Konsep Askep Lansia

download Konsep Askep Lansia

If you can't read please download the document

  • date post

    08-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    3

Embed Size (px)

description

konsep dasar lansia

Transcript of Konsep Askep Lansia

Asuhan keperawatan pada keluarga dengan keluarga lansia

Disusun oleh :1. Winda ulfa marhama2. Zha zha ricky destika tamara3. Yesi DarmiatiDosen pembimbing : Ns Hermansyah S.Kp.M.kep

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES BENGKULUTAHUN AJARAN 2014/2015

KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kepada Tuhan, karena atas berkah dan rahmat-Nya lah kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul tentang ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KELUARGA LANSIA. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada orang tua kami, teman-teman kami yang telah membantu dalam penyelesaian pembuatan makalah ini. Dan kami ucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan tugas ini agar bisa menjadikan kami manusia yang berpengetahuan.Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang Konsep Teoritis Keperawatan Keluarga Dengan Keluarga Lansia Beserta Suhan Keperawatannya. Kami menyadari, dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam makalah. Karena kami tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, kami masih membutuhkan kritik yang membangun dari pembaca. Akhir kata kami ucapkan terima kasih. Semoga bermanfaat.

Bengkulu, Maret 2015

penulis

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR................................................................DAFTAR ISI..................................................................BAB I PENDAHULUANa) Pendahuluan...................................................................................................................b) Tujuan.............................................................................................................................c) Manfaat...............................................................................BAB II TINJAUAN TEORITISa) Konsep dasar keperawatn keluarga.........................................................................................................................b) Konsep dasar lanjut usia..................................................................................................c) Konsep dasar asuhan keperawatan keluarga pada keluarga lansia.............................................................................................................BAB III ASKEP KELUARGA DENGAN KELUARGA LANSIA..................................................................................................................BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................................DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKeluarga merupakan bagian dari manusia yang setiap hari selalu berhubungan dengan kita. keadaan ini perlu kita sadari sepenuhnya bahwa setiap individu merupakan bagiannya dani keluarga juga semua dapat diekspresikan tanpa hambatan yang berarti.Keperawatan keluarga merupakan tingkat keperawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau satu kesatuan yang dirawat, dengan sehat sebagai tujuan dan perawatan sebagai penyalur. Sasaran keperawatan keluarga yaitu individu, family atau keluarga dn community atau masyarakat. Prinsip utama dalam perawatan kesehatan masyarakat mengatakan bahwa keluarga adalah unit atau kesatuan dari pelayanan kesehatan. Berbagai ilmu ini tidak dapat dipisahkan dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi karena sampai setengah abad yang lalu. Dan berbagai istilah berkembang terkait dengan lanjut usia (lansia), yaitu gerontologi, geriatri serta keperawatan gerontik, dan keperawatan geriatrik. Seiring dengan keberhasilan Pemerintah dalam Pembangunan Nasional, telah mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang, yaitu adanya kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang medis atau ilmu kedikteran sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan penduduk serta meningkatkan umur harapan hidup manusia. Akibatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut meningkat dan bertambah cenderung lebih cepat.Saat ini, di seluruh dunia jumlah orang lanjut usia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Di Negara maju seperti Amerika Serikat pertambahan orang lanjut usia bertambah 1000 orang per hari pada tahun 1985 dan diperkirakan 50% dari penduduk berusia 50 tahun sehingga istilah Baby Boom pada masa lalu berganti menjadi ledakan penduduk lanjut usia.Secara demografi, menurut sensus penduduk pada tahun 1980 di Indonesia jumlah penduduk 147,3 juta. Dari angka tersebut terdapat 16,3 juta orang (11%) orang yang berusia 50 tahun ke atas, dan 5,3 juta orang (4,3%) berusia 60 tahun ke atas. Dari 6,3 juta orang terdapat 822,831 (23,06%) orang yang tergolong jompo, yaitu para lanjut usia yang memerlukan bantuan khusus sesuai undang-undang bahkan mereka harus dipelihara oleh Negara.Secara individu, pada usia diatas 55 tahun terjadi penuaan secara alamiah. Hal ini akan menimbulkan masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologis. Survei rumah tangga tahun 1980 angka kesakitan penduduk usia lebih dari 55 tahun, sebesar 25,70% diharapkan pada tahun 2000 nanti angka tersebut akan menurun menjadi 12,30% (Depkes RI, Pedoman Pembinaan Kesehatan Lanjut usia bagi Petugas Kesehatan I, 1992)Pada sistem muskuloskeletal termasuk di dalamnya adalah tulang, persendian, dan otot-otot akan mengalami perubahan pada lansia yang dapat mempengaruhi penampilan fisik dan fisiologisnya. Semua perubahan ini sangat mempengaruhi rentang gerak, gerak secara keseluruhan, dan cara berjalan. Kekuatan muskular mulai merosot pada usia sekitar 40 tahun, dengan suatu kemunduran yang dipercepat setelah usia 60 tahun. perubahan gaya hidup dan penggunakan sistem neuromuscular adal penyebab utama kehilangan kekuatan otot. Secara umum, terdapat kemunduran kartilago sendi, sebagian besar terjadi pada sendi-sendi yang menahan berat dan pemebentukan tulang di permukaan sendi. Komponen-komponen kapsul sendi pecah dan kolagen yang terdapat pada jaringan penyambung meningkat progresif yang jika tidak dipakai lagi, mungkin menyebabkan inflamasi, nyeri, penurunan mobilitas sendi, dan deformitas. Penyakit inflamasi artikular yang paling sering terjadi pada lansia adalah Atritis Reumatoid.Berbagai penyakit sendi, termasuk Atritis Reumatoid dapat terjadi resiko jatuh pada lansia. Jatuh merupakan kejadian terbesar pada lansia. Jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang melihat kejadian, sehingga mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di lantai atau tempat yang lebih rendak dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Reuben, 1996 dalam Buku Ajar Geriatri, Darmojo, 1999).Kesehatan merupakan aspek sangat penting yang perlu diperhatikan pada kehidupan lansia. Semakin tua seseorang, cenderung semakin berkurang daya tahan fisik mereka. Dalam kaitan ini, kajian terhadap keperawatan lansia (keperawatan gerontik dan geriatrik) perlu ditingkatkan

B. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumUntuk mengetahui, memahami, dan menguasai konsep dasar keperawatan keluarga lanjut usia 2. Tujuan KhususSetelah mempelajari makalah ini, mahasiswa diharapkan mampu :a. Konsep dasar keperawatan kesehatan keluargab. Konsep keperawatan keluarga lansia c. Asuhan keperawatan keluarga lansiad. Memahami masalah keperawatan keluarga lansia

C. Metode penulisan Penulisan makalah ini penulis menggunakan metode deskriftif yaitu dengan penjabaran masalah-masalah yang ada dan menggunakan studi keperpustakaan dari literatur yang ada baik di perpustakaan maupun dimedia internet sebagai pelengkap.

D. Sistematika PenulisanMakalah ini terdiri dari IV Bab yang disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.Bab II : landasan teoritis yang terdiri dari konsep dasar keperawatan keluarga, konsep dasar keperawatan keluarga dengan lansia Bab III : Laporan KasusBab IV: Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran

BAB IITINJUAN TEORITISA. Konsep Dasar Keperawatan Keluarga1. PengertianKeluarga didefinisikan dalam berbagai cara. Definisi keluarga berbeda-beda, tergantung kepada orientasi teoritis pendefinisi yaitu dengan menggunakan menjelaskan yang penulis dari untuk menghubungkan keluarga. Burgess dkk (1963) membuat definisi yang berorientasi pada tradisi dan digunakan sebagai referensi secara luas: Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah dan ikatan adopsi. Para anggota sebuah keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah tangga, atau jika mereka hidup secra berpisah, mereka tetap menggangap rumah tangga tersebut sebagai rumah mereka. Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dalam peran peran sosial keluarga seperti suami istri, ayah dan ibu, anak laki-laki dan perempuan, saudara dan saudari Keluarga sama-sma menggunakan kultur yang sama, yaitu kultur yang di ambil dari masyarakat dengan beberpa ciri unik tersendiri. Meskipun definisi-definisi ini sering digunakan, namun terbatas kepada kemapuan aplikasinya dan sifat komprehensifnya definisi apa saja tentang keluarga harus menggambarkan bentuk-bentuk keluarga yang ada sekarang, dan definis tradisional seperti diats bisa memberikan gambaran tentang definisi yang dimaksud.Whall (1986) dalam analisa konsep tentang keluarga sebagai unit yang perlu dirawat dalam perawatan, ia mendefiniskan keluarga sebagai kelompok yang mendefinisikan diri dengan anggota sendiri terdiri dua individu atau lebih, yang asosiasinya dicirikan oleh istilah istilah usus, yang boleh jadi tidak di ikat oleh hubungan darah atau hukum, tapi yang berfungsi demikian macam sehingga mereka menggagap diri meraka sebagai sebuah keluarga. Mengingat siapakah individu-individu yang diindetifikasikan sebagai anggota keluarga merupaka sebuah komponen yanh sangat penting dari definisi ini. Bozett (1987) menyatukan definisi individu de