Kebijakan Teknologi Informasi

7
Kebijakan Teknologi Informasi Penggunaan E-mail Pada Lingkungan Kampus Dewa Gede Adnyana Sutha Widja 1304505089 Kebijakan Teknologi Informasi (B) JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2015

description

KTI

Transcript of Kebijakan Teknologi Informasi

Page 1: Kebijakan Teknologi Informasi

Kebijakan Teknologi Informasi

Penggunaan E-mail Pada Lingkungan Kampus

Dewa Gede Adnyana Sutha Widja

1304505089

Kebijakan Teknologi Informasi (B)

JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

2015

Page 2: Kebijakan Teknologi Informasi

Latar Belakang

Dalam dunia perkuliahan perkembangan teknologi semakin tak terbendung lagi yang

memaksa kita harus selalu terus beradaptasi agar kita nantinya tidak tertinggal dengan metode

pembelajaran yang kini sudah mulai memasuki penggunaan teknologi dalam belajar, tugas,

maupun konsultasi pelajaran. Begitu juga pada penggunaan e-mail yang berfungsi untuk

memudahkan sarana pertukaran informasi dalam suatu lingkungan perkuliahan.

E-mail (electronic mail) adalah surat dalam bentuk elektronik. E-mail merupakan salah

satu fasilitas atau aplikasi internet yang paling banyak digunakan dalam hal surat-menyurat.

Hal ini dikarenakan e-mail merupakan alat komunikasi yang murah, cepat, dan efisien.

Menggunakan e-mail memungkinkan kita untuk mengirimkan pesan dalam bentuk surat ke

seluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat dan biaya yang murah. E-mail yang dikirimkan

akan sampai ke alamat yang dituju sesaat e-mail tersebut dikirimkan. Biaya yang dikluarkan

pun hanyalah biaya untuk mengakses internet pada saat kita mengirimkan/membuka untuk

menerima e-mail tersebut.

Manfaat penggunaan email pada ruang lingkup kampus yaitu e-mail atau surat

elektronik merupakan media komunikasi yang biasa dilakukan secara personal atau umum

(komunitas) untuk saling berbagai informasi antar civitas akademik, dengan menggunakan e-

mail kita bisa mengirimkan data ke banyak orang hanya dalam hitung menit bahkan detik,

melakukan pengiriman data melalui e-mail sangat efektif, efisien, dan murah dimana kita tidak

perlu keluar rumah dan pergi ke kantor pos hanya untuk mengirim foto atau lamaran pekerjaan.

Cukup melalui koneksi internet dan alamat e-mail kita, pengiriman akan cepat sampai ke

alamat tujuan dan tidak perlu biaya mahal.

Pembahasan

Kebijakan dalam penggunaan e-mail (electronic mail) pada dunia perkuliahan, jika pihak

kampus memberi alamat email pada setiap civitas akademik dalam suatu kampus, yaitu

1. Implementasi E-mail

- Pengguna menulis email dan kemudian menginstruksikan aplikasi email untuk

mengirimkannya pada alamat penerima.

- Aplikasi email mengirim email pada komputer mirip seperti seperti kantor pos dan

melayani proses penerimaan dan pengiriman email. Komputer demikian disebut

email server.

Page 3: Kebijakan Teknologi Informasi

- Email server mengidentifikasikan alamat tujuan dan mengirimkannya ke email

server yang lain yang lebih dekat ke alamat tujuan. Ada kalanya, sebuah email

dikirimkan melalui beberapa email server, tergantung pada rute yang dilaluinya.

- Setelah email sampai pada alamat penerima kemudia disimpan di email server

hingga membuka kotak posnya.

- Saat penerima membuka kotak posnya, aplikasi email penerima akan meminta

email baru yang terdapat di email server dan mengunduhnya ke dalam komputer

pengguna.

- Penerima dapat segera membaca email baru yang telah di unduh.

2. Kebijakan Penggunaan E-mail

- Seluruh mahasiswa atau staff yang sudah mendapatkan ijin dari Ketua Jurusan,

bertanggung jawab dan wajib untuk mematuhi semua kebijakan yang tercantum

dalam kebijakan operasional ini.

- Seluruh infrastruktur civitas akademik berada dibawah tanggung jawab ketua

jurusan. Tidak diijinkan untuk siapapun juga untuk meniru, merubah, menambah

atau melampirkan sesuatu kedalam infrastruktur TI tanpa persetujuan tertulis dari

Ketua Jurusan. Contoh dari infrastruktur TI adalah data logis dan fisik serta koneksi

nirkabel, server, konferensi video, email, keamanan, otentifikasi dan operasional

dari pusat data.

- Kebijakan operasional ini berlaku bagi setiap dan seluruh civitas akademik dan bagi

setiap dan seluruh pengguna yang sudah mendapatkan ijin dari Ketua Jurusan.

- Adanya pelanggaran terhadap klausa-klausa yang terdapat dalam Kebijakan

Operasional ini akan mengakibatkan penerapan tindak disipliner atau konsekuensi

lainnya sesuai peraturan, Peraturan Tata Tertib (“PTT”), Peraturan Kampus, Surat

Keputusan Ketua Jurusan atau bentuk lainnya yang mencantumkan konsekuensi

terkait dengan pelanggaran Kebijakan Operasional ini.

3. Perilaku Yang Bertanggung Jawab

- Ijin penggunaan sumber daya TI dari kampus dapat sewaktu-waktu dicabut untuk

sementara atau permanen disebabkan oleh perilaku yang tidak bertanggung jawab.

Perilaku yang tidak bertanggung jawab antara lain sebagai berikut, namun tidak

terbatas pada: Menempatkan informasi yang tidak benar ke dalam sistem,

penggunaan bahasa yang kasar atau tidak senonoh dalam pesan yang bersifat baik,

Page 4: Kebijakan Teknologi Informasi

publik atau pribadi, juga segala sesuatu yang dapat mengakibatkan terhambat atau

hilangnya data dalam sistem dan jaringan akademik kampus.

4. Penggunaan E-mail dan Data Lainnya

- Perlu diperhatikan bahwa segala bentuk komunikasi via email, messenger atau

bentuk lainnya, yang menggunakan dan/atau disimpan dalam peralatan kampus

merupakan hak milik penuh dan eksklusif kampus. Pihak kampus dan personel yang

berwenang memiliki wewenang untuk mengakses materi email atau data atau

dokumen dalam unit komputer mahasiswa dan staff setiap saat diperlukan oleh

pihak kampus.

- Seluruh media komunikasi elektronik, penyimpanan data maupun akses yang

dihasilkan atau disimpan di peralatan kampus atau merupakan materi pembelajaran

dari kampus dianggap bukan sebagai milik pribadi mahasiswa dan staff, namun

sebagai hak milik penuh dan eksklusif kampus.

5. Pencitraan

- Mahasiswa dan staff dilarang keras untuk membuka, mengirim, menerima,

mendistribusikan, mencetak atau menyimpan dokumen dalam bentuk apapun,

elektronik atau hardcopy yang mengandung pemahaman seksual, yang dapat

memberikan penilaian yang tidak baik terhadap sumber daya TI kampus.

- Setiap penggunaan email kampus untuk keperluan memposting ataupun berbagi

dalam hal akademik disarankan agar mencantumkan alamat email yang telah

diberikan pada setiap postingannya, agar publik dapat mengetahui bahwa dari

kampus ini yang telah memposting materi pembelajaran dan pihak kampus

mengetahui mahasiswa/staff mana yang telah memposting hal tersebut, serta hak

eksklusif dari data materi yang telah diposting tidak dapat di pindah tangankan

ataupun dibajak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

6. Kebijakan Umum

Seluruh mahasiswa dan staff yang sudah mendapatkan izin dari ketua jurusan, wajib

mematuhi semua peraturan dibawah ini. Sebagai berikut:

- Melaporkan atau menginformasikan segala kelemahan dari sistem TI kampus

kepada ketua jurusan.

- Melaporkan atau menginformasikan kepada ketua jurusan akan setiap adanya

kemungkinan penyalahgunaan atau pelanggaran sistem TI sesuai dengan kebijakan

operasional kampus.

Page 5: Kebijakan Teknologi Informasi

- Pengaksesan informasi hanya untuk informasi yang telah dimiliki secara sah dan

legal atau yang dapat diakses secara merata oleh publik atau yang sudah memiliki

ijin untuk mengakses. Hanya diizinkan untuk memakai komputer yang telah

disiapkan atau hanya untuk tujuan khusus dimana sudah dikeluarkan

persetujuannya oleh ketua jurusan.

- Mahasiswa atau staff yang sudah mendapatkan ijin dari ketua jurusan, wajib

menjaga kerahasiaan dari User ID, password atau sistem yang sedang digunakan

dari pihak yang tidak berwenang. Berbagi informasi dengan pihak lain yang tidak

berwenang, walaupun dengan sesama mahasiswa, akan dianggap bertanggung

jawab atas seluruh aktifitas penggunaan account bersangkutan.

- Dilarang keras memindahkan atau meng install perangkat lunak yang telah

disediakan kampus untuk komputer tertentu, ke komputer lainnya tanpa seijin ketua

jurusan.

- Dilarang untuk menyalahgunakan, mengancam atau menjiplak sistem tehnik atau

pemograman, jaringan atau sumber dari internet, menghancurkan integritas dari

data informasi, informasi dengan akses tertentu dan/atau menjalankan suatu sistem

tanpa ijin tertulis dari ketua jurusan.

- Dilarang keras untuk memasang/meng install piranti keras atau piranti lunak, pada

peralatan kampus, yang tidak berkaitan dengan akademik kampus.

- Dilarang keras untuk mengubah atau mengutak atik priranti keras atau piranti lunak

milik kampus tanpa seijin ketua jurusan.

- Dilarang keras untuk mengubah, memasang atau memindahkan piranti lunak untuk

keamanan, namun tidak terbatas pada, spyware, firewall, internet browser atau

email client software.

- Dilarang keras untuk memasang atau menggunakan aplikasi hasil modifikasi atau

buatan sendiri pada peralatan atau sistem TI kampus.

- Wajib melaporkan kepada ketua jurusan apabila mengetahui terjadinya gangguan

atau kerusakan pada piranti keras atau piranti lunak atau pada sistem TI kampus.

Tidak diperbolehkan sama sekali untuk mencoba memperbaiki gangguan atau

kerusakan tanpa ijin tertulis dari ketua jurusan.

- Dilarang keras menempatkan materi yang mengandung pemahaman seksual dalam

bentuk apapun dan tidak berhubungan dengan akademik, kedalam sistem TI

kampus.

Page 6: Kebijakan Teknologi Informasi

- Dilarang keras untuk memanfaatkan sistem atau peralatan TI kampus bagi

kepentingan pribadi yang bersifat komersial ataupun non-komersial, seperti, namun

tidak terbatas pada, menjual atau membagi akses User ID atau password dari sistem

TI atau peralatan TI kampus.

- Dilarang keras untuk menggunakan email atau messaging service untuk

mengganggu atau mengintimidasi orang lain, seperti, namun tidak terbatas pada,

pesan-pesan sampah atau email-email sampah yang tidak diinginkan dan tidak

berhubungan dengan akademik.

- Dilarang keras membuka email atau pesan dari siapapun yang terlihat

mencurigakan dari sisi keamanan. Email atau pesan seperti tersebut harap dihapus

dari inbox secepatnya. Apabila dianggap perlu, harap konsultasikan terlebih dahulu

dengan ketua jurusan sebelum membukanya atau menghapusnya. Kerusakan

terhadap fasilitas TI kampus yang disebabkan oleh ketidakwaspadaan pihak

mahasiswa atau staff yang sudah mendapatkan ijin dari ketua jurusan, akan

mendapat tindakan disipliner sesuai dengan peraturan kampus yang berlaku.

- Dilarang keras menyimpan file-file musik atau film, yang tidak berhubungan

dengan akademik, kedalam sistem TI kampus. File-file tersebut akan dihapus dari

server sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

- Penggunaan file sharing yang berkapasitas besar hanya diperbolehkan dalam

jaringan internal kampus dengan ijin tertulis ketua jurusan.

- Penggunaan peralatan TI pribadi, seperti, namun tidak terbatas pada, lap top,

flashdisk, blueetooth, camera atau komputer dengan menggunakan sistem jaringan

kampus hanya dapat dilakukan dengan ijin tertulis dari ketua jurusan.

- Dilarang keras untuk mendownload file yang tidak berhubungan dengan akademik.

- Dilarang keras mengirim atau menerima email atau file terlampir (attachment)

apapun juga yang melebihi kapasitas.

- Dilarang keras menjalankan bisnis pribadi dengan menggunakan fasilitas TI

kampus. Pelanggaran atas hal ini dapat mengakibatkan pemberian ganti rugi dalam

bentuk apapun dari pihak kampus.

Page 7: Kebijakan Teknologi Informasi

Daftar Pustaka

http://www.indoza.com/2014/04/pengertian-email-electronic-mail-serta.html

http://comments.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.itcenter/24540

https://legallysmart.wordpress.com/2008/03/02/contoh-kebijakan-operasional-teknologi-

informasi-bagi-perusahaan/