PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP...

of 11 /11

Click here to load reader

Transcript of PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP...

Page 1: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

15 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN

INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

Pawer Darasa Panjaitan, SE, M.Si

STIE Bina Karya Tebing Tinggi

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktiva tetap pada PT. Ultrajaya Tbk, untuk

mengetahui margin laba pada PT. Ultrajaya Tbk, untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi pada

PT. Ultrajaya Tbk dan bermaksud untuk mengetahui pengaruh aktiva tetap dan margin laba terhadap

tingkat pengembalian investasi secara parsial dan simultan pada PT. Ultrajaya Tbk.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif. Sedangkan data

yang di gunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan PT. Ultrajaya, Tbk. terdiri dari data tahun

2006 sampai 2013. Metode analisis dilakukan dengan uji statistik, yaitu analisis regresi linear berganda,

korelasi pearson dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS 18. Pengujian hipotesis

menggunakan uji t untuk menguji secara parsial dan uji F untuk menguji secara simultan, dengan tingkat

signifikan 5%.

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial, aktiva tetap berpengaruh signifikan terhadap

tingkat pengembalian investasi. Sedangakan margin laba tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat

pengembalian investasi.

Aktiva tetap memberikan pengaruh sebesar 77,1% sedangkan margin laba hanya memberikan

pengaruh sebesar 47,6% terhadap tingkat pengembalian investasi.Adapun secara simultan, aktiva tetap

dan margin laba berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian investasi dengan besar pengaruh

79,9%.

Kata kunci: Aktiva Tetap, Margin Laba, Tingkat Pengembalian Investasi.

PENDAHULUAN

Pengembalian investasi atau Return On

Investment merupakan salah satu jenis rasio

profitabilitas yang paling disukai oleh

perusahaan. Return On Investment ini

membandingkan berapa banyak laba yang

dihasilkan dari total aktiva yang ada. Aktiva

tetap merupakan aktiva yang dimiliki

perusahaan dan digunakan dalam operasi yang

bersifat permanen (aktiva tersebut mempunyai

umur kegunaan jangka panjang atau tidak akan

habis dipakai dalam satu periode kegiatan

perusahaan).

Margin Laba Usaha mencerminkan

kemampuan Manajemen untuk menghasilkan

laba setelah beban operasi/usaha dan harga

pokok penjualan dalam hubungannya dengan

penjualan yang dilakukan. Indonesia sebagai

negara yang berkembang, sedang berusaha

mensejajarkan diri dengan negara maju lainnya,

baik dalam bidang teknologi, industri maupun

bidang lain. Setiap perusahaan cenderung ingin

tumbuh menjadi lebih besar. Salah satunya

ukuran pertumbuhan perusahaan adalah dalam

peningkatan penjualan. Oleh karena itu biasanya

perusahaan menggunakan beberapa kebijakan

untuk mencapai tujuannya. Tujuan utama

perusahaan secara umum adalah meningkatkan

penjualan.

Untuk menghadapi semua hal diatas setiap

perusahaan dituntut untuk inovatif maupun

melakukan penyesuaian diri terhadap perubahan

khusunya dalam bidang perekonomian.

Perusahaan harus jalan, tumbuh dan

berkembang dan dibangun oleh manajemen

secara sistematis dengan berorientasi kepada

pertumbuhan melalui pemanfaatan seluruh

potensi seluruh sumber perusahaan.Untuk

mewujudkan semua tuntutan tersebut diperlukan

suatu pengelolaan yang efektif dan efisien

secara produktif terhadap semua kegiatan yang

ada didalam perusahaan serta ditunjang suatu

tindakan pengendalian untuk mencegah

timbulnya penyimpangan yang bersifat negatif

yang mengakibatkan terganggunya

keseimbangan perusahaan. Fungsi keuangan

merupakan salah satu fungsi terpenting dalam

kegiatan perusahaan seperti keputusan dalam

Page 2: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

16 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

investasi dan pendanaan. Bentuk investasi

meliputi investasi persediaan, saham, aktiva

tetap dan lain sebagainya. Investasi dalam

aktiva tetap merupakan investasi yang banyak

dilakukan oleh perusahaan. Begitupun sama

pentingnya laba menjadi bagian terpenting dari

beberapa tujuan yang ditetapkan perusahaan.

Agar tujuan tersebut tepat sasaran, perusahaan

harus mengukur perkembangan perusahaan

yang tercermin melalui laporan keuangannya,

salah satu analisis adalah marjin laba yang

digunakan untuk mengukur komposisi laba dari

setiap penjualan yang dilakukan.

Pertumbuhan aktiva dapat dilihat pada

laporan neraca perusahaan, sedangkan laporan

perolehan laba dapat dilihat pada laporan laba

rugi perusahaan, dengan begitu maka tingkat

pengembalian investasinya pun dapat dilihat

dari neraca. Dengan adanya laba usaha, maka

suatu perusahaan akan dapat mengukur

keuntungan yang dicapai yang selalu dikaitkan

dengan penjualan. Kekayan perusahaan yang

memeiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomi

lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan

untuk melaksanakan kegiatan perusahaan bukan

untuk dijual kembali.

PT. Ultrajaya Tbk merupakan perusahaan

besar yang bergerak dalam bidang farmasi dan

produk-produk yang berkaitan dengan

kesehatan. Dalam perkembangan usahanya, PT.

Ultrajaya Tbk selalu berusaha meningkatkan

perolehan labanya. Peningkatan atas laba yang

didapatnya tidaklah selalu stabil.

Berikut ini merupakan perkembangan aktiva

tetap dan marjin laba yang diperoleh oleh PT.

Ultrajaya Tbk selama 8 periode dari tahun 2006-

2013:

Tabel 1

Perkembangan Aktiva Tetap, Marjin Laba dan

Pengembalian Investasi

Pada PT. Ultrajaya, Tbk 2006-2013

Tahun Aktiva Tetap

(Rp)

Margin

Laba

(%)

Tingkat

pengembalian

Investasi (%)

2006 453,339,190,642 20.10 10.71

2007 494,503,759,379 22.18 11.73

2008 859,117,129,272 18.06 13.51

2009 1,024,371,537,180 17.64 14.63

2010 1,204,147,773,194 16.12 13.73

2011 1,327,345,591,354 14.51 12.37

2012 1,398,127,877,081 17.23 14.33

2013 1,605,266,031,098 17.51 18.29

Sumber: Neraca dan Laporan keuangan PT. Ultrajaya, Tbk

yang telah diolah

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat selama

tahun 2010 dan 2011 terjadi penurunan pada

tingkat pengembalian investasi PT. Ultrajaya,

Tbk. Padahal pada periode tahun tersebut aktiva

tetap yang dimilki perusahaan meningkat, hal

itu dapat menjelaskan bahwa perusahaan tidak

dapat memanfaatkan aktiva yang dimilikinya

secara maksimal untuk memperoleh laba bersih.

Adanya krisis global bisa menjadi salah satu

penyebab masalah itu terjadi pada perusahaan,

dimana kemampuan perusahaan dalam

memperoleh laba menurun. Hal tersebut

diperkuat dengan terjadinya penurunan pada

marjin laba selama periode tahun tersebut, yang

berarti perolehan laba perusahaan tidak

sebanding dengan penjualan yang telah

dilakukan perusahaan.

Pada tahun 2013 margin laba yang diperoleh

PT. Ultrajaya,Tbk sebesar 17,51% atau

meningkat sebesar 0,28% dari tahun 2012.

Sementara tingkat pengembalian investasi yang

diperoleh perusahaan pada tahun 2013 mencapai

18,2% atau mengalami peningkatan sebesar

3,96% dari tahun 2012. Perkembangan tingkat

pengembalian investasi pada PT. Ultrajaya,Tbk

terlihat kontras jika dibandingkan dengan

perkembangan margin laba, pada saat marjin

laba stabil justru tingkat pengembalian investasi

pada perusahaan mengalami peningkatan yang

cukup besar. Hal ini tidak sesuai dengan konsep

yang mengatakan bahwa besarnya return on

investment akan berubah kalau ada perubahan

pada profit margin.

Faktor yang menyebabkan tingginya tingkat

pengembalian investasi pada tahun 2013 adalah

karena keberhasilan perusahaan menekan beban

lain-lain, seperti beban bunga dan beban selisih

kurs. Pada tahun 2013 PT. Ultrajaya,Tbk

diuntungkan oleh nilai tukar Rupiah terhadap

Dollar AS yang stabil dan cenderung menguat

sehingga harga impor bahan baku, yang

merupakan komponen utama produksi obat

berada dalam tingkat yang stabil. Pertumbuhan

tingkat pengembalian investasi perusahaan

ditunjang pula oleh kondisi perekonomian

makro Indonesia yang sangat positif sepanjang

tahun 2013.

Pada perusahaan yang sudah mapan seperti

PT. Ultrajaya,Tbk, efisiensi merupakan cara

yang paling efektif dalam meningkatkan tingkat

pengembalian investasi perusahaan. Dari data

diatas maka penulis ingin meneliti seberapa

Page 3: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

17 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

besar aktiva tetap dan penjualan yang dihasilkan

oleh perusahaan untuk memperoleh keuntungan.

RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah pada penelitian ini

adalah:

1. Apakah Aktiva tetap berpengaruh terhadap

Pengembalian Investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk Periode 2006-2013?

2. Apakah Marjin laba berpengaruh terhadap

Pengembalian Investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk Periode 2006-2013?

3. Apakah Aktiva tetap dan Marjin laba

secara bersama-sama berpengaruh

terhadap Pengembalian Investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk Periode 2006-2013?

TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh

Aktiva tetap terhadap Pengembalian

Investasi pada PT. Ultrajaya, Tbk Periode

2006-2013

2. Untuk mengetahui bagaimana Marjin Laba

tetap terhadap Pengembalian Investasi

pada PT. Ultrajaya, Tbk Periode 2006-

2013

3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh

Aktiva tetap dan Marjin Laba secara

simultan terhadap Pengembalian Investasi

pada PT. Ultrajaya, Tbk Periode 2006-

2013.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengembalian Investasi

Pengembalian investasi atau Return On

Investment merupakan salah satu jenis rasio

profitabilitas yang paling disukai oleh

perusahaan. return on investment ini

membandingkan berapa banyak laba yang

dihasilkan dari total aktiva yang ada. Untuk

lebih jelasnya lagi, dikemukakan pendapat

beberapa ahli mengenai pengertian return on

investment (ROI). Return On Investment (ROI)

menurut Munawir (2007) adalah salah satu

bentuk dari rasio profitabilitas yang

dimaksudkan untuk dapat mengukur

kemampuan perusahaan dengan keseluruhan

dana yang ditanamkan dalam aktiva yang

digunakan untuk operasi perusahaan untuk

menghasilkan keuntungan. Menurut Suad

Husnan dan Enny Pudjiastuti (2004:74)

mengemukakan bahwa return on investment

(ROI) adalah rasio yang mengukur seberapa

banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari

seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Kemudian menurut Agus Sartono

(2001:123), return on investment atau return on

assets menunjukan kemampuan perusahaan

menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan.

Lebih lanjut, return on investment (ROI) atau

yang sering juga disebut dengan return on

assets menurut Lukman Syamsudin (2004;79)

adalah merupakan pengukuran kemampuan

perusahaan secara keseluruhan di dalam

menghasilkan keuntungan dengan jumlah

keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam

perusahaan.

Dalam berinvestasi di suatu perusahaan, para

investor biasanya mencari perusahaan yang

keadaannya sedang menguntungkan agar

menjaga keamanan dana yang diinvestasikan.

Untuk melihatnya dapat digunakan alat ukur

rasio profitabilitas sehingga informasi yang

dibutuhkan akan terlihat. Rasio return on

investment (ROI) merupakan rasio yang

menggambarkan dan memberikan peramalan

berapa besar jumlah keuntungan yang sedang

terjadi di suatu perusahaan. Semakin tinggi

tingkat return on investment (ROI) suatu

perusahaan maka semakin baik pula keadaan

perusahaan tersebut karena return on investment

(ROI) menggambarkan keefisienan perusahaan

mengelola investasi perusahaan sehingga

menghasilkan laba yang maksimal.

Analisis return on investment (ROI) dalam

analisis laporan keuangan merupakan analisis

yang menyeluruh (komprehensif) dan lazim

digunakan untuk menilai efektivitas keseluruhan

investasi perusahaan. Analisis rasio ini

menghubungkan antara keuntungan yang

diperoleh perusahaan melalui kegiatan usahanya

dengan investasi yang ditanamkan dalam total

aktiva.

Dari beberapa pengertian di atas dapat

ditarik kesimpulan bahwa return on investment

(ROI) merupakan salah satu bagian dari rasio

profitabilitas yang digunakan untuk mengukur

tingkat laba yang dihasilkan dari investasi

aktiva perusahaan.

Dalam menghitung tingkat return on

investment, maka perlu diperhatikan adalah

bahwa perhitungan tersebut didasarkan atas laba

bersih sesudah pajak dibagi dengan total aktiva

perusahaan, baik dengan diinvestasikan di

Page 4: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

18 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

dalam maupun di luar perusahaan. Hal tersebut

disebabkan karena pengukuran ROI adalah

mengetahui tingkat keuntungan bersih yang

diperoleh dari seluruh modal yang telah

diinvestasikan.

B. Aktiva Tetap

Aktiva tetap merupakan aktiva yang dimiliki

perusahaan dan digunakan dalam operasi yang

bersifat permanen (aktiva tersebut mempunyai

umur kegunaan jangka panjang atau tidak akan

habis dipakai dalam satu periode kegiatan

perusahaan). Hampir seluruh perusahaan

menggunakan harta-harta yang bersifat tahan

lama dalam operasinya. Peranan aktiva tetap ini

sangat besar dalam perusahaan baik ditinjau dari

segi fungsinya, dari segi dana yang

diinvestasikan, dari segi pengolahannya yang

melibatkan banyak orang, dan dari segi

pembuatannya antara lain jangka panjang,

maupun dari segi pengawasannya yang rumit.

Menurut Mulyadi (2001 : 591), aktiva tetap

adalah kekayaan perusahaan yang memiliki

wujud, mempunyai manfaat ekonomi lebih dari

satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk

melaksanakan kegiatan perusahaan bukan untuk

dijual kembali. Menurut Haryono Jusuf (2001 :

153), aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang

digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak

dimaksudkan untuk dijual dalam rangka

kegiatan normal perusahaan. kemudian menurut

S. Munawir (2007;17), aktiva Tetap adalah

kekayaan yang dimiliki perusahaan yang

phisiknya nampak (konkrit). Selanjutnya,

menurut Hennie Van Greuning (2005;170),

aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang

dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau

penyediaan barang atau jasa, seperti

penyewaaan kepada pihak lain atau untuk tujuan

administrasi dan diperkirakan akan digunakan

selama lebih dari satu periode.

Dari pengertian diatas, maka dapat ditarik

kesimpulan bahwa aktiva tetap:

1. Merupakan aktiva milik perusahaan yang

berwujud dan mempunyai nilai yang

cukup material.

2. Diperoleh dalam bentuk siap pakai atau

melalui pembangunan pembuatan lebih

dahulu.

3. Mempunyai masa manfaat bagi perusahaan

lebih dari satu tahun.

4. Dibeli atau dibuat tidak dimaksudkan

untuk dijual kembali.

5. Dipergunakan secara terus menerus dalam

kegiatan normal perusahaan.

Aktiva tetap memiliki berbagai jenis, bentuk

dan umur manfaat. Ada aktiva tetap yang

umurnya tidak terbatas serta ada aktiva tetap

yang umurnya terbatas. Aktiva tetap yang

umurnya terbatas seperti kendaraan, sedangkan

aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas adalah

tanah.

Zaki Baridwan (2002;278) mengemukakan

jenis-jenis aktiva tetap terdiri dari:

1. Tanah

2. Bangunan

3. Mesin dan Alat-alat

4. Alat-alat Kerja

5. Pattern dan Dies/cetakan-cetakan

6. Perabot dan Alat-alat Kantor

7. Kendaraan

8. Tempat barang yang dapat dikembalikan

(Returnable Container).

Menurut Wareen, Reeve and Fess yang

diterjemahkan oleh Aris Farahmita,

Amunugrahani dan Taufik Hendrawan

(2005;204) jenis-jenis aktiva tetap terdiri dari:

1. Peralatan

2. Perabotan

3. Alat-alat

4. Mesin-mesin

5. Bangunan

6. Tanah

Menurut S. Munawir (2007;17), Jenis-jenis

aktiva tetap adalah sebagai berikut:

1. Tanah yang diatasnya didirikan bangunan

atau digunakan operasi, misalnya sebagai

lapangan, halaman, tempat parkir dan lain

sebagainya.

2. Bangunan, baik bangunan kantor, toko

maupun bangunan untuk pabrik.

3. Mesin.

4. Inventaris.

5. Kendaraan dan perlengkapan atau alat-alat

lainnya.

Menurut AI. Haryono Jusup (2001;155),

Aktiva tetap biasanya digolongkan menjadi

empat kelompok, yaitu:

1. Tanah, seperti tanah yang digunakan

sebagai tempat berdirinya gedung-gedung

perusahaan.

2. Perbaikan Tanah, seperti jalan-jalan di

seputar lokasi perusahaan yang dibangun

perusahaan, tempat parkir, pagar, dan

saluran air bawah tanah.

Page 5: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

19 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

3. Gedung, seperti gedung yang digunakan

untuk kantor, toko, pabrik, dan gedung.

4. Peralatan, seperti peralatan kantor,

peralatan pabrik, mesin-mesin, kendaraan,

dan meubel.

C. Marjin Laba

Setiap perusahaan selalu berusaha untuk

dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Laba

terbagi menjadi dua yaitu laba bersih dan laba

usaha. Laba usaha dapat diketahui dengan cara

mengurangi total penjualan dengan biaya-biaya

dalam proses produksi dan operasionalnya.

Sedangkan laba bersih dapat diketahui dengan

cara mengurangi laba usaha dengan pajak.

Dengan adanya laba usaha maka perusahaan

dapat mengukur tingkat keuntungan yang

dicapai dihubungkan dengan penjualan atau

yang dikenal dengan istilah Profit Margin.

Menurut Bambang Riyanto (2001:37), profit

margin adalah perbandingan antara net

operating income dengan net sales. Kemudian

menurut S. Munawir (2007:89), profit margin

mengukur tingkat keuntungan yang dapat

dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan

penjualannya. Lalu, Husein Umar (2005:216)

mengatakan bahwa margin laba usaha

mencerminkan kemampuan manajemen untuk

menghasilkan laba setelah beban operasi/usaha

dan harga pokok penjualan dalam hubungannya

dengan penjualan yang dilakukan. Selanjutnya,

Dalam menghitung profit margin,

maka perlu diperhatikan adalah bahwa

perhitungan tersebut didasarkan atas laba usaha

dibagi dengan penjualan yang dilakukan

perusahaan. Adapun rumus profit margin

menurut Husein Umar (2005:216) adalah

sebagai berikut:

Profit Margin = Laba Usaha X 100%

Penjualan Neto

Berdasarkan beberapa pengertian tentang

marjin laba di atas maka dapat disimpulkan

bahwa marjin laba ialah rasio yang digunakan

untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan

melihat kepada besar kecilnya laba usaha dalam

hubungannya dengan penjualan.

Menurut Bambang Riyanto (2001:39) Besar

kecilnya profit margin pada setiap transaksi

sales ditentukan oleh 2 faktor, yaitu net sales

dan laba usaha. Besar kecilnya laba usaha atau

net operating income tergantung kepada

pendapatan dari sales dan besarnya biaya usaha

(operating expense). Dengan jumlah operating

expense tertentu, profit margin dapat diperbesar

dengan menekan atau memperkecil sales, atau

dengan menekan atau memperkecil operating

expanse.

Rasio ini bisa diinterpretasikan juga sebagai

kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya

diperusahaan pada periode tertentu. Marjin laba

yang tinggi menandakan kemampuan

perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada

tingkat penjualan tertentu. Marjin laba yang

rendah menandakan penjualan yang terlalu

rendah untuk tingkat biaya tertentu, atau biaya

yang terlalu tinggi untuk tingkat penjualan

tertentu, atau kombinasi dari kedua hal tersebut.

Dengan demikian maka ada 2 alternatif

dalam usaha untuk memperbesar marjin laba,

yaitu:

1. Dengan menambah biaya usaha (operating

expenses) sampai tingkat tertentu

diusahakan tercapainya tambahan sales

yang sebesar-besarnya, atau dengan kata

lain, tambahan sales harus lebih besar

daripada tambahan operating expenses.

Perubahan besarnya sales dapat dapat

disebabkan karena perubahan harga per

unit apabila volume sales dalam unit sudah

tertentu (tetap), atau disebabkan karena

bertambahnya luas penjualan dalam unit

kalau tingkat harga penjualan per unit

produk sudah tertentu. Dengan demikian

dapatlah dikatakan bahwa pengertian

menaikkan tingkat sales di sini dapat

berarti memperbesar pendapatan dari sales

dengan jalan:

a) Memperbesar volume sales per unit

pada tingkat harga penjualan tertentu

atau,

b) Menaikkan harga penjualan per unit

produk pada luas sales dalam unit

tertentu.

2. Dengan mengurangi pendapatan dari sales

sampai tingkat tertentu diusahakan adanya

pengurangan operating expenses yang

sebesar-besarnya, atau dengan kata lain

mengurangi biaya usaha relatif lebih besar

daripada berkurangnya pendapatan dari

sales. Meskipun jumlah sales selama

periode tertentu berkurang, tetapi oleh

karena disertai dengan berkurangnya

operating expenses yang lebih sebanding

Page 6: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

20 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

maka akibatnya ialah bahwa marjin

labanya makin besar.

D. Hubungan Aktiva Tetap dan

Pengembalian Investasi

Adanya penambahan aktiva tetap yang lebih

ekonomis dan efisien bila dibandingkan dengan

aktiva yang lama, selain dapat meningkatkan

hasil dan kualitas produksi, juga dapat

mengurangi biaya produksi yang harus

dikeluarkan sehingga dapat meningkatkan laba

perusahaan, laba yang diperoleh merupakan

pengembalian dari investasi yang dilakukan

perusahaan.

Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan

oleh M. Manullang (2005; 89) bahwa investasi

dalam aktiva tetap adalah suatu bentuk

penanaman modal dengan harapan perusahaan

tersebut dapat menghasilkan keuntungan

melalui operasinya.

E. Hubungan Marjin Laba dan

Pengembalian Investasi

Berdasarkan teori-teori tersebut di atas

dapatlah dikatakan bahwa profit margin

dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi

perusahaan dengan melihat kepada besar

kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan

penjualan, sedangkan operating turnover

dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi

perusahaan dengan melihat kepada kecepatan

perputaran aktiva yang digunakan untuk

kegiatan operasional dalam suatu periode

tertentu.

Hasil akhir dari percampuran kedua efisiensi

profit margin dan operating assets turnover

menentukan tinggi rendahnya keuntungan yang

dapat dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Oleh

karena itu makin tingginya tingkat profit margin

atau operating assets turnover masing-masing

atau keduanya akan mengakibatkan naiknya

keuntungan yang dapat dihasilkan oleh

perusahaan tersebut.

Seperti yang dikemukakan Munawir

(2007:89) bahwa besarnya return on investment

akan berubah kalau ada perubahan profit margin

atau asset turn over, baik masing-masing atau

keduanya.

F. Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang

mengangkat tentang aktiva tetap, marjin laba

dan pengembalian investasi:

1) Penelitian Fernando Junior (2004)

Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk

mengetahui tingkat pengelolaan aktiva tetap

pada PT. Dwipapuri Asri. Masalah yang diteliti

adalah seberapa besar pengaruh pengelolaan

aktiva tetap ditinjau dari segi perputaran aktiva

tetap terhadap ROI selama periode 2001 sampai

dengan 2002, maka dilakukan analisis dengan

menggunakan rasio perputaran aktiva tetap.

Sedangkan untuk mengukur seberapa besar

pengaruh pengelolaan aktiva tetap terhadap

tingkat rentabilitas. Hasil penelitian menunjukan

bahwa terdapat hubungan antara rasio

perputaran aktiva tetap terhadap return on

investment (ROI).

2) Penelitian Handayani (2007)

Tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui analisis perputaran investasi dan

marjin laba dan pengaruhnya terhadap return on

investment (ROI). Diawali dengan adanya

fenomena kinerja keuangan KPBS Pangalengan

yang meliputi rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan

Rentabilitas selama lima periode

perkembangannya fluktuatif, bahkan rata-rata

pertumbuhan kinerja keuangannya menurun dan

lebih spesifik lagi dalam rasio rentabilitas, Hasil

penelitian menunjukkan bahwa secara parsial

terdapat pengaruh yang positif dan signifikan

antara perputaran investasi terhadap ROI, secara

parsial terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan antara marjin laba terhadap ROI, dan

secara simultan terdapat pengaruh yang positif

dan signifikan antara perputaran investasi dan

marjin laba terhadap ROI.

3) Penelitian Widowati (2004)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

pengaruh perputaran aktiva terhadap return on

investment. Tingkat efisiensi penggunaan

keseluruhan aktiva di dalam koperasi untuk

menghasilkan volume penjualan tertentu akan

terlihat dari perputaran aktiva koperasi tersebut.

Semakin efisien penggunaan keseluruhan

Aktiva maka semakin meningkat perolehan

laba yang selanjutnya akan mempengaruhi

return on investment-nya. Dari penelitian yang

telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa

penurunan perputaran aktiva menyebabkan

penurunan return on investment. Setelah

dilakukan pengujian hipotesis dengan alat

statistik uji-t diketahui bahwa perputaran aktiva

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

Page 7: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

21 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

return on investment. Sementara dari nilai

koefisien korelasi diketahui bahwa terdapat

hubungan yang searah dan sangat kuat antara

perputaran aktiva dengan return on investment.

METODE

Lokasi Waktu dan Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota

Tebing Tinggi melalui media internet pada juli

2013 hingga Mei 2014.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian

ini adalah dokumentasi dan penelitian

kepustakaan.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah

keseluruhan data laporan keuangan tahunan

(annual report) PT. Ultrajaya, Tbk khususnya

yang menyangkut dengan data yang

berhubungan dengan aktiva tetap dan Profit

Margin (Marjin Laba). Sampel pada penelitian

ini adalah neraca dan laporan laba rugi PT.

Ultrajaya, Tbk tahun 2006-2013.

Teknik sampling yang digunakan dalam

penelitian ini adalah nonprobability sampling

design yaitu dengan menggunakan purposive

sampling dimana tidak semua unit populasi

memiliki kesempatan untuk dijadikan sample

penelitian.

Hipotesis

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian

ini adalah:

Ha1 : Aktiva tetap berpengaruh terhadap

Pengembalian Investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk Periode 2006-2013.

Ha2 : Marjin laba berpengaruh terhadap

Pengembalian Investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk Periode 2006-2013.

Ha3 : Aktiva tetap dan Marjin laba secara

bersama-sama berpengaruh terhadap

Pengembalian Investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk Periode 2006-2013.

Metode Analisis Data

Analisis Regresi Berganda

Metode analisis yang digunakan adalah

model regresi berganda yang persamaannya

dapat dituliskan sebagai berikut:

Y = a + b1 X1 + b2 X2

Keterangan:

Y = Pengembalian Investasi

X1 = Aktiva tetap

X2 = marjin Laba

b 1… b2 = Koefisien regresi

α = konstanta

e = error term

Uji t

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi

pengaruh Aktiva tetap dan Marjin Laba

terhadap Pengembalian Investasi PT.

Ultrajaya, Tbk. Oleh karena itu uji t ini

digunakan untuk menguji hipotesis Ha1 dan

Ha2. Tingkat signifikansi (α) sebesar 0,05. Nilai

t hitung dapat dicari dengan rumus (Gujarati,

1999):

t Hitung = 𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑅𝑒𝑔𝑟𝑒𝑠𝑖

𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖

1. Bila t-tabel < t-hitung dan t-hitung < t-

tabel, variabel bebas (independen) secara

individu tak berpengaruh terhadap variabel

dependen.

1) Bila t-hitung > t-tabel dan t- hitung < t -

tabel, variabel bebas (independen) secara

individu berpengaruh terhadap variabel

dependen.

Uji F

Uji F digunakan untuk menguji signifikansi

pengaruh Aktiva tetap dan Marjin Laba secara

simultan. Tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,05

(α = 0,05). Nilai F hitung dapat dicari dengan

rumus (Gujarati, 1999):

F Hitung = R2 / (k −1)

(1 −𝑅2 ) / (𝑁 − 𝑘)

Dimana:

R2 = Koefisien Determinasi

K = Banyaknya koefisien regresi

N = Banyaknya Observasi

1. Bila F hitung < F tabel, variabel bebas

secara bersama-sama tidak berpengaruh

terhadap variabel dependen.

2. Bila F hitung > F tabel, variabel bebas

secara bersama-sama berpengaruh

terhadap variabel dependen.

Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinansi (R2) digunakan

untuk mengukur seberapa jauh kemampuan

model dalam menerangkan variasi variabel

dependen. Koefisien determinasi dapat dicari

dengan rumus (Gujarati, 1999):

Page 8: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

22 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

R2 =

𝐸𝑆𝑆

𝑇𝑆𝑆

Nilai koefisien determinansi adalah antara 0

dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan

variabel-variabel independen dalam

menjelaskan variasi variabel dependen amat

terbatas (Ghozali, 2008). Nilai yang mendekati

1 (satu) berarti variabel–variabel independen

memberikan hampir semua informasi yang

dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel

dependen.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Analisis Regresi Berganda

Tabel 2 Hasil Perhitungan Regresi

Model

Unstandardized Coefficients

B Std. Error

1 (Constant) -5.880 .009

Aktiva_Tetap 7.22E-012 .148

Marjin_Laba .669 .005

a. Dependent Variable: ROI

Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17

Dengan melihat tabel diatas, dapat disusun

persamaan regresi linear berganda sebagai

berikut:

ROI = -5,880 +0,00000000000722Aktiva

Tetap + 0,669 Marjin laba

Persamaan regresi di atas mempunyai makna

sebagai berikut:

1. Nilai konstanta sebesar 5,880 bertanda

negatif menunjukan nilai prediksi rata-rata

return on investment perusahaan apabila

aktiva tetap dan margin laba sama dengan

nol.

2. Koefisien aktiva tetap sebesar

0,00000000000722 bertanda positif

menunjukkan bahwa setiap kenaikan atau

peningkatan aktiva tetap perusahaan

sebesar satu triliun rupiah diprediksi akan

meningkatkan return on investment

perusahaan sebesar 7,22 persen dengan

asumsi margin laba perusahaan tidak

mengalami perubahan.

3. Koefisien margin laba sebesar 0,669

bertanda menunjukkan bahwa setiap

kenaikan atau peningkatan margin laba

sebesar 1% diprediksi akan menurunkan

return on investment perusahaan sebesar

0,669% dengan asumsi aktiva tetap tidak

berubah.

Dengan demikian hasil analisis pengaruh

variabel independen terhadap variabel dependen

yang telah dilakukan ini sesuai dengan kerangka

pemikiran yang diajukan oleh peneliti.

Uji t

Hasil perhitungan analisis regresi guna

menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan dapat

dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3 Hasil Uji t

Model

Standardized Coefficients

t Sig. Beta

1 (Constant) -.821 .449

Aktiva_tetap .015 4.110 .009

Margin_laba -.110 2.132 .086

a. Dependent Variable:ROI

Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17

Berdasarkan keluaran software SPSS

seperti terlihat pada tabel 3 diperoleh nilai

thitung variabel aktiva tetap sebesar 4,110

dengan nilai signifikansi sebesar 0,009. Karena

nilai thitung (4,110) lebih besar dari ttabel

(2,571) maka pada tingkat kekeliruan 5%

diputuskan untuk menerima Ho1. Artinya

dengan tingkat kepercayaan 95% dapat

disimpulkan bahwa aktiva tetap memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap tingkat

pengembalian investasi pada PT. Ultrajaya,

Tbk. Arah pengaruh bertanda positif

menunjukkan bahwa aktiva tetap yang makin

tinggi membuat tingkat pengembalian investasi

menjadi meningkat.

Nilai t hitung variabel margin laba sebesar

2,132 dengan nilai signifikansi sebesar 0,086.

Karena nilai thitung (2,132) berada diantara

negatif ttabel (-2,571) dan positif ttabel (2,571)

maka pada tingkat kekeliruan 5% diputuskan

untuk menerima Ho2 sehingga Ha2 ditolak.

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat

disimpulkan bahwa margin laba tidak memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap tingkat

pengembalian investasi pada PT. Ultrajaya,

Tbk.

Page 9: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

23 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

a. Pengujian Hipotesis 1

Hipotesis pertama yang diajukan

menyatakan bahwa Aktiva tetap berpengaruh

signifikan terhadap ROI. Nilai thitung variabel

aktiva tetap sebesar 4,110 dengan nilai

signifikansi sebesar 0,009. Karena nilai t hitung

(4,110) lebih besar dari t-tabel (2,571) maka

pada tingkat kekeliruan 5% diputuskan untuk

menerima hipotesis 1. Artinya dengan tingkat

kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa

aktiva tetap memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap tingkat pengembalian investasi pada

PT. Ultrajaya, Tbk. Arah pengaruh bertanda

positif menunjukkan bahwa aktiva tetap yang

makin tinggi membuat tingkat pengembalian

investasi menjadi meningkat. Artinya hipotesis

1 diterima.

b. Pengujian Hipotesis 2

Hipotesis kedua yang diajukan

menyatakan bahwa marjin Laba berpengaruh

signifikan terhadapi ROI. Nilai thitung variabel

margin laba sebesar 2,132 dengan nilai

signifikansi sebesar 0,086. Karena nilai thitung

(2,132) berada diantara negatif ttabel (-2,571)

dan positif ttabel (2,571) maka pada tingkat

kekeliruan 5% diputuskan untuk menolak

hipotesis 2. Artinya dengan tingkat kepercayaan

95% dapat disimpulkan bahwa margin laba

tidak memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap tingkat pengembalian investasi pada

PT. Ultrajaya, Tbk.

Uji F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan

apakah semua variabel independen yang

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh

secara bersama-sama terhadap variabel

dependennya. Hasil perhitungan Uji F ini dapat

dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4

ANOVAb

Model Sum of

Squares df Mean

Square F Sig.

1 Regression .000 2 .000 9.926 .018a

Residual .031 5 .001

Total .031 7

a. Predictors: (Constant), Margin_laba, Aktiva_tetapa

b. Dependent Variable: ROI

Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17

Berdasarkan tabel anova di atas dapat dilihat

nilai F hitung dari hasil pengolahan data

diperoleh sebesar 9,926 dengan nilai

signifikansi sebesar 0,018. Nilai ini menjadi

statistik uji yang akan dibandingkan dengan

nilai F dari tabel. Dari tabel F pada α = 0.05 dan

derajat bebas (2;5) diperoleh nilai Ftabel sebesar

5,786. Karena Fhitung (9,926) lebih besar dari

Ftabel (5,786) maka pada tingkat kekeliruan 5%

(α=0.05) diputuskan untuk menerima hipotesis

3. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95%

dapat disimpulkan bahwa aktiva tetap dan

margin laba secara bersama-sama (simultan)

berpengaruh signifikan terhadap tingkat

pengembalian investasi pada PT. Ultrajaya,

Tbk.

Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya

mengukur seberapa jauh kemampuan model

dalam menerangkan variasi variabel

dependennya. Nilai R2

yang mendekati satu

berarti variabel-variabel independennya

memberikan hampir semua informasi yang

dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel

dependen (Ghozali, 2006). Hasil perhitungan

koefisien determinasi tersebut dapat terlihat

pada tabel berikut:

Tabel 5 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model R R

Square Adjusted R

Square Std. Error of the

Estimate

1 .894a .799 .718 .02619

a. Predictors: (Constant), Margin_laba, Aktiva_Tetap

b. Dependent Variable: ROI

Sumber : Hasil pengolahan data mengunakan SPSS 17

Nilai R pada tabel 4.5 menunjukkan

kekuatan hubungan kedua variabel independen

(aktiva tetap dan margin laba) secara bersama-

sama/simultan dengan tingkat pengembalian

investasi perusahaan. Jadi pada permasalahan

yang sedang diteliti diketahui bahwa secara

simultan kedua variabel independen (aktiva

tetap dan margin laba) memiliki hubungan yang

sangat kuat dengan tingkat pengembalian

investasi perusahaan. Hal ini terlihat dari nilai

korelasi berganda (R) sebesar 0,894 berada

diantara 0,80 hingga 1,00 yang tergolong dalan

kriteria korelasi sangat kuat.

Page 10: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

24 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

Sementara nilai R-Square sebesar 0,799 atau

79,9 persen, menunjukkan bahwa kedua

variabel independen yang terdiri dari aktiva

tetap dan margin laba secara simultan mampu

menerangkan perubahan yang terjadi pada

tingkat pengembalian investasi sebesar 79,9

persen. Dengan kata lain secara bersama-sama

kedua variabel independen (aktiva tetap dan

margin laba) memberikan kontribusi/pengaruh

sebesar 79,9% terhadap tingkat pengembalian

investasi pada PT. Ultrajaya, Tbk. Sisanya

pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diamati

adalah sebesar 20,1%, dan merupakan pengaruh

faktor lain diluar kedua variabel independen

(aktiva tetap dan margin laba).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat

disimpulkan:

1. Hipotesis pertama yang diajukan

menyatakan bahwa Aktiva tetap

berpengaruh signifikan terhadap ROI.

Nilai t hitung variabel aktiva tetap sebesar

4,110 dengan nilai signifikansi sebesar

0,009. Karena nilai thitung (4,110) lebih

besar dari t tabel (2,571) maka pada

tingkat kekeliruan 5% diputuskan untuk

menerima hipotesis 1. Artinya dengan

tingkat kepercayaan 95% dapat

disimpulkan bahwa aktiva tetap memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap tingkat

pengembalian investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk. Arah pengaruh bertanda

positif menunjukkan bahwa aktiva tetap

yang makin tinggi membuat tingkat

pengembalian investasi menjadi

meningkat. Artinya hipotesis 1 diterima.

2. Hipotesis kedua yang diajukan

menyatakan bahwa marjin laba

berpengaruh signifikan terhadapi ROI.

Nilai t hitung variabel margin laba sebesar

2,132 dengan nilai signifikansi sebesar

0,086. Karena nilai thitung (2,132) berada

diantara negatif ttabel (-2,571) dan positif t

tabel (2,571) maka pada tingkat kekeliruan

5% diputuskan untuk menolak hipotesis 2.

Artinya dengan tingkat kepercayaan 95%

dapat disimpulkan bahwa margin laba

tidak memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap tingkat pengembalian investasi

pada PT. Ultrajaya, Tbk.

3. Hasil pengujian hipotesis 3 menunjukkan

bahwa hipotesis 3 yang menyebutkan

variabel aktiva tetap dan margin laba

secara bersama-sama (simultan)

berpengaruh signifikan terhadap tingkat

pengembalian investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk. dapat diterima. Hal ini

ditunjukkan dari tabel F pada α = 0.05 dan

derajat bebas (2;5) diperoleh nilai Ftabel

sebesar 5,786. Karena Fhitung (9,926)

lebih besar dari Ftabel (5,786) maka pada

tingkat kekeliruan 5% (α=0.05) diputuskan

untuk menerima hipotesis 3. Artinya

dengan tingkat kepercayaan 95% dapat

disimpulkan bahwa aktiva tetap dan

margin laba secara bersama-sama

(simultan) berpengaruh signifikan terhadap

tingkat pengembalian investasi pada PT.

Ultrajaya, Tbk.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang

dapat diberikan adaah:

1. Aktiva tetap berfungsi sebagai investasi

perusahaan dalam jangka waktu panjang.

Dengan demikian diharapkan perusahaan

mengalokasikan kelebihan dananya pada

aktiva tetap yang nilai penyusutannya

rendah, seperti tanah dan bangunan.

2. Untuk meningkatkan margin laba,

perusahaan perlu melakukan efisiensi pada

beban penjualan dengan mengurangi biaya

iklan. Dengan mengurangi iklan di media

elektronik perusahaan bisa menghemat

biaya yang selanjutnya bisa dialokasikan

untuk biaya pameran. Bagi perusahaan

farmasi seperti PT. Ultrajaya, Tbk

melakukan pameran lebih efektif dalam

melakukan promosi dibanding iklan di

media elektronik, karena melalui pameran

perusahaan bisa menjelaskan secara detail

tentang produk perusahaan.

3. Sama halnya dengan margin laba, untuk

meningkatkan Return On Investment,

perusahaan perlu melakukan efisiensi

biaya. Namun disamping efisiensi biaya,

perusahaan juga bisa meningkatkan

pendapatan lain-lain berupa penghasilan

bunga atau laba atas penjualan investasi.

4. Penelitian selanjutnya juga disarankan

untuk menggunakan rentan waktu yang

lebih luas untuk mendapatkan fluktuasi

harga saham yang lebih besar.

Page 11: PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP ...stie-binakarya.ac.id/fpdfbrita/pengaruh_aktivatetap.pdf · jurnal ilmiah bussiness progress issn 2339-1618 april 2015, volume 3,

JURNAL ILMIAH BUSSINESS PROGRESS ISSN 2339-1618

April 2015, Volume 3, No. 1, 15-25

25 PENGARUH AKTIVA TETAP DAN MARJIN LABA TERHADAP PENGEMBALIAN INVESTASI PADA PT. ULTRAJAYA, Tbk PERIODE 2006-2013

5. Dalam pengambilan keputusan investasi

terhadap suatu saham, sebaiknya investor

mempertimbangkan faktor-faktor internal

emiten meliputi keadaan keuangannya dan

corporate action emiten yang

bersangkutan, serta faktor-faktor eksternal

seperti keadaan perekonomian suatu

negara secara makro dan aspek psikologis

investor di pasar modal.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting.

Edisi 8. BPFE: Yogyakarta.

Effendi, M, I. 2005. Pengaruh Besarnya

Investasi Aktiva Tetap Pembangkitan

terhadap Return On Investment.

http://digilib.fe.unpad.ac.id/digilib/libra

ry/informasi/skripsi/372. Diakses

tanggal 4 Mei 2011.

Greuning, Hennie Van. 2005. Standar

Pelaporan Keuangan Internasional :

Pedoman Praktis. Salemba Empat:

Jakarta.

Handayani. 2007. Analisis Perputaran Investasi

dan Marjin Laba serta Pengaruhnya

terhadap Return on Investment (ROI)

pada PT. KBPS H.

Haryono Jusuf. 2001. Dasar-Dasar Akuntansi.

STIE YKPN: Yogyakarta.

Husein Umar. 2005. Metode Penelitian Untuk

Skripsi dan Tesis Bisnis. PT. Raja

Grafindo Persada: Jakarta

Husnan, S & Pudjiastuti, E. 2004. Dasar-Dasar

Manajemen Keuangan. UPP AMP

YKPN: Yogyakarta.

Indonesia Stock Exchange. 2011. Laporan

Keuangan Tahunan. www.idx.co.id.

Diakses tanggal 10 April 2011.

Junior, Fernando. 2004. Pengaruh Pengelolaan

Aktiva Tetap Terhadap Return On

Investment Pada PT. Dwipapuri Asri.

Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan.

Liberty: Yogyakarta.

Narimawati, Umi. 2008. Metodologi Penelitian

Kualitatif dan Kuantitatif. Fakultas

Ekonomi Universitas Komputer

Indonesia: Bandung.

R, Agus, Sartono. 2001. Manajemen Keuangan

Teori dan Aplikasi, Edisi Empat.

BPFE: Yogyakarta.

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar

Pembelanjaan Perusahaan. Edisi

Empat. Yayasan Badan Penerbit Gajah

Mada: Yogyakarta.

Sugiyono. 2008. Statistik Untuk Penelitian.

Alfabeta: Bandung.

Syamsudin, Lukman. 2007. Manajemen

Keuangan Perusahaan. Raja Grafindo:

Jakarta.

Warrent, Carl, S, Reeve, James, M dan Fess,

Philip E. 2005. Pengantar Akuntansi.

Buku 1. Edisi 21. Salemba Empat:

Jakarta.

Widowati. 2004. Pengaruh Perputaran Aktiva

TERHADAP RETURN ON Investment

pada KUD Eka Arsa. 1(5), 41-50.