Pelatihan Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia

download

of 47

  • date post

    29-Nov-2014
  • Category

    Spiritual
  • view

    7.476
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Sebelum Anda "Download" Silahkan "Follow" atau Beri "Like" terlebih dahulu. Thx. Bagi yang membutuhkan INHOUSE TRAINING, Silahkan Hubungi : 0878-7063-5053 (Fast Response). TARIF PELATIHAN SANGAT MURAH !!! Bagi yang Membuituhkan Pelatihan ini, Hubungi Fast Response : 0878-7063-5053

transcript

  • 1. TATA KELOLA KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Oleh M. Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr.
  • 2. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 1 BAB 2 TATA KELOLA KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Pada akhir zaman ini, banyak tumbuh subur di kalangan masyarakat kita yang materialistis (materialistic society) suatu pandangan hidup yang memisahkan tentang kepentingan dunia (duniawi) dengan kepentingan akhirat (ukhrowi). Dikotomi (pemisahan) ini dikategorikan sebagai sekularisme dalam beragama. Dikotomi berjalan antara unsur kebendaan (materi) dengan unsur rohani, unsur visible (tampak) dan unsur invisible (tak tampak), dan antara hedonisme dan spiritualisme. Mereka yang memiliki dimensi vertikal (urusan ketuhanan dan akhirat) menganggap eksistensi dunia adalah bagian yang harus dinisbikan dan dimarjinalkan. Mereka hanya unggul dalam muhasabah (psycho spiritual contemplation) untuk mengejar akhirat semata namun ketinggalan di bidang ekonomi, sosial, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan mereka yang memilih dimensi horisontal (urusan dunia), memang unggul dalam hal keduniawian, namun hati nuraninya kering dan gersang karena serta masih terbelenggu oleh faktor keberadaan (materialis) dan kesenangan hidup (hedonis) semata. Pikiran dan Nurani (akal dan budi) yang merupakan Fitrah Utama Manusia berada diluar fitrah kehidupan yang sebenarnya sehingga perbuatan dan tindak-tanduk mereka sangat jauh dari tuntutan agama, yang telah ditanamkan oleh Allah kepada akal budi (afidah) sejak zaman azali (zaman asal pertama kali ada). Dengan terjadinya dua keadaan ekstrim ini, yang satu ekstrim positif dan yang satunya ekstrim negatif, akan menjauhkan titik keseimbangan tersebut. Islam tidak menginginkan
  • 3. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 2 terjadinya keadaan keadaan ekstrim tersebut karena Islam adalah ajaran (syariat) yang selaras dan seimbang (tawazun- balance). Sistem (manhaj) Islam diciptakan Allah SWT secara seimbang sebagaimana diciptakannya segala sesuatu di alam semesta ini yang berjalan secara teratur (orderly) tanpa terjadi kontradiksi dan benturan sedikitpun, dikarenakan Allah yang menciptakan sistem tersebut bersifat Maha Adil (Al-Adlu), yang secara implisit juga berarti Maha Seimbang dalam menetapkan hukum-hukum dan Sunatullah- Nya. Berikut ini akan diuraikan mengenai Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia yang merupakan Fitrah atas Kehidupan Manusia di Alam Dunia yang telah dicanangkan Allah SWT karena Qudrot (Kuasa) dan Irodat (Kehendak) Nya kepada seluruh manusia dengan diiringi Rasa Sayang (Rohman) dan Cinta (Rohim) kepada makhluq-Nya yang bernama Manusia. 1. TUGAS HIDUP (Task of Life) Tugas hidup (task of life) merupakan unsur kedua dari fitrah kehidupan manusia. Adapun tugas manusia di dunia ini semata-mata tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai kholifah Allah (wakil Allah) di muka bumi, sebagaimana diterangkan dalam Firman-Nya : Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang kholifah di muka bumi. Mereka berkata, Mengapa Engkau handak menjadikan manusia yang akan membuat kerusakan di muka bumi dan
  • 4. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 3 menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih dengan memuji dan mensucikan- Mu. Allah berfirman, Sungguh Aku lebih tahu dari apa-apa yang kamu tidak ketahui. (Q.S. Al-Baqoroh : 30) Begitulah yang dikatakan Allah mengenai tugas hidup manusia sebagai kholifah. Kata kholifah berasal dari Bahasa Arab yang berarti wakil (vicegerent) dari Tuhan. Perwakilan (khilafah) manusia atas Allah ini kedudukannya berada di bawah kedaulatan (Qudrot) Allah SWT, sehingga khilafah manusia di muka bumi (di dunia) ini haruslah memenuhi tujuan dan maksud yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, manusia di dunia ini haruslah bertindak dan berbuat sesuai dengan yang diperintahkan kepadanya. Itulah hakikat yang terkandung dalam maksud Allah menjadikan manusia sebagai kholifah di dunia ini. Secara umum, tugas-tugas kholifah di muka bumi ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Memakmurkan muka bumi. Manusia mempunyai tugas yang diembankan Allah SWT untuk mensejahterakan manusia dari kemiskinan dan keterbelakangan, baik dari segi materi maupun spiritual. Metode yang dapat dipakai bermacam-macam, salah satunya mungkin dengan menggali (explore) kekayaan alam bagi kemanfaatan seluas-luasnya pneduduk bumi. Seyogianya hasil pertambangan tersebut dapat dinikmati setiap orang di muka bumi ini secara adil dan merata
  • 5. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 4 demi mengentaskan kemiskinan dan kefakiran. Adalah sebuah Hadits mengatakan : Kefakiran dapat menjurus kepada kekafiran. 2) Memelihara dan menjaga bumi. Selain tugas manusia untuk memakmurkan bumi, jangan dilupakan pula tugasnya untuk memelihara dan menjaga bumi dari kehancuran atas ulah tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Menjaga kelestarian bumi adalah wajib hukumnya dan merupakan sebagian dari iman karena akhlaq yang baik akan menambah keimanan seseorang. Menjaga kelestarian alam dapat dimulai dengan membina manusia (SDM) nya. Karena jika sumber daya manusianya rusak maka akan berpotensi pula bagi kerusakan alam dan lingkungan yang ada. 2. MISI HIDUP (Mission of Life) Misi hidup adalah unsur yang ketiga dari fitrah kehidupan manusia. Misi hidup manusia di dunia ini adalah: untuk beribadah kepada Allah SWT, dan sebagaimana telah disampaikan oleh Allah sendiri dalam Al-Quran : Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56) Ayat ini merupakan sumber dari segala sumber hukum- hukum Allah yang mewajibkan penyembahan (ibadah) kepada Allah. Sumber-sumber hukum lainnya yang
  • 6. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 5 merupakan perintah Allah untuk beribadah kepada Allah adalah sebagai berikut : 1) Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu. (Q.S. Al-Baqoroh : 21) 2) Kamu sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya (musyrik). (Q.S. An-Nisa: 346) 3) Dan kamu tidaklah diperintah kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. (Q.S. At-Taubah : 31) Dan ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk taat kepada perintah Allah adalah salah satunya : Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan taatilah orang- orang yang memimpin di antara kamu, maka jika kamu berbeda pendapat di antara kamu tentang sesuatu, kembalikanlah (rujuklah) kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat, yang demikian itu lebih baik dan merupakan sebaik-baiknya tempat kembali (rujukan). (Q.S. An-Nisa: 59) Dengan demikian, apabila misi hidup kita adalah untuk beribadah maka Mission Statement (pernyataan misi) kita tersebut harus kita pandang sebagai fenomena hidup untuk memegang tanggung jawab moral multi dimensi, artinya seluruh tindakan dan perbuatan kita, baik yang nampaknya
  • 7. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 6 sepele, harus diletakkan sebagai tindakan pengabdian kepada Allah SWT. Jadi haruslah dilakukan dengan sadar sebagai bagian dari rencana universal Allah yang dikehendaki-Nya. Dalam terminologi Islam, setiap perbuatan bernilai ibadah asalkan perbuatan itu murni dilakukan karena Allah semata, diniatkan dan ditujukan hanya untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Pengertian ibadah seperti itu akan sangat memberikan makna yang luas dalam kehidupan manusia di dunia. Hanya sistem (manhaj) Islam sajalah yang dapat menunjukkan kita bahwa kita boleh menggapai kesempurnaan hidup di dunia, dan itu sama sekali tidak dilarang. Islam tidak mencegah manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di atas dunia, dan Islam sama sekali tidak menangguhkan pemberian kesempurnaan hidup hingga menunggu jasadnya terkubur terlebih dahulu lantas baru setelah itu diberi kesempurnaan hidup di akhirat. Islam tidak seperti itu, seperti orang-orang di luar Islam menganggap. Islam adalah suatu sistem (manhaj) agama yang diciptakan Allah secara seimbang (tawazun-balance) antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat, karena Penciptanya sendiri adalah Yang Maha Seimbang (Al-Adlu). Akhirat tanpa dunia, tak akan pernah digapai, sebaliknya dunia tanpa akhirat adalah suatu kerugian besar. Dunia adalah tempat bercocok tanam, sedangkan akhirat adalah tempat menuai dan memanen. Untuk itu marilah kita melihat Firman Allah SWT berikut ini yang menunjukkan adanya keseimbangan antara kepentingan dunia dengan kepentingan akhirat :
  • 8. Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 7 Wahai orang-orang beriman, apabila kamu disu