Lalu Lintas

download Lalu Lintas

of 26

  • date post

    14-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    11

Embed Size (px)

description

asesa

Transcript of Lalu Lintas

DEFINISI DAN ISTILAH

DEFINISI DAN ISTILAH

Kondisi Geometri

Notasi

Istilah

Definisi

Bagian jalinan bundaran : bagian jalinan pada bundaran

Pendekat

: Daerah masuk kendaraan kebagian jalian

Keluar

: Daerah keluar kendaraan dari bagian jalinan

Pada bagian tunggal pendekat diberi notasi B dan U, daerah keluar T dan Ssearah jarum jam.

Pada bundaran, pendekat diberi notasi B,U,T dan S searah jarum jam.

W Lebar masuk

: Lebar jalur lalu;lintas dari pendekat ( diukur pada

bagian tersempit ) yang digunakan oleh lalulintas yangbergerak. X menyatakan nama pendekat.

Lebar masing- masing dengan banyak parker

WE Lebar masuk Rata-Rata(M): Lebar rata-rata pendekat kebagian jalinan.

WW Lebar jalinan (M)

: Lebar efektif bagian jalinan (pada bagian tersempit) lebar masing-masing sisi dengan banyak

parkir.

Kondisi Lingkungan

Kondisi Lalulintas

LTBelok Kiri

: Indeks untuk lalu lintas belok kiri

STLurus

: Indeks untuk lalu lintas lurus

RTBelok Kanan

: Indeks untuk lalu lintas belok kanan

UTBelok U

: Indeks untuk lalu lintas belok U

WJalinan

: Indeks untuk lalu lintas yang menjalin

QTOTAL Arus Total: Arus Total kendaraan bermotor pada bagian

jalinan (jalinan + bukan jalinan) dinyatakan dalam

kend/Kam, Smp/jam atau LHRT

QwArus Total Jalinan

: Arus total kendaraan bermotor yang (Smp/jam)

menjalin.

QDHArus Lalu Lintas Jam

: Arus Lalu lintas puncak perjam yang digunakan

Rencana untuk tujuan perancangan

PwRasio Jalinan

: Rasio antara arus jalinan total dan arus total

QUMArus Kendaraan Tak

: Arus kendaraan tak bermotor total kend / jam

Bermotor

LV%Kendaraan Ringan

: % kendaraan ringan dari seluruh kendaraan yang

masuk kebagian jalinan (perhitungan dalam kendaraan yang masuk ke bagian jalinan (perhitungan dalam kend./jam)

HV%%Kendaraan Berat

: % Kendaraan berat dari seluruh kendaraan yang

masuk kebagian jalinan (perhitungan dalam Kend./jam)

MC%%Sepeda Motor

: % Sepeda motor dari seluruh kendaraan yang

masuk ke bagian jalinan (perhitungan dalam kend./jam)PUMRasio Kendaraan

: Rasio antara kendaraan tak bermotor dari seluruh

Tak Bermotor

kendaraan yang masuk ke bagian jalinan.

FSMPFaktor SMP

: Faktor untuk mengubah arus dari kend./Jam

menjadi Smp/jam

Fsmp = (LV% + HV% x empHV - MV% x empMC)

/ 100

KFaktor LHRT

: Faktor Konversi dari LHRT menjadi arus lalu

lintas jam puncak

Qkend = K x LHRT (kend/jam)

Faktor Perhitungan

CoKapasitas Dasar

: Kapasitas dasar untuk Geometri dan % jalinan

tertentu (biasanya dinyatakan dalam Smp/jam)

FcsFaktor Penyesuaian

: Faktor Penyesuaian akibat ukuran kota

Ukuran Kota

FRSUFaktor Penyesuaian Tipe: Faktor penyesuaian kapasitas dasar akibat tipe

Lingkungan Jalan

lingkungan jalan hambatan samping rasio

Hambatan Samping

kendaraan tak bermotor

Dan Kendaraan Tak

BermotorBAB I PENDAHULUAN1.1Latar Belakang

Pembangunan nasional kita telah berada pada era globalisasi dimana pada era persaingan ini pemerintah sangat menaruh perhatian pada tiap-tiap pembangunan, pembangunan dibidang ekonomi, trasportasi,pendidikan dan kebudayaan. Namun pembangunan peningkatan jalan sebagai sarana trasportasi sangat menunjang pembagunan dibidang lainnya.

Pesatnya pembangunan suatu daerah disertai dengan jumlah kendaraa yamg tidak terkendali akan membawa penagaruh pada peningkatan kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini semakin memburuk pada kawasan-kawasan yang tidak tersedia cukup fasilitas keamanan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas disebabkan banyak faktor, tidak sekedar oleh pengemudi yang buruk atau kelalaian pejalan kaki akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor cuaca. Kendaraan struktur dan desain jalan, lingkungan lalu lintas, pengatur lalu lintas desain bundaran dan sebagainya.

Dengan latar belakang tersebut diatas maka oenulis mencoba untuk menganalisa kapasitas dan perilaku lalu lintas pada jalur bundaran Tapak Kuda.

1.2 maksud dan Tujuan Penulisan

1.2,1Maksud

Maksud penulisan ini adalah untuk mempelajari dan menganalisa serta memberikan alternatif yang paling baik dan menguntungkan arus lalu lintas pada jalinan Bundaran Tapak Kuda.

1.2.2 Tujuan penulisan

Untuk membantu para penguna manual dalam memilih penyelesai yamg sesuai dengan masalah-masalah umum perancanganoperasional dengan menyedikan saran-saran mengenai tentamg arus lalu lintas yang layak bagi tipe dan denah standar bundaran dan penerapannya pada berbagai kondisi arus.1.3 Pokok Bahasan dan Batasan Masalah

1.3.1 Pokok bahasan dalam penulisan Tugas Besar ini adalah menganalisa kapasitas dari perilaku lalu lintas pada kalinan bundaran dengan menganalisa data-data arus lalu lintas pada saat penulis melakukan survey pada bundaran yang dimaksud.1.3.2 Batasan Masalah

Dengan mengacu pada analisa lalu lintas pada bundaran yang dimaksud maka penulis mencoba mengangkat masalah-masalah dengan batasn sebagai berikut:

1. Analisa lalu lintas pada jalinan Bundaran Tapak Kuda.

2. Presedur perhitungan dengan menggunakan MKJI umtuk :

a. Kapasitas

b. Perilaku

1.4 Metode Penilisan

Penulisan Tugas Besar ini dengan menggunakan metode penulisan sebagai berikut:1.4.1 Metode MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia)

1.4.2 Kalian Perpustaan

Kajian Kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan teori-teori pendukung dengan membaca dan mempelajari buku-buku ilmia atau bahan bahan-bahan kuliah yang d hubungannya dengan Tugas Besar ini.

1.4.3 Kajian Lapangan

Kajian lapangan yaitu dengan mengumpulkandata-data penelitian /survey lapangan pada lokasi bundaran yang ditinjau sebagai objek dalam Tugas Besar ini.

BAB IIGAMRAN UMUM LOKASI DAN DATA-DATA PENELITIAN

2.1 Gambaran Umum Bundaran

Daerah penulisan tugas besar ini, menganbil lokasi penelitian pada daerah Tapak Kuda yang terletak ditegah-tegah antara Jalan Malik Raya yang berpotonagan degan jalan By Pass, Jalan kol. Arifin dalam wilayah Kota Kendari.

Daerah bundaran Tapak Kuda ini merupakan jalan arteri yang paling strategis yang di tinjau dari kedudukan dan fungsinya, dalam upaya mendukung kegiatan pembangunan Kota Kendari pada khususnya dan Prov. Sultra pada umumnya.

Ruas jalan pada daerah bundaran ini berdasarkan kebijakan Pemerintah Prov. Sulawesi Tenggara mengalami perbaikan berupa rehabilitasi sarana perlengkapan jalan dan pengaturan lalulintas. Upaya tersebut dilakukan agar fungsi ruas jalan ini dapat berjalan dengan aman.

2.2 Gambar Umum Bundaran

2.2.1. Data Geometrik

2.2.2. Data Arus Lalulintas

Keterangan:

- B = Jl. Malik Raya

- U-S = Jl. By Pass

- T = Jl. Kol. Arifin Sugianto

Gambar 2.1. Sketsa Data Geometrik

U

Rumah

Rumah

B

T

Rumah

S

Keterangan:

- B = Jl. Malik Raya

- U-S = Jl. By Pass

- T = Jl. Kol. Arifin Sugianto

Gambar 2.2. Lokasi Penelitian

Untuk 2 lembar setelah ini ada di EXCELBAB IIITINJAUAN PUSTAKA3.1. Bagian Jalinan Bundaran

Pada umunya bundaran dengan pengaturan hak jalan (prioritas dari kiri) digunakan di daerah perkotaan dan pedalaman bagi persimpangan antara jalan dengan arus lalulintas sedang, pada arus lalulintas yang tinggi dan kemacetan pada daerah keluar simpang bundaran tersebut mudah terhalang yang mungkin menyebabkan kapasitas terganggu pada semua arah.

Di daerah perkotaan dengan arus pejalan kaki yang tinggi menyebrang bundaran yang tidak sebidang (jembatan atau terowongan), diserankan untuk memberikan keselamatab untuk pejalan kaki. Bundaran paling efektif jika digunakan untuk persimpangan antara jalan dengan ukuran tingkat arus sama. Karna itu sangat sesuai untuk persimpangan antara jalan 2 jalur atau 4 jalur. Untuk persimpangan antara yan glebih besar, penutupan daerah jalinan tidak terjadi dan keselamatan bundaran menurun. Meskipun dampak lalulintas bundaran berupa tundaan selalu lebih baik dari tipe simpang lain misalnya simpang bersinyal, pemasangan sinyal masih lebih disukai untuk menjamin kapasitas tertentu dapat dipertahankan, bahkan dalam keadaan arus jam puncak.

Perubahan dari simpang bersinyal atau tak bersinyal menjadi bundaran dapat juga didasari oleh keselamatan arus lalulintas, untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalulintas antara kendaraan yang berpotongan, bundaran mempunyai keuntungan yaitu mengurangi kecepatan semua kendaraan yang berpotongan dan membuat mereka hati-hati terhadap resiko konflik dengan kendaraan lain. Hal ini mungkin terjadi bila kecepatan pendekat ke simpang tinggi atau jarak pandang untuk gerak lalulintas yang berpotongan tidak cukup akibat rumah atau pepohonan yang dekat dengan suduk perpotongan.

Bagian jalinan dibagi 2 tipe utama yaitu: bagian jalinan tunggal dan bagian jalinan bundaran.

Bagian jalinan tunggal adalah : bagian jalinan antara dua gerakan lalulintas yang menytu dan memencar. Bagian jalinan bundaran adalah: bagian jalinan pada bundaran.

Contoh: Bundaran Tapak Kuda, Bundaran Pasar Baru,, Bundaran Lepo-Lepo, Bundaran Mandonga. Bundaran ini dianggap sebagai bagian yang berurutan.3.2. Kapas