Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

of 35 /35
MAKALAH KIMIA ANORGANIK PUPUK NPK Program Studi : Kimia Ekstensi Anggota : 1. Rania Fardyani 0621 12 001 2. Puspa Pertiwi 0621 12 005 3. Andika Nur Permadhi 0621 12 015 4. Iman Maulana 0621 12 032 5. Carlina Anggraini 0621 12 052 6. Sri Siswayuningsih 0621 13 701

description

Uji kelarutan minyak / lemak bertujuan untuk memperlihatkan bahwa lemak tidak larut dalam air dan hanya larut dalam pelarut organik. Molekul lemak berinteraksi dengan molekul pelarut organik dalam bentuk interaksi hidrofobik, sehingga lemak tersebar merata diantara pelarut organik dan dikelilingi oleh senyawa tersebut. Interaksi ini tidak terjadi dengan molekul air.Pada tes kelarutan didapat hasil bahwa minyak, margarine, dan mentega yang bersifat nonpolar larut dalam pelarut eter dan kloroform karena merupakan pelarut organik (nonpolar). Pada pelarut polar yaitu air, alcohol dingin dan alcohol panas dites dengan bahan uji yaitu minyak, margarine dan mentega yang hasilnya tidak dapat larut. Kelarutan suatu zat dalam suatu pelarut ditentukan oleh banyak hal, antara lain adalah sifat kepolaran zat dan pelarutnya.Umumnya zat yang polar dapat larut dalam pelarut yang bersifat polar, namun tidak dapat larut dalam pelarut nonpolar. Begitu juga sebaliknya. Hal ini dikarenakan adanya momen dipol pada zat atau pelarut sehingga dapat berikatan dan berinteraksi dengan sesamanya. Sedangkan pada pelarut nonpolar tidak memiliki momen dipol, sehingga tidak bisa berinteraksi dengan zat yang polar, jadi tidak dapat larut.Pada tes bercak lemak, adanya bercak transparan pada kertas saring menandakan adanya lemak pada zat tersebut. Pada zat dalam pelarut eter terdapat bercak karena bahan uji telah larut sehingga terbawa pada saat penetesan dan dapat membuat bercak pada kertas.

Transcript of Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

Page 1: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

MAKALAH KIMIA ANORGANIK

PUPUK NPK

Program Studi : Kimia Ekstensi

Anggota :

1. Rania Fardyani 0621 12 001

2. Puspa Pertiwi 0621 12 005

3. Andika Nur Permadhi 0621 12 015

4. Iman Maulana 0621 12 032

5. Carlina Anggraini 0621 12 052

6. Sri Siswayuningsih 0621 13 701

UNIVERSITAS PAKUAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGTAHUAN ALAM

KIMIA

2014

Page 2: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala

limpahan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah

Kimia Anorganik: Pupuk NPK ini dengan baik. Makalah ini merupakan salah satu

tugas yang diberikan pada mata kuliah Kimia Anorganik.

Akhir kata, kami mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi

pembaca dan dapat dikembangkan untuk masa yang akan datang.

Bogor, Juni 2014

Penyusun

i

Page 3: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR............................................................................................. iii

DAFTAR TABEL................................................................................................. iv

BAB I PUPUK DAN TANAMAN.........................................................................1

A. Pentingnya Pupuk........................................................................................1

B. Klasifikasi Pupuk.........................................................................................2

C. Pupuk Anorganik.........................................................................................2

BAB II PUPUK NPK (NITROGEN, POSPOR, KALIUM)...................................4

A. Pengertian Pupuk NPK................................................................................4

B. Cara Pembuatan Pupuk NPK.......................................................................4

D. Syarat Mutu Pupuk NPK.............................................................................9

BAB III METODE ANALISIS............................................................................10

A. Nitrogen Total...........................................................................................10

B. Fosfor Total sebagai P2O5..........................................................................11

C. Kalium sebagai K2O..................................................................................13

D. Kadar Air...................................................................................................14

E. Uji Cemaran Logam (Hg, Cd, Pb).............................................................15

F. Arsen (As).................................................................................................17

BAB IV KESIMPULAN......................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................20

ii

Page 4: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Pupuk Organik dan Anorganik................................................................1

Gambar 2 Pupuk NPK..............................................................................................4

Gambar 3 Efek Kekurangan Nitrogen.....................................................................7

Gambar 4 Efek Kekurangan Fosfor.........................................................................8

Gambar 5 Efek Kekurangan Kalium........................................................................9

iii

Page 5: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Bahan Baku NPK........................................................................................5

Tabel 2 Contoh Komposisi......................................................................................5

Tabel 3 Spesifikasi Persyaratan Mutu Pupuk NPK.................................................9

iv

Page 6: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

BAB I

PUPUK DAN TANAMAN

A. Pentingnya Pupuk

Gambar 1 Pupuk Organik dan Anorganik

Keberhasilan produksi pertanian melalui kegiatan intensifikasi tidak

terlepas dari kontribusi dan peranan sarana produksi, antara lain pupuk.

(Suriadikarta, 2004)

Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau

lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis terisap tanaman. Ada tiga

hal yang harus dipahami untuk menguasai tentang pemupukan, taitu tanah,

tanaman dan pupuk. Ketiganya saling berkait dan menunjang untuk

menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif.

Tanah dikatakan subur dan sempurna jika mengandung lengkap unsur

nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), belerang

(S), klor (Cl), besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (Zn), boron (B)

dan molibdenum (Mo). Terkadang, tanah tidak mengandung unsur-unsur

tersebut secara lengkap, entah karena sudah habis tersedot atau memang tidak

memilikinya. Untuk menanggulanginya, diberikanlah pupuk sesuai

kebutuhan. (Lingga, 1986)

1

Page 7: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

B. Klasifikasi PupukKlasifikasi pupuk didasarkan pada kriteria dan kadar unsur hara yang

dikandung di dalamnya. Menurut Petunjuk Teknis (Juknis) Operasional

Penarapan Pupuk Alternatif pada Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dirjan

Tanaman Pangan dan Holtikultura, 1999), pupuk dibagi menjadi lima, yaitu:

1. Pupuk Makro Anorganik;

2. Pupuk Organik;

3. Bahan Pembenah Tanah;

4. Pupuk Mikroba;

5. Pupuk Pelengkap. (Suriadikarta, 2004)

Berdasarkan cara pemberiannya, pupuk dibagi lagi menjadi dua, yaitu:

1. Pupuk Akar. Contohnya TSP, ZA, KCl, kompos, pupuk kandang

dan Dekaform;

2. Pupuk Daun. Contohnya: BASF Foliar, Bayfolan, Ecxell 3,

Florexil dan Fudatan FG-O2.

Berdasarkan jumlah unsur hara yang dikandungnya, pupuk dibagi lagi

menjadi tiga, yaitu:

1. Pupuk Tunggal. Misalnya Urea;

2. Pupuk Majemuk. Misalnya NPK dan DAP;

3. Pupuk Lengkap. (Lingga, 1986)

C. Pupuk AnorganikPupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk

dengan meramu bahan-bahan kimia (anorganik) berkadar hara tinggi.

(Lingga, 1986)

Kandungan hara dalam pupuk anorganik terdiri atas unsur hara makro

utama yaitu nitrogen, fosfor, kalium; hara makro sekunder yaitu: sulfur,

calsium, magnesium; dan hara mikro yaitu: tembaga, seng, mangan,

molibden, boron, dan kobalt. Pupuk anorganik dikelompokkan sebagai pupuk

hara makro dan pupuk hara mikro baik dalam bentuk padat maupun cair.

2

Page 8: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

Pupuk makro anorganik dibuat sebagai hasil proses rekayasa secara

kimia, fisik dan atau biologis, dan merupakan hasil industri pembuat pupuk,

yang merupakan sumber hara N, P dan atau K dengan kandungan N, P2O5 dan

K2O masing-masing minimal 10%. Untuk pupuk anorganik majemuk

(compound) yang mengandung lebih dari satu unsur hara (NPK, NK, NP, PK)

harus mengandung minimal 10% berupa N, P2O5, maupun K2O bagi masing-

masing unsur. (Suriadikarta, 2004)

Ada beberapa keuntungan dari pupuk anorganik, yaitu:

1. Pemberiannya dapat terukur dengan tepat karena pupuk anorganik

umumnya takaran haranya sudah tepat;

2. Kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan

perbandingan yang tepat;

3. Tersedia dalam jumlah cukup;

4. Mudah diangkut karena jumlahnya relatif sedikit dibandingkan

pupuk organik.

Tetapi, pupuk anorganik pun ada kelemahannya, yaitu:

1. Unsur mikro sangat sedikit atau bahkan tidak ada;

2. Jika dipakai secara terus-menerus, dapat merusak tanah jika tidak

diimbangi dengan kompos

3. Jika salah pemakaian, tanaman dapat mati. (Lingga, 1986)

3

Page 9: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

BAB II

PUPUK NPK (NITROGEN, POSPOR, KALIUM)

A. Pengertian Pupuk NPKPupuk NPK adalah suatu jenis pupuk majemuk yang mengandung

lebih dari satu unsur hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah.

Pupuk majemuk yang sering digunakan adalah pupuk NPK karena

mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen

fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCl).

Kadar unsur hara N, P, dan K dalam pupuk majemuk dinyatakan

dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK 10-20-15 berarti

bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai P2O5) dan

15% kalium (sebagai K2O). (Chandra, 2011)

Gambar 2 Pupuk NPK

B. Cara Pembuatan Pupuk NPKProduk pupuk majemuk NPK variasinya sangat banyak, karena dapat

dibuat sesuai dengan permintaan mengikuti jenis dan kebutuhan tanaman.

Semua bahan baku dari unsur N (Nitrogen), P (Fosfat), dan K (Kalium)

dipilih yang berkualitas tinggi dan diproses dengan menggunakan proses

mechanical blending untuk menjadikan produk pupuk NPK.

4

Page 10: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

Tabel 1 Bahan Baku NPK

Unsur Sumber Unsur NPK Blending Sumber Unsur NPK Fuse

Nitrogen (N)

Urea granule yang larut perlahan (slow

release) dengan butiran yang lebih

besar dan keras. N = 46%.

Penyerapan akan lebih efektif, tidak

mudah mencair dan menguap di tanah

sehingga sebagian besar diserap oleh

tanaman.

Urea melt. N=46%

Phosphor (P)

Diammonium Phosphat (DAP) granule

yang mempunyai kelarutan tinggi.

N=18% dan P2O5 = 46% yang

seluruhnya terlarut dalam asam sitrat.

Ada penambahan Rock Phosphat yang

dibentuk menjadi granular dan biasa

disebut Filler.

Rock Phospate dengan kadar P2O5 =

28-30% dan kadar P2O5 terlarut 10-

12% dalam asam sitrat 2%.

DAP hanya ditambahkan pada

formula NPK dengan kadar P tinggi

NPK 16-16-16

Kalium (K)

Kalium Klorida (KCl) yang berbentuk

flake dengan butiran berukuran lebih

besar dan berwarna merah.

Kalium Klorida (KCl) atau disebut

juga Muriate of Potash (MOP) yang

berbentuk powder (standard MOP)

berwarna merah.

  

Tabel 2 Contoh Komposisi

No. Komposisi Segmen Tanaman

1. 20-10-10 Padi, Jagung, Karet

2. 20-6-6 Padi

3. 20-9-15 Tebu

4. 27-6-10-2 Teh

5. 16-16-16 Hortikultura

6. 15-15-15 Hortikultura

7. 14-10-20 Sawit TM

8. 16-4-25 Sawit TM

5

Page 11: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam,

15:15:15 (NPK Ponska), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi)

dan lain sebagainya.

Cara membuat pupuk NPK sendiri:

1. Tentukan lebih dahulu kandungan pupuk NPK yang akan dibuat.

Contoh: akan membuat pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.

2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan dibuat. Misalnya akan

membuat 200 kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.

3. Hitung jumlah masing-masing unsur hara yang dibutuhkan.

Unsur N : 20% x 200 = 40 kg

Unsur P : 15% x 200 = 30 kg

Unsur K : 10% x 200 = 20 kg

4. Konversikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk

tunggal yang telah dipersiapkan (Urea, SP36 dan KCl).

a. Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N

40 kg maka kita butuh Urea = 10054

x 40=74 kg Urea

b. Untuk mendapatkan unsur P 30 kg kita butuh SP36 =

10036

x3 0=83,3 kg SP36

c. Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 kg akan kita peroleh dari

KCl = 10045

x20=44,4 kg.

5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 kg

setara dengan Urea 74 kg + SP36 83,3 kg + KCl 44,4 kg.

Contoh pembuatan NPK lain

Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK

Ponska (15:15:15), maka kita membutuhkan:

Urea : ( 15100

x 5 0 kg)x ( 10054 )=13,8 kg

SP36 : ( 15100

x 5 0kg)x ( 10036 )=20,8 kg 

6

Page 12: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

KCl : ( 15100

x 5 0kg)x ( 10045 )=16,66 kg  (Maspary, 2011)

C. Fungsi Kandungan Pupuk NPK

Pupuk NPK termasuk ke dalam pupuk akar. Pupuk akar adalah pupuk

yang diberikan ke tanaman melalui akar. Tujuannya yaitu mengisi tanah

dengan memberi hara yang dibutuhkan tanaman agar tumbuhan subur dan

memberi hasil maksimal.

Pupuk NPK memiliki 3 kandungan utama makro, yaitu Nitrogen,

Fosfor dan Kalium.

1. Nitrogen

Peranan utama nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang

pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang dan daun.

Selain itu, nitrogen berperan penting dalam pembentukan hijau daun

yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya adalah

untuk membentuk protein dan berbagai senyawa organik lainnya.

Tanah yang kekurangan nitrogen menyebabkan tanaman tumbuh

kerempeng dan tersendat-sendat. Daun menjadi hijau muda, terutama

daun yang sudah tua, lalu berubah menjadi kuning. Selanjutnya daun

mengering mulai dari bawah ke bagian atas. Jaringan-jaringannya mati,

mengering lalu meranggas. Bila tanaman sempat berbuah, buahnya akan

tumbuh kerdil kekuningan dan cepat matang. Kalau pada tanah tersebut

tidak diberi pupuk yang mengandung unsur nitrogen, makan selamanya

tumbuhan akan tumbuh seperti penjelasan di atas.

Gambar 3 Efek Kekurangan Nitrogen

7

Page 13: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

2. Fosfor

Unsur fosfor bagi tanaman berguna untuk merangsang

pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda. Selain itu,

fosfor berfungsi sebagai bahan mentah pembentukan protein tertentu,

membantu asimilasi dan pernapasan, serta mempercepat pembungaan,

pemasakan biji dan buah.

Tanah yang kekurangan fosfor akan jelek akibatnya bagi

tanaman. Gejala yang tampak adalah warna daun seluruhnya berubah

terlalu tua dan sering tampak mengilap kemerahan. Tepi daun, cabang

dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah

menjadi kuning. Kalau tanamannya berbuah, buahnya akan kecil, tampak

jelek dan cepat matang.

Gambar 4 Efek Kekurangan Fosfor

3. Kalium

Fungsi utama kalium adalah membantu proses pembentukan

protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh

tanaman agar daun, bungan dan buah tidak mudah gugur. Kalium juga

merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi

kekeringan dan penyakit.

Tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan unsur

kalium akan memperlihatkan gejala-gejala seperti daun mengerut atau

keriting, terutama pada daun tua. Kemudian pada daun akan timbul

bercak-bercak merah cokelat. Selanjutnya, daun akan mengering lalu

8

Page 14: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

mati. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, kualitasnya jelek, hasilnya

rendah dan tidak tahan simpan. (Lingga, 1986)

Gambar 5 Efek Kekurangan Kalium

D. Syarat Mutu Pupuk NPKBerdasarkan Standar , berikut spesifikasi persyaratan mutu Pupuk

NPK.

Tabel 3 Spesifikasi Persyaratan Mutu Pupuk NPK

No. Jenis Uji Satuan PersyaratanBatas Toleransi

Minimal

1. Nitrogen Total % b/b Sesuai

formula

yang ada di

tabel

8%

2. Fosfor Total Sebagai P2O5 % b/b 8%

3. Kalium Sebagai K2O % b/b 8%

4. Jumlah Kadar N, P2O5, K2O % b/b 8%

5. Kadar Air % b/b Maks. 3 -

6. Cemaran Logam

- Raksa (Hg) mg/kg Maks. 10 -

- Kadmium (Cd) mg/kg Maks. 100 -

- Timbal (Pb) mg/kg Maks. 500 -

7. Arsen (As) mg/kg Maks. 100 -

9

Page 15: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

BAB III

METODE ANALISIS

A. Nitrogen Total1. Prinsip

Nitrogen dalam contoh direduksi dengan asam sulfat membentuk

senyawa ammonium sulfat. Ammonium sulfat didestilasi dalam suasana

alkali dan hasil ditampung dengan asam borat. Larutan destilat dititrasi

dengan larutan asam klorida sampai warna hijau berubah menjadi merah

jambu.

2. Reaksi

3. Alat dan Pereaksi

Alat:

a. Neraca Analitik

b. Tabung Kjeldahl

c. Gelas Ukur 25 mL

d. Pembakar

e. Labu Ukur 100 mL

f. Pipet Volume 10 mL

g. Erlenmeyer 250 mL

h. Alat Destilasi

i. Buret

Pereaksi:

a. H2SO4 Pekat

b. Larutan Asam Borat 1%

c. Indikator Conway

(0.15 g Bromo Cresol Green dan

0.10 gram Methyl Red dilarutkan

hingga 100 mL dengan etanol)

d. Larutan HCl 0.1 N

e. Larutan NaOH 40%

f. Campuran Selenium

g. Air Suling

10

Norganik +H2 SO4⃗ campuran selenium, 400oC (NH4 )2 SO4+SO2+CO2 +H2O

(NH4 )2SO4+2NaOH 1⃗00oC Na2 SO4+2NH3 +2H2O

NH3+H3 BO 3 →NH4 H2 BO3

NH4 H 2BO3+HCl→NH4 Cl+H3 BO 3

Page 16: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

4. Prosedur Kerja

a. Ditimbang ±0.5 gram sampel dan ±1 gram campuran selenium, lalu

dimasukkan ke dalam Tabung Kjeldahl;

b. Ditambahkan beberapa batu didih untuk meratakan pemanasan;

c. Ditambahkan 25 mL H2SO4 pekat;

d. Sampel didestruksi sampai warna larutan berubah menjadi kuning

kehijauan jernih, dilakukan di ruang asam;

e. Larutan didinginkan dan dipindahkan ke dalam labu ukur 100 mL;

f. Larutan dipipet sebanyak 10 mL, dimasukkan ke dalam alat destilasi;

g. Ditambahkan beberapa tetes indikator PP;

h. Ditambahkan larutan NaOH 40% sebanyak 10 mL;

i. Dilakukan destilasi, destilat ditangkap dengan 25 mL larutan H3BO3

5% yang sudah dibubuhi indikator Conway;

j. Destilasi selesai sampai larutan penangkap berubah warna dari merah

menjadi hijau dan volume larutan destilat tiga kali volume awal;

k. Destilat dititar dengan larutan HCl 0,1N sampai titik akhir berwarna

merah.

5. Perhitungan

%Protein=V p x Np x fp x 14 . 008 x 100%

bobot sampel ( mg)x

100100-KA

Vp : volume HCl yang digunakan saat penitaran

Np : normalitas HCl

fp : faktor pengenceran, pada prosedur fp = 100/10

14.008: berat atom nitrogen

KA : kadar air (%)

B. Fosfor Total sebagai P2O5

1. Prinsip

Kadar P2O5 ditentukan secara spektrofotometri. Ortofosfat yang

terlarut direaksikan dengan ammonium molibdovanadat membentuk

11

Page 17: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

senyawa kompleks molibdovanadat asam fosfat yang berwarna kuning

dan dibaca pada panjang gelombang 460 nm.

2. Reaksi

H 3 PO 4+(NH 4 )6 Mo 7 O 24+NH 4 VO 4+3HCl→(NH 4 )4 (PO 4 VO 3 .7MoO3 )+3NH 4 Cl+3H2 0

3. Bahan dan Pereaksi

Alat:

a. Neraca Analitik

b. Labu Ukur 100 mL, 500 mL

c. Gelas Ukur 50 mL

d. Hot Plate

e. Lumpang dan Penghalus

f. Pipet Volume 5 mL

g. Kertas Saring Whatman 41

h. Piala Gelas

i. Spektrofotometer

Pereaksi:

a. Pereaksi Molibdovanadat

b. Larutan Standar Fosfat

c. HClO4 70-72%

d. HNO3 Pekat

e. Air Suling

4. Prosedur Kerja

a. Sampel yang sudah dihaluskan ditimbang dengan telitit ±1 gram ke

dalam piala gelas;

b. Ditambahkan 20 – 30 mL HNO3;

c. Dididihkan perlahan selama 30 – 45 menit, didinginkan;

d. Ditambahkan 10 – 20 mL HClO4;

e. Dididihkan kembali sampai larutan tidak berwarna, didinginkan;

f. Larutan dipindahkan ke dalam labu ukur 500 mL dan ditera dengan air

suling;

g. Larutan disaring dengan Whatman 41 dan ditampung ke dalam

erlenmeyer;

h. Dipipet 5 mL sampel dan larutan deret standar ke dalam labu ukur 100

mL;

i. Ditambahkan air suling sebanyak 45 mL;

j. Ditambahkan 20 mL pereaksi molibdovanadat dan ditera dengan air

suling;

12

Page 18: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

k. Larutan didiamkan selama 10 menit;

l. Sampel dan deret standar dibaca pada panjang gelombang 460 nm di

spektrofotometer.

5. Perhitungan

% Fosfor Total sebagai P2O5=

A− interceptslope

x fp x 100

bobot sampel (mg )x

100100−KA

A : Absorbansi sampel yang terbaca di spektrofotometer

Intercept : Perpotongan sumbu y pada kurva standar

Slope : Kemiringan kurva standar

fp : Faktor pengenceran, 100/5x500

KA : Kadar air

C. Kalium sebagai K2O1. Prinsip

Penetapan kadar kalium terlarut secara Spektrofotometer Serapan

Atom (SSA) pada panjang gelombang 766.5 nm.

2. Reaksi

KX larutan→KXaeroso Δ⃗H KXmolekul→K . X 2↑→K Δ⃗H K* h⃗v K

3. Bahan dan Pereaksi

Alat:

a. Neraca Analitik

b. Labu Ukur 100 mL, 250 mL

c. Gelas Ukur 50 mL

d. Hot Plate

e. Pipet Volume 5, 10 mL

f. Kertas Saring Whatman 41

g. Piala Gelas

h. Spektrofotometer Serapan Atom

Pereaksi:

a. Larutan Standar Kalium

b. HCl Pekat

c. Air Suling

13

Page 19: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

(SSA) dengan lampu katoda kalium

4. Prosedur Kerja

a. Sampel ditimbang sebanyak ±5 gram ke dalam piala gelas;

b. Ditambahkan 10 mL HCl dan air suling, dididihkan selama ± 5 menit;

c. Didinginkan, dipindahkan ke dalam labu ukur 250 mL lalu ditera

dengan air suling;

d. Larutan dipipet sebanyak 10 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur

100 mL;

e. Larutan sampel dan deret standar dibaca dengan SSA pada panjang

gelombang 766.5 nm.

5. Perhitungan

% Kalium Total sebagai K2O=

A−interceptslope

x fp x 100

bobot sampel (mg )x

100100−KA

A : Absorbansi sampel yang terbaca di spektrofotometer

Intercept : Perpotongan sumbu y pada kurva standar

Slope : Kemiringan kurva standar

fp : Faktor pengenceran, 100/10x250

KA : Kadar air

D. Kadar Air1. Prinsip

Penetapan kadar air dilakukan dengan metode Karl Fischer. Sampel

didispersikan ke dalam metanol kemudian dititar dengan pereaksi Karl

Fischer yang telah diketahui ekuivalen airnya.

2. Reaksi

I 2+SO2+CH3OH+H 2O→2HI+CH3 HSO4

14

Page 20: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

3. Bahan dan Pereaksi

Alat:

a. Neraca Analitik

b. Pipet Volume 50 mL

c. Karl Fischer

Pereaksi:

a. Pereaksi Karl Fischer

b. Metanol murni

4. Prosedur Kerja

a. Dilakukan penetapan angka ekuivalen air dari pereaksi Karl Fischer;

b. Ditimbang ± 2 – 3 gram sampel lalu dimasukkan ke dalam Karl

Fischer;

c. Ditambahkan metanol;

d. Dititar dengan larutan Karl Fischer sampat tercapai titik akhir (kuning

menjadi merah jingga).

5. Perhitungan

%Kadar Air=Vc x Fbobot sampel (mg )

x100%

Vc : Volume pereaksi Karl Fischer untuk penitaran

F : Angka ekuivalen air

E. Uji Cemaran Logam (Hg, Cd, Pb)1. Prinsip

Logam sebagai larutan dijadikan atom dalam nyala api. Atom akan

memberikan absorbansi yang setara dengan konsentrasinya. Analisis

logam cemaran dilakukan sesuai dengan panjang gelombang spesifiknya,

slit dan arus. Hg memiliki panjang gelombang 253.7 nm, Cd 228.8 nm

dan Pb 283.3 nm.

2. Reaksi

15

Page 21: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

MX larutan→MXaeroso Δ⃗H MXmolekul→M . X 2↑→M Δ⃗H M* h⃗v M

3. Bahan dan Pereaksi

Alat:

a. Neraca Analitik

b. Pipet Volume 10 mL

c. Piala Gelas

d. Hot Plate

i. Kertas Saring Whatman 41

e. Gelas Ukur 50 mL

f. SSA dengan lampu katoda Hg, Cd, Pb

Pereaksi:

a. Air Suling

b. HNO3 Pekat

c. HClO4 Pekat

d. Larutan Standar Hg, Pb, Cd

4. Prosedur Kerja

a. Sampel yang sudah dihaluskan ditimbang dengan telitit ±1 gram ke

dalam piala gelas;

b. Ditambahkan 20 – 30 mL HNO3;

c. Dididihkan perlahan selama 30 – 45 menit, didinginkan;

d. Ditambahkan 10 – 20 mL HClO4;

e. Dididihkan kembali sampai larutan tidak berwarna, didinginkan;

f. Larutan dipindahkan ke dalam labu ukur 100 mL dan ditera dengan air

suling;

g. Larutan sampel dan deret standar dibaca dengan SSA pada panjang

gelombang masing-masing.

5. Perhitungan

Kadar Cemaran Logam ( mg/kg )=

A−interceptslope

x V

bobot sampel (mg)

A : Absorbansi sampel yang terbaca di spektrofotometer

Intercept : Perpotongan sumbu y pada kurva standar

Slope : Kemiringan kurva standar

16

Page 22: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

V : Volume labu ukur yang dipakai, 100 mL

F. Arsen (As)1. Prinsip

Penetapan kadar Arsen dapat dilakukan dengan mengubahnya

menjadi senyawa volatil hibrida dengan NaBH4 dalam suasana asam.

Senyawa hibrida ini berfase uap dan dibawa oleh gas inert menuju tabung

Quartz dan diubah menjadi atom bebas lalu dibaca pada panjang

gelombang 193.7 nm.

2. Reaksi

BH 4−+3H2 O+H+→H 3 BO 3+8H2As3++12H→2AsH 3 (g)+ 6H+

2AsH 3 (g )→2As (g )+3H 2 ( g )

3. Bahan dan Pereaksi

Alat:

a. Neraca Analitik

b. Pipet Volume 10 mL

c. Piala Gelas

d. Hot Plate

j. Kertas Saring Whatman 41

e. Gelas Ukur 50 mL

f. SSA-VGA (Vapour Generator

Accesories) dengan lampu katoda As

Pereaksi:

a. HNO3 Pekat

b. HClO4 Pekat

c. Larutan NaBH4 20%

d. Larutan Standar As

e. Air Suling

4. Prosedur Kerja

a. Sampel yang sudah dihaluskan ditimbang dengan telitit ±1 gram ke

dalam piala gelas;

b. Ditambahkan 20 – 30 mL HNO3;

c. Dididihkan perlahan selama 30 – 45 menit, didinginkan;

d. Ditambahkan 10 – 20 mL HClO4;

e. Dididihkan kembali sampai larutan tidak berwarna, didinginkan;

17

Page 23: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

f. Larutan dipindahkan ke dalam labu ukur 100 mL dan ditera dengan air

suling;

g. Larutan sampel dan deret standar dibaca dengan SSA-VGA yang

sudah terpasang pada panjang gelombang 193.7 nm

5. Perhitungan

Kadar As ( mg/kg )=

A−interceptslope

x V

bobot sampel ( mg)

A : Absorbansi sampel yang terbaca di spektrofotometer

Intercept : Perpotongan sumbu y pada kurva standar

Slope : Kemiringan kurva standar

V : Volume labu ukur yang dipakai, 100 mL

18

Page 24: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

BAB IV

KESIMPULAN

Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu

atau lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis terisap tanaman.

Secara garis besar, pupuk dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan

pupuk anorganik.

Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik

pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia (anorganik) berkadar hara

tinggi. Pupuk NPK (Nitrogen, Pospor, Kalium) adalah suatu jenis pupuk

majemuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara yang digunakan

untuk menambah kesuburan tanah.

Produk pupuk majemuk NPK variasinya sangat banyak, karena

dapat dibuat sesuai dengan permintaan mengikuti jenis dan kebutuhan

tanaman. Pupuk NPK memiliki 3 kandungan utama makro, yaitu Nitrogen,

Fosfor dan Kalium.

Peranan utama nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang

pertumbuhan secara keseluruhan. Tanah yang kekurangan nitrogen

menyebabkan tanaman tumbuh kerempeng dan tersendat-sendat. Unsur

fosfor bagi tanaman berguna untuk merangsang pertumbuhan akar. Tanah

yang kekurangan fosfor akan jelek akibatnya bagi tanaman. Gejala yang

tampak adalah warna daun seluruhnya berubah terlalu tua dan sering

tampak mengilap kemerahan. Kalium berperan dalam memperkuat tubuh

tanaman agar daun, bungan dan buah tidak mudah gugur. Tanaman yang

tumbuh pada tanah yang kekurangan unsur kalium akan memperlihatkan

gejala-gejala seperti daun mengerut atau keriting, terutama pada daun tua.

Kemudian pada daun akan timbul bercak-bercak merah cokelat.

Syarat Mutu Pupuk NPK diatur dalam SNI 2803:2010. Metode

analisis kadar nitrogen total menggunakan metode Kjeldahl, kadar fosfor

total dengan metode molibdovanadat spektrofotometri, kadar kalium

dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom, kadar air dengan metode

Karl Fischer, cemaran logam (Hg, Cd, Pb) dengan Spektrofotometer

19

Page 25: Makalah Kimia Anorganik Pupuk NPK

Serapan Atom dan arsen (As) dengan metode Spektrofotometer Serapan

Atom Hibrida.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional Indonesia. 2009 SNI 2803:2010 Pupuk NPK Padat.

Chandra, Oska Ade. 2011. Pengaruh Panjang Gelombang Terhadap Daya Serap

Pupuk NPK Dengan Menggunakan Alat Spektrofotometer. Semarang:

Universitas Diponegoro.

Lingga, Pinus dan Marsono. 2010. Petunjuk Penggunaan Pupuk Edisi XXVIII.

Jakarta: Penebar Swadaya.

Paryanto. 2011. “Cara Membuat Pupuk NPK”. Bogor: http://www.gerbang

pertanian.com/2011/08/cara-membuat-pupuk-npk-sendiri.html. Diakses

tanggal 5 Juni 2014.

Suriadikarta, Didi Ardi, Diah Setyorini dan Wiwik Hartatik. 2004. Uji Mutu dan

Efektivitas Pupuk Alternatif Anorganik. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

20