Little About Well Logging

download Little About Well Logging

of 32

  • date post

    08-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    405
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Little About Well Logging

BAB 11 GEOPHYSICAL WELL LOGGING 11.1 Pendahuluan 11.1.1 Kegunaan dan well /oging Metode geofisika sudah dipergunakan dalam investigasi pemboran selama kurang lebih 45 tahun, yaitu teknik elektroda yang digunakan juga pada eksplorasi pada permukaan. Bermacam alat dan dan teknik, didesam secara khusus sesuai dengan lingkungan pemboran yang bervariasi, dan digunakan dalam eksplorasi, mengindentifikasi formasi geologi dan formasi fluida dan korelasi antar lubang. Sejak 1928, ketika Sclilumberger bersaudara pertama kali membuat alat ukur listrik di Perancis, geofisika well loging telah mnjadi standard operasi pada eksplorasi minyak. Korelasi dan evaluasi dan kemampuan produksi dan formasi reservoir biasanya merupakan objek yang pentmg. Well logging tidak digunakan secara ekstensive dalam pencarian mineral logam untuk beberapa alasan tertentu. Lubang yang berukuran kecil obtained dengan pemboran intan, secara umum kurang dan 1-3 diameter dan sumur minyak, memaksakan pembatasan pada peralatan, tapi ml bukan masalah terbesar. Stuktur geologi yang kompleks terjadi di daerah mineral, dibandingkan opada formasi sedimen yang relatif seragam yang berasosiasi dengan minyak, membuat pengidentifiaksian dan pengkorelasian bertambah sulit. 11.1.2 Sifat sifat yang harus dievaluasi Pada umumnya, obyek utama dan well logging dalam pemunyakan adalah untuk mengidentifikasi potensi dan batuan reservoir dan menentukan porositas, permeabilitas dan tempat fluida itu sekarang. Porositas adalah porsi fraksional dan volume batuan yang ditempati oleh ruang pod-pod, seringkali dinyatakan dalam persen. Porositas dan batuan reservoir biasanya memiliki rentang 30% sampai 10%, meskipun batuan yang memiliki porositas lebih kecil terkadang dapat menjadi resrvoir hidrokarbon. Hasil dari porositas, luas, dan ketebalan dan reservoir yaitu dapat memberikan jumlah kandungan fluida. Porositas dapat ditentukan dari resistivity, acoustic velocity, density dan log neutron. Pada kebanyakan reservoir, ruang pori yang terisi oleh fluida hanya setengah yang disebut sebagai hydrocarbon saturation. Dimana air merupakan fluida yang lain yang ada, air

saturation ditambah dengan hydrocarbon saturation sama dengan satu. Water saturation didapat dan pengukuran resistivity menggunakan rumusan Archie. Hasil dan pengukuran tadi menampakkan perbedaan formasi yang akan menentukan produksi hydrokarbon. Selain porositas, sifat pentmg lain yaitu permeabilitas. Satuannya adalah darcy dimana satu darcy artinya permeabilitas akan melewatkan 1 mi/s fluida dan satu centipoise viskositas sampai satu sentimeter persegi pada tekanan 1 Atm. Commercial reservoir biasanya memilki rentang dan darcy-milidancy, permeabilitas ditentukan dengan menggunakan aturan empinis log. Identifikasi formasi dan korelasi antar sumur bor sening dilakukan, sebagai determinasi porositas dan penentuan permeabiitas. Formasi tertentu akan menunjukkan kurva log dan pola distinctive yang membuat korelasi yang mungkin tidak hanya litologi utama tapi banyak titik pada forrnasi itu sendiri. Sesar dan ketidakselanasan dapat ditentukan lokasinya secara pasti dengan memperhatikan bagian yang hilang atau diduplikasikan pada satu sumur dibandingkan dengan sumur lain di dekatnya. Detail detail stratigrafi yang sering kali dikerjakan dengan cara mengobservasi pola dan variasi sistematik dalam bentuk log. Well logging yang paling banyak dilakukan dapat diklasifikasikan dan peralatan logging dapat dipilih berdasarkan tipe geologi yang dominan klastik atau karbonat. Dalam setiap grupgrup besar mi, log yang sederhana terbentuk, untuk kesempatan tertentu ditambahkan demitujuan khusus. Susunan sederhana biasanya terdiri dan electrical response curves dan log porositas. Kemudian, pada bagian klastik dapat ditemukan log-log sebagai berikut: SP dan atau log sinar gamma Shallow resistivity log (16 inch short normal) Deep resistivity log Medium penetration induction log Log porositas yang lebih dani satujenis (sonic log, density log) Dalam bagian karbonat dapat ditemukan yang cukup berbeda: Log sinar ganuna Lateralog atau dual lateralog Dna atau lebih log porositas (sonic log, density log dan neotron log) Dipmeter dan mikro resistivity juga sering ditemukan, untuk delineasi lapisan permiable dengan mendeteksi mudcake atau residu mmyak satu rasi.

11.1.3. Invasi Fluida Tujuan dari well logging adalah untuk mengukur sifat-sifat dan batuan yang tidak terganggu dan fluida yang mereka kandung. Tetapi, proses pengeboran lubang mengakibatkan gangguan. Batuan memiliki tekanan yang besar di dalam tubuhnya dan sekali terbentuk jalan maka tekanan diferensial cenderung keluar menuju lubang bor. Untuk mencegahnya lubang bor diisi oleh lumpur bor, sebuah campuran kompleks benda-benda solid yang umumnya bersuspensi dalam air murni. Dengan tambahan lumpur mi akan membuat tekanan di dalam dan diluar akan saling meniadakan. Proses ini disebut invasi. Proses mi cenderung membentuk mudcake ketika fluida memasuki formasi sebagai mud filtrade. Mudcake secara cepat akan menebal untuk mencegah masuknya cairan lubang bor secara lebih jauh. Filtrade itu sendini biasannya campuran kimia yang mempunyai sifat ionik. Perbedaan dalam konduktifitas, resistivitas dan sifat ionik adalah hat yang mendasar dalam memahami rancangan dan interpretasi dalani kebanyakan alat logging listrik. Apresiasi terhadap proses invasi adalah penting untuk interpretasi well loggs bagian batuan memiliki efek terbesar dalam kebanyakan pembacaan log yang terdekat ke logging sonde.

11.2

Metode listrikProperti fisik dan batuan dan mineral adalah konduktivitas dan potensial. Potensial dan

11.2.1 Pendahuluan resistivitas adalah yang pertaina digunakan dalam well logging, yang secara umum terekam secara sixnultan seperti kurva adjacent, kombinasinya disebut survey elektrik. 11.2.2 Resistivitas Logging (a) Konduktivitas batuan Formasi sednen biasanya muncul pada sumur minyak dan biasanya konduktor lemah. Mineral yang biasa ada pada batuan sedimen bukanlah konduktor. Kebanyakan batuan sedimen memiliki garam tersingkap, yang berdissosiasi menuju kation dan anion yang terus bergerak di medan listrik, serta menghasilkan kendaraan utama dan arah arus pada sedmien. Tiga pengukuran penting yang dilakukan pada pengerjaan minyak untuk menghubungkan resistivitas dan batuan yaitu resistivitas dan fluida pada rongga batuan, porositas dan banyaknya

air pada rongga. Yang pertama menggambarkan bulk waer wet resistivity dan sampel batuan, po, dan resistivitas air rongga, p~ pada faktor resistivitas formasi, F;

Archie menunjukkan bahwa faktor fomiasi yaitu kegunaan porositas dan permeabilitas sampel. Hubungan yang kedua;

Dimana 4 merupakan porositas, dan m adalah faktor sementasi. Alternatif lain yaitu formula Humble,yang bisa digunakan pada batuan grenular, yaitu;

Jika rongga batuan tidak terisi sempurna oleh airtetapi oleh fraksi-fraksi dan gas gas dalam larutan minyak, resistivitas efektif lebih besar dan po. pengukuran empinis yang ketiga oleh Archie menbitung air saturasi daripada batuan; S~ adalah fraksi sedikit air

Dimana p~ resistivitas sebenarnya dan sampel, dan n adalia eksponen saturasi. (b) Instrumentasi. Metode dasar dan logging resistivitas sama dengan yang digunakan pada

resistivitas permukaan. Biasanya ants searah atau arus rendah digunakan di antara arah eletroda dan potensial diukur diantara dua atau lebih elekftoda potensial. Beberapa konfigurasi elektroda ditunjukkn pada gambar 11.1

(c)

Elektroda tunggal. Resistivitas apperant terukur berbeda dengan harga sebenarnya.

(d)

Susunan normal. Seperti pada gambar 11.1 b, satu arus dan satu elektroda potensial pada

logging sonde terpisahkan sedikit di bawah dan dua lainnya ada di bagian atas dan lubang. Dan persamaan (8.38), bab 8.5.2 dan gambar 8.3, bab 8.2.4, kita dapatkan untuk resistivitas apperant dasar yang homogen,

Karena jarak P1C1 lebih kecil dani nilai lainnya, maka menjadi;

Persamaan (11.4) didasarkan oleh asumsi yang biasa yaitu medium yang homogen. Jika mediumnya tidak homogen kita bisa mengganti pa dengan nilai rata rata resitivitas yang ada yang berasosiasi dengan jarak antara elektroda potensial dengan ants elektroda, kita akan hasil yang benar jtka kita menulis,

Dan mengganti r dengan P1C1 sehingga rumus itu menjadi

Bila mlai P1C1 kecil maka ketiga faktor tadi bisa diabaikan. Kesimpulannya bahwa perhitungan pa akan bergantung pada resistivitas dan lapisan; mi berarti bahwa pengukuran akan dipengaruhi oleh lumpur pada lubang bor dan oleh penetrasi dan fluidda pemboran ke zona poros. Log resistivitas pada gambar 11. lb menunjukkan kurva yang simetrik dengan lapisan yang resistivitasnya berbeda antara atas dan bawahnya. Lapisan resistivitas tmggi akan terlihat lebili kecil dan ukuran sebenarnya, sementara lapisan konduktif tenlihat lebih lebar. Definisi dan ketajaman dan log normal berkurang bersamaan dengan meningkatnya diameter lubang dan berkurangnya resistuvitas lumpun. Efek dan lapisan adjacen dan invasi dan zona poros sangatlah signifikan. Efek mi bisa diredam dengan menggunakan kurva depanture. Penyebaran normal pendek terkadang cocok untuk perhitungan resistivitas dan zona poros yang dalam akibat dan penyaningan lumpur.Berguna juga untuk korelasi geologi antar sumur, karena jarak antar permukaan lapisan terlihat dengan jelas. Penyebaran normal panjang menghitung resistivitas intermediate atau menengah yang dihasilkan oleh kalukulasi dan zona resistivitas, Pt dan formasi resistivitas yang sebenarnya.

(e)

Susunan lateral. Tiga susunan elektroda yang dikenal sebagai kurva lateral digambarkan

pada gambar 11.1 c. Lubang bagian bawah potensial elektroda terpisahkan 32 mclii dan tengahnya yang nonnalnya 18 feet 8 mcli dan anus elektroda terdekat.

Bila anus dan potensial elektroda berubah, bentuk asnetni muncul terbahk. Kurva mendatar muncul