Kunci Jawaban Kewirus X

of 32 /32
KUNCI JAWABAN MODUL KEWIRAUSAHAAN X Bab 1 (Hal 42 sd 46) a. Pilihan ganda 1. a 6. b 11. a 16. e 21. c 2. d 7. b 12. a 17. b 22. b 3. b 8. c 13. e 18. c 23. a 4. d 9. a 14. b 19. c 24. a 5. b 10. b 15. c 20. d 25. d b. Uraian 1. Pengertian dari : a. Wirausaha : Seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya yang meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi. b. Kewirausahaan : Kemampuan seorang manajer risiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu dan kemampuan kreativitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. 2. Tujuan kewirausahaan untuk siswa dan dunia pendidikan : a. Mempersiapkan bekal masa depan Anda agar menjadi terampil b. Mempersiapkan Anda agar memiliki kecakapan untuk berkarir di bidang apapun. c. Memberikan ilmu untuk mencari nafkah bila Anda terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). d. Mewujudkan kesuksesan di dunia kerja atau usaha mandiri melalui kewirausahaan. e. Memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi lokomotif serta kemakmuran bangsa Indonesia. f. Meningkatkan pendapatan keluarga dan daerah. g. Membuat Anda berprestasi di sekolah. h. Membudayakan sikap unggul, berperilaku positif, dan kreatif.

description

kunci

Transcript of Kunci Jawaban Kewirus X

Page 1: Kunci Jawaban Kewirus X

KUNCI JAWABAN

MODUL KEWIRAUSAHAAN X

Bab 1 (Hal 42 sd 46)

a. Pilihan ganda

1. a 6. b 11. a 16. e 21. c

2. d 7. b 12. a 17. b 22. b

3. b 8. c 13. e 18. c 23. a

4. d 9. a 14. b 19. c 24. a

5. b 10. b 15. c 20. d 25. d

b. Uraian

1. Pengertian dari :

a. Wirausaha :

Seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber

daya dan upaya yang meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara

produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya,

serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai

tinggi.

b. Kewirausahaan :

Kemampuan seorang manajer risiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala

sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu dan kemampuan

kreativitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya

dan bagi orang lain.

2. Tujuan kewirausahaan untuk siswa dan dunia pendidikan :

a. Mempersiapkan bekal masa depan Anda agar menjadi terampil

b. Mempersiapkan Anda agar memiliki kecakapan untuk berkarir di bidang apapun.

c. Memberikan ilmu untuk mencari nafkah bila Anda terkena PHK (Pemutusan

Hubungan Kerja).

d. Mewujudkan kesuksesan di dunia kerja atau usaha mandiri melalui kewirausahaan.

e. Memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi lokomotif serta kemakmuran

bangsa Indonesia.

f. Meningkatkan pendapatan keluarga dan daerah.

g. Membuat Anda berprestasi di sekolah.

h. Membudayakan sikap unggul, berperilaku positif, dan kreatif.

3. Sikap wirausaha yang baik dan perilaku wirausaha yang baik:

Sikap wirausaha:

Respon, cara pandang, dan pola pikir (mind set) individu terhadap hal yang

dihadapinya, seperti rasa takut, kesulitan, cobaan, kritikan, saran, tekanan dan

hambatan dalam menjalankan usaha.

Perilaku wirausaha:

Langkah dan tindakan yang dilakukan untuk menghadapi dan menyiasati pekerjaan

sehari-hari.

Page 2: Kunci Jawaban Kewirus X

4. Jenis kemampuan yang diperlukan dalam kewirausahaan:

a. Kemampuan mengatasi masalah mental diri (emotional attachment) dan

kecerdasan spiritual (spiritual quotient).

b. Kemampuan menarik sisi positif dan hikmah.

c. Kemampuan mencari modal dan rekan (partner).

d. Kemampuan merumuskan visi dan misi serta tujuan usaha.

e. Kemampuan memotivasi diri.

f. Kemampuan berinovasi.

g. Kemampuan untuk mengatur waktu kerja.

5. Lima macam perilaku wirausaha dan contohnya:

a. perilaku wirausaha secara individu, contoh teguh pendiriannya.

b. perilaku wirausaha secara sosial lingkungan, contoh berpenampilan rapi dan

banyak disukai orang.

c. perilaku wirausaha dalam pekerjaan, contoh orientasi pada tujuan dan tetap

berkeinginan kuat pada hasil yang sempurna.

d. perilaku wirausaha dalam menghadapi risiko, contoh mengevaluasi risiko dan

dampaknya terlebih dahulu.

e. perilaku wirausahadalam kepemimpinan (leadership), contoh berani mengambil

keputusan.

6. Tiga faktor penting operasional yang dibutuhkan oleh wirausaha cerdas:

1) Quality (kualitas): mutu produk, mutu operasional, dan mutu pelayanan harus baik.

2) Time (waktu): waktu penyelesaian produk, waktu pekerjaan, waktu perbaikan juga

penting dan menunjang mutu produk.

3) Cost (biaya): mutu yang baik memerlukan biaya, tetapi biaya yang tinggi juga belum

tentu menghasilkan mutu yang baik.

7. Perkembangan kewirausahaan:

a. Kewirausahaan sebelum abad pertengahan.

Wirausaha adalah contractor, yaitu pemborong/orang yang melakukan kesepakatan

kerja atas sejumlah pekerjaan yang ditantukan sebelumnya dnegan kompensasinya.

b. Kewirausahaan pada abad pertengahan (sebelum abad 17).

Berupa era argo (pertanian).

c. Kewirausahaan pada abad/era industri.

Kewirausahaan disebut juga join venture capital (adanya aspek strategi dalam

penyediaan modal).

d. Kewirausahaan pada abad 19 dan 20.

Terdapat unsur kemampuan dan keberanian menanggung semua risiko, baik modal,

waktu, dan nama baik yang tidak ada di era sebelumnya.

e. Kewirausahaan pada abad 21.

Kreativitas usaha menjadi tulang punggung sebuah bisnis.

8. Keterampilan yang perlu dimiliki seorang wirausaha:

a. Keterampilan manajerial (managerial skills), digunakan untuk merencanakan,

melaksanakan, dan mengorganisasi suatu pekerjaan agar dapat terselesaikan dengan

baik dan tepat waktu.

Page 3: Kunci Jawaban Kewirus X

b. Kemampuan konseptual (conceptual skills), ialah keterampilan dalam merancang

suatu rencana, menyusun, konsep dan visi serta misi agar memiliki arah yang jelas.

c. Kemampuan mengelola sumber daya manusia (human skills), ialah ketermpilan

memahami orang lain, berempati, berkomunikasi, memotivasi, memberi contoh dan

menjadi teladan bagi orang lain serta berhubungan baik dengan pelanggan.

d. Kemampuan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making)

e. Kemampuan mengelola waktu (time management skills), ialah pandai mengelola

waktu secara efektif dan efisien agar memperoleh hasil yang optimal.

f. Kemampuan teknis (technical skills) sebagai keterampilan int.

9. Ruang lingkup wirausaha:

a. Ruang lingkup internal

1) Dalam kehidupan sehari-hari: untuk keluar dari kesulitan, untuk tetap bertahan

hidup, mendapatkan penghasilan dan mengatasi keterbatasan.

2) Dalam bekerja: untuk meraih kesuksesan dalam karir.

3) Dalam keluarga: untuk menjadi lokomotif ekonomi keluarga.

b. Ruang lingkup eksternal

1) Dalam dunia usaha: untuk menjadi wirausaha yang sukses.

2) Dalam dunia masyarakat: untuk menjadi contoh orang yang sukses dan menjadi

teladan bagi lingkungan, RT, RW dan juga membantu orang lain mendapatkan

nafkah bagi keluarganya.

3) Dalam kenegaraan: untuk membantu program pemerintah dalam mengurangi

tingkat pengangguran yang tinggi dan mengatasi pengentasan kemiskinan, serta

menjadi lokomotif kemajuan ekonomi suatu negara.

10. Mitos yang salah tentang kewirausahaan:

a. Menjadi wirausaha yang sukses itu adalah bakat

Menjadi wirausaha yang sukses itu tergantung pada kemampuan mengatasi dan

mengelola risiko.

b. Menjadi wirausaha itu faktor keturunan

Belum tentu pedagang mempunyai anak yang menjadi pedagang juga, namun yang

pasti orang tua pedagang tersebut cenderung menginginkan anaknya menjadi

pedagang.

c. Menjadi wirausaha membutuhkan modal uang yang banyak

Modal bisa diperoleh dari mana saja, salah satunya bekerja sama dengan pemilik modal

atau meminjam uang ke bank.

d. Menjadi wirausaha itu harus punya peluang emas dulu

Peluang didapat setelah diteliti, terjun ke lapangan, dan sering mengamati pasar atau

industri terlebih dahulu baru dihubungkan dengan kepribadian.

e. Menjadi wirausaha itu harus nekat

Nekat juga perlu alasan yang kuat. Selain punya keberanian, Anda juga harus membuat

dahulu perencanaan, strategi, taktik, percobaan, penelitian dan konsep wirausaha.

11. Tingkat Kemampuan wirausaha dalam mengatasi rasa takut akan kegagalan yang

dihadapinya:

a. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: kecil sekali.

Page 4: Kunci Jawaban Kewirus X

Pada tingkat ini seseorang cenderung menghindari risiko (avoid a risk), sering disebut

rosk avioder atau risk averter (penghindar risiko).

b. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: sedang.

Pada tingkat ini seseorang selalu menggunakan pengetahuannya untuk bekerja lebih

baik lagi. Tingkat ini disebut comfort risk calculation taker (orang yang selalu

menghitung risiko yang ditanggung harus lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh).

c. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: tinggi.

Pada tingkat ini seseorang berani atau mengatasi risiko kegagalan dan berani

menghadapi rasa takutnya karena ia merasa mampu, mempunyai pengetahuan, dan

pengalaman kerja sesuai dengan apa yang ia kerjakan dalam bisnisnya. Tingkatan ini

disebut risk calculation taker atau berani mengambil risiko usaha dengan perhitungan

risiko yang paling optimal.

d. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: kompleks.

Pada tingkat ini kemampuan memperhitungkan, mengendalikan, mengatasi dan

menanggung risiko kegagalan usahanya lebih besar dibandingkan ketiga tingkatan

diatas. Tingkatan ini disebut manajer risiko bagi diri sendiri (risk manager).

e. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: sangat tinggi.

Pada tingkat ini kemampuan seseorang dalam mengatasi rasa takut akan kegagalan

cukup besar sehingga cenderung mengambil keputusan menggunakan intuisinya yang

kuat sekali, bahkan bisa cenderung mengadu keberuntungan. Tingkatan ini disebut risk

taker atau pengambil risiko.

12. Sepuluh karakteristik kewirausahaan menurut Bygrave, seorang pakar kewirausahaan:

a. Dream (mimpi)

Tidak ada wirausaha yang tidak punya mimpi, dan akan lebih sukses lagi bila

mempunyai visi dan misi ke depan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkannya.

b. Decisiveness (ketegasan)

Seorang wirausaha mempunyai hasrat ingin maju, tegas, energik, penuh semangat,

dan tidak bekerja lambat.

c. Doing (bertindak)

Wirausaha tidak suka menunda pekerjaan dan selalu menindaklanjuti keputusan yang

telah dibuat, mempunyai kecepatan dan tenaga ekstra dalam bertindak dibanding yang

lain.

d. Determination (ketetapan hati/kebulatan tekad)

Seorang wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi

sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan.

e. Dedication (pengabdian)

Seorang wirausaha yang cerdas mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya.

f. Devotion (kecintaan/kesetiaan)

Bisnis akan menyita banyak waktu, pikiran, tenaga, energi, fokus dan semangat

wirausaha, sehingga wirausaha harus mencintai pekerjaannya dan pandai membagi

waktu.

g. Details (terperinci)

Page 5: Kunci Jawaban Kewirus X

Untuk mencapai kesuksesan, wirausaha harus berpikir detail (terperinci) karena ketika

menjalankan usaha, aspek keuangan dan perencanaan strategi memerlukan pemikiran

secara detail.

h. Destiny (nasib)

Wirausaha membutuhkan keberuntungan dan ia harus mulai berusaha untuk

memprediksi kapan keberuntungan datang menghampirinya.

i. Dollars (materi/uang)

Seorang wirausaha sangat memperhitungkan nilai waktu, tenaga, pikiran, strategi dan

usaha ditinjau dari nilai mata uang, tetapi hindari menjadi seorang wirausaha yang

materialistis karena itu berbahaya.

j. Distribute (menyalurkan/mendistribusikan)

Wirausaha yang baik selalu berorientasi untuk memberi dan mendistribusikan

kesuksesannya, filosofinya, kepemilikannya, ilmunya, uang yang dimilikinya untuk

kesejahteraan para karyawan dan tentunya mendistribusikan kemampuan, ide, saran

dan inspirasi kreatifnya untuk membantu mengembangkan bisnis, agar pelanggannya

senantiasa setia dan selalu membeli barang dan/atau jasa.

13. Faktor kegagalan wirausaha:

a. Tidak pernah/jarang membuat perencanaan usaha secara tertulis.

b. Usaha yang dijalankan bertentangan dengan pendidikan, latar belakang,

pengalaman, atau kesukaan wirausaha.

c. Lokasi yang tidak tepat untuk usaha.

d. Tidak memiliki specialist person (karyawan yang ahli).

e. Perencanaan usaha tidak berorientasi ke depan.

f. Tidak melakukan riset dan analisis pasar.

g. Masalah legalitas dan perijinan.

h. Tidak kreatif dan inovatif.

i. Cepat puas diri.

j. One man show atau menjadi the boss (dominan).

k. Anggota keluarga ikut masuk kedalam.

l. Kesulitan keuangan.

m. Terjadi bencana (force majeure).

14. Keterampilan yang menunjang kompetensi bisnis dalam berwirausaha:

a. Soft skill (kemampuan mengelola diri), merupakan pengetahuan dan keterampilan

yang bukan bersifat menggunakan otot tetapi lebih menitikberatkan pada otak, hati,

dan watak untuk menunjang pekerjaan sehingga keempat aspek tersebut (otot, otak

hati dan watak) menyatu menjadi sebuah sinergi yang utuh.

b. Intrapreneurship, adalah kewirausahaan yang dibangun dalam diri karyawan suatu

perusahaan untuk menghasilkan, mengembangkan produk, melaksanakan dan

menemukan strategi baru dengan kreativitasnya yang sesuai dengan keinginan pasar

sehingga memberikan kontribusi bagi tim, kelompok, departemen, dan perusahaan.

15. Faktor keberhasilan wirausaha:

a. Faktor peluang.

b. Faktor manusia (SDM).

c. Faktor keuangan.

Page 6: Kunci Jawaban Kewirus X

d. Faktor organisasi.

e. Faktor perencanaan.

f. Faktor pengelolaan usaha.

g. Faktor pemasaran dan penjualan.

h. Faktor administrasi.

i. Faktor peraturan pemerintah, politik, ekonomi, sosial dan budaya (poleksosbud).

j. Catatan bisnis.

Bab 2 (Hal 56 sd 58)

a. Pilihan ganda

1. c 6. a 11. a

2. d 7. d 12. e

3. b 8. b 13. a

4. a 9. a 14. b

5. a 10. b 15. d

No. 9 a. inti, diganti dengan a. ciri.

b. Uraian

1. Pengertian perilaku bekerja prestatif:

Seorang wirausaha yang memiliki kemauan dan hasrat untuk selalu ingin maju agar

mencapai kesuksesan dalam segala aspek usaha atau bisnisnya.

2. Empat jenis tipe orang dalam melihat suatu kesuksesan:

a. Tipe pemalas

Orang dengan tipe ini ingin sukses tetapi tidak mau bermipi dan kerja keras.

b. Tipe penonton

Orang dengan tipe ini mempunyai mimpi dan ingin sukses tetapi tidak mau bekerja

keras.

c. Tipe pengikut

Orang dengan tipe ini mempunyai mimpi dan ingin sukses tetapi belum mampu

mewujudkan karena belum memiliki hasrat, keinginan dan kemauan yang kuat untuk

mencapai mimpi dan kesuksesan.

d. Tipe pemenang

Orang dengan tipe ini memiliki hasrat, kemauan dan keinginan yang kuat untuk

mencapai kesuksesan.

3. Tiga aspek yang diperlukan untuk mewujudkan pola perilaku prestatif:

a. Bekerja keras (otot), sebagai awal dari pola kerja prestatif.

b. Bekerja cerdas (otak), sebagai motor penggerak kerja prestatif.

c. Pembangunan karakter positif (watak), adalah pondasi keberhasilan dari sikap

perilaku kerja prestatif.

4. Ciri-ciri pola kerja keras yang merupakan proses dari kerja prestatif:

a. mempunyai semangat dan gairah yang tinggi,

b. tidak kenal menyerah dan pantang mundur,

c. terus berjuang dan memiliki determinasi (ketetapan hati) yang tinggi,

Page 7: Kunci Jawaban Kewirus X

d. bekerja dengan tuntas (tidak berhenti di tengah-tengah),

e. tidak takut gagal, dan

f. mencintai pekerjaan.

5. Ciri-ciri pola kerja cerdas:

a. kuat dalam perencanaan dan unsur strategi dalam bertindak,

b. ada tujuan yang jelasn dan tahapan-tahapannya (peta kerja),

c. selalu mengukur kinerjanya (standar kerja tinggi),

d. kreatif dan inovatif sebagai kunci utamanya,

e. melihat dan mencari sisi positif dari masalah yang terjadi (dihadapinya),

f. menggunakan acuan belajar dari masalah (problem based learning) sebagai pola

pemelajaran.

6. Ciri-ciri pola kerja berkarakter positif sebagai pondasi sikap dan perilaku kerja prestatif:

a. memiliki sikap positif dalam memandang berbagai hal,

b. memiliki disiplin yang tinggi dalam mengerjakan tugas dan bekerja,

c. memiliki komitmen kuat terhadap dirinya dan janji yang ia ungkapkan (terhadap

mimpinya),

d. konsisten dalam bekerja,

e. religius,

f. siap menerima kritik dan saran dari orang lain,

g. tidak iri hati atau dengki ketika melihat kesuksesan orang lain, tetapi menjadi

termotivasi untuk mengalahkannya,

h. tidak egois dengan orang lain, karena memberi itu merupakan kebahagiaan,

i. memiliki sikap mawas diri dan tidak emosional,

j. ikhlas dalam bekerja.

7. Lima kategori kebutuhan manusia yang disusun oleh Maslow:

a. kebutuhan fisiologis (physiological needs), yaitu kebutuhan fisiologis yang meliputi

makan, minum, istirahat, tidur, pakaian dan tempat tinggal (sandang, pangan, dan

papan).

b. kebutuhan keamanan (safety/security), yaitu kebutuhan akan rasa aman dan bebas

dari ancaman psikis dan fisik.

c. kebutuhan sosial (social affiliation), yaitu kebutuhan sosial yang meliputi

pertemanan dan kasih sayang.

d. kebutuhan penghargaan (self esteem/recognition), yaitu kebutuhan penghargaan

akan kemampuan, kompetensi dan harga diri.

e. kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), yaitu kebutuhan aktualisasi diri dan

mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakat, serta kebutuhan

berprestasi.

8. Pola kerja prestatif:

Merupakan pola kerja atau aspek-aspek yang bersinergi yang dibutuhkan seorang

wirausaha untuk mencapai kesuksesan yang terdiri dari bekerja keras, bekerja cerdas, dan

berkarakter positif.

9. Beberapa cara melatih sikap dan perilaku kerja prestatif:

a. Mulai belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasa malu bila

melakukan kesalahan.

Page 8: Kunci Jawaban Kewirus X

b. Berpikir bahwa masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus

dihindari, melainkan sebagai suatu hal yang harus diselesaikan dan sebagai bahan

pelajaran yang perlu diambil hikmahnya.

c. Mengasah pola pikir kreatif dengan konsep.

d. Menetapkan target di setiap hal, baik yang berhubungan dengan pekerjaan atau

pelajaran.

e. Melatih konsentrasi dengan cara meneliti secara detail mengenai hal-hal menarik

dari apa yang dilihat.

10. Ciri-ciri sikap dan perilaku kerja prestatif:

a. memiliki mimpi dan berpikir ke depan,

b. memiliki hasrat yang kuat untuk maju,

c. memiliki semangat juang yagn tinggi,

d. berubah dan berkembang,

e. memiliki target dan tujuan (goal),

f. mau belajar dari masalah untuk diambil sisi positifnya sebagai pengalaman,

g. tidak cepat puas diri dan perfeksionis,

h. memiliki kreativitas,

i. memiliki tolok ukur dalam mengevaluasi kinerjanya (barometer),

j. tekun dan ulet,

k. memiliki keberanian (tidak takut gagal), dan

l. tidak mudah terpengaruh dan dipengaruhi.

Bab 3 (Hal 73 sd 575)

a. Pilihan ganda

1. a 6. a 11. d

2. c 7. c 12. a

3. b 8. b 13. b

4. d 9. a 14. a

5. c 10. b 15. c

b. Isian

1. Pengertian masalah menurut Djarwanto (1989):

a. Masalah adalah suatu hambatan dalam pencapaian tujuan.

b. Masalah adalah suatu keadaan yang membuat kita ragu-ragu, bingung, cemas,

untuk memutuskannya.

c. Masalah adalah kesenjangan antara sesuatu yang diinginkan dengan kenyataan.

d. Masalah adalah tindakan penyimpangan dari norma atau aturan yang berlaku.

e. Masalah adalah kesulitan yang menggerakkan orang untuk memecahkannya.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam teknik pemecahan masalah:

a. Kemampuan mengatasi rasa takut

Penyebab kegagalan seseorang dalam berwirausaha adalah besarnya rasa takut yang

kemudian mengubur semua kemampuan kreativitas dan pengetahuannya sehingga

tidak mau atau malas untuk mencoba menjadi wirausaha.

Page 9: Kunci Jawaban Kewirus X

b. Kemampuan berpikir kreatif

Kreativitas memunculkan berbagai penemuan.

3. Jenis-jenis rasa takut ketika mulai berwirausaha:

a. Takut ditertawakan orang.

b. Takut rugi.

c. Takut bangkrut atau jatuh miskin.

d. Takut kelelahan.

e. Takut stres.

f. Takut terlihat bodoh.

g. Takut mencoba.

4. Cara mengalahkan rasa takut dalam memecahkan masalah:

a. Ketakutan itu hanya persepsi saja.

b. Pelajari dari segala hal sehingga ketakutan berkurang.

c. Ketakutan terkadang mengada-ada saja, hal ini dikarenakan gelapnya pikiran, tidak

tahu harus berbuat apa.

d. Masuklah kedalam rasa takut itu.

e. Ketakutan itu ada karena tekanan mental dan psikologis akan kesempurnaan.

f. Persiapan yang semakin baik akan membuat rasa takut berkurang.

g. Buatlah rasa takut itu sekecil mungkin atau nyaris tidak ada artinya.

h. Mulailah dari yang bisa Anda kerjakan.

5. Perbedaan antara masalah dan bukan masalah:

Masalah Bukan Masalah

Keterkaitan

dengan usaha/kegiatan dan

persoalan saat itu

Tidak

berkaitan langsung

Manfaat

Belum ada

(saat itu)

Apakah

sudah dialami sebelumnya?

Bisa sudah

dan bisa juga belum pernah

dialami

Hasrat

untuk menyelesaikan segera

Belum

tentu ada

6. Jenis-jenis masalah dalam sebuah usaha:

a. Masalah yang bersifat terkendali, adalah masalah yang timbul karena suatu hal

akibat kesalahan faktor manusia, kerusakan alat, atau kejadian diluar kendali sistem

tetapi masih dapat dikendalikan.

b. Masalah kritis, adalah masalah yang harus segera diselesaikan sesegera mungkin

karena memengaruhi kelancaran dari kegiatan lainnya.

c. Masalah yang bersifat tidak terkendali, adalah masalah yang bersifat tiba-tiba.

7. Macam-macam cara mencari dan menemukan alternatif pemecahan masalah:

a. Merumuskan masalah dengan melihat faktor penyebabnya.

b. Pengumpulan data riil (nyata) dan fakta-fakta yang ada terlebuh dahulu.

c. Membuat kerangka keputusan terlebih dahulu beserta solusinya.

Page 10: Kunci Jawaban Kewirus X

d. Mengadakan riset, baik itu dalam bentuk audit (pemeriksaan) data atau

penelusuran di lapangan.

8. Tiga jenis alternatif pemecahan masalah:

a. Pemecahan masalah tunggal

b. Pemecahan masalah simultan tunggal (berurutan)

c. Pemecahan masalah kompleks

9. Kunci sukses pemecahan masalah:

a. Bersikap tenang. Tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam

memecahkan masalah.

b. Berpikir positif. Semua yang diawali dengan positif (baik) akan menghasilkan

sesuatu yang positif.

c. Berpikir detail dan imajinasikan dampaknya secara global (luas), agar bisa

diketahui hal-hal yang akan terjadi di luar kendali.

d. Melakukan uji riset di lapangan bila diperlukan.

e. Berpikir kreatif dalam memecahkan masalah.

f. Berorientasi inovatif dalam mengambil langkah-langkah pemecahan masalah untuk

membuat terobosan yang kreatif sehingga masalah dapat dirubah menjadi peluang,

gagasan, ide, dan keunggulan.

g. Memperluas informasi, pengetahuan dan wawasan yang berhubungan dengan

analisis masalah tersebut sebelum mengambil keputusan.

h. Mengusahakan bertanya pada orang yang berpengalaman dalam bisnis atau

masalah tersebut. Gali pengetahuannya sebanyak mungkin.

i. Mencari dan merekrut orang-orang yang kompeten untuk membantu dalam proses

pemecahan masalah.

j. Hindari rasa malu bila terjadi masalah karena itu hal yang wajar.

k. Percaya diri dan keyakinan diri yang kuat sebagai kunci sukses terakhir.

10. Cara mengidentifikasi masalah dan faktor penyebabnya:

a. Pelajari terlebih dahulu apakah jenis masalah itu bersifat kritis, terkendali, atau

tidak terkendali.

b. Pelajari apa dampak dari masalah tersebut, berskala besar atau kecil, bersifat biasa

atau luar biasa, lalu mulailah buat alur dari dampaknya.

c. Telusuri masalah dari awal sampai akhir hingga faktor-faktor penyebabnya.

d. Uraikan satu per satu faktor penyebabnya dan mulailah menghubungkan

keterkaitan dari masing-masing faktor.

e. Temukan faktor-faktor penyebabnya hingga bila diselesaikan akan berdampak

bagaimana? Baik atau belum cukup baik?

Bab 4 (Hal 94 sd 96)

a. Pilihan ganda

1. d 6. b 11. a 16. a

2. b 7. e 12. a 17. a

3. a 8. d 13. a 18. c

4. d 9. c 14. c 19. b

Page 11: Kunci Jawaban Kewirus X

5. a 10. b 15. a 20. a

No. 2. b. faktor kewirausahaan diganti dengan b. prinsip kewirausahaan

b. Isian

1. Hal yang mendorong terjadinya inovasi:

a. Perbedaan (gap) antara permintaan (demand) dengan penawaran (supply)

Di suatu negara yang mempunyai bidaya tertentu, bila penawaran barang/produk tidak

sesuai dengan kondisi permintaan yang ada, maka dapat memunculkan sebuah inovasi.

b. Penciptaan permintaan karena adanya kecenderungan (tren)

Adanya kecenderungan pola hidup masyarakat di Indonesia yang menyukai produk

instan memunculkan produk-produk lain yang mengikuti tren tersebut.

c. Perubahan (change)

Setiap perubahan pasti diikuti oleh sang inovator untuk memanfaatkan perubahan.

d. Masalah yang belum terpecahkan dalam jangka waktu yang lama

Terkadang masalah yang diselesaikan dengan cara pemecahan masalah kreatif belum

tentu bisa memecahkan masalah secara tuntas dalam jangka waktu yang lama atau

dapat menghilangkan masalah.

e. Inovasi yang ditujukan untuk mengganti inovasi produknya sendiri

Hampir sebagian besar industri berteknologi tinggi menggunakan prinsip ini agar

produknya bisa digantikan dengan produk yang baru diluncurkan sehingga masih tetap

bisa menjadi pemimpin pasar.

2. Prinsip-prinsip kewirausahaan:

a. Ada tujuan dan mimpi (arah yag jelas) sebagai visi dan misi.

b. Ada unsur spirit, semangat dan gairah sebagai sumber emosi.

c. Ada unsur manajerial dalam melaksanakannya baik mengelola risiko, memecahkan

masalah, atau mengoperasikan usaha.

d. Ada unsur kendali (control) terhadap kualitas, keuangan, proses, dan distribusi.

e. Ada unsir kreativitas dan inovasi.

f. Ada unsur pola pikir yang jauh kedepan.

g. Ada unsur komitmen terhadap terhadap tujuan awal sehingga ada kemauan untuk tidak

mudah menyerah pada masalah yang sedang terjadi.

h. Ada unsur improvisasi (perbaikan) dalam prosesnya.

i. Ada perencanaan konsep, strategi, taktik, program seperti peremcanaan bisnis dan

perencanaan kegiatan sehari-hari.

3. Faktor-faktor pengebab kegagalan seseorang memotivasi diri untuk mencapai

puncak karir, baik itu berwirausaha ataupun bekerja:

1) Tidak punya mimpi.

2) Tidak punya prinsip hidup.

3) Tidak punya visi/tujuan.

4) Tidak mengenali dirinya sendiri.

5) Minder bila orang lain tahu bahwa ia menjadi wirausaha.

6) Tidak mau berubah.

7) Selalu terkenang kejayaan masa lalu yang sudah menjadi cerita.

Page 12: Kunci Jawaban Kewirus X

8) Sudah memutuskan tetapi tidak berkomitmen.

9) Pikiran negatif, pasti tidak memiliki semangat.

10) Lamban bergerak.

11) Malas dan ingin tahu beres.

12) Egois.

13) Tidak tahu dimana tingkat kebutuhannya saat ini.

4. Faktor munculnya semangat kewirausahaan:

a. Keinginan meniru figur yang sukses.

b. Rasa suka terhadap tantangan.

c. Keinginan untuk tetap bertahan hidup.

d. Keinginan untuk memperbaiki taraf hidup yang lebih baik lagi.

e. Kegagalan yang dialami dalam meniti karir pekerjaa.

f. Adanya cita-cita untuk menjadi pengusaha.

5. Aspek pemikiran yang efektif:

a. Kualitas yang baik (quality).

b. Waktu yang tepat (time).

c. Biaya yang optimal (cost).

d. Sistem yang benar.

e. Metode kerja sesuai dengan standar mutu yang telah diterapkan SOP (standard

operating procedure).

f. Alat yang digunakan benar dan tepat.

6. Faktor-faktor pendukung untuk tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan

inovatif menurut James Brian Quinn (1955):

a. Inovasi harus berorientasi pasar.

b. Inovasi harus mampu meningkatkan nilai tambah perusahaan.

c. Terdapat unsur efisiensi dan efektivitas dalam satu inovasi.

d. Inovasi harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

e. Inovasi harus bisa ditingkatkan lagi.

7. Jenis-jenis inovasi yang sering digunakan oleh wirausahawan yang cerdas dalam

bisnisnya:

a. Inovasi produk.

b. Inovasi pemasaran.

c. Inovasi proses.

d. Inovasi teknik.

e. Inovasi administrasi.

8. Cara membangkitkan kemampuan efektif dalam diri seseorang:

1) Mulai berimajinasi.

2) Berpikir berbeda dari orang lain atau berlawanan

3) Belajar berpikir optimis, bukan pesimis dalam menghadapi masalah yang belum bisa

terjawab.

4) Selalu membuat konsep.

5) Berpikir, melihat, memvisualisasikan hal dari segala aspek.

6) Berpikir lebih detail.

Page 13: Kunci Jawaban Kewirus X

7) Melihat suatu produk, hal atau gambar lebih lama dari biasanya.

8) Amati perubahan-perubahan yang terjadi.

9) Gabungkan otak pikiran Anda yang terdiri dari pengetahuan, pengalaman, informasi-

informasi yang baru dan kejadian-kejadian yang dialami untuk dibuat dan diolah

menjadi alat dalam memecahkan masalah yang belum terjadi.

10) Selalu berpikir bahwa barang, perubahan, produk atau hal yang Anda lihat itu belum

sempurna.

9. Perbedaan konsep efisiensi dengan efektivitas:

Efisien berorientasi pada hasil yang telah dicapai, dilakukan dan diwujudkan dari

perencanaan dan pengelolaan yang optimal dengan mengutamakan alat, biaya yang lebih

rendah/sesuai rencana, dan waktu yang digunakan lebih tepat, sedangkan efektivitas

berorientasi pada penggabungan aspek kualitas yang baik, waktu yang tepat, biaya yang

optimal, sistem kerja yang benar, metode yang sesuai dengan standar mutu yang telah

diterapkan, serta alat yang digunakan benar dan tepat.

10. Prinsip kerja yang efektif:

a. Ketepatan (accuracy)

Tepat waktu, sasaran, kualitas, dan biaya yang direncanakan atau dianggarkan.

b. Kecepatan (speed)

Cepat dalam proses pengerjaannya dan waktu yang digunakan dalam

menyelesaikannya.

c. Hemat (efficiency)

Hemat dalam biaya.

d. Keselamatan (safety)

Bekerja, menghadapi atau menyelesaikan masalah tanpa menciptakan masalah baru

(menjaga keselamatan).

Bab 5 (Hal 104 sd 106)

a. Pilihan ganda

1. a 6. e 11. e

2. a 7. b 12. d

3. e 8. a 13. a

4. b 9. a 14. b

5. d 10. a 15. d

No. 5 d. berkeinginan keras diganti menjadi d. tekun dan ulet dalam bekerja

b. Isian

1. Pengertian komitmen:

Perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.

2. Pentingnya komitmen dalam berwirausaha:

a. Meningkatkan kesuksesan usaha.

b. Meningkatkan kepercayaan pelanggan.

c. Meningkatkan semangat kerja wirausaha maupun karyawannya.

Page 14: Kunci Jawaban Kewirus X

d. Mendapatkan hasil usaha yang maksimal dengan sumber daya yang minimal.

e. Dapat menggunakan sumber daya yang ada seefisien mungkin.

3. Komitmen terhadap diri sendiri dalam berwirausaha:

a. Komitmen untuk mewujudkan cita-cita atau mimpi.

b. Komitmen untuk keluar dari kemiskinan.

c. Komitmen untuk hidup lebih baik.

d. Komitmen untuk tidak mau menjadi orang biasa-biasa saja.

e. Komitmen untuk bisa menafkahi orang lain.

f. Komitmen untuk maju, hidup makmur, dan kaya.

4. Faktor-faktor yang menunjukkan bahwa seseorang berkomitmen tinggi terhadap

pekerjaannya:

a. Mempunyai dedikasi tinggi.

b. Mencintai pekerjaannya.

c. Selalu memegang janji.

d. Berorientasi pada mutu hasil kerja.

e. Mengendalikan diri.

f. Tekun dan ulet dalam bekerja.

g. Keyakinan diri dan kedisiplinan.

5. Maksud orientasi pada mutu hasil kerja sebagai salah satu faktor yang menunjukkan

komitmen tinggi:

6. Seorang wirausaha harus mencintai pekerjaannya:

Dengan menjaga mutu hasil kerja, tentu kolega dan pelanggan akan merasa puas dan

selalu setia menggunakan produk barang dan/atau jasa Anda.

7. Maksud komitmen kepada orang yang mempercayai:

Banyak bisnis yang gagal sebelum mencapai usia tiga tahun. Hal ini disebabkan tidak

adanya komitmen terhadap orang yang telah percaya, mengikuti dan bergabung di dalam

unit bisnisnya.

8. Lima komitmen dalam berwirausaha:

1) Komitmen terhadap diri sendiri (individual commitment)

2) Komitmen pada keluarga (family commitment)

3) Komitmen pada keluarga (business commitment)

4) Komitmen kepada orang yang mempercayai (trust building commitment)

5) Komitmen kepasa konsumen (commitment to customers)

9. Komitmen terhadap konsumen:

Komitmen kepada konsumen adalah komitmen terhadap mutu produk. Tanpa komitmen ini,

bisnis sulit berkembang dan mungkin akan terus merugi, karena yang menghidupi bisnis

Anda adalah pelanggan (customer).

10. Empat contoh perwujudan komitmen perusahaan terhadap aspek sosial masyarakat:

a. ikut mendukung program-program yang dibuat masyarakat sekitar,

b. ikut menjaga kebersihan,

c. ikut berpartisipasi dalam program pengentasan kemiskinan atau pengurangan tingkat

pengangguran bagi masyarakat sekitar,

d. menyukseskan program RT/RW/kelurahan/kecamatan dalam acara-acara memperingati

hari besar.

Page 15: Kunci Jawaban Kewirus X

Bab 6 (Hal 116 sd 118)

a. Pilihan ganda

1. a 6. d 11. b

2. a 7. a 12. c

3. c 8. a 13. d

4. d 9. c 14. b

5. b 10. c 15. c

b. Isian

1. Perbedaan antara risiko dengan ketidakpastian:

Risiko dapat bersifat pasti maupun tidak pasti yang bisa dikalkulasi secara kuantitatif,

sedangkan ketidakpastian tidak bisa diduga sebelumnya.

2. Empat tipe orang dalam menghadapi risiko:

1) Risk avoider, adalah orang yang tidak senang menghadapi risiko, bahkan cenderung

menghindari risiko.

2) Risk calculator, adalah orang yang berani mengambil keputusan bila risiko atau

dampaknya bisa dikalkulasikan (dihitung berapa tingkat kerugiannya).

3) Risk taker, adalah orang yang berani namun spekulatif dalam mengambil keputusan

dengan mengukur risiko secara intuitif saja.

4) Risk manager, adalah orang yang berani dan mampu mengambil keputusan berdasarkan

perhitungan tingkat risiko dan ketidakpastian dengan mengandalkan intuisinya untuk

memperoleh keuntungan bisnis.

3. Klasifikasi risiko berdasarkan dampaknya:

a. Risiko sistematik, adalah risiko yang mempunyai dampak lebih kompleks dibanding

risiko murni dan risiko spekulatif.

b. Risiko spesifik, adalah risiko yang memiliki dampak khusus dan tidak dapat dihindari

tetapi bisa diminimalisir tingkat risikonya.

4. Lima jenis risiko dalam usaha:

1) Risiko perusahaan, adalah risiko yang terjadi pada usaha yang akan berdampak pada

kelangsungan hidup atau saham perusahaan.

2) Risiko keuangan, adalah risiko yang berdampak kerugian pada aspek keuangan

perusahaan.

3) Risiko likuiditas (ketersediaan uang tunai), terjadi ketika ada tagihan macet dari

pelanggan yang menyebabkan permasalahan dalam ketersediaan uang tunai

(likuiditas) perusahaan.

4) Risiko permodalan, adalah risiko yang terjadi karena kerugian penjualan, likuiditas, dan

keuangan yang membuat modal usaha mengalami penurunan yang signifikan (rugi

besar).

5) Risiko pasar, yaitu risiko yang terjadi akibat persaingan usaha, perubahan pola

persaingan, daya hidup pelanggan, maupun munculnya pesaing baru yang potensial di

pasar produk Anda.

5. Lima faktor penyebab timbulnya risiko usaha:

Page 16: Kunci Jawaban Kewirus X

Perubahan; kesalahan strategi dan perencanaan; keputusan yang tidak tepat sehingga

menimbulkan kejadian di luar rencana; persiapan yang kurang matang; serta kelengahan

pribadi atau penanggung jawab.

6. Cara mengatasi dan memperkecil risiko usaha:

1) Gunakan pengetahuan untuk mengetahui dampak atau risiko yang akan terjadi.

2) Manfaatkan pengalaman yang dimiliki.

3) Berpkir kreatif dan inovatif dan yakinlah bahwa segala sesuatu pasti ada

penyelesaiannya.

4) Asuransikan apa yang perlu diasuransikan.

5) Bekerja dan berpikir prestatif.

6) Keahlian menganalisis, menelaah, menilai, dan menguraikan sebab akibat serta

keyakinan diri untuk mengambil risiko.

7) Mengubah keadaan yang bisa menimbulkan risiko menjadi keadaan yang lebih baik dan

berisiko kecil.

8) Proaktif dan antisipatif.

7. Empat cara mengidentifikasi risiko usaha:

6) Metode analisa dari pengalaman dan sejarah, gunakan informasi dan data yang ada

untuk menganalisis risiko yag akan terjadi di kemudian hari.

7) Metode pengamatan dan survei. Dengan melakukan pengamatan dan survei, akan

diperoleh informasi tentang hal yang diinginkan.

8) Metode acuan, sering digunakan dalam menemukan kelemahan, peluang, hambatan,

kekuatan dan ancaman sehingga wirausaha tahu apakah produk, strategi dan mutunya

telah sesuai dengan pasar.

9) Metode dari para pakar atau pendapat ahli. Kita dapat mengidentifikasi risiko dan hal-

hal yang mungkin terjadi dengan bertanya pada pendapat ahli bila mengambil

keputusan tertentu.

8. Prosedur menganalisis risiko usaha:

1) Tentukan tujuan dan sasaran (visi dan misi) Anda ketika menghadapi suatu

permasalahan.

2) Carilah kemungkinan adanya alternatif lain dari risiko yang akan terjadi.

3) Pilih, rencanakan,dan tentukan langkah selanjutnya.

4) Perkirakan risiko lain yang bisa muncul berdasarkan tabel perbandingan sebab akibat.

5) Kumpulkan semua informasi yang bisa diperoleh sebagai bahan pertimbangan.

6) Tanyakan terlebih dahulu kepada pakar atau ahli tentang hal ini sebelum mengambil

keputusan.

7) Putuskan dan yakinlah bahwa Anda telah menyusun rencana Anda dengan sangat baik.

9. Risiko keuangan dan contohnya:

Risiko keuangan adalah risiko yang berdampak kerugian pada aspek keuangan

perusahaan. Contohnya risiko selisih kurs mata uang.

10. Risiko spekulatif dan contohnya:

Risiko spekulatif adalah risiko yang diambil secara sengaja atau sadar oleh seorang

wirausaha dan memiliki dua kemungkinan hasil, yaitu keuntungan atau kerugian.

Contohnya membeli barang dengan menggunakan mata uang asing.

Page 17: Kunci Jawaban Kewirus X

Bab 7 (Hal 132 sd 134)

a. Pilihan ganda

1. b 6. c 11. c

2. e 7. c 12. b

3. a 8. a 13. c

4. d 9. e 14. a

5. b 10. c 15. c

b. Isian

1. Jenis-jenis keputusan:

a. Keputusan untuk menyelesaikan masalah (problem solving decision)

Pengambilan keputusan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

b. Keputusan berdasarkan intuisi (intuitive decision)

Keputusan ini diambil berdasarkan perasaan atau intuisi seseorang, biasanya

dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.

c. Keputusan kreatif (creative decision)

Apabila suatu masalah sering terjadi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam

kegiatan bisnis, perlu diambil sebuah keputusan yang bersifat tuntas, kreatif dan

inovatif sehingga permasalahan tersebut tidak terjadi lagi.

d. Keputusan untuk mengatasi konflik (conflict decision)

Keputusan ini diambil dengan tujuan agar konflik yang timbul tidak berujung pada

pertikaian dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi usaha maupun tim.

e. Keputusan yang diambil berdasarkan alasan yang strategis (strategic decision)

Keputusan yang bersifat strategis bertujuan agar suatu usaha bisa menyelesaikan dan

mengatasi konflik yang timbul kapanpun.

f. Tidak ada keputusan atau keputusan diam (silent decision)

Dengan tidak mengambil langkah atau tindakan apapun dan justru memilih diam.

2. Ciri-ciri intuitive decision:

a. Ada tujuan yang bersifat majinatif intuitif karena ia mengambil keputusan yang bersifat

visioner.

b. Ada alasan personal dari orang yang mengambil keputusan tersebut.

c. Bersifat antisipatif dan proaktif.

d. Mengandung unsur strategic decision.

3. Waktu yang tepat untuk mengambil keputusan diam (silent decision):

Ketika menurut Anda tidak ada gunanya menghadapi konflik tersebut.

4. Latar belakang sebuah pengambilan keputusan:

1) Keputusan diambil untuk memenuhi harapan yang diinginkan.

2) Keputusan tersebut merupakan alternative yang lebih baik daripada tidak mengambil

keputusan.

3) Sudah mengetahui apa yang mungkin akan terjadi selanjutnya sehingga ia merasa

bahwa keputusan yang diambil tidak begitu berisiko bagi usaha maupun dirinya.

4) Sudah direncanakan sebelumnya.

5) Untuk menumbuhkan semangat baru (motivasi).

Page 18: Kunci Jawaban Kewirus X

5. Tahapan proses pengambilan keputusan:

1) Mengetahui motif.

2) Mengetahui tujuan (visi dan misi).

3) Menganalisis untuk mencari penyebab masalah.

4) Menganalisis risiko yang ada.

5) Mencari alternatif pemecahan masalah yang bisa diambil.

6) Melakukan trial and research atau uji coba riset.

7) Mendapatkan feedback atau input dari riset dan uji coba.

8) Merumuskan masalah dan mengambil kesimpulan.

9) Mendapatkan keputusan akhir.

10) Mengomunikasikan keputusan.

6. Diagram proses pengambilan keputusan:

7. Jenis media komunikasi:

a. Media verbal, contohnya lisan secara langsung (tatap muka) dan berbicara secara tidak

langsung (via telepon).

b. Media tulisan (surat, e-mail, sms, telegram, dan faksimile).

c. Media audio-video (televisi dan radio).

d. Media gambar atau desain secara visual (billboard dan brosur).

e. Media kemasan produk (label dan leaflet).

f. Media nonverbal (isyarat, gerak tubuh, dan mimik wajah).

g. Media online (website, blog, facebook dan, twitter).

8. Manfaat menganalisis masalah:

a. Dapat mengambil tindakan manajemen yang tepat.

b. Untuk membuat rekomendasi.

c. Informasi yang diperoleh lebih akurat.

d. Mengurangi risiko akibat dilakukannya keputusan yang berkali-kali (double decision).

e. Menjawab hal yang bersifat intuitif atau keputusan yang bersifat emosional.

9. Kerangka dan tahapan pemecahan masalah dengan menggunakan analisis SWOT:

Feed Back

Penetapan tujuan atau visi dan misi

Motif dan latar

belakang keputusan

Alternatif pemecahan

masalah:1. Alternatif 12. Alternatif 23. Alternatif 3

Riset dan trial lapangan

Alternatif keputusan:1. _____2. _____3. _____

Keputusan akhir

Komunikasi ke pihak terkait

Input Analisa sebab dan akibat

Perbaikan

Monitoring hasil keputusan

Isu, proble

m konflik

Masuknya pesaing

baru dengan produk

yang sama

POSISI 3Kekuatan

untuk bersaing langsung

Kekuatan perusahaan untuk bertahan dengan keunggulan yang ada

Page 19: Kunci Jawaban Kewirus X

10. Dua faktor yang harus dipertimbangkan ketika memasuki sebuah industri:

1) Faktor internal perusahaan, yaitu pemasok (supplier) dan konsumen (pasarnya).

2) Faktor eksternal perusahaan, yaitu munculnya produk pesaing baru sebagai ancaman

bisnis, dan masuknya produk pengganti (substitutive product) yang bisa menggantikan

produk.

Bab 8 (Hal 144 sd 146)

a. Pilihan ganda

1. c 6. e 11. b

2. c 7. a 12. b

3. b 8. a 13. a

4. c 9. b 14. e

5. c 10. e 15. a

b. Isian

1. Perbedaan manajemen dan kepemimpinan:

Manajemen merupakan proses pencapaian tujuan organisasi melalui usaha orang lain,

sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan (seni dan ilmu) dari orang yang berusaha

untuk memengaruhi perilaku.

2. Lima hal yang memengaruhi keberhasilan kepemimpinan dalam sebuah organisasi:

1) Mempunyai kecerdasan

Pada umumnya kecerdasan emosi (EQ) maupun intelektual (IQ) seorang pemimpin

lebih tinggi dari orang yang dipimpinnya, namun dalam rentang yang tidak terlalu

besar.

2) Hubungan dengan orang lain (interpersonal)

KEKUATAN

PEMASOK (SUPPLIE

R)

PRODUKSI PEMASARAN DISTRIBUSI KEKUATAN PEMBELI

(KONSUMEN)

Masuknya produk

pengganti

POSISI 4

POSISI 1POSISI 2

ALIRAN BISNIS DALAM INDUSTRI

IN

IN

persaingan

Tawar pembelian

Suplai penjualan

Tawar-menawar

Suplai

Kekuatan industri untuk menolak mengganti produk

Kekuatan untuk bersaing

Page 20: Kunci Jawaban Kewirus X

Kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain sangat penting bagi seorang

pemimpin dalam tujuannya untuk mengarahkan, membimbing, dan memengaruhi

orang lain agar tujuan organisasi bisa tercapai.

3) Kedewasaan

Kepribadian yang bijaksana, tidak emosional, berpikir positif, matang dan bisa menjadi

figur adalah modal penting dari seorang pemimpin untuk mencapai tujuannya.

4) Memotivasi orang lain

Tanpa kemampuan untuk menciptakan semangat kerja yang tinggi, gairah dan

motivasi bagi orang lain, seorang pemimpin akan sulit mencapai tujuannya.

5) Memotivasi diri sendiri

Kemampuan memotivasi diri sendiri sangat penting sebelum memotivasi orang lain.

3. Maksud seorang pemimpin harus bisa memotivasi dirinya sendiri:

Agar ia memiliki sikap pantang menyerah dan ulet.

4. Jenis-jenis modal yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha dalam memulai bisnisnya:

a. Ide

b. Pengalalaman

c. Jaringan

d. Kreativitas

e. Informasi

5. Cara mewujudkan kesuksesan berwirausaha melalui sikap pantang menyerah:

a. Memiliki prinsip hidup.

b. Memiliku keuletan.

c. Menyatakan cita-cita dalam tulisan yang ditempelkan pada tempat yang sering dilihat

setiap hari agar selalu termotivasi.

d. Mengubah persepsi kegagalan, karena kegagalan itu adalah bagian dari sebuah

permainan.

e. Merencanakan risiko dari kegagalan usaha.

f. Melatih diri untuk mengalahkan rasa takut dan kegagalan.

g. Melatih mental rasa malu.

6. Sikap pantang menyerah merupakan modal terpenting dalam memulai bisnis:

Jawaban siswa

7. Memiliki jaringan merupakan salah satu modal terpenting dalam memulai bisnis:

Pengalamana pemasaran dan penjualan sering menjadi titik awal menjadi wirausaha

karena ia punya data konsumen sebagai modal utama dengan memanfaatkan jaringannya

8. Cara merencanakan risiko kegagalan dari usaha:

Usahakan risiko yang mungkin timbul tidak terlalu besar nilainya sehingga Anda masih

punya cadangan dana untuk memulai usaha kembali.

9. Cara memanfaatkan kreativitas agar bisa menjadi modal usaha:

Carilah ide dan inspirasi untuk dibuat proposal tentang menumbuhkan, mengembangkan,

dan memasarkan produk. Kemudian Anda bisa meminta sistem bagi hasil, margin (selisih)

keuntungan atau sedikit saham sebagai imbalannya.

10. Pengalaman yang bisa dijadikan sebagai modal usaha:

Jawaban siswa

Page 21: Kunci Jawaban Kewirus X

Bab 9 (Hal 156 sd 158)

a. Pilihan ganda

1. c 6. d 11. a

2. b 7. c 12. b

3. c 8. a 13. b

4. d 9. b 14. e

5. c 10. b 15. d

b. Isian

1. Ragam jenis dan makna konflik:

a. Konflik dalam hati dan pikiran atas proses pengambilan keputusan, terutama ketika

tersedia beberapa alternatif dan harus memilih salah satu yang terbaik dengan risiko

minimal.

b. Konflik dengan pihak lain yang harus segera diselesaikan agar masalah tidak berlarut-

larut dan merugikan.

c. Konflik terhadap sebuah keputusan dari sebuah alternatif.

2. Munculnya sebuah konflik disebabkan oleh berbagai sumber dan faktor penyebab:

a. Perbedaan persepsi. Perbedaan pola pandang tentang suatu hal dapat menimbulkan

konflik jika setiap orang bersikukuh dengan persepsi masing-masing.

b. Ketidakharmonisan pemikiran. Keselarasan dan ketidakharmonisan pemikiran dapat

memunculkan sebuah konflik karena berbeda visi dan misi namun sama-sama ingin

menonjolkan ego masing-masing.

c. Egoisme. Semakin egois atau semakin tinggi tingkat ke-aku-an seseorang, semakin

mudah pula memunculkan konflik dengan orang lain.

d. Persaingan. Keinginan untuk lebih dari orang lain, baik berupa kekuasaan, prestasi atau

popularitas akan selalu menimbulkan persaingan yang juga akan memunculkan konflik

bila tidak disiasati dengan baik.

e. Situasi dan kondisi yang mendukung konflik. Situasi dan kondisi dapat menciptakan

konflik bila telah memengaruhi.

f. Perilaku seseorang. Perilaku yang dapat menimbulkan konflik biasanya adalah perilaku

yang menyinggung perasaan seseorang atau tidak tunduk pada aturan yang telah

disepakati sebelumnya.

g. Kurang komunikasi satu dengan yang lainnya.

h. Diskriminasi, dapat menimbulkan karena adanya perbedaan sikap dan perilaku

seseorang terhadap orang lain.

i. Kebencian, yang muncul sebelum terjadinya konflik akan menimbulkan konflik dalam

dan berujung pada pertikaian/

3. Terjadinya polaritas sebuah konflik:

Dalam situasi tertentu, konflik bisa terjadi karena tidak adanya harmonisasi persepsi dari

satu atau dua orang atau lebih hingga terbentuk polaritas. Bila polaritas menuju ke kutub

keselarasan, maka yang muncul satu sasaran dan persepsi yang berdampak positif bagi tim

dan lingkungan. Namun bila polaritas menunjukkan tidak harmonisnyasikap dan perilaku

Page 22: Kunci Jawaban Kewirus X

atas suatu kejadian yang tidak terselesaikan dengan baik, akan berujung pada suatu konflik

yang mengarah pada sebuah pertikaian.

4. Sumber munculnya sebuah konflik dan skemanya:

5. Tipe konflik berdasarkan faktor penyebabnya:

a. Konflik emosi atau perasaan (emotional conflict), adalah konflik yang terjadi karena

perasaan dan emosi seseorang pada kondisi atau saat-saat tertentu.

b. Konflik ide dan pemikiran (cognitive conflict), adalah konflik yang diakibatkan oleh

ketidaksamaan ide, konsep, pemikiran (kognitif) seseorang dengan orang lain dalam

satu tim kerja.

c. Konflik tujuan (goal conflict), terjadi pada saat semua hal dan aspek telah disepakati,

termasuk ide-ide pemikirannya, tetapi tujuannya belum sama dan seirama.

6. Tahapan pemicu terjadinya konflik dalam tim:

1) Tahap pembentukan tujuan atau visi-misi.

2) Tahap penyelesaian masalah.

3) Tahap proses pembentukan tim atau kelompok.

7. Lima jenis konflik berdasarkan tingkatannya:

1) Konflik individu atau pribadi

Konflik ini ditimbulkan oleh faktor-faktor individu sendiri seperti sikap, kepentingan,

perilaku, emosi, ide, pemikiran, dan tujuan serta tidak dipengaruhi oleh orang-orang

disekitarnya.

2) Konflik antarperorangan atau individu

Adalah konflik yang ditimbulkan oleh dua orang karena faktor perbedaan dari masing-

masing individu.

3) Konflik dalam kelompok

Adalah konflik yang terjadi antara individu-individu dalam suatu kelompok dan

jumlahnya bisa lebih dari dua orang.

4) Konflik antarkelompok

Konflik ini biasanya timbul karena tujuan dan keinginan yang menggebu-gebu untuk

segera mewujudkan cita-cita kelompok dan kelompok lain diharapkan tidak mampu

melakukan hal yang sama.

5) Konflik interorganisasi

Situasi dan

kondisi persainga

n

Sikap, egoisme, perilaku, persepsi

Sasaran, tujuan dan

keinginan

Konflik atau keharmonisa

n dan keseriusan

Sinergis Sinergis

Sinergis

Page 23: Kunci Jawaban Kewirus X

Konflik ini memiliki dampak yang lebih besar karena memiliki jumlah anggota yang juga

lebih banyak.

8. Tingkatan konflik:

a. Konflik individu atau pribadi

b. Konflik antarperorangan atau individu

c. Konflik dalam kelompok

d. Konflik antarkelompok

9. Cara-cara mengatasi konflik:

1) Tidak perlu menyelesaikan konflik karena menurut Anda tidak ada gunanya

menghadapi konflik tersebut.

2) Menaklukan pihak lawan dengan cara dan waktu yang tepat.

3) Berkomunikasi intensif dan selalu menjaga hubungan baik dengan pihak lawan.

4) Menciptakan komitmen dan kesepakatan demi kebaikan tim atau organisasi.

5) Menyelesaikan konflik secepatnya agar tugas dan kehormatan kelompok atau usaha

tidak terganggu.

10. Lima faktor yang memengaruhi pemecahan konflik:

1) Pengalaman masa kecil.

2) Pengalaman saat belajar di sekolah.

3) Pengetahuan tentang teknik pemecahan masalah.

4) Tingkat kecerdasan emosi (EQ) yang belum terbentuk dengan baik.

5) Tingkat kedewasaan seseorang.

6) Media yang sering dilihat.

7) Saran dari orang terdekat.

Bab 10 (Hal 171 sd 173)

a. Pilihan ganda

1. d 6. a 11. a

2. a 7. c 12. a

3. b 8. d 13. c

4. c 9. b 14. a

5. d 10. d 15. c

b. Isian

1. Setiap individu membutuhkan visi dan misi:

Untuk meraih tujuan dan keinginannya.

2. Visi:

Angan-angan atau imajinasi seseorang tentang usaha atau bisnis atau diri mereka

suatu saat nanti.

3. Lima sifat visi yang ideal:

1) Sederhana (simple), sehingga mudah dipahami, diimajinasikan, dan dibayangkan

besar, ukuran ataupun posisi perusahaan Anda.

Page 24: Kunci Jawaban Kewirus X

2) Terukur (measureable). Jika visi terukurtidak sesuai dengan kondisi atau terlalu

muluk, visi akan berubah menjadi fiksi, sebuah khayalan semu yang mustahil untuk

diwujudkan.

3) Terjangkau (beralasan). Jika visi terukur, sederhana tetapi tidak mungkin bisa

diwujudkan, visi tersebut tidak ideal.

4) Beralasan (reasonable). Visi juga mengandung unsur pokok, yaitu beralasan kuat

untuk mengembangkan bisnis di masa mendatang.

5) Ambisius. Jika visi tidak mengandung unsur yang bersifat ambisius, visi itu juga

akan kehilangan energi.

4. Misi:

Bagaimana cara Anda mewujudkan sebuah visi.

5. Unsur-unsur pokok yang ada dalam sebuah misi:

a. Kiat dan usaha untuk mewujudkan visi.

b. Nilai-nilai dasar organisasi yang dinyatakan dalam misi organisasi.

c. Segmen pasar dan pelanggan.

d. Pernyataan tentang produk atau jasa yang dimasuki (dijualnya).

e. Keyakinan yang kuat, asumsi-asumsi, dan budaya kerja dengan orientasi mutu.

f. Pernyataan strategis jangka panjang dan jangka pendek.

6. Langkah-langkah wirausaha untuk menyusun visi dan misinya:

1) Melakukan riset, baik ke industri atau pasar, lokasi dan organisasi itu sendiri

termasuk karyawan, manajer dan rekan bisnis.

2) Melakukan wawancara mengenai kebutuhan yang ada tetapi belum terpenuhi,

mengetahui keinginan dan harapan dari pasar untuk menentukan sebuah strategi.

3) Mengumpulkan data pasar.

4) Merumuskan susunan data dengan mencari tren (kecenderungan) dan unsur

pembedaannya (unik).

5) Merumuskan visi dan misi.

6) Mengomunikasikan ke anggota organisasi melalui seminar,workshop, presentasi

atau rapat.

7) Melakukan perbaikan visi dan misi berdasarkan saran dan kritik dari anggota

sehingga mereka merasa memiliki dan menyusun visi dan misi.

8) Memperhatikan aspek analisis SWOT dengan mengevaluasi dari sisi internal

rencana bisnis dan sisi eksternal perusahaan dan lingkungannya.

7. Peran kepemimpinan dan manajemen dalam merumuskan visi dan misi:

Seorang pemimpin merumuskan visi, misi, strategi dan nilai perusahaan atau bisnis;

sedangkan manajemen, yang dipimpin oleh manajer adalah individu, departemen,

kelompok, atau organisasi yang membuat perencanaa, program, taktik, kendali dan

anggaran untuk mewujudkan visi, misi, strategi, dan nilai perusahaan yang telah

ditetapkan oleh pimpinan.

8. Bagan mengenai peran kepemimpinan dan manajemen dalam merumuskan visi

dan misi:

Pemimpin (leader)

Page 25: Kunci Jawaban Kewirus X

9. Yang harus ditentukan lebih dulu antara visi dan misi:

Visi, sebab misi merupakan bagaimana cara mewujudkan visi.

10. Seorang wirausaha harus memiliki jiwa kepemimpinan:

Agar dapat memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan perusahaan.

Menciptakan

StrategiVisi - Misi Nilai perusahaan

perusahaanTujuan dan arah

perusahaan sebagai target usaha

Diimplementasikan oleh manajer dan

manajemen

Membuat dan mengendalikan

Perencanaan Program Pengendalian Anggaran

Terwujudnya visi – misi perusahaan sebagai

target kerja