pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara

download pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara

of 23

  • date post

    30-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    580
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN MASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA

FEBRI DWI NINGTYASG0013094

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2013KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan bimbingan-Nya, makalah yang berjudul Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dapat terselesaikan dengan lancar.Makalah ini disusun berdasarkan fakta dengan menggunakan jurnal ilmiah yang membahas tentang topik ini. Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberi penguraian tentang pengertian paradigma, penjelasan mengenai Pancasila sebagai paradigma reformasi dan paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara.Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila pada Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini dapat memberikan informasi mengenai Pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermanfaat bagi para pembacanya.

Surakarta, 1 Oktober 2013

Penulis

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL............................................................................................................ 1KATA PENGANTAR.......................................................................................................... 2DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3BAB I PENDAHULUAN0. LATAR BELAKANG....................................................................................... 40. TOPIK BAHASAN............................................................................................ 40. TUJUAN PENULISAN...................................................................................... 5BAB II LANDASAN TEORI2.1 PENGERTIAN PARADIGMA........................................................................... 62.2 PENGERTIAN DAN MAKNA PEMBANGUNAN.................................. 62.3 PENGERTIAN REFORMASI................................................................ 72.4 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN......................... 8BAB III PEMBAHASAN3.1 PENGERTIAN PARADIGMA........................................................................... 93.2 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN........................... 93.2.1 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN POLITIK................................................................................................ 103.2.2 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN EKONOMI............................................................................................. 113.2.3 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA................................................................................................133.2.4 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN HUKUM. 153.2.5 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA BANGSA...... 173.2.6 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN IPTEK...193.3 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI............... 21BAB IV PENUTUP4.1 KESIMPULAN ................................................................................................... 234.2 SARAN................................................................................................................ 23DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 24

BAB IPENDAHULUAN

0. LATAR BELAKANGPancasila adalah dasar filsafat negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No.7 bersama-sama batang tubuh UUD 1945. Sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia, Pancasila mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik. Karena hal tersebut Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat serta pandangan hidup bangsa dan negara Indonesia melainkan direduksi, dibatasi dan dimanipulasi demi kepentingan politik penguasa pada saat itu. Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-acuan berpikir, pola-acuan berpikir; atau jelasnya sebagaisistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi yang menyandangnya. Yang menyandangnya itu di antaranya: (a) bidang politik, (b) bidang ekonomi, (c) bidang sosial budaya, (d) bidang hukum, (e) bidang kehidupan antar umat beragama, Memahami asal mula Pancasila.1.2 TOPIK BAHASAN Masalah yang nantinya akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. 1.2.1 Pengertian paradigma 1.2.2 Makna pembangunan dan aspek-aspeknya 1.2.3 Pengertian reformasi

1.3 TUJUAN PENULISANTujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.1.3.1 Menjelaskan pengertian paradigma 1.3.2 Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, kehidupan antarumat beragama, dan iptek. 1.3.3 Menjelaskan pengertian pancasila seba paradigma reformasi. 1.3.4 Menjelaskan pengertian pancasila sebagai paradigma kehidupan

BAB IILANDASAN TEORI

2.1 Pengertian ParadigmaPengertian Paradigma pada mulanya dikemukakan oleh Thomas S. Khun dalam bukunya The Structure Of Scientific Revolution, yakni asumsi-asumsi dasar dan asumsiasumsi teoritis yang bersifat umum (sumber nilai), sehingga sebagai sumber hukum, metode yang dalam penerapan ilmu pengetahuan akan menentukan sifat, ciri dari ilmu tersebut. Ilmu pengetahuan sifatnya dinamis, karena banyaknya hasil-hasil penelitian manusia, sehingga kemungkinan dapat ditemukan kelemahan dan kesalahan pada teori yang telah ada. Jika demikian ilmuwan/peneliti akan kembali pada asumsi-asumsi dasar dan teoritis, shingga ilmu pengetahaun harus mengkaji kembali pada dasar ontologis dari ilmu itu sendiri. Misal penelitian ilmu-ilmu sosial yang menggunakan metode kuantitatif, karena tidak sesuai dengan objek penenelitian, sehingga ditemukan banyak kelemahan, maka perlu menggunakan metode baru/lain yang sesuai dengan objek penelitian, yaitu beralih dengan menggunakan metode kualitatif.Istilah ilmiah tersebut kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia, diantaranya: politik, hukum, ekonomi, budaya.. Istilah paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengadung konotasi pengertian: sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, sumber asas, serta arah dan tujuan.

2.2 Pengertian dan Makna PembangunanPembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh sistem sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya (Alexander 1994). Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sedangkan Ginanjar Kartasasmita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana. Pada awal pemikiran tentang pembangunan sering ditemukan adanya pemikiran yang mengidentikan pembangunan dengan perkembangan, pembangunan dengan modernisasi dan industrialisasi, bahkan pembangunan dengan westernisasi. Seluruh pemikiran tersebut didasarkan pada aspek perubahan, di mana pembangunan, perkembangan, dan modernisasi serta industrialisasi, secara keseluruhan mengandung unsur perubahan. Namun begitu, keempat hal tersebut mempunyai perbedaan yang cukup prinsipil, karena masing-masing mempunyai latar belakang, azas dan hakikat yang berbeda serta prinsip kontinuitas yang berbeda pula, meskipun semuanya merupakan bentuk yang merefleksikan perubahan (Riyadi dan Bratakusumah, 2005).Menurut Tikson (2005) pembangunan nasional dapat pula diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan. Transformasi dalam struktur ekonomi, misalnya, dapat dilihat melalui peningkatan atau pertumbuhan produksi yang cepat disektor industri dan jasa, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan nasional semakin besar. Sebaliknya, kontribusi sektor pertanian akan menjadi semakin kecil dan berbanding terbalik dengan pertumbuhan industrialisasi dan modernisasi ekonomi. Transformasi sosial dapat dilihat melalui pendistribusian kemakmuran melalui pemerataan memperoleh akses terhadap sumber daya sosial-ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, air bersih,fasilitas rekreasi, dan partisipasi dalam proses pembuatan keputusan politik. Sedangkan transformasibudaya sering dikaitkan, antara lain, dengan bangkitnya semangat kebangsaan dan nasionalisme, disamping adanya perubahan nilai dan norma yang dianut masyarakat, seperti perubahan dan spiritualisme ke materialisme/sekularisme. Pergeseran dari penilaian yang tinggi kepada penguasaan materi, dari kelembagaan tradisional menjadi organisasi modern dan rasional.

2.3 Pengertian ReformasiMakna Reformasi secara etimologis berasal dari kata reformation dari akar katareform, sedangkan secara harafiah reformasi mempunyai pengertian suatu gerakan yang memformat ulang, menata ulang, menata kembali hal-hal yang menyimpang, untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicitacitakan rakyat. Reformasi juga diartikan pemabaharuan dari paradigma, pola lama ke paradigma, pola baru untuk memenuju ke kondisi yang lebih baik sesuai dengan harapan.

Suatu gerakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat:a) Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpanganpenyimpangan. Masa pemerintahan Orba banyak terjadi suatu penyimpangan misalnya asas kekeluargaan menjadi nepotisme, kolus