Kesetimbangan Dan Larutan

download Kesetimbangan Dan Larutan

of 16

Transcript of Kesetimbangan Dan Larutan

Kesetimbangan dan Larutan Kesetimbangan 1.Pengertian KesetimbanganKesetimbangan adalah prosos dinamis ketika reaksi ke depan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi pada arah yang berlawanan. Konsentrasi dari setiap zat tinggal tetap pada suhu konstan.Banyak reaksi kimia tidak sampai berakhir, dan mencapai suatu titik ketika konsentrasi zat-zat pereaksi dan produk tidak lagi berubah dengan berubahnya waktu. Molekul-molekul telah berubah dari pereaksi menjadi produk dan dari produk menjadi preaksi, tetapi tanpa perubahan netto konsentrasinya.Pokok-pokok penting yang perlu diingat pada konstanta kesetimbangan yaitu K adalah suatu konstanta untuk setiap reaksi selama suhunya tidak berubah. K menentukan zat mana yang konsentrasinya lebih besar pada saat keetimbangan produknya atau pereaksinya. Karena k ditentukan oleh konsentrasi pereaksi atau produknya. K tidak tergantung dari banyaknya tingkat reaksi antara pada mekanisme reaksinya.Jika nilai K lebih besar dari 1 pada kesetimbangan akan lebih banyak produk di bandingkan dengan pereaksi, dan reaksi berhenti di kanan, begitu pula sebaliknya. Asas Le chatelier menyatakan bahwa jika suatu perubahan yaitu perubahan konsentrasi , tekanan, volume, atau suhu diterapakan pada suatu system yang berada pada keadaan setimbang, system tersebut akan bergeser ke arah yang akan memperkecil pengaruh perubahan tersebut.Kenaikan tekanan akan menggeser kesetimbangan ke arah sisi yang mempunyai jumlah mol gas lebih sedikit. perubahan tekanan hanya mempengaruhi reaksi-reaksi dalam fase gas yang jumlah mol gas pereaksi dan produknya berbeda. Setiap system kesetimbangan melibatkan reaksi-reaksi endoterm dan eksoterem. Kenaikan suhu system akan menguntungkan reaksi eksoterem.kita akan mempelajari pengertian kesetimbangan kimia, contoh aplikasi kesetimbangan kimia dalam industri, menentukan dan menghitung besarnya konstanta kesetimbangan kimia, mempelajari berbagai jenis kesetimbangan kimia, memanipulasi persamaan kesetimbangan kimia, serta mengkaji faktor-faktor yang dapat menggeser kesetimbangan kimia.Salah satu proses yang sangat berguna dalam industri kimia adalahproses Haber,yaitusintesis gas amonia dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Reaksi kimia yang terjadi dalamproses Haberadalah sebagai berikut :N2(g)+ 3 H2(g)-> 2 NH3(g)Dengan cara penulisan ini, reaksi kimia menunjukkan bahwa gas hidrogen dan gas nitrogen bereaksi untuk menghasilkan gas amonia, dan hal ini akan terus berlangsung sampai salah satu atau kedua reaktannya habis. Tetapi, sesungguhnya, hal ini tidak sepenuhnya benar.Apabila reaksi ini dilakukan dalam ruang tertutup (sebab reaktan maupun gas sama-sama berbentuk gas), gas nitrogen dan gas hidrogen akan bereaksi membentuk gas amonia. Namun, sebagian dari gas amonia tersebut akan segera terurai menjadi gas nitrogen dan gas hidrogen kembali, seperti yang ditunjukkan dalam persamaan reaksi berikut :2 NH3(g)-> N2(g)+ 3 H2(g)Oleh sebab itu, di dalam ruang tertutup tersebut, sesungguhnya terjadi dua reaksi yang saling berlawanan, yaitu gas nitrogen dan gas hidrogen bergabung menghasilkan gas amonia dan gas amonia terurai menghasilkan gas nitrogen dan gas hidrogen. Kedua reaksi tersebut dapat dituliskan secara bersamaan dengan menggunakan dua mata anak panah sebagai berikut :N2(g)+ 3 H2(g) 2 NH3(g)Gas nitrogen dan gas hidrogen diletakkan di sisi kiri karena bahan itulah yang mula-mula dimasukkan ke dalam tempat reaksi. Kedua reaksi tersebut terjadi dengan kecepatan yang berbeda. Namun, cepat atau lambat, kecepatan kedua reaksi tersebut akan sama dan jumlah relatif dari gas nitrogen, gas hidrogen, dan gas amonia menjadi tetap (konstan). Ini merupakan contohkesetimbangan kimia. 2. Kesetimbangan kimia dinamisKesetimbangan kimia dinamistercapai pada saatdua reaksi kimia yang berlawanan terjadi pada tempat dan waktu yang sama dengan laju reaksi yang sama.Ketika sistem mencapaikesetimbangan,jumlah masing-masing spesi kimia menjadi konstan (tidak perlu sama).Kadang-kadang, terdapat banyak produk (spesi kimia yang ada di sisi kanan tanda panah bolak-balik) ketika reaksi mencapaikesetimbangan. Tetapi, kadang-kadang, produknya justru sangat sedikit. Jumlah relatif dari produk dan reaktan dalamkesetimbangandapat ditentukan dengan menggunakankonstanta kesetimbangan kimia(K)untuk reaksi tersebut.Secara umum, untuk reaksikesetimbanganhipotetis berikut :a A + b B c C + d DHuruf besar menunjukkan spesi kimia dalamkesetimbangan kimiadan huruf kecil menyatakan koefisien reaksi pada reaksi kimia setara.Konstanta kesetimbangan kimia(Keq) secara matematis dapat dinyatakan dalam persamaan berikut :Keq= [C]c[D]d/ [A]a[B]bPersamaanKeqdirumuskan oleh dua ahli kimia berkebangsaan Norwegia, yaituCato GuldbergdanPeter Waage, pada tahun 1864. Persamaan ini merupakan pernyataan matematis darihukum aksi massa(law of mass action), yang menyatakan bahwapada reaksireversibel(bolak-balik, dua arah) yang mencapai keadaankesetimbanganpada temperatur tertentu, perbandingan konsentrasi reaktan dan produk memiliki nilai tertentu (konstan), yaituKeq(konstanta kesetimbangan kimia).Bagian pembilang mengandung produk dari kedua spesi kimia yang berada di sisi kanan persamaan dengan masing-masing spesi kimia dipangkatkan dengan koefisien reaksinya dalam persamaan reaksi berimbang. Penyebutnya juga sama, tetapi digunakan spesi kimia yang berada di sebelah kiri persamaan reaksi. Oleh karena satuan yang digunakan dalamkonstanta kesetimbangan kimiaadalahkonsentrasi(molaritas), para ahli kimia menggunakan notasiKcsebagai penggantiKeq.Nilai angka darikonstanta kesetimbangan kimiamemberikan petunjuk tentang jumlah relatif dari produk dan reaktan. NilaiKcjuga memberikan petunjuk apakahkesetimbangancenderung ke arah reaktan atau produk. Apabila nilaiKcjauh melebihi satu (Kc>> 1),kesetimbanganakan cenderung ke kanan (produk), sehingga jumlah produk lebih besar dibandingkan reaktan. Sebaliknya, apabila nilaiKcjauh di bawah satu (Kc KcSistemreaksi reversibelkelebihan produk dan kekurangan reaktan. Untuk mencapaikesetimbangan, sejumlah produk diubah menjadi reaktan. Akibatnya, reaksi cenderung ke arah reaktan (ke kiri).2.1.4 faktor-faktor yang mempengaruhikesetimbangan kimiaKesetimbangan kimiadapat diganggu oleh beberapa faktor eksternal. Sebagai contoh, pada pembahasanproses Habersebelumnya, telah diketahui bahwa nilaiKcpadaproses Haberadalah 3,5.108pada suhu kamar. Nilai yang besar ini menunjukkan bahwa padakesetimbangan, terdapat banyak gas amonia yang dihasilkan dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Akan tetapi, masih ada gas nitrogen dan gas hidrogen yang tersisa padakesetimbangan. Dengan menerapkan prinsip ekonomi dalam dunia industri, diharapkan sebanyak mungkin reaktan diubah menjadi produk dan reaksi tersebut berlangsung sempurna. Untuk mendapatkan produk dalam jumlah yang lebih banyak,kesetimbangandapat dimanipulasi dengan menggunakanprinsip Le Chatelier.Seorang kimiawan berkebangsaan Perancis,Henri Le Chatelier, menemukan bahwajika reaksi kimia yang setimbang menerima perubahaan keadaan (menerimaaksidari luar), reaksi tersebut akan menuju pada kesetimbangan baru dengan suatupergeserantertentu untuk mengatasi perubahan yang diterima (melakukanreaksisebagai respon terhadap perubahan yang diterima). Hal ini disebutPrinsip Le Chatelier.Ada tiga faktor yang dapat mengubahkesetimbangan kimia, antara lain :1. Konsentrasi reaktan atau produk2. Suhu3. Tekanan atau volume pada sistem yang mengandung fasa gasUntuk memproduksi gas amonia sebanyak mungkin, dapat dilakukan manipulasikesetimbangan kimiadari segi konsentrasi reaktan maupun produk, tekanan ruangan, volume ruangan, dan suhu reaksi. Berikut ini adalah pembahasan mengenai masing-masing faktor.1. Mengubah konsentrasiJika ke dalam sistemkesetimbanganditambahkan gas nitrogen maupun gas hidrogen berlebih (reaktan berlebih), nilaiQcmenjadi lebih kecil dibandingkanKc. Untuk mengembalikan ke kondisisetimbang, reaksi akan bergeser ke arah produk (ke kanan). Akibatnya, jumlah produk yang terbentuk meningkat. Hal yang sama juga akan terjadi jika gas amonia yang terbentuk langsung diambil. Reaksi akan bergeser ke arah kanan untuk mencapai kembali kesetimbangan.Dapat disimpulkan bahwajika dalam sistemkesetimbanganditambahkanlebih banyakreaktan atau produk, reaksi akan bergeserke sisi lainuntuk menghabiskannya. Sebaliknya,jika sebagian reaktan atau produkdiambil, reaksi akan bergeserke sisinyauntuk menggantikannya.2.Mengubah suhuReaksi padaproses Haberadalah reaksieksotermis. Reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi berikut :N2(g)+ 3 H2(g) 2 NH3(g)+ KalorJika campuran reaksi tersebut dipanaskan, akan terjadi peningkatan jumlah kalor dalam sistemkesetimbangan. Untuk mengembalikan reaksi ke kondisisetimbang, reaksi akan bergeserdari arah kanan ke kiri. Akibatnya, jumlah reaktan akan meningkat disertai penurunan jumlah produk. Tentu saja hal ini bukanlah sesuatu yang diharapkan. Agar jumlah amonia yang terbentuk meningkat, campuran reaksi harus didinginkan. Dengan demikian, jumlah kalor di sisi kanan akan berkurang sehingga reaksi akan bergeser ke arah kanan.Secara umum,memanaskansuatu reaksi menyebabkan reaksi tersebut bergeser ke sisiendotermis. Sebaliknya,mendinginkancampuran reaksi menyebabkankesetimbanganbergeser ke sisieksotermis.3. Mengubah tekanan dan volumeMengubah tekanan hanya mempengaruhikesetimbanganbila terdapat reaktan dan/atau produk yang berwujud gas. Padaproses Haber, semua spesi adalah gas, sehingga tekanan dapat mempengaruhikesetimbangan.Reaksi padaproses Haberterjadi dalam ruangan tertutup. Tekanan pada ruangan terjadi akibat tumbukan gas hidrogen, gas nitrogen, serta gas amonia terhadap dinding ruangan tersebut. Saat sistem mencapai keadaansetimbang, terdapat sejumlah gas nitrogen, gas hidrogen, dan gas amonia dalam ruangan. Tekanan ruang dapat dinaikkan dengan membuat tempat reaksinya menjadi lebih kecil (dengan memampatkannya, misal dengan piston) atau dengan memasukkan suatu gas yang tidak reaktif, seperti gas neon. Akibatnya, lebih banyak tumbukan akan terjadi pada dinding ruangan bagian dalam, sehinggakesetimbanganterganggu. Untuk mengatasi pengaruh tersebut dan memantapkan kembalikesetimbangan, tekanan harus dikurangi.Setiap kali terjadi reaksi maju (dari kiri ke kanan), empat molekul gas (satu molekul gas nitrogen dan tiga molekul gas hidrogen) akan membentuk dua molekul gas amonia. Reaksi ini mengurangi jumlah molekul gas dalam ruangan. Sebaliknya, reaksi balik (dari kanan ke kiri), digunakan dua molekul gas amonia untuk mendapatkan empat molekul gas (satu molekul gas nitrogen dan tiga molekul gas hidrogen). Reaksi ini menaikkan jumlah molekul gas dalam ruangan.Kesetimbangantelah diganggu dengan peningkatan tekanan. Dengan mengurangi tekanan, gangguan tersebut dapat dihilangkan. Mengurangi jumlah molekul gas di dalam ruangan akan mengurangi tekanan (sebab jumlah tumbukan akan berkurang). Oleh sebab itu, reaksi maju (dari kiri ke kanan) lebih disukai, sebab empat molekul gas akan digunakan dan hanya dua molekul gas yang akan terbentuk. Sebagai akibat dari reaksi maju ini, akan dihasilkan gas amonia yang lebih banyak.Secara umum,meningkatkan tekanan(mengurangi volume ruangan) pada campuran yang setimbang menyebabkan reaksinya bergeserke sisi yang mengandung jumlah molekul gas yang paling sedikit. Sebaliknya,menurunkan tekanan(memperbesar volume ruangan) pada campuran yang setimbang menyebabkan reaksinya bergeserke sisi yang mengandung jumlah molekul gas yang paling banyak. Sementara untuk reaksi yang tidak mengalami perubahan jumlah molekul gas (mol reaktan = mol produk),faktor tekanan dan volume tidak mempengaruhi kesetimbangan kimia.Katalis meningkatkan laju reaksi dengan mengubah mekanisme reaksi agar melewati mekanisme dengan energi aktivasi terendah. Katalis tidak dapat menggeserkesetimbangan kimia. Penambahan katalis hanya mempercepat tercapainya keadaansetimbang.Dari beberapa faktor di atas, hanyaperubahan temperatur(suhu)reaksiyang dapat mengubah nilaikonstanta kesetimbangan(KcmaupunKp). Perubahan konsentrasi, tekanan, dan volume hanya mengubah konsentrasi spesi kimia saatkesetimbangan, tidak mengubah nilaiK. Katalis hanya mempercepat tercapainya keadaankesetimbangan, tidak dapat menggeserkesetimbangan kimia Larutan 1. Komponen LarutanLarutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serba sama (ukuran partikelnya), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut), partikel- partikel penyusunnya berukuran sama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau lebih. Dalam larutan fase cair, pelarutnya (solvent) adalah cairan, dan zat yang terlarut di dalamnya disebut zat terlarut (solute), bisa berwujud padat, cair, atau gas. Dengan demikian, larutan = pelarut (solvent) + zat terlarut (solute). Khusus untuk larutan cair, maka pelarutnya adalah volume terbesar.Ada 2 reaksi dalam larutan, yaitu:a) Eksoterm, yaitu proses melepaskan panas dari sistem ke lingkungan, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan turun.b) Endoterm, yaitu menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan naik.Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut).b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh.c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent.b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent.Dalam suatu larutan, pelarut dapat berupa air dan tan air.Contoh soal komponen larutanTentukan pelarut dan zat terlarut dalam larutan alkohol 25% dan 75%?Jawab:a.Dalam larutan alkohol 25% misalnya terdapat 100 gram larutan alkohol.Zat terlarut = 25 % x 100 gram = 25 gram (alkohol)Zat pelarut = 75% x 100 gram = 75 gram ( air)b.Dalam larutan alkohol 75% misalnya terdapat 100 gram larutan alkohol.Zat terlarut = 25% x 100 gram = 25 gram (air)Zat pelarut = 75% x 100gram = 75 gram (alkohol)Jadi, untuk larutan cair maka pelarutnya adalah volume terbesar 2.Konsentrasi LarutanKonsentrasi larutan dapat dibedakan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, larutan dapat dibedakan menjadi larutan pekat dan larutan encer. Dalam larutan encer, massa larutan sama dengan massa pelarutnya karena massa jenis larutan sama dengan massa jenis pelarutnya. Secara kuantitatif, larutan dibedakan berdasarkan satuan konsentrasinya. Ada beberapa proses melarut (prinsip kelarutan), yaitu:a) Cairan- cairanKelarutan zat cair dalam zat cair sering dinyatakan Like dissolver like maknanya zat- zat cair yang memiliki struktur serupa akan saling melarutkan satu sama lain dalam segala perbandingan. Contohnya: heksana dan pentana, air dan alkohol => H- OH dengan C2H5- OH.Perbedaan kepolaran antara zat terlarut dan zat pelarut pengaruhnya tidak besar terhadap kelarutan. Contohnya: CH3Cl (polar) dengan CCl4(non- polar).Larutan ini terjadi karena terjadinya gaya antar aksi, melalui gaya dispersi (peristiwa menyebarnya zat terlarut di dalam zat pelarut) yang kuat. Di sini terjadi peristiwa soluasi, yaitu peristiwa partikel- partikel pelarut menyelimuti (mengurung) partikel terlarut. Untuk kelarutan cairan- cairan dipengaruhi juga oleh ikatan Hydrogen.b)Padat- cairPadatan umumnya memiliki kelarutan terbatas di cairan hal ini disebabkan gaya tarik antar molekul zat padat dengan zat padat > zat padat dengan zat cair. Zat padat non- polar (sedikit polar) besar kelarutannya dalam zat cair yang kepolarannya rendah. Contohnya: DDT memiliki struktur mirip CCl4sehingga DDT mudah larut di dalam non- polar (contoh minyak kelapa), tidak mudah larut dalam air (polar).c) Gas- cairanAda 2 prinsip yang mempengaruhi kelarutan gas dalam cairan, yaitu:Makin tinggi titik cair suatu gas, makin mendekati zat cair gaya tarik antar molekulnya. Gas dengan titik cair lebih tinggi, kelarutannya lebih besar.Pelarut terbaik untuk suatu gas ialah pelarut yang gaya tarik antar molekulnya sangat mirip dengan yang dimiliki oleh suatu gas.Titik didih gas mulia dari atas ke bawah dalam suatu sistem periodik, makin tinggi, dan kelarutannya makin besar.Pengaruh temperatur (T) dan tekanan (P) terhadap kelarutan, yaitu peningkatan temperatur menguntungkan proses endotermis, sebaliknya penurunan temperatur menguntungkan proses eksotermis. Proses kelarutan zat padat dalam zat cair umumnya berlangsung endoterm akibatnya kenaikan temperatur menaikkan kelarutan. Proses kelarutan gas dalam cair berlangsung eksoterm akibatnya kenaikan temparatur menurunkan kelarutan.Proses melarut dianggap proses kesetimbangan,Solute + Solvent LarutanDH =-(eksoterm)DH = + (endoterm)Faktor tekanan sangat besar pengaruhnya pada kelarutan gas dalam cair. Hubungan ini dijelaskan dengan Hukum Henry, yaitu Cg = k . Pg (tekanan berbanding lurus dengan konsentrasi).Panas pelarutan yaitu banyaknya energi/ panas yang diserap atau dilepaskan jika suatu zat terlarut dilarutkan dalam pelarut. Ada beberapa 3 tahap pada proses melarutkan suatu zat, yaitu:Tahap 1, yaitu: Baik zat terlarut maupun zat pelarut masih tetap molekul- molekulnya berikatan masing- masing.Tahap 2,yaitu:Molekul- molekul yang terdapat pada zat terlarut memisahkan diri sehingga hanya terdiri dari 1 molekul tanpa adanya ikatan lagi dengan molekul- molekul yang terdapat di dalamnya, begitu pula molekul- molekul yang terdapat pada zat pelarut.Tahap 3, yaitu: Antara molekul pada zat terlarut akan mengalami ikatan dengan molekul pada zat pelarut.Pada umumnya: Tahap 1 memerlukan panas.Tahap 2 memerlukan panas.Tahap 3 menghasilkan panas.Eksoterm: 1+2 < 3 denganDH =-(eksoterm)Endoterm: 1+2 > 3 denganDH = + (endoterm)Konsentrasi akan lebih eksak jika dinyatakan secara kuantitatif, menggunakan satuan- satuan konsentrasi:1.Fraksi mol (X)2.Persentase :a. Persentase berat per berat (% b/b)b. Persentase berat per volume (% b/v)c. Persentase volume per volume (% v/v)3.Bagian per sejuta4.Kemolaran atau molaritas (M)5.Kemolalan atau molalitas (m)Fraksi mol (X)Fraksi mol suatu zat adalah perbandingan jumlah mol suatu zat terhadap jumlah total mol seluruh zat yang menyusun suatu larutan.X =Xpelarut+ Xterlarut= 1Persentase (%)1. Persentase berat per berat (% b/b)Persen b/b adalah jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 gram larutan.%b/b =x100%Contoh: Larutan cuka sebanyak 40 gram mengandung asam asetat sebanyak 2 gram. Hitunglah konsentrasi larutan itu dalam satuan % b/b?Solusi: % b/b = 2/40 x 100%= 5%2. Persentase berat per volume (% b/v)Persentase b/v adalah jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 ml larutan.%b/v=x100%Satuan %b/v umumnya dipakai untuk zat terlarut padat dalam pelarut cair.Contoh: Untuk membuat larutan infus glukosa, 45 gram glukosa murni dilarutkan dalam akuades hingga volume larutan menjadi 500 ml. Hitunglah konsentrasi larutan itu dalam satuan %b/v?Solusi:%b/v= 45/100 x 100%= 90 %3. Persentase volume per volume (% v/v)Persentase v/v adalah jumlah ml zat terlarut dalam tiap 100 ml larutan.%v/v=x100%Satuan %v/v umumnya dipakai untuk zat terlarut cair dalam pelarut cair.Contoh: Etanol sebanyak 150 ml dicampur dengan 350 ml akuades. Hitunglah konsentrasi etanol dalam satuan %v/v?Solusi:Volume larutan = 150 + 350 = 500 ml.%v/v= 150/500 x 100%= 30 %Bagian per sejuta (ppm/ part per million)Satuan ppm menyatakan satu gram zat terlarut dalam satu juta gram pelarut.ppm =x100%Dalam rumus di atas satu gram zat terlarut dibagi massa larutan karena massa jenis larutan sama dengan massa jenis pelarutnya sehingga massa larutan = massa pelarutnya. 3.Larutan Asam-basaa.Konsep Asam- Basa Asam- Basa ArrheniusAsam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion H+. Contoh asam: HCl, H2SO4, H3PO4. Sifat- sifat larutan asam adalah sebagai berikut:Dalam air menghasilkan ion H+.Menyebabkan warna kertas lakmus menjadi merah.Larutannya dalam air dapat menghantarkan arus listrik.Menyebabkan perkaratan logam (korosif).Jumlah ion H+yang dapat dibebaskan oleh satu molekul asam disebut valensi atau martabat asam tersebut. Berdasarkan valensinya, asam dibedakan atas:1) Asam bervalensi satu, misalnya: HCl, HCN, HNO3, CH3COOH, dll.2) Asam bervalensi dua, misalnya: H2SO4, H2CrO4, H2CO3, dll.3) Asam bervalensi tiga, misalnya: H3PO4, H3AsO4, dll.Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Contoh basa: NaOH, Ca(OH)2, Al2(OH)3, NH3, dll. Sifat- sifat larutan basa adalah sebagai berikut:Dalam air dapat menghasilkan ion OH-.Menyebabkan warna kertas lakmus menjadi biru.Larutannya dalam air dapat menghantarkan arus listrik.Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik).Jumlah ion OH-yang dapat dihasilkan oleh satu molekul basa disebut valensi atau martabat basa. Berdasarkan valensinya basa dibedakan atas:1) Basa bervalensi satu, misalnya: NaOH, KOH, AgOH, NH4OH, dll.2) Basa bervalensi dua, misalnya: Ca(OH)2,Mg(OH)2,Fe(OH)2,dll.3) Basa bervalensi tiga, misalnya: Fe(OH)3,Cr(OH)3,dll.Jadi di sini ion H+tidak berikatan dengan air, atau bebas di air tanpa adanya ikatan. Asam- Basa Bronsted- LowryAsam adalah suatu zat yang dapat menyumbang proton (H+), sehingga disebut donor proton. Basa adalah zat yang dapat menerima proton, sehingga disebut akseptor proton. Jadi di sini ion H+berikatan dengan air.Contoh H2O + HCl H3O++ Cl-Dalam reaksi di atas,HCl termasuk asam karena memberi proton.H2O termasuk basa kare4na menerima proton.Zat yang telah menerima proton disebut asam konjugasi, sedangkan yang telah memberi proton disebut basa konjugasi. Dalam contoh reaksi di atas, H3O+adalah asam konjugasi, sedangkan Cl-adalah basa konjugasi. Asam- Basa LewisAsam adalah senyawa penerima (akseptor ) pasangan elektron, sedangkan basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron. Reaksi asam- basa Lewis tergolong reaksi pembentukan ikatan koordinasi. Contoh reaksi BF3(asam Lewis) dengan NH3(basa Lewis).b.Kekuatan Asam- BasaAsam dapat dibedakan menjadi asam kuat dan asam lemah, begitu pula basa. Reaksi ionisasi asam kuat, secara umum dapat ditulis :HxA(aq)xH+(aq) + Ax-(aq). Yang termasuk asam kuat, meliputi: HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4, HClO4, dll. Reaksi asam kuat bersifat satu arah karena asam kuat mudah terionisasi dalam air.Reaksi ionisasi asam lemah, secara umum dapat ditulis :HzB(aq)zH+(aq) + Bz-(aq). Yang termasuk asam lemah, meliputi: CH3COOH, HF, HCN, H2CO3, dll. Reaksi asam lemah bersifat reversibel karena asam lemah tidak terionisasi sempurna di dalam air.Basa kuat meliputi senyawa- senyawa hidroksida alkali dan beberapa hidroksida alkali tanah. Selain hidroksida- hidroksida tersebut semuanya tergolong basa lemah.Asam kuat dan basa kuat dalam air mudah terionisasi , dengan derajat ionisasi (a)1, sehingga jumlah ion- ionnya relatif banyak. Akibatnya, larutan asam kuat dan basa kuat mudah menghantarkan arus listrik, sehingga disebut larutan elektrolit kuat. Sebaliknya, larutan basa lemah dan asam lemah sukar terionisasi (a1), sehingga tergolong larutan elektrolit lemah.Senyawa- senyawa yang dapat bertindak sebagai asam (melepaskan H+) dan juga dapat bertindak sebagai basa (melepaskan OH-) disebutsenyawa amfoter. Senyawa- senyawa amfoter, meliputi: Be(OH)2, Al(OH)3,Zn(OH)2,dll.c.IndikatorIndikator asam basa adalah suatu zat yang dapat berubah warna apabila pH lingkungannya berubah atau larutan yang berisi indikator berubah pH. Atau dengan kata lain, suatu senyawa yang berbeda warnanya dalam larutan asam dengan larutanbasa.Dalamindikator terdapat dua warna dalam keadaan basa (warna basa) dan sebaliknyaNama IndikatorPki(konstanta kesetimbangan)JenisTrayek pHWarnaAsam- Basa

Fenoftalin-Asam8,0- 9,6Tidak berwarna- Merah

Brom Timol Biru7,3Asam6,0- 7,6Kuning- Biru

Metil Jingga3,4Basa3,1- 4,4Merah- Jingga

Lakmus--4,5- 8,3Merah- Biru

Biasanya indikator yang dipilih yaitu:a) harganya relatif murah.b) sesuai trayek pH.2.3.4 Titrasi Asam- BasaUntuk menentukan konsentrasi suatu larutan dapat dilakukan titrasi yaitu dengan menambahkan tetes demi tetes larutan standar ke dalam larutan yang akan ditentukankonsentrasinya.Padasaat banyaknya zat penitrasi sebanding/ setara dengan zat yang ditetapkan konsentrasinya disebut titik ekuivalen/ titik akhir titrasi yang ditunjukkan oleh perubahan warna indikator. Suatu analisis yang berkaitan dengan volume larutan pereaksi disebut analisis volumetri. Analisis volumetri dilaksanakan melalui metode titrasi. Salah satu larutan ditempatkan dalam buret yang merupakan larutan penitrasi. Larutan yang satu lagi ditempatkan dalam labu titrasi atau Erlenmeyer, yang merupakan larutan yang dititrasi.Titrasi yang melibatkan reaksi asam dengan basa disebut titrasi asam- basa atau asidimetri dan alkalimetri.1)Asidimetri dilakukan untuk menentukan konsentrasi larutan basa dengan menggunakan larutan standar asam.2)Alkalimetri dilakukan untuk menentukan konsentrasi larutan asam dengan menggunakan larutan standar basa. 4.Derajat Keasaman (pH)a.pH Asam- BasaAir murni tergolong elektrolit yang sangat lemah. Reaksi ionisasi air adalah sebagai berikut: H2O(l) = H+(aq) + OH-(aq).Larutan Penyangga (Larutan Buffer/ Larutan dapar).Larutan Penyangga adalah campuran asam lemah dengan basa konjugasinya atau campuran basa lemah dengan asam konjugasinya. Contoh CH3COOH dengan CH3COO-dan NH4OH dengan NH4+. Atau dengan kata lain, campuran asam lemah dan garamnya, atau basa lemah dan garamnya.Sifat Larutan PenyanggapH larutan penyangga tidak akan berubah, jika:1. ditambahkan sedikit asam/basa2. ditambahkan sedikit air (diencerkan)Kegunaan Larutan Penyangga1. Dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berperan dalam mempertahankan pH, seperti:1. Buffer darah, pH darah berkisar 7,35- 7,45. pH darah < 7,35 disebut keadaanasidosis. Jika pH darah lebih kecil dari 7,0 atau lebih besar dari 7,8 ; maka akan menimbulkan kematian. Untuk menjaga agar pH darah tidak banyak berubah, maka dalam darah terdapat sistem penyangga H2CO3/ HCO3-.2. Bffer cairan tubuh. Dalam cairan sel tubuh terdapat sistem penyangga H2PO4-/ HPO42-. Campuran penyangga tersebut berperan juga dalam ekskresi ion H+pada ginjal2. Dalam industri farmasi, larutan penyangga berperan dalam pembuatan obat- obatan, agar zat aktif obat tersebut mempunyai pH tertentu Larutan penyangga yang umum digunakan dalam industri farmasi adalah larutan asam basa konjugasi senyawa fosfat.b.Hidrolisis garamHidrolisis adalah proses penguraian suatu senyawa (garam) oleh air. Sifat larutan setelah terjadi hidrolisis tergantung pada kekuatan asam dan basa pembentuk garam tersebut.c.Titrasi Asam- BasaUntuk menentukan konsentrasi suatu larutan dapat dilakukan titrasi yaitu dengan menambahkan tetes demi tetes larutan standar ke dalam larutan yang akan ditentukankonsentrasinya.Padasaat banyaknya zat penitrasi sebanding/ setara dengan zat yang ditetapkan konsentrasinya disebut titik ekuivalen/ titik akhir titrasi yang ditunjukkan oleh perubahan warna indikator. Suatu analisis yang berkaitan dengan volume larutan pereaksi disebut analisis volumetri. Analisis volumetri dilaksanakan melalui metode titrasi. Salah satu larutan ditempatkan dalam buret yang merupakan larutan penitrasi. Larutan yang satu lagi ditempatkan dalam labu titrasi atau Erlenmeyer, yang merupakan larutan yang dititrasi.Titrasi yang melibatkan reaksi asam dengan basa disebut titrasi asam- basa atau asidimetri dan alkalimetri.1)Asidimetri dilakukan untuk menentukan konsentrasi larutan basa dengan menggunakan larutan standar asam.2)Alkalimetri dilakukan untuk menentukan konsentrasi larutan asam dengan menggunakan larutan standar basa. 5.Sifat Koligatif LarutanKoligatif artinya bersama- sama yang berasal dari kata koligeal yang berarti sifat bersama. Jadi sifat koligatif larutan adalah sifat fisik larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel yang tidak dipengaruhi oleh sifat zat.Perhitungan sifat koligatif larutan elektrolit hanya dikalikan faktor vant Hoff (i) terhadap rumusan sifat koligatif larutan non elektrolitnya, kecuali pada penurunan tekanan uap ada perbedaan perhitungan Xterlarutuntuk elektrolit.Sifat KoligatifLarutan non- elektrolitLarutan elektrolit

1. Penurunan tekanan uap (DP)DP = P0. XtP= P0-DPDP = P0.x i

2. Kenaikan titik didih (Dtb)Dtb= Kb . mDtb= Kb . m. i

3. Penurunan titik beku (Dtf)Dtf= Kf. mDtf= Kf. m. i

4. Tekanan osmotik (p)p= M. R.Tp= M. R.T. i

Keterangan: i== Faktor Vant HoffR= tetapan gas= 0,082 liter atm/ molKN= jumlah koefisien kation dan aniona= derajat ionisasiKb= konstanta kenaikan titik didih molal pelarut.Kf= konstanta penurunan titik beku molal pelarut.nt= mol terlarutnp= mol pelarutT= derajat KelvinM= molar= mol/literP= tekanan uap larutan.Untuk senyawa garam yang sangat encer, dengan konsentrasi zat terlarut jauh lebih kecil dari batas kelarutannya, harga derajat ionisasi sama dengan satu (a=1), sehingga harga i = n.1. Penurunan tekanan uap (DP), Kenaikan titik didih (Dtb) dan Penurunan titik beku (Dtf)Menguap adalah peristiwa partikel- partikel zat cair meninggalkan permukaan. Mendidih adalah temperatur titik didih dimana tekanan uap jenuh di dalam larutan sama dengan tekanan udara luar. Ketika tekanan di dalam sama dengan tekanan di luar disebut temperatur didih.

Air + zat terlarut yang tidak mudah menguap (2)

Airn (Pelarut murni)(1)

Tekanan udara,1 atm= 76 cmHg berada di permukaan laut laut. Jika kita naik 100 m di atas permukaan air laut maka tekanan udara berkurang sebesar 1 cmHg.Tekanan uap pada pelarut murni (1) lebih besar karena pada larutan nomor 2 terdapat hambatan yang menghalangi terjadinya penguapan sehingga pada larutan nomor 2 dalam proses penguapan diperlukan suhu lebih tinggi sehingga titik didih menjadi tinggi, di sini pula mengalami penurunan titik beku. 2.Tekanan osmotik (p)Tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk melawan terjadinya peristiwa osmosis. Osmosis adalah peristiwa berpindahnya partikel- partikel dari larutan encer (hipotonik) ke larutan pekat (hipertonik) melalui membran semi permiabel(bersifat selektif, hanya pelarut yang dapat masuk). Larutan encer, berarti tekanan osmotiknya rendah.Contoh tekanan osmosis, salak yang berada pada larutan gula. Jikaplarutan >psalak maka salak akan mengkerut. Jikaplarutan