Makalah Bahasa Indonesia

download Makalah Bahasa Indonesia

of 39

  • date post

    20-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    44
  • download

    10

Embed Size (px)

description

Tugas Formatif 3

Transcript of Makalah Bahasa Indonesia

MAKALAH BAHASA INDONESIA

PENGERTIAN PERSYARATAN DANPENGGUNAAN DIKSI

Disusun oleh :Nisrina Setiowati4123141065BIO DIK A 2012

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS NEGERI MEDANMEDAN2014KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat tiada habisnya kepada umatnya terutama pada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah untuk mata kuliah Genetika.Selanjutnya ucapan terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada ibu yang telah membimbing kami pada mata kuliah Genetika dalam menyelesaikan tugas ini.Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, tidak ada kata yang dapat kami ucapkan selain kata maaf yang sebesar besarnya apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan baik dari segi penulisan maupun isi dari penulisan makalah ini. Kami sangat membutuhkan kritik dan saran para pembaca yang bersifat membangun demi penulisan makalah selanjutnya. Besar harapan kami semoga apa yang kami sajikan dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi seluruh pihak yang membaca.

Medan, September 2014

Penulis

DAFTAR ISIHALAMAN JUDULiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiDAFTAR GAMBARivBAB I. PENDAHULUAN11.1 Latar belakang11.2 Tujuan21.3 Manfaat2BAB II. PEMBAHASAN32.132.232.342.482.5112.611BAB III. PENUTUP163.1 Kesimpulan16DAFTAR PUSTAKA17

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangMemang harus diakui, kecenderungan orang semakin mengesampingkan pentingnya penggunaan bahasa, terutama dalam tata cara pemilihan kata atau diksi.Terkadang kita pun tidak mengetahui pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar, sehingga ketika kita berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering mengalami kesalahan dalam penggunaan kata, frasa, paragraf, dan wacana.Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien, pemahaman yang baik ihwal penggunaan diksi atau pemilihan kata dirasakan sangat penting, bahkan mungkin vital, terutama untuk menghindari kesalapahaman dalam berkomunikasi.Diksi atau pilihan kata dalam praktik berbahasa sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengarnya.Indonesia memiliki bermacam-macam suku bangsa dan bahasa. Hal itu juga disertai dengan bermacam-macam suku bangsa yang memiliki banyak bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan juga memiliki karakter berbeda-beda sehingga penggunaan bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi dan identitas suatu masyarakat tersebut. Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa terlepas dari berkomunikasi dengan sesama dalam setiap aktivitas. Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai ketika seseorang berkomunikasi dengan pihak lain tetapi pihak lawan bicara kesulitan menangkap informasi dikarenakan pemilihan kata yang kurang tepat ataupun dikarenakan salah paham.Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup bagaimana efek kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin disampaikan. Pemilihan kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi namun juga digunakan dalam bahasa tulis (jurnalistik). Dalam bahasa tulis pilihan kata (diksi) mempengaruhi pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata yang kita pilih.Dalam makalah ini, penulis berusaha menjelaskan mengenai diksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam segi makna dan relasi, gaya bahasa, ungkapan, kata kajian, kata popular, kata sapaan dan kata serapan.

B. TujuanAdapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :1. C. ManfaatAdapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :1. D.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian DiksiNama lain pilihan kata/ memilih kata adalah diksi. Diksi berarti plihan kata yang tepat dan selaras (cocok penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan) (KBBI,1994).Harimurti (1984) dalam Kamus Linguistic, menyatakan bahwa diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di dalam umum atau dalam karang-mengarang.Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalam hal karang-mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa. Setiap penulis maupun pembicara apabila ingin menyampaikan buah pikiran , pendapat, dan pernyataan, sudah tentu akan memakai bahasa yang baik, tepat, dan benar. Sehingga karangan atau tutur tersebut menjadi bernilai/berbobot. Bahasa yang baik, betul, dan benar ini dapat dicapai apabila pilihan kata/diksi diperhatikan dengan baik. Untuk memilih kata dengan baik setiap orang harus mengetahui kekayaan bahasa yang bersangkutan.Penguasaan kosa kata ini sangat menentukan ketika seseorang ingin menyampaikan pikirannya kepada orang lain. Oramg yang sedikit saja menguasai kosa kata akan mengalami kesulitan menyampaikan pesan, ide, maupun pokok pikirannya kepada orang lain, paling tidak sangat terbatas sampainya pesan/ide/pokok pikiran tersebut, dibandingkan orang yang menguasai kosa kata lebih banyak. Bagaimana seseorang dapat memilih kata yang baik apabila tidak mengetahui kekayaan kosa kata bahasa yang bersangkutan ? untuk menguasai kosa kata, baik pemakain maupun artinya, diperlukan kamus. Kamuslah perekam bahsa yang palin dipercaya. Sudah tentu dalam hal ini adalahkamus standar. Kamus standar memuat daftar kosakata standar suatu bahasa yang secara lengkap dan disusun secara afabetis, disertai dengan keterangan lafal kata, arti kata, serta contoh pemakaian kata di dalam kalimat. Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahsaa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Dengan membuka dan membaca Kamus Besar Bahsa Indonesia, kita dapat mengetahui arti kata canggih, dampak, deregulasi,kendala, konglomerat, pikiran, profesi, serta rekayasa. Demikian pula, dengan kamus kita pun dapat membedakan arti kata melihat, memandang, memantau, memeriksa, menengok, mengintip, menilik, serta meninjau. Walaupun kata-kata ini bersinonim, perbedaan artinya tetap ada. Semua keterangan mengeani hal ini tentu dapat kita peroleh dari kamus standar bahasa Indonesia yang ada sekarang ini.Ada kemungkinan jumlah kosakata yang dikuasai oleh pemakaian bahasa sama banyaknya,tetapi jenis makna kata tidak akan selalu sama. Perbedaan jenis makna ini mungkin karena perbedaan profesi, lingkungan, usia, serta mata pencaharian. Seorang sarjana teknik akan berbeda jenis kosakata yang dikuasainya dengan seorang sarjana kedokteran ataupun sarjana ekonomi. Demikian jugalah dengan perbedaan jenis makna kata seorang nelayan, seorang pedagang, dan setiap pemakai bahasa mempergunakan baha sesuai dengan profesinya. Untuk ini, dipergunakan bahasa yang umum dengan memilih bahasa yang umum pula.

B. Persyaratan DiksiDalam memilih kata-kata, ada dua persyaratan yang harus dipenui, yaitu persyaratan ketepatan dan kesesuaian. Tepat, artinya kata-kata yang dipilih itu dapat mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin diungkapkan. Di samping itu, ungkapan itu juga harus dipahami pembaca dengan tepat, artinya tafsiran pembaca sama dengan kesempatan dan keadaan pembaca.Untuk memenuhi persyaratan ketepatan dan kesesuaian dalam pemilihan kata, perlu diperhatikan (a) kaidah kelompok kata/frase (b) kaidah makna, (c) kaidah lingkungan sosial, (d) kaidah karang mengarang. Keempat kaidah ini saling berkaitan dan mendukung sehingga karangan atau tutur yang disampaikan kepada pembaca/pendengar bernilai serta berbobot. Sudah tentu halyang sperti ini merupakan kehendak dan keinginan setiap penulis.Karangan/tutur ysng bernilai dan berbobot adalah yang mengungkapkan pikirin, pendapat serta pernyataan dengan baik, tidak rumit dan tidak berbelit, serta mempergunakan pilihan kata/diksi yang baik dan tepat. Pikiran/pendapat yang dituangkan dalam pernyataan yang tidak didukung oleh pilhan kata/diksi yanng baik, selalu mengaburkan maksud yang hendak disampaikandan selalu membosankan pembaca /pendengarnya. Oleh sebab itu, pilihan kata memegang peranan penting dalam karang mengarang dan bertutur sapa. Pilihan kata/diksi sangat menentukan untuk menyampaikan ide yang diinginkan si penulis atau si pembicara.a) Pilihan Kata yang Sesuai dengan Kaidah Kelompok Kata atau FrasePilihan kata atau diksi yang sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase, seharusnya pilihan kata/diksi yang tepat, seksama, lazim, dan benar. Keempat syarat ini harus diperhatikan dengan cermat ketika kita ingin memilih kata dengan baik dan benar1) TepatPengertian tepat adalah pemilihan kata dengan menempatkannya pada kelompokya. Unsur tepat inimemungkinkan pembentukan kelompok baru. Unsur tepat berhubungan langsung dengan unsur lain.Contoh :Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim tetapi kelompok kata pandangan mata tidak dapat digantikan dengan lihatan mata. Kelompok kata pandangan mata memang tepat susunannya sedangkan kelompok kata lihatan mata tidak tepat susunannya. Jadi, walau kedua kata itu bersinonim, tetapi tidak dapat saling menggantikan. Dengan kata lain, kedua kata itu mempunyai pasangan tertentu/khusus yang menumbulkan pengertian tepat.

2) SeksamaPengertian seksama adalah makna kata harus benar dan sesuai degan apa yang hendak disampaikan. Unsur seksama lebih ditekankan pada unsur kelompok katanya.Contoh :Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim. Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari besar, tetapi kita tidak pernah mengatakan hari agung, hari akbar, ataupun hari tinggi. Begitu juga dengan kata jaksa agung tidak dapat digantikan dengan kata jaksa besar ataupun jaksa raya karena tidak seksama. Kata jaksa agung pun tidak pula dapat digantikan dengan jaksa tinggi karena kedua kata itu berbeda maknanya.Unsur seksama ini berhubungan dengan makna kata serta berpaut dengan pengertian