Makalah pranata pemilu prancis

download Makalah pranata pemilu prancis

of 18

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    2.888
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Makalah pranata pemilu prancis

  • PEMILU EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DI PRANCIS SERTA

    HUBUNGAN KEDUA PEMILU TERSEBUT

    MAKALAH

    Diselesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pranata Masyarakat Prancis

    Oleh

    Hana Maulida 1106063023

    Ratu Nurwenda Sari Putri, 1106080276

    Dyah Krisanti Utami, 1106022370

    Rizky Resina, 1106022641

    PROGRAM STUDI PRANCIS

    FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA

    UNIVERSITAS INDONESIA

    2012

  • Bab I

    Pendahuluan

    Pemilihan umum merupakan suatu acara yang biasa dilaksanakan oleh negara yang

    memegang prinsip demokrasi sebagai landasan dalam kehidupan bernegara. Acara ini

    dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Pemilihan umum atau yang biasa disingkat

    dengan pemilu ini dilaksanakan baik di tingkat pemerintahan yang terendah sampai di tingkat

    pemerintahan tertinggi suatu negara. Semua hal ini tergantung pada sistem yang dianut oleh

    negara masing-masing.

    Prancis adalah suatu negara yang menganut sistem demokrasi sosial yang memiliki

    sistem pemerintahan semi-presidensial. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi,

    Prancis tentunya melaksanakan pemilu dalam kegiatan bernegarannya. Dengan mengetahui

    hal ini, kita bisa melihat bahwa setidaknya Prancis mengadakan pemilu untuk memilih

    Presiden.

    Sistem demokrasi yang dianut Prancis juga menunjukan adanya lembaga perwakilan

    rakyat dalam sistem pemerintahannya. Lembaga tersebut adalah Assemble Nationale dan

    Snat. Sistem bikameral yang dianut oleh badan legislatif di Prancis mendatangkan dua

    kemungkinan untuk menunjuk orang-orang yang duduk di kedua lembaga tersebut.

    Kemungkinan yang pertama adalah kedua lembaga melangsungkan pemilu untuk menunjuk

    siapa saja yang duduk di lembaga tersebut. Sedangkan kemungkinan yang kedua, hanya salah

    satu lembaga saja yang melangsungkan pemilu.

    Melihat pada kenyataan tersebut, keunikan sistem pemerintahan semi-presidensial

    yang menimbulkan terjadinya bicphale1 dan sistem bikameral yang dianut badan legislatif di

    Prancis, membuat pembahasan tentang pemilihan umum di Prancis menjadi suatu

    pembahasan yang menarik untuk dipelajari. Maka dari itu lah, pada makalah ini Kami akan

    membahas pemilihan umum eksekutif dan legislatif di Prancis yang secara garis besar telah

    menggambarkan berbagai macam pemilu di tigkat pemerintah di Prancis.

    Adapun isi dari makalah kami terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan penutup.

    Pada bagian pendahuluan kami memaparkan latar belakang, rumusan masalah dan

    sistematika penulisan. Sedangkan, pada bagian pembahasan, kami membaginya menjadi tiga

    1 Bicphale adalah adanya seorang persiden sekaligus seorang perdana menteri dalam menjalankan roda

    pemerintahan suatu negara.

  • bagian yang terdiri dari tiga bab; bagian pertama (bab kedua dari makalah ini) memaparkan

    tentang prinsip dan sistem pemilu di Prancis, bagian kedua (bab ketiga dalam makalah)

    memaparkan tentang pemilu eksekutif, dan bagian ketiga (bab keempat dalam makalah ini)

    membahas tentang pemilu legislatif. Adapun bagian penutup yang merupakan kesimpulan

    dari makalah kami.

  • Bab II

    Prinsip dan Sistem Pemilu di Prancis

    A. Prinsip Pemilu di Prancis

    Setiap negara pasti memiliki prinsip pemilihan umumnya masing-masing, begitu juga

    dengan Prancis. Prancis memiliki empat prinsip dalam pemilihan umum, yaitu:

    a. Bersifat Universal

    Universal berarti menyeluruh. Maksud dari universal disini adalah memilih

    merupakan sebuah hak bagi warga negara Prancis. Mereka yang telah berusia

    minimal 18 tahun memiliki hak untuk ikut serta dalam pemilihan umum.

    b. Personal

    c. Bebas

    Setiap orang bebas untuk menentukan pilihan mereka dalam pemilihan umum.

    d. Rahasia

    Rahasia disini berarti bahwa setiap orang tidak berhak mencari tahu siapa

    kandidat yang dipilih oleh seorang yang lain dan setiap orang tidak boleh

    mempengaruhi seorang yang lain untuk memilih kandidat tertentu.

    B. Sistem Pemilu di Prancis

    Ada berbagai sistem yang digunakan dalam pemilihan umum. Sistem

    pemilihan umum yang digunakan di Prancis dikenal dengan istilah scrutin majoritaire.

    Scrutin majoritaire adalah suatu sistem pemilu dimana seorang pemenang dari pemilu

    tersebut ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Sistem ini bisa dibagi lagi menjadi

    dua mekanisme pelaksanaan; satu putaran (single tour) dan dua putaran ( deux tours).

    Namun, Prancis tidak pernah memakai mekanisme pemilu satu putaran. Prancis

    memakai mekanisme pemilu dua putaran di setiap pemilu yang diadakannya.

    Sistem dua putaran menjadikan pemilu dilaksanakan selama dua kali dengan

    setiap putaran memiliki persyaratan tersendiri bagi kandidat untuk menang dalam

    pemilu. Seorang calon Presiden dapat langsung terpilih menjadi seorang Presiden

    dalam pemilu putaran pertama jika ia berhasil mendapatkan suara sebanyak lima

    puluh persen ditambah satu suara. Namun, hal ini jarang sekali terjadi dikarenakan

  • pada putaran pertama kandidat yang ikut berpartisipasi dalam pemilu berjumlah

    banyak. Sehingga kemungkinan bagi seorang kandidat mendapatkan suara mutlak

    kecil.

    Jika pada pemilu putaran pertama tidak ada seorang kandidat yang

    mendapatkan suara mutlak, maka pemilu akan putaran kedua akan terjadi. Persyaratan

    bagi seorang kandidat dapat melaju ke putaran kedua berbagi macam. Dalam pemilu

    presiden, dua kandidat yang mendapatkan suara terbanyak pada putaran pertama akan

    melaju pada putaran kedua. Berbeda halnya untuk pemilu anggota Assemble

    Nationale, dan pemilu di tingkat dpartement, region, dan commune. Pada pemilu

    anggota Assemble Nationale, kandidat dapat melaju ke putaran kedua adalah

    kandidat yang berhasil mendapatkan minimal 12,5% suara dari jumlah pemilih

    terdaftar. Hal yang sama terjadi pada pemilu di tingkat dpartement, region, dan

    commune. Hanya jumlah prosentase suara untuk melaju ke putaran kedua berbeda. Di

    tingkat dpartement, region, dan commune, kandidat yang dapat melaju ke putaran

    kedua adalah mereka yang mendapatkan 10% suara dari jumlah pemilih yang

    terdaftar. Pada pemilu putaran kedua, kandidat yang mendapatkan suara terbanyaklah

    yang menang.

    Bukan hanya mekanisme pemilu yang dilaksanakan satu atau dua putaran

    tetapi model kertas suara dapat memperlihatkan sistem pemilu yang digunakan.

    Terdapat dua model kertas suara; uninominal dan plurinominal. Surat suara

    uninominal (nama tunggal) jika hanya ada satu kursi yang harus terisi per konstituensi.

    Jadi, kita memilih langsung kandidatnya. Sedangkan, surat suara plurinominal

    berbentuk seperti daftar. Hal ini jika terdapat lebih dari satu kursi yang harus diisi per

    konstituensi.

    Dari sistem ini semua, nama sistem dalam suatu pemilu dapat dibentuk.

    Pemilu presiden, anggota Assemble Nationale, tingkat dpartement dan region

    memiliki sistem yang dinamakan scrutin uninominal majoritaire deux tours dan

    untuk pemilu di tingkan commune memiliki sistem dengan nama scrutin plurinominal

    majoritaire deux tour.

  • BAB III

    Pemilu Eksekutif

    3.1 Pemilu Eksekutif dan Sistemnya

    Pemilu eksekutif diadakan untuk memilih Prsident de la Rpublique dan Prmier

    Minister. Dibawah Republik ke 5, dan sejak amandemen 6 November 1962 diterima dari

    referendum 28 October 1962, Prsident de la Rpublique dipilih langsung oleh rakyat.

    Semenjak undang-undang no. 2000-964 tanggal 2 October 2000 (loi constitutionnelle n

    2000-964 du 2 octobre 2000) masa jabatan presiden berubah menjadi 5 tahun dan

    semenjak itu pula pemilu presiden diadakan lima tahun sekali.

    Sistem pemilihan Presiden di Prancis menggunakan jenis scrutin uninominal

    majoritaires deux tours, dimana pemilihan dilaksanakan dalam dua putaran. Pemilu

    hanya akan berlangsung satu putaran jika terdapat kandidat yang mendapatkan suara

    sebanyak 50% + 1 suara (suara mutlak). Namun, jika tidak ada kandidat yang

    mendapatkan suara mutlak, maka pemilu diadakan dalam dua putaran. Dua kandidat yang

    mendapatkan suara terbanyak yang akan maju ke pemilu putaran kedua. Di dalam putaran

    kedua, kandidat yang mendapat suara terbanyak akan menjadi presiden.

    Biasanya, putaran kedua akan diadakan dua minggu setelah pemilu putaran pertama

    selesai. Waktu pelaksanaan pemilu selalu diadakan pada hari Minggu dan dilaksankan

    pada bulan April.

    3.2 Syarat Menjadi Presiden

    Untuk menjadi Prseiden Prancis tidaklah mudah. Ada beberapa syarat dasar yang

    harus dipenuhi. Berikut merupakan syarat-syarat untuk menjadi Presiden Prancis.

    1. Merupakan Warga Negara Prancis.

    Semua orang yang mempunyai kewarganegaraan Prancis dapat mencalonkan diri

    sebagai presiden Prancis.

    2. Berumur setidaknya 23 tahun.

  • Calon Presiden harus berumur minimal 23 tahun. Jadi, setiap orang yang sudah

    berumur 23 tahun boleh mendaftarkan diri menjadi calon Presiden Prancis.

    3. Telah terdaftar sebagai pemilih.

    Kandidat juga harus mendaftarkan dirinya sebagai pemilih. Jadi, mereka dapat

    menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Prancis.

    4. Mendapat dukungan berupa tanda tangan dari 500 pejabat terpilih, seperti locaux,

    maires, conseillers gnraux, dputs, dan snateur kurang lebih dari 30

    dpartements yang tersebar di Prancis dan diserahkan ke Conseil Constitutionnelle.

    Tujuannya ada