KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian...

29
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Kapasitas vital paru-paru Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan batuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 di dalam darah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh. Paru – paru juga dapat didefinisikan sebagai alat pernapasan utama, paru - paru mengisi rongga dada. Terletak di sebelah kanan dan kiri dan ditengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah. Paru-paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apeks (puncak) dan muncul sedikit lebih tinggi daripada klavikula didalam dasar leher. Menurut Drs.H. Syaifuddin, A.Mk, paru-paru adalah salah satu bentuk pernapasan yang berada didalam kantong yang dibentuk oleh pleura parietalis dan pleura viretalis. Kedua paru-paru sangat lunak, elastis, sifatnya ringan terapung didalam air, dan berada didalam ronnga torak. Paru-paru yang berwarna biru keabu-abuan dan berbintik-bintik karena adanya partikel-partikel debu yang masuk dimakan oleh fagosit.

Transcript of KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian...

Page 1: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka

1. Kapasitas vital paru-paru

Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi

sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida

di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan

batuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 di dalam darah diikat

oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.

Paru – paru juga dapat didefinisikan sebagai alat pernapasan utama, paru -

paru mengisi rongga dada. Terletak di sebelah kanan dan kiri dan ditengah

dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah. Paru-paru adalah organ yang

berbentuk kerucut dengan apeks (puncak) dan muncul sedikit lebih tinggi daripada

klavikula didalam dasar leher.

Menurut Drs.H. Syaifuddin, A.Mk, paru-paru adalah salah satu bentuk

pernapasan yang berada didalam kantong yang dibentuk oleh pleura parietalis dan

pleura viretalis. Kedua paru-paru sangat lunak, elastis, sifatnya ringan terapung

didalam air, dan berada didalam ronnga torak. Paru-paru yang berwarna biru

keabu-abuan dan berbintik-bintik karena adanya partikel-partikel debu yang masuk

dimakan oleh fagosit.

Page 2: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Berikut ini merupakan penyakit yang terdapat didalam paru-paru:

1. Asbestosis, silikosis, dan pneumokoniosis disebabkan oleh menghirup partikel

yang mengiritasi dan membuat peradangan jaringan paru-paru, mengarah ke

timbulnya fibrosis. Pada penyakit paru-paru akibat aktivitas, terdapat

penebalan perlahan (fibrosis) jaringan paru-paru, yang akhirnya menimbulkan

pembentukan jaringan parut ireversibel.

2. Silikosis adalah salah satu penyakit paru akibat lingkungan sekitar. Penyakit ini

merupakan suatu pneumokoniosis yang disebabkan oleh inhalasi partikel-

partikel Kristal silika bebas.

3. Asbestosis adalah penyakit paru yang disebabkan banyaknya zat asbes yang

terhirup paru-paru, sehingga menyebabkan kerusakan berat. Pada beberapa

kasus asbestosis, dapat terjadi kanker paru-paru.

4. Kanker paru-paru, keberadaan tumor ganas di paru-paru disebut kanker paru-

paru. Kanker paru-paru adalah kanker paling umum di dunia dan lebih dari satu

juta kasus baru ditemukan setiap tahun.

Penyebab paling sering kanker paru-paru yang ditemukan hampir 90 persen

dari seluruh kasus adalah rokok. Banyaknya zat iritan yang terhirup saat bernapas

memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam paru-paru, tapi rokok mengandung

ribuan zat karsinogen (penyebab kanker).

Kanker paru-paru dapat menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain.

Metastasis ke tulang dapat menimbulkan rasa nyeri dan patah tulang. Dalam otak

Page 3: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

menyebabkan sakit kepala dan penurunan kesadaran, serta dalam hati menyebabkan

penurunan berat badan dan ikterus di mana kulit menjadi berwarna kekuningan.

Dalam kasus yang sangat jarang, kanker paru-paru disebabkan oleh asbes,

zat kimia beracun, atau gas radioaktif radon. Seperti penyakit kanker lainnya,

kanker paru-paru pun dapat dipicu oleh keberadaan faktor genetik dan penerapan

gaya hidup yang tidak sehat, yang umumnya seperti merokok dan terlalu banyak

minum-minuman alkohol, serta kurangnya berolahraga.

Gejala awal kanker paru-paru tidak spesifik. Namun, umumnya batuk yang

terus-menerus biasanya gejala paling awal. Karena kebanyakan orang yang

menderita kanker paru-paru adalah perokok, maka biasa disebut "batuk perokok".

Gejala lain berupa batuk berdarah, mengi, berat badan turun, suara serak yang terus

menerus, dan nyeri dada.

Kapasitas paru merupakan gabungan dari beberapa volume paru dan dibagi

menjadi empat bagian, yaitu:

1. Kapasitas Inspirasi, sama dengan volume tidal + volume cadangan inspirasi.

Besarnya ± 3500 ml, dan merupakan jumlah udara yang dapat dihirup

seseorang mulai pada tingkat ekspirasi normal dan mengembangkan paru

sampai jumlah maksimum.

2. Kapasitas Residu Fungsional, sama dengan volume cadangan inspirasi +

volume residu. Besarnya ± 2300 ml, dan merupakan besarnya udara yang

tersisa dalam paru pada akhir eskpirasi normal.

Page 4: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

3. Kapasitas Vital, sama dengan volume cadangan inspirasi + volume tidal +

volume cadangan ekspirasi. Besarnya ± 4600 ml, dan merupakan jumlah udara

maksimal yang dapat dikeluarkan dari paru, setelah terlebih dahulu mengisi

paru secara maksimal dan kemudian mengeluarkannya sebanyak-banyaknya.

4. Kapasitas Paru Total, sama dengan kapasitas vital + volume residu. Besarnya ±

5800 ml, adalah volume maksimal dimana paru dikembangkan sebesar

mungkin dengan inspirasi paksa (Guyton & Hall).

Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita ± 20 – 25% lebih kecil

daripada pria, dan lebih besar pada atlet dan orang yang bertubuh besar daripada

orang yang bertubuh kecil dan astenis (Guyton & Hall).

2. Makna dan pengukuran Volume Paru-paru

Pada percobaan ini volume tidal diperoleh dengan cara melakukan ekspirasi

dan inhalasi normal. Spirometer ditiup saat praktikan melakukan ekshalasi normal

tersebut. Besar volume tidal biasanya 500 mL untuk pria maupun wanita.

Kesalahan yang terjadi pada nilai volum tidal pada pria dapat disebabkan karena

praktikan menghirup napas dalam sehingga udara yang dikeluarkan banyak.

Volume ekspirasi cadangan diukur dengan cara praktikan menghirup napas

normal, namun menghembuskan napas sekuat-kuatnya pada spirometer. Nilai

volum ekpirasi cadangan sendiri adalah pengurangan angka yang tercatat pada

spirometer dikurangi dengan volum tidal yang telah diukur sebelumnya. Volume

ekspirasi cadangan berdasarkan literatur adalah sekitar 1200 mL untuk pria dan 700

Page 5: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

mL untuk wanita. Kesalahan yang terjadi pada percobaan dapat terjadi karena

praktikan berusaha untuk memaksakan proses ekspirasi secara berlebihan (dari

yang mestinya dilakukan).

Kapasitas vital diukur dengan cara melakukan inspirasi sekuat-kuatnya dan

ekspirasi sekuat-kuatnya. Saat melakukan ekspirasi sekuat-kuatnya, udara

dihembuskan ke dalam spirometer. Angka yang ditunjuk oleh jarum pada

spirometer merupakan kapasitas vital paru-paru (dalam mL). Menurut literatur,

volume kapasitas vital paru-paru untuk pria adalah sekitar 4500 mL sedangkan

untuk wanita 3100 mL.

Dari kapasitas vital ini dapat diketahui volume inspirasi cadangan dengan

mengurangi kapasitas vital dengan volume tidal dan volume ekspirasi cadangan.

Laki-laki memiliki volume inspirasi cadangan yang lebih tinggi dibandingkan

wanita, yaitu sekitar 3100 mL, untuk pria, dan 1900 mL, untuk wanita. Data yang

diperoleh jauh di bawah dari data dari literatur. Hal ini dikarenakan data yang

diperoleh dari kapasitas total, volume tidal, dan volume ekspirasi cadangan sudah

berbeda jauh dari data literatur. Hal inilah yang menyebabkan hasil untuk volume

inspirasi cadangan juga berbeda dengan data dari literatur.

Pada umumnya perbandingan antara volume tidal, volume ekspirasi

cadangan dan volume inspirasi cadangan adalah 1:2:6 untuk pria. Sedangkan untuk

wanita, perbandingannya sebesar 2:3:8. Namun dari hasil percobaan menunjukan

bahwa perbandingan tidak sesuai dengan literatur. Kesalahan ini bisa disebabkan

oleh pernapasan yang kurang normal dari praktikan. Bisa juga disebabkan kondisi

Page 6: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

lingkungan, contohnya keadaan udara di dalam ruangan tempat praktikum

berlangsung.

Sebagai aplikasi dalam pengukuran volume respirasi adalah untuk

mendeteksi patologi pada volume paru-paru. Contohnya pada orang asma

konstriksi jalannya udara cenderung menutup sebelum ekshalasi penuh. Hasilnya

fungsi paru-paru menunjukkan pengurangan kapasitas vital, pengurangan ekspirasi

cadangan, dan kecepatan pergerakan udara. Pada saat kontriksi saluran udara akan

menghasilkan suara yang tidak normal pada serangan asma. Kondisi itu membatasi

penggembungan maksimal paru-paru yang berefek sama terhadap kapasitas vital.

Karena hal tersebut, inspirasi cadangan menjadi rendah. Meskipun demikian

ekspirasi cadangan dan pergerakan kecepatan ekspirasi relatif normal.

Pada orang normal volume udara dalam paru bergantung pada bentuk dan

ukuran tubuh. Posisi tubuh juga mempengaruhi volume dan kapasitas paru,

biasanya menurun bila berbaring, dan meningkat bila berdiri. Perubahan pada

posisi ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu kecenderungan isi abdomen menekan

ke atas melawan diafragma pada posisi berbaring dan peningkatan volume darah

paru pada posisi berbaring, yang berhubungan dengan pengecilan ruang yang

tersedia untuk udara dalam paru. (Guyton & Hall, 1996; Astrand, 1970).

Faktor utama yang mempengaruhi kapasitas vital adalah bentuk anatomi

tubuh, posisi selama pengukuran kapasitas vital, kekuatan otot pernapasan dan

pengembangan paru dan rangka dada (Compliance paru).

Penurunan kapasitas paru dapat disebabkan oleh kelumpuhan otot

pernapasan, misalnya pada penyakit poliomyelitis atau cedera saraf spinal,

berkurangnya compliance paru, misalnya pada penderita asma kronik, tuberkulosa,

Page 7: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

bronchitis kronik, kanker paru dan pleuritis fibrosa dan pada penderita penyakit

bendungan paru, misalnya pada payah jantung kiri. (guyton, 1994).

3. Cara Sederhana Mengukur Volume Kapasitas Paru-paru

Untuk mengukur volume dalam kapasitas paru-paru dapat menggunakan

alat sederhana yakni spirometer.

Spirometer adalah alat untuk mengukur aliran udara yang masuk dan keluar

paru-paru dan dicatat dalam grafik volum per waktu.

Galen melakukan eksperimen volumetric terhadap saluran udara manusia.

Dia menyuruh seorang anak menghirup dan mengeluarkan udara dan menemukan

volum gas,setelah beberapa waktu,tetap. Galen menemukan ukuran yang mutlak

dari ukuran paru-paru.

Borelli mencoba untuk mengukur volume inspirasi dalam satu kali bernafas.

Dia melakukannya dengan menghisap cairan dari tabung silinder.

Goodwyn E. menghisap air ke dalam bejana berisi udara yang sudah diukur

beratnya dalam skala. Dia menyebutkan bahwa kapasitas vital paru-paru dapat

mencapai 4460 ml. Dia memeriksa temperaturnya, tapi dia tidak menggunakan

nose-clip.

Menzies R. mencelupkan seorang laki-laki ke dalam air berisi lebih dari

satu barel ke dagunya dan mengukur kenaikan dan penurunan tingkatan sekitar

Page 8: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

dagu. Dengan metode ‘body plethysmography’, dia menentukan volume tidal paru-

paru.

Davy H. mengukur kapasitas vital paru-parunya sendiri sebesar 3110 ml.

volume tidal paru-paru sebesar 210 ml menggunakan gasometer dan volume residu

paru-paru sebesar 590-600 ml menggunakan metode pengenceran hydrogen.

Maddock, A.B. mempublikasikan di Lancet, sebuah surat untuk editor

tentang “Pulmometer” nya. “Penemuan luar biasa yang saya temukan sangat

berguna untuk mengukur kekuatan dari paru-paru di dalam lingkungan dan kondisi

yang berbeda.

John Hutchinson mempublikasikan laporannya tentang air di spirometer

yang tetap digunakan sampai hari ini hanya dengan perubahan kecil (perubahan

besar yang terjadi sekarang adalah penambahan alat pengukur grafik dan waktu dan

reduksi masa bel). Hutchinson mencatat kapasitas vital paru-paru 4000 orang

dengan spirometernya. Dia menunjukan bahwa kapasitas vital paru-paru

berbanding lurus dengan tinggi dan dia pun menunjukan bahwa kapasitas vital

paru-paru tidak memiliki kaitan dengan berat badan. Hutchinson telah memulai

pekerjaannya dengan spirometers pada tahun 1844.

Spirometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah udara

yang di hirup dan dihembuskan oleh mahluk hidup. Volume udara pernapasan pada

keadaan normal biasa disebut tidal volume (volume pasang) yang besarnya 550

mm. Volume udara yang di hembuskan secara maksimal disebut kapasitas vital.

Seorang laki-laki mampu mencapai kapasitas sebesar 4,5 liter, sedangkan

perempuan hanya sekitar 3,5 liter.

Page 9: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Spirometer terdiri atas tangki yang berisi air. Di dalamnya terdapat tabung

yang bagian bawahnya terbuka. Pada bagian samping tabung terdapat pipa yang

ujungnya dapat dihirupoleh orang yang akan diperiksa. Apabila orang tersebut

menghirup udara melalui ujung pipa tersebut, volume udara dalam tabung akan

berkurang sehingga tabung akan tenggelam dalam air. Sebaliknya, bila orang

tersebut menghembuskan napas, volume udara akan bertambah dan tabung akan

naik kembali. Perbedaan volume udara ketika menghirup dan menghembuskan

nafas itulah yang di pakai untuk mengukur volume pernapasan. Pemeriksaan ini

penting untuk menilai kapasitas paru-paru dan mengdiagnosis penyakit.

Sebenarnya cara kerja spirometer cukup mudah yaitu sesorang disuruh

bernafas (menarik napas dan menghembuskan napas) di mana hidung orang itu

ditutup. Tabung yang berisi udara akan bergerak naik turun, sementara itu drum

pencatat bergerak putar (sesuai jarum jam) sehingga pencatat akan mencatat sesuai

dengan gerak tabung yang berisi udara.

Pada waktu istirahat, spirogram menunjukkan volume udara paru-paru 500

ml. Keadaan ini disebut tidal volume. Pada permulaan dan akhir pernapasan

terdapat keadaan reserve; akhir darisuatu inspirasi dengan suatu usaha agar mengisi

paru-paru dengan udara, udara tambahan ini disebut inspiratory reserve volume,

jumlahnya sebanyak 3.000 ml. Demikian pula akhir dari suatu respirasi, usaha

dengan tenaga untuk mengeluarkan udara dari paru-paru, udara ini disebut dengan

expiratory reserve volume yang jumlahnya kira-kira 1.100 ml.

Udara yang tertinggal setelah ekspirasi secara normal disebut fungtional

residual capacity (FRC). Seorang yang bernapas dalam keadaan baik inspirasi

Page 10: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

maupun ekspirasi, kedua keadaan yang ekstrim ini disebut vital capacity. Dalam

keadaan normal, vital capacity sebanyak 4.500 ml. Dalam keadaan apapun paru-

paru tetap mengandung udara, udara ini disebut residual volume (kira-kira 1.000

ml) untuk orang dewasa. Kapasitas vital dalam paru-paru terdiri dari:

1. Udara Pernapasan (UP)

Udara yang masuk keluar saat bernapas biasa, dan volume udara yang masuk

keluar sebanyak 5.00 ml.

2. Udara Cadangan Inspirasi atau Udara Komplementer (UK)

Udara yang masi dapat dimasukan ke paru-paru secara maksimal setelah

inspirasi normal, dan besarnya udara komplementer adalah 1.500 ml.

3. Udara Suplementer (US)

Udara yang masi dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah

ekspirasi biasa, dan besarnya adalah 1.200 ml.

4. Kapasitas Vital Paru (KVP)

Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal

setelah melakukan inspirasi dan besarnya kapasitas Vital Paru-paru adalah

4.500 ml.

Untuk membuktikan adanya residual volume, penderita disuruh bernapas

dengan mencampuri udara dengan helium, kemudian dilakukan pengukuran fraksi

Page 11: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

helium pada waktu ekspirasi. Di klinik biasanya dipergunakan spirometer.

Penderita disuruh bernafas dalam satu menit yang disebut respiratory minute

volume. Maksimum volume udara yang dapat dihirup selama 15 menit disebut

maximum voluntary ventilation. Maksimum ekspirasi setelah maksimum inspirasi

sangat berguna untuk mengetes penderita emphysema dan penyakit obstruksi jalan

pernafasan.

Spirometer menggunakan prinsip salah satu hukum dalam fisika yaitu

hukum Archimedes. Hal ini tercermin pada saat spirometer ditiup, ketika itu

tabung yang berisi udara akan naik turun karena adanya gaya dorong ke atas akibat

adanya tekanan dari udara yang masuk ke spirometer. Spirometer juga

menggunakan hukum newton yang diterapkan dalam sebuah katrol . Katrol ini

dihubungkan kepada sebuah bandul yang dapat bergerak naik turun. Bandul ini

kemudian dihubungkan lagi dengan alat pencatat yang bergerak diatas silinder

berputar.

Dengan adanya alat ukur ini sangat baik untuk mengukur tingkat kapasitas

paru-paru bagi perokok aktif, karena dengan adanya alat sederhana ini maka dalam

pengukuran tingkat kesehatan tubuh akan menjadi lebih muda.

4. Definisi Rokok Serta Perilaku Tidak Merokok

Definisi rokok menurut wikipedia adalah silinder dari kertas berukuran

panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter

sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar

Page 12: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat

mulut pada ujung lain.

Menurut Harissons (1987), merokok adalah membakar tembakau yang

kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan rokok batangan maupun

menggunakan pipa. Temperatur pada sebatang rokok yang dibakar adalah 90o C

untuk ujung rokok yang dibakar dan 30o C untuk ujung rokok yang terselip di

dalam bibir perokok.

Menurut Sitepoe (2000), asap rokok yang dihisap melalui mulut disebut

mainstream smoke, sedang asap rokok yang terbentuk pada ujung rokok yang

terbakar serta asap rokok yang dihembuskan ke udara oleh si perokok disebut

sidestream smoke. Kedua asap tersebut yang mengakibatkan timbulnya perokok

pasif.

Ogawa (2006), mendefinisikan kebiasaan merokok sebagai perilaku

penggunaan tembakau yang menetap, biasanya lebih dari setengah bungkus rokok

per hari, dengan tambahan adanya distres yang disebabkan oleh kebutuhan akan

tembakau secara berulang-ulang. Kebiasaan merokok menganggu kesehatan,

kenyataan ini tidak bisa kita pungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi

akibat buruk dari merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kebiasaan merokok bukan saja merugikan bagi perokok sendiri tapi juga bagi

orang disekitarnya. Kebiasaan merokok yang melanda dunia telah menimbulkan

berbagai masalah kesehatan. Diperkirakan setiap tahunnya dua setengah juta orang

meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok (Crofton,

1990).

Page 13: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Rokok yang dihisap mengandung berbagai macam bahan kimia dengan

berbagai jenis daya kerja terhadap tubuh, asap rokok mengandung 4000 jenis bahan

kimia, beberapa bahan kimia yang terdapat dalam rokok yang memberikan efek

terhadap kesehatan yakni nikotin, tar, karbonmonoksida serta berbagai logam berat

lainnya. Oleh karena itu seseorang akan terganggu kesehatannya bila merokok

terus-menerus. ( Sitepoe, 2000)

Ada beberapa jenis rokok yang dikenal dikalangan masyarakat yaitu rokok

putih, rokok kretek, rokok kelembak, rokok cerutu, rokok pipa dan lain-lain. Rokok

putih adalah rokok yang dibuat dari daun tembakau saja tanpa dicampur dengan

bahan-bahan yang lain sedangkan rokok kretek adalah rokok yang terbuat dari

tembakau dan juga cengkeh. Rokok kelembak adalah rokok yang terbuat dari

tembakau yang dicampur dengan tembakau. Rokok cerutu adalah rokok yang

terbuat dari daun tembakau kering yang dirajang agar lebar disusun sedemikian

rupa dan kemudian dibalut dengan daun tembakau. ( Sitepoe, 2000)

Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sanagat merugikan,

baik untuk diri sendiri dan orang-orang yang ada disekitarnya. Dilihat dari sisi

individu yang bersangkutan, ada beberapa riset yang mendukung pernyataan

tersebut. Dilihat dari sisi kesehatan, pengaruh bahan-bahan kimia yang dikandung

didalam rokok seperti nikotin, tar, dan karbonmonoksida akan memacu kerja dari

susunan syarap simpatis sehingga mengakibatkan tekanan darah meningkat dan

detak jantung bertambah cepat. ( Kendal dan Hemman, 1998)

Page 14: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Dilihat dari sisi orang disekeliling bahwa merokok dapat berdampak negativ

bagi para perokok pasif. Resiko yang ditanggung oleh perokok pasif lebih berat

dibandingkan dengan perokok aktif, karena daya tahan terhadap zat-zat yang

berbahaya sangat rendah. ( Safarino dalam Cahyani, 1995)

Tidak ada yang memungkiri adanya dampak negatif dari perilaku merokok

tetapi perilaku merokok bagi kehidupan manusia sudah merupakan kebiasaan yang

fenomena. Artinya, meskipun sudah diketahui akibat negatif merokok tetapi jumlah

perokok bukannya semakin menurun tetapi semakin meningkat dan usia merokok

semakin bertambah muda.

Hasil riset Lembaga Menanggulangi Merokok (Republika, 1998)

mengemukakan bahwa usia masyarakat di Indonesia yang sudah mulai merokok

adalah pada usia 9 tahun.

Smet (1994), mengatakan bahwa usia pertama kali merokok pada umumnya

berkisar antara usia 11-13 tahun dan mereka pada umumnya merokok sebelum usia

18 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa peilaku merokok

dimulai pada saat masa anak-anak dan masa remaja.

Menurut Depkes RI (1996) bahwa banyak remaja yang tidak menyadari tentang

dampak yang ditimbulkan oleh rokok terhadap gangguan kesehatan yang sangat

menganggu kesehatannya seperti sakit tenggorokan (batuk-batuk), kanker paru-paru,

penyakit jantung dan pembuluh darah, kelahiran prematur (dini), kulit tidak elastis

dan mudah keriput serta prestasi kerja yang menurun.

Page 15: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Hal lain yang mendukung bahwa remaja dengan tingkat pendidikan sekolah

menengah sangat rentan terhadap rokok karena remaja khususnya remaja laki-laki,

pada saat ini masih dalam tahap perkembangan mental atau pencarian jati diri

dimana salah satunya adalah pengaruh teman sebaya (Adiputra, 2005).

Ada banyak alasan yang melatarbelakangi perilaku merokok dikalangan

masyarakat. Secara umum menurut Kurt Lewin, bahwa perilaku merokok adalah

fungsi dari lingkungan dan individu. Artinya perilaku merokok selain disebabkan

oleh faktor-faktor didalam diri juga disebabkan oleh faktor lingkungan.

Secara umum merokok rata-rata sudah dimulai sejak usia remaja yang

diakibatkan oleh pergaulan sehari-hari. Remaja yang mulai merokok dikatakan oleh

Erikson (Gatchel, 1989), berkaitan dengan adanya krisis aspek psikososial yang

dialami pada masa perkembangannya yaitu masa ketika mereka sedang mencari jati

dirinya.

Upaya-upaya untuk menemukan jati diri tersebut tidak semuanya dapat

berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat. Beberapa remaja melakukan perilaku

merokok sebagai cara untuk menemukan jati dirinya. Seperti yang dikatakan oleh

Brigham (1991), bahwa perilaku merokok bagi remaja merupakan perilaku

simbolisasi. Dalam artian simbol dari kematangan, kekuatan, kepemimpinan, dan

daya tarik terhadap lawan jenis.

Disisi lain saat pertama kali mengkonsumsi rokok, gejala-gejala yang

mungkin akan terjadi adalah batuk-batuk, lidah terasa getir dan perut mual. Namun

demikian, sebagian dari para pemula mengabaikan perasaan tersebut, biasanya

berlanjut menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi ketergantungan.

Page 16: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Ketergantungan ini dipersepsikan sebagai kenikmatan yang memberikan

kepuasan psikologis. Artinya perilaku merokok adalah perilaku yang

menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif. Hal ini

disebabkan karena sifat nikotin adalah adaktif, jika di hentikan secara tiba-tiba akan

menimbulkan stres. Dikatakan oleh Klinke dan Meeker (dalam Aritonang, 1997),

motif para perokok adalah relaksasi. Dengan merokok dapat mengurangi

ketegangan, memudahkan berkonsentrasi, pengalaman yang menyenangkan dan

relaksasi.

Seperti yang diungkapkan oleh Leventhal dan Clearly (dalam Cahyani,

1995), terdapat empat tahap merokok sehingga menjadi perokok aktif.

1. Seseorang mendapat gambaran yang menyenangkan mengenai merokok

dengan cara melihat, mendengar, atau dari hasil bacaan. Hal-hal ini

yang menimbulkan seseorang berminat untuk merokok.

2. Tahap perintisan merokok, yaitu tahap apakah seseorang akan

meneruskan atau tidak perilaku merokok tersebut.

3. Apabila seseorang telah mengkonsumsi lebih dari 4 batang rokok

perhari, maka akan mempunyai kecenderungan menjadi perokok.

4. Tahap yang terakhir adalah sudah merupakan tahap merokok yakni

salah satu bagian dari cara pengaturan diri. Merokok dilakukan untuk

memperoleh efek psikologis yang menyenangkan.

Selain faktor-faktor perkembangan remaja dan kepuasan psikologis, masih

banyak faktor dari luar individu yang berpengaruh pada proses pembentukan

Page 17: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

perilaku merokok. Pada dasarnya perilaku merokok adalah perilaku yang dipelajari

dari pihak-pihak lain.

Batasan operasional penduduk umur 15 tahun keatas yang tidak pernah

merokok dalam1 bulan terakhir. Rumah tangga yang tidak merokok adalah rumah

tangga dimana tidak ada anggota rumah tangga umur 15 tahun keatas yang

merokok di dalam rumah setiap hari. Berdasarkan batasan operasional ini, maka

yang dimaksud dengan tidak merokok adalah penduduk yang tidak merokok selama

sebulan penuh setelah dilakukan survei. Oleh sebab itu mantan perokok adalah

termasuk kategori tidak merokok. Perilaku tidak merokok penduduk usia 15 tahun

keatas selama 3 tahun (2004-2007) memang mengalami peningkatan sebesar

kurang lebih 3,0 %. Apabila peningkatan perilaku tidak merokok ini konsisten,

maka pada tahun 2010 akan menjadi sekitar 70,0 %. Artinya tinggal 30,0 % saja

penduduk Indonesia umur 15 tahun keatas yang masih merokok.

Perilaku tidak merokok pada perempuan jelas lebih tinggi dibandingkan

dengan laki-laki. Sedangkan perilaku merokok dalam kelompok umur dapat

disimpulkan tidak ada hubungannya. Meskipun demikian dapat dikatakan bahwa

presentase terendah perilaku tidak merokok adalah pada umur antara 25-59 tahun.

Dilihat dari tempat pemukiman, perilaku tidak merokok penduduk perkotaan lebih

tinggi dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Hal ini berarti, penduduk

pedesaan lebih banyak yang merokok dibandingkan dengan penduduk perkotaan.

Dari segi pendidikan, kelompo orang yang berpendidikan rendah justru lebih tinggi

presentase yang merokok, dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi. Hal ini

bertentangan dengan teori karena mestinya orang yang berpendidikan tinggi lebih

Page 18: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

mengetahui bahaya-bahaya merokok bagi kesehatan, sehingga lebih menghindari

rokok.

5. Pengaruh Rokok Terhadap Sistem pernapasan

1. Dampak Rokok pada Paru-paru

Dampak yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok dapat menyebabkan

perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran

nafas besar, sel mukosa membesar (hyperthropy) dan kelenjar mukus bertambah

banyak (hyperplasia) sehingga terjadi penyempitan saluran napas. Pada jaringan

paru-paru terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli. Akibat

perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru pada perokok

akan timbul permasalahan fungsi paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal

ini menjadi unsur utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM)

termasuk emfisema paru-paru, bronkhitis kronis, dan asma (Hans, 2003). Herminto

(1998) juga menyatakan bahwa, penurunan fungsi paru akan mulai terlihat pada

lama pernapasan yang terjadi pada 2 tahun dan seterusnya akibat debu dan

kebiasaan merokok.

Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh

banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui

dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok

meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan

gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring,

Page 19: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan

kehamilan dan cacat pada janin.

Menurut Ghalenium (2006), merokok juga dapat merusak lapisan dalam

pembuluh darah, memekatkan darah sehingga mudah menggumpal, menganggu

irama jantung. Kandungan nikotin, gas CO, radikal bebas dan zat-zat tersebut dapat

merusak lapisan endotel dalam pembuluh darah. Apabila terbentuk suatu plak

dalam pembuluh darah, dapat menjadi suatu proses awal terjadinya arterosklerosis

yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskuler (Syaifuddin, 2001).

Sehingga dalam diri perokok tidak hanya saja beresiko terjadi gangguan paru-paru

tetapi juga beresiko terhadap gangguan jantung dan pembuluh darah, hal ini akan

berakibat pada penurunan kinerja jantung paru.

Kebiasaan merokok telah terbukti berhubungan dengan sedikitnya 25 jenis

penyakit dalam tubuh manusia salah satunya penyakit yang berhubungan dengan

paru-paru, yakni kangker paru-paru.

Penyakit kangker paru-paru lebih berbahaya dari penyakit TBC paru,

apalagi kangker sudah dalam keadaan lanjut. Penyakit ini banyak ditemukan dan

sering di jumpai pada kaum pria. Penyakit kangker paru-paru ini sering

dihubungkan dengan kebiasaan merokok sebagai penyabab utamanya. Hal ini talah

dibuktikan pada beberapa penelitian baik yang didalam maupun luar negeri. (

Aditama, 1997)

Rokok juga merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok

sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya

Page 20: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang.

Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas.

Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko

timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh

darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus,

bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat

pada janian.

Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang

diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk

mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari

kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.

2. Kandungan Asap Rokok

Asap rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya bagi kesehatan dan

terdapat lebih dari 200 macam racun (Mu’tadin, 2007). Asap rokok itu

mengandung antara lain karbon monoksida (CO) , nikotin, dan polycyclic aromatic

hidrocarbon yang mengandung zat pemicu terjadinya kanker (tar, benzopyrenes,,

nitroso-nor-nicotin, kadmium, hydrogen cyanide, vinyl chlorid, toluane, arsanic,

phenol butana, amonia, methanol, acaton) selain itu asap rokok yang dihirup juga

mengandung komponen gas dan partikel yang berbahaya (Guidotti et al, 2007).

Page 21: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Lebih dari 3040 jenis bahan kimia yang dijumpai dalam daun tembakau

kering, bahan-bahan kimia tersebut berasal dari pertumbuhan dari daun tembakau

itu sendiri yang bersumber dari tanah, udara dan bahan-bahan kimia yang

digunakan dalam proses pembuatan tembakau maupun saat penanaman tembakau

itu sendiri. (Roberts, 1988)

Penelitian terbaru menunjukkan adanya bahaya dari asap rokok yang

terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa

disebut juga dengan perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku

pembuatannya yakni tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkih dan

bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek tembakau juga

dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan

tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).

Telah ditemukan 4000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis

diantaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), dimana bahan

racun ini lebih banyak terdapat pada asap samping. Misalnya karbon monoksida

(CO) 5 kali lipat lebih banyak terdapat pada asap samping dari pada asap utama,

benzopiren 3 kali, dan amonia 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai

beberapa jam lamanya dalam ruangan setelah rokok padam.

Pada waktu rokok dibakar berarti semua zat kimia yang terkandund didalam

bahan baku rokok dan bahan tumbuhan lainnya ikut terbakar, maka akan terbentuk

bahan kimia hasil pembakaran. (Stepoe, 2000)

Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan

partikel. Partikel yang dibebaskan selama merokok sebanyak 5x10 ppm.

Page 22: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Komponen gas terdiri dari nikotin, timah hitam, karbonmonoksida, tar dan masih

banyak lagi seperti karbondioksida, amonia dan lain-lain.

Asap yang di embuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama dan asap

samping. Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh

perokok, sedangkan asap sampingan merupakan asap tembakau yang disebarkan ke

udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok dan juga didalam daun

tembakau yang tidak terbakar adalah sebagai berikut:

1. Nikotin.

Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh,

meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan

menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6

mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang

ketagihan.

Nikotin dalam rokok dapat mempercepat proses penyempitan dan

penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan dan penyempitan ini bisa terjadi pada

pembuluh darah koroner, yang bertugas membawa oksigen ke jantung. Nikotin,

merupakan alkaloid yang bersifat stimulant dan beracun pada dosis tinggi. Zat yang

terdapat dalam tembakau ini sangat adiktif, dan mempengaruhi otak dan system

saraf. Efek jangka panjang penggunaan nikotin akan menekan kemampuan otak

untuk mengalami kenikmatan, sehingga perokok akan selalu membutuhkan kadar

nikotin yang semakin tinggi untuk mendapatkan tingkat kepuasan (Hans, 2003).

Page 23: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Nikotin bersifat toksis terhadap jaringan saraf, juga meningkatkan kadar

gula darah, kadar asam lemak, dan meningkatkan agregasi sel pembekuan darah.

Nikotin juga menyebabkan orang ketagihan merokok. (Sitepoe, 2000)

Akibat adanya nikotin seseorang menjadi perokok dan selalu ingin meroko

lagi atau ketagihan terhadap rokok. Sebaliknya merokok yang hanya sekali-sekali

belum tentu akan terganggu kesehatannya. (Benowitz NL, 1994) menyatakan kadar

nikotin sebesar 5 mg perhari dari rokok yang dihisap akan menimbulkan ketagihan.

2. Timah hitam

Timah hitam merupakan partikel dari asap rokok. Setiap batang rokok yang

dihisap diperhitungkan mengandung 0,5 mikrogram timah hitam. Bila seseorang

menghisap satu bungkus perhari (10 batang) berarti menghasilkan 10 mikrogram

perhari dan apabila seseorang menghisap lebih dari 20 batang rokok perhari, maka

kadar timah hitam dalam tubuh mencapai 20 mikrogram sedangkan batas bahaya

kadar timah hitam dalam tubuh adalah 20 mikrogram perhari. (Sitepoe, 2000)

3. Gas karbonmonoksida

Menurut Guidotti (1989), gas yang bersifat toksis dan bertolak belakang

dengan gas oksigen dalam transport hemoglobin. Dalam rokok terdapat 2-6 % gas

CO pada saat merokok. Kandungan kadar karbon monoksida dalam rokok kretek

lebih rendah dibandingkan kandungan karbon monoksida dalam rokok putih.

(Sitepoe, 2000)

Karbonmonoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan

dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini

Page 24: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan sel-sel tubuh, tapi

karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya di

sisi hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO

dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok

mencapai 4-15 persen.

Gas karbonmonoksida (CO) mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin

(Hb) yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen,

sehingga setiap ada asap rokok disamping kadar oksigen udara yang sudah

berkurang, ditambah lagi sel darah merah akan semakin kekurangan oksigen, oleh

karena yang diangkut adalah CO dan bukan O2 (Oksigen). Sel tubuh yang

menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan asupan oksigen

melalui kompensasi pembuluh darah dimana pembuluh darah akan menciut atau

spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh

darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses arterosklerosis (penyempitan).

Penyempitan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Di otak, di jantung, di

paru, di ginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil,

kekurangan oksigen karena CO (karbon monoksida). (Theodorus, 1994).

Bila seorang merokok 10-12 batang sehari, hemoglobin akan mengandung

4,9 % karbon monoksida, kadar oksigen yang diedarkan ke jaringan akan menurun

sebesar 5 %. Penurunan kadar oksigen sebesar itu memang tidak tampak tanda-

tandanya pada waktu perokok beristirahat. Tetapi pada waktu pecandu rokok

melakukan latihan-latihan olahraga, akan nampak sekali kerugian tersebut terhadap

Page 25: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

tubuhnya. Bila kita hentikan kebiasaan merokok ini barulah setelah 2-3 hari karbon

monoksida dapat keluar dari aliran darah kita (Sumosarjuno, 1996).

4. Tar

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat

asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam

rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan

membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan

paru-paru. Pengedapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara

kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg. Tar mengandung zat kimia sebagai

penyebab terjadinya kangker dan mengganggu mekanisme alam pembersih paru-

paru, sehingga banyak polusi udara yang tertinggal menempel di paru-paru dan

saluran bronchial. Tar dapat membuat sistem pernapasan terganggu salah satu

gejalanya adalah pembengkakan selaput mucus.

Efek merokok terhadap paru adalah sebagai penyebab kanker paru.

Dibandingkan bukan perokok, pria yang merokok berisiko terjadi kanker paru 23

kali lebih besar dan wanita yang merokok berisiko 13 kali terjadi kanker paru.

Merokok menyebabkan sekitar 90% kematian oleh karena kanker paru di kalangan

pria dan sekitar 80% kematian di kalangan wanita di Amerika Serikat. Merokok

dengan kadar tar rendah tidak mengurangi risiko terjadi kanker paru secara

substansial. Merokok menyebabkan luka terhadap saluran pernafasan dan kantor

udara dari paru-paru yang dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif (seperti

asma bronkiale, emfisema). Perokok lebih banyak terkena infeksi saluran

Page 26: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

pernafasan bagian bawah seperti pneumonia atau bronkitis akut dibandingkan

bukan perokok.

Sumber tar adalah tembakau, cengkeh, pembalut rokok dan bahan organik

lainnya yang dibakar. Sebab tar hanya dapat dijumpai pada rokok yang sudah

dibakar, selain itu minyak cengkeh juga diklasifikasikan sebagai tar. Didalam tar

juga dijumpai karsinogenik yang akan memicu munculnya kangker paru-paru.

Selain itu juga dijumpai nitrosoamine nikotin didalam rokok yang berpotensi besar

sebagai karsinogenik terhadap jaringan paru-paru. Bahan ini terdapat dalam

tembakau, tetapi tidak dijumpai dalam cengkeh. (Sitepoe, 2000)

Di samping itu masih banyak logam berat dan senyawa lain yang

dikeluarkan oleh hasil pembakaran asap rokok. Tercatat ada 4000 bahan kimia yang

dihasilkan, 200 diantaranya beracun dan 43 diantarnya diyakini dapat menimbulkan

kanker. Diantara bahan beracun tersebut adalah Hydrogen Cyanide (racun hukuman

mati, Arsenic (racun semut putih), Acetone (penghapus cat), Methanol (bahan

bakar roket), Napthalene (kabur barus), Cadmium(dipakai accu mobil, baterai),

Toluene (pelarut), Ammonia (pembersih toilet/lantai), Methane (Gas buang),

Butane (bahan bakar korek api) dll.

B. Kerangka Berfikir

Mungkin hanya rokok, satu-satunya produk yang menyampaikan

pemberitahuan dan justru menyebabkan orang untuk berpikir tentang kerugian

merokok. Contohnya, Merokok bisa menimbulkan kanker, impotensi, serangan

jantung, berbahaya bagi janin dan lain sebagainya.

Page 27: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa

lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung

bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar

perokok yang bukan perokok.

Kebiasaan merokok menganggu kesehatan, kenyataan ini tidak bisa kita

pungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk dari merokok, baik

secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan

bagi perokok sendiri tapi juga bagi orang disekitarnya. Kebiasaan merokok yang

melanda dunia telah menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Diperkirakan setiap

tahunnya dua setengah juta orang meninggal akibat penyakit yang berhubungan

dengan kebiasaan merokok.

Merokok menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK

adalah penyakit progresif yang membuat seseorang sulit untuk bernapas. Banyak

perokok tidak tahu bahwa mereka telah terkena penyakit ini hingga sudah

terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan tidak ada cara untuk membalikkan

kerusakan.

Untuk itu jika ingin kesehatan tubuh tetap terjaga terutama paru-paru maka

hindari dan kurangi kebiasaan merokok karena dengan merokok akan

membahayakan diri sendiri juga orang di lingkungan sekitar kita. Nikotin ini

berasal dari tembakau rokok, dan tembakau rokok menghasilkan berbagai macam

penyakit yang akan mengganggu cara kerja paru-paru sehingga kemampuan paru-

paru akan lemah apabila sering menghisap tembakau tersebut. Kemampuan

kapasitas paru-paru tiap orang sangat berbeda-beda, salah satu faktor yang

Page 28: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

membedakannya adalah usia. Selain faktor usia, merokok juga sangat berpengaruh

pada kemampuan paru-paru seseorang. Bagaimana kemampuan paru-paru perokok

aktif? Kemampuan paru-paru seorang perokok aktif apabila seseorang merokok

dalam jumlah yang banyak dalam sehari (12-16) batang perhari maka perlahan-

lahan kemampuan paru-paru akan semakin lemah dan lama-kelamaan akan tidak

dapat berfungsi lagi sampai menyebabkan resiko kematian.

Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat

dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi

sejauh mungkin.

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang

dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala,

persepsi positif, dan lain sebagainya. Ketika seseorang menawarkan rokok maka

tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan

dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak

merokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti

merokok.

Selain itu juga banyak gejala yang timbul akibat merokok terlalu berlebihan

yang berpengaruh pada paru-paru, semakin banyak kita menghisap rokok maka

resiko kemampuan paru-paru semakin melemah dahkan menyebabkan kematian.

C. Hipotesis

Dalam penelitian deskriptif tidak diperlukan administrasi dan pengontolan

terhadap perlakuan. Untuk penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji

Page 29: KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustakaeprints.ung.ac.id/5601/7/2012-1-85201-831408134-bab2...oleh hemoglobin, selanjutnya ... Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita

hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan ‘’apa adanya’’ tentang sesuatu

variabel, gejala atau keadaan. Memang adakalanya dalam penelitian ingin juga

membuktikan dugaan tetapi tidak terlalu lazim. Yang umum adalah bahwa

penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis.