Komisioning Pltg Spln 58 1984

of 16 /16
( ,,..c \ STA]\ItrIAFI PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA BPLN tg : 'l3B.l Lampiran Surat Keputusan DireksiPLN No.: O88lDlRl84- tanggal 9 Juli 1984 $ffiK.Fq l$Tiqlit,,qffiq$ .$1F,, i{ c} KCIMISiIGII\IINGi PLTGI DEPARTEMEN PERTAMBANGA]T DAlU ElUERGI PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA JALAN TRUNOJOYO BLOK M U135 KEBAYORAN BARU JAKARTA

description

Komisioning Pltg Spln 58 1984

Transcript of Komisioning Pltg Spln 58 1984

Page 1: Komisioning Pltg Spln 58 1984

( ,,..c \

STA]\ItrIAFIPERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA

BPLN tg : ' l3B. l

Lampiran Surat Keputusan Direksi PLN

No.: O88lDlRl84- tanggal 9 Juli 1984

$ffiK.Fq l$Tiqlit,,qffiq$ .$1F,, i{ c}

KCIMISiIGII \ I INGi PLTGI

D E P A R T E M E N P E R T A M B A N G A ] T D A l U E l U E R G I

PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA

JALAN TRUNOJOYO BLOK M U135 KEBAYORAN BARU JAKARTA

Page 2: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : l9E4

KOMISIONING PLTG

Disuzun oleh:

I. KELOMPOK PEMBAKUAN BIDANG PEMBANGKITANdengan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Unnumtistrik Negara No"r 030/DIR/S3 tanggal 5 April l9E3

2 KELOMPOK KERJA KOMISIONING PLTG denganSurat Keputrrsan Direktur Pusat le4yglidikan Ma-salatr Kelistrikan No.: 0l0lLilK/84 tanggal 23 PebruariI 984

Diterbitkan oleh:

DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGIPERUSAHAAN UMUM LISTRIK T{EGARA

Jl. Trunojoyo Blok M Ul35 Kebayoran BaruJakarta

1984

- i -

Page 3: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : t9E4

Susunan Anggota Kelompok Pembakuan Bidang Pembangkitan

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara

No.: 030/DIR/8: tanggal 5 April 1983

l. Kepala Dinas Pembakuan, Pusat(ex-officio) *) :

2. (Ditetapkan kemudian)

3. lr. Soenarjo Sastrosewojo

4. (Ditetapkan kemudian)

5. Ir. Koesaeni Sastrodinoto6. Ir" M. SamNr Sasmitaatmadja7. k. tsambang Irawan Sapardi8. Ir. Ardi Yogi9 Ir. P. Sihombing10. Ir. SudjanadiI l. Ir. Zainall2.Ir. Sudadyo13. Iskandar Kasim, B.E.E.14. Ir. J. Soekarto15. Istigno, M.Sc.16. Ir. Bondantojo17.k.. Nabris Katib

l. Ir. Ardiyogi

2. lr. Mangapul Silalahi

3. lr. Firdaus Akmal

4. Bob Rakhman, B.E.E.

5. Ir. Sulaeman

Penyelidikan Masalah KelistrikanKetuamer.rngkap Anggota TetapSebagai Ketua Harianrnerangkap Anggota TetapSebagai Sekretarismer:rngkap Anggota Tetap.Sebagai Wakit Sekretarismerangkap Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota TetapSebagai Anggota Tetap.

Susunan Anggota Kelompok Kerja Komisioning PLTG

Surat Keputusan Direktur Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan

No.: 010/DIR/8+ tanggal 23 Pebruari 1984

KetuaLngrangkgp)el(retarrsmerangkapAnggota

Anggota

Anggota-

Anggota

Anggota

*) Ir. Mahmud Junus

- i i -

Page 4: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58: 1984

Daftar Isi

Pasal Satu - Ruang Lingkup dan Tujuan

Ruang L ingkup . . i . . . . . . . o | . . . o o o i . . c . . . . . . . . r . .

Tu juan . . . . . . . . . . r . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . I

Pasal Dua - Ist i lah dan Definisi

Pengertian Unit PLTG

S i s t e m I r . . . o . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . o

S u b s i s t e r n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Perlengkapan Individu . . . . . . . . . . . . . . . o . . . . o . . . . . . . .

Komis ioning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . +

KOOfd ina tO f pan - " i iI v l l 6 L , | j - t . . a . . a . a . a a a . a . a a a t a a a a . e a a a a .

Tahapan Kegiatan dalam Komisioning . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Halaman

I

2

3

4

5

6

7

8

9

2

2

2

3

3

3

3

Pasal Tiga - Surat Perjanj ian

l0 Hal-hal yang Harus Disebutkan dalam surat perjanj ian. . . . . . . .antara Kontraktor dan PLN

Pasal Empat - Pelaksanaan Komisioning

l l Pelaksanaan Komisioning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . o . . . . . .

Pasal Lima - Tugas dan Tanggungjawab

12 Tugas dan Tanggungjawab

G a m b a r l : B a g a n T a h a p a n K e g i a t a n K o m i s i o n i n g . . . . . . . . . , . . .

l 0

L2

- l u -

Page 5: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : 1984

KOMISIOI.IING PLTG

Pasal Satu

Ruang Lingkup dan Tujuan

Ruang Lingkup

Pedoman ini dimaksudkan untuksanakan setiap kcmisioning unit

memberikan petunjuk cara-cara melak-

PLTG yang menggunakan bahan bakarminyak atau gas alam.

untuk komisioning ini digunakan standar-standar pengujian, yaitu:l ' l Untuk pengujian daya, ef isiensi dan unjuk-kerja/karakterist ik lainnya

dari Turbin Gas diberlakukan Standar ISO Z3l4 ( lgl3) seutuhnya.I '2 Untuk pengujian peralatan di luar Sub-ayat 1.1 diberlakukan standar

pengujian yang berlaku di lingkungan PLN arau srandar lainnya yangdisetujui oleh Koordinator penguji , pLN dan Kontraktor.

Pedoman ini berlaku juga bagi segala macam kontrak pekerjaan unit pLTGdan wajib di laksanakan dalam setiap komisioning PLTG yang baru maupunpada setiap pemeriksaaan periodik PLTG. Pedoman ini dibuat dan di lak-sanakan berdasarkan kebutuhan dan pengalaman pLN dan merupakan ke-satuan dengan: -standar ISO 2314 (197 3), Gas Turbine_Acceptance Test,_yang telah diangkat seutuhnya menjadi standar pLN.

Didalam surat perjanjian antara kontraktor dan PLN ditegaskan persetujuankedua pihak atas standar ISO Z3I4 (197iD dan dapat disebutkanperubahan-perubahan atas ayat-ayat tertentu maupun pengecualian-pe-ngecualian yang disepakati kedua belah pihak.

Tujuan

Tujuannya ialah untuk memberikan pegangan yang lebih terarah dan kesera-gaman dalam melaksanakan komisioning unit PLTG baik dari segi manaje-men/koordinasi maupun teknis pelaksanaan.

t -

Page 6: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : 1984

Pasal Dua

Istilair dan Definisi

Pengertian Unit PLTG

yang dimaksud dengan unit PLTG dalam pedoman ini ialah kesatuan me-

sin-mesin dan pertengkapannya yang tersusun dalam tata hubungan kerja,

membentuk sistem untuk mengubah energi yang terkandung di dalam bahan

bakar minyak atau gas alam menjadi tenaga l istr ik, dengan menSgunakan

turbin gas sebagai penggerak utama.

Untuk pelaksanaan pedoman ini, unit pLTG dibagi atas t iga sistem y'aitu:

. Sistem Turbin Gas.

. Sistem Listr ik.

. Sistem Kontrol.

Sistem

4.1 Yang dimaksud dengan sistem turbin gas dalam pedoman ini ialah

kesatuan perlengkapan untuk mengubah energi termal men jadi energi

mekanisr yang terdir i dari satu atau beberapa kompresor aksial,

perlengkapan termal untuk memanaskan f luida kerja, satu atau be-

berapa turbin dan peralatan bantu.

q.Z yang dimaksud dengan sistern l istr ik dalam pedoman ini ialah kesatuan

perlengkapan untuk mengubah energi mekanis menjadi energi elektr is

termasuk menyalurkan dan memakainya, yaitu yang terdir i dari perleng-

kapan pembangkit, perlengkapan huBung-bagi dan transformator.

4.3 yang dimaksud dengan sistem kontrol dalam pedoman ini ialah kesatuan

perlengkapan yang terdiri dari subsistem untuk mengatur, mengawasi,

membatasi dan menjaga agar setiap proses serta kerja peralatan dapat

berlangsung secara efisien dan aman.

Subsistem

yang dimaksud dengan subsistem dalam pedoman ini ialah kesatuan perleng-

kapan individu yang membentuk ikatan kerja tertentu dan mempunyai fungsi

tertentur yang merupakan bagian terpadu dari suatu sistem'

- 2 -

Page 7: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : 1984

5 Ferlengkapan Individu

Yang cJimaksud dengan peeriengl<apan individu ialah setiap perlengkapan

yang dit inja,u secara sendir i , antara lain pompa, katup, transfonnratorr pernLj*

tus tenaga.

Komisioning

Yang dimaksr:d dengan kornisioning unit PLTG iaiah:

7. I Suatu rangkaian kegiatan yang terus menerus, d imula i se jak saat sc^

lesainya pemasangan sarnpai saat penerimaan (talcing-over cert i f icate)

a leh PLNo ataul

7.2 Suatu rangkaian kegiatan yang terus Inenerus, muiai seiak saal se-

lesainrla. pemeriksaan besar (rnajor inspection = maior overhaul) sarnpai

saa i unit ters' :but diterirna. untuk beroperasi kembali ;

) ,ang i ;erlrr juan menrbawa unit ciari- i kondisi non akti f ke kondisi akt i f dengan

r i re laksanal . ra, i l<egratan Denrer i l<saan, pengu j ian, pemiru l< ' i ian r :n j ' . rk- i<e i : ja

(cer lo i r : - . . r lce tcs: ) Dei '31: r ian, , " ln i i ter l - radao persyarata l i koni r ; i l<" keai -nanar t

Can i - r eanda ia : . r ' r J€ i3s l r r \ : 1 .

8 Koordinator Penguji

Seorang l(oordinat<ir penguji dipi l ih oleh cjan dari kedua pihak, yaitu I-)Lhi

dan Kontraktor, untuk rneng!,oordinasikan komisionirrg.

Tatrapan Kegiatan dalam Komisioning

Tahapan kegiatan komisioning di luklskan dalam Gambar l , yang berlaku

untuk jenis komisioning pada Sub ayat 7.

Pembagian tugas antara Kcntraktor, PLN dan Koordinator penguji sebagai

berikut:

a) Periode pemasangan

b) Periode pengujiansebelum jalan danPeriode pendahuluan

c) Periode Pengujiansiap-guna

d) Periode pelayanankom ersia[.

Tugas Kontraktor.

Tugas Koordinator penguii

Koordinator penguji melaksanakan penguiian r- ln-juk-kerja. Selanjutnya pengujian keandalan sarnps.idengan penerimaan di laksanal<an cleh Kontraktor"

Tugas PLN.

- 3 -

Page 8: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 | L984

Kegiatan yang dilaksanakan pada masing-masing periode beserta istilah dan

definisinya adalah sebagai berikut:

9.L Periode pemasangan

Kegiatan melaksanakan pemasangan bagian-bagian unit PLTD.

Berakhirnya periode pemasangan adaiah suatu keadaan yang menun*

jukkan bahwa bagian-bagian utama sesudah terpasang dan siap diuj i

sedemikian rupa, sehingga walaupun ada sebagian perlengkapan yang be-

lum terpasang t idak akan mengurangi keamanan dan keandalan operasi.

9.2 Periode pengujian sebelum jalan

Kegiatan yang di laksanakan atas kebenararr pemasangan peralatarn,

ke lengkapan pera latan berdasarkan spesi f ikas i l<ontrak, sesuai ketentuan

teknis yang umum (common pract ice) ser ta ke lengkapan pera latan untuk

pengujian, dengan tujuan r:ntul< meyakinkan bahwa peralatan siap untuk

diu j i .

- Fengujian individu adalah kegiatan pengujian peralatan secara indiviciu

yang dilaksanakan secara terpisah dari subsistem, meliputi kegiatan

pengujian, untuk membuktikan bahwa peralatan individu tersebut

berfungsi baik.

- Pengujian subsistem adalah kegiatan pengujian terhadap subsistem un-

tuk membuktikan bahwa subsistem secara terpadu dapat berfungsi

dengan baik.

- Pengujian sistem adalah, kegiatan pengujian terhadap suatu sistem

untuk membuktikan bahwa subsistem /peralatan secara terpadu dapat

berf ungsi dengan baik, sehingga memungkinkan untuk penyalaan awal

( init ial f i r ing).

9.3 Periode pengujian pendahuluan

- Penyalaan awal adalah saat penyalaan pertama pembakaran yang me-

nandakan unit mengalarni proses energi.

- Pengujian alat pengaman adalah pengujian peralatan pengarnan utama

sepert i pengujian putaran lebih (over-speed tr ip, f lame fai lure tr ip

bi la ada, low lubricating oi l pressure dan [ain-lain).

- Paralel adalah saat pertama generator dihubungkan dengan jaringan,

yang menandakan unit PLTG secara keseluruhan menghasi lkan energi

l istr ik.

- 4 -

I

Page 9: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : 1984

Bila selama periode ini terjadi gejala t idak normal antara lain ge-taran, suhu, maka perlu di lakukan koreksi-koreksi sebelum dimulainyaperiode palayanan pengujian.

- Pengujian beban adalah pengujian unit pembangkit dengan caramembebani unit tersebut sesuai prosedur pengu j ian selama t 00 jam

terus menerus.

- Pengujian lepas beban adalah pengujian unit pembangkit dengan caramelepas pemutus tenaga sehingga menjadi tanpa beban tetapi denganputaran nominal.

9.4 Periode pengujian siap guna

- Pengujian siap-guna adaiah pemgujian yang menjadi dasar penerimaan,terdir i dari pengujian unjuk-kerja dan pengujian keandalan.

Sebelum pengu jian, Kontraktor diberi kesempatan untuk melakukanpembersihan peralatan, kal ibrasi, penggantian f i l ter-f i l ter cl l l . .

- Pengujian unjuk-kerja adalah pengujian yang di laksanakan segeramungkin setelah berakhirnya pengujian beban dan lepas beban untukmengetahui dan membul<tikan bahwa kapasitas, ef isiensi dan ka-rakteristik operasi unit/peralatan memenuhi sebagaimana tercantumdalam kontrak"

- Pengujian keandalan adalah pengujian unit pembangkit, dengan caramembebani unit tersebut sesuai kebutuhan selama 600 jam terus me-nerus tanpa pemutusan, kecuali yang diakibatkan oleh gangguan dariluar,

- Penerimaan adalah pengalihan tanggung jawab atas unit tersebut darikontraktor kepada pLN.

9.5 Periode pelayanan komersial

Pengoperasian unit PLTG untuk menyalurkan energi listrik kepada kon-sumen.

- 5 -

Page 10: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 | L984

Pasal Tiga

Surat Perjaniian

l0 Hal-hal yang Harus Disebutkan dalam Surat Perianjian antara Kontraktor

dan PLN

I Kedua pihak menegaskan persetujuan mereka atas ISO 2314 0973).

Z Kedua pihak lebih tanjut menegaskan persetujuan mereka perihal tersebut

d a l a m I S O 2 3 1 4 A y a t / S u b - a y a t 1 . 5 , 4 . 1 , 5 . 1 . 1 , 5 . I ' 2 , 5 , I . 3 , 5 ' 2 ' 3 , 6 ' 2 ' 2 ,

6 . 3 . 3 , 5 . 4 . 1 . 1 , 6 . 4 . 2 . I , 6 . 5 . 1 6 . 5 . 2 , 6 . 5 . 6 , 6 . 7 , r , 6 . 7 . 3 , 7 . 2 . 1 ' r , 7 ' 2 ' 3 ' 1 ,

7 . 2 " 3 . 3 , 7 , 2 . 4 , 8 . 3 . 3 , 8 . 3 . 4 , 8 . 6 . 4 . 2 . .

3 Kedua pihak menegaskan batas-batas kerja (operating l imit) yang dapat

disepakati berdasarkan spesif ikasi dari PLN dan spesif ikasi penawaran

dari Kontraktor.

4 Pengujian khusus yang diperlukan.

5 Prosedur pengujian dan pencatatan data.

6 Lokasi/tempat melaksanakan pengujian.

7 Organisasi dan personi l yang terl ibat dalam pengujian.

8 Saat dan jumlah pengambilan data.

9 Jumlah dan tempat instrumen yang perlu dicatat.

10 Pelaksanaan perhitungan dan laporan yang harus dibuat.

I I Persyaratan yang harus dipenuhi oleh instrumen/alat ukur yang digunakan

selama pengujian.

l2 Syarat-syarat dan kal ibrasi instrumen ukur.

l3 Laboratorium untuk analisa bahan bakar.

14 Perincian persyaratan dan metode yang digunakan untuk menjaga pem-

bebanan yang tetaP.

15 Lamanya unit beroperasi pada beban yang ditentukan sehingga ,datanya

dapat diambil dan selang waktu pengambilan data.

16 Nilai tera (sett ing) dari peralatan pengendali /pengaman.

17 Beban dan putaran yang di inginkan saat pengujian.

l8 Koreksi atau penyesuaian yang diperlukan apabila hasi l pengujian

menyimpang dari spesif ikasi.

19 Besarnya rugi daya dan simpangan frekuensi yang di izinkan selama penS-

u j ian.

- 6 -

Page 11: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 5E : l9t4

20 Deviasi data operasi yang di izinkan.

2I Pihak yang rnenanggung biaya dan menyediakan peralatan pengujian.

Pasal Empat

Pelaksanaan Kornisioning

I I Pelaksantlan Komisioning

Komisioning di laksanakan berdasarkan standar-standar pengujian yang ber-

laku di l ingkungan PLN (Setru, SLI, IEC, ISO, dsb.) dan standar-standar lain

yang diusulkan Koordinator penguji dan disetujui PLN dan Kontraktor.

I l . l Pemeriksaan pendahuluan

Sebelurn suatu alat/sistem siap untuk diuj i , maka terlebih dahulu di-

lakukan pemeriksaan/pengujian konstruksi oleh PLN, meliputi :

a) Konstruksi bangunan, meliputi antara lain:

l . Hasi l pengelasan.

2. Konstruksi.

3" Pekerjaan mekanis.

4. Peker jaan e lekt r is .

5. Kebersihan,

6" Kelurusan dan kelonggaran.

7. Kawat-mengawat.

8. Arah putar.

9. Kerja katup.

I 0. Pem ipaan.

b) Sistem dan subsistem.

l l ,2 Pokok-pokok pengujian (test i tems)

l l .2 . l Penguj ian ind iv idu

l . Generator .

2. Transformator .

3. Pemutus tenaga tegangan t inggi.

4. Penguatan.

5. Pemisah tegangan t inggi.

6. Kabel dan busduct tegangan menengah.

7. PHB tegangan menengah.

8. Motor tegangan menengah"

- 7 -

Page 12: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 | L984

9 .

1 0 .

l l .

12.

13.

1 4 .

Kabel tegangan menengah.

Motor tegangan rendah.

Meter-meter l is t r ik .

Rela i penguj ian karakter is t ik .

Baterai dan pengisi baterai.

Transformator tegangan

- Tahanan isolasi

- Pengukuran rasio.

Transformator arus

- Tahanan iso las i

- Pengukuran ras io

1 5 .

- Polar isasr .

15. Inver ter

- Pemeriksaan frekuensi

- Pemeriksaan bentuk gelombang.

L7, Kar tu pengenal e lekt ronik

- Pemeriksaan kartu secara individu.

18. Pengendali pneumatik dan transmiter (pengubah sinyal)

- Kal rbras i .

19. Manorneter dan peralatan

- Kal ibras i

- Pemeriksaan ketel i t ian.

20. Saklar tekanan, suhu dan

- Pemeriksaan ni lai tera

21. Pencatat otomat is

- Kal ibrasi

- Pemeriksaan mekanis.

22. Pipa/saluran udara dan gas

- Perneriksaan kebocoran.

23. Ptpa pengendali sistem pneumatik

- Pernbi lasan

- Pemeriksaan kebocoran.

24. Tangki

- Pemeriksaan kebocoran

- Kal ibras i .

penun juk

pem tas

dan ker ja .

- 8 -

Page 13: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : l98tl

25. Katup pengaman

- Pemer iksaan n i la i tera.

| 1 .2.2 Penguj ian subsi .s tem

Pengujian dari subsistem dalam unit PLTG baik subsistem turbirr

Easr sistem i istr ik, maupun subsistem dari sistem kontrol pada

dasarnya dimaksudkan untuk menguji operasi secara terpadu dari

masing-masing peralatan individu yang membentuk subsistem ter-

sebut, serta subsistem lain yang terl ibat di dalamnya. Pada

urnumnya pengujian suatu subsistem dapat terdir i atas satu atau

lebih dari pokok-pokok pengujian yang berikut:

a) Pengujian beban dari pompa, berikut motor penggeral<nya yang

antara Iain meliputi pentanahan, pengukuran al iran, peng-

ukuran suhu bantalan dan rumah pompa, pengukuran vibrasi

dan kelonggarannya.

b) Pengujian kerja terhadap semua peralatan yang bersangkutan

dan beker ja secara terpadu dengan subsis tem tersebut .

c ) P e n g u j i a n u n j u k - k e r j a .

d) Penguj ian urutan ker ja dan s is tem pengunci .

e ) Pengu j ian s i s tem pro teks i moto r .

f ) Penguj ian a lat -a lat penunjuk e lekt r ik /pneumat ik meter-meter

pada s is tem kendal i .

g) Penguj ian s imulas i .

I I .2.3 Pengujian sistem

l . S is tem turb in gas

- Pengujian penyalaan

- Pengujian pentahapan kenaikan

- Penguj ian proteks i turb in.

2. Penguj ian unjuk-ker ja uni t PLTG

- Daya yang dihasi lkan

- Pemakaian kal ir spesif ikasi

- Ef is iens i termal .

putaran

mel iput i :

9 -

Page 14: Komisioning Pltg Spln 58 1984

S,PLN 58 | 1984

Pasal Lima

Tugas dan Tanggungiawab

12 Tugas 'dan Tanggungjawab

Tugas utama dari pihak-pihak yang terribat daram komisioning PLTG adalah:

l2. l Koordinator Penguj i

l . M e l a k s a n a k a n k o o r d i n a s i k e r j a a n t a r a p i h a k . p i h a k y a n S t e r l i b a t

dalam kegiatan komisioning a8ar dapat berjalan sesuai dengan program

yang telah ditetaPkan.

l . Melaksanakan tugas kegiatan komis ioning berdasarka ' persetu juan

tersebut dalam AYat l0 '

3 . Ber tanggungjawab atas penguj ian selama komis ioning sampai dengan

penerimaan.

4. Mengevaluasi usulan ProSram komis ioning dar i masing-masing kon-

traktor serta menyusunnya dalam suatu pro8ram kornisioning PLTG

yang terPadu.

5. Mengevaluasi hasi l pemeriksaan awal untuk menentukan bahwa komi-

s ioning uni t sudah daPat d imula i '

6. Membuat perhitungan-perhitungan pengujian unjuk-kerja dari

peralatan dan unit PLTG'

7. Mengevaluasi hasi l pelaksanaan komisioning sebagai dasar peneri-

maan.

8. Membuat laPoran komisioning'

12.2 PLN

l. MenYediakan tenaga Pelaksana

2. MenYetujui (aPProve) usulan

Kotraktor.

3. Bersama Kontraktor melaksanakan komisioning unit '

12.3 Kontraktor

I . Menyiapkan usulan program kom isioning untuk masing-masing per-

alatan yang termasuk dalam ruan8 lingkup pekerjaannya untuk

diajukan kepada Koordinator penguji setelah disetuiui PLN'

komis ioning uni t .

program kom isioning Yang disusun

1 0 -

Page 15: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 5t : l9t4

2. Melaksanakan komisioning unit bersama PLN sesuai dengan program

yang telah disetujui Koordinator penguji.

Catatan: Sebenarnya Kontraktor terdiri dari Kontraktor pelaksanapembangunan dan Fabrikan. Dalam hal ini dianggap Kontrak-tor sekaligus mewakili Fabrikan.

Koordinator

Penguji

Kontraktor

il

Page 16: Komisioning Pltg Spln 58 1984

SPLN 58 : 1984

boCcoo

Eo

Cd(0

00c,)

J

C(do.(d

(dP

C(0bo(t,c0

a a

a

li

-oU

"*

"""

.rs

\((,3 . F e- 2 q G

;f; ;"E- o Y o . H

E I g"frsH,E.E E EIHrrA€gEr€seeee

DOCcov,

EoV

- E r E t >- 1 2 -