Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Bernegara dan

download Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Bernegara dan

of 39

  • date post

    10-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Bernegara dan

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERNEGARA DAN BERBANGSA

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu TugasMata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Oleh:Makhrus141002116Zia Azkiaul Malik141002137Imam Nur Fawzya141002140Rima Primayanti141002142Ujang Fahrudin Maskur141002145Kris Hekayanti141002149

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAHFAKULTAS AGAMA ISLAMUNIVERSITAS NEGERI SILIWANGI2015

LEMBAR PENGESAHAN/PENERIMAAN

Makalah ini telah diterima pada haritanggalOlehDosen Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,

Ahmad Satori, S.Ip., M.Si

iii

Kata pengantarPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahnya penulis telah mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Bernegara dan Berbangsa. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan dari erbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan karunia sehat kepada penulis, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini;2. Kepada orang tua dan keluarga tercinta yang senantuasa medoakan dan mendukung serta memberikan perhatian penuh, baik secara moril maupun materil yang mungkin tidak bisa terbalas;3. Bapak Dr. Cucu Hidayat, selaku Dekan Fakultas Agama Islam;4. Ibu Hj. Lina Marlina, S.Ag, M.Ad., selaku ketua Prodi Ekonomi Syariah;5. Ahmad Satori, S.Ip., M.Si, selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.6. Rekan-rekan yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini;7. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebut satu per satu.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Siliwangi.

Dalam makalah ini, penulis menyadari penyusunan makalah ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari dosen mata kuliah guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik di masa yang akan datang.

Tasikmalaya, 10 April 2015

Penulis3

Daftar isiKATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiiBAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang1B.Rumusan Masalah2C.Tujuan Penulisan2D.Kegunaan Makalah3E.Prosedur Makalah3BAB II PEMBAHASANA.Pengertian Paradigma4B.Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bangsa Indonesia Ditinjau Dari Kodrat Manusia5C.Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Dalam Perkembangan Ketatanegaraan Republik Indonesia19D.Contoh Kasus Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan27BAB III SIMPULAN DAN SARANA.Simpulan29B.Saran29

PendahuluanLatar BelakangPancasila adalah dasar filsafat negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang diundangkan dalam berita Republik Indonesia tahun II No.7 bersamaan dengan batang tubuh UUD 1945. Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-acuan berpikir, pola acuan berpikir; atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah atau tujuan bagi yang menyandangnya.Kehidupan NKRI ini tergantung kepada seberapa besar penghargaan warga Negara terhadap Pancasila, baik dari segi pengkajian dan pengamalan Pancasila itu sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Sebagai tertib hukum tertinggi keberadaan Pancasila tidak dapat diganggu gugat, karena merubah dan mengamandemen Pancasila sama halnya dengan membubarkan NKRI yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Memang fakta sejarah membuktikan berkali-kali konstitusi Negara ini diubah-ubah, dimulai dengan keluarnya peraturan pemerintah yang mengganti sistem presidensil dengan system parlementer, hingga ditetapkannya konstitusi RIS yang RI merupakan salah satu Negara bagian saja dari Negara Federal tersebut, sebagai akibat ditandatanganinya perjanjian KMB. Seiring bergulirnya waktu konstitusi RIS pun akhirnya diubah. Dengan diadakannya pemilu 1955, yang salah satu tujuannya adalah memilih anggota konstituante. Dewan Konstituante diberi mandat untuk menyusun konstitusi baru bagi Negara, namun rencana pembentukan dasar Negara baru itupun gagal, seiring dengan keluarnya dekrit presiden 5 Juli 1959, yang menyatakan kembali ke UUD 1945.Suatu pembuktian bahwa rakyat Indonesia membutuhkan Pancasila untuk merekat persatuan diantara mereka. Sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia, pancasila mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik. Karena hal tersebut pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat serta pandangan hidup bangsa dan negara Indonesia melainkan direduksi, dibatasi dan dimanipulasi demi kepentingan politik penguasa pada saat itu. Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka acuan berpikir, pola acuan berpikir atau lebih jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah ataun tujuan bagi yang menyandangnya antara lain adalah bidang politik, bidang ekonomi, bidang sosial budaya, bidang hukum, dan bidang kehidupan antar umat beragama di Indonesia.Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas, kami merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.Apa yang dilaksud dengan paradigma?Bagaimana pancasila sebagai paradigma kehidupan Bangsa Indonesia ditinjau dari kodrat manusia?Bagaimana nilai nilai pancasila sebagai paradigma reformasi dalam perkembangan ketatanegaraan Republik Indonesia?Tujuan PenulisanSejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan paradigma.Untuk mengetahui pancasila sebagai paradigma kehidupan Bangsa Indonesia ditinjau dari kodrat manusia.Untuk mengetahui nilai-nilai pancasila sebagai paradigma reformasi dalam perkembangan ketatanegaraan Republik Indonesia.Kegunaan MakalahMakalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya tentang Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Bernegara dan Berbangsa Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi1. penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Bernegara dan Berbangsa.2. pembaca atau dosen, sebagai media informasi tentang prinsip Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan baik secara teoritis maupun secara praktis.Prosedur MakalahMakalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini kami akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komperhensif. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya kami mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literature yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut kemudian diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.

4

PembahasanPengertian ParadigmaMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) yang dilaksud dengan paradigma adalah daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut (Ling), model dalam teori ilmu pengetahuan, kerangka berpikir. Paradigma secara sederhana dapat diartikan sebagai kerangka pikir untuk melihat suatu permasalahan. Pengertian paradigma berkembang dari definisi paradigma pengetahuan yang dikembangkan oleh Thomas S. Kuhn dalam bukunya yang berjudul The Structure of Sicientific Revolution. Intisari penertian paradigma adalh suatu aumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai), sehingga merupakan suatu sumber hukum-hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam rangka menjelaskan cara kerja dan mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam. Paradigma pengetahuan merupakan perspektif intelektual yang dalam kondisi normal memberikan pedoman kerja terhadap ilmuwan yang membentuk masyarakat ilmiah dalam disiplin tertentu.Robert Winslow menambahkan pengertian paradigma ilmiah sebagai gambaran intelektual yang daripadanya dapat ditentukan suatu subjek kajian. Perspektif intelektual inilah yang kemudian akan membentuk ilmu pengetahuan normal (normal science) yang mendasari pembentukan kerangka teoritis terhadap kajian-kajian ilmiah. George Ritzer memberikan pengertian paradigma sebagai gambaran fundamental mengenai subjek ilmu pengetahuan. Paradigma memberikan batasan mengenai apa yang harus dikaji, pertanyaan yang harus diajukan, bagaimana harus dijawab dan aturan-aturan yang harus diikuti dalam memahami jawaban yang diperoleh. Paradigma ialah unit konsensus yang amat luas dalam ilmu pengetahuan dan dipakai untuk melakukan pemilahan masyarakat ilmu pengetahuan (sub-masyarakat) yang satu dengan masyarakat pengetahuan yang lain. Paradigma membantu para ilmuwan dan teoritisi intelektual untuk memandu, mengintegrasikan dan menafsirkan karya mereka agar terhindar dari penciptaan informasi yang acak dan tidak beraturan. Menurut Kuhn, tidak ada sejarah kehidupan yang dapat diinterpretasikan tanpa sekurang-kurangnya beberapa bentuk teori dan keyakinan metodologik implicit yang berkaitan satu sama lain yang memungkinkan untuk melak