruh capital intensity terhadap penghindaran pajak.

6. Menguji secara empiris pemanfaatan tax havens country dalam memoderasi

pengaruh corporate social responsibility terhadap penghindaran pajak.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Manfaat Akademis

a. Mahasiswa prodi akuntansi, sebagai bahan referensi untuk menambah ilmu

pengetahuan terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi

Page 32: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

16

penghindaran pajak khususnya mengenai thin capitalization, capital

intensity, dan corporate social responsibility terhadap penghindaran pajak

dengan pemanfaatan tax havens country sebagai moderating.

b. Peneliti selanjutnya, sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang akan

melaksanakan penelitian lebih lanjut mengenai topik ini.

c. Penulis, sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan mengenai

pengaruh thin capitalization, capital intensity, dan corporate social

responsibility terhadap penghindaran pajak, dengan pemanfaatan tax

havens country sebagai variabel moderating.

2. Manfaat Praktisi

a. Wajib Pajak Badan Usaha

Diharapkan dengan adanya penelitian yang diteliti oleh penulis

dapat memberikan kontribusi positif sehingga dapat digunakan untuk

pengambilan keputusan yang berkenaan dengan praktik penghindaran

pajak.

b. Pemerintah

Diharapkan dengan adanya penelitian yang diteliti oleh penulis,

hasilnya dapat memberikan kontribusi positif sehingga dijadikan dasar

pertimbangan dalam membuat kebijakan yang berkenaan dengan praktik

penghindaran pajak serta diharapkan dapat menjadi sumber informasi

yang dapat diperuntukkan bagi bahan evaluasi dalam mewujudkan tata

kelola perpajakan yang baik dalam pemerintahan.

Page 33: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

17

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori-Teori Terkait dengan Penelitian

1. Teori Perilaku Terencana (Planned Behavior)

Teori Planned Behavior adalah pengembangan dari teori Reasoned

Action. Teori Reasoned Action menyatakan bahwa niat seseorang terhadap

perilaku dibentuk oleh dua faktor utama yaitu attitude toward the behavior

dan subjective norms, sedangkan dalam teori Planned Behavior ditambahkan

satu faktor lagi yaitu perceived behavioral control. Teori Planned Behavior

sangat sesuai digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku (Andriana,

2020).

Dalam teori Planned Behavior, terbagi tiga alasan yang dapat

mempengaruhi tindakan yang dilakukan oleh seseorang, diantaranya adalah:

a. Behavioral Belief, merupakan kepercayaan akan hasil dari suatu perilaku

dari evaluasi atau penilaian terhadap hasil perilaku tersebut. Keyakinan

dan evaluasi atau penilaian terhadap hasil dari suatu perilaku tersebut

kemudian akan membentuk variabel sikap (attitude).

b. Normative Belief, merupakan kepercayaan seseorang pada harapan

normatif seseorang atau orang lain yang menjadi sumber seperti keluarga,

teman, atasan dan konsultan pajak untuk menyetujui atau menolak

Page 34: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

18

melakukan suatu perilaku yang diberikan. Hal ini akan membentuk

variabel subjektif (subjectif norms).

c. Control Belief, merupakan kepercayaan seseorang yang berlandaskan

pada pengalaman masa lalu dengan perilaku dan faktor atau hal-hal yang

mendukung atau menghambat persepsinya perilaku. Kepercayaan ini

akan membentuk variabel kontrol perilaku yang dipersepsikan (perceived

behavioral control).

Teori Planned Behavior cocok untuk menjelaskan perilaku apapun

yang memerlukan perencanaan, seperti penghindaran pajak yang dilakukan

melalui perencanaan pajak. Wajib pajak yang sadar pajak, akan memiliki

keyakinan mengenai pentingnya membayar pajak untuk pembiayaan

pembangunan (attitude atau behavioral belief). Sebaliknya keyakinan yang

rendah akan pentingnya membayar pajak akan menyebabkan rendahnya

kesadaran untuk membayar pajak melalui perilaku penghindaran pajak.

Apabila teori Planned Behavior dikaitkan dengan faktor biaya kepatuhan,

maka seorang individu yang menanggung biaya kepatuhan yang besar dan

memberatkan akan cenderung melakukan penggelapan pajak. Sebaliknya,

apabila biaya kepatuhan tidak terlalu memberatkan, maka individu akan

cenderung menghindari penggelapan pajak.

Seorang individu akan berniat menampilkan suatu perilaku tertentu

jika ia mempersepsi bahwa orang-orang lain yang penting berfikir bahwa ia

seharusnya melakukan hal itu. Dengan demikian seseorang akan melakukan

Page 35: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

19

suatu tindakan jika menurutnya bahwa orang-orang penting sekitarnya

menginginkan ia melakukan tindakan tersebut, namun jika orang-orang

penting sekitarnya dirasa tidak menganggap penting bagi dia untuk

melakukan hal tersebut maka kecenderungannya ia tidak melakukan hal

tersebut. Seseorang akan melakukan suatu tindakan jika ia mempunyai

persepsi bahwa tindakan tersebut mudah baginya untuk dilakukan, dan

sebaliknya seseorang enggan untuk melakukan sesuatu jika dalam persepsi

dia pekerjaan tersebut sulit atau rumit untuk dilaksanakan. Dengan demikian

tingkat kepercayaan seseorang mempengaruhi pelaksanaan suatu tindakan

(Andriana, 2020).

2. Thin Capitalization

Thin capitalization merupakan pembentukan struktur permodalan

suatu perusahaan dengan memaksimalkan kontribusi utang dan

meminimalkan kontribusi modal. Thin capitalization merupakan skema

penghindaran pajak melalui loopholes ketentuan pajak yang ada dengan

merubah penyertaan modal pihak yang memiliki hubungan istimewa menjadi

pemberian pinjaman baik secara langsung ataupun melalui perantara (Afifah

& Prastiwi, 2019). Pengurang dalam perhitungan penghasilan kena pajak

adalah biaya bunga. Tidak sedikit negara yang membatasi struktur modal

dengan membatasi utang berbunga. Berawal pada tahun 1971, negara Kanada

telah lebih dahulu membuat peraturan terkait dengan thin capitalization pada

tahun 1971. Kemudian diikuti oleh dua per tiga negara lainnya yang

Page 36: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

20

tergabung dalam OECD yang menerapkan peraturan yang sama pada tahun

2015 (Ryandoko et al., 2017).

Di Indonesia, aturan mengenai thin capitalization telah diatur dalam

Undang-Undang, khususnya yang berkaitan dengan rasio utang terhadap

modal yaitu Pasal 18 ayat (1) UU PPh tahun 1983 yang menjelaskan bahwa

Menteri Keuangan berwenang menentukan besaran perbandingan utang

dengan modal yang dapat dibenarkan untuk kepentingan penghitungan pajak

(Salwah & Herianti, 2019). Untuk menekan praktik thin capitalization,

Pemerintah secara resmi menetapkan Keputusan Keuangan Nomor 169/

PMK.010/ 2015 (MFD-169) mulai dari tahun pajak 2016 tentang Penentuan

Besarnya Perbandingan Antara Utang dan Modal Perusahaan untuk

Keperluan Penghitungan Pajak Penghasilan. Besarnya perbandingan utang

dan modal menurut ketentuan terbaru maksimal sebesar 4:1. Menariknya,

perbankan dan industri pembiayaan serta beberapa industri lainnya tidak

termasuk dalam keputusan ini, mereka tunduk pada keputusan lainnya. Dalam

PMK 169 tahun 2015, pendekatan rasio 4:1 ini dianggap tidak

mempertimbangkan fakta perbedaan antara struktur modal untuk masing-

masing industri. Walaupun rasio ini disebut merupakan rasio yang moderat,

namun sifatnya yang kaku kemungkinan dapat mempengaruhi ekspansi bisnis

di masa krisis (Syahidah & Rahayu, 2018). Thin capitalization memanfaatkan

negara dengan tarif pajak tinggi untuk mendapatkan pajak insentif dari bunga,

sementara tarif pajak rendah sering digunakan sebagai dana oleh perusahaan

multinasional dengan memanfaatkan tax havens country (Prastiwi &

Page 37: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

21

Ratnasari, 2019). Thin capitalization merupakan pemicu utama terjadinya

praktik penghindaran pajak dalam perusahaan multinasional.

Semakin tinggi utang, maka semakin tinggi bunga yang harus

dibayar oleh perusahaan kepada kreditur, sehingga semakin rendah laba kena

pajak. Ini memberikan implikasi bahwa kewajiban pajak perusahaan akan

semakin rendah (Salwah & Herianti, 2019). Cara inilah yang digunakan oleh

perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak melalui skema

meningkatkan rasio utang terhadap modal (DER). Rasio ini berhubungan

dengan thin capitalization.

3. Capital Intensity

Capital intensity adalah rasio besaran perusahaan dalam

menginvestasikan asetnya dalam bentuk aset tetap. Kepemilikan aset tetap

dapat mengurangi pembayaran pajak yang dibayarkan perusahaan karena

adanya biaya depresiasi yang melekat pada aset tetap (Dharma & Noviari,

2017). Biaya depresiasi dapat dimanfaatkan oleh manajer untuk

meminimumkan pajak yang dibayar perusahaan. Manajemen akan

melakukan investasi aset tetap dengan cara menggunakan dana menganggur

perusahaan untuk mendapatkan keuntungan berupa biaya depresiasi yang

berguna sebagai pengurang pajak. Kinerja perusahaan akan meningkat karena

adanya pengurangan beban pajak dan kompensasi kinerja manajer yang

diinginkan akan tercapai (Dwiyanti & Jati, 2019).

Page 38: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

22

Menurut Nadhifah & Arif (2020) capital intensity atau intensitas

modal merupakan salah satu bentuk keputusan keuangan yang ditentukan

oleh manajemen perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan

dalam bentuk aset tetap (non current asset). Sedangkan menurut Razif &

Vidamaya (2018) capital intensity didefinisikan sebagai rasio total aset rata-

rata seperti peralatan, mesin, dan berbagai properti terhadap penjualan.

Perusahaan yang memiliki investasi besar dalam aset tetap yang

dapat didepresiasi dapat meminimalkan kewajiban pajak dengan

memanfaatkan kredit pajak investasi yang lebih tinggi serta mempercepat

penyisihan modal sehingga melaporkan beban pajak yang lebih rendah.

Perusahaan dengan proporsi aset tetap yang rendah tidak akan melakukan

praktik penghindaran pajak disebabkan karena periode akuntansi yang lebih

pendek daripada umur ekonomis aset. Sebaliknya, tingginya proposi aset

tetap akan meningkatkan tindakan penghindaran pajak melalui laba minimal

akibat tinggi beban depresiasi. Dalam penelitiannya, Sandra & Anwar (2018)

menyatakan bahwa semakin tinggi capital intensity perusahaan maka akan

semakin tinggi penghindaran pajak perusahaan. Karena aset tetap perusahaan

setiap tahunnya akan menimbulkan beban penyusutan yang secara langsung

dapat mengurangi laba perusahaan.

Menurut Dayanara et al., (2019) capital intensity atau intensitas

modal merupakan salah satu bentuk keputusan keuangan yang ditetapkan

oleh perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Capital

Page 39: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

23

intensity mencerminkan seberapa besar modal yang dibutuhkan perusahaan

untuk menghasilkan pendapatan. Perusahaan dengan modal yang intensif

memiliki kesempatan yang lebih besar untuk perencanaan perpajakan atau

strategi penghindaran pajak dari pada perusahaan lain. Sebagai contoh,

mereka dapat memutuskan apakah akan membeli atau leasing dalam

memperoleh aset. Dalam hasil penelitiannya, Dayanara et al., (2019)

menyatakan bahwa capital intensity tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak. Hal tersebut dikarenakan perusahaan menggunakan aset

tetapnya untuk operasional perusahaan, bukan semata untuk memanfaatkan

beban penyusutan aset tetap.

Menurut Rifai & Atiningsih (2019) capital intensity didefinisikan

sebagai seberapa besar perusahaan berinvestasi pada aktiva tetap. Dalam

preferensi perpajakan aset tetap mempunyai masa manfaat tertentu, yang

umumnya lebih cepat dari masa manfaat yang diprediksikan oleh perusahaan.

Sementara perusahaan diperbolehkan untuk menyusutkan aset tetap sesuai

dengan perkiraan masa manfaat pada kebijakan perusahaan. Akibatnya akan

terjadi perbedaan perhitungan depresiasi antara pihak akuntansi dengan

perpajakan. Dalam hasil penelitiannya Rifai & Atiningsih (2019) menyatakan

bahwa capital intensity berpengaruh negatif terhadap terhadap penghindaran

pajak. Hal ini dikarenakan pengaruh metode penyusutan yang dipakai.

Dimana ketika perusahaan telah mengakui beban penyusutan tetapi dalam

perpajakan beban tersebut tidak termasuk dalam beban perusahaan sehingga

akan menambahkan penghasilan kena pajak perusahaan yang akan berakibat

Page 40: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

24

pada penambahan beban pajaknya. Karena adanya preferensi perpajakan

yang terkait dengan investasi dalam aset tetap. Perusahaan diperbolehkan

untuk menyusutkan aset tetap sesuai dengan perkiraan masa manfaat pada

kebijakan perusahaan, sedangkan dalam preferensi perpajakan aset tetap

mempunyai masa manfaat tertentu yang umumnya lebih cepat bila

dibandingkan dengan masa manfaat yang diprediksi oleh perusahaan.

4. Corporate Social Responsibility

Corporate social responsibility merupakan tindak lanjut dari

komitmen perusahaan untuk bertindak etis dan berkontribusi untuk

pengembangan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup, baik bagi pekerja

dan keluarganya, komunitas lokal, maupun masyarakat dalam lingkungan

luas pada umumnya (Dewi & Noviari, 2017). Corporate social responsibility

merupakan salah satu instrumen dari good corporate governance yang harus

diterapkan secara etis untuk keberlangsungan perusahaan. Jika suatu

perusahaan mempunyai peringkat rendah dalam corporate social

responsibility, maka perusahaan tersebut dianggap sebagai perusahaan yang

tidak bertanggung jawab secara sosial, sehingga dapat melakukan strategi

pajak yang lebih agresif dibandingkan perusahaan yang sadar tanggung jawab

sosial (Dharma & Noviari, 2017). Pengungkapan corporate social

responsibility menentukan standar etik perusahaan dalam menyikapi situasi

bisnis yang berpengaruh terhadap stakeholder dan masyarakat secara luas

(Dharmawan et al., 2017). Tanggung jawab sosial perusahaan melibatkan

semua hubungan yang terjadi pada perusahaan dengan semua stakeholder

Page 41: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

25

termasuk di dalamnya terdapat pelanggan, atau customers, pegawai,

komunitas, pemilik atau investor, pemerintah, bahkan lapisan masyarakat.

Keberadaan corporate social responsibility pada perusahaan merupakan

sesuatu alat yang srategis untuk mencapai sasaran hasil akhir, dan

menciptakan kekayaan dalam jangka panjang (Titisari & Mahanani, 2017).

Perusahaan biasanya menggunakan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan

corporate social responsibility dengan tujuan untuk mengurangi jumlah laba

kena pajak.

Tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen Perseroan

untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna

meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi

Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.

Konsep triple bottom line memberi pandangan bahwa perusahaan yang ingin

berkelanjutan haruslah memperhatikan 3P (profit, people, and planet). Selain

mengejar profit, perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada

pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people), serta turut berkontribusi aktif

dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet) (Hidayati & Fidiana, 2017).

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Liana & Sari (2017)

menjelaskan bahwa corporate social responsibility dimensi ekonomi adalah

tanggung jawab sosial yang datang dengan mengorbankan kepentingan

pengusaha, atau pemegang saham. Hal yang cukup umum dasarnya kembali

pada ekonomi dan pendapatan sosial yang secara inheren bertentangan satu

sama lain dari perspektif seorang manajer. Sedangkan dalam dimensi

Page 42: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

26

lingkungan, corporate social responsibility berkaitan dengan masyarakat dan

keanekaragaman. Dimensi sosial dari corporate social responsibility

mengakui kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan umum karyawan;

memotivasi tenaga kerja dengan menawarkan kesempatan pelatihan dan

pengembangan; dan memungkinkan perusahaan untuk bertindak sebagai

warga negara yang baik di masyarakat setempat.

5. Penghindaran Pajak

Definisi penghindaran pajak menurut Brown dalam Triyanto &

Zulvina (2017) adalah “arrangement of a transaction in order to obtain a tax

advantage, benefit, orreduction in a manner unintended by the tax law.”

Brown menyatakan bahwa penghindaran pajak dilaksanakan dengan tindakan

yang tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam peraturan atau hukum

pajak. Penghindaran pajak adalah tindakan yang masih legal memanfaatkan

celah-celah (loopholes) atau kelemahan-kelemahan yang ada pada aturan-

aturan pajak dengan maksud untuk menghindari kewajiban perpajakan. Heber

dalam Fatmawati & Solikin (2017) mendefinisikan penghindaran pajak

sebagai upaya wajib pajak dalam memanfaatkan peluang-peluang (loopholes)

yang ada dalam undang-undang perpajakan, sehingga wajib pajak membayar

pajak lebih rendah dari seharusnya. Arofah (2018) mendefinisikan

penghindaran pajak secara luas yaitu segala sesuatu yang mengurangi pajak

perusahaan relatif terhadap laba sebelum pajak. Menurut Utami &

Syafiqurrahman (2018) mengemukakan bahwa penghindaran pajak

merupakan bagian dari perencanaan pajak yang dilakukan dengan tujuan

Page 43: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

27

untuk meminimalkan pembayaran pajak. Menurut Rista & Mulyani (2019)

penghindaran pajak adalah upaya yang dilakukan secara legal dan aman bagi

wajib pajak karena tidak bertentangan dengan ketentuan perpajakan, dimana

metode dan teknik yang digunakan cenderung memanfaatkan kelemahan-

kelemahan (grey area).

Penghindaran pajak secara hukum pajak tidak dilarang meskipun

seringkali mendapat sorotan yang kurang baik dari kantor pajak karena

dianggap memiliki konotasi negatif. Penghindaran pajak sangat mungkin

terjadi karena aturan atau undang-undang mengenai pajak dapat

menimbulkan berbagai macam penafsiran. Kompleksnya aturan pajak

memungkinkan timbulnya penafsiran yang menguntungkan Wajib Pajak,

yang kemudian memicu lahirnya tax avoidance (Utami & Syafiqurrahman,

2018).

Mulyani et al., (2018) memaparkan beberapa faktor yang

memotivasi wajib pajak untuk melakukan penghematan pajak dengan ilegal,

antara lain:

a. Jumlah pajak yang harus dibayar.

Besarnya jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak,

semakin besar pajak yang harus dibayar, semakin besar pula

kecenderungan wajib pajak untuk melakukan pelanggaran.

b. Biaya untuk menyuap fiskus.

Semakin kecil biaya untuk menyuap fiskus, semakin besar

kecenderungan wajib pajak untuk melakukan pelanggaran.

Page 44: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

28

c. Kemungkinan untuk terdeteksi

Semakin kecil kemungkinan suatu pelanggaran terdeteksi maka

semakin besar kecenderungan wajib pajak untuk melakukan pelanggaran.

d. Besar sanksi

Semakin ringan sanksi yang dikenakan terhadap pelanggaran,

maka semakin besar kecenderungan wajib pajak untuk melakukan

pelanggaran.

6. Pemanfaatan Tax Havens Country

Secara umum tax havens country didefinisikan sebagai suatu negara

atau wilayah yang mengenakan pajak rendah atau sama sekali tidak

mengenakan pajak dan menyediakan tempat yang aman bagi simpanan untuk

menarik modal masuk. OECD memberi tiga ciri tax havens country yaitu

menerapkan tarif pajak rendah atau bebas pajak, lack of transparency, dan

lack of effective exchange of information. Tax havens country memungut

pajak yang sangat rendah, bahkan terkadang tidak ada pajak sama sekali dan

memberikan tingkat privasi yang sangat tinggi untuk pelaku bisnis (Su et al.,

2019). Negara suaka pajak pada umumnya menawarkan manfaat: (i) peluang

diversifikasi investasi, (ii) strategi menangguhkan beban pajak, (iii)

perlindungan asset yang kuat, (iv) hasil investasi bebas pajak, (v) offshore

banding dengan keleluasaan dan privasi, (vi) imbal hasil yang lebih besar,

(vii) mengurangi beban pajak, (viii) menghindari restriksi mata uang, (ix)

peluang mengembangkan bisnis.

Page 45: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

29

Menurut Nugraha & Kristanto (2019) tax havens merupakan wilayah

yang menawarkan pajak rendah, atau tidak sama sekali, dengan tujuan untuk

menarik investor asing. Investor dari luar negeri tersebut dapat tertarik untuk

menyimpan dan mengedarkan uangnya ke negara-negara tax havens daripada

kehilangan uang karena pajak yang tinggi apabila menyimpan uang tersebut

di negara domisilinya. Hal tersebut kerap disebut dengan skema penghindaran

pajak. Namun dalam praktiknya tax havens bisa saja menjadi tax evasion,

tergantung pada setiap peraturan negara. Menurut Widodo et al., (2020) tax

havens merupakan suatu negara yang dengan sengaja memberlakukan

regulasi pajak yang sangat minimal dalam bentuk pengenaan tarif yang

rendah serta bahkan tidak ada pajak yang dipungut dengan tujuan untuk

memberikan fasilitas pajak yang mudah bagi investor yang berasal dari luar

negara tersebut. Sedangkan menurut pemahaman masyarakat, tax havens

adalah negara yang memberlakukan pengenaan beban pajak yang rendah dan

hal ini digunakan pihak perusahaan untuk penghindaran pajak.

Makna tax havens dalam regulasi dapat ditemui pada UU Nomor 36

Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Pasal 18 ayat (3c) menyebutkan

bahwa tax havens adalah “negara yang memberikan perlindungan pajak”. SE

Dirjen Pajak Nomor SE-04/PJ.7/1993 menyebutkan kriteria dari tax havens,

adalah:

a. Negara yang tidak memungut pajak, atau

b. Negara yang memungut pajak lebih rendah dari Indonesia.

Page 46: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

30

OECD mengatur kriteria dari tax havens yang umum diterima oleh

masyarakat internasional berupa (Nugraha & Kristanto, 2019):

1. Tidak terdapat pungutan pajak atau pungutan pajak dalam nominal tertentu

(tidak berpatokan pada persentase).

2. Tidak ada atau tidak efektifnya mekanisme exchange of information.

3. Tidak adanya transparansi dalam administrasi pajak.

4. Adanya kebijakan ring fencing (adanya perbedaan perlakuan perpajakan

bagi resident dan non-resident).

Negara tax havens atau surga pajak pada dasarnya terdiri dari negara

kecil dengan terbatasnya sumber daya alam. Pengelolaan pada terbatasnya

sumber daya alam menyebabkan penghasilan yang tidak memadai, sehingga

negara surga pajak membutuhkan sumber pendanaan lain untuk

menggerakkan pemerintahan. Setiap negara memberikan fasilitas berupa

perlindungan serta kenyamanan dalam aktivitas investasi modal. Dengan

begitu, banyak pihak yang diharapkan dapat tertarik untuk berinvestasi pada

negara surga pajak. Menurut Nugraha & Kristanto (2019) fenomena tax

havens terjadi ketika pajak yang ditanggung perusahaan begitu besar

dibanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan penghindaran

pajak di negara surga pajak. Ketertarikan dari tax havens yang menawarkan

tarif pajak dengan tarif rendah dianggap sebagai alat yang tepat untuk

menerapkan penghindaran pajak. Pada prinsipnya, kebanyakan perusahaan

ingin memperoleh keuntungan sebanyak mungkin dengan modal yang

seminimal mungkin. Prinsip tersebut digunakan negara tax havens untuk

Page 47: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

31

sumber penghasilan negara yaitu dengan memberikan berbagai kenyamanan

untuk pihak yang hendak melakukan penghindaran pajak.

Page 48: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

32

B. Penelitian Relevan

Tabel 2.1

Hasil – Hasil Penelitian Terdahulu

No. Nama

Peneliti

Judul Penelitian Perbedaan Persamaan Hasil Penelitian

1. Dirk Kiesewetter

Johannes dan

Manthey (2017)

Tax avoidance,

value creation and

CSR – a European

perspective

Variabel independen

yaitu thin

capitalization dan

capital intensity.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

corporate social

responsibility,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tata

kelola perusahaan (value creation) yang

kuat terjadi karena adanya tarif pajak

efektif yang rendah. Sedangkan nilai

sosial yang rendah terjadi karena

tingginya tarif pajak efektif.

2. Justin Chircop et al

(2018)

Does capital

constrain firms tax

avoidance?

Variabel independen

yaitu thin

capitalization dan

capital intensity.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

corporate social

responsibility,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Ditemukan bahwa perusahaan yang

memiliki modal sosial tinggi terlibat

secara signifikan lebih sedikit dalam

kegiatan penghindaran pajak. Selain itu,

dampak negatif modal sosial terhadap

penghindaran pajak lebih kuat dengan

adanya religiusitas yang tinggi, kinerja

perusahaan yang tinggi, dan sensitivitas

kompensasi CEO yang rendah terhadap

volatilitas saham.

(Bersambung ke halaman selanjutnya)

Page 49: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

33

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Nama

Peneliti

Judul Penelitian Perbedaan Persamaan Hasil Penelitian

3. Ahmad Rifai dan

Suci Atiningsih

(2018)

Pengaruh Leverage,

Profitabilitas,

Capital Intensity,

Manajemen Laba

terhadap

Penghindaran Pajak

Variabel independen

yaitu thin

capitalization dan

corporate social

responsibility.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

capital intensity,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Hasil penelitian bahwa profitabilitas,

capital intensity, dan manajemen laba

berpengaruh negatif terhadap

penghindaran pajak. Leverage tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

4. Monifa Yuliana

Dwi Sandra dan

Achmad Syaiful

Hidayat Anwar

(2018)

Pengaruh

Corporate Social

Responsibility dan

Capital Intensity

terhadap

Penghindaran Pajak

(Studi Empiris pada

Perusahaan

Pertambangan yang

Terdaftar di BEI)

Variabel independen

yaitu thin

capitalization.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

capital intensity

dan corporate

social

responsibility,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Bahwa corporate social responsibility

(CSR) berpengaruh negatif signifikan

terhadap penghindaran pajak. Semakin

tinggi tingkat pengungkapan CSR maka

semakin rendah praktik penghindaran

pajak. Selain itu, intensitas modal terbukti

berpengaruh positif signifikan terhadap

penghindaran pajak. Semakin tinggi

intensitas modal perusahaan maka

semakin tinggi pula praktik penghindaran

pajak.

(Bersambung ke halaman selanjutnya)

Page 50: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

34

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Nama

Peneliti

Judul Penelitian Perbedaan Persamaan Hasil Penelitian

5. Tao Zeng (2018) Relationship

between corporate

social

responsibility and

tax avoidance:

international

evidence

Variabel independen

yaitu thin

capitalization dan

capital intensity.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

corporate social

responsibility,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Studi ini menemukan bukti kuat bahwa

CSR berhubungan positif dengan

penghindaran pajak. Ditemukan juga

bahwa negara-negara dengan tata kelola

tingkat negara yang lemah, perusahaan

dengan skor CSR yang lebih tinggi

terlibat dalam penghindaran pajak yang

lebih sedikit.

6. Larosa Dayanara et

al (2019)

Pengaruh Leverage,

Profitabilitas,

Ukuran

Perusahaan, dan

Capital Intensity

terhadap

Penghindaran Pajak

pada Perusahaan

Barang Industri

Konsumsi yang

Terdaftar di BEI

Tahun 2014-2018

Variabel independen

yaitu thin

capitalization dan

corporate social

responsibility.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

capital intensity,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

profitabilitas perusahaan dan ukuran

perusahaan berpengaruh terhadap

penghindaran pajak, sedangkan variabel

leverage dan capital intensity tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

(Bersambung ke halaman selanjutnya)

Page 51: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

35

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Nama

Peneliti

Judul Penelitian Perbedaan Persamaan Hasil Penelitian

7. Siti Salwah dan

Eva Herianti (2019)

Pengaruh Thin

Capitalization

terhadap

Penghindaran Pajak

Variabel independen

yaitu capital

intensity dan

corporate social

responsibility.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

thin capitalization,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa thin

capitalization memiliki efek negatif dan

signifikan terhadap penghindaran pajak

Implikasi dari penelitian ini membuktikan

bahwa setelah peraturan Menteri

Keuangan tentang rasio utang terhadap

modal mempengaruhi nilai rasio utang

terhadap modal (DER) menjadi lebih

rendah, sehingga mengurangi

penghindaran pajak.

8. Agustina et al

(2020)

Pengaruh

Corporate Social

Responsibility dan

Capital Intensity

terhadap

Penghindaran Pajak

(Studi Empiris pada

Perusahaan yang

Terdaftar di BEI)

Variabel independen

yaitu thin

capitalization.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

capital intensity

dan corporate

social

responsibility,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa

corporate social responsibility

berpengaruh negatif secara signifikan

terhadap penghindaran pajak dan capital

intensity tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak.

(Bersambung ke halaman selanjutnya)

Page 52: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

36

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Nama

Peneliti

Judul Penelitian Perbedaan Persamaan Hasil Penelitian

9. Mauliddini

Nadhifah dan

Abubakar Arif

(2020)

Transfer Pricing,

Thin

Capitalization,

Financial Distress,

Earning

Management, dan

Capital Intensity

terhadap Tax

Avoidance

Dimoderasi Oleh

Sales Growth

Variabel independen

yaitu corporate

social responsibility.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

thin capitalization

dan capital

intensity, variabel

dependen yaitu

penghindaran

pajak.

Transfer pricing, financial distress, earnings management, dan sales growth berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Thin capitalization berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak, sedangkan capital intensity tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Sales growth memperkuat pengaruh negatif dari transfer pricing dan financial distress serta pengaruh positif thin capitalization dan capital intensity terhadap penghindaran pajak. Sales growth melemahkan pengaruh negatif dari earnings management terhadap penghindaran pajak.

10. Leony Larasati et al

(2020)

Pengaruh Multinasionalitas, Good Corporate Governance, Tax Haven, dan Thin Capitalization terhadap Praktik Penghindaran Pajak pada Perusahaan Multinasional yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2018

Variabel independen

yaitu capital

intensity dan

corporate social

responsibility.

Variabel moderating

yaitu pemanfaatan

tax havens country.

Menggunakan

variabel

independen yaitu

thin capitalization,

variabel dependen

yaitu penghindaran

pajak.

Thin capitalization mempunyai pengaruh

yang signifikan terhadap penghindaran

pajak. Multinasionalitas, good corporate

governance, tax haven, dan thin

capitalization mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap penghindaran pajak.

Page 53: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

37

H1

H2

H3

H4

H5

H6

C. Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1

Skema Kerangka Pemikiran

Peraturan MK tentang

rasio utang dan modal

sehingga nilai rasio

utang terhadap modal

menjadi lebih rendah

Kepentingan

manajemen untuk

mendapatkan

kompensasi dengan

menekan biaya

penyusutan aset

tetap

Penyimpangan

corporate social

responsibility menjadi

corporate social

irresponsibility

GAP

Pengaruh Thin Capitalization, Capital Intensity, dan Corporate Social Responsibility

terhadap Penghindaran Pajak dengan Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai

Variabel Moderating

Basis Teori: Teori Perilaku Terencana (Planned Behavior)

Thin Capitalization

Corporate Social Responsibility

Capital Intensity Penghindaran Pajak

Pemanfaatan Tax Havens Country

Metode Analisis:

Analisis Regresi Moderasi (MRA) Data Panel

Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Page 54: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

38

D. Keterkaitan antar Variabel dan Hipotesis

1. Pengaruh Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak

Thin capitalization adalah suatu praktik dengan membuat struktur

utang jauh lebih besar dibandingkan modal perusahaan. Perusahaan dapat

menjadikan beban bunga sebagai cara untuk menurunkan dasar pengenaan

pajak yaitu penghasilan kena pajak (deductible expense). Hal tersebut akan

berdampak pada meningkatnya beban bunga dan menjadikan penghasilan

kena pajak akan semakin mengecil. Dengan demikian pendapatan yang

diterima negara akan berkurang (Afifah & Prastiwi, 2019).

Perusahaan yang melebihi atau mendekati batas bunga yang

diperkenankan oleh aturan dari thin capitalization cenderung melakukan

penghindaran pajak. Perusahaan tersebut memiliki dua sumber modal yaitu

baik berupa utang ataupun modal sendiri. Hal tersebut menimbulkan celah

serta kesempatan perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak melalui

manfaat dari bunga. Jika hasil dari thin capitalization mengalami peningkatan

yang tinggi maka akan semakin tinggi pula beban dari bunga yang wajib

dibayarkan dan tentu hal tersebut akan menggerus laba perusahaan dan pada

akhirnya dapat mengecilkan pajak penghasilan yang terutang dan maka

perusahaan tersebut akan melakukan penghindaran pajak. Namun jika thin

capitalization rendah maka semakin rendah pula beban bunga yang dibayar

dan laba perusahaan akan naik dan penghasilan kena pajaknya tetap maka

perusahaan tersebut tidak dapat melakukan penghindaran pajak (Selistiaweni

et al., 2020).

Page 55: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

39

Beberapa penelitian berikut digunakan untuk memperkuat

penelitian. Penelitian Setiawan & Agustina (2018) menyatakan bahwa thin

capitalization berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Artinya

tingkat utang di atas 75% terbukti mempunyai kecenderungan melakukan

penghindaran pajak. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Prastiwi

& Ratnasari (2019) menunjukkan bahwa dengan meningkatkan nilai thin

capitalization dapat meminimalisir beban pajak yang terutang, sehingga thin

capitlization terbukti berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak.

Berdasarkan dari paparan penelitian sebelumnya mengenai

pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran pajak, maka patut diduga

thin capitalization berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Oleh

karenanya hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:

H1: Thin capitalization berpengaruh signifikan positif terhadap penghindaran

pajak.

2. Pengaruh Capital Intensity terhadap Penghindaran Pajak

Capital intensity atau intensitas modal adalah suatu gambaran

perusahaan dalam menginvestasikan berupa aset tetapnya. Perusahaan yang

memiliki aset tetap dapat menimbulkan beban penyusutan dimana dengan

adanya beban penyusutan tersebut dapat menjadi pengurang laba perusahaan.

Semakin besar jumlah aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan, maka besar

pula beban penyusutan pada laporan laba rugi perusahaan. Oleh sebab itu,

semakin besar beban penyusutan dapat dimanfaatkan untuk melakukan

penghindaran pajak (Wulandari et al., 2020).

Page 56: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

40

Pada dasarnya aset tetap akan mengalami penyusutan yang akan

menjadi biaya penyusutan dalam laporan keuangan perusahaan. Penyusutan

biaya ini yang dapat dikurangkan dari penghasilan dalam perhitungan pajak

perusahaan. Artinya semakin besar biaya penyusutan akan semakin kecil

tingkat pajak yang harus dibayarkan perusahaan. Hal tersebut berdampak

signifikan terhadap perusahaan dengan tingkat rasio capital intensity yang

besar menunjukkan tingkat pajak yang rendah, dengan tingkat pajak yang

rendah mengindikasikan perusahaan melakukan praktik penghindaran pajak

(Ayem & Setyadi, 2019).

Beberapa penelitian berikut digunakan untuk memperkuat

penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dwiyanti & Jati (2019)

didapatkan hasil bahwa capital intensity berpengaruh positif pada

penghindaran pajak. Maka, semakin tinggi capital intensity perusahaan akan

menyebabkan semakin meningkatnya tindakan penghindaran pajak

perusahaan. Hasil penelitian oleh Wulandari et al., (2020) menyatakan

variabel capital intensity berpengaruh signifikan positif terhadap

penghindaran pajak. Adanya beban penyusutan atas aset tetap dapat dijadikan

sebagai beban sehingga dapat mengurangi laba sebelum pajak perusahaan,

sehingga menimbulkan beban pajak yang nantinya akan ditanggung oleh

perusahaan menjadi rendah, sehingga dalam hal ini perusahaan melakukan

strategi penghindaran pajak.

Berdasarkan penjelasan dan penelitian sebelumnya mengenai

capital intensity terhadap penghindaran pajak, maka peneliti bermaksud

Page 57: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

41

menguji kembali hubungan capital intensity dan penghindaran pajak. Oleh

karenanya hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:

H2: Capital intensity berpengaruh signifikan positif terhadap penghindaran

pajak.

3. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak

Corporate social responsibility merupakan bentuk pemenuhan

tanggung jawab sosial kepada stakeholder atas tindakan bisnis yang

dilakukan oleh perusahaan, sehingga tujuan perusahaan tidak hanya

berorientasi pada laba, tetapi juga pada lingkungan. Ketika perusahaan

melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, maka perusahaan

tersebut cenderung tidak melakukan penghindaran pajak. Selain untuk tujuan

sosial, perusahaan melakukan CSR dalam rangka membangun citra positif di

masyarakat. Ketika citra positif telah terbangun, maka perusahaan berupaya

untuk menjaga citra positif dengan cara tidak melakukan hal-hal yang dapat

membuat reputasi turun, misalnya dengan tidak melakukan penghindaran

pajak (Amalia, 2019).

Semakin tinggi pengungkapan CSR perusahaan maka makin rendah

penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan. Perusahaan yang memiliki

CSR yang lebih rendah mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut

memiliki rasa tanggung jawab sosial yang lebih rendah sehingga lebih agresif

dalam melakukan penghindaran pajak. Perusahaan yang melakukan tanggung

jawab sosial secara berkelanjutan lebih cenderung untuk mengurangi

usahanya dalam praktik penghindaran pajak (Januari & Suardikha, 2019).

Page 58: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

42

Beberapa penelitian berikut digunakan untuk memperkuat

penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dewi & Noviari (2017)

menyatakan bahwa corporate social responsibility berpengaruh negatif dan

signifikan pada penghindaran pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin

tinggi tingkat pengungkapan corporate social responsibility suatu perusahaan

maka semakin rendah praktik penghindaran pajak. Hasil penelitian Wiguna

& Jati (2017) juga mengungkapkan bahwa corporate social responsibility

berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini

sebagai berikut:

H3: Corporate social responsibility berpengaruh signifikan negatif terhadap

penghindaran pajak.

4. Pengaruh Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country

Tax havens country merupakan suatu negara yang dengan sengaja

memberlakukan regulasi pajak yang sangat minimal dalam bentuk pengenaan

tarif yang rendah, bahkan tidak ada pajak yang dipungut yang bertujuan untuk

memberikan fasilitas pajak yang mudah bagi investor yang berasal dari luar

negara tersebut (Widodo et al., 2020). Perusahaan yang tergabung dalam tax

havens country mampu menggeser pendapatan dari yurisdiksi pajak yang

tinggi ke pajak yang rendah melalui transfer pricing, utang antar perusahaan

dan pengalihan aset tidak berwujud. Bahkan, sebuah perusahaan

multinasional bisa menggunakan badan pembiayaan di tax havens country

Page 59: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

43

untuk pemotongan pajak yang aman untuk pembayaran utang bunga oleh

anak perusahaan di negara-negara berpajak tinggi (Nuraini, 2018).

Richardson & Taylor (2017) dalam penelitiannya membuktikan

bahwa thin capitalization berpengaruh terhadap praktik penghindaran pajak

melalui tax havens country. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan

hipotesis sebagai berikut:

H4: Pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh thin

capitalization terhadap penghindaran pajak.

5. Pengaruh Capital Intensity terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country

Tax havens atau surga pajak merupakan negara kecil yang memiliki

sumber daya alam terbatas. Pengelolaan pada terbatasnya sumber daya alam

menyebabkan penghasilan yang tidak memadai, sehingga tax havens country

membutuhkan pendanaan lain untuk menggerakkan pemerintahan. Setiap

negara memberikan fasilitas berupa perlindungan serta kenyamanan dalam

aktivitas investasi modal. Dengan begitu, banyak pihak yang diharapkan

dapat tertarik untuk berinvestasi pada tax havens country (Nugraha &

Kristanto, 2019).

Hasil penelitian Wulandari et al., (2020) menunjukkan bahwa

capital intensity berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Hasil

penelitian yang dilakukan oleh Widodo et al., (2020) memiliki hasil bahwa

Page 60: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

44

tax havens mempunyai hubungan yang tinggi. Berdasarkan uraian di atas

dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H5: Pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh capital intensity

terhadap penghindaran pajak.

6. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Penghindaran Pajak

dengan Pemanfaatan Tax Havens Country

Pemanfaatan tax havens merupakan salah satu cara wajib pajak

untuk menghindari atau mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar dengan

cara memindahkan pendapatan ke tax havens country (Nofryanti & Nurjanah,

2019). Penelitian yang dilakukan Januari & Suardikha (2019) memberikan

hasil bahwa corproate social responsibility berpengaruh negatif terhadap

penghindaran pajak. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Dharmawan et

al., (2017) menyatakan bahwa tax haven utilization tidak berpengaruh

terhadap penghindaran pajak. Dalam hal ini, perusahaan yang memiliki nilai

corporate social responsibility tinggi maka penghindaran pajak yang

dilakukan pun rendah, sehingga tidak berdampak terhadap pemanfaatan tax

havens country. Sedangkan perusahaan yang memiliki nilai corporate social

responsibility rendah, maka penghindaran pajak yang dilakukan tinggi, dan

hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan memanfaatkan fungsi dari tax

havens country. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesis

sebagai berikut:

H6: Pemanfaatan tax havens country memperlemah pengaruh corporate

social responsibility terhadap penghindaran pajak.

Page 61: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

45

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel-

variabel independen terhadap variabel dependen dengan variabel moderating.

Penelitian ini menguji pengaruh dari variabel independen yang terdiri dari thin

capitalization, capital intensity, dan corporate social responsibility terhadap

variabel dependen yaitu penghindaran pajak, dengan variabel moderating yaitu

pemanfaatan tax havens country. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan

multinasional yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa semua perusahaan

multinasional yang telah menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahunan

periode 2016-2019.

B. Penentuan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah sekumpulan orang, peristiwa, atau hal-hal menarik

yang akan diteliti (Sekaran, 2017). Populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan ciri-ciri yang

diterapkan oleh peneliti untuk diteliti dan didapat sebuah ikhtisar. Populasi

yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan multinasional yang

tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian tahun 2016-

Page 62: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

46

2019. Alasan memilih perusahaan multinasional sebagai populasi adalah

karena:

a. Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang berskala besar dan

memiliki perusahaan afiliasi di luar negeri.

b. Perusahaan multinasional lebih terbuka mengenai informasi non

keuangan.

c. Perusahaan multinasional juga banyak melakukan investasi yang lebih

besar dibandingkan dengan perusahaan domestik sehingga mampu

mendapatkan utang yang lebih banyak.

2. Sampel

Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang terdiri dari anggota

terpilih (Sekaran, 2017). Sampel yang digunakan untuk penelitian harus

menggambarkan populasi tersebut melalui ciri-ciri yang dapat mewakili

populasi tersebut. Pada umumnya teknik sampling dikelompokkan menjadi

dua yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability

sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang

sama bagi setiap unsur, sedangkan non-probability sampling adalah teknik

pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang kesempatan sama bagi

setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sekaran, 2017).

Dalam penelitian ini, sampling yang digunakan adalah non-

probability sampling dengan teknik purposive sampling yang diambil dari

jumlah populasi. Purposive sampling yaitu teknik sampel dengan

Page 63: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

47

pertimbangan tertentu. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini

sebagai berikut:

a. Perusahaan multinasional yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia

pada tahun 2016-2019.

b. Perusahaan yang dijadikan sampel adalah perusahaan yang bernilai profit.

Alasannya adalah karena kerugian dapat dikompensasi ke masa depan

menjadi pengurang biaya pajak tangguhan dan diakui sebagai aset pajak

tangguhan sehingga dapat mengaburkan arti book tax difference (Cabello

et al., 2019).

c. Publikasi laporan keuangan menggunakan satuan mata uang rupiah.

C. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, seluruh data baik data variabel independen

maupun variabel dependen adalah data sekunder. Metode pengumpulan data

yang digunakan adalah:

1. Penelitian Pustaka (Library Research)

Dalam penelitian ini data diperoleh dari beberapa literatur, yaitu

melalui buku, jurnal, tesis, internet dan perangkat lain yang berkaitan dengan

penelitian ini.

2. Penelitian Lapangan (Field Research)

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu

laporan keuangan serta laporan tahunan perusahaan multinasional periode

Page 64: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

48

2016-2019 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang didapat melalui

situs atau website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id.

D. Metode Analisis Data

Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif, model regresi

data panel, uji asumsi klasik atau uji kualitas data, dan uji hipotesis.

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang memberikan gambaran atau

deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi,

varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness

(kemencengan distribusi). Statistik deskriptif mendeskripsikan data menjadi

sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah dipahami (Ghozali, 2018).

2. Model Regresi Data Panel

Menurut Basuki & Prawoto (2017), data panel merupakan gabungan

antara data runtut waktu (time series) dan data silang (cross section). Data

time series merupakan data yang terdiri atas satu atau lebih variabel yang akan

diamati pada satu unit observasi dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan, data

cross section merupakan data observasi dari beberapa unit observasi dalam

satu titik tertentu.

Pemilihan data panel dikarenakan dalam penelitian ini menggunakan

data time series dan data cross section. Penggunaan data time series dalam

penelitian ini, yaitu pada periode waktu empat tahun, dari tahun 2016-2019.

Adapun penggunaan data cross section dalam penelitian ini, yaitu dari

Page 65: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

49

perusahaan multinasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI),

dengan total sampel perusahaan adalah 19 perusahaan.

Adapun keunggulan data panel dibandingkan penelitian

menggunakan jenis data lainnya antara lain (Maulana, 2018).

1. Menyediakan jumlah observasi yang lebih besar sehingga meningkatkan

degree of freedom.

2. Memungkinkan memperoleh variasi data yang lebih banyak sehingga

diharapkan mengurangi kasus multikolinearitas.

3. Menyediakan informasi yang lebih kaya untuk tujuan analisis fenomena

yang terjadi pada populasi.

4. Mengontrol variabel yang tidak dapat diobservasi/ diukur.

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan metode

estimasi data panel. Terdapat tiga model estimasi yang dapat digunakan yaitu

(Maulana, 2018):

1. Pooled Least Square (PLS), merupakan metode data panel paling

sederhana yang hanya mengombinasikan data cross section dan data

waktu. Model ini tidak memerhatikan indikator waktu dan cross section,

serta melakukan estimasi menggunakan pendekatan yang sama dengan

ordinary least square (OLS).

2. Fixed Effect (FE), model ini mengasumsikan bahwa perbedaan antar-

cross section diakomodasi oleh nilai konstanta (intercept). Bila

menggunakan metode ini, estimasi akan dilakukan menggunakan variabel

dummy yang akan menangkap perbedaan antar-cross section.

Page 66: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

50

3. Random Effect (RE), model ini mengasumsikan bahwa error memiliki

hubungan antarwaktu dan antar-cross section. Oleh karena itu, hasil

estimasi menggunakan random effect (RE) akan menyesuaikan nilai

konstanta (intercept) dengan error setiap cross section. Model random

effect juga dikenal sebagai teknik Generalized Least Square (GLS)

sehingga asumsi homokedastisitas pasti terpenuhi (tidak terdapat

heteroskedastisitas).

Untuk menentukan model estimasi yang tepat, dilakukan dengan

membandingkan hasil tiga pengujian (Maulana, 2018) yaitu:

1. Uji Chow

Pengujian chow digunakan untuk menentukan apakah suatu

estimasi sebaiknya menggunakan fixed effect dibandingkan model pooled

least square. Pedoman yang akan digunakan dalam pengambilan

kesimpulan uji chow adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai probability cross section chi-square < α (0,05), maka model

fixed effect yang dipilih.

b. Jika nilai probability cross-section chi-square > α (0,05), maka model

pooled least square yang dipilih.

2. Uji Hausman

Pengujian hausman digunakan untuk menentukan model estimasi

mana yang sebaiknya digunakan antara model random effect atau model

fixed effect. Pedoman yang akan digunakan dalam pengambilan

kesimpulan uji hausman adalah sebagai berikut:

Page 67: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

51

a. Jika nilai probability cross-section random < α (0,05), maka model

fixed effect yang dipilih.

b. Jika nilai probability cross-section random > α (0,05), maka model

random effect yang dipilih.

3. Uji Lagrange Multiplier

Pengujian lagrange multiplier digunakan untuk menentukan

apakah suatu estimasi sebaiknya menggunakan model random effect

dibandingkan model pooled least square. Metode perhitungan uji

lagrange multiplier yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode

Breusch-Pagan, merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh

para peneliti dalam perhitungan uji lagrange multiplier. Adapun pedoman

yang digunakan dalam pengambilan kesimpulan uji lagrange multiplier

berdasarkan metode Breusch-Pagan adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai cross-section breusch-pagan < α (0,05), maka model

random effect yang dipilih.

b. Jika nilai cross-section breusch-pagan > α (0,05), maka model

pooled least square yang dipilih.

3. Uji Asumsi Klasik

Setelah dilakukan pemilihan metode estimasi yang tepat untuk

regresi data panel, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian

asumsi klasik agar menghasilkan interpretasi hasil analisis yang baik. Asumsi

yang berlaku untuk regresi data panel metode Pooled Least Square (PLS) dan

Fixed Efects (FE) sama dengan Ordinary Least Square (OLS) karena kedua

Page 68: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

52

uji tersebut didasarkan pada metode least square. Maka pengujian asumsi

klasik yang dilakukan meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji

heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Sedangkan untuk metode Random

Effects (RE) karena pendekatannya berdasarkan pada General Least Square

(GLS) maka tidak perlu melakukan uji heteroskedastisitas dan uji

autokorelasi. Karena pendekatan General Least Square (GLS) menganggap

data bersifat homokedastisitas dan lolos uji autokorelasi.

Dalam penelitian ini, pengolahan data penelitian dilakukan dengan

melakukan pendekatan regresi linier Ordinary Least Square (OLS), maka

pengujian asumsi klasik yang dilakukan yaitu uji normalitas, uji

multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel residual memiliki distribusi normal. Seperti yang telah

diketahui bahwa uji t dan uji f mengasumsikan bahwa nilai residual

mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik

menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk

mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan

analisis grafik dan analisis statistik (Ghozali, 2018).

Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan

analisis statistik. Analisis statistik dilakukan untuk memberikan

keyakinan yang memadai terkait hasil uji normalitas. Uji statistik

Page 69: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

53

dilakukan dengan melihat nilai uji Skewness-Kurtosis Test. Data dapat

dikatakan lulus uji normalitas ketika P-Value > 0,05 (Ghozali, 2018).

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model

regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).

Dengan menggunakan nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF),

maka akan mudah mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dalam

model regresi. Batas tolerance value adalah > 0,10 atau nilai VIF < 10.

Jika tolerance value di bawah 0,10 atau nilai VIF di atas 10, maka terjadi

multikolinearitas (Ghozali, 2018: 107-108). Atau suatu variabel dikatakan

memiliki korelasi yang kuat jika memiliki korelasi > 0,75 terhadap

variabel lainnya (Maulana, 2018).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan variansi atau residual atas

suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual

suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

Pengujian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan Breusch-

Pagan / Cook-Weisberg Test dengan melihat P-Value. Jika P-Value

< 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat masalah heteroskedastisitas.

Page 70: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

54

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi

linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode (t) dengan

kesalahan pengganggu pada periode (t-1) sebelumnya. Autokorelasi ini

muncul akibat adanya suatu observasi yang saling berurutan sepanjang

waktu yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Hal ini sering ditemukan

pada data dengan runtut waktu, karena gangguan ini dapat terjadi pada

individu atau kelompok yang cenderung mempengaruhi pada gangguan

dari individu atau kelompok yang sama pada periode waktu berikutnya.

Peneliti menggunakan metode Wooldridge Test untuk melihat

apakah data residual terjadi gejala autokorelasi atau tidak. Ketentuan dari

pengujian ini adalah jika P-Value < 0,05 berarti residual tidak random

atau terdapat autokorelasi pada residual. Sebaliknya, jika P-Value > 0,05

berarti residual random atau tidak terdapat gejala autokorelasi antar

residual.

4. Uji Hipotesis

a. Pengujian dengan Analisis Regresi Moderasi (Moderated Regression

Analysis -MRA)

Uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression

Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear

dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi.

Pengujian hipotesis ini berguna untuk menentukan pengaruh variabel

moderasi dari pemanfaatan tax havens country pada pengaruh variabel

Page 71: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

55

utama. Variabel moderasi adalah variabel independen yang akan

memperkuat atau memperlemah variabel independen lainnya terhadap

variabel dependen (Ghozali, 2018). Uji MRA dapat dirumuskan sebagai

berikut:

Yit = α + β1TCit + β2CIit + β3CSRit + β4 (TC.THC) it + β5 (CI.THC) it +

β6 (CSR.THC) it + еit

Keterangan:

Y = Penghindaran Pajak

α = Konstanta

β = Koefisien Regresi

TC = Thin Capitalization

CI = Capital Intensity

CSR = Corporate Social Responsibility

THC = Pemanfaatan Tax Havens Country

TC.THC =Variabel perkalian antara thin capitalization dengan

pemanfaatan tax havens country yang menggambarkan

pengaruh variabel moderating, pemanfaatan tax havens

country terhadap hubungan thin capitalization dengan

penghindaran pajak.

CI.THC =Variabel perkalian antara capital intensity dengan

pemanfaatan tax havens country yang menggambarkan

pengaruh variabel moderating, pemanfaatan tax havens

Page 72: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

56

country terhadap hubungan capital intensity dengan

penghindaran pajak.

CSR.THC =Variabel perkalian antara corporate social responsibility

dengan pemanfaatan tax havens country yang

menggambarkan pengaruh variabel moderating,

pemanfaatan tax havens country terhadap hubungan

corporate social responsibility dengan penghindaran pajak.

е = Error term (tingkat kesalahan pendugaan dalam

penelitian).

i = Data perusahaan

t = Data periode waktu

1) Uji Koefisien Determinasi (Uji Adjusted R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur

seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel

dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2

yang kecil menunjukkan kemampuan variabel-variabel independen

dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Dan jika nilai

R2 mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memiliki hampir

semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel

dependen (Ghozali, 2018).

2) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik f)

Pengujian ini berguna untuk mengetahui apakah variabel-

variabel independen yang dimasukkan model mempunyai pengaruh

Page 73: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

57

secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen. Uji f

juga berguna untuk mengetahui model yang digunakan layak untuk

memprediksi variabel dependen.

Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian ini yaitu

dengan mengukur nilai signifikansi f pada output hasil regresi, dimana

jika nilai signifikansi yang didapat < 0,05 (α = 5%) maka model regresi

dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen yang

menandakan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama

berpengaruh terhadap variabel dependen atau dengan kata lain

hipotesis diterima (Ghozali, 2018).

3) Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t / z)

Pengujian ini digunakan untuk membuktikan signifikansinya

terhadap pengaruh variabel independen secara individu dalam

menjelaskan variabel dependen. Dengan tingkat signifikansi sebesar

5% (0,05), maka kriteria pengujian adalah sebagai berikut (Ghozali,

2018):

a) Apabila nilai signifikansi t / z < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha tidak

ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara semua

variabel independen terhadap variabel dependen.

b) Apabila nilai signifikansi t / z > 0,05, maka Ho tidak ditolak dan Ha

ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara

semua variabel independen terhadap variabel dependen.

Page 74: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

58

E. Operasionalisasi Variabel Penelitian

Operasionalisasi variabel penelitian memaparkan perihal definisi dari

masing-masing variabel dan cara pengukuran yang digunakan pada setiap

variabel. Penelitian ini menggunakan lima (5) variabel, meliputi variabel

independen yaitu thin capitalization, capital intensity, dan corporate social

responsibility. Variabel dependen yaitu penghindaran pajak. Variabel

moderating yaitu pemanfaatan tax havens country.

1. Variabel Dependen (Y)

Variabel dependen adalah variabel yang nilainya dijelaskan atau

dipengaruhi oleh variabel independen. Penghindaran pajak adalah upaya

wajib pajak dalam memanfaatkan peluang-peluang (loopholes) yang ada

dalam undang-undang perpajakan, sehingga wajib pajak membayar pajak

lebih rendah dari seharusnya (Fatmawati & Solikin, 2017).

Ada beberapa cara dalam mengukur penghindaran pajak, seperti

menggunakan proksi Effective Taxe Rate (ETR), Book-tax Difference (BTD),

Discretionary Permanent BTD’s (DTAX), Unrecognize Tax Benefit, Tax

Shelter Activity, Marginal Tax Rate, dan Cash Effective Tax Rate (CETR).

Proksi Book-tax Difference (BTD) digunakan dalam penelitian ini karena

mencerminkan total perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal (Yuniarti.

Zs & Astuti, 2020). Book-tax Difference (BTD) dapat dihitung dengan rumus:

BTD = (Taxable Income – Net Income) / Average Assets

BTD : Penghindaran pajak

Page 75: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

59

Taxable Income : Laba sebelum pajak

Net Income : Laba bersih

Average Assets : Rata-rata jumlah aset pada awal periode ditambah akhir

periode

2. Variabel Independen (X)

Penelitian ini menggunakan tiga variabel independen, yaitu thin

capitalization, capital intensity dan corporate social responsibility.

a. Thin Capitalization (X1)

Thin capitalization dapat didefinisikan sebagai jumlah utang

yang dimiliki oleh perusahaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah

modal (highly leveraged). Thin capitalization adalah pembentukan

struktur permodalan suatu perusahaan dengan memaksimalkan

kontribusi utang dan meminimalkan kontribusi modal (Salwah &

Herianti, 2019). Rumus yang digunakan untuk mengukur thin

capitalization adalah sebagai berikut:

Maximum Amount Debt Ratio =

Average Interest Bearing Debt ÷ SHDA (Safe Harbor Debt Amount)

Dimana:

Average Interest Bearing Debt = Rata-rata utang atau total utang dengan

bunga (IBL)

SHDA = (Rata-rata total asset – non IBL) × 75%

Page 76: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

60

b. Capital Intensity (X2)

Capital intensity merupakan suatu bentuk gambaran yang

menjelaskan perusahaan dalam menginvestasikan aset tetapnya.

Perusahaan yang memiliki aset tetap dapat menimbulkan beban

penyusutan dimana dengan adanya beban penyusutan tersebut dapat

menjadi pengurang laba perusahaan. Oleh sebab itu, semakin besar beban

penyusutan dapat dimanfaatkan untuk melakukan penghindaran pajak

(Wulandari et al., 2020). Capital intensity dalam penelitian ini diukur

menggunakan rasio sebagai berikut (Nadhifah & Arif, 2020):

Capital Intensity =

Total Non Curent Assets ÷ Total Assets

c. Corporate Social Responsibility (X3)

Corporate social responsibility merupakan bentuk pemenuhan

tanggung jawab sosial kepada stakeholder atas tindakan bisnis yang

dilakukan oleh perusahaan, sehingga tujuan perusahaan tidak hanya

berorientasi pada laba, tetapi juga pada lingkungan (Amalia, 2019).

Analisis data dilakukan dengan dua tahap. Penelitian ini mengacu pada

Global Reporting Index (GRI) 4.0 dengan menggunakan 91 indikator

pengungkapan CSR. Ketika perusahaan mengungkapkan indikator, maka

diberi nilai 1, jika tidak diberi nilai 0. Berikut adalah rumus untuk

menghitung besarnya pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan

(Amalia, 2019):

Page 77: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

61

Pengungkapan CSR = ∑Xi ÷ N

Keterangan:

∑Xi = Jumlah indikator CSR yang diungkapkan perusahaan

N = Jumlah indikator GRI 4.0

3. Variabel Moderating

Variabel moderating adalah variabel yang dapat memperkuat atau

memperlemah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen

(Ghozali, 2018). Variabel moderating dalam penelitian ini adalah

pemanfaatan tax havens country. Tax havens country didefinisikan sebagai

suatu negara atau wilayah yang mengenakan pajak rendah atau sama sekali

tidak mengenakan pajak dan menyediakan tempat yang aman bagi simpanan

untuk menarik modal masuk . Dalam penelitian ini, alat ukur yang digunakan

dalam pemanfaatan tax havens country yaitu (Nugraha & Kristanto, 2019):

Tax Havens Country: Total subsidiaries di tax havens country

Page 78: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

62

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel Definisi Operasional Perhitungan Skala Pengukuran

Penghindaran Pajak (Y) (Yuniarti. Zs & Astuti, 2020)

Penghindaran pajak adalah upaya wajib pajak dalam memanfaatkan peluang-peluang (loopholes) yang ada dalam undang-undang perpajakan, sehingga wajib pajak membayar pajak lebih rendah dari seharusnya.

BTD = (Taxable Income – Net Income) / Average Assets

Rasio

Thin Capitalization (X1) (Salwah & Herianti, 2019)

Thin capitalization adalah jumlah utang yang dimiliki oleh perusahaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah modal.

MAD = Average Interest

Bearing Debt ÷

SHDA (Safe Harbor Debt

Amount)

Rasio

Capital Intensity (X2) (Nadhifah & Arif, 2020)

Capital intensity merupakan suatu bentuk gambaran yang menjelaskan perusahaan dalam menginvestasikan aset tetapnya.

Capital Intensity =

Total Non Current Assets ÷

Total Assets

Rasio

Corporate Social Responsibility (X3) (Amalia, 2019)

Corporate social responsibility merupakan bentuk pemenuhan tanggung jawab sosial kepada stakeholder atas tindakan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga tujuan perusahaan tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada lingkungan.

Pengungkapan CSR =

∑Xi ÷ N

Rasio

Pemanfaatan Tax Havens Country (Nugraha & Kristanto, 2019)

Tax havens country didefinisikan sebagai suatu negara atau wilayah yang mengenakan pajak rendah atau sama sekali tidak mengenakan pajak dan menyediakan tempat yang aman bagi simpanan untuk menarik modal masuk.

Tax Havens Country =

Total subsidiaries di tax havens

country

Nominal

Page 79: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

63

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Gambaran umum objek penelitian menyajikan prosedur pemilihan

sampel dan populasi penelitian. Dalam penelitian ini metode penentuan sampel

menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel

berdasarkan kriteria-kriteria dengan tujuan agar sampel yang digunakan dapat

merepresentasikan penelitian yang dilakukan. Metode analisis yang digunakan

dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan bantuan

perangkat lunak yaitu Microsoft Excel 2016 dan STATA versi 16 sebagai alat

untuk menguji data.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

bersumber dari laporan keuangan dan laporan tahunan seluruh perusahaan

multinasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesa (BEI). Penelitian ini

mengambil sampel selama empat tahun, yaitu 2016 sampai 2019 yang diakses

melalui website resmi Bursa Efek Indonesia pada alamat website www.idx.co.id,

mengambil artikel, jurnal, penelitian terdahulu, serta sumber-sumber lain yang

relevan. Data variabel yang digunakan yaitu thin capitalization, capital intensity,

corporate social responsibility, penghindaran pajak, dan pemanfaatan tax

havens country.

Page 80: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

64

Tujuan dari analisis ini adalah untuk mendapatkan informasi yang

relevan yang terkandung dalam data tersebut dan menggunakan hasilnya untuk

memecahkan suatu masalah. Berikut tabel 4.1 yang menyajikan perolehan

sampel berdasarkan kriteria yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan

penelitian.

Tabel 4.1

Rincian Perolehan Sampel Penelitian

No. Kriteria Jumlah

1. Perusahaan multinasional yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia selama tahun 2016-2019

45

2. Perusahaan rugi (15)

3. Perusahaan menyajikan laporan keuangan

tahunan menggunakan mata uang asing

(11)

Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria 19

Jumlah sampel (19 perusahaan × 4 tahun) 76

Sumber: Data yang telah diolah.

B. Hasil Uji Data Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi

data panel. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai

pengaruh variabel independen yaitu thin capitalization, capital intensity,

corporate social responsibility.

1. Uji Analisis Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan metode dimana semua data yang

berhubungan dengan penelitian dikelompokkan untuk kemudian dianalisis

dan diinterpretasikan secara objektif dengan membandingkan nilai

minimum, nilai maksimum, rata-rata (mean), dan standar deviasi dari

Page 81: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

65

sampel. Berikut Tabel 4.2 merupakan analisis deskriptif untuk variabel yang

digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.2

Hasil Uji Statistik Deskriptif

Variable Mean Std Dev Min Max

PP 0,4268382 0,235488 0,1055457 0,9864109

TC 0,7042435 0,2113175 -0,0111724 0,9614816

CI 0,4256283 0,1907787 0,049288 0,9190861

CSR 0,1406883 0,0700319 0,032967 0,4065934

THC 2,052632 1,924541 0 8

Sumber: Output STATA yang diolah

a. Variabel Dependen (Penghindaran Pajak)

Hasil uji analisis statistik pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa

penghindaran pajak dengan jumlah sampel (N) 76 memiliki nilai

minimum sebesar 0,1055457 dan nilai maksimum sebesar 0,9864109.

Nilai rata-rata (mean) penghindaran pajak sebesar 0,4268382

menggambarkan rata-rata penghindaran pajak dalam perusahaan

multinasional dan standar deviasi sebesar 0,235488 menunjukkan

simpangan data relatif lebih kecil karena nilainya lebih kecil daripada

nilai rata-rata.

b. Variabel Independen

1) Thin Capitalization

Hasil uji analisis statistik pada tabel 4.2 menunjukkan

bahwa thin capitalization dengan jumlah sampel (N) 76 memiliki

nilai minimum sebesar -0,0111724 dan memiliki nilai maksimum

0,9614816. Nilai rata-rata (mean) yang menggambarkan bahwa

Page 82: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

66

rata-rata thin capitalization dalam perusahaan multinasional

sebesar 0,7042435 dan standar deviasi sebesar 0,2113175 yang

menunjukkan simpangan data yang relatif lebih kecil karena

nilainya lebih kecil daripada nilai rata-rata.

2) Capital Intensity

Hasil uji analisis statistik pada tabel 4.2 menunjukkan

bahwa capital intensity dengan jumlah sampel (N) 76 memiliki

nilai minimum sebesar 0,49288 dan nilai maksimum sebesar

0,9190861. Nilai rata-rata (mean) capital intensity dalam

perusahaan multinasional sebesar 0,4256283 dan standar deviasi

sebesar 0,1907787 menunjukkan simpangan data yang relatif lebih

kecil karena nilainya lebih kecil daripada nilai rata-rata.

3) Corporate Social Responsibility

Hasil uji analisis statistik pada tabel 4.2 menunjukkan

bahwa corporate social responsibility dengan jumlah sampel (N)

76 memiliki nilai minimum sebesar 0,32967 dan nilai maksimum

sebesar 0,4065934. Nilai rata-rata (mean) corporate social

responsibility dalam perusahaan multinasional sebesar 0,1406883

dan standar deviasi sebesar 0,0700319 menunjukkan simpangan

data yang relatif lebih kecil karena nilainya lebih kecil daripada

nilai rata-rata.

Page 83: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

67

c. Variabel Moderating

1) Pemanfaatan Tax Havens Country

Hasil uji analisis statistik pada tabel 4.2 menunjukkan

bahwa pemanfaatan tax havens country dengan jumlah sampel (N)

76 memiliki nilai minimum sebesar 0 dan nilai maksimum sebesar

8. Nilai rata-rata (mean) pemanfaatan tax havens country dalam

perusahaan multinasional sebesar 2,052632 dan standar deviasi

sebesar 1,924541 menunjukkan simpangan data yang relatif lebih

kecil karena nilainya lebih kecil daripada nilai rata-rata.

2. Uji Pemilihan Model

a. Model Regresi Data Panel

1) Model Pooled Least Square (PLS)

Dalam model ini data diperlakukan sama atau dengan kata

lain mengabaikan adanya perbedaan dimensi individu maupun

waktu. Berikut hasil estimasi menggunakan model pooled least

square (PLS).

Page 84: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

68

Tabel 4.3

Hasil Uji Regresi Model Pooled Least Square (PLS)

Prob > F 0,0000

R-squared 0,4183

Adj R-squared 0,3584

Variable Coefficient Std. Err t P > |t|

sqr_TC -2,219666 0,6091682 -3,64 0,001

CI -1,773372 0,5729169 -3,10 0,003

sqr_rt_CSR 1,446224 1,373891 1,05 0,296

sqr_rt_THC -0,1978672 0,4134637 -0,48 0,634

sqr_TCsqr_rt_THC 1,066315 0,3973058 2,68 0,009

CIsqr_rt_THC 0,9345087 0,4377665 2,13 0,036

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,114473 0,9798969 -1,14 0,259

Cons 0,002852 0,5243718 0,01 0,996

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan hasil estimasi model pooled least square

(PLS) di atas, variabel thin capitalization, capital intensity, dan

corporate social responsibility yang dimoderasi oleh pemanfaatan

tax havens country memiliki nilai koefisien negatif terhadap

penghindaran pajak. Kemudian dapat dilihat nilai F statistik

signifikan ditunjukkan dengan nilai Prob>F kurang dari α (0,05)

yaitu sebesar 0,0000, hal tersebut menunjukkan bahwa secara

bersama-sama thin capitalization, capital intensity, dan corporate

social responsibility berpengaruh signifikan terhadap

penghindaran pajak. Nilai R-square sebesar 0,4183 artinya model

ini hanya dapat menjelaskan variasi sebesar 41,83% terhadap

variabel dependen yaitu penghindaran pajak.

Page 85: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

69

2) Model Fixed Effect (FE)

Model ini mengasumsikan bahwa intersep dari setiap

individu adalah berbeda sedangkan slope antar individu adalah

tetap. Berikut hasil estimasi regresi menggunakan model fixed

effect (FE).

Tabel 4.4

Hasil Uji Regresi Model Fixed Effect (FE)

Fixed-effects (within) regression

Prob > F 0,8187

R-squared 0,0733

Adj R-squared 0,2079

Variable Coefficient Std. Err T P > |t|

sqr_TC 0,9643638 2,128829 0,45 0,653

CI -1,876276 2,179338 -0,86 0,393

sqr_rt_CSR -0,2123626 2,34016 -0,09 0,928

sqr_rt_THC -1,120943 1,284156 -0,87 0,387

sqr_TCsqr_rt_THC -0,3099194 1,064017 -0,29 0,772

CIsqr_rt_THC 1,805239 1,310567 1,38 0,175

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,9672175 2,055306 0,47 0,640

Cons -0,471874 2,033341 -0,23 0,817

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan hasil estimasi model fixed effect (FE) di atas,

variabel independen yaitu capital intensity, corporate social

responsibility dan thin capitalization yang dimoderasi oleh

pemanfaatan tax havens country memiliki nilai koefisien negatif

terhadap penghindaran pajak. Kemudian dapat dilihat nilai F

statistik signifkan ditunjukkan dengan nilai Prob>F lebih besar

dari α (0,05) yaitu sebesar 0,8187, hal tersebut menunjukkan bahwa

secara bersama-sama thin capitalization, capital intensity, dan

Page 86: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

70

corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak. Nilai R-square sebesar 0,0733 artinya model

ini mampu menjelaskan variasi sebesar 7,33% terhadap variabel

dependen yaitu penghindaran pajak. Hal tersebut menunjukkan

nilai yang kurang baik dibandingkan dengan model pooled least

square (PLS).

3) Model Random Effect (RE)

Dalam model random effect (RE) mengasumsikan setiap

objek penelitian memiliki perbedaan intersep, yang mana intersep

tersebut adalah variabel random atau stokastik. Berikut hasil

estimasi regresi menggunakan model random effect (RE).

Tabel 4.5

Hasil Uji Regresi Model Random Effect (RE)

Random-effects GLS regression

Prob > F 0,0000

R-squared 0,4183

Adj R-squared 0,7925

Variable Coefficient Std. Err Z P > |z|

sqr_TC -2,202373 0,6149039 -3,58 0,000

CI -1,775946 0,5822644 -3,05 0,002

sqr_rt_CSR 1,39765 1,382949 1,01 0,312

sqr_rt_THC -0,2094941 0,4197075 -0,50 0,618

sqr_TCsqr_rt_THC 1,05519 0,4000657 2,64 0,008

CIsqr_rt_THC 0,9427514 0,4439239 2,12 0,034

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,084282 0,9902701 -1,09 0,274

Cons 0,0158245 0,5318149 0,03 0,976

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan hasil estimasi model random effect (RE) di

atas, variabel independen yaitu thin capitalization, capital

Page 87: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

71

intensity, dan corporate social responsibility yang dimoderasi oleh

pemanfaatan tax havens country memiliki nilai koefisien negatif

terhadap penghindaran pajak. Dalam model ini nilai probability

lebih kecil dari α (0,05) yaitu sebesar 0,0000 artinya secara

bersama-sama thin capitalization, capital intensity, dan corporate

social responsibility berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

Nilai R-square sebesar 0,4183 artinya model ini mampu

menjelaskan variasi sebesar 41,83% terhadap penghindaran pajak,

nilai tersebut lebih tinggi dari model fixed effect (FE).

b. Pengujian dan Pemilihan Model Uji Regresi Data Panel

Pengujian dan pemilihan model estimasi data panel digunakan

untuk memilih satu dari tiga model yang lebih sesuai dan memiliki

pendugaan yang lebih efisien. Terdapat beberapa cara yang dapat

digunakan untuk menentukan model mana yang paling tepat dalam

mengestimasi parameter data panel. Ada tiga pengujian untuk memilih

model estimasi data panel yaitu uji chow yang digunakan untuk

memilih antara model pooled least square (PLS) atau model fixed effect

(FE). Pengujian kedua yaitu uji hausman yang digunakan untuk

memilih antara model fixed effect (FE) atau model random effect (RE).

Selain itu, terdapat pengujian lagrange multiplier yang digunakan

untuk memilih antara model pooled least square (PLS) atau model

random effect (RE).

Page 88: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

72

1) Uji Chow

Uji chow digunakan untuk memilih antara model pooled

least square (PLS) atau model fixed effect (FE). Berikut ini hasil

dari pengujian chow.

Tabel 4.6

Hasil Uji Chow

Prob > F 0,3852

Sumber: Output STATA yang diolah

Dari hasil output tersebut, dapat dilihat bahwa nilai

probabilitas sebesar 0,3852 artinya uji chow memberikan hasil

yang signifikan. Karena probabilitas lebih besar dari nilai α (0,05),

maka H0 pooled least square (PLS) diterima dan H1 fixed efect (FE)

tidak diterima, sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah

menggunakan model pooled least square (PLS).

2) Uji Hausman

Uji hausman merupakan pengujian kedua dari pengujian

pemilihan model estimasi data panel yang digunakan untuk

memilih antara model fixed effect (FE) atau model random effect

(RE). Berikut hasil dari pengujian hausman.

Page 89: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

73

Tabel 4.7

Hasil Uji Hausman

Variabel fe Re Difference

sqr_TC 0,9643638 -2,202373 3,166737

CI -1,876276 -1,775946 -0,1003299

sqr_rt_CSR -0,2123626 1,39765 -1,610012

sqr_rt_THC -1,120943 -0,2094941 -0,9114493

sqr_TCsqr_rt_THC -0,3099194 1,05519 -1,36511

CIsqr_rt_THC 1,805239 0,9427514 0,8624877

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,9672175 -1,084282 2,051499

chi2 8,14

Prob > chi2 0,3202

Sumber: Output STATA yang diolah

Dari hasil pengujian hausman di atas, dapat dilihat bahwa

pada hasil tersebut Prob>chi2 sebesar 0,3202, lebih besar dari α

(0,05) artinya H0 random effect (RE) diterima dan H1 fixed effect

(FE) tidak diterima. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil

adalah menggunakan model random effect (RE).

3) Uji Lagrange Multiplier

Uji lagrange multiple merupakan pengujian terakhir dari

pengujian pemilihan model estimasi data panel yang digunakan

untuk memilih antara model pooled least square (PLS) atau model

random effect (RE). Berikut ini hasil dari pengujian lagrange

multiplier.

Page 90: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

74

Tabel 4.8

Hasil Uji Lagrange Multiplier

Breusch and Pagan Lagrangian multiplier test for random effects

Var sd = sqrt (Var)

ln_PP 0,3183945 0,5642646

E 0,1993243 0,4464575

U 0,0023971 0,0489601

chibar2 0,56

Prob > chibar2 0,2273

Sumber: Output STATA yang diolah

Dari hasil pengujian lagrange multiplier di atas, dapat

dilihat bahwa pada hasil tersebut memiliki Prob>chibar2 sebesar

0,2273, lebih besar dari α (0,05) artinya H0 pooled least square

(PLS) diterima dan H1 random effect (RE) tidak diterima. Sehingga

kesimpulan yang dapat diambil adalah menggunakan model pooled

least square (PLS).

3. Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik dimaksudkan untuk menghasilkan

parameter yang bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), artinya

estimator memiliki nilai harapan sesuai dengan nilai sesungguhnya. Karena

hasil dari pengujian dan pemilihan model yang terpilih adalah pooled least

square (PLS)/ common effect model, maka pengujian asumsi klasik yang

dilakukan meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji

heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

Page 91: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

75

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data

berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik yaitu memiliki

distribusi data normal atau mendekati normal. Dalam penelitian ini,

untuk menguji normalitas data menggunakan Skewness/Kurtosis Test.

Berikut ini merupakan hasil dari pengujian normalitas.

Tabel 4.9

Hasil Uji Normalitas

Skewness/Kurtosis tests for Normality

Variable Obs Skewness Kurtosis chi2 Prob > chi2

PP 76 0,0019 0,7460 8,49 0,0143

TC 76 0,0000 0,0016 22,91 0,0000

CI 76 0,5249 0,0227 5,41 0,0667

CSR 76 0,0006 0,0080 14,97 0,0006

THC 76 0,0000 0,0079 22,29 0,0000

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan hasil pengujian normalitas di atas, dapat dilihat

bahwa nilai Prob > chi2 lebih besar dari nilai α (0,05) hanya terdapat

pada variabel capital intensity. Oleh karena itu, maka data berdistribusi

tidak normal dan harus dilakukan transformasi data. Berikut ini

merupakan hasil pengujian normalitas setelah transformasi data.

Page 92: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

76

Tabel 4.10

Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Data

Skewness/Kurtosis tests for Normality

Variable Obs Skewness Kurtosis chi2 Prob > chi2

ln_PP 76 0,5277 0,3607 1,27 0,5297

sqr_TC 76 0,2193 0,1513 3,71 0,1568

CI 76 0,5249 0,0227 5,41 0,0667

sqr_rt_CSR 76 0,5970 0,3594 1,15 0,5624

sqr_rt_THC 76 0,3898 0,3582 1,63 0,4415

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan hasil pengujian normalitas di atas, setelah

dilakukan transformasi data terhadap variabel penghindaran pajak

dengan transformasi logaritma natural (LN), variabel thin capitalization

dengan transformasi square (kuadrat), variabel corporate social

responsibility dan pemanfaatan tax havens country masing-masing

dengan transformasi square root (akar kuadrat) dapat dilihat bahwa

nilai Prob > chi2 lebih besar dari nilai α (0,05), maka dapat disimpulkan

bahwa data berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas adalah pengujian untuk melihat apakah

terdapat hubungan korelasi antara variabel independen atau satu sama

lainnya. Salah satu asumsi dalam metode kuadrat terkecil adalah tidak

adanya hubungan linear antara variabel independen. Metode yang

digunakan untuk mendeteksi multikolinieritas dalam penelitian ini

adalah tolerance – Variance Inflactor Faktor (VIF). Multikolinieritas

terjadi apabila nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10. Jika nilai tolerance

> 0,10 dan VIF < 10, maka dapat dikatakan tidak terjadi

Page 93: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

77

multikolinieritas antar variabel independen. Berikut ini disajikan tabel

4.11 hasil uji multikolinieritas.

Tabel 4.11

Hasil Uji Multikolinieritas

Variable VIF 1/VIF

sqr_rt_THC 28,26 0,035392

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 24,24 0,041262

Cisqr_rt_THC 10,44 0,095756

sqr_TC 7,94 0,125933

sqr_TCsqr_rt_THC 7,24 0,138145

sqr_rt_CSR 6,00 0,166800

CI 4,39 0,227991

Mean VIF 12,64

Sumber: Ouput STATA yang diolah

Berdasarkan tabel di atas, hasil uji multikolinieritas

menunjukkan bahwa terdapat variabel dengan nilai tolerance < 0,10

dan VIF > 10. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat variabel dalam

penelitian ini yang saling berkorelasi atau dapat dikatakan terjadi gejala

multikolinieritas dalam variabel. Setelah mengetahui adanya

multikolinieritas, maka penelitian ini menggunakan estimasi model

SUR (Seemingly Unrelated Regression) untuk mengatasi masalah

tersebut.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah pada

model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu

pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika variabel dari residual satu

pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas

Page 94: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

78

dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik

adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas pada penelitian ini

digunakan Breush-Pagan / Cook-Weisberg Test. Deteksi ada tidaknya

heteroskedastisitas dapat dilihat dari nilai P-Value. Jika nilai P-Value

< 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat masalah heteroskedastisitas.

Berikut ini merupakan tabel hasil uji heteroskedastisitas.

Tabel 4.12

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Breusch-Pagan / Cook-Weisberg test for heteroskedasticity

chi2 6,49

Prob > chi2 0,0108

Sumber: Output STATA yang diolah

Dari hasil ouput di atas, nilai Prob > chi2 lebih kecil dari nilai

α (0,05) sebesar 0,0108. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data

tersebut memiliki gejala heteroskedastisitas atau data tidak bersifat

homokedastisitas. Setelah mengetahui adanya gejala

heteroskedastisitas, maka dilakukan estimasi model SUR (Seemingly

Unrelated Regression) untuk menghasilkan nilai regresi yang baik.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu

model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang

baik adalah model regresi yang bebas dari autokorelasi. Pada penelitian

Page 95: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

79

ini, gejala autokorelasi dideteksi dengan menggunakan Wooldridge

Test. Berikut tabel 4.13 merupakan hasil uji autokorelasi untuk variabel

yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.13

Hasil Uji Autokorelasi

Wooldridge tests for autocorrelation in panel data

F 2,331

Prob > F 0,1442

Sumber: Output STATA yang diolah

Dari hasil output di atas, terlihat bahwa nilai Prob > F sebesar

0,1442 yang artinya lebih besar dari α (0,05). Sehingga kesimpulannya

adalah model regresi tersebut tidak terjadi gejala autokorelasi.

4. Pengujian Goodness of Fit Model

Pengujian goodness of fit model dilakukan untuk mengetahui

kelayakan model secara ilmiah, berdasarkan ketiga estimasi model yang

telah dilakukan yaitu pooled least square (PLS), fixed effect (FE), dan

random effect (RE). Berikut ini disajikan tabel untuk melihat hasil

perbandingan ketiga estimasi model.

Page 96: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

80

Tabel 4.14

Perbandingan Hasil Estimasi Model

Model Uji t Uji F R2 Coefficient Constanta

Pooled Least Square

(PLS)

P>|t| T Prob F 0,4183 0,002852

- sqr_TC 0,001 -3,64 0,0000 6,99 -2,219666

- CI 0,003 -3,10 -1,773372

- sqr_rt_CSR 0,296 1,05 1,446224

- sqr_rt_THC 0,634 -0,48 -0,1978672

- sqr_TCsqr_rt_THC 0,009 2,68 1,066315

- Cisqr_rt_THC 0,036 2,13 0,9345087

- sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,259 -1,14 -1,114473

Fixed Effect (FE) P>|t| T Prob F 0,0733 -0,471874

- sqr_TC 0,653 0,45 0,8187 0,52 0,9643638

- CI 0,393 -0,86 -1,876276

- sqr_rt_CSR 0,928 -0,09 -0,2123626

- sqr_rt_THC 0,387 -0,87 -1,120943

- sqr_TCsqr_rt_THC 0,772 -0,29 -0,3099194

- Cisqr_rt_THC 0,175 1,38 1,805239

- sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,640 0,47 0,9672175

Random Effect (RE) P>|z| Z Prob F 0,4183 0,0158245

- sqr_TC 0,000 -3,58 0,0000 46,98 -2,202373

- CI 0,002 -3,05 -1,775946

- sqr_rt_CSR 0,312 1,01 1,39765

- sqr_rt_THC 0,618 -0,50 -0,2094941

- sqr_TCsqr_rt_THC 0,008 2,64 1,05519

- Cisqr_rt_THC 0,034 2,12 0,9427514

- sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,274 -1,09 -1,084282

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan perbandingan output di atas, dilihat dari nilai uji t, uji

f, koefisien determinan (R2), coefficient dan constanta, model pooled least

square (PLS) adalah pendekatan yang sesuai dibandingkan dengan model

fixed effect (FE) dan random effect (RE). Akan tetapi, pengujian terhadap

asumsi klasik menunjukkan bahwa model pooled least square (PLS)

terbukti mengalami permasalahan multikolinieritas dan heteroskedastisitas.

Page 97: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

81

Pelanggaran terhadap asumsi klasik ini menjadikan hasil estimasi bias dan

diragukan validitasnya sehingga dapat menghasilkan analisa yang salah.

Berdasarkan fakta tersebut, maka dalam penelitian ini diputuskan

menggunakan estimasi metode SUR (Seemingly Unrelated Regression)

untuk memperbaiki masalah tersebut. Model SUR merupakan bagian dari

regresi linier yang terdiri atas beberapa persamaan yang tidak berhubungan

(unrelated). Artinya, setiap variabel dependen dan independen terdapat

dalam satu sistem. Pada model SUR, error dari sistem yang berbeda saling

terkorelasi atau berhubungan (Maulana, 2018). Berikut ini hasil regresi

dengan menggunakan estimasi metode SUR.

Tabel 4.15

Hasil Uji Regresi Metode SUR (Seemingly Unrelated Regresion)

Seemingly unrelated regression

R-squared 0,4183

chi2 54,65

P 0,0000

Variable Coefficient Std. Err Z P > |z|

sqr_TC -2,219666 0,5762155 -3,85 0,000

CI -1,773372 0,5419251 -3,27 0,001

sqr_rt_CSR 1,446224 1,299571 1,11 0,266

sqr_rt_THC -0,1978672 0,3910975 -0,51 0,613

sqr_TCsqr_rt_THC 1,066315 0,3758136 2,84 0,005

CIsqr_rt_THC 0,9345087 0,4140856 2,26 0,024

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,114473 0,9268896 -1,20 0,229

Cons 0,002852 0,4960061 0,01 0,995

Sumber: Output STATA yang diolah

Page 98: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

82

5. Pengujian Hipotesis

a. Pengujian Analisis Regresi Data Panel

Penelitian ini menggunakan pengujian analisis regresi data

panel dengan menggunakan metode SUR (Seemingly Unrelated

Regression) untuk menguji pengaruh antara semua variabel independen

ke variabel dependen. Tujuan analisis regresi ini dengan menggunakan

nilai-nilai variabel independen yang diketahui untuk meramalkan nilai

variabel dependen. Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis dilakukan

dengan uji koefisien determinasi (uji adjusted R2), uji signifikansi

simultan ( uji statistik f) dan uji signifikansi parsial (uji statistik z).

1) Hasil Uji Koefisien Determinasi (Uji Adjusted R2)

Besarnya kontribusi variabel independen yaitu thin

capitalization, capital intensity, dan corporate social

responsibility dalam menerangkan variabel penghindaran pajak

yang diukur dengan book tax difference (BTD). Berikut hasil uji

koefisien determinasi dapat dilihat dalam Tabel 4.14 berikut.

Tabel 4.16

Hasil Uji Koefisien Determinasi (Uji Adjusted R2)

R-sq

0,4183

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan tabel 4.17 dapat diketahui bahwa nilai R-

squared sebesar 0,4183 atau 41,83% yang artinya kemampuan

variabel thin capitalization, capital intensity, dan corporate

Page 99: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

83

social responsibility dalam menjelaskan variabel penghindaran

pajak sebesar 41,83%. Sedangkan sisanya sebesar 58,17%

dijelaskan oleh variabel lain diluar dari penelitian ini, seperti

family ownership, hubungan politik, perbedaan level manajemen.

2) Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik f)

Uji signifikansi simultan (uji statistik f) dipergunakan

untuk menguji apakah semua variabel independen dalam model

persamaan regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama

atas variabel dependen. Uji signifikansi simultan dilakukan pada

tingkat signifikan 0,05. Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka

hipotesis tidak ditolak, sebaliknya jika nilai signifikansi > 0,05

maka H0 ditolak. Berikut merupakan hasil uji signifikansi

simultan.

Tabel 4.17

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik f)

P

0,0000

Sumber: Output STATA yang diolah

Pada tabel 4.16 di atas diperoleh hasil Prob>F sebesar

0,0000, angka tersebut lebih kecil dari nilai α (0,05) . Maka secara

bersama-sama variabel thin capitalization, capital intensity, dan

corporate social responsibility berpengaruh secara signifikan

terhadap penghindaran pajak.

Page 100: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

84

3) Hasil Uji Signifikansi Parsial Data Panel Metode SUR

(Seemingly Unrelated Regression) / Uji Statistik z

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa

besar pengaruh satu variabel independen dalam menerangkan

variabel dependen. Dalam penelitian ini akan dibuktikan

pengaruh masing-masing dari variabel independen yaitu thin

capitalization, capital intensity, dan corporate social

responsibility serta variabel moderating yaitu pemanfaatan tax

havens country dalam mempengaruhi variabel independen

terhadap variabel dependen yaitu penghindaran pajak. H0 akan

ditolak dan Ha tidak ditolak bila z < α (0,05) atau nilai z-stat >

nilai kritis z-tabel. Berikut ini merupakan hasil uji signifikansi

parsial data panel dengan menggunakan metode SUR. Hasil uji z

ditunjukkan dalam Tabel 4.18 berikut.

Tabel 4.18

Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik z)

Variable Coefficient Std. Err Z P > |z|

sqr_TC -2,219666 0,5762155 -3,85 0,000

CI -1,773372 0,5419251 -3,27 0,001

sqr_rt_CSR 1,446224 1,299571 1,11 0,266

sqr_rt_THC -0,1978672 0,3910975 -0,51 0,613

sqr_TCsqr_rt_THC 1,066315 0,3758136 2,84 0,005

CIsqr_rt_THC 0,9345087 0,4140856 2,26 0,024

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,114473 0,9268896 -1,20 0,229

Cons 0,002852 0,4960061 0,01 0,995

Sumber: Output STATA yang diolah

Berdasarkan tabel 4.18 di atas menunjukkan bahwa

koefisien model regresi dengan metode SUR memiliki nilai

Page 101: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

85

konstanta sebesar 0,002852 dan P-value sebesar 0,001 yang

artinya jika variabel independen thin capitalization, capital

intensity, dan corporate social responsibility konstan maka rata-

rata penghindaran pajak yang diukur dengan book tax difference

(BTD) adalah sebesar 0,002852.

Nilai koefisien thin capitalization dengan nilai koefisien

negatif sebesar -2,219666 dan tingkat signifikan P-value 0,000 <

0,05 yang artinya variabel thin capitalization tidak berpengaruh

terhadap penghindaran pajak. Nilai koefisien capital intensity

dengan nilai koefisien negatif sebesar -1,773372 dan tingkat

signifikan P-value 0,001 < 0,05 yang artinya variabel capital

intensity tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Nilai

koefisien corporate social responsibility dengan nilai koefisien

positif sebesar 1,446224 dan tingkat signifikan P-value 0,266 >

0,05 yang artinya variabel corporate social responsibility tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

Variabel perkalian antara thin capitalization dan

pemanfaatan tax havens country memiliki nilai koefisien positif

sebesar 1,066315 dengan tingkat signifikan 0,005 < 0,05 yang

artinya variabel pemanfaatan tax havens country memperkuat

pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran pajak.

Variabel perkalian antara capital intensity dan pemanfaatan tax

havens country memiliki koefisien positif sebesar 0,9345087

Page 102: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

86

dengan tingkat signifikan 0,024 < 0,05 yang artinya variabel

pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh capital

intensity terhadap penghindaran pajak. Variabel perkalian antara

corporate social responsibility dan pemanfaatan tax havens

country memiliki nilai koefisien negatif sebesar -1,114473 dengan

tingkat signifkan 0,229 > 0,05 yang artinya variabel pemanfaatan

tax havens country memperlemah pengaruh corporate social

responsibility terhadap penghindaran pajak.

C. Pembahasan

1. Pengaruh Thin Capitalization Terhadap Penghindaran Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 hasil penelitian ini menunjukkan tingkat

signifikansi thin capitalization sebesar 0,000 ( sig < 0,05). Hasil penelitian ini

menunjukkan arah negatif dengan nilai koefisien regresi sebesar -2,219666.

Dengan demikian H1 ditolak, yang berarti variabel thin capitalization tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Selistiaweni et al., (2020) yang menyatakan bahwa thin

capitalization tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Berdasarkan

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 169/PMK, 010.2015 mengatakan bahwa

perbandingan utang dan modal ditetapkan sebesar 4:1 untuk yang tertinggi.

Hal itu menyiratkan bahwa nilai MAD yang tidak memiliki nilai lebih dari 4

termasuk dalam batasan yang wajar. Maka dari itu thin capitalization tidak

memiliki pengaruh terhadap penghindaran pajak.

Page 103: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

87

Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya

yang telah dilakukan oleh Nirmalasari & Susilowati (2021), yang menyatakan

bahwa thin capitalization tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

Hal tersebut disebabkan karena perusahaan melakukan pendanaan melalui

utang, bukan untuk meminimalisir pajak terutang. Namun dipakai untuk

keperluan operasional perusahaan.

Selain itu, thin capitalization juga selalu dihubungkan dengan

adanya related party transaction. Berdasarkan hasil penelitian ini, adanya

related party transaction tidak berpengaruh terhadap strategi penghindaran

pajak yang dilakukan oleh suatu perusahaan melalui skema thin

capitalization. Utang yang timbul dari hubungan istimewa tidak ada

pengaruhnya terhadap penghindaran pajak, karena adanya pemberian jasa

atau perjanjian kerjasama timbal balik antara pihak berelasi.

Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan

oleh Prastiwi & Ratnasari (2019) serta penelitian Setiawan & Agustina (2018)

yang menyatakan bahwa thin capitalization berpengaruh positif terhadap

penghindaran pajak. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya peningkatan dari

maximum amount debt ratio (rasio MAD) juga akan meningkatkan terjadinya

praktik penghindaran pajak. Hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan

beban bunga dari utang yang wajib dilunasi oleh perusahaan, sehingga akan

menggerus laba perusahaan yang akhirnya bisa mengecilkan nilai pajak

penghasilan terutang dan perusahaan tersebut memiliki peluang untuk

melakukan praktik penghindaran pajak.

Page 104: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

88

2. Pengaruh Capital Intensity Terhadap Penghindaran Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 hasil penelitian ini menunjukkan tingkat

signifikansi capital intensity sebesar 0,001 (sig < 0,05). Hasil penelitian ini

menunjukkan arah negatif dengan nilai koefisien regresi sebesar -1,773372.

Dengan demikian H2 ditolak, yang berarti variabel capital intensity tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh

Dayanara et al., (2019) yang menyatakan bahwa capital intensity tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Perusahaan menggunakan aset

tetapnya untuk operasional perusahaan, bukan semata-mata untuk

memanfaatkan beban penyusutan aset tetap, yang mana beban penyusutan

aset tetap secara fiskal merupakan beban yang dapat menjadi pengurang

penghasilan kena pajak, sehingga dapat mengurangi penghasilan kena pajak

perusahaan.

Hasil peneltian ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya

yang dilakukan oleh Wiguna & Jati (2017) yang menyatakan bahwa capital

intensity tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Dikarenakan tidak

ditemukannya adanya pengaruh jumlah aset tetap yang besar terhadap

tindakan penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan. Tidak adanya

pengaruh dari jumlah aset tetap yang dimiliki perusahaan diakibatkan oleh

perusahaan dengan jumlah aset tetap yang besar memang menggunakan aset

tetap tersebut untuk kepentingan perusahaan, yaitu menunjang kegiatan

operasional perusahaan yang digunakan untuk penyediaan barang dan jasa.

Page 105: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

89

Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa dalam hal ini

manajer perusahaan mendahulukan kepemilikan aset tetap agar digunakan

untuk keperluan operasional dan investasi perusahaan, sedangkan untuk

strategi penghindaran pajak tidak diutamakan. Sehingga presentase

kepemilikan aset tetap yang tinggi hanya tidak menimbulkan celah bagi

perusahaan untuk melakukan praktik penghindaran pajak.

Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Dwiyanti & Jati (2019) serta penelitian Wulandari et al.,

(2020) yang menyatakan bahwa capital intensity berpengaruh positif

terhadap penghindaran pajak. Hal ini dikarenakan adanya beban penyusutan

yang mempengaruhi nilai pajak perusahaan menjadi rendah. Oleh karena itu,

semakin tinggi nilai capital intensity perusahaan maka akan menyebabkan

semakin tinggi pula nilai penghindaran pajak.

3. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran Pajak

Berdasarkan tabel 4.18 hasil penelitian ini menunjukkan tingkat

signifikansi corporate social responsibility sebesar 0,266 (sig > 0,05). Hasil

penelitian ini menunjukkan arah positif dengan nilai koefisien regresi sebesar

1,446224 yang artinya semakin tinggi corporate social responsibility maka

semakin tinggi pula penghindaran pajak. Dengan demikian H3 ditolak, yang

berarti variabel corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak.

Page 106: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

90

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Titisari & Mahanani (2017) yang menyatakan bahwa

corporate social responsibility tidak memiliki pengaruh terhadap

penghindaran pajak perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2013-2015.

Semakin tinggi nilai corporate social responsibility perusahaan, maka tingkat

aktivitas penghindaran pajak perusahaan akan semakin rendah. Dalam hal ini

perusahaan melakukan prinsip-prinsip corporate social responsibility sebagai

kewajiban yang harus dipenuhi tanpa melibatkan penghindaran pajak.

Hasil dalam penelitian memberikan implikasi bahwa perusahaan

benar-benar melaksanakan kegiatan corporate social responsibility

berdasarkan tanggung jawab yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Tanggung jawab tersebut akan terwujud dalam bukti penilaian yang diberikan

masyarakat kepada perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan akan terus

berupaya agar selalu mendapat penilaian yang baik dan positif dari

masyarakat, salah satunya adalah dengan cara tidak melakukan tindakan yang

dianggap menyimpang dalam norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan

penghindaran pajak merupakan perilaku yang dianggap tidak etis, walaupun

sebenarnya ada penghindaran pajak yang masih dikategorikan sebagai good

business purpose. Namun penghindaran pajak juga bisa menjadi bumerang

untuk suatu perusahaan, dikarenakan perusahaan tersebut akan mendapatkan

penilaian atau citra yang negatif dari masyarakat. Oleh karena itu, dalam hal

Page 107: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

91

ini perusahaan benar-benar melakukan kegiatan corporate social

responsibility tanpa melibatkan praktik penghindaran pajak.

Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan

oleh Dewi & Noviari (2017) serta penelitian Wiguna & Jati (2017) yang

menyatakan bahwa corporate social responsibility berpengaruh negatif

terhadap penghindaran pajak. Hal tersebut membuktikan bahwa semakin

tinggi perusahaan mengungkapkan corporate social responsibility maka

semakin rendah perusahaan memiliki peluang untuk melakukan tindakan

penghindaran pajak.

4. Pengaruh Thin Capitalization Terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating

Berdasarkan tabel 4.18 hasil penelitian ini menunjukkan tingkat

signifikansi variabel perkalian antara thin capitalization dan pemanfaatan tax

havens country sebesar 0,005 (sig < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan

arah positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,066315. Dengan

demikian H4 tidak ditolak, yang berarti variabel pemanfaatan tax havens

country memperkuat pengaruh antara thin capitalization terhadap

penghindaran pajak.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Richardson & Taylor (2017) yang menyatakan bahwa

pemanfaatan tax havens country memperkuat pengaruh antara thin

capitalization terhadap penghindaran pajak. Berdasarkan hasil penelitian ini

Page 108: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

92

berarti perusahaan multinasional memanfaatkan implementasi aturan thin

capitalization dan badan pembiayaan di tax havens country untuk

pemotongan pajak. Karena perusahaan yang tergabung di tax havens country

mampu memindahkan pendapatan dari yurisdiksi pajak yang tinggi ke pajak

yang rendah melalui praktik utang antar perusahaan. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa perusahaan multinasional yang memiliki nilai thin

capitalization tinggi, maka penghindaran pajak yang dilakukan juga tinggi,

dan hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan memanfaatkan secara

maksimal fungsi dari tax havens country.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, jika dikaitkan dengan teori

yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori perilaku terencana, bahwa

adanya perusahaan afiliasi suatu perusahaan yang berada di tax havens

country akan memberikan suatu keuntungan. Dikarenakan adanya faktor lain

yang menguntungkan, maka manajer akan berniat untuk melakukan suatu

tindakan. Dalam hal ini, perusahaan akan melakukan skema pembayaran

utang melalui badan pembiayaan yang berada di tax havens country agar tidak

dikenakan tarif pajak yang timbul dari utang bunga. Sehingga beban pajak

yang dikenakan oleh perusahaan pun akan rendah, dan mengindikasikan

bahwa perusahaan melakukan strategi penghindaran pajak.

5. Pengaruh Capital Intensity Terhadap Penghindaran Pajak dengan

Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating

Berdasarkan tabel 4.18 hasil penelitian ini menunjukkan tingkat

signifikansi variabel perkalian antara capital intensity dan pemanfaatan tax

Page 109: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

93

havens country sebesar 0,024 (sig < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan

arah positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,9345087. Dengan

demikian H5 tidak ditolak, yang berarti variabel pemanfaatan tax havens

country memperkuat pengaruh capital intensity terhadap penghindaran pajak.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Wulandari et al., (2020) yang menyatakan bahwa capital

intensity berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, serta

penelitian Widodo et al., (2020) yang menyatakan bahwa tax havens country

memiliki hubungan yang tinggi dengan penghindaran pajak. Hasil dalam

penelitian ini mengindikasikan bahwa perusahaan multinasional

memanfaatkan nilai capital intensity yaitu dengan memaksimalkan beban

penyusutan melalui aktivitas investasi aset tetap di tax havens country

sehingga akan berdampak terhadap rendahnya beban pajak perusahaan, yang

akhirnya tercipta peluang untuk melakukan praktik penghindaran pajak.

Semakin tinggi nilai capital intensity perusahaan, semakin maksimal pula

perusahaan memanfaatkan fungsi dari tax havens country, yang pada

akhirnya meningkatkan peluang perusahaan melakukan penghindaran pajak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, perusahaan memanfaatkan

perusahaan afiliasi yang berada di tax havens country untuk kegiatan investasi

terhadap aset tetap. Dikarenakan semakin banyaknya aset tetap yang dimiliki

oleh perusahaan, maka beban penyusutan yang dikenakan terhadap

kepemilikan aset tetap tersebut juga akan tinggi. Sehingga diindikasi bahwa

Page 110: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

94

perusahaan melakukan strategi penghindaran pajak melalui kepemilikan aset

tetap yang dimiliki di tax havens country.

6. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran Pajak

dengan Pemanfaatan Tax Havens Country sebagai Variabel Moderating

Berdasarkan tabel 4.18 hasil penelitian ini menunjukkan tingkat

signifikansi variabel perkalian antara corporate social responsibility dan

pemanfaatan tax havens country sebesar 0,229 (sig > 0,05). Hasil penelitian

menunjukkan arah negatif dengan nilai koefisien regresi sebesar -1,114473.

Dengan demikian H6 tidak ditolak, yang berarti variabel pemanfaatan tax

havens country memperlemah pengaruh corporate social responsibility

terhadap penghindaran pajak.

Hasil dalam penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang

dilakukan oleh Januari & Suardikha (2019) yang menyatakan bahwa

corporate social responsibility berpengaruh negatif terhadap penghindaran

pajak. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Dharmawan et al., (2017)

juga menyatakan bahwa tax haven utilization tidak berpengaruh terhadap

penghindaran pajak. Hasil dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa

perusahaan multinasional yang memiliki nilai indeks corporate social

responsibility tinggi tidak memanfaatkan tax havens country, sehingga

praktik penghindaran pajak yang dilakukan pun rendah. Ada atau tidak

adanya tax havens country, bagi perusahaan tidak akan mempengaruhi

perusahaan dalam melakukan tindakan corporate social responsibility. Justru

Page 111: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

95

semakin tinggi nilai indeks corporate social responsibility akan semakin

rendah perusahaan dalam melakukan praktik penghindaran pajak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, perusahaan induk dan perusahaan

afiliasi yang berada di tax havens country melaksanakan kegiatan tanggung

jawab sosial perusahaannya secara terpisah. Oleh sebab itu mengindikasikan

tidak ada kaitannya. Sehingga dalam hal ini perusahaan afiliasi yang berada

di tax havens country tidak mempengaruhi kegiatan corporate social

repsonsibility yang dilaksanakan oleh perusahaan induk.

Page 112: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

96

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh thin capitalization,

capital intensity dan corporate social responsibility terhadap penghindaran

pajak dengan pemanfaatan tax havens country sebagai moderating pada

perusahaan multinasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama

periode 2016-2019. Berikut ini adalah kesimpulan dari hasil pengujian seluruh

hipotesis:

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thin capitalization tidak berpengaruh

terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini konsisten dengan penelitian

yang dilakukan oleh Selistiaweni et al., (2020) dan Nirmalasari & Susilowati

(2021). Namun penelitian ini tidak konsisten dengan penelitan Prastiwi &

Ratnasari (2019) dan Setiawan & Agustina (2018).

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capital intensity tidak berpengaruh

terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini konsisten dengan penelitian

yang dilakukan oleh Dayanara et al., (2019) dan Wiguna & Jati (2017).

Namun penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Dwiyanti & Jati

(2019) dan Wulandari et al., (2020).

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate social responsibility tidak

berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini konsisten dengan

penelitian yang dilakukan oleh Titisari & Mahanani (2017). Namun

Page 113: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

97

penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Dewi & Noviari (2017) dan

Wiguna & Jati (2017).

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tax havens country

memperkuat pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran pajak.

Penelitian ini konsisten dengan penelitian Richardson & Taylor (2017).

5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tax havens country

memperkuat pengaruh capital intensity terhadap penghindaran pajak.

Penelitian ini konsisten dengan penelitian Wulandari et al., (2020) dan

Widodo et al., (2020).

6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tax havens country

memperlemah pengaruh corporate social responsibility terhadap

penghindaran pajak. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Januari &

Suardikha (2019) dan Dharmawan et al., (2017).

B. Saran

Penelitian mengenai pengaruh thin capitalization, capital intensity dan

corporate social responsibility terhadap penghindaran pajak dengan

pemanfaatan tax havens country di masa yang akan datang diharapkan mampu

memberikan hasil penelitian yang lebih berkualitas dengan mempertimbangkan

saran di bawah ini, antara lain:

1. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah dan menggunakan alternatif

proksi lain untuk mengukur variabel penghindaran pajak, seperti

unrecognize tax benefit atau marginal tax rate.

Page 114: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

98

2. Bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel independen lain

yang berpengaruh seperti family ownership, hubungan politik dan perbedaan

level manajemen.

3. Bagi penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel moderating lainnya

seperti sales growth, atau dapat mengganti dengan variabel intervening.

4. Bagi penelitian selanjutnya dapat memperluas dan memilih sampel yang

lebih beragam, karena penelitian ini hanya menggunakan sampel perusahaan

multinasional saja. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan sampel

perusahaan gabungan antara perusahaan domestik dan perusahaan

multinasional.

5. Bagi peneliti selanjutnya dapat memperluas sampel periode tahun penelitian

menjadi lebih dari 4 tahun.

Page 115: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

99

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, S. N., & Prastiwi, D. (2019). Pengaruh Thin Capitalization Terhadap

Penghindaran Pajak. AKUNESA: Jurnal Akuntansi Unesa, 7(3).

Amalia, F. A. (2019). Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dan

Penghindaran Pajak: Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel Moderasi.

Jurnal Akuntansi & Ekonomi, 4(2), 14–23.

Andriana, N. (2020). Perpajakan Dalam Perspektif Teori Planned Behavior. Jurnal

Pajak Indonesia, 3(2), 20–28.

Arofah, T. (2018). Pengaruh Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR)

Terhadap Penghindaran Pajak Perusahaan Publik Di Indonesia. Ekonomi

,Bisnis, Dan Akuntansi, 20.

Ayem, S., & Setyadi, A. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan,

Komite Audit Dan Capital IntensityTerhadap Agresivitas Pajak (Studi Pada

Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013- 2017).

Jurnal Akuntansi Pajak Dewantara, 1(2), 228–241.

https://doi.org/10.24964/japd.v1i1.905

Cabello, O. G., Gaio, L. E., & Watrin, C. (2019). Tax avoidance in management-

owned firms: evidence from Brazil. International Journal of Managerial

Finance, 15(4), 580–592. https://doi.org/10.1108/IJMF-04-2018-0117

Chircop, J., Fabrizi, M., Ipino, E., & Parbonetti, A. (2018). Does social capital

Page 116: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

100

constrain firms’ tax avoidance? Social Responsibility Journal, 14(3), 542–565.

https://doi.org/10.1108/SRJ-08-2017-0157

Dayanara, L., Titisari, K. H., & Wijayanti, A. (2019). Pengaruh Leverage,

Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Dan Capital Intensity Terhadap

Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Barang Industri Konsumsi Yang

Terdaftar Di Bei Tahun 2014 – 2018. Jurnal Akuntansi Dan Sistem Teknologi

Informasi, 15 No. 3(Fakultas Ekonomi Program studi Akuntansi Universitas

Islam Batik Surakarta), 301–310.

Dewi, N. L. P. P., & Noviari, N. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage,

Profitabilitas Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran

Pajak (Tax Avoidance). E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 21(1), 830–

859.

Dharma, N. B. S., & Noviari, N. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility

dan Capital Intensity terhadap Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi

Universitas Udayana, 18(1), 529–556.

Dharmawan, P. E., Djaddang, S., & Dharmansyah. (2017). Determinan

Penghindaran Pajak Dengan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel

Moderasi. Jurnal Riset Akuntansi Dan Perpajakan JRAP, 4(2), 13.

Dwiyanti, I. A. I., & Jati, I. K. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Capital Intensity,

dan Inventory Intensity pada Penghindaran Pajak. E-Jurnal Akuntansi

Universitas Udayana, 27(3 Juni 2019), 2293–2321.

https://doi.org/https://doi.org/10.24843/EJA.2019.v27.i03.p24

Page 117: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

101

Edy Susanto, M. (2019). Mengungkap Aliran Keuangan Gelap Komoditas Ekspor

Unggulan Indonesia: Besaran dan Potensi Hilangnya Penerimaan Negara. In

Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).

https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Fatmawati, O. R., & Solikin, A. (2017). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan

Beban Iklan Terhadap Tindakan Penghindaran Pajak Pada Perusahaan

Manufaktur. Jurnal Substansi, 1(1), 123–141.

Ferdiawan, Y., & Firmansyah, A. (2017). Pengaruh Political Connection , Foreign

Activity , dan Real Earnings Management Terhadap Tax Avoidance

Pendapatan Perpajakan merupakan. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 5(3),

1601–1624.

Fitri, W. A., Hapsarai, D. P., & Haryadi, E. (2019). Pengaruh Leverage, Komisaris

Independen Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Penghindaran

Pajak. Juma UNSERA, 20–30.

Gaaya, S., Lakhal, N., & Lakhal, F. (2017). Does family ownership reduce

corporate tax avoidance? The moderating effect of audit quality. Managerial

Auditing Journal, 32(7), 731–744. https://doi.org/10.1108/MAJ-02-2017-

1530

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25.

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gravelle, J. G. (2015). Tax havens: International tax avoidance and evasion. Taxes

in the United States: Developments, Analysis and Research, 4, 37–87.

Page 118: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

102

Hidayati, N., & Fidiana. (2017). Pengaruh Corporate Governance Social

Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap Pengindaran Pajak.

Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 6, 1053–1070.

Hoseini, M., Safari Gerayli, M., & Valiyan, H. (2019). Demographic characteristics

of the board of directors’ structure and tax avoidance: Evidence from Tehran

Stock Exchange. International Journal of Social Economics, 46(2), 199–212.

https://doi.org/10.1108/IJSE-11-2017-0507

Januari, D. M. D., & Suardikha, I. M. S. (2019). Pengaruh Corporate Social

Responsibility, Sales Growth, dan Profitabilitas Terhadap Tax Avoidance. E-

Jurnal Akuntansi, 27, 1653. https://doi.org/10.24843/eja.2019.v27.i03.p01

Liana, L., & Sari, P. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap

Penghindaran Pajak Perusahaan. Diponegoro Journal of Accounting, 6(4),

111–123.

Maulana, T. I. dan P. P. S. A. M. (2018). Modul Metode Penelitian Akuntansi.

Politeknik Keuangan Negara STAN.

Mugarura, N. (2017). Tax havens, Offshore Financial Centres and the current

Sanctions regimes. Journal of Financial Crime Iss, 5(1), 39–44.

http://dx.doi.org/10.1108/eb025814%5Cnhttp://

Mulyani, S., Anita, W., & Endang, M. (2018). Pengaruh Corporate Governance

Terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris Perusahaan Sektor Perbankan Yang

Terdaftar Di Bei Tahun 2012-2016). Jurnal Ekonomi & Bisnis Dharma

Andalas, 18(1), 19–39.

Page 119: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

103

Nadhifah, M., & Arif, A. (2020). Transfer Pricing, Thin Capitalization, Financial

Distress, Earning Management, dan Capital Intensity Terhadap Tax

Avoidance Dimoderasi oleh Sales Growth. Jurnal Magister Akuntansi

Trisakti, 7(2), 145. https://doi.org/10.25105/jmat.v7i2.7731

Nirmalasari, S., & Susilowati, E. (2021). Pengaruh Good Corporate Governance

dan Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak. Prosiding Seminar

Nasional Akuntansi Paper UPN “Veteran” Jatim, 1(1), 01–12.

Nofryanti, N., & Nurjanah, T. (2019). Influence of Institutional Ownership and

Utilization of Tax Haven To Thin Capitalization. Eaj (Economics and

Accounting Journal), 2(1), 18. https://doi.org/10.32493/eaj.v2i1.y2019.p18-

25

Nugraha, R., & Kristanto, A. B. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Pemanfaatan Tax Haven. 9(2), 196–206.

Nuraini, N. S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Thin

Capitalization Pada Perusahaan Multinasional Di Indonesia. Diponegoro

Journal of Accounting, 3(3), 652–660.

Pohan, C. A. (2017). Panama Papers dan Fenomena Penyelundupan Pajak Serta

Implikasinya Terhadap Penerimaan Pajak Indonesia. Jurnal Ilmiah Untuk

Mewujudkan Masyarakat Madani, 4 No. 2(September 2017), 51–66.

Prastiwi, D., & Ratnasari, R. (2019). The Influence of Thin Capitalization and The

Executives’ Characteristics Toward Tax Avoidance by Manufacturers

Registered on ISE in 2011-2015. AKRUAL: Jurnal Akuntansi, 10(2), 119.

Page 120: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

104

https://doi.org/10.26740/jaj.v10n2.p119-134

Rahayu, N. (2017). Perkembangan Control Foreign Corporation (Cfc ) Rules Di

Indonesia Dalam Upaya Mengamankan Penerimaan Negara Dari Sektor

Pajak. Jurnal Vokasi Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.7454/jvi.v5i2.75

Razif, R., & Vidamaya, R. A. A. (2018). Pengaruh Thin Capitalization, Capital

Intensity, Dan Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan

Manufaktur Yang Terdaftar Dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (Issi). El

Muhasaba: Jurnal Akuntansi, 8(1), 41. https://doi.org/10.18860/em.v8i1.4956

Richardson, G., & Taylor, G. (2017). Income Shifting Incentives and Tax Haven

Utilization: Evidence from Multinational U.S. Firms. International Journal of

Accounting, 50(4), 458–485. https://doi.org/10.1016/j.intacc.2015.10.001

Rifai, A., & Atiningsih, S. (2019). Pengaruh Leverage, Profitabilitas, Capital

Intensity, Manajemen Laba Terhadap Penghindaran Pajak. ECONBANK:

Journal of Economics and Banking, 1 No. 2.

Rista, B., & Mulyani, S. D. (2019). Pengaruh Corporate Social Responsibility dan

Profitabilitas terhadap Penghindaran Pajak Perusahaan dengan Peran Komite

Audit sebagai Moderasi. Prosiding Seminar Nasional, 2, 1–10.

Ryandoko, F., Ramadhan, M. R., Keuangan, K., & Indonesia, R. (2017). Pengaruh

Thin Capitalization Rule Pada Leverage Perusahaan Masuk Bursa Di

Indonesia. STAN-Metode Penelitian Kajian Pustaka. 2(2), 151–155.

Salehi, M., Ali Mirzaee, M., & Yazdani, M. (2017). Spiritual and emotional

Page 121: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

105

intelligences, financial performance, tax avoidance and corporate disclosure

quality in Iran. International Journal of Law and Management, 59(2), 237–

256. https://doi.org/10.1108/IJLMA-11-2015-0059

Salwah, S., & Herianti, E. (2019). Pengaruh Aktivitas Thin Capitalization Terhadap

Penghindaran Pajak. Jurnal Riset Bisnis, 3(1), 30–36.

Sandra, M. Y. D., & Anwar, A. S. H. (2018). Pengaruh Corporate Social

Responsibility Dan Capital Intensity Terhadap Penghindaran Pajak (Studi

Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI). JURNAL

AKADEMI AKUNTANSI, 1 No. 1.

Sekaran, U. dan R. B. (2017). Research Methods for Business (8th Editio). John

Wiley & Sons.

Selistiaweni, S., Dianwicaksih, A., & Samin. (2020). Pengaruh Kepemilikan

Keluarga, Financial Distress Dan Thin Capitalization Terhadap Penghindaran

Pajak. Prosiding Biema Business Management, Economic, and Accounting

National Seminar, 1(1), 751–763.

Setiawan, A., & Agustina, N. (2018). Pengaruh Thin Capitalization Dan

Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak pada Perusahaan Manufaktur

yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Dan Pembangunan,

4(No 1), 1–10.

Su, K., Li, B., & Ma, C. (2019). Corporate dispersion and tax avoidance. Chinese

Management Studies, 13(3), 706–732. https://doi.org/10.1108/CMS-04-2018-

0497

Page 122: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

106

Syahidah, S., & Rahayu, N. (2018). Thin Capitalization Rules di Indonesia, Studi

Kasus pada RS X. Substansi: Sumber Artikel Akuntansi Auditing Dan

Keuangan Vokasi, 2(2), 157. https://doi.org/10.35837/subs.v2i2.312

Titisari, K. H., & Mahanani, A. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tax

Avoidance. Jurnal Riset Akuntansi JUARA, 1(1), 133–141.

https://doi.org/10.13140/RG.2.2.30630.32324

Triyanto, H. U., & Zulvina, S. (2017). Analisis Perumusan Kebijakan Mandatory

Disclosure Rules Sebagai Alternatif Dalam Mengatasi Praktik Penghindaran

Pajak Di Indonesia. Jurnal Pajak Indonesia, 1(1), 1–10.

Utami, R. P., & Syafiqurrahman, M. (2018). Pengaruh Organ-Organ Pendukung

Good Corporate Governance Terhadap Tax Avoidance. InFestasi, 13(2), 380.

https://doi.org/10.21107/infestasi.v13i2.3516

Widodo, L. L., Diana, N., & Mawardi, M. C. (2020). Pengaruh Multinasionalitas,

Good Coorporate Governance, Tax Haven, Dan Thin Capitalization Terhadap

Praktik Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Multinasional Yang Terdaftar

Di Bei Periode Tahun 2016-2018. E-Jra, 09(06), 119–133.

http://riset.unisma.ac.id/index.php/jra/article/view/6345

Wiguna, I. P. P., & Jati, I. K. (2017). Pengaruh Corporate Social Responsibility,

Preferensi Risiko Eksekutif, Dan Capital Intensity Pada Penghindaran Pajak.

E-Jurnal Akuntansi, 21(1), 418–446.

Wulandari, F., Masripah, & Widiastuti, N. P. E. (2020). Identifikasi Kualitas Audit

Pada Hubungan Kompensasi Eksekutif Dan Capital Intensity Terhadap

Page 123: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

107

Penghindaran Pajak. Prosiding Biema Business Management, Economic, and

Accounting National Seminar, 1(1), 569–586.

Yuniarti. Zs, N., & Astuti, B. (2020). Pengaruh Penghindaran Pajak Menggunakan

Proksi Book Tax Difference (BTD Dan Cash Effective Tax Rate (CETR)

Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) (Studi

Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI). EKOMBIS

REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 8(2), 183–191.

Page 124: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

108

LAMPIRAN

Page 125: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

109

Lampiran 1

Sampel Data Penelitian

No Nama Perusahaan Kode

Perusahaan

1 PT Alakasa Industri Tbk ALKA

2 PT Aneka Tambang Tbk ANTM

3 PT Argha Karya Prima Industry Tbk AKPI

4 PT Astra Otoparts Tbk AUTO

5 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk BBNI

6 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BBRI

7 PT Budi Starch & Sweetener Tbk BUDI

8 PT Ekadharma International Tbk EKAD

9 PT Gudang Garam Tbk GGRM

10 PT HM Sampoerna Tbk HMSP

11 PT Impack Pratama Industri Tbk IMPC

12 PT Kalbe Farma Tbk KLBF

13 PT Mayora Indah Tbk MYOR

14 PT Metrodata Electronics Tbk MTDL

15 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM

16 PT Tempo Scan Pacific Tbk TSPC

17 PT Trias Sentosa Tbk TRST

18 PT Trisula International Tbk TRIS

19 PT Unilever Indonesia Tbk UNVR

Page 126: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

110

Lampiran 2

Pengukuran Thin Capitalization

Bersambung ke halaman berikutnya

Nomor Kode Perusahaan Tahun AIBD SHDA MADB

1 ALKA 2016 79.055.264.000 94.447.355.500 0,8370299367

2 ALKA 2017 122.553.680.450 168.565.538.500 0,7270387621

3 ALKA 2018 387.477.319.000 409.880.114.000 0,9453430546

4 ALKA 2019 524.134.531.500 549.825.012.250 0,9532751690

5 ANTM 2016 11.806.436.083.500 16.397.125.400.375 0,7200308466

6 ANTM 2017 11.552.806.132.000 16.160.704.973.250 0,7148701836

7 ANTM 2018 12.545.515.009.500 17.324.219.289.500 0,7241604831

8 ANTM 2019 12.904.236.554.500 17.476.959.737.750 0,7383570568

9 AKPI 2016 1.635.725.630.000 1.914.175.762.750 0,8545326202

10 AKPI 2017 1.557.293.681.500 1.838.124.639.000 0,8472187622

11 AKPI 2018 1.727.645.040.500 2.022.700.821.000 0,8541278189

12 AKPI 2019 1.684.198.352.000 1.994.047.045.000 0,8446131480

13 AUTO 2016 4.135.700.000.000 6.720.698.000.000 0,6153676300

14 AUTO 2017 4.039.474.500.000 6.701.428.750.000 0,6027781016

15 AUTO 2018 4.314.623.000.000 7.067.461.875.000 0,6104911602

16 AUTO 2019 4.495.594.000.000 7.359.865.125.000 0,6108255958

17 BBNI 2016 452.714.401.000.000 492.929.000.750.000 0,9184170546

18 BBNI 2017 538.393.971.500.000 584.871.993.000.000 0,9205330020

19 BBNI 2018 627.662.182.000.000 679.722.137.625.000 0,9234099454

20 BBNI 2019 679.863.494.000.000 738.821.958.125.000 0,9201993613

21 BBRI 2016 811.065.484.500.000 843.557.955.625.000 0,9614816375

22 BBRI 2017 907.866.392.000.000 947.136.402.500.000 0,9585381679

23 BBRI 2018 1.035.531.336.000.000 1.079.691.724.625.000 0,9590990765

24 BBRI 2019 1.136.909.877.000.000 1.209.056.190.875.000 0,9403284029

25 BUDI 2016 1.963.763.500.000 2.247.542.625.000 0,8737380453

26 BUDI 2017 1.755.790.500.000 2.050.750.750.000 0,8561696247

27 BUDI 2018 1.955.626.000.000 2.258.274.000.000 0,8659826044

28 BUDI 2019 1.940.472.500.000 2.254.447.750.000 0,8607307488

29 EKAD 2016 104.117.000.936 214.612.778.978 0,4851388693

30 EKAD 2017 122.226.871.845 279.079.688.494 0,4379640543

31 EKAD 2018 131.317.436.930 304.742.465.269 0,4309128261

32 EKAD 2019 122.187.875.948 319.328.632.457 0,3826398999

33 GGRM 2016 24.442.455.000.000 34.138.972.125.000 0,7159692714

34 GGRM 2017 23.979.836.000.000 34.198.822.500.000 0,7011889371

35 GGRM 2018 24.268.100.000.000 35.183.218.625.000 0,6897634994

36 GGRM 2019 25.840.225.000.000 37.848.230.375.000 0,6827327128

37 HMSP 2016 7.163.963.500.000 15.437.847.750.000 0,4640519596

38 HMSP 2017 8.680.670.500.000 17.216.670.375.000 0,5042014693

39 HMSP 2018 10.136.122.500.000 18.820.027.250.000 0,5385817122

40 HMSP 2019 13.233.621.500.000 22.113.369.375.000 0,5984443743

Page 127: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

111

Nomor Kode Perusahaan Tahun AIBD SHDA MADB

41 IMPC 2016 814.369.734.609 1.104.685.376.861 0,7371960847

42 IMPC 2017 1.028.021.631.416 92.014.626.019.743- -0,0111723720

43 IMPC 2018 1.001.816.005.301 1.334.471.542.886 0,7507211455

44 IMPC 2019 1.044.410.255.106 101.833.502.805.864- -0,0102560574

45 KLBF 2016 2.760.146.732.871 5.685.413.373.665 0,4854786366

46 KLBF 2017 2.742.184.851.609 6.036.919.717.081 0,4542357659

47 KLBF 2018 2.786.909.491.331 6.435.487.813.711 0,4330533399

48 KLBF 2019 3.205.377.867.784 7.205.400.026.832 0,4448577256

49 MYOR 2016 6.402.710.815.556 7.835.175.304.837 0,8171751833

50 MYOR 2017 7.109.334.653.128 8.054.284.196.513 0,8826774024

51 MYOR 2018 8.305.332.689.560 10.292.444.045.530 0,8069349372

52 MYOR 2019 9.093.570.278.048 11.398.880.862.674 0,7977599194

53 MTDL 2016 1.987.156.000.000 2.411.952.750.000 0,8238784943

54 MTDL 2017 2.048.065.500.000 2.554.442.625.000 0,8017660996

55 MTDL 2018 2.160.977.000.000 2.761.220.625.000 0,7826165647

56 MTDL 2019 2.417.483.500.000 3.122.869.250.000 0,7741225477

57 SMSM 2016 727.272.500.000 1.104.810.375.000 0,6582781231

58 SMSM 2017 644.921.000.000 1.070.950.875.000 0,6021947552

59 SMSM 2018 633.041.500.000 146.570.015.500.000- -0,0043190382

60 SMSM 2019 657.802.000.000 1.231.874.500.000 0,5339845902

61 TSPC 2016 1.949.061.165.415 3.070.612.930.141 0,6347466157

62 TSPC 2017 2.151.713.053.311 3.366.373.247.291 0,6391783962

63 TSPC 2018 2.395.009.444.854 3.709.366.504.809 0,6456653560

64 TSPC 2019 2.509.430.300.341 3.912.415.805.389 0,6414017388

65 TRST 2016 1.379.339.925.086 1.865.499.409.345 0,7393944582

66 TRST 2017 1.357.788.739.398 1.846.279.324.586 0,7354189159

67 TRST 2018 1.702.426.704.764 2.229.045.968.965 0,7637467905

68 TRST 2019 2.111.039.461.214 2.662.520.155.264 0,7928726688

69 TRIS 2016 266.524.738.903 352.079.493.060 0,7570015981

70 TRIS 2017 240.905.358.619 328.762.704.527 0,7327636478

71 TRIS 2018 232.763.085.276 321.820.139.121 0,7232707248

72 TRIS 2019 506.368.796.034 667.917.933.430 0,7581302593

73 UNVR 2016 11.472.011.000.000 12.663.463.250.000 0,9059141858

74 UNVR 2017 12.887.231.000.000 14.121.936.750.000 0,9125682425

75 UNVR 2018 12.838.931.000.000 14.432.871.125.000 0,8895618127

76 UNVR 2019 14.155.355.500.000 15.738.546.625.000 0,8994067773

Page 128: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

112

Lampiran 3

Pengukuran Capital Intensity

Bersambung ke halaman berikutnya

Nomor Kode Perusahaan Tahun Total NCA Total Aset Capital Intensity

1 ALKA 2016 78.294.925.000 136.618.855.000 0,5730901858

2 ALKA 2017 28.051.309.000 30.520.870.300 0,9190861441

3 ALKA 2018 26.109.008.000 64.896.829.500 0,4023156170

4 ALKA 2019 18.561.157.000 60.482.461.400 0,3068849476

5 ANTM 2016 19.351.314.244.000 29.981.535.812.000 0,6454410596

6 ANTM 2017 21.012.334.697.000 30.014.273.452.000 0,7000780722

7 ANTM 2018 24.807.948.171.000 33.306.390.807.000 0,7448404817

8 ANTM 2019 22.529.668.470.000 30.194.907.730.000 0,7461413253

9 AKPI 2016 1.745.763.049.000 2.615.909.190.000 0,6673637815

10 AKPI 2017 1.742.295.405.000 2.745.325.833.000 0,6346406623

11 AKPI 2018 1.836.692.402.000 3.070.410.492.000 0,5981911561

12 AKPI 2019 1.689.178.519.000 2.776.775.756.000 0,6083237061

13 AUTO 2016 9.708.372.000.000 14.612.274.000.000 0,6643984365

14 AUTO 2017 9.533.768.000.000 14.762.309.000.000 0,6458182118

15 AUTO 2018 9.875.965.000.000 15.889.648.000.000 0,6215345362

16 AUTO 2019 10.471.160.000.000 16.015.709.000.000 0,6538055855

17 BBNI 2016 2.972.223.000.000 60.303.188.000.000 0,0492879912

18 BBNI 2017 22.804.689.000.000 70.933.008.400.000 0,3214961485

19 BBNI 2018 26.126.508.000.000 80.857.201.100.000 0,3231191241

20 BBNI 2019 26.524.759.000.000 84.560.520.800.000 0,3136778103

21 BBRI 2016 24.515.059.000.000 100.364.442.600.000 0,2442604010

22 BBRI 2017 24.746.306.000.000 112.624.844.200.000 0,2197233317

23 BBRI 2018 26.914.859.000.000 129.689.829.200.000 0,2075325349

24 BBRI 2019 31.432.629.000.000 141.675.884.000.000 0,2218629460

25 BUDI 2016 1.839.447.000.000 2.931.807.000.000 0,6274106720

26 BUDI 2017 1.911.967.000.000 2.939.456.000.000 0,6504492668

27 BUDI 2018 1.920.840.000.000 3.392.980.000.000 0,5661218162

28 BUDI 2019 1.858.758.000.000 2.999.767.000.000 0,6196341249

29 EKAD 2016 364.864.547.072 702.508.630.708 0,5193737573

30 EKAD 2017 383.150.558.716 796.767.646.172 0,4808811710

31 EKAD 2018 391.794.832.685 853.267.454.400 0,4591700183

32 EKAD 2019 481.712.071.117 968.234.349.565 0,4975159901

33 GGRM 2016 21.018.461.000.000 62.951.634.000.000 0,3338826916

34 GGRM 2017 22.995.440.000.000 66.759.930.000.000 0,3444497320

35 GGRM 2018 23.812.500.000.000 69.097.219.000.000 0,3446231316

36 GGRM 2019 26.566.141.000.000 78.647.274.000.000 0,3377884528

37 HMSP 2016 8.860.781.000.000 42.508.277.000.000 0,2084483688

38 HMSP 2017 8.960.710.000.000 43.141.063.000.000 0,2077072139

39 HMSP 2018 8.770.937.000.000 46.602.420.000.000 0,1882077583

40 HMSP 2019 9.205.791.000.000 50.902.806.000.000 0,1808503641

Page 129: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

113

Nomor Kode Perusahaan Tahun Total NCA Total Aset Capital Intensity

41 IMPC 2016 1.014.079.865.988 2.276.031.922.082 0,4455472949

42 IMPC 2017 1.094.008.896.045 2.294.677.493.483 0,4767593264

43 IMPC 2018 1.150.061.263.789 2.370.198.817.803 0,4852172126

44 IMPC 2019 1.326.433.311.896 2.501.132.856.219 0,5303330083

45 KLBF 2016 445.000.282.472 2.762.162.069.572 0,1611057828

46 KLBF 2017 494.871.621.931 2.722.207.633.646 0,1817905496

47 KLBF 2018 7.497.917.758.643 18.146.206.145.369 0,4131947857

48 KLBF 2019 9.042.235.884.183 20.264.726.862.584 0,4462056629

49 MYOR 2016 4.182.639.109.001 12.922.421.859.142 0,3236730045

50 MYOR 2017 4.241.650.228.938 14.915.849.800.251 0,2843720127

51 MYOR 2018 4.943.847.698.762 17.591.706.426.634 0,2810328674

52 MYOR 2019 6.261.816.024.960 19.037.918.806.473 0,3289128443

53 MTDL 2016 517.255.000.000 3.876.021.000.000 0,1334499994

54 MTDL 2017 573.711.000.000 4.271.127.000.000 0,1343230955

55 MTDL 2018 558.379.000.000 4.852.776.000.000 0,1150638315

56 MTDL 2019 609.820.000.000 5.625.277.000.000 0,1084071060

57 SMSM 2016 800.353.000.000 2.254.740.000.000 0,3549646522

58 SMSM 2017 873.231.000.000 2.443.341.000.000 0,3573921937

59 SMSM 2018 947.421.000.000 2.801.203.000.000 0,3382193293

60 SMSM 2019 968.657.000.000 3.106.981.000.000 0,3117679188

61 TSPC 2016 2.200.723.433.147 6.585.807.349.438 0,3341615259

62 TSPC 2017 2.385.536.444.634 7.434.900.309.021 0,2959990506

63 TSPC 2018 2.739.312.791.477 7.869.975.060.326 0,3480713434

64 TSPC 2019 2.940.131.192.735 8.372.769.580.743 0,3511539598

65 TRST 2016 2.110.596.332.518 3.290.596.224.286 0,6414024051

66 TRST 2017 2.143.178.911.104 3.332.905.936.010 0,6430361229

67 TRST 2018 2.790.751.028.108 4.284.901.587.126 0,6512987455

68 TRST 2019 2.954.525.037.917 4.349.022.887.699 0,6793537570

69 TRIS 2016 147.364.648.688 577.786.346.557 0,2550504171

70 TRIS 2017 188.121.826.562 544.968.319.987 0,3451977292

71 TRIS 2018 193.188.478.184 633.014.281.325 0,3051881828

72 TRIS 2019 389.687.884.857 1.147.246.311.331 0,3396723799

73 UNVR 2016 10.157.586.000.000 16.745.695.000.000 0,6065789446

74 UNVR 2017 11.197.941.000.000 19.522.970.000.000 0,5735777395

75 UNVR 2018 10.964.778.000.000 18.906.413.000.000 0,5799502000

76 UNVR 2019 12.119.037.000.000 20.649.371.000.000 0,5868961820

Page 130: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

114

Lampiran 4

Pengukuran Corporate Social Responsibility

Bersambung ke halaman berikutnya

Nomor Kode Perusahaan Tahun Xi N CSR

1 ALKA 2016 5 91 0,0549450549

2 ALKA 2017 11 91 0,1208791209

3 ALKA 2018 11 91 0,1208791209

4 ALKA 2019 15 91 0,1648351648

5 ANTM 2016 22 91 0,2417582418

6 ANTM 2017 20 91 0,2197802198

7 ANTM 2018 19 91 0,2087912088

8 ANTM 2019 14 91 0,1538461538

9 AKPI 2016 13 91 0,1428571429

10 AKPI 2017 13 91 0,1428571429

11 AKPI 2018 13 91 0,1428571429

12 AKPI 2019 13 91 0,1428571429

13 AUTO 2016 9 91 0,0989010989

14 AUTO 2017 12 91 0,1318681319

15 AUTO 2018 8 91 0,0879120879

16 AUTO 2019 10 91 0,1098901099

17 BBNI 2016 10 91 0,1098901099

18 BBNI 2017 13 91 0,1428571429

19 BBNI 2018 22 91 0,2417582418

20 BBNI 2019 20 91 0,2197802198

21 BBRI 2016 14 91 0,1538461538

22 BBRI 2017 15 91 0,1648351648

23 BBRI 2018 14 91 0,1538461538

24 BBRI 2019 27 91 0,2967032967

25 BUDI 2016 8 91 0,0879120879

26 BUDI 2017 7 91 0,0769230769

27 BUDI 2018 8 91 0,0879120879

28 BUDI 2019 7 91 0,0769230769

29 EKAD 2016 4 91 0,0439560440

30 EKAD 2017 4 91 0,0439560440

31 EKAD 2018 4 91 0,0439560440

32 EKAD 2019 4 91 0,0439560440

33 GGRM 2016 9 91 0,0989010989

34 GGRM 2017 10 91 0,1098901099

35 GGRM 2018 12 91 0,1318681319

36 GGRM 2019 16 91 0,1758241758

37 HMSP 2016 12 91 0,1318681319

38 HMSP 2017 12 91 0,1318681319

39 HMSP 2018 12 91 0,1318681319

40 HMSP 2019 12 91 0,1318681319

Page 131: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

115

Nomor Kode Perusahaan Tahun Xi N CSR

41 IMPC 2016 9 91 0,0989010989

42 IMPC 2017 15 91 0,1648351648

43 IMPC 2018 16 91 0,1758241758

44 IMPC 2019 16 91 0,1758241758

45 KLBF 2016 13 91 0,1428571429

46 KLBF 2017 13 91 0,1428571429

47 KLBF 2018 10 91 0,1098901099

48 KLBF 2019 12 91 0,1318681319

49 MYOR 2016 13 91 0,1428571429

50 MYOR 2017 13 91 0,1428571429

51 MYOR 2018 13 91 0,1428571429

52 MYOR 2019 13 91 0,1428571429

53 MTDL 2016 12 91 0,1318681319

54 MTDL 2017 14 91 0,1538461538

55 MTDL 2018 17 91 0,1868131868

56 MTDL 2019 26 91 0,2857142857

57 SMSM 2016 12 91 0,1318681319

58 SMSM 2017 15 91 0,1648351648

59 SMSM 2018 18 91 0,1978021978

60 SMSM 2019 17 91 0,1868131868

61 TSPC 2016 3 91 0,0329670330

62 TSPC 2017 9 91 0,0989010989

63 TSPC 2018 8 91 0,0879120879

64 TSPC 2019 6 91 0,0659340659

65 TRST 2016 4 91 0,0439560440

66 TRST 2017 3 91 0,0329670330

67 TRST 2018 3 91 0,0329670330

68 TRST 2019 4 91 0,0439560440

69 TRIS 2016 8 91 0,0879120879

70 TRIS 2017 9 91 0,0989010989

71 TRIS 2018 19 91 0,2087912088

72 TRIS 2019 16 91 0,1758241758

73 UNVR 2016 21 91 0,2307692308

74 UNVR 2017 22 91 0,2417582418

75 UNVR 2018 30 91 0,3296703297

76 UNVR 2019 37 91 0,4065934066

Page 132: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

116

Lampiran 5

Pengukuran Penghindaran Pajak

Bersambung ke halaman berikutnya

Nomor Kode Perusahaan Tahun Laba Pajak Laba Akuntansi Rata-Rata Aset Book Tax Difference

1 ALKA 2016 27.664.800.000 516.167.000 140.623.630.000 0,1930588266

2 ALKA 2017 160.633.890.000 15.406.256.000 220.913.779.000 0,6573950917

3 ALKA 2018 229.228.230.000 22.943.498.000 477.088.499.000 0,4323825295

4 ALKA 2019 99.441.330.000 7.354.721.000 626.896.454.500 0,1468928534

5 ANTM 2016 23.729.159.500.000 64.806.188.000 30.169.193.351.000 0,7843880026

6 ANTM 2017 4.543.965.240.000 136.503.269.000 29.997.904.632.000 0,1469256611

7 ANTM 2018 12.655.018.060.000 874.426.593.000 31.660.332.129.500 0,3720931107

8 ANTM 2019 6.870.340.530.000 193.852.031.000 31.195.129.287.500 0,2140234277

9 AKPI 2016 759.526.110.000 52.393.857.000 2.749.526.161.000 0,2571833151

10 AKPI 2017 318.134.980.000 13.333.970.000 2.680.617.511.500 0,1137055207

11 AKPI 2018 916.868.900.000 64.226.271.000 2.907.868.162.500 0,2932191493

12 AKPI 2019 785.014.050.000 54.355.268.000 2.923.593.124.000 0,2499180806

13 AUTO 2016 6.489.070.000.000 483.421.000.000 14.475.692.000.000 0,4148781972

14 AUTO 2017 7.119.360.000.000 547.781.000.000 14.687.291.500.000 0,4474330070

15 AUTO 2018 8.615.630.000.000 680.801.000.000 15.325.978.500.000 0,5177371872

16 AUTO 2019 11.198.580.000.000 816.971.000.000 15.952.678.500.000 0,6507752914

17 BBNI 2016 143.029.050.000.000 11.410.196.000.000 301.770.237.500.000 0,4361558485

18 BBNI 2017 171.653.870.000.000 13.770.592.000.000 656.180.982.000.000 0,2406093476

19 BBNI 2018 198.207.150.000.000 15.091.763.000.000 758.951.047.500.000 0,2412743056

20 BBNI 2019 193.691.060.000.000 15.508.583.000.000 827.088.609.500.000 0,2154333586

21 BBRI 2016 339.737.700.000.000 26.277.991.000.000 941.035.369.000.000 0,3331008794

22 BBRI 2017 370.221.570.000.000 29.044.334.000.000 1.064.946.434.000.000 0,3203703258

23 BBRI 2018 417.536.940.000.000 32.418.486.000.000 1.212.172.890.500.000 0,3177091791

24 BBRI 2019 433.640.530.000.000 34.413.825.000.000 1.356.828.566.000.000 0,2942351856

25 BUDI 2016 528.320.000.000 38.624.000.000 3.098.880.000.000 0,1580235440

26 BUDI 2017 610.160.000.000 45.691.000.000 2.935.631.500.000 0,1922819673

27 BUDI 2018 717.810.000.000 50.467.000.000 3.166.218.000.000 0,2107697575

28 BUDI 2019 839.050.000.000 64.021.000.000 3.196.373.500.000 0,2424713507

29 EKAD 2016 1.184.490.299.790 906.858.215.300 546.100.113.104 0,5083904541

30 EKAD 2017 1.026.493.096.810 761.956.657.290 749.638.138.440 0,3528855136

31 EKAD 2018 1.014.554.159.010 740.451.877.630 825.017.550.286 0,3322381218

32 EKAD 2019 1.118.345.019.560 774.025.725.520 910.750.901.983 0,3780608872

33 GGRM 2016 89.311.360.000.000 66.726.820.000.000 63.228.523.500.000 0,3571891094

34 GGRM 2017 104.365.120.000.000 77.553.470.000.000 64.855.782.000.000 0,4134041588

35 GGRM 2018 104.792.420.000.000 77.930.680.000.000 67.928.574.500.000 0,3954409495

36 GGRM 2019 144.877.360.000.000 108.807.040.000.000 73.872.246.500.000 0,4882797222

37 HMSP 2016 17.011.447.000.000 12.762.229.000.000 40.259.500.500.000 0,1055457208

38 HMSP 2017 168.948.060.000.000 126.705.340.000.000 42.824.670.000.000 0,9864108702

39 HMSP 2018 179.612.690.000.000 135.384.180.000.000 44.871.741.500.000 0,9856651095

40 HMSP 2019 182.594.230.000.000 137.215.130.000.000 48.752.613.000.000 0,9308034423

Page 133: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

117

Nomor Kode Perusahaan Tahun Laba Pajak Laba Akuntansi Rata-Rata Aset Book Tax Difference

41 IMPC 2016 1.647.961.672.320 125.823.130.775 1.975.632.303.620 0,7704563945

42 IMPC 2017 1.114.239.792.470 91.303.491.940 2.285.354.707.783 0,4476050466

43 IMPC 2018 1.174.599.591.190 105.523.929.164 2.332.438.155.643 0,4583511290

44 IMPC 2019 1.339.730.457.990 93.145.200.039 2.435.665.837.011 0,5118047143

45 KLBF 2016 3.091.188.460.230 2.350.884.933.551 2.760.146.732.871 0,2682116562

46 KLBF 2017 3.241.186.725.992 2.453.251.410.604 2.742.184.851.609 0,2873385122

47 KLBF 2018 33.063.996.690.210 24.972.619.647.570 17.381.222.780.852 0,4655240396

48 KLBF 2019 34.026.168.245.330 25.376.018.236.450 19.205.466.503.977 0,4504004111

49 MYOR 2016 18.456.832.692.380 13.886.761.276.650 12.132.568.772.682 0,3766779733

50 MYOR 2017 21.868.846.034.740 16.309.538.308.930 13.919.135.829.697 0,3994003503

51 MYOR 2018 23.819.421.988.550 17.604.342.803.040 16.253.778.113.443 0,3823775089

52 MYOR 2019 27.044.665.810.110 20.394.042.067.640 18.314.812.616.554 0,3631281347

53 MTDL 2016 4.293.560.000.000 3.228.770.000.000 3.686.343.000.000 0,2888472397

54 MTDL 2017 4.684.830.000.000 3.742.410.000.000 4.073.574.000.000 0,2313496698

55 MTDL 2018 5.792.700.000.000 4.260.840.000.000 4.561.951.500.000 0,3357905054

56 MTDL 2019 7.169.580.000.000 5.351.100.000.000 5.239.026.500.000 0,3471026535

57 SMSM 2016 6.582.080.000.000 5.021.920.000.000 2.237.424.000.000 0,6973018972

58 SMSM 2017 7.206.380.000.000 5.553.880.000.000 2.349.040.500.000 0,7034787182

59 SMSM 2018 8.282.810.000.000 6.335.500.000.000 2.622.272.000.000 0,7426041234

60 SMSM 2019 8.220.420.000.000 6.386.760.000.000 2.954.092.000.000 0,6207186506

61 TSPC 2016 7.189.582.003.690 5.454.935.362.620 6.435.268.224.321 0,2695531220

62 TSPC 2017 7.440.902.628.730 557.339.581.996 7.010.353.829.230 0,9819137827

63 TSPC 2018 7.277.001.789.050 540.378.145.887 7.652.437.684.674 0,8803238812

64 TSPC 2019 7.962.209.114.720 595.154.912.874 8.121.372.320.535 0,9071193773

65 TRST 2016 2.319.496.713.300 33.794.866.940 3.323.977.862.120 0,6876405142

66 TRST 2017 1.251.368.127.700 38.199.681.742 3.311.751.080.148 0,3663223523

67 TRST 2018 3.621.667.543.900 63.193.899.099 3.808.903.771.568 0,9342513905

68 TRST 2019 1.751.407.485.900 38.911.968.283 4.316.962.237.413 0,3966899462

69 TRIS 2016 479.472.912.570 25.213.015.324 608.743.755.534 0,7462251450

70 TRIS 2017 218.339.877.860 14.198.889.550 592.334.742.249 0,3446378775

71 TRIS 2018 243.056.217.020 19.665.074.694 588.991.300.656 0,3792774903

72 TRIS 2019 639.485.011.220 41.484.677.098 1.152.565.345.617 0,5188428894

73 UNVR 2016 8.571.885.000.000 6.390.672.000.000 16.237.820.000.000 0,1343291772

74 UNVR 2017 12.185.764.000.000 9.109.445.000.000 19.214.691.500.000 0,1601024404

75 UNVR 2018 9.371.661.000.000 7.004.562.000.000 17.826.054.000.000 0,1327887260

76 UNVR 2019 9.901.772.000.000 7.392.837.000.000 20.488.120.000.000 0,1224580391

Page 134: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

118

Lampiran 6

Pengukuran Pemanfaatan Tax Havens Country

Bersambung ke halaman berikutnya

Nomor Kode Perusahaan Tahun THC

1 ALKA 2016 2

2 ALKA 2017 2

3 ALKA 2018 2

4 ALKA 2019 2

5 ANTM 2016 1

6 ANTM 2017 1

7 ANTM 2018 1

8 ANTM 2019 1

9 AKPI 2016 2

10 AKPI 2017 2

11 AKPI 2018 2

12 AKPI 2019 2

13 AUTO 2016 3

14 AUTO 2017 3

15 AUTO 2018 4

16 AUTO 2019 4

17 BBNI 2016 1

18 BBNI 2017 1

19 BBNI 2018 1

20 BBNI 2019 1

21 BBRI 2016 1

22 BBRI 2017 1

23 BBRI 2018 1

24 BBRI 2019 1

25 BUDI 2016 1

26 BUDI 2017 1

27 BUDI 2018 1

28 BUDI 2019 1

29 EKAD 2016 1

30 EKAD 2017 1

31 EKAD 2018 1

32 EKAD 2019 1

33 GGRM 2016 1

34 GGRM 2017 1

35 GGRM 2018 1

36 GGRM 2019 2

37 HMSP 2016 1

38 HMSP 2017 1

39 HMSP 2018 1

40 HMSP 2019 1

Page 135: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

119

Nomor Kode Perusahaan Tahun THC

41 IMPC 2016 2

42 IMPC 2017 5

43 IMPC 2018 6

44 IMPC 2019 8

45 KLBF 2016 6

46 KLBF 2017 7

47 KLBF 2018 7

48 KLBF 2019 7

49 MYOR 2016 1

50 MYOR 2017 1

51 MYOR 2018 1

52 MYOR 2019 1

53 MTDL 2016 0

54 MTDL 2017 0

55 MTDL 2018 0

56 MTDL 2019 0

57 SMSM 2016 1

58 SMSM 2017 1

59 SMSM 2018 2

60 SMSM 2019 8

61 TSPC 2016 3

62 TSPC 2017 3

63 TSPC 2018 4

64 TSPC 2019 4

65 TRST 2016 3

66 TRST 2017 3

67 TRST 2018 3

68 TRST 2019 3

69 TRIS 2016 1

70 TRIS 2017 2

71 TRIS 2018 2

72 TRIS 2019 2

73 UNVR 2016 0

74 UNVR 2017 0

75 UNVR 2018 0

76 UNVR 2019 0

Page 136: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

120

Lampiran 7

Hasil Output Variabel Setelah Transformasi Data

Bersambung ke halaman berikutnya

Nomor Kode Perusahaan Tahun ln_PP square_TC CI square_root_CSR square_root_THC

1 ALKA 2016 -1,6447600000 0,7006191000 0,5730901858 0,2344036000 1,4142140000

2 ALKA 2017 -0,4194701000 0,5285854000 0,9190861441 0,3476768000 1,4142140000

3 ALKA 2018 -0,8384446000 0,8936735000 0,4023156170 0,3476768000 1,4142140000

4 ALKA 2019 -1,9180520000 0,9087335000 0,3068849476 0,4059990000 1,4142140000

5 ANTM 2016 -0,2428515000 0,5184444000 0,6454410596 0,4916892000 1,0000000000

6 ANTM 2017 -1,9178290000 0,5110394000 0,7000780722 0,4688072000 1,0000000000

7 ANTM 2018 -0,9886112000 0,5244084000 0,7448404817 0,4569368000 1,0000000000

8 ANTM 2019 -1,5416700000 0,5451711000 0,7461413253 0,3922323000 1,0000000000

9 AKPI 2016 -1,3579660000 0,7302260000 0,6673637815 0,3779645000 1,4142140000

10 AKPI 2017 -2,1741430000 0,7177796000 0,6346406623 0,3779645000 1,4142140000

11 AKPI 2018 -1,2268350000 0,7295343000 0,5981911561 0,3779645000 1,4142140000

12 AKPI 2019 -1,3866220000 0,7133714000 0,6083237061 0,3779645000 1,4142140000

13 AUTO 2016 -0,8797703000 0,3786773000 0,6643984365 0,3144855000 1,7320510000

14 AUTO 2017 -0,8042285000 0,3633415000 0,6458182118 0,3631365000 1,7320510000

15 AUTO 2018 -0,6582875000 0,3726995000 0,6215345362 0,2964997000 2,0000000000

16 AUTO 2019 -0,4295909000 0,3731079000 0,6538055855 0,3314968000 2,0000000000

17 BBNI 2016 -0,8297557000 0,8434899000 0,0492879912 0,3314968000 1,0000000000

18 BBNI 2017 -1,4245810000 0,8473810000 0,3214961485 0,3779645000 1,0000000000

19 BBNI 2018 -1,4218210000 0,8526859000 0,3231191241 0,4916892000 1,0000000000

20 BBNI 2019 -1,5351040000 0,8467669000 0,3136778103 0,4688072000 1,0000000000

21 BBRI 2016 -1,0993100000 0,9244469000 0,2442604010 0,3922323000 1,0000000000

22 BBRI 2017 -1,1382780000 0,9187954000 0,2197233317 0,4059990000 1,0000000000

23 BBRI 2018 -1,1466190000 0,9198710000 0,2075325349 0,3922323000 1,0000000000

24 BBRI 2019 -1,2233760000 0,8842175000 0,2218629460 0,5447048000 1,0000000000

25 BUDI 2016 -1,8450110000 0,7634182000 0,6274106720 0,2964997000 1,0000000000

26 BUDI 2017 -1,6487920000 0,7330264000 0,6504492668 0,2773501000 1,0000000000

27 BUDI 2018 -1,5569890000 0,7499259000 0,5661218162 0,2964997000 1,0000000000

28 BUDI 2019 -1,4168720000 0,7408574000 0,6196341249 0,2773501000 1,0000000000

29 EKAD 2016 -0,6765055000 0,2353597000 0,5193737573 0,2096570000 1,0000000000

30 EKAD 2017 -1,0416120000 0,1918125000 0,4808811710 0,2096570000 1,0000000000

31 EKAD 2018 -1,1019030000 0,1856859000 0,4591700183 0,2096570000 1,0000000000

32 EKAD 2019 -0,9727000000 0,1464133000 0,4975159901 0,2096570000 1,0000000000

33 GGRM 2016 -1,0294900000 0,5126120000 0,3338826916 0,3144855000 1,0000000000

34 GGRM 2017 -0,8833296000 0,4916659000 0,3444497320 0,3314968000 1,0000000000

35 GGRM 2018 -0,9277538000 0,4757737000 0,3446231316 0,3631365000 1,0000000000

36 GGRM 2019 -0,7168669000 0,4661240000 0,3377884528 0,4193139000 1,4142140000

37 HMSP 2016 -2,2486110000 0,2153442000 0,2084483688 0,3631365000 1,0000000000

38 HMSP 2017 -0,0136823000 0,2542191000 0,2077072139 0,3631365000 1,0000000000

39 HMSP 2018 -0,0144386000 0,2900703000 0,1882077583 0,3631365000 1,0000000000

40 HMSP 2019 -0,0717072000 0,3581357000 0,1808503641 0,3631365000 1,0000000000

Page 137: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

121

Nomor Kode Perusahaan Tahun ln_PP square_TC CI square_root_CSR square_root_THC

41 IMPC 2016 -0,2607722000 0,5434580000 0,4455472949 0,3144855000 1,4142140000

42 IMPC 2017 -0,8038440000 0,0001248000 0,4767593264 0,4059990000 2,2360680000

43 IMPC 2018 -0,7801197000 0,5635822000 0,4852172126 0,4193139000 2,4494900000

44 IMPC 2019 -0,6698121000 0,0001052000 0,5303330083 0,4193139000 2,8284270000

45 KLBF 2016 -1,3159790000 0,2356895000 0,1611057828 0,3779645000 2,4494900000

46 KLBF 2017 -1,2470940000 0,2063301000 0,1817905496 0,3779645000 2,6457510000

47 KLBF 2018 -0,7645915000 0,1875352000 0,4131947857 0,3314968000 2,6457510000

48 KLBF 2019 -0,7976183000 0,1978984000 0,4462056629 0,3631365000 2,6457510000

49 MYOR 2016 -0,9763646000 0,6677753000 0,3236730045 0,3779645000 1,0000000000

50 MYOR 2017 -0,9177910000 0,7791194000 0,2843720127 0,3779645000 1,0000000000

51 MYOR 2018 -0,9613469000 0,6511440000 0,2810328674 0,3779645000 1,0000000000

52 MYOR 2019 -1,0130000000 0,6364209000 0,3289128443 0,3779645000 1,0000000000

53 MTDL 2016 -1,2418570000 0,6787758000 0,1334499994 0,3631365000 0,0000000000

54 MTDL 2017 -1,4638250000 0,6428289000 0,1343230955 0,3922323000 0,0000000000

55 MTDL 2018 -1,0912680000 0,6124887000 0,1150638315 0,4322189000 0,0000000000

56 MTDL 2019 -1,0581350000 0,5992657000 0,1084071060 0,5345225000 0,0000000000

57 SMSM 2016 -0,3605368000 0,4333301000 0,3549646522 0,3631365000 1,0000000000

58 SMSM 2017 -0,3517177000 0,3626385000 0,3573921937 0,4059990000 1,0000000000

59 SMSM 2018 -0,2975922000 0,0000187000 0,3382193293 0,4447496000 1,4142140000

60 SMSM 2019 -0,4768774000 0,2851395000 0,3117679188 0,4322189000 2,8284270000

61 TSPC 2016 -1,3109900000 0,4029033000 0,3341615259 0,1815683000 1,7320510000

62 TSPC 2017 -0,0182518000 0,4085490000 0,2959990506 0,3144855000 1,7320510000

63 TSPC 2018 -0,1274654000 0,4168838000 0,3480713434 0,2964997000 2,0000000000

64 TSPC 2019 -0,0974812000 0,4113962000 0,3511539598 0,2567763000 2,0000000000

65 TRST 2016 -0,3744891000 0,5467042000 0,6414024051 0,2096570000 1,7320510000

66 TRST 2017 -1,0042420000 0,5408410000 0,6430361229 0,1815683000 1,7320510000

67 TRST 2018 -0,0680097000 0,5833092000 0,6512987455 0,1815683000 1,7320510000

68 TRST 2019 -0,9246003000 0,6286471000 0,6793537570 0,2096570000 1,7320510000

69 TRIS 2016 -0,2927279000 0,5730514000 0,2550504171 0,2964997000 1,0000000000

70 TRIS 2017 -1,0652610000 0,5369425000 0,3451977292 0,3144855000 1,4142140000

71 TRIS 2018 -0,9694872000 0,5231205000 0,3051881828 0,4569368000 1,4142140000

72 TRIS 2019 -0,6561542000 0,5747615000 0,3396723799 0,4193139000 1,4142140000

73 UNVR 2016 -2,0074620000 0,8206805000 0,6065789446 0,4803845000 0,0000000000

74 UNVR 2017 -1,8319410000 0,8327808000 0,5735777395 0,4916892000 0,0000000000

75 UNVR 2018 -2,0189960000 0,7913202000 0,5799502000 0,5741693000 0,0000000000

76 UNVR 2019 -2,0999870000 0,8089325000 0,5868961820 0,6376468000 0,0000000000

Page 138: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

122

Hasil Output

STATA 16

Page 139: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

123

Lampiran 8 Hasil Output STATA

Hasil Uji Statistik Deskriptif

Variable Mean Std Dev Min Max

PP 0,4268382 0,235488 0,1055457 0,9864109

TC 0,7042435 0,2113175 -0,0111724 0,9614816

CI 0,4256283 0,1907787 0,049288 0,9190861

CSR 0,1406883 0,0700319 0,032967 0,4065934

THC 2,052632 1,924541 0 8

Hasil Uji Regresi Model Pooled Least Square (PLS)

Prob > F 0,0000

R-squared 0,4183

Adj R-squared 0,3584

Variable Coefficient Std. Err T P > |t|

sqr_TC -2,219666 0,6091682 -3,64 0,001

CI -1,773372 0,5729169 -3,10 0,003

sqr_rt_CSR 1,446224 1,373891 1,05 0,296

sqr_rt_THC -0,1978672 0,4134637 -0,48 0,634

sqr_TCsqr_rt_THC 1,066315 0,3973058 2,68 0,009

CIsqr_rt_THC 0,9345087 0,4377665 2,13 0,036

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,114473 0,9798969 -1,14 0,259

Cons 0,002852 0,5243718 0,01 0,996

Page 140: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

124

Hasil Uji Regresi Model Fixed Effect (FE)

Fixed-effects (within) regression

Prob > F 0,8187

R-squared 0,0733

Adj R-squared 0,2079

Variable Coefficient Std. Err T P > |t|

sqr_TC 0,9643638 2,128829 0,45 0,653

CI -1,876276 2,179338 -0,86 0,393

sqr_rt_CSR -0,2123626 2,34016 -0,09 0,928

sqr_rt_THC -1,120943 1,284156 -0,87 0,387

sqr_TCsqr_rt_THC -0,3099194 1,064017 -0,29 0,772

CIsqr_rt_THC 1,805239 1,310567 1,38 0,175

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,9672175 2,055306 0,47 0,640

Cons -0,471874 2,033341 -0,23 0,817

Hasil Uji Regresi Model Random Effect (RE)

Random-effects GLS regression

Prob > F 0,0000

R-squared 0,4183

Adj R-squared 0,7925

Variable Coefficient Std. Err z P > |z|

sqr_TC -2,202373 0,6149039 -3,58 0,000

CI -1,775946 0,5822644 -3,05 0,002

sqr_rt_CSR 1,39765 1,382949 1,01 0,312

sqr_rt_THC -0,2094941 0,4197075 -0,50 0,618

sqr_TCsqr_rt_THC 1,05519 0,4000657 2,64 0,008

CIsqr_rt_THC 0,9427514 0,4439239 2,12 0,034

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,084282 0,9902701 -1,09 0,274

Cons 0,0158245 0,5318149 0,03 0,976

Hasil Uji Chow

Prob > F 0,3852

Page 141: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

125

Hasil Uji Hausman

Variabel fe re Difference

sqr_TC 0,9643638 -2,202373 3,166737

CI -1,876276 -1,775946 -0,1003299

sqr_rt_CSR -0,2123626 1,39765 -1,610012

sqr_rt_THC -1,120943 -0,2094941 -0,9114493

sqr_TCsqr_rt_THC -0,3099194 1,05519 -1,36511

CIsqr_rt_THC 1,805239 0,9427514 0,8624877

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 0,9672175 -1,084282 2,051499

chi2 8,14

Prob > chi2 0,3202

Hasil Uji Lagrange Multiplier

Breusch and Pagan Lagrangian multiplier test for random effects

Var sd = sqrt (Var)

ln_PP 0,3183945 0,5642646

E 0,1993243 0,4464575

U 0,0023971 0,0489601

chibar2 0,56

Prob > chibar2 0,2273

Hasil Uji Normalitas

Skewness/Kurtosis tests for Normality

Variable Obs Skewness Kurtosis chi2 Prob > chi2

PP 76 0,0019 0,7460 8,49 0,0143

TC 76 0,0000 0,0016 22,91 0,0000

CI 76 0,5249 0,0227 5,41 0,0667

CSR 76 0,0006 0,0080 14,97 0,0006

THC 76 0,0000 0,0079 22,29 0,0000

Page 142: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

126

Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Data

Skewness/Kurtosis tests for Normality

Variable Obs Skewness Kurtosis chi2 Prob > chi2

ln_PP 76 0,5277 0,3607 1,27 0,5297

sqr_TC 76 0,2193 0,1513 3,71 0,1568

CI 76 0,5249 0,0227 5,41 0,0667

sqr_rt_CSR 76 0,5970 0,3594 1,15 0,5624

sqr_rt_THC 76 0,3898 0,3582 1,63 0,4415

Hasil Uji Multikolinieritas

Variable VIF 1/VIF

sqr_rt_THC 28,26 0,035392

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC 24,24 0,041262

Cisqr_rt_THC 10,44 0,095756

sqr_TC 7,94 0,125933

sqr_TCsqr_rt_THC 7,24 0,138145

sqr_rt_CSR 6,00 0,166800

CI 4,39 0,227991

Mean VIF 12,64

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Breusch-Pagan / Cook-Weisberg test for heteroskedasticity

chi2 6,49

Prob > chi2 0,0108

Hasil Uji Autokorelasi

Wooldridge tests for autocorrelation in panel data

F 2,331

Prob > F 0,1442

Page 143: PENGARUH THIN CAPITALIZATION CAPITAL INTENSITY DAN

127

Hasil Uji Regresi Metode SUR (Seemingly Unrelated Regression)

Seemingly unrelated regression

R-squared 0,4183

chi2 54,65

P 0,0000

Variable Coefficient Std. Err z P > |z|

sqr_TC -2,219666 0,5762155 -3,85 0,000

CI -1,773372 0,5419251 -3,27 0,001

sqr_rt_CSR 1,446224 1,299571 1,11 0,266

sqr_rt_THC -0,1978672 0,3910975 -0,51 0,613

sqr_TCsqr_rt_THC 1,066315 0,3758136 2,84 0,005

CIsqr_rt_THC 0,9345087 0,4140856 2,26 0,024

sqr_rt_CSRsqr_rt_THC -1,114473 0,9268896 -1,20 0,229

Cons 0,002852 0,4960061 0,01 0,995