Makalah Metodologi Penelitian Beberapa Konsep & Definisi Dalam Penelitian Serta Teknik Pengumpulan &...

download Makalah Metodologi Penelitian Beberapa Konsep & Definisi Dalam Penelitian Serta Teknik Pengumpulan & Analisis Data

of 25

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Metodologi Penelitian Beberapa Konsep & Definisi Dalam Penelitian Serta Teknik Pengumpulan &...

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN BEBERAPA KONSEP & DEFINISI DALAM PENELITIAN SERTA TEKNIK PENGUMPULAN & ANALISIS DATAdisusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian

Disusun oleh :AKHMAD NUR FARISIANNISA KUSUMA WARDANIMAULIDYA VIRGINANTIPUTRI LINGGA WIJAYARONNY SETIAWAN

KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS NEGERI JAKARTA2013A. PENDAHULUANPada dasarnya, manusia selalu ingin tahu dan ini mendorong manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Salah satu cara untuk mencari jawaban adalah dengan mengadakan penelitian. Cara lain yang lebih mudah, tentunya, adalah dengan bertanya pada seseorang atau bertanya pada buku. Namun tidak semua pertanyaan tersebut dapat terjawab atau terjawab dengan jawaban yang meyakinkan.Dane (1990: 4) menyarankan definisi sebagai berikut: Penelitian merupakan proses kritis untuk mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta dunia. Parson (1946) mengemukakan penelitian sebagai pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis terhadap masalah - masalah yang dapat dipecahkan. Menurut Leedy (1997: 5): penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data)jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.Tidak semua penelitian bersifat ilmiah. Penelitian ilmiah menggunakan metode-metode ilmiah dalam prosesnya. Sementara penelitian non-ilmiah tidak. Metode ilmiah adalah prosedur atau tata cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian. Metode ilmiah mengandung ciri-ciri sistematik, rasional, obyektif, kumulatif, empiris, teliti, jelas dan non etikal. Metode ilmiah menuntut peneliti untuk bersikap skeptis, logis, analitis, obyektif, jujur dan terbuka.Penelitian ilmiah dan non -ilmiah dibedakan dari caranya:a. ObservasiPenelitian ilmiah mengenali adanya kesalahan dalam observasi,sehingga teori dapat selalu disempurnakanb. Analisis logisPenelitian ilmiah mengandalkan analisis yang logis, yang perlu digunakan terutama dalam proses generalisasi secara perlu digunakan terutama dalam proses generalisasi secara induktif.c. Laporan penelitianSebuah penelitian tidak dapat mendukung teori karena dukungan untuk sebuah teori tidak datang dari temuan penelitian yang konsisten dengan sebuah teori, melainkan dari kegagalan untuk menemukan hasil yang tidak sesuai dengan teori. d. studi yang definitiftidak ada penelitian ilmiah yang dapat menjawab pertanyaan penelitian secara sempurna, namun ada penelitian yang dapat merangsang penelitian lainnya.e. DeterminismeAsumsi setiap kejadian memiliki setidaknya satu penyebab yang dapat diungkap.

B. KRITERIA PENELITIAN ILMIAH1. Purposive Penelitian ilmiah menyatakan tujuan penelitian dengan jelas. Penelitianharusmempunyaitujuanyangjelas.Suatupenelitiandimaksudkanuntuk dapat membantu pemecahan masalah. Walaupun penelitian tidak memberikan jawaban langsung terhadap permasalahan akan tetapi hasilnya harus mempunyai kontribusi dalam usaha pemecahan masalah. Hasil penelitian harus memberikan penjelasan akan fenomena yang menjadi pertanyaan penelitian dan harus dapat melandasi keputusan serta tindakan pemecahan permasalahan. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekedar melihat hubungan yang terjadi di antara variabel atau gejala yang diteliti. Penelitian pun mempunyai tujuan yang lebih dala daripada sekedar memperlihatkan perbedaan yang ada diantara kelompok-kelompok seubyek yang terlibat sebagai sampel2. RigorKeseriusan dalam penelitian berarti ada kehati-hatian, ketelitian, dan kepastian. Untuk itu diperlukan adanya dasar teori yang baik dan rancangan penelitian yang mantap sehingga keseriusan penelitian meningkat pula. Oleh karena itu, penelitian harus didasarkan pada jumlah sampel yang cukup yang dipilih dengan metode yang benar dan daftar pernyataan yang harus disusun secara tepat3. TestabilitySuatu penelitian sebaiknya menmpilkan hipotesis yang dapat diuji dengan menggunakan metode statistik tertentu. Pengujian didasarkan atas pengalaman pengalaman lembaga lain juga atas dasar hasil penelitian sebelumnya. Dari uji hipotesis itu dapat ditemukan apakah hipotesis itu diterima atau ditolak. 4. ReplicabilityKesimpulan atau penemuan hasil penelitian memiliki sifat stabil. Maksudnya, hasil penelitian akan memiliki kesimpulan yang sama apabila dilakukan oleh peneliti lain dengan menggunakan metode yang sama.5. Precision and ConfidenceDapat menunjukan seberapa besar : keakuratan penelitian peluang bahwa taksiran peneliti adalah benarKedua poin diatas dapat dilakukan dengan mengaplikasikan ilmu statistika dalam penelitian.6. ObjectivityKesimpulan penelitian harus berdasarkan fakta yang dihasilkan dari temuan data aktual, dan bukan berdasarkan subjektifitas atau emosional peneliti.7. GeneralizebilityHasil penelitian dapat diterapkan seluas mungkin, semakin besar ruang lingkup penerapan hasil penelitian maka akan semakin baik.8. ParsimonyMemiliki prinsip kesederhanaan dalam menjelaskan : masalah penelitian, dan alur penelitian

C. DATAData tidak selalu berupa angkaatau hasil-hasil penelitian tetapi dapat juga berupa material verbal seperti tulisan dalam surat kabarn esai anak-anak, dan sebagaianyaMacam-macm data antara lain:1. Data kualitatifData yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar.2. Data KuantitatifData yang berbentuk angka atau data kualitatif yang di angkakan. Data kuantitatif dibagi menjadi dua :a. Data diskrit atau nominal : data yang dapat digolongkan secara terpisah, secara diskrit atau kategori.Contoh : dalam suatu kelas terdapat 10 anak yang berdomisili di Jakarta, 5 anak berdomisili di Bogor, 15 anak berdomisili di Bekasi.b. Data kontinu : data yang bervariasi menurut tindakan dan data ini diperoleh dari hasil pengukuran. Data ini dibagi menjadi tiga :1) Data ordinalData ordinal adalah data yang berbentuk ranking atau peringkat.Contoh : peringkat kelas I, II, dan III2) Data intervalData interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak memiliki nilai nol (0) absolut / mutlak.Contoh : skala termometer3) Data ratioData ratio adalah data yang jaraknya sama, dan mempunyai nilai nol mutlak.Contoh : berat, panjang, dan volume.Berat badan 0 kg berarti tidak ada beratnya.

D. VARIABELVariabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan.Variabel-variabel yang telah diidentifikasikan perlu diklasifikasikan, sesuai dengan jenis dan peranannya dalam penelitian. Klasifikasi ini sangat perlu untuk penentuan alat pengambilan data apa yang akan digunakan dan metode analisis mana yang sesuai untuk diterapkan. Variabel dilihat dari proses kuantifikasi data dibedakan sebagai berikut: Variabel kategoriVariabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan; variabel ini bersifat diskret dan saling pilah (mutually exclusive) antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis kelamin, status perkawinan, jenis pekerjaan Variabel Interval Variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasaumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi belajar, sikap terhadap sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan sebagainya. Variabel EksperimenVariabel-variabel yang dapat dimanipulasikan oleh peneliti seperti dalam suatu penelitian eksperimental. Manipulasi inilah yang menimbulkan variabel.Menurut Fungsinya variabel dapat dibedakan : Variabel Tergantung (Dependent Variabel)Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas. Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel terpengaruhi. Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, Kriteria, Konsekuen. Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Variabel terikat. Variabel Bebas ( Independent Variabel)Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh, sebab berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain. Variabel ini juga sering disebut sebgai variabel Stimulus, Prediktor, antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel independen disebut variabel eksogen. Variabel InterveningVariabel intervenig adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan Variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.Variabel Intervening juga merupakan variabel yang berfungsi menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain. Hubungan itu dapat menyangkut sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh. Variabel ModeratorDalam mengidentifikasi variabel moderator dimaksud adalah variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung. Variabel kendaliYaitu yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama berkaitan dengan variabel moderator jadi juga seperti variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel tergantung Variabel RambangBerlainan dengan variabel bebas, yaitu fungsinya sangat diperhatikan dalam penelitian. Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak diperhatikan terhadap variabel be