Ktsp Sma 1 Sumbar

of 112 /112
KURIKULUM SMA NEGERI 1 PAYUNG SEKAKI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SOLOK Alamat Sekolah Jln. Raya Solok – Alahan Panjang Sirukam Km. 18 Kabupaten Solok

Embed Size (px)

Transcript of Ktsp Sma 1 Sumbar

Page 1: Ktsp Sma 1 Sumbar

KURIKULUM SMA NEGERI 1 PAYUNG SEKAKI

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

DINAS PENDIDIKAN

KABUPATEN SOLOKAlamat Sekolah Jln. Raya Solok – Alahan Panjang Sirukam Km. 18 Kabupaten Solok

Page 2: Ktsp Sma 1 Sumbar

L E M B A R A N P E M B E R L A K U A N

Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan dari komite SMA

Negeri 1 Payung Sekaki, maka dengan ini Dokumen KTSP SMA Negeri 1

Payung Sekaki ditetapkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran

2011/2012.

,

Ditetapkan di : SirukamPada Tanggal : Tanggal 18 Juni 2011

Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah,

Y. AMRIL MALIN BATUAH FIRDAUS, S.PdNIP. 19671231 199412 1 009

Mengetahui:Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Provinsi Sumatera Barat

Drs. BURHASMAN, MMPembina Utama Madya

NIP. 19590424 198403 1 006

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki i

Page 3: Ktsp Sma 1 Sumbar

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji Syukur kita ucapkan kehadirat ALLah SWT,

karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita dapat menyelesaikan

Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMA Negeri 1

Payung Sekaki Tahun Pelajaran 2011/2012.

Selama penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

ini,kami banyak mendapatkan bantuan serta bimbingan dari berbagai

pihak. Untuk itu pada kesempatan ini, izinkanlah kami untuk

menghaturkan terima kasih kepada :

1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera

Barat dan jajarannya, yang telah banyak memberikan masukan.

2. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok

dan jajarannya, yang telah banyak memberi bimbingan, petunjuk

dan dorongan.

3. Para Pengawas dan Fasilitator Dinas Pendidikan Pemuda dan

Olahraga Kabupaten Solok, yang telah banyak memberi masukan

untuk penyempurnaan KTSP ini.

4. Ketua Komite beserta anggota yang telah mendukung

terlaksananya KTSP ini.

5. Para Guru dan Tata Usaha SMA Negeri I Payung Sekaki, serta pihak

lain yang telah membantu terwujudnya KTSP ini.

6. Semua pihak yang tidak sempat disebut satu persatu, yang telah

memberi bantuan dalam penyelesaian KTSP ini.

Akhir kata kami bermohon kehadirat Allah SWT, semoga segala

bantuan yang diberikan merupakan amal saleh dan diberikan balasan

oleh Allah SWT amin.

Kami yakin sepenuhnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini

masih sangat jauh dari kesempurnaan. Karena itu, kami mengharapkan

kritik dan sarannya demi kesempurnaan isi dari KTSP ini.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki ii

Page 4: Ktsp Sma 1 Sumbar

Sirukam, 18 Juni 2011

Kepala

FIRDAUS, S.PdNIP. 19671231 199412 1 009

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki iii

Page 5: Ktsp Sma 1 Sumbar

DAFTAR ISI

L E M B A R A N P E N G E S A H A N.........................................................i

KATA PENGANTAR.....................................................................................ii

DAFTAR ISI...............................................................................................iii

DAFTAR TABEL..........................................................................................v

BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................1

1.1 RASIONAL.....................................................................................1

1.1.1 Latar Belakang.......................................................................1

1.1.2 Dasar Hukum.........................................................................2

1.2 Tujuan Pendidikan Menengah......................................................4

1.3 Visi Satuan Pendidikan:................................................................4

1.4 Misi Satuan Pendidikan................................................................5

1.5 Tujuan Satuan Pendidikan............................................................7

BAB 2 STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN..............................................................................................9

2.1 Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan.........................................9

2.2 Program Muatan Lokal...............................................................15

2.3 Kegiatan Pengembangan Diri....................................................23

2.4 Pendidikan Kecakapan Hidup.....................................................35

2.5 Pengaturan Beban Belajar..........................................................35

2.6 Ketuntasan Belajar....................................................................37

2.7 Kenaikan Kelas...........................................................................41

2.8 Kelulusan....................................................................................42

2.9 Penjurusan.................................................................................44

2.10 Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis

Keunggulan Lokal/Global.....................................................................47

BAB 3 KALENDER PENDIDIKAN.............................................................48

3.1 Pengaturan tentang Permulaan Tahun Pelajaran.......................48

3.2 Jumlah Minggu Efektif................................................................49

3.3 Liburan Sekolah..........................................................................50

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki iv

Page 6: Ktsp Sma 1 Sumbar

3.4 Kalender Sekolah.......................................................................52

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki v

Page 7: Ktsp Sma 1 Sumbar

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Struktur Kurikulum Kelas X......................................................11

Tabel 2. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII program IPA......................13

Tabel 3. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII program IPS......................14

Tabel 4. Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-Quran

Tingkat SMA Kelas X Semester 1............................................16

Tabel 5 Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-Quran

Tingkat SMA Kelas X Semester 2.............................................18

Tabel 6. Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-Quran

Tingkat SMA Kelas XI Semester 1..........................................19

Tabel 7 Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-Quran

Tingkat SMA Kelas XI Semester 2............................................20

Tabel 8 Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-Quran

Tingkat SMA Kelas XII Semester 1.........................................21

Tabel 9 Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan....................36

Tabel 10 Kriteria ketuntasan minimal Kelas X........................................38

Tabel 11 Kriteria ketuntasan minimal Program Ilmu Alam.....................39

Tabel 12 Kriteria ketuntasan minimal Program Ilmu Sosial...................40

Tabel 13 Minggu Efektif Semester 1 (satu) 2011...................................49

Tabel 14 Minggu Efektif Semester 2 (satu) 2011...................................49

Tabel 15 Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari,

yaitu:........................................................................................50

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki vi

Page 8: Ktsp Sma 1 Sumbar

BAB I PENDAHULUAN

A. RASIONAL

1. Latar Belakang

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan

dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi

Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang

mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk

menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional

pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi

lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan

prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar

penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan

tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam

mengembangkan kurikulum.

Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan

guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan

pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Negeri 1 Payung Sekaki

sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk

mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 7

Page 9: Ktsp Sma 1 Sumbar

Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program

pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan

peserta didik dengan mengutamakan pembelajaran yang inovatif, efektif

dan menyenangkan.

2. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal

1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2),

(3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37

ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun

2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah

Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat

(6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat

(1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3),

(4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal

16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat

(1), (2), (3); Pasal 20.

3. Standar Isi

Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi

untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis

pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar

dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi

Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari

setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI

ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 8

Page 10: Ktsp Sma 1 Sumbar

4. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar

Kompetensi Lulusan

SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup

sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang

ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006.

5. Permendiknas No. 24 Tahun 2006 dan No. 6 Tahun 2007

Ketentuan di dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2006 yang

mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (1,2,3,4,5). Ketentuan di

dalam Permendiknas No. 6 Tahun 2007 yang mengatur KTSP,

adalah Pasal 1

6. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar

Pengelolaan Pendidikan

Standar Pengelolaan Pendidikan mengatur pengelolaan

Pendidikan oleh satuan dasar dan menengah yang meliputi: 1)

Perencanaan Program, 2) Pelaksanaan Rencana Kerja, 3)

Pengawasan dan Evaluasi, 4) Kepemimpinan Sekolah, 5) Sistim

Informasi Manajemen dan 6) Penilaian Khusus ditetapkan dengan

Permendiknas No. 19 Tahun 2007

7. Permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang Standar

Penilaian Pendidikan

Pengaturan dan pengendalian mutu pendidikan diatur dalam

Permendiknas No. 20 Tahun 2007

8. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana

dan Prasarana

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 9

Page 11: Ktsp Sma 1 Sumbar

Standar Sarana dan Prasarana merupakan kriteria minimum dari

sarana dan prasarana yang ada di satuan pendidikan, ditetapkan

dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007.

9. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses

Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran, ditetapkan dalam Permendiknas No. 41 Tahun 2007

B. Visi Satuan Pendidikan:

Terwujudnya lulusan beriman, cerdas, mandiri dan kompetitif.

Indikator :

1. Terwujudnya perilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja

2. Terwujudnya pengembangan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya

3. Terwujudnya penunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya

4. Terwujudnya partisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial

5. Terwujudnya toleransi keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global

6. Terwujudnya pembangunan dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif

7. Terwujudnya kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan

8. Terwujudnya kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri

9. Terwujudnya sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik

10.Terwujudnya kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks

11.Terwujudnya kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 10

Page 12: Ktsp Sma 1 Sumbar

12. Terwujudnya pemanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab

13. Terwujudnya partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

14.Terwujudnya ekspresi diri melalui kegiatan seni dan budaya

15.Terwujudnya apresiasi karya seni dan budaya

16.Terwujudnya hasil karya kreatif, baik individual maupun kelompok

17.Terwujudnya penjagaan kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan

18.Terwujudnya komunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun

19.Terwujudnya pemahaman hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat

20.Terwujudnya sikap menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain

21.Terwujudnya keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis

22.Terwujudnya penunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris

23.Terwujudnya penguasaan pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi

C. Misi Satuan Pendidikan

1. Mewujudkan perilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja

2. Mewujudkan pengembangan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya

3. Mewujudkan penunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya

4. Mewujudkan partisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial

5. Mewujudkan toleransi keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global

6. Mewujudkan pembangunan dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 11

Page 13: Ktsp Sma 1 Sumbar

7. Mewujudkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan

8. Mewujudkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri

9. Mewujudkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik

10.Mewujudkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks

11.Mewujudkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial

12.Mewujudkan pemanfaatan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab

13.Mewujudkan partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

14.Mewujudkan ekspresi diri melalui kegiatan seni dan budaya

15.Mewujudkan apresiasi karya seni dan budaya

16.Mewujudkan hasil karya kreatif, baik individual maupun kelompok

17.Mewujudkan penjagaan kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan

18.Mewujudkan komunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun

19.Mewujudkan pemahaman hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat

20.Mewujudkan sikap menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain

21.Mewujudkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis

22.Mewujudkan penunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris

23.Mewujudkan penguasaan pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi

D. Tujuan Satuan Pendidikan

Tujuan SMA Negeri 1 Payung Sekaki Secara umum adalah

meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 12

Page 14: Ktsp Sma 1 Sumbar

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan

lebih lanjut.

1. Tujuan Jangka Pendek (1Tahun)

1) Siswa kelas XII tamat dan lulus 100 %

2) Rata-rata NEM Lulusan Minimal 7,00

3) 50 % lulusannya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi

negeri

4) Terlaksananya proses pembelajaran secara interaktif, efektif

dan efisien.

5) Siswa memiliki disiplin tinggi dalam belajar dan taat

beribadah

6) Meningkatnya profesionalisme guru dalam menjalankan

tugasnya

7) Terpilihnya siswa/siswi parskibraka untuk tingkat kabupaten

dan Propinsi.

8) Menjadi juara olimpiade sains, lomba mata pelajaran, olah

raga dan kesenian 3 mata pelajaran untuk tingkat kabupaten

dan 2 mata pelajaran untuk tingkat propinsi

9) Memiliki labor TIK yang dilengkapi dengan sarananya

10)Memiliki WC siswa yang representatif

11)Memiliki tempat parkir siswa yang representatif

12)Memiliki taman sekolah yang asri dan indah

13)Memiliki Mushala yang representatif

2. Tujuan Jangka Menengah ( 4 tahun)

1) 100 % siswa kelas XII tamat dan lulus tiap tahun pelajaran

2) Tercapainya rata-rata NEM lulusan minimal 8,00

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 13

Page 15: Ktsp Sma 1 Sumbar

3) 60 % lulusannya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi

negeri

4) Terlaksananya proses pembelajaran secara interaktif, efektif

dan efisien.

5) Siswa memiliki disiplin tinggi dalam belajar dan taat

beribadah.

6) Meningkatnya profesionalisme guru dalam menjalankan

tugasnya

7) Berhasilnya siswa sebagai juara dalam mengikuti

perlombaan mata pelajaran, olah raga, kesenian .

3. Tujuan Jangka Panjang

1) 100 % siswa kelas III tamat dan lulus tiap tahun pelajaran

2) Tercapainya rata-rata NEM lulusan minimal 8,5

3) 70 % lulusannya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi

negeri

4) Terlaksananya proses pembelajaran secara efektif dan

efisien.

5) Terlaksananya proses pembelajaran dengan dua bahasa

(Billingual) untuk seluruh kelas

6) Siswa memiliki disiplin tinggi dalam belajar dan taat

beribadah.

7) Meningkatnya profesionalisme guru dalam menjalankan

tugasnya

8) Terbentuknya tim bola volly dan sepak bola yang handal dan

juara di tingkat kabupaten dan Nasional.

9) Adanya ruang khusus komputer dan internet

10)Berhasilnya siswa sebagai juara dalam mengikuti

perlombaan, mata pelajaran, olah raga, kesenian dan LKIR.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 14

Page 16: Ktsp Sma 1 Sumbar

11)Tersedianya labor khusus untuk Fisika, Biologi, Kimia dan

Bahasa.

12)Tercapainya tujuan yang terkandung dalam visi sekolah

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 15

Page 17: Ktsp Sma 1 Sumbar

BAB II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT

SATUAN PENDIDIKAN

E. Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan

Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki meliputi

substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan

selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII. Struktur

kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar

kompetensi mata pelajaran.

Muatan Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki meliputi

sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai

dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan

oleh BSNP, muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah, kegiatan

pengembangan diri dan Pelajaran Tambahan.

1. Mata Pelajaran

Mata pelajaran yang diajarkan di SMAN 1 Payung Sekaki mulai

kelas X, XI dan XII ada sebanyak 17 mata pelajaran dengan rincian

sebagai berikut: 1) Pendidikan Agama Islam, 2) Pendidikan

Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, 3) Bahasa Inggris, 4) matematika,

5) Fisika, 6) Kimia, 7) Biologi, 8) Sosisologi, 9) sejarah, 10) ekonomi, 11)

geografi, 12) seni dan budaya, 13) Sastra Indonesia, 14) Pendidikan

Jasmani, olah raga dan kesehatan, 15) Teknologi Informasi dan

Komunikasi, 16) Bahasa Arab

Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana

yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat

antara peserta didik dan pendidik.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 16

Page 18: Ktsp Sma 1 Sumbar

Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik.

Guru sebagai fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar

secara aktif, baik fisik maupun mental. Selain itu, dalam pencapaian

setiap kompetensi pada masing-masing mata pelajaran diberikan secara

kontekstual dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari

berbagai aspek kehidupan.

Pengorganisasian kelas-kelas dibagi ke dalam dua kelompok,

yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh

peserta didik, dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang

terdiri atas tiga program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam, (2)

Program Ilmu Pengetahuan Sosial.

a. Kurikulum Kelas X

1) Kurikulum Kelas X terdiri atas :

a. 16 mata pelajaran,

b. muatan lokal,

c. pengembangan diri

d. dan Pelajaran Tambahan seperti tertera pada Tabel 1.

2) Jam pembelajaran untuk mata pelajaran Sejarah dan geografi

mengalami penambahan jam masing-masing 1 jam pelajaran.

Hal ini disebabkan sesuai dengan analisis pemetaan SK dan

KD mata pelajaran tersebut.

3) Alokasi Waktu untuk setiap mata pelajaran satu jam adalah

45 menit. Jam Pembelajaran untuk setiap mata pelajaran

seperti pada tabel 4.

3) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester)

adalah 34-38 minggu. Struktur kurikulum Kelas X disajikan

pada Tabel 1

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 17

Page 19: Ktsp Sma 1 Sumbar

Tabel 1 Struktur Kurikulum Kelas X

KomponenAlokasi Waktu

Semester 1 Semester 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama 2 2

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2

3. Bahasa Indonesia 4 4

4. Bahasa Inggris 4 4

5. Matematika 4 4

6. Fisika 2 2

7. Biologi 2 2

8. Kimia 2 2

9. Sejarah (1) 2 2

10. Geografi (1) 2 2

11. Ekonomi 2 2

12. Sosiologi 2 2

13. Seni Budaya 2 2

14. Pend. Jasmani, O.R & Kesehatan 2 2

15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2

16. Bahasa Arab 2 2

17. Muatan Lokal (Pendidikan Al Quran) 2 2

18. Pengembangan Diri

Pramuka

Bimbingan Konseling

Pembinaan Oliampiade Sains

Pembinaan Olimpiade Olah Raga

Paduan Suara

2*) 2*)

Jumlah 40 40

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 18

Page 20: Ktsp Sma 1 Sumbar

b. Kurikulum Kelas XI dan XII

1) Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program

IPS, terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan

pengembangan diri. Kurikulum tersebut secara berturut-

turut disajikan pada Tabel 5, 6, 7, dan 8.

2) Jam pembelajaran untuk mata pelajaran Sejarah (IPA) dan

Ekonomi (IPS) mengalami penambahan jam sebanyak 1 jam

pelajaran. Hal ini disebabkan sesuai dengan analisis SK dan

KD mata pelajaran tersebut.

3) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan

sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Alokasi

waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.

4) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester)

adalah 34-38 minggu

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 19

Page 21: Ktsp Sma 1 Sumbar

Tabel 2. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII program IPA

Komponen

Alokasi Waktu

Kelas XI Kelas XII

Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama 2 2 2 2

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2

3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4

4. Bahasa Inggris 4 4 4 4

5. Matematika 4 4 4 4

6. Fisika 4 4 4 4

7. Kimia 4 4 4 4

8. Biologi 4 4 4 4

9. Sejarah (1) 2 2 2 2

10. Seni Budaya 2 2 2 2

11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

Kesehatan

2 2 2 2

12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2

13. Bahasa Arab 2 2 2 2

14. Muatan Lokal (Pendidikan Al Quran) 2 2 2 2

15. Pengembangan Diri

Pramuka

Bimbingan Konseling

Kreativitas Siswa

Tari (Modren Dance)

Pembinaan OOSN

Paduan Suara

Kontes Bahasa Inggris

2*) 2*) 2*) 2*)

Jumlah 40 40 40 40

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 20

Page 22: Ktsp Sma 1 Sumbar

Tabel 3. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII program IPS

Komponen

Alokasi Waktu

Kelas XI Kelas XII

Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2

1. Pendidikan Agama 2 2 2 2

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2

3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4

4. Bahasa Inggris 4 4 4 4

5. Matematika 4 4 4 4

6. Sejarah 3 3 3 3

7. Geografi 3 3 3 3

8. Ekonomi (4) 5 5 5 5

9. Sosiologi 3 3 3 3

10. Seni Budaya 2 2 2 2

11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

Kesehatan

2 2 2 2

12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2

13. Bahasa Arab 2 2 2 2

14. Muatan Lokal (Pendidikan Al Quran) 2 2 2 2

15. Pengembangan Diri

Pramuka

Bimbingan Konseling

Kreativitas Siswa

Tari (Modren Dance)

Pembinaan OOSN

Paduan Suara

Kontes Bahasa Inggris

2*) 2*) 2*) 2*)

Jumlah 40 40 40 40

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 21

Page 23: Ktsp Sma 1 Sumbar

F. Program Muatan Lokal

Muatan lokal yang dikembangkan dan diajarkan di SMAN 1 Payung

Sekaki disusun berdasarkan analisa sumber daya sekolah dan

kebutuhan siswa adalah Pendidikan Alquran yang wajib diikuti

oleh seluruh siswa kelas X, kelas XI dan kelas XII untuk tahun

pelajaran 2011/2012.

1. Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Pendidikan

Al-quran Tingkat SMA

a. Latar BelakangKondisi dilapangan saat ini menggambarkan fenomena yang memprihatinkan, keadaan siswa SMA sebahagian besar belum mampu membaca al-Quran dengan fasih ,apalagi untuk memahami dan menghayati isi serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

b. Pengertian

Mata pelajaran pendidikan al-Quran adalah pemberian

pengetahuan serta bimbingan tentang membaca ,menulis,

memahami ,menghayati dan mengamalkan kandungan al-Quran

yang berhubungan dengan aqidah , ibadah dan akhlak .

c. Tujuan

Mata pelajaran pendidikan al-Quran pada tingkat SMA bertujuan :

1.Meningkatkan kompetensi membaca,menulis,

menterjemahkan ,menghapal, memahami, menghayati isi al-

Quran sebagai lanjutan dari tingkat pendidikan sebelumnya

2.Meningkatkan rasa cinta terhadap al-Quran dan senang

membacanya.

3.Terbiasa mengamalkan isi al - Quran , baik berkenaan dengan

akidah , ibadah maupun akhlak

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 22

Page 24: Ktsp Sma 1 Sumbar

4.Menghafal minimal surat pendek pilihan yang terdapat dalam

Juz’Amma dan ayat –ayat pilihan lainnya.

5.Meningkatkan efektifitas baca tulis al-Quran dan pemahamannya

dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

d. Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan di tingkat SMA adalah :

1. Terbiasa dan fasih membaca al-Quran dengan irama muratal

dan menulisnya dengan kaedah penulisan khath naskhi

2. Memahami ilmu tajwid

3. Memahami ilmu dasar

4. Hafal 20 surat pendek pilihan dalam juz ‘amma dan beberapa

ayat al-Quran pilihan yang berhubungan dengan aqidah,

ibadah dan akhlak

5. Memahami isi 20 surat pendek pilihan dalam juz’amma dan

beberapa ayat al-Quran pilihan

6. Membiasakan ajaran aqidah, ibadah dan akhlak dalam

kehidupan sehari-hari

e. Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan

Al-Quran Tingkat SMA

Tabel 4. Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-

Quran Tingkat SMA Kelas X Semester 1

N

o

Standar

Kompetensi

Kompetensi Dasar

1 Mendeskripsikan

ayat-ayat al-Quran

1.1.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami ayat-

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 23

Page 25: Ktsp Sma 1 Sumbar

tentang aqidah,

ibadah dan akhlaq

ayat al-Quran tentang hari akhir dan

amal shaleh ( Qs, az-Zalzalah/99: 1-

8 dan Qs.an-Nahl/16:97)

1.2.Mempraktekkan amal shaleh dalam

kehidupan sehari-hari

1.3.Menghafal Qs. az-Zalzalah/99: 1-8

dan menulis khat naskhi Qs.an-

Nahl/16:97)

1.4.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami ayat-

ayat al-quran tentang shalat

tahajjud(Qs. Al-Qadar/97:1-5 dan Qs

al-Isra’17:79

1.5.Mempraktekkan shalat tahajjud

bersama

1.6.Menghafal Qs. Al-Qadar/97:1-5 dan

menulis khat naskhi Qs al-

Isra’17:79

1.7.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami ayat-

ayat al-Quran tentang keutamaan

ilmu ( Qs.al-‘Alaq/96:1-19 dan al-

Mujadilah/58:11)

1.8.Menghafal ( Qs.al-‘Alaq/96:1-19 dan

al-Mujadilah/58:11)

1.9.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami Qs.al-

Baqarah ayat 221 tentang larangan

pernikahan silang

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 24

Page 26: Ktsp Sma 1 Sumbar

1.10.Menghafal Qs.Albaqarah ayat 221

Tabel 5 Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-

Quran Tingkat SMA Kelas X Semester 2

N

o

Standar

Kompetensi

Kompetensi Dasar

2 Mengklasifikasikan

ayat-ayat al-quran

tentang aqidah,

ibadah dan akhlaq

2.1.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami serta

menghafal Qs al-Hujurat ayat 6

tentang informasi

2.2.Membaca sacara tartil ,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang makhluk

yang mulia (Qs.At-Tin/95:1-8 dan al-

Isra’/17:70)

2.3.Menghafal Qs.At-Tin/95:1-8 dan

menulis khat naskhi

Qs.al-Isra’/17:70

2.4.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami ayat-

ayat al-quran tentang pertolongan

Allah ( Qs. Al-Insyirah/94:1-8 dan

Qs. Yasin/36:8-9)

2.5.Menghafai Qs. Al-Insyirah/94:1-8

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 25

Page 27: Ktsp Sma 1 Sumbar

dan Qs. Yasin/36:8-9 dan menulis

khath naskhi Qs. Yasin/36:8-9

2.6.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran dan hadis

tentang shalat dhuha ( Qs.Adh-

Dhuha/93:1-11)

2.7.Mempraktekkan shalat dhuha

dalam kehidupan sehari-hari

2.8.Menghafal Qs.Adh-Dhuha/93:1-11)

dan menulis khath naskhi hadis

tentang fadhilah shalat dhuha

Tabel 6. Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-

Quran Tingkat SMA Kelas XI Semester 1

N

o

Standar

Kompetensi

Kompetensi Dasar

1 Mengklasifikasikan

ayat-ayat al-quran

tentang akhlaq

1.1.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi-isi

ayat-ayat al-Quran tentang akhlaq

mazmumah( Qs. Al-Humazah/104:1-

9 dan Qs.At-Taubah/9:35)

1.2.Menghafal Qs. Al-Humazah/104:1-9

dan Qs.At-Taubah/9:35) dan menulis

khath naskhi Qs.At-Taubah/9:35

1.3.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-quran dan hadis

tentang manajemen waktu ( Qs.al-

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 26

Page 28: Ktsp Sma 1 Sumbar

Ashr/103:1-3 dan Qs.

Al-Anbiya’/21:1-2)

1.4.Menghafal dan menulis khath

naskhi Qs.al-Ashr/103:1-3 dan Qs.

Al-Anbiya’/21:1-2)

1.5.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang cinta

harta(Qs.at-Takatsur/102:1-8 dan

Qs.al-Munafiqun/63:9)

1.6.Menghafal Qs.at-Takatsur/102:1-8

dan menulis khath naskhi Qs.al-

Munafiqun/63:9

1.7.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang orang

yang berpaling dari al-Quran ( Qs.

Taha/20:124-127)

1.8.Menghafal Qs. Taha/20:124-127

dan menulis khath naskhi Qs.

Taha/20:124-127

Tabel 7 Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-

Quran Tingkat SMA Kelas XI Semester 2

N

o

Standar

Kompetensi

Kompetensi Dasar

2 Mengklasifikasikan

ayat-ayat al-quran

yang berhubungan

2.1.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 27

Page 29: Ktsp Sma 1 Sumbar

dengan ibadah

dan akhlaq

timbangan amal(Qs.

al-Qari’ah/101:1-11 dan Qs.al-

Infithar/82:10-15)

2.2.Mewnghafal Qs. al-Qari’ah/101:1-11

dan menulis khath naskhi Qs.al-

Infithar/82:10-15

2.3.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang akhlaq

mazmumah(Qs.al-Adyat/100:1-11

dan Qs.ali-Imran/3:180)

2.4.Menghindari akhlaq mazmumah

dalam kehidupan sehari-hari

2.5.Menghafal Qs.al-Adyat/100:1-11

dan menulis khath naskhi Qs.ali-

Imran/3:180)

2.6.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang akhlaq

mahmudah (Qs.al-Bayyinah/98:1-8

dan Qs al-Hijr/15:39-40)

2.7.Mempraktekkan akhlaq mahmudah

dalam kehidupan sehari-hari

2.8.Menghafal Qs.al-Bayyinah/98:1-8

dan menulis khath naskhi Qs al-

Hijr/15:39-40

2.9.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami ayat-

ayat al-Quran tentang usaha

manusia(Qs.al-Lail/92:1-15

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 28

Page 30: Ktsp Sma 1 Sumbar

2.10.Menghafal Qs.al-Lail/92:1-15 dan

menulis khath naskhi Qs.al-Lail/92:1-

10

Tabel 8 Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar Pendidikan Al-

Quran Tingkat SMA Kelas XII Semester 1

N

o

Standar

Kompetensi

Kompetensi Dasar

1 Mengidentifikasi

ayat al-Quran

yang berhubungan

dengan aqidah,

ibadah dan akhlaq

1.1.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi-isi

ayat-ayat al-Quran tentang sifat

orang kafir( Qs.al-Kafirun/109:1-6

dan Qs.az-Zumar/39:71-72)

1.2.Menghafal Qs.al-Kafirun/109:1-6

dan Qs.az-Zumar/39:71-72 serta

menulis khath naskhi

Qs.az-Zumar/39:71-72

1.3.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-quran tentang

melalaikan shalat

(Qs.al-Maun/107:1-7 dan Qs.al-

Mudatsir/74:42-43)

1.4.Menghafal Qs.al-Maun/107:1-7 dan

menulis khath naskhi Qs.al-

Mudatsir/74:42-43)

1.5.Membaca secara tartil ,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 29

Page 31: Ktsp Sma 1 Sumbar

beribadah kepada Allah(Qs.al-

Qurasy/106:1-4 dan

Qs.al-Baqarah/2:21)

1.6.Menghafal Qs.al-Qurasy/106:1-4

dan Qs.al-Baqarah/2:21) dan

menulis khath naskhi

Qs.al-Qurasy/106:1-4

1.7.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang bahaya

dusta dan sombong(Qs.al-Fil/105:1-5

dan Qs.al-A’raf/7:40-41)

1.8.Menghafal Qs.al-Fil/105:1-5 dan

menulis khath naskhi

Qs.al-A’raf/7:40-41)

1.9.Membaca secara tartil,

mengartikan dan memahami isi

ayat-ayat tentang anjuran berzikir

dan fadhillahnya(Qs. Al-A’la/87:1-19

dan Qs.al-Ahzab/33:41-42

1.10.Mempraktekkan zikir dalam

kehidupan sehari-hari

1.11.Menghafal Qs. Al-A’la/87:1-19 dan

menulis Qs.al-Ahzab/33:41-42

1.12.Membaca secara tartil ,

mengaartikan dan memahami isi

ayat-ayat al-Quran tentang

pemeliharaan diri (Qs.at-Tariq/86:1-

17 dan Qs.al-Infikar :10-12

1.13.Menghafal Qs.at-Tariq/86:1-17 dan

menulis khath naskhi Qs.al-

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 30

Page 32: Ktsp Sma 1 Sumbar

Infikar :10-12

G. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus

diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan

kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan

mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat

setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan

pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor,

guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam

bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

a. Tujuan Pengembangan Diri

1. Tujuan Umum

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada

peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri

sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan

perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi

sekolah.

2. Tujuan Khusus

Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik

dalam mengembangkan:

a. Bakat

b. Minat

c. Kreativitas

d. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 31

Page 33: Ktsp Sma 1 Sumbar

e. Kemandirian

f. Kemampuan kehidupan keagamaan

g. Kemampuan sosial

h. Kemampuan belajar

i. Wawasan dan perencanaan karir

j. Kemampuan pemecahan masalah

b. Ruang Lingkup

Pengembangan diri meliputi dua komponen:

1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:

a. kehidupan pribadi

b. kemampuan sosial

c. kemampuan belajar

d. wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan:

a. Kepramukaan

b. Lomba Cerdas Cermat TAP MPR

c. Seni, olahraga

d. Keagamaan

e. Pembinaan siswa Olimpiade

f. Jurnalistik & KIR

g. English Club

4. Pengembangan Diri Melalui Layanan Konseling

Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha

membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi,

kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 32

Page 34: Ktsp Sma 1 Sumbar

pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi

pengembangan peserta didik, secara individual dan atau kelompok,

sesuai dengan kebutuhan, potensi bakat, minat, perkembangan,

serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu

mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi

peserta didik.

1. Pengertian Konseling

Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik

secara peroprangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan

berkembang secara optimal dalam pengembangan kehidupan

prbadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan

karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung

berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2. Bidang Pelayanan Konseling

a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan

yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan

mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat,

sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya

secara realistik.

b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan

yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai,

dan mengembangkaan kemampuan hubungan sosial yang

sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan

warga lingkungan sosial yang lebih luas.

c. Pengembangan kegiatan belajar, yaitu bidang pelayanan

yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 33

Page 35: Ktsp Sma 1 Sumbar

belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah

dan belajar secara mandiri.

d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang

membantu peserta didik dalam memahami dan menilai

informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

4. Pengaturan Pelayanan Bimbingan Konseling

a. Klasikal yaitu guru BK memberikan pelayanan secara umum

dengan cara masuk kedalam kelas

b. Indifidual yaitu guru BK memberikan pelayanan secara individu

kepada siswa yang membutuhkan pelayanan khusus

5. Program Pelayanan

e. Jenis Program

1) Program Tahunan, yaitu program kegiatan pelayanan

konseling meliput seluruh kegiatan selama satu tahun untuk

masing-masing kelas di sekolah/madrasah.

2) Program Semesteran, yaitu program kegiatan pelayanan

konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester

yang merupakan jabaran program tahunan.

3) Program Bulanan, yaitu program kegiatan palayan konseling

meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang

merupakan jabaran program bulanan.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 34

Page 36: Ktsp Sma 1 Sumbar

4) Program Mingguan, yaitu program kegiatan pelayanan

konseling meliputi kegiatan selama satu minggu yang

merupakan jabaran program bulanan.

5) Program harian, yaitu program kegiatan pelayanan

konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam

satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari

program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN)

dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

f. Penyusunan Program

1) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan

kebutuhan peserta didik (need assessment) yan diperoleh

melalui aplikasi instrumentasi.

2) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat

bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format

kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas

konselor.

6. Penilaian Kegiatan

3. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:

a. Penilaian segera (LAISEG),yaitu penilaian pada akhir setiap

jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk

mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.

b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam

waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan)

setelah satu jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 35

Page 37: Ktsp Sma 1 Sumbar

diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan terhadap

peserta didik.

c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG),yaitu penilaian dalam

waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester)

setelah satu beberapa layanan dan kegiatan pendukung

konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh

dammpak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling

terhadap peserta didik.

4. Penilaian proses kegitan pelayanan konselinh dilakukan melalui

analisasi terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagai mana

tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui

efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

5. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam

LAPELPROG.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 36

Page 38: Ktsp Sma 1 Sumbar

NILAI HASIL

PELAYANAN KONSELING

SEKOLAH...............: SEMESTER...:.....................................

KELAS : ……………… KONSELOR ................: .....................................

No. Nama NIS Nilai Keterangan

1.2.3.45.6.789

Sirukam, ……......2011

Konselor

(................................)

Keterangan

Nilai yang diberikan hanya ada dua kategori :

Nilai A berarti memuaskan

Nilai B berarti memadai

Kolom keterangan diisi masih ada

yang perlu diperhatikan bila

keadaannya memang demikian

Hasil kegiatan pelayanan konseling

secara seluruhan dalam satu semester

untuk setiap peserta didik yang

merupakan kompenen pengembangan

diri dilaporkan secara kualitatif.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 37

Page 39: Ktsp Sma 1 Sumbar

JENIS LAYANAN KONSELING

YANG DITERIMA PESERTA DIDIK

Sekolah............: Semester :..................

Kelas ...............: Konselor . . .: .....................................

No

.Nama NIS

Jenis Layanan

Orie

ntasi

Infor

masi

Penem

/

peny

Peng

kont

Kons

pero

r

Bimb

Klp

Kons

klp

Konsu

l

tasi

Medi

asiJml

1                        

2                        

3                        

4                        

5                        

6                        

7                        

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 38

Page 40: Ktsp Sma 1 Sumbar

5. KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

1. Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kegiatan Ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata

pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai

dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui

kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan

atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan

berkewenangan di sekolah

2. Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler

a. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk

mengembangkan potensi, bakat dan minat peserta didik.

b. Sosial, yaitu kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan

kemmapuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.

c. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk

mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan

menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses

perkembangan.

d. Persiapan karier, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk

mengembangkan kesiapan karier peserta didik.

3. Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 39

Page 41: Ktsp Sma 1 Sumbar

a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ektra kurikuler yang sesuai

dnegan potensi, bakat dan minatpeserta didik secara individual.

b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai

dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.

c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang

menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.

d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam

suasana yang menggembirakan dan menimbulkan kepuasan

peserta didik.

e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang

membangun semangat peserta didik untukbekerja dengan baik

dan berhasil.

f. Kemanfaatn sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang

dilaksanakan untuk kepentingan masyrakat.

4. Jenis Kegiatan Ekstra Kurikuler

a. Krida, meliputi kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan

Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR),PKS, Pasukan

Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan

penugasan keilmuan dan kemampuan akademik, penelirtian.

c. Latihan/lomba keberbakatan /prestasi, meliputi Olimpiade

sain,

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 40

Page 42: Ktsp Sma 1 Sumbar

Lomba Cerdas Cermat TAP MPR, pengembangan bakat olah

raga, seni dan budaya, cinta alam,English Club, dan

keagamaan.

d. Seminar, lokakarya, dan pameran, dengan substansi antara

lain karier, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM,

keagamaan, seni, budaya.

e. Pengembangan Ketrampilan dibidang ICT

5. Format Kegiatan

a. Individual, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti

peserta didik secara perorangan.

b. Kelompok, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti

sekelompok peserta didik.

c. Klasikal, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti

peserta didik dalam satu kelas.

d. Lapangan, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti

seseorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar

sekolah atau kegiatan lapangan.

B. PERENCANAAN KEGIATAN

Perencanaan kegiatan ekstra kurikuler mengacu pada jenis-jenis

kegiatan yang memuat unsur-unsur :

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 41

Page 43: Ktsp Sma 1 Sumbar

1. Sasaran kegiatan

2. Substansi kegiatan

3. Pelaksanaan kegiatan dan pihak-pihak yang terkait, serta

keorganisasiannya

4. waktu dan tempat

5. Sarana dan pembiayaan

C. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin, spontan dan

keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh Guru, konselor

dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.

2. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai

dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan

pelaksana sebagaimana direncanakan.

D. PENILAIAN KEGIATAN

Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan

dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah oleh pelaksana

kegiatan.

E. PELAKSANA KEGIATAN

Pelaksana kegiatan ektra kurikuler adalah pendidik dan atau tenaga

kependidikan sesuai dengan kemampuan da kewenangan untuk

kewenangan untuk kegiatan ekstra kurikuler yang dimasud.

F. PENGAWASAN KEGIATAN

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 42

Page 44: Ktsp Sma 1 Sumbar

1. Kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah dipantau,

dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.

2. Pengawasan kegiatan ekstra kurikuler dilakukan secara :

a. Interen, oleh kepala sekolah/madrasah.

b. Eksteren, oleh pihak yang secara struktural/fungsional memiliki

kewenangan membina kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud

3. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan

ditindaklanjuti utnuk peningkatan mutu perencanaan dan

pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah.

H. Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah

merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata

pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara

khusus. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh

peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang diemban

oleh mata pelajaran yang bersangkutan, seperti mata pelajaran TIK dan

Mulok.

Kurikulum untuk SMAN 1 Payung Sekaki memasukkan pendidikan

kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan.

Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan

pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal

lain dan/atau nonformal seperti tempat kursus dan lembaga lainnya

I. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban

belajar sistem paket yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 43

Page 45: Ktsp Sma 1 Sumbar

yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program

pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap

kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan

pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket

dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang

dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran

melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri

tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar

kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan

peserta didik.

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa

proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar

kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 45

menit.

Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu adalah sebagai berikut

adalah 42 jam pembelajaran. Beban belajar kegiatan tatap muka

keseluruhan adalah sebagaimana tertera pada Tabel 25

Tabel 9 Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan

Kelas

Satu jam

pemb.

tatap muka

(menit)

Jumlah jam

pemb. Per

minggu

Minggu

Efektif per

tahun

ajaran

Waktu

pembelajaran

per tahun

Jumlah jam

per tahun

(@60

menit)

X s.d. XII 45 42 36

1512 jam

pembelajaran

(68.040)

menit)

1134

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa

pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 44

Page 46: Ktsp Sma 1 Sumbar

oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian

penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran

yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang

dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu

penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur terdiri dari:

Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur bagi peserta didik pada maksimum 60% dari jumlah waktu

kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.

Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.

J. Ketuntasan Belajar

SMA Negeri I Payung Sekaki menentukan Kriteria Ketuntasan

Minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata

peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya

pendukung dalam penyelenggaraan belajar.

Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran sebagai berikut:

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 45

Page 47: Ktsp Sma 1 Sumbar

Tabel 10 Kriteria ketuntasan minimal Kelas X

No MATA PELAJARAN

Kriteria Ketuntasan

Minimal

PPK dan

Praktik

Sikap

1 Pendidikan Agama 76 B

2 Pendidikan Kewarganegaraan 65 B

3 Bahasa Indonesia 65 B

4 Bahasa Inggris 65 B

5 Matematika 65 B

6 Fisika 65 B

7 Biologi 65 B

8 Kimia 65 B

9 Sejarah 67 B

10 Geografi 65 B

11 Ekonomi 65 B

12 Sosiologi 65 B

13 Seni Budaya 75 B

14 Pendidikan Jasmani, Olahraga

dan Kesehatan

70 B

15 Teknologi Informasi dan

Komunikasi

65 B

16 Keterampilan /Bahasa Asing

(Bahasa Arab)

65 B

17 Muatan Lokal 76 B

18 Pengembangan Diri B

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 46

Page 48: Ktsp Sma 1 Sumbar

Tabel 11 Kriteria ketuntasan minimal Program Ilmu Alam

No Mata Pelajaran

KKM

Kelas XI Kelas XII

PPK dan

PraktikSikap

PPK dan

PraktikSikap

1 Pendidikan Agama 76 B 76 B

2 Pendidikan

Kewarganegaraan

65 B 65 B

3 Bahasa Indonesia 65 B 65 B

4 Bahasa Inggris 68 B 68 B

5 Matematika 65 B 65 B

6 Fisika 65 B 65 B

7 Kimia 65 B 65 B

8 Biologi 65 B 66 B

9 Sejarah 65 B 65 B

10 Seni Budaya 75 B 75 B

11 Pendidikan

Jasmani, Olahraga

dan Kesehatan

70 B 75 B

12 Teknologi

Informasi dan

Komunikasi

65 B 65 B

13 Bahasa Arab 65 B 65 B

14 Muatan Lokal 76 B 76 B

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 47

Page 49: Ktsp Sma 1 Sumbar

15 Pengembangan

Diri

B B

Tabel 12 Kriteria ketuntasan minimal Program Ilmu Sosial

No Mata Pelajaran

KKM

Kelas XI Kelas XII

PPK dan

PraktikSikap

PPK dan

PraktikSikap

1 Pendidikan

Agama

76 B 76 B

2 Pendidikan

Kewarganegaraa

n

65 B 65 B

3 Bahasa Indonesia 65 B 65 B

4 Bahasa Inggris 68 B 68 B

5 Matematika 65 B 65 B

6 Sejarah 65 B 65 B

7 Geografi 65 B 65 B

8 Ekonomi 65 B 65 B

9 Sosiologi 65 B 65 B

10 Seni Budaya 75 B 75 B

11 Pendidikan

Jasmani,

Olahraga dan

Kesehatan

70 B 75 B

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 48

Page 50: Ktsp Sma 1 Sumbar

12 Teknologi

Informasi dan

Komunikasi

65

B

65 B

13 Bahasa Arab 65 B 65 B

14 Muatan Lokal 76 B 76 B

15 Pengembangan

Diri

B B

Mekanisme dan Prosedur Penentuan KKM

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan

beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan

yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau

kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional

judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan

kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata

pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan

dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan

kriteria yang ditentukan;

2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui

analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan

memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta

didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar

kompetensi

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 49

Page 51: Ktsp Sma 1 Sumbar

3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD)

merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam

Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah

mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang

bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang

telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut;

4. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK)

merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat

dalam SK tersebut;

5. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata

dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu

tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil

Belajar (LHB/Rapor) peserta didik;

6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat

soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah

Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal

ulangan ataupun tugas-tugas harus mampu

mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan.

Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan

seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang

setara;

7. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan

adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.

Langkah-Langkah Penetapan KKM

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 50

Page 52: Ktsp Sma 1 Sumbar

KKMIndikator

KKMKD

KKMSK

KKMMP

Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata

pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:

1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran

dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu

kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan

skema sebagai berikut:

Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM

mata pelajaran;

2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata

pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan

guru dalam melakukan penilaian;

3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang

berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas

pendidikan;

4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan

kepada orang tua/wali peserta didik.

Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 51

Page 53: Ktsp Sma 1 Sumbar

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan

minimal adalah:

1. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator,

kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai

oleh peserta didik.

Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi,

apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya

satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut:

a. guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus

dibelajarkan pada peserta didik;

b. guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran

yang bervariasi;

c. guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai

bidang yang diajarkan;

d. peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi;

e. peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep;

f. peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam

penyelesaian tugas/pekerjaan;

g. waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut

karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi,

sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan

pengulangan/latihan;

h. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi

agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar.

2. Kemampuan sumber daya pendukung dalam

penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing

sekolah.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 52

Page 54: Ktsp Sma 1 Sumbar

a. Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan

tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti

perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses

pembelajaran;

b. Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian

stakeholders sekolah.

3. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di

sekolah yang bersangkutan

Penetapan intake di kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi

pada saat penerimaan peserta didik baru, Nilai Ujian

Nasional/Sekolah, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes;

sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII berdasarkan

kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya.

Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala

penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. Contoh:

Aspek yang dianalisis Kriteria dan Skala Penilaian

KompleksitasTinggi

< 65

Sedang

65-79

Rendah

80-100

Daya DukungTinggi

80-100

Sedang

65-79

Rendah

<65

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 53

Page 55: Ktsp Sma 1 Sumbar

Intake siswaTinggi

80-100

Sedang

65-79

Rendah

<65

Atau dengan menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang

ditetapkan.

Aspek yang dianalisis Kriteria penskoran

KompleksitasTinggi

1

Sedang

2

Rendah

3

Daya DukungTinggi

3

Sedang

2

Rendah

1

Intake siswaTinggi

3

Sedang

2

Rendah

1

Jika indikator memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung

tinggi dan intake peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya

adalah:

1 + 3 + 2 x 100 = 66,7 9

Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 54

Page 56: Ktsp Sma 1 Sumbar

Upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM ideal (100%)

Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti

pembelajaran remedi. Sekolah menargetkan agar angka

ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat setiap tahunnya.

Oleh karena itu, setiap warga sekolah diharapkan untuk lebih

bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat

dari tahun ke tahun.

K. Kenaikan Kelas

Ketentuan kenaikan bagi siswa dari kelas X ke kelas XI maupun

dari kelas XI ke kelas XII, tidak dapat dilepaskan dari hasil penilaian, baik

penilaian melalui tes maupun penilaian non tes.

SMA Negeri 1 Payung Sekaki dan SMA lainnya di Kabupaten

Solok, dalam menentukan kenaikan kelas mengacu kepada ketentuan

yang telah ada dalam Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan

sekolah dengan mempertimbangkan ketentuan pada SK Dirjen

Mandikdasmen No. 12/C/Kep/TU/2008. Maka ditetapkan kriteria/syarat-

syarat kenaikan kelas dari kelas X ke kelas XI dari kelas XI ke kelas XII

sebagai berikut ;

1. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap semester genap.

2. Telah menyelesaikan semua program MP yang ada di kelasnya

saat ini

3. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap. Hal ini sesuai dengan prinsip belajar tuntas (mastery learning), dimana peserta yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang ditetapkan, maka yang bersangkutan harus mengikuti pembelajaran remidi sampai yang bersangkutan mampu mencapai KKM dimaksud.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 55

Page 57: Ktsp Sma 1 Sumbar

Artinya, nilai kenaikan kelas harus tetap memperhitungkan

hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran

yang sedang berlangsung.

4. Mencapai nilai baik untuk MP Agama dan Akhlak Mulia, Pendidikan

Kewarganegaraan, Kesenian (Seni Budaya), Pendidikan Jasmani

Olahraga dan Kesehatan atau disingkat APKJO.

5. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.

6. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.

Sebagai contoh: Bagi Peserta didik Kelas XI

a. Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas

pada mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

b. Program IPS, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada

mata pelajaran Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.

7. Nilai rata-rata semester I pada kelasnya saat ini minimal rata –

rata KKM

8. nilai rata-rata semester I dan II pada kelasnya saat ini minimal rata

– rata KKM

9. Persentase kehadiran dalam belajar selama 1 tahun pelajaran

tidak boleh kurang dari 85%

10.Nilai kepribadian, seperti kedisiplinan, sopan santun, kejujuran

dan lain-lain minimal baik (B).

11.Siswa dinyatakan tinggal kelas apabila :

a. Tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas di atas

b. Karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan

kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin

berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 56

Page 58: Ktsp Sma 1 Sumbar

12.Siswa yang mengulang di kelas yang sama, nilainya untuk semua

indikator, KD dan SK yang Ketuntasan Belajar Minimumnya sudah

dicapai, minimal harus sama dengan yang dicapainya pada tahun

sebelumnya untuk dapat naik kelas yang lebih tinggi.

Prinsip, Teknik, Mekanisme dan Prosedur Penilaian

1. Penilaian hasil belajar didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Sahih, didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang akan diukur.

b. Obyektif, menggunakan prosedur dan kriteria penilaian yang jelas.

c. Adil, tidak dipengaruhi oleh kondisi atau alasan tertentu yang dapat merugikan peserta didik, misalnya: kondisi fisik, agama, suku, budaya, adat, status sosial atau gender.

d. Terpadu, tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.e. Terbuka, prosedur, kriteria dan dasar pengambilan keputusan

yang digunakan dalam penilaian harus diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

f. Menyeluruh dan berkesinambungan, dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan belum, serta mengetahui kesulitan peserta didik.

g. Sistematis, terencana, bertahap dan mengikuti langkah-langkah baku.

h. Beracuan kriteria, menilai apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi/ranking seseorang terhadap kelompoknya).

i. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur maupun hasilnya.

2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa: tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik , seperti:a. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau

tes kinerja

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 57

Page 59: Ktsp Sma 1 Sumbar

b. Teknik observasi atau pengamatan selama proses

pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan

pembelajaran.

c. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok

dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.

3. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.

4. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remidi.

Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan

dalam bentuk SATU NILAI pencapaian kompetensi mata

pelajaran untuk masing-masing NILAI PENGETAHUAN dan

NILAI PRAKTIK sesuai dengan karakteristik mata pelajaran

yang bersangkutan, serta kualifikasi/predikat NILAI SIKAP, disertai

dengan DESKRIPSI kemajuan belajar/ketercapaian kompetensi

peserta didik sebagai pencerminan kompetensi utuh.

5. Penilaian hasil belajar pada setiap kelompok mata pelajaran, sebagaimana diatur dalam PP 19/2005, Pasal 64, dilakukan melalui aspek :

6.

N

o

Kelompok Mata

Pelajaran

Kognitif Psikhomot

or

Afeksi

1 Agama dan Akhlak

Mulia

√ - √

2 Pendidikan

Kewarganegaraan

√ - √

3 Ilmu Pengetahuan dan

Teknologi (IPTEK)

Disesuaikan dengan karakteristik

materi yang dinilai

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 58

Page 60: Ktsp Sma 1 Sumbar

4 Estetika - √ √

5 Pendidikan Jasmani,

Olahraga dan

Kesehatan

√ √ √

Mengacu pada prinsip penilaian tersebut di atas, berikut ini tabel dari

tiap mata pelajaran dengan ketiga aspek pengetahuan, praktik, dan

sikap (Afektif). Tanda blok () pada Pengetahuan dan Praktik

menunjukkan bahwa aspek tersebut sangat tipis (tidak dominan )

untuk dinilai secara mandiri.

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

Mata

Pelajaran

Pendidikan

Agama Islam

(untuk

agama

lainnya

disesuaikan

dengan

karakteristik

masing-

masing)

✓ ✓ Pendidikan Agama berfungsi untuk :

pengembangan keimanan dan ketaqwaan,

penanaman dan pengamalan nilai ajaran

Islam, penyesuaian mental terhadap

lingkungan, pencegahan dari hal-hal yang

negatif.

Ketiga aspek Pengetahuan, praktik, dan

afektif/sikap, proses penilaiannya

dilaksanakan secara menyeluruh dan

terpadu, sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan, dominan pada

pembelajaran Alqur’an, Aqidah, Syariah,

Tarikh dan Muammalah,

sholat, membaca al Qur’an/al Kitab,

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 59

Page 61: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

berkhotbah, dsb.nya

Aspek Sikap, yang terkait dengan mata

pelajaran dominan pada aspek

penanaman nilai – nilai akhlak.

Mata

Pelajaran

Pendidikan

Kewarganeg

a-

raan

✓ ✓ Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi

sebagai wahana untuk membentuk warga

negara yg. Cerdas, terampil dan

berkarakter setia kepada bangsa dan

Negara yang mampu merefleksikan dalam

kebiasaan berfikir dan bertindak sesuai

amanat Pancasila dan UUD 1945.

Aspek yang dinilai lebih dominan pada:

Aspek Pengetahuan mencakup:

peningkatan pemahaman konsep dan

fakta tentang hakikat berbangsa dan

bernegara yang sesuai dengan amanat

Pancasila dan UUD 1945. Penggunaan

berbagai metode seperti: kooperatif,

penemuan, inkuiri, interaktif, eksploratif,

berfikir kritis, dan pemecahan masalah,

dimaksudkan untuk meningkatkan

efektifitas pembelajaran (bukan praktik),

yang penilaiannya terintegrasi / terpadu di

dalam aspek pengetahuan.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 60

Page 62: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

pelajaran mencakup: pembentukan

karakter bangsa yang adaptif terhadap

keberagaman, mampu berpikir kritis dan

memiliki kepedulian yang tinggi terhadap

lingkungan sosial, politik, ekonomi,

budaya dan keamanan, dan mampu

menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mata

Pelajaran

Bahasa

Indonesia

✓ ✓ ✓ Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat

untuk : berkomunikasi

(mengakses/bertukar informasi),

pemersatu bangsa, sarana pelestarian dan

peningkatan budaya, sarana peningkatan

pengetahuan dan keterampilan IPTEK.

Aspek yang dominan meliputi aspek

pengetahuan, praktik dan afektif.

Aspek Pengetahuan, yang dinilai

mencakup kemampuan: Menyimak,

membaca, dan kebahasaan (tata bahasa

dan kosa kata) serta apresiasi sastra.

Penilaian seluruh kemampuan dimaksud

dilakukan secara terpadu, menyeluruh dan

terintegrasi.

Aspek praktik dapat dinilai dari

kemampuan berpidato, dan membuat

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 61

Page 63: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

karangan menggunakan tata bahasa dan

kosa kata yang tepat.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

pelajaran mencakup: santun dalam

berkomunikasi, responsif dalam

mendengarkan dan mampu

menyampaikan pendapat/ pertanyaan

sesuai dengan kaidah berbahasa

Indonesia yang baik dan benar, dan

antusias dalam membaca,

Mata

Pelajaran

Bahasa

Inggris dan

Bahasa Asing

Lain.

✓ ✓ ✓ Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain,

berfungsi sebagai alat untuk

berkomunikasi dalam rangka mengakses

dan bertukar informasi secara global,

untuk membina hubungan interpersonal,

dan meningkatkan wawasan tentang

budaya bangsa asing (wawasan

internasional). Aspek yang dominan

meliputi aspek pengetahuan, praktik dan

afektif, yang proses penilaiannya

berjangka panjang dan bertahap.

Aspek Pengetahuan mencakup

kemampuan : mendengarkan (listening),

berbicara (speaking), membaca (reading),

menulis (writing) dan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 62

Page 64: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

Kebahasaan/linguistik serta sosiokultural.

Penilaian seluruh kemampuan dimaksud

dilakukan secara terpadu, menyeluruh dan

terintegrasi.

Aspek Praktik dapat dinilai dari

kemampuan berbicara dan mengarang

menggunakan tata bahasa dan kosa kata

yang tepat.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

pelajaran mencakup: santun dalam

berkomunikasi, responsif dalam

mendengarkan dan mampu

menyampaikan pendapat/ pertanyaan

sesuai dengan kaidah berbahasa (Inggris

dan bahasa Asing lain) yang baik dan

benar, dan antusias dalam membaca,

Mata

Pelajaran

Matematika

✓ ✓ Matematika berfungsi untuk

mengembangkan kemampuan

menghitung, mengukur, menurunkan,

menggunakan rumus matematika untuk

memecahkan masalah , dan

mengkomunikasikan gagasan melalui

grafik, peta, diagram atau secara

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 63

Page 65: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

lisan/kalimat.

Aspek yang dominan meliputi aspek

pengetahuan dan sikap/ afektif, sebagai

contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup :

pemahaman terhadap konsep, prosedur

/proses menghitung, dan kemampuan

penalaran dan pemecahan masalah.

Aspek Praktik pada mata pelajaran ini

kurang dominan, karena hanya sebagian

kecil saja KD yang dapat dinilai praktiknya

seperti : menggambar/mengukur

ruang/sudut. Penggunaan peralatan

seperti : kalkulator, komputer, alat peraga

atau media lain, hanya untuk

meningkatkan efektifitas pembelajaran,

yang penilaiannya terintegrasi/terpadu

dalam aspek pengetahuan.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

pelajaran ini ,menitikberatkan pada sikap

ilmiah yang mencakup: ketelitian,

ketekunan, dan kemampuan memecahkan

masalah secara logis dan sistematis.

Mata ✓ ✓ ✓ Fisika, Kimia, dan Biologi berfungsi untuk

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 64

Page 66: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

Pelajaran

Fisika, Kimia

dan Biologi

menumbuhkan kesadaran terhadap

keteraturan dan keindahan ciptaan Tuhan,

meningkatkan pemahaman konsep dan

prinsip-prinsip melalui sejumlah

keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Keterampilan proses mencakup:

pengamatan, pembuatan hipotesis,

penggunaan alat dan bahan yang

dilaksanakan melalui kegiatan praktik,

sesuai dengan prosedur dan keselamatan

kerja.

Ketiga aspek (pengetahuan, praktik dan

sikap/afektif) memiliki bobot penilaian

yang proporsional. Proses penilaiannya

dilaksanakan secara menyeluruh dan

terpadu, sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup :

pemahaman konsep yang berfungsi untuk

menunjang pelaksanaan praktik.

Aspek praktik mencakup keterampilan

proses dan ketrampilan sains yang

dilaksanakan melalui praktikum.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

pelajaran, menitik beratkan pada sikap

ilmiah yang mencakup: ketelitian,

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 65

Page 67: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

ketekunan, dan kemampuan memecahkan

masalah secara logis dan sistematis.

Mata

Pelajaran

Sejarah,

Geografi,

Sosiologi

✓ ✓ Mata pelajaran ini secara umum berfungsi

untuk: menumbuhkan kesadaran peserta

didik tentang terjadinya perubahan dan

perkembangan masyarakat dalam dimensi

waktu (MP. Sejarah), menanamkan

pengetahuan tentang pola keruangan dan

proses alam yang terjadi pada bumi (MP.

Geografi), meningkatkan kemampuan

peserta didik dalam mengaktualisasikan

diri dan mengungkapkan status dan

peran peserta didik dalam kehidupan

sosial dan budaya (MP. Sosiologi), dan

meningkatkan penghargaan/ kebanggaan

terhadap budaya terutama di bidang

bahasa, seni dan kepercayaan di

lingkungan masyarakat Indonesia Aspek

penilaian yang dominan adalah aspek

Pengetahuan dan Sikap/Afektif, sedangkan

Aspek praktik sifatnya hanya menunjang

dalam proses pembelajaran, sebagai

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 66

Page 68: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup:

pemahaman fakta, konsep, dan

melakukan penelaahan / analisis secara

rasional tentang berbagai hal yang terkait

dengan bidang kajian masing-masing

mata pelajaran. Penggunaan berbagai

peralatan seperti alat peraga, atau

kegiatan pembelajaran di luar

kelas/sekolah (kunjungan), dimaksudkan

untuk meningkatkan efektivitas

pembelajaran (bukan praktik), yang

penilaiannya terintegrasi/terpadu di dalam

aspek pengetahuan.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

pelajaran mencakup: menanamkan

semangat kebangsaan, cinta tanah air,

kebersamaan /kekeluargaan, semangat

perjuangan dan kompetisi, menghargai

perbedaan, menghargai budaya dan

karya artistik bangsa, menghargai

kekayaan alam ciptaan Tuhan YME.

Mata ✓ ✓ MP. Ekonomi berfungsi untuk

meningkatkan pemahaman peserta didik

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 67

Page 69: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

Pelajaran

Ekonomi

tentang konsep, teori, kenyataan dan

peristiwa ekonomi di lingkungan

masyarakat, serta memiliki jiwa

kewirausahaan. Bidang kajian Akuntansi

dalam mata pelajaran Ekonomi berfungsi

untuk: mengembangkan pengetahuan,

keterampilan dan sikap rasional, teliti,

jujur dan bertanggungjawab dalam

pengadministrasian laporan keuangan.

Aspek yang dominan pada mata pelajaran

Ekonomi adalah aspek pengetahuan dan

afektif. Sedangkan aspek praktik sifatnya

hanya penunjang proses pembelajaran,

sebagai contoh:

Aspek Pengetahuan mencakup

pemahaman konsep, teori,

fakta/peristiwa/perilaku ekonomi dan

penerapannya dalam kehidupan sehari-

hari. Pelaksanaan pembukuan dalam

bidang akuntansi merupakan aplikasi

pengetahuan di bidang akuntansi (bukan

praktik), yang penilaiannya terintegrasi/

terpadu dalam aspek pengetahun.

Aspek Sikap yang terkait dengan mata

pelajaran ini mencakup: kemampuan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 68

Page 70: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

memecahkan masalah yang berkaitan

dengan ekonomi, menanamkan sikap

teliti, jujur dan memiliki jiwa

kewirausahaan.

Mata

Pelajaran

Seni Budaya

✓ ✓ Mata pelajaran Seni Budaya berfungsi

untuk menumbuhkembangkan sikap

toleransi, demokrasi, beradab, hidup

rukun dan mampu mengembangkan

kemampuan imajinatif intelektual,

ekspresi melalui seni, mengembangkan

kepekaan rasa, keterampilan dan mampu

memamerkan karya seni.

Aspek Pengetahuan pada mata

pelajaran ini hanya berfungsi sebagai

ranah pendukung dalam melaksanakan

berbagai aktivitas seni, yang penilaiannya

terintegrasi dan terpadu di dalam aspek

praktik.

Aspek praktik merupakan ranah yang

dominan, karena pembelajaran Seni

Budaya berupa aktivitas fisik dan cita

rasa keindahan, yang tertuang dalam

kegiatan berekspresi, bereksplorasi,

berapresiasi dan berkreasi melalui bahasa

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 69

Page 71: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

rupa, bunyi, gerak dan peran.

Aspek Sikap yang dominan pada mata

pelajaran seni budaya adalah

pengembangan kepekaan rasa, toleransi,

menghargai/ mengapreasi karya seni dan

daya kreativitas.

Mata

Pelajaran

Pendidikan

Jasmani,

Olahraga dan

Kesehatan

✓ ✓ ✓ Pendidikan Jasmani, olahraga dan

kesehatan merupakan media untuk

mendorong perkembangan keterampilan

motorik, kemampuan fisik, pengetahuan,

penalaran, penghayatan nilai (sikap-

mental-emosional-spiritual-sosial), dan

pembiasaan pola hidup sehat.

Aspek Pengetahuan pada mata

pelajaran ini mencakup pengetahuan

mengenai kesehatan dan berbagai macam

penyakit. Aspek praktik merupakan

ranah yang sangat dominan, karena

pembelajarannya lebih menekankan pada

aktivitas motorik.

Aspek Sikap yang dominan dalam mata

pelajaran ini adalah pembentukan nilai

dan pembiasaan pola hidup sehat.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 70

Page 72: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

Mata

Pelajaran

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

✓ ✓ ✓ Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

berfungsi untuk meningkatkan

pengetahuan tentang sarana TIK, dan

kemampuan menggunakan sarana TIK

secara optimal.

Aspek Pengetahuan, mencakup

pengetahuan tentang sarana (hardware)

dan program (software) yang diperlukan

dalam penggunaan TIK pada kehidupan

sehari-hari, dan kemampuan menggali

dan mengelola informasi serta melakukan

komunikasi.

Aspek Praktik mencakup kemampuan

menggunakan dan memelihara sarana

TIK.

Aspek Sikap yang terkait dalam mata

pelajaran ini mencakup kemampuan

belajar mandiri, memecahkan masalah,

dan meningkatkan rasa percaya diri.

Muatan Lokal Muatan lokal merupakan kegiatan

kurikuler untuk mengembangkan

kompetensi peserta didik yang

disesuaikan dengan ciri khas dan potensi

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 71

Page 73: Ktsp Sma 1 Sumbar

Komponen

Aspek Penilaian

Yang Dominan Keterangan

Peng

e

tahua

n

Pra

k

tik

Sika

p

daerah. Aspek yang dinilai, disesuaikan

dengan karakteristik jenis program

muatan lokal yang dilaksanakan dan

diikuti oleh peserta didik.

Pelaksanaan Program Remedial

Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan

kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD

tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan

penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar

peserta didik.

Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai

standar kompetensi yang ditentukan, hanya waktu pencapaian

yang berbeda. Oleh karenanya perlu adanya program

pembelajaran remedial (perbaikan)

PRINSIP PEMBELAJARAN REMEDIAL

• Adaptif

• Interaktif

• Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian

• Pemberian umpan balik sesegera mungkin

• Pelayanan sepanjang waktu

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR

PESERTA DIDIK

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 72

Page 74: Ktsp Sma 1 Sumbar

• Kesulitan ringan (kurang perhatian saat mengikuti

pelajaran)

• Kesulitan sedang (gangguan belajar dari luar peserta didik,

misalnya : faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan

pergaulan)

• Kesulitan berat (ketunaan pada diri peserta didik misalnya

tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa)

TEKNIK UNTUK MENDIAGNOSIS

KESULITAN BELAJAR

• Tes prasyarat,

• Tes diagnosis,

• Wawancara,

• Observasi.

PELAKSANAAN REMEDIAL

• Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang

berbeda,

• Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus,

• Pemberian tugas/latihan,

• Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor

sebaya,

• dan lain-lain, yang semuanya diakhiri dengan ulangan.

TES ULANG

• Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah

mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat

diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan

dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan.

• Nilai hasil tes ulang tidak melebihi batas Kriteria

Ketuntasan Minimal.

PEMBELAJARAN PENGAYAAN

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 73

Page 75: Ktsp Sma 1 Sumbar

• Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat

dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan

memperdalam kecakapannya secara optimal melalui

pembelajaran pengayaan.

• Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu

pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah

melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan

oleh Satuan Pendidikan.

• Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi

peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka

dapat mengembangkan minat dan bakat serta

mengoptimalkan kecakapannya.

• Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu

dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi

dan lain-lain

Tingkat Kelebihan

Kemampuan Belajar

• Belajar lebih cepat

• Menyimpan informasi lebih mudah

• Keingintahuan yang tinggi

• Berpikir mandiri

• Superior dalam berpikir abstrak

• Memiliki banyak minat

Pelaksanaan Pengayaan

Pemberian pengayaan agar tepat sasaran, perlu ditempuh

langkah-langkah sistematis yaitu:

mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta

didik;

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 74

Page 76: Ktsp Sma 1 Sumbar

memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran

pengayaan.

Jenis Pembelajaran Pengayaan

Kegiatan Eksplorasi

Kegiatan yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik.

Sajian dimaksud dapat berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh

masyarakat, yang secara regular tidak tercakup dalam

kurikulum.

Keterampilan Proses

Kegiatan yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam

melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang

diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.

Pemecahan Masalah

Program yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki

kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah

nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah

atau pendekatan investigatif

Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan

1. Belajar Kelompok

Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu

diberikan pelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah

biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti

pembelajaran remedial.

2. Belajar Mandiri

Secara mandiri peserta didik belajar tentang sesuatu yang

diminati.

3. Pembelajaran Berbasis Tema

Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta

didik dapat mempelajari hubungan berbagai disiplin ilmu.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 75

Page 77: Ktsp Sma 1 Sumbar

4. Pemadatan Kurikulum

Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi materi yang

belum diketahui peserta didik.

Penilaian Pembelajaran Pengayaan

• Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran,

kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian.

• Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama

dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam

bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih

dari peserta didik yang lainnya

Tindak Lanjut bagi peserta didik yang tidak naik kelas

Bagi peserta didik yang tidak naik kelas diberikan kesempatan

untuk mengulang kembali belajar pada tingkat yang sama dengan

mempertimbangkan kondisi psikologis, sosial. Apabila siswa dan orang

tua / wali yang bersangkutan (tidak naik kelas) tersebut meminta pindah

sekolah maka pihak sekolah menyalurkannya sesuai ketentuan yang

berlaku yaitu tidak pindah naik kelas dan berdampak jatuhnya citra

sekolah.

L. Kelulusan

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 45

tahun 2006 yang disempurnakan dengan Permen Diknas nomor I tahun

2007, merujuk kepada Permen Diknas tersebut, BSNP menerbitkan

Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional tahun pelajaran

2011/2012 untuk SMA / MA, SMALB dan SMK, yang antara lain

mengatur tentang ketentuan kelulusan ujian nasional dari satuan

pendidikan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 76

Page 78: Ktsp Sma 1 Sumbar

a. Kelulusan Ujian Nasional

Siswa dinyatakan lulus dari ujian nasional jika tidak memenuhi

standar kelulusan sebagai berikut :

1. Memiliki nilai rata-rata minimum 5,00 untuk seluruh MP yang

diujikan, dengan tidak ada nilai di bawah 4,25

2. Memiliki nilai minimum 4,00 pada salah satu Mata Pelajaran

dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada Ujian

Nasional masing-masing minimal 6,00

3. Kabupaten/kota dan atau Satuan Pendidikan dapat menentukan

standar kelulusan Ujian Nasional lebih tinggi dari kriteri butir 1

b. Kelulusan Ujian Sekolah

Untuk siswa dapat lulus dari Ujian Sekolah/Madrasah apabila :

1. Memiliki rata-rata nilai minimum 6,00

2. Nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian Sekolah ditentukan

oleh masing-masing sekolah/madrasah

3. Satuan Pendidikan / Sekolah dapat menentukan batas lulus

dengan nilai rata-rata di atas 6,00

c. Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Satuan Pendidikan/Sekolah baru dapat mengumumkan kelulusan

bagi siswanya setelah menerima SKHUN, hasil ujian sekolah serta hasil

penilaian lainnya, sebagaimana diatur dalam pasal 72 PP no 19 tahun

2005, sebagai berikut:

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 77

Page 79: Ktsp Sma 1 Sumbar

Peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada

pendidikan dasar dan menengah setelah

1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran

2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh

Mata Pelajaran kelompok MP Agama dan Akhlak Mulia kelompok

MP Kewarganegaraan dan Kepribadian, Kelompok MP Estetika dan

kelompok MP Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

3. Lulus Ujian Sekolah/Madrasah untuk kelompok Mata Pelajaran Ilmu

Pengetahuan dan Teknologi

4. Lulus Ujian Nasional

Keempat kriteria kelulusan peserta didik dari Satuan Pendidikan di

atas harus dipenuhi oleh peserta didik. Apabila salah satu kriteria tidak

terpenuhi, peserta didik dinyatakan tidak lulus dari Satuan Pendidikan

(baca juga penjelasan)

Di samping penentuan dan penetapan tentang kelulusan, satuan

pendidikan juga dapat memberikan predikat bagi peserta didiknya

yang lulus dari Satuan Pendidikan, dengan ketentuan berikut :

1. Nilai rata-rata kelulusan (NK) dihitung dengan menggunakan

formula berikut:

NK =

A+B+C ¿3 ¿¿

¿

Keterangan :

NK= Nilai rata-rata kelulusan

A= Rata-rata nilai rapor semester I sampai semester II

B= Rata-rata nilai Ujian Sekolah

C= Rata-ratanilai Ujian Nasional

2. Predikat kelulusan berdasaarkan kategori sebagai berikut :

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 78

Page 80: Ktsp Sma 1 Sumbar

NK lebih besar atau sama dengan 85 Sangat Baik

NK lebih besar atau sama dengan 75 dan kurang dari 85 Baik

NK kurang dari 75 Cukup

M. Penjurusan

1. Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusana. Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA,

IPS dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X.b. Pelaksanaan KBM sesuai program jurusan, dimulai pada

semester 1 (satu) kelas XI.2. Kriteria penjurusan program

Penentuan penjurusan program dilakukan dengan

mempertimbangkan potensi, minat dan kebutuhan peserta didik,

yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang

sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh satuan

pendidikan. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat

dengan nilai akademik seorang peserta didik, maka guru harus

mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan

belajar kepada yang bersangkutan.

a. Potensi dan Minat Peserta DidikUntuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat

dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau cara

lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi, minat,

dan bakat yang dilakukan oleh guru BK bersama dengan Wali

Kelas.

b. Nilai akademikPeserta didik yang naik ke kelas XI dan akan mengambil

program tertentu yaitu: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : boleh memiliki nilai yang tidak

tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata

pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas

program tersebut.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 79

Page 81: Ktsp Sma 1 Sumbar

Peserta didik yang naik ke kelas XI, dan yang bersangkutan

mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai

tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program

yang dapat diikuti oleh peserta didik, contoh :

Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Kimia dan Geografi (2 mata pelajaran ciri khas program IPA dan 1 ciri khas program IPS), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Bahasa.

Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Fisika, (2 mata pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas IPA), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPS.

Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosilologi, dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas program IPS dan 1 ciri khas program Bahasa), maka peserta didik tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPA.

Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Ekonomi, dan Bahasa Indonesia (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas ketiga program di SMA) maka peserta didik tersebut: - perlu diperhatikan minat peserta didik.- perlu diperhatikan prestasi Pengetahuan, Praktik dan

Sikap pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPA seperti Fisika, Kimia, dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPS ( Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. Apabila pada nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program tertentu terdapat nilai prestasi yang lebih unggul daripada program lainya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai, wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program apa yang dapat dipilih oleh peserta didik.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 80

Page 82: Ktsp Sma 1 Sumbar

3. Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. Sekolah harus memfasilitasi agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.

4. Batas waktu untuk pindah program ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan.

a. maka siswa tersebut untuk mendapatkan jurusan perlu dilakukan :

1. Kegiatan remedial terhadap semua mata pelajaran yang

menjadi cirri khas kedua program studi setelah itu diadakan

ujian. Hasil ujian tersebut lalu dibandingkan kedua-duanya,

mana yang lebih tinggi nilai hasil remedinya, maka nilai

tersebut yang menjadi jurusan yang akan didapatkan oleh

siswa tersebut.

2. Penelusuran dan pemantauan terhadap minat dan bakat siswa

tersebut.

3. Ditentukan oleh guru BK bersama dengan Wali Kelas.

Untuk lebih jelasnya berikut digambarkan kriteria penjurusan bagi

siswa kelas X yang naik ke kelas XI IPA atau IPS.

1. Program IPA

Nilai mata pelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaraan,

Kesenian harus BAIK ( 70 )

Rata-rata nilai Mata Pelajaran program IPA minimal 65

(Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) di semester II kelas X

Hasil tes IQ merekomendasikan untuk memperoleh program

IPA

Rata-rata nilai Mata Pelajararan program pada semester I dan

II di kelas X minimal 60

% kehadiran pada mata pelajran program IPA minimal 85

dalam Tahun Pelajaran yang bersangkutan

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 81

Page 83: Ktsp Sma 1 Sumbar

Merupakan pilihan pertama dalam permintaan pilihan jurusan

ke guru BK

Nilai Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia minimal 65

2. Program IPS

Nilai Mata Pelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaran

kesenian dan Pendidikan Jasmani dan Olahraga Keseharan

(APKJO) harus BAIK ( 70 )

Rata-rata nilai Mata Pelajaran program IPS minimal 65

(EKonomi, Geografi, Sejarah dan Sosiologi) di semsester I

kelas X

Hasil tes IQ merekomendasikan untuk memperoleh program

IPS

Rata-rata nilai program IPS pada semester I dan II dalam

tahun pelajaran yang bersangkutan minimal 65

% kehadiran belajar pada mata pelajaran program IPS

minimal 85

Merupakan pilihan pertama dalam permintaan pilihan jurusan

ke guru BK

Nilai Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia minimal 65

N. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis

Keunggulan Lokal/Global

a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah

pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan

daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa,

teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang

semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta

didik.

b. Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat

memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 82

Page 84: Ktsp Sma 1 Sumbar

c. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat

merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat

menjadi mata pelajaran muatan lokal.

d. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta

didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang

sudah memperoleh akreditasi.

e. Upaya sekolah dalam menuju pendidikan berwawasan lokal dan

global adalah dengan meningkatkan kemampuan siswa dalam

berbahasa Inggris terutama dari segi Conversation, siswa mudah

mengakses informasi global dari internet yang tersedia di

sekolah, para guru diupayakan untuk mengajar dalam bahasa

bilingual, menggali potensi wisata yang ada di lingkungan sekitar

sekolah dan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 83

Page 85: Ktsp Sma 1 Sumbar

BAB III KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan disusun dan disesuikan setiap tahun oleh

sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan

waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan

kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan

masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama

satu tahun ajaran adalah sebagi berikut:

O. Pengaturan tentang Permulaan Tahun Pelajaran

Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu

kedua bulan Juli, atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka

permulaan tahun pelajaran dimulai pada hari berikutnya yang bukan

hari libur. Khusus untuk kels X kegiatan MOS dilaksanakan pada Minggu

pertama bulan Juli 2011.

Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung dengan pengaturan

sebagai berikut:

- kelas X melaksanakan kegiatan pembelajaran

- kelas XI melaksanakan kegiatan pembelajaran

- kelas XII melakukan kegiatan pembelajaran

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 84

Page 86: Ktsp Sma 1 Sumbar

P. Jumlah Minggu Efektif

Tabel 13 Minggu Efektif Semester 1 (satu) 2011

No Bulan Jumlah Ket

Minggu

Tidak Efektif Efektif

1 Juli 4 2 2 (3 & 4)

2 Agustus 4 3 1 (1)

3 September 5 3 2 (3 & 4)

4 Oktober 4 4

5 November 4 4

6 Desember 5 2 3 (1&2)

Jumlah 26 10 16

Tabel 14 Minggu Efektif Semester 2 (Dua) 2011

No Bulan Jumlah Ket

Minggu Tidak Efektif Efektif

1 Januari 4 1 3 (2 s/d 4)

2 Februari 4 4

3 Maret 5 2 3 ( 1 s/d 3)

4 April 4 4

5 Mei 4 4

6 Juni 5 2 3 (1,4 &5)

Jumlah 26 5 21

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 85

Page 87: Ktsp Sma 1 Sumbar

Waktu Belajar

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1

tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).

Tabel 15 Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam)

hari, yaitu:

HARI WAKTU BELAJAR

Senin 07.30 – 14.00

Selasa 07.30 – 14.00

Rabu 07.30 - 14.00

Kamis 07.30 - 14.00

Jum’at 07.30 – 11.30

Sabtu 07.30 – 12.30

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu

pembelajaran efektif belajar ditetapkan sebanyak 34 minggu untuk

setiap tahun pelajaran.

Q. Liburan Sekolah

Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah,

pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak

diadakan proses pembelajaran di sekolah.

Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut ini :

Libur Ramadhan

10 Agustus - 18 September

2011

Libur menyambut

Lebaran

10 September – 18 September

2009

Libur Semester 1 1 Januari 2011 – 8 Januari 2011

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 86

Page 88: Ktsp Sma 1 Sumbar

Libur Semester 2 20 Juni – 19 Juli 2011

Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara

lain:

Tahun Baru Masehi 1 Januari 2011

Idul Adha 17 November 2011

Tahun Baru Imlek 14 Februari 2011

Tahun Baru Hijriah 7 Desember 2011

Hari Raya Nyepi 16 Maret 2011

Maulid Nabi Muhammad

SAW

16 Februari 2011

Wafat Isa Al masih 2 April 2011

Hari Raya Waisak 28 Mei 2011

Kenaikan Isa Al Masih 13 Mei 2011

Hari Kemerdekaan R I 17 Agustus 2011

Isra ‘Miraj Nabi

Muhammad

10 Juli 2011

Idul Fitri dan Cuti

Bersama

10 – 18 September 2011

Hari Raya Natal 24 – 25 Desember 2011

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 87

Page 89: Ktsp Sma 1 Sumbar

R. Kalender Sekolah

KALENDER UMUM PENDIDIKAN SMA N 1 KEC. PAYUNG SEKAKI T.P. 2011-2011

JULI 2011 AGUSTUS 2011 SEPTEMBER 2011 OKTOBER 2011MINGGU 4 11 18 25 MINGGU 1 8 15 22 29 MINGGU 5 12 19 26 MINGGU 3 10 17 24/31SENIN 5 12 19 26 SENIN 2 9 16 23 30 SENIN 6 13 20 27 SENIN 4 11 18 25SELASA 6 13 20 27 SELASA 3 10 17 24 31 SELASA 7 14 21 28 SELASA 5 12 19 26RABU 7 14 21 28 RABU 4 11 18 25 RABU 1 8 15 22 29 RABU 6 13 20 27KAMIS 1 8 15 22 29 KAMIS 5 12 19 26 KAMIS 2 9 16 23 30 KAMIS 7 14 21 28JUM'AT 2 9 16 23 30 JUM'AT 6 13 20 27 JUM'AT 3 10 17 24 JUM'AT 1 8 15 22 29SABTU 3 10 17 24 31 SABTU 7 14 21 28 SABTU 4 11 18 25 SABTU 2 9 16 23 30Mingg Ke... 1 2 Minggu Ke... 3 Minggu Ke.. 4 5 Minggu Ke.. 6 7 8

NOPEMBER 2011 DESEMBER 2011 JANUARI 2011 FEBRUARI 2011MINGGU 7 14 21 28 30 MINGGU 5 12 19 26 MINGGU 2 9 16 23/30 MINGGU 6 13 20 27SENIN 1 8 15 22 29 SENIN 6 13 20 27 SENIN 3 10 17 24/31 SENIN 7 14 21 28SELASA 2 9 16 23 30 SELASA 7 14 21 28 SELASA 4 11 18 25 SELASA 1 8 15 22RABU 3 10 17 24 RABU 1 8 15 22 29 RABU 5 12 19 26 RABU 2 9 16 23KAMIS 4 11 18 25 KAMIS 2 9 16 23 30 KAMIS 6 13 20 27 KAMIS 3 10 17 24JUM'AT 5 12 19 26 JUM'AT 3 10 17 24 31 JUM'AT 7 14 21 28 JUM'AT 4 11 18 25SABTU 6 13 20 27 SABTU 4 11 18 25 SABTU 1 8 15 22 29 SABTU 5 12 19 26Minggu Ke... 9 10 11 12 Minggu Ke... 13 14 Minggu ke... 1 2 3 Minggu ke.. 4 5 6 7

MARET 2011 APRIL 2011 MEI 2011 JUNI 2011MINGGU 6 13 20 27 MINGGU 3 10 17 24 MINGGU 1 8 15 22 29 MINGGU 5 12 19 26SENIN 7 14 21 28 SENIN 4 11 18 25 SENIN 2 9 16 23 30 SENIN 6 13 20 27SELASA 1 8 15 22 29 SELASA 5 12 19 26 SELASA 3 10 17 24 31 SELASA 7 14 21 28RABU 2 9 16 23 30 RABU 6 13 20 27 RABU 4 11 18 25 RABU 1 8 15 22 29KAMIS 3 10 17 24 31 KAMIS 7 14 21 28 KAMIS 5 12 19 26 KAMIS 2 9 16 23 30JUM'AT 4 11 18 25 JUM'AT 1 8 15 22 29 JUM'AT 6 13 20 27 JUM'AT 3 10 17 24 31SABTU 5 12 19 26 SABTU 2 9 16 23 30 SABTU 7 14 21 28 SABTU 4 11 18 25

Minggu Ke... 8 9 10 Minggu Ke... 11 12 13 Minggu Ke...14

15 16 17 Minggu Ke... 18

Keterangan:

Hari Libur Pesantren Kilat & Kegiatan Ramadhan Penerimaan Lapor Hasil Belajar Ulangan HarianLibur Semester 2 (PSB) Ujian Akhir Nasional/ Sekolah Hari Raya Idul Fitri 1431 H Tahun Baru 1432 HMOS & MOM(Masa Orientasi Materi) Ujian Pertengahan Semester Peringatan Isra Mi’raj Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAWLibur Awal Ramadhan 1429 H Hari Kemerdekan R.I Libur Akhir Puasa dan Idul Fitri 1431 H Libur Semester IAwal & Akhir Ramadhan 1431 H Ujian Semester Ganjil Hari Natal Hari Raya Idul Adha 1431 HUjian PRA UN/UAS Clasmetting / Remedial Tahun Baru Masehi 2011 Ujian Kenaikan Kelas

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 88

Page 90: Ktsp Sma 1 Sumbar

Catatan: Dalam hal-hal tertentu tetap menyesuaikan dengan hari libur Nasional dan Ketetapan Pemerintahan Daerah.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 89

Page 91: Ktsp Sma 1 Sumbar

N

O JENIS KEGIATAN PELAKSANAANKETERANGA

N

1 Rapat Persiapan PSB    

2 Penerimaan siswa baru 29 Juni- 7 Juli 2011  

3 Rapat Persiapan KBM Semester

1

12 Juli 2011  

4 Masa Orientasi Siswa Baru 8 – 10 Juli 2011  

5 Rapat Koordinasi TU Setiap hari Senin minggu

kedua

1 X 1

Bulan

6 Rapat koordinasi Wali Kelas Setiap hari Selasa

minggu kedua

1 X 1

Bulan

7 Rapat Koordinasi Pembina OSIS Setiap hari Rabu minggu

ketiga

1 X 1

Bulan

8 Rapat Koordinasi Staf dan Wakil Setiap hari Kamis minggu

ketiga

1 X 1

Bulan

9 Rapat Pleno Komite ( OT

Peserta didik baru )

27 September 2011  

10 Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2011 Upacara

11 Libur Awal Ramadhan 10 Agustus – 18

September 2011

 

12 Libur Idul Fitri 10 – 18 September 2011  

21 Belajar Sore Kelas XII 4 Oktober – 5 Desember

2011

22 Ulangan Semester 1 18 – 23 Desember 2011  

Clas Meting Semester 1 24 – 30 Desember 2011

23 Rapat Evaluasi smstr 1&

Persiapan smtr2

28 Desember 2011  

24 Pembagian LHB Semester

1(Rapor)

31 Desember 2011  

25 Libur Semester 1 1 – 8 Januari 2011  

Page 92: Ktsp Sma 1 Sumbar

26 Hari Pertama Sekolah Semester

2

10 Januari 2011  

27 Lanjutan Belajar Sore Kelas XII 17 Januari - 27 Maret

2011

28 Pra UN/Try Out 1 9 – 14 Februari 2011  

29 Pra UN/Try Out 2 2 – 7 Maret 2011  

30 UN/ UAS 21 Maret – 31 Maret

2011

32 Ulangan Harian 1 22-27 Februari 2011

33 Remedial dan Pengayaan 29 maret – 3 April 2011

34 Pengumpulan nilai UH1 5-9 April 2011

35 Ujian Tengah Semester 2 8 – 13 Maret 2011  

36 Ulangan Harian 2 24-29 Mei 2011

37 Remedial/Pengayaan 1-5 Juni 2011

38 Pengumpulan nilai UH1 7-12 Juni 2011

39 Ujian Praktek Kelas XII 13- 14 April 2011  

42 Rapat Kelulusan 6 Juni 2011 Perkiraan

43 Ujian Kenaikan Kelas 6 – 11 Juni 2011

44 Rapat Kenaikan Kelas 15 Juni 2011 Perkiraan

45 Pembagian LHB semester 2 18 Juni 2011  

46 Libur Kenaikan Kelas 20 Juni – 9 Juli 2011  

Ketentuan Khusus:

1. Selama libur ramadhan, disamping kegiatan yang berkaitan

dengan tugas bulan ramadhan (Agenda Ramadhan, hafalan ayat –

ayat pendek, pesantren kilat) para siswa diwajibkan :

a. Mengerjakan soal – soal yang diberikan oleh guru mata

pelajaran yang hasilnya dilaporkan secara tertulis kepada

Kepala Sekolah.

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 91

Page 93: Ktsp Sma 1 Sumbar

b. Khusus untuk guru yang mengajar kelas XII agar

mempersiapkan siswa yang berkaitan dengan persiapan

UN / UAS 2011.

2. Selama libur ramadhan berlangsung, proses Administrasi dan

Ketatausahaan Sekolah tetap berlangsung.

3. Kalender pendidikan dapat saja berubah sesuai dengan

perkembangan dan kebijakan pemerintah Provinsi dan Kabupaten

Solok.

Sirukam, 28 Juli 2011

Kepala,

Drs.WAZARYUS, MM NIP. 19671231 199412 1 009

Kurikulum SMA Negeri 1 Payung Sekaki 92