jember news

of 8 /8
Temui Pelanggan, Alasan Jenguk Teman 25 Semakin di Hati http://www.jawapos.co.id e-mail: [email protected] Dzuhur Ashar Maghrib Isya Subuh 11:39 14:50 17:50 19:01 04:08 KENCONG Usai Layani Tamu PSK Tewas di Parit Baca halaman 26 Persid Lanjutkan Tren Positif di Kandang Baca halaman 28 Pastikan Ada Beasiswa Fiktif Baca halaman 36 Radar Jember Hari Ini Tidak banyak remaja yang menekuni tradisi seni tradisional sebagai sebuah hobi. Gerak kemajuan zaman modern kerap membuat remaja ini krisis identitas hingga akhirnya memilih jalan yang salah. Namun, di Ambulu sekelompok gadis mampu menunjukkan bahwa eksistensi bisa diukur dari karya. ARMAN DHANI, Jember BELLA Septina adalah gadis dengan senyum melengkung serupa beliung. Hari itu dia sangat semringah bersama tiga temannya yang lain. Mereka diterima dan diajak berbincang oleh Kepala Kantor Pariwisata Jember Arief Tjahyono. Bersama Ernys Kartika, pembimbing sekaligus instruktur sanggar tari Kartika, mereka berencana mengikuti kompetisi tari regional yang diadakan di Surabaya hari ini. Jember di tengah Januari menyertakan hawa panas yang riuh. Bella, begitu ia disapa, lega karena tak harus berpanas-panasan di luar ruangan. Dalam ruangan kepala kantor, AC menderu meniupkan hawa sejuk yang mengenyahkan peluh dan panas. Bella duduk dan disambut oleh kepala kantor beserta stafnya yang telah menunggu. Suasana sempat canggung karena tak ada yang memulai perbincangan. Tapi sunyi itu pecah saat Arief menanyakan tentang perasaan mereka dalam mengikuti kompetisi tari tersebut. “Ini bukan yang pertama. Lagi pula saya memang dasarnya suka menari,” kata Bella seraya tersenyum. Ernys juga membenarkan. Dalam kancah tari regional Jatim, prestasi remaja Jember sudah punya nama. “Kami sudah berulang kali mengikuti kompetisi regional dan berulang kali meraih prestasi,” tuturnya. J Baca Ikut... Hal 35 Kisah Para Penari Muda Jember di Ajang Nasional Ikut Kompetisi, Tidur Beralas Karpet HERU PUTRANTO/RJ JAGO MENARI: Dari kiri, Risma Nanda, Eska Winiani, Bella Septina, dan Pradita Intan menunjukan piala yang mereka raih tahun lalu dalam kompetsisi seni siswa nasional. K A M I S FEBRUARI 2012 16 Bisnis Seks Ayam Abu-Abu (3) Temuan Sidak Komisi C DPRD Jember JEMBER – Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan umum, khususnya bus, mengundang perhatian kalangan DPRD Jember. Sejumlah anggota Komisi C DPRD Jember kemarin (15/2) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Tawang Alun Jember. Sidak komisi C dipimpin M. Asir. Ikut pula beberapa anggota komisi C, antara lain Suprapto, Indah Wahyuni, Masduki, Abdul Azis, Sunardi, dan Thoif Zamroni. Dalam sidak tersebut, para anggota dewan menemukan sejumlah armada yang bermasalah di beberapa fungsi kendaraan. Mereka datang ke terminal sekitar pukul 11.00. Selanjutnya, mereka ditemui sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember di ruang kantor UPT terminal di Tawang Alun. Setelah itu, para legislator itu melihat kondisi sejumlah bus yang sedang antre di jalur pemberangkatan. Satu per satu bus diamati oleh anggota komisi. Temuan pertama dewan adalah adanya ban belakang bus Akas yang tipis. “Sudah vulkanisir, bannya tipis lagi,” kata Asir. Ternyata, rata-rata ban belakang bus di Tawang Alun adalah ban vulkanisir. Yang menarik, kalangan dewan juga menemukan bus yang pedal gasnya di- tali rafia. “Malah ada pijakan bus yang ditali rafia. Kata sopirnya kalau tidak diberi tali, mesin akan mati,” ungkap Asir. Temuan lain yang terungkap adalah adanya bus yang tidak memiliki rem tangan. Dewan juga menemukan adanya bus yang pedal koplingnya terlalu dalam. Ditemukan pula kaca depan bus yang retak dan hanya diplester. Asir dan Abdul Azis beberapa kali mengecek langsung perlengkapan utama bus yang akan berangkat. J Baca Pedal... Hal 35 Pedal Gas Ditali Raa STATUSNYA sebagai seorang pelajar, membuat ayam abu-abu cukup pandai dalam menyem- bunyikan “profesinya” . Mereka seakan tak kehabisan akal untuk menjaga agar bisnis pa- nas mereka tak ter- ungkap, bahkan oleh orang-orang terdekat. Krista, salah seorang ayam abu-abu, sadar jika orang tu- anya mulai cu- riga dengan ak- tivitasnya. Sering- kali pulang malam, bahkan menginap di rumah te- man. Tentu, hal ini membuat orang tuanya bertanya-tanya apa yang dia kerjakan. Kecurigaan itu ber- tambah ketika Krista mampu membeli sendiri barang-barang mahal. Pernah suatu ketika, Krista mem- beli Blackberry (BB) baru. Harganya seki- tar Rp 2 juta. Di tengah kondisi ekonomi ke- luarganya yang pas-pa- san, tentu orang tuanya curiga. Ibu- nya sempat bertanya dari mana dia mendapatkan barang tersebut. Dengan enteng Krista menjawab BB itu dibelikan oleh salah seorang temannya. J Baca Temui... Hal 35 Dari Lima Menjadi Enam Kecamatan LUMAJANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dan Lumajang telah menuntaskan review rencana kontijensi dampak letusan Gunung Semeru. Dari hasil review diketahui, ada penambahan kawasan terdampak letusan dari perkiraan semula. Kepala Pusat Informasi Bencana (PIB) BPBD Jatim Abdul Hamid menjelaskan, kontijensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan terjadi atau pun tidak terjadi. Rencana kontijensi itulah yang direview oleh BNPB bersama sejumlah instansi terkait di Lumajang. J Baca Area... Hal 35 Area Terdampak Bertambah Dalam Pengembangan Agrowisata Bunga JEMBER – Jember menorehkan prestasi cemerlang di dunia pari- wisata. Selasa (14/2) lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pang- estu memberikan penghargaan kepada Jember karena dianggap berjasa dalam memajukan agrow- isata bunga nusantara. Penghargaan itu diserahkan Men- parekraf pada acara Awarding Night 2012, Say It With Flower di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sap- ta Pesona Jakarta. Acara yang dise- lenggarakan oleh Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (HICIBAN) bekerja sama dengan Kemenparekraf merupakan bentuk apresiasi ter- hadap para pelaku industri bunga dan tokoh masyarakat, termasuk kepala daerah. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang telah memberikan pen- gabdian dan prestasinya dalam menciptakan pencitraan dan me- majukan industri agrowisata bunga nusantara. Menurut Arief Tyahyono, kepala Kantor Pariwisata Jember, program tersebut sangat erat dengan program pariwisata nasional sapta pesona. Yakni, menciptakan sua- sana aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan ke- pada wisatawan. Penghargaan bertajuk Green and Beauty itu terbagi dalam tiga kat- egori. Yakni, The Pioneer Beauty Inspiring, The Best Beauty Inspir- ing, dan The Best Achievement. “Jember sendiri bersaing dengan Batu dan Tomohon yang dikenal sebagai kota festival bunga,” ka- tanya. Penghargaan ini sendiri diberikan kepada gubernur, bu- pati/wali kota, dan asosiasi bun- ga yang berjumlah 35 orang. J Baca Jember... Hal 35 Jember Raih Penghargaan Nasional KONDISI M. Fahmi Saputra, balita yang menderita gizi buruk, kemarin (15/2) masih mengkhawatirkan. Pasalnya, kondisi balita asal Dusun Gumukbanji, Desa/Kecamatan Kencong itu masih belum stabil. Bobot tubuhnya naik turun karena penyakit diare yang diidapnya belum sembuh. Di usianya yang tiga tahun, Fahmi hanya memiliki berat badan 7 kg. Mestinya, bobotnya sekitar 10 kg. Selain itu, dia juga menderita berbagai penyakit yang menyertai, seperti gatal- gatal, diare, serta jamur di bibir. “Kondisinya memang belum stabil. Masih naik turun,” ujar dr Iswarno, kepala Puskesmas Kencong. J Baca Kondisi... Hal 35 Kondisi Fahmi Belum stabil HUKUM POLRES Jember bertindak tegas terhadap oknum anggotanya yang melakukan penem- bakan tidak prosedural saat menangkap pelaku yang diduga terlibat perampokan dan pemerkosaan di Bangsalsari. Dua anggota dari Satuan Sa- mapta Polres Jember diberi sanksi tegas beru- pa hukuman kurungan selama 21 hari. Sanksi tegas ini diberikan oleh Polres Jember karena dua anggota yang melaksanakan tugas terbukti melanggar prosedur. Dua anggota polisi itu yang diberi sanksi itu masing-masing Aiptu IR dan Bripda HN. J Baca Salah... Hal 35 Salah Tembak, Dua Polisi Disel JUMAI/RJ LEMAH: M. Fahmi Saputra menjalani perawatan di Puskesmas Kencong. HERU PUTRANTO/RJ PERLU DIKEMBANGKAN: Jember mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pengembangan bunga nusantar. Seorang pekerja tengah merawat bunga krisan di Rembangan, Jember. AKHMAD RIDWAN/RJ ANTISIPASI: Staf BNPB saat paparan dalam review rencana kontijensi letusan Gunung Semeru di Lumajang. JUMAI/RJ CEK BUS: M. Asir duduk di belakang kemudia bus dengan disaksikan Abdul Azis, dua anggota Komisi C DPRD Jember, saat sidak ke Terminal Tawang Alun kemarin.

description

newsjember

Transcript of jember news

Page 1: jember news

Temui Pelanggan, Alasan Jenguk

Teman

25Semakin di Hati

http://www.jawapos.co.id e-mail: [email protected]

Dzuhur Ashar Maghrib Isya�’ Subuh 11:39 14:50 17:50 19:01 04:08

KENCONG

Usai Layani Tamu PSK Tewas di ParitBaca halaman 26

Persid Lanjutkan Tren Positif di KandangBaca halaman 28

Pastikan Ada Beasiswa FiktifBaca halaman 36

Radar JemberHari Ini

Tidak banyak remaja yang menekuni tradisi seni

tradisional sebagai sebuah hobi. Gerak kemajuan zaman

modern kerap membuat remaja ini krisis identitas hingga akhirnya memilih jalan yang salah. Namun,

di Ambulu sekelompok gadis mampu menunjukkan bahwa eksistensi bisa diukur

dari karya.

ARMAN DHANI, Jember

BELLA Septina adalah gadis dengan senyum melengkung serupa beliung. Hari itu dia sangat semringah bersama tiga temannya yang lain. Mereka diterima dan diajak berbincang oleh

Kepala Kantor Pariwisata Jember Arief Tjahyono. Bersama Ernys Kartika, pembimbing sekaligus instruktur

sanggar tari Kartika, mereka berencana mengikuti kompetisi tari regional yang diadakan di Surabaya hari ini.

Jember di tengah Januari menyertakan hawa panas yang riuh. Bella, begitu ia disapa, lega karena tak harus berpanas-panasan di luar ruangan. Dalam ruangan kepala kantor, AC menderu meniupkan hawa sejuk yang mengenyahkan peluh dan panas. Bella duduk dan disambut oleh kepala kantor beserta stafnya yang telah menunggu.

Suasana sempat canggung karena tak ada yang memulai perbincangan. Tapi sunyi itu pecah saat Arief menanyakan tentang perasaan mereka dalam mengikuti kompetisi tari tersebut. “Ini bukan yang pertama. Lagi pula saya memang dasarnya suka menari,” kata Bella seraya tersenyum.

Ernys juga membenarkan. Dalam kancah tari regional Jatim, prestasi remaja Jember sudah punya nama. “Kami sudah berulang kali mengikuti kompetisi regional dan berulang kali meraih prestasi,” tuturnya.

Baca Ikut... Hal 35

Kisah Para Penari Muda Jember di Ajang Nasional

Ikut Kompetisi, Tidur Beralas Karpet

HERU PUTRANTO/RJ

JAGO MENARI: Dari kiri, Risma Nanda, Eska Winiani, Bella Septina, dan Pradita Intan menunjukan piala yang mereka raih tahun lalu dalam kompetsisi seni siswa nasional.

K A M I S F E B R U A R I

201216

Bisnis Seks Ayam Abu-Abu (3)

Temuan Sidak Komisi C DPRD Jember

JEMBER – Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan umum, khususnya bus, mengundang perhatian kalangan DPRD Jember. Sejumlah anggota Komisi C DPRD Jember kemarin (15/2) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal

Tawang Alun Jember.Sidak komisi C dipimpin M. Asir. Ikut

pula beberapa anggota komisi C, antara lain Suprapto, Indah Wahyuni, Masduki, Abdul Azis, Sunardi, dan Thoif Zamroni. Dalam sidak tersebut, para anggota dewan menemukan sejumlah armada yang bermasalah di beberapa fungsi kendaraan.

Mereka datang ke terminal sekitar pukul 11.00. Selanjutnya, mereka ditemui sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember di ruang kantor UPT

terminal di Tawang Alun. Setelah itu, para legislator itu melihat kondisi sejumlah bus yang sedang antre di jalur pemberangkatan.

Satu per satu bus diamati oleh anggota komisi. Temuan pertama dewan adalah adanya ban belakang bus Akas yang tipis. “Sudah vulkanisir, bannya tipis lagi,” kata Asir. Ternyata, rata-rata ban belakang bus di Tawang Alun adalah ban vulkanisir.

Yang menarik, kalangan dewan juga mene mukan bus yang pedal gasnya di-

ta li rafia. “Malah ada pijakan bus yang di ta li rafia. Kata sopirnya kalau tidak dibe ri tali, mesin akan mati,” ungkap Asir.

Temuan lain yang terungkap adalah adanya bus yang tidak memiliki rem tangan. Dewan juga menemukan adanya bus yang pedal koplingnya terlalu dalam. Ditemukan pula kaca depan bus yang retak dan hanya diplester. Asir dan Abdul Azis beberapa kali mengecek langsung perlengkapan utama bus yang akan berangkat.

Baca Pedal... Hal 35

Pedal Gas Ditali Ra! a

STATUSNYA sebagai seorang pelajar, membuat ayam abu-abu cukup pandai dalam menyem-bu nyikan “profesinya”. Mereka seakan tak kehabisan akal untuk men jaga agar bis nis pa-nas me re ka tak ter-ung kap, bahkan oleh orang-orang terdekat.

Krista, salah seo rang ayam abu-abu, sadar jika orang tu-anya mulai cu-riga de ngan ak-tivitasnya. Sering-kali pulang malam, bahkan menginap di ru mah te-man. Tentu, hal ini membuat orang tuanya bertanya-tanya apa yang

dia kerjakan. Kecurigaan itu ber-tambah ketika Krista mampu membeli sendiri barang-barang mahal.

Pernah suatu ketika, Krista mem-beli Blackberry (BB) baru. Har ganya

seki- tar Rp 2 juta. Di te ngah kondisi ekonomi ke-l u a r g a n y a yang pas-pa-san, tentu orang tuanya cu riga. Ibu-nya sem pat

bertanya dari ma na dia mendapatkan

barang ter sebut. Dengan enteng Krista men jawab BB itu dibelikan oleh salah seorang temannya.

Baca Temui... Hal 35

Dari Lima Menjadi Enam Kecamatan

LUMAJANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dan Lumajang telah menuntaskan review rencana kontijensi dampak letusan Gunung Semeru. Dari hasil review diketahui, ada penambahan kawasan terdampak letusan dari perkiraan semula.

Kepala Pusat Informasi Bencana (PIB) BPBD Jatim Abdul Hamid menjelaskan, kontijensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan terjadi atau pun tidak terjadi. Rencana kontijensi itulah yang direview oleh BNPB bersama sejumlah instansi terkait di Lumajang.

Baca Area... Hal 35

Area Terdampak Bertambah

Dalam Pengembangan Agrowisata Bunga

JEMBER – Jember menorehkan prestasi cemerlang di dunia pari-wisata. Selasa (14/2) lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pang-estu memberikan penghargaan kepada Jember karena dianggap berjasa dalam memajukan agrow-isata bunga nusantara.

Penghargaan itu diserahkan Men-parekraf pada acara Awarding Night 2012, Say It With Flower di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sap-ta Pesona Jakarta. Acara yang dise-lenggarakan oleh Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (HICIBAN) bekerja sama dengan Kemenparekraf merupakan bentuk apresiasi ter-hadap para pelaku industri bunga

dan tokoh masyarakat, termasuk kepala daerah.

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang telah memberikan pen-gabdian dan prestasinya dalam menciptakan pencitraan dan me-majukan industri agrowisata bunga nusantara. Menurut Arief Tyahyono, kepala Kantor Pariwisata Jember, program tersebut sangat erat dengan program pariwisata nasional sapta pesona. Yakni, menciptakan sua-sana aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan ke-pada wisatawan.

Penghargaan bertajuk Green and Beauty itu terbagi dalam tiga kat-egori. Yakni, The Pioneer Beauty Inspiring, The Best Beauty Inspir-ing, dan The Best Achievement. “Jember sendiri bersaing dengan Batu dan Tomohon yang dikenal sebagai kota festival bunga,” ka-tanya. Penghargaan ini sendiri diberikan kepada gubernur, bu-pati/wali kota, dan asosiasi bun-ga yang berjumlah 35 orang.

Baca Jember... Hal 35

Jember Raih Penghargaan

Nasional

KONDISI M. Fahmi Saputra, balita yang menderita gizi buruk, kemarin (15/2) masih mengkhawatirkan. Pasalnya, kondisi balita asal Dusun Gumukbanji, Desa/Kecamatan Kencong itu masih belum stabil. Bobot tubuhnya naik turun karena penyakit diare yang diidapnya belum sembuh.

Di usianya yang tiga tahun, Fahmi hanya memiliki berat badan 7 kg. Mestinya, bobotnya sekitar 10 kg. Selain itu, dia juga menderita berbagai penyakit yang menyertai, seperti gatal-gatal, diare, serta jamur di bibir. “Kondisinya memang belum stabil. Masih naik turun,” ujar dr Iswarno, kepala Puskesmas Kencong.

Baca Kondisi... Hal 35

Kondisi Fahmi Belum stabil

HUKUM

POLRES Jember bertindak tegas terhadap oknum anggotanya yang melakukan penem-bakan tidak prosedural saat menangkap pelaku yang diduga terlibat perampokan dan pemerkosaan di Bangsalsari. Dua anggota dari Satuan Sa-mapta Polres Jember diberi sanksi tegas beru-pa hukuman kurungan selama 21 hari.

Sanksi tegas ini diberikan oleh Polres Jember karena dua anggota yang melaksanakan tugas terbukti melanggar prosedur. Dua anggota polisi itu yang diberi sanksi itu masing-masing Aiptu IR dan Bripda HN.

Baca Salah... Hal 35

Salah Tembak, Dua Polisi Disel

JUMAI/RJ

LEMAH: M. Fahmi Saputra menjalani perawatan di Puskesmas Kencong.

HERU PUTRANTO/RJ

PERLU DIKEMBANGKAN: Jember mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pengembangan bunga nusantar. Seorang pekerja tengah merawat bunga krisan di Rembangan, Jember.

AKHMAD RIDWAN/RJ

ANTISIPASI: Staf BNPB saat paparan dalam review rencana kontijensi letusan Gunung Semeru di Lumajang.

JUMAI/RJ

CEK BUS: M. Asir duduk di belakang kemudia bus dengan disaksikan Abdul Azis, dua anggota Komisi C DPRD Jember, saat sidak ke Terminal Tawang Alun kemarin.

Page 2: jember news

JEMBER SEKITAR RADAR JEMBER �• Kamis 16 Februari 201226

SELAMAT PAGI

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Winardi Nawa Putra. Redaktur Pelaksana: Wahyudi Widodo. Koordinator Liputan: Hari Setiawan. Redaktur: Hari Setiawan, Guido Saphan. Redaktur Senior: Shodiq Syarif. Staf Redaksi: Barid Ishom, Narto, Eko Setia Budi. Biro Lumajang: Akhmad Ridwan (Kabiro), Rangga Mahardika. Biro Bondowoso: Hadi Sumarsono (Kabiro), Eko Saputro. Fotografer: Jumai, Heru Putranto. Copy Editor: Yerri A Aji. Sekretaris Redaksi: Linda Har santi. Pracetak: Dzikri Abdi Setia, Roudlatus Sholihin, Tri Joko Santoso, Boby Pramudya. Penerbit: PT Jember Intermedia Pers. SIUPP: 1531/SK/MENPENSIUPP 1999. General Manager: Samsudin Adlawi. Iklan: Achmad Mulyadi, Hengky Kurniawan, Irman Granada, Indra Agustian. Pe ma saran: MS Rasyid (Jember), Slamet Herwandi(Lumajang), Anton Nuryanto(Bondowoso). Keuangan : Citra Indah Palupi, Nurma Latifa.

Alamat Redaksi/Iklan & Pemasaran: Graha Pena Radar Jember Jl. Ahmad Yani 99, Jember. Te le pon & Fax Redaksi: (0331) 483545, Hunting: (0331) 486894. Telepon & Fax Iklan & Admin: (0331) 486894. e-mail: radarjember @gmail.com (redaksi), [email protected] (iklan). Bank: BCA Cab Jember 024.396.7799 Bon-dowoso: Jl Pelita no. 59 Telp: (0331) 7777786, 081357018570; Lumajang: Jl. Kolonel Suruji Timur No 153. Telepon: (0334) 884247 Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pe na Lt 15, Jl. Ahmad Yani 88, Telp: (031) 8202259, Fax: (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl. Raya Ke ba yoran Lama 17, Telp: (021) 5349311-5 Fax: (021) 5349207. Tarif iklan umum: Rp. 35.000,- /mmk full colour (hal depan). Rp.30.000,-/mmk full colour (hal dalam). Rp. 20.000,- /mmk hitam putih. lowongan: Rp. 22.000,- /mmk hitam putih, . Iklan keluarga/sosial: Rp. 18.000,- / mmk. Iklan baris: Rp. 20.000,- / baris. Lowongan baris: Rp. 38.000,- / baris. Advertorial: Rp. 22.000,- /mmk full colour. Rp. 16.000,-/mmk bw. Percetakan: Temprina Media Gra ka.

Wartawan Radar Jember selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita.

Koran

Langganan

Tragedi SMAN JatirotoKEKERASAN terhadap murid oleh seorang guru saat kegiatan

belajar mengajar (KBM) masih saja terjadi. Itu pula yang terjadi di SMAN Jatiroto, Lumajang, pekan lalu. Tiga siswi di sekolah tersebut mendapatkan pukulan oleh oknum guru hingga terluka dan tak bisa berjalan.

Celakanya, orang tua murid juga tak kalah membalasnya dengan cara yang tidak mendidik pula. Yakni, menghajar sang guru hingga tak berdaya. Padahal, pemukulan terhadap tiga siswi tersebut sebenarnya dimaksudkan sebagai hukuman untuk mendidik. (Radar Jember 14/2)

Peristiwa yang terjadi di SMAN Jatiroto tersebut sungguh memprihatinkan. Sebab, di era seperti sat ini masih dijumpai cara menghukum murid dengan kekerasan. Meski tak sampai fatal, namun kekerasan itu sendiri bisa menyebabkan luka psikologis. Apalagi “korbannya” adalah murid perempuan, yang rentan gangguan psikologis.

Sebagai pendidik, seharusnya memahami batasan mana hukuman bisa dilakukan terhadap siswa, terutama untuk murid perempuan. Jangankan dipukul secara fisik, disindir dengan kata-kata saja mereka sudah terhukum secara psikologis. Dan itu seharusnya dipahami benar oleh guru yang telah dibekali beragam ilmu kependidikan dalam tugasnya.

Namun lebih menyedihkan ketika orang tua murid juga bertindak emosional terhadap guru yang dianggap melakukan kekerasan terhadap anaknya. Yakni, menghajar guru dalam kondisi tidak berdaya, akibat baru saja menderita kecelakaan. Suatu tragedi yang bisa membawa “luka psikologis”, baik terhadap sang anak maupun kalangan guru itu sendiri.

Seharusnya, meski dalam kondisi emosional apa pun, orang tua murid tahu bahwa dunia pendidikan tak selayaknya diwarnai aksi kekerasan terhadap guru. Seorang wali murid yang paham etika, seharusnya cukup menempuh jalur hukum, jika jalan kekeluargaan tak bisa diselesaikan. Bukan main hakim sendiri, sehingga bisa memalukan, bahkan melukai perasaan guru yang lain.

Kita berharap agar kasus yang terjadi di SMAN Jatiroto tersebut tak terulang di lembaga pendidikan lain. Sebagai pendidik juga diharapkan bisa memberi hukuman kepada murid yang dianggap nakal, tetap menggunakan cara-cara yang mendidik, serta menghindari upaya kekerasan fisik.

Demikian pula bagi orang tua murid, jika mengetahui hal-hal yang dirasakan merugikan anaknya, hendaknya tidak diselesaikan secara kekerasan pula. Apalagi sebagai orang beriman, biasanya sangat menghormati sang guru, demi masa depan sang anak. Sebab, ilmu yang bermanfaat, di antaranya akan ditentukan oleh hubungan harmonis dan saling ikhlas antara guru dan murid, misalnya. (*/c1)

JEMBER - Pertumbuhan sim-panan masyarakat dan peny-aluran kredit perbankan Jember menunjukkan trend meningkat. Pada pengujung tahun 2011 lalu, dana perbankan Jember men-capai Rp 6,15 triliun. Semen-tara, besarnya dana kredit men-capai Rp 6,80 triliun, melebihi dana perbankan Jember. Den-gan demikian terdapat dana Rp 650 miliar yang berasal dari luar Kabupaten Jember.

Hal ini terkuak saat Bank In-donesia (BI) Jember menggelar lunch meeting bersama kalan-gan perbankan dan pengusaha Jember. M Nur Zainudin, pimp-inan BI menjelaskan, besarnya dana kredit yang melebihi dana perbankan tersebut ber-akibat biaya bunga yang dike-luarkan perbankan Jember lebih besar. Dan ini berpotensi meningkatkan suku bunga kredit di wilayah perbankan Jember.

Menariknya lagi, dalam per-temuan yang dihadiri Bupati Jember M.Z.A. Djalal dan Ikatan Pengusaha Jember (IPJ) terse-but, juga dibahas persoalan masih minimnya kucuran kredit untuk sektor pertanian dan beberapa kredit macet yang disalurkan untuk sektor perta-nian.

Menurut Dedy Rosady, pimp-inan Bank Mandiri cabang Jem-ber Alun-Alun, selain proses waktu kredit, jaminan agunan sertifikat telah menjadi kend-ala tersendiri bagi pengucuran dana kredit. Selain itu, pemer-intah perlu menerapkan per-

izinan satu atap, one stop service untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember M.Z.A. Djalal menegas-kan, pihaknya siap menerapkan pelayanan satu atap, namun yang benar-benar one stop ser-vice. ”Saya akan pelajari dan kita buat unit pelayanan satu atap, tapi yang betul-betul satu atap,” ujarnya. Jangan sampai, kata dia, pelayanannya satu atap, namun praktiknya tetap saja dibawa ke unit kerja mas-ing-masing.

Djalal juga sempat mengajak kalangan perbankan untuk me-madukan dana CSR yang di-miliki untuk membuat program bersama guna membantu pet-ani. Program CSR tersebut nantinya disinergikan dengan program pemerintah, misalnya dialokasikan untuk membuat internet desa. Sehingga petani di tingkat desa bisa mengakses berbagai informasi yang dibu-tuhkan.

Terkait pemberian kredit yang macet, M. Nur Zainudin, pimp-inan BI berharap, pihak per-bankan tidak hanya sekadar mengucurkan dana, tapi harus mengintensifkan supervisi. ”Selama ini, supervisi kurang dan perlu ditingkatkan,” tegasnya. Menurut dia, petani belum bisa memilah mana bi-aya produksi dan mana biaya hidup. Usai panen, hasilnya ternyata lebih digunakan untuk biaya konsumtif, seperti mem-

beli sepeda motor. ”Untuk itu perlu penguatan supervisi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pengusaha Jember (IPJ) Agus Susanto dalam pertemuan terse-but menjelaskan, pihaknya kini lagi getol membangun mindset pelaku usaha agar tidak terlalu menggantungkan diri terhadap pemerintah. Terlebih lagi, pemerintah punya keter-batasan dalam persoalan pen-danaan, begitu juga dengan perbankan.

Maka dari itulah, kata dia, mindset pelaku usaha mulai diubah, tidak lagi meminta bantuan pemerintah, justru memberi dan membantu pro-gram pemerintah. ”Semuanya bisa disinergikan,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Agus, berbagai pelatihan entrepreneur juga sudah mulai digalakkan mulai dari tingkatan sekolah, pergu-ruan tinggi, hingga kepada pelaku usaha baru. ”Lambat laun diharapkan, Jember sebagai kota entrepreneur akan terwu-jud,” pungkasnya. (wnp/c1)

RAMBIPUJI - Warga Dusun Krajan, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji geger. Ini menyusul ditemukannya Suleha, 40, warga Dusun Krajan, Desa Curahkates, Kecamatan Ajung yang tewas dalam kondisi teng-kurap di parit persawahan dekat gudang Pupuk Sriwijaya, Ram-bigundam. Saat ditemukan, kon-disi korban tanpa mengenakan sehelai benang menutup tubuh-nya. Korban yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) ini diduga kuat meninggal usai melayani tamu dan penya-kit epilepsi kambuh.

Mayat Suleha ditemukan kema-rin pagi sekitar pukul 06.00. Kali pertama mayat Suleha ditemukan warga yang kebetulan melintas di jalan tersebut. Warga kaget dan selanjutnya mengabarkan soal penemuan mayat tersebut kepada warga lainnya. ‘’Ada orang yang memberitahukan kalau ada mayat di parit. Saya langsung kabarkan ke warga dan polisi,’’ kata Her-manto, warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji di lokasi kejadian, kemarin.

Mendapat informasi tersebut, polisi langsung mendatangi lo-kasi guna melakukan olah TKP. Dalam pemeriksaan lokasi, Suleha meninggal dalam kondisi tengkurap tanpa mengenakan sehelai kain apa pun. Mayat perempuan den-gan warna kulit sawo matang dan tinggi 160 cm ini sudah terlihat pucat. Di samping mayat, tergele-tak celana jeans biru muda, BH warna cokelat, dan celana dalam perempuan warna merah muda.

Di sisi mayat juga tergeletak

gayung plastik warna hijau muda dan sandal selop warna putih. Pada jari korban meling-kar sebuah cincin emas. ‘’Kami tidak menemukan adanya bekas pukulan atau luka di tubuh ko-rban,’’ kata Aiptu Agus W, Kanit Reskrim Polsek Rambipuji.

Meski begitu, polisi terus melakukan penyelidikan. Dari keterangan yang berhasil di-himpun, korban sudah empat jam meninggal sebelum mayat-nya ditemukan. Korban menin-ggal karena penyakit yang di-alami. ‘’Dari hasil keterangan keluarga, korban memiliki pe-nyakit epilepsi. Diduga kuat penyakit kambuh saat korban hendak mandi,’’ kata Agus.

Informasi yang diterima polisi, Suleha selama ini berprofesi se-bagai PSK. Dia bero perasi di lokalisasi liar di sekitar gudang pupuk. Suleha kadang pulang ke Ajung. Namun dia lebih ba nyak tinggal di kamar kosnya di daerah Curahmluwo, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji.

Informasi lain juga menyebut-kan, sebelum diketahui tewas, Suleha sejak sore sudah mangkal di tempat tersebut. Malam itu, dia kedatangan tamu laki-laki. Tak lama kemudian, Suleha tidak terlihat dan baru ditemukan pagi hari dalam kondisi tewas. Diduga kuat, setelah melayani tamunya, Suleha berencana membersihkan tubuh di parit per sawahan. Nah saat itulah, pe-nyakitnya kambuh dan tidak ada orang yang mengetahui. Hingga akhirnya dia tewas di lokasi ke-jadian. (rid/jum/c1/wnp)

Usai Layani Tamu, PSK Tewas di Parit

JUMAI/RJ

MENSINERGIKAN LANGKAH: Bupati Jember M.Z.A. Djalal saat bertemu kalangan perbankan dan pengusaha Jember di ruang Bank Indonesia, kemarin.

Dana Kredit Melebihi Dana Perbankan

Wakili Jember Melaju ke Tingkat Nasional

PRESTASI yang diraih Frea Clarissa Darmawan, siswa Pelita Hati National Plus selama ini memang membanggakan. Ban-yak prestasi yang diraihnya mulai tahun 2010 lalu. Yang tera-

khir, siswa kelahiran 30 April 2003 ini berhasil menggapai juara pertama spelling bee A yang digelar sekolah Pelita Hati saat perayaan ulang ta-hunnya keenam pada 12 Feb-ruari lalu.

”Saya senang ketika mengi-kuti lomba bisa menang. Ten-tunya bangga dapat juara,” ujar anak pertama pasangan Go Coo Bhien/Edy Darmawan dan Elyna Watie/Luo Li Hong ini. Dengan kemenangan terse-but, dia akan mewakili Jember maju ke tingkat nasional di Jakarta.

Kendati begitu, dia menyadari apa yang dicapainya masih perlu ditingkatkan lagi. ”Saya harus tetap belajar dan men-cari ilmu sebanyak banyaknya,” ujarnya.

Memang, prestasi yang diraih Frea sangat banyak. Dia sempat meraih juara dua spelling bee EF tingkat Jember dan menjadi finalis spelling bee EF tingkat nasional di Jakarta 7 November 2010. Termasuk masuk finalis KUARK tahun 2011 dan juara harapan ketiga lomba fotogenik 24 November 2011.

Prestasinya tak berhenti sampai di situ, gadis cantik ini sem-pat menjadi finalis fotogenik yang digelar Nissan 23 Oktober 2011 lalu. (wnp/c1)

PRESTASI

ISTIMEWA

Frea Clarissa Darmawan

SUMBERSARI - Warga Ling-ku ngan/Kelurahan Karangrejo, Ke camatan Sumbersari tam pak-nya sangat jengkel dengan per-selingkuhan yang ada di dae-rahnya. Tak pelak, saat me ngetahui HS, 39, warga setempat diduga berselingkuh dengan RY, 27, warga Dusun Krajan, Desa/Ke-camatan Panti, warga langsung menggerebek ke dua nya. Men-ariknya, dugaan pe rselingkuhan tersebut dilakukan HS saat sua-minya HT, 42, kondisinya sakit.

Aksi penggerebekan itu terjadi kemarin sekitar pukul 23.30. Warga sudah mulai resah saat RY seringkali datang ke rumah HS hingga pulang larut malam. Ke luarga HS juga merasa risi. Apalagi RY seringkali tidak dite-mui di ruang tamu, namun malah di dapur.

Malam kemarin juga demikian adanya. Ada warga yang melihat RY datang ke rumah HS. Setelah di-tunggu lama, RY tak kunjung pulang. Warga dan keluarga HS mulai cu-riga dengan keduanya, apa lagi kon-disi ruang tamu sangat sepi.

Tanpa sengaja, anak HS masuk rumah dan menjumpai keduanya di dapur. Warga yang mengikuti anak HS langsung mengepung rumah. Namun hal itu diketahui RY yang berusaha kabur.

‘’Yang laki-laki langsung lari ke sawah-sawah,’’ kata Firman, salah seorang warga. Warga pun me ngejar hingga akhirnya RY berhasil ditangkap. Setelah itu, RY digelandang ke Polsek Sum-bersari untuk proses hukum lebih lanjut.

Di depan penyidik, RY mengaku belum sampai melakukan hu-bungan intim dengan HS. Namun dia tidak bisa menjawab saat di-tanya kenapa malam hari berada di dapur. ‘’Malam itu ba ik si laki-laki maupun pe rem puan berada di dapur. Dan saat digerebek warga, si laki-laki kab ur ke sawah,’’ kata AKP Ni Luh, wakil Kapolsek Sumbersari, kemarin.

Dalam pemeriksaan juga ter-ungkap bahwa HS dan RY sebena-rnya sama-sama sudah memiliki pasangan. Mereka sering bertemu di tempat kerja. (rid/c1/wnp)

Suami Sakit, Istri Selingkuh

Hub. (0331) 483545

Page 3: jember news

27RADAR JEMBER �• Kamis 16 Februari 2012

RADAR BONDOWOSOBerlangganan Koran:Anton 081 216 512 87Hadi 0331. 77 777 86Pasang Iklan:Eko 081 357 018 570

RADAR JEMBER

Ajang Kompetisi Pelajar Terbesar Tahun Ini Daftarkan Kreatifitasmu....

* LOMBA MADING 3 DIMENSI* LOMBA BACA PUISI* LOMBA MEWARNAI* PARADE BAND PELAJAR* LOMBA TELLING STORY* LOMBA DESAIN KAOS* BEDAH BUKU

Event List* Hari/Tanggal : Senin, 2 - 8 April 2012* Waktu : 09.00 - Selesai* Tempat : Graha Temprina Jember, Jalan Imam Bonjol no 129

ScheduleSiswa - siswi SD,SLTP dan SLTA/SMK/MA,dan Sederajatse- Kab Jember,Bondowoso danLumajang

Peserta Info PendaftaranPendaftaran peserta Ajang Siswa Kreatif dimulai 10 Februari 2012 setiap hari kerja pukul 09.00 WIB - 15.00 WIB di kantor Radar Jember Jl. A Yani no 99Tlp. (0331) 483545.Pendaftaran ulang dilakukan ketika peserta tiba di tempat perlombaan pada hari pelaksanaan sebelum acara dimulai.

KETENTUAN :1. Peserta dari SMP/SMA/SMK/MA, dan sederajat2. Biaya Pendaftaran Rp

25.000,-3. Karya dikumpulkan

mulai tanggal 10 February - 25 Maret 20124. Karya yang dikumpulkan dalam bentuk

softcopy dan juga printout5. Hadiah Uang tunai + Tropy+Serti!kat6. Menyerahkan desain kaos yang

dilombakan 7. Desain kaos harus berupa vektor8. Desain kaos yang dilombakan harus asli

karya sendiri.9. Tema “BBJ, lingkungan, kota Jember,

pariwisata, seni dan budaya, sosial dan pendidikan.”

10. Pemenang berkesempatan magang kerja setahun

11. 20 desain kaos terbaik bakal dipamerkan 12. Pemenang dapat royalti dari penjualan

kaos yang terjual

LOMBADESAINKAOS

KETENTUAN :1. Peserta dari TK dan PAUD2. Biaya Pendaftaran Rp 10.000,-3. Peralatan bawa sendiri4. Gambar disediakan panitia5. Hadiah Total Rp 600.000,- + Tropy+

Serti!kat

3

LOMBAMEWARNAI

KETENTUAN :1. Peserta grup band adalah pelajar

SD/SLTP/SLTA atau sederajat (ditunjukan dengan menyertakan

fotocopy kartu pelajar atau surat rekomendasi dari sekolah)

2. Personil grup band bisa campuran dari beberapa sekolah.

3. Jumlah personil band minimal 3 maksimal 5 orang.4. Membayar uang pendaftaran Rp 100.0005. Mengisi Formulir Pendaftaran6. Tema lagu parade bebas7. Jumlah lagu parade yang dibawakan adalah dua (2)

lagu. Lagu yang dibawakan adalah satu (1) lagu populer (bebas) yang telah diaransemen ulang dan satu (1) lagu karya cipta sendiri (lagu indie).

8. Durasi untuk perform lagu parade total adalah 15 menit (max.)

9. Lagu Parade tidak boleh mengandung unsur SARA dan Pornogra!.

10. Lagu Parade menarik, dengan aliran/genre musik bebas.

11. Hadiah Total Rp. 3.000.000 + Trophy + Serti!kat

LOMBAPARADEBAND

KETENTUAN :1. Peserta dari SMP dan SMA2. Biaya pendaftaran Rp 10.000,-3. Menunjukkan kartu pelajar atau

rekomendasi dari sekolah4. Puisi disediakan panitia (maksimal

penampilan selama 5 menit)5. TM tanggal 31 Maret 20126. Hadiah Total Rp 1.200.000,- + Tropy+ Serti!kat KETENTUAN :

1. Peserta dari SD 2. Biaya Pendaftaran Rp 25.000,-3. Materi disediakan oleh Panitia4. Hadiah total Rp 1.000.000,-

+Tropy+Serti!kat

LOMBATELLINGSTORY

Jl. HOS Cokroaminoto 34 Jember telp. 7715757

Dinas PendidikanKabupaten Jember

KETENTUAN :1. Biaya Pendaftaran Rp 50.000,-2. Karya Mading harus berbentuk 3

dimensi3. Peserta dari SMP dan SMA4. Per Kelompok Maksimal 10 orang5. Setiap kelompok harus dari satu

sekolah6. Tema “Tetap Kreatif tanpa Narkoba”7. Penyerahan Karya mading paling

lambat tanggal 1 April jam 21.00 WIB. 8. Karya Mading peserta dipamerkan di

Hall Temprina Media Gra!ka tanggal 2 April sd 8 April 2012

9. Hadiah Total Rp 3 juta + Tropy + serti!kat

10. TM tanggal 31 Maret 2012

LOMBAMADING3 DIMENSI

LOMBABACAPUISI

BONDOWOSO – Klaim kubu Edy Basuki yang menyebut sebagian besar mahasiswa Universi-tas Bondowoso (Unibo) mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) ditanggapi oleh mahasiswa lain.

Beberapa perwakilan mahasiswa ini menyebut, sebenarnya banyak juga yang tidak mengikuti UAS. Mereka malah memilih berkumpul di se-buah rumah seorang mahasiswa untuk mem-bahas nasib mereka. ”Saya dan teman-teman mahasiswa kapan hari sengaja tidak ikut UAS,” ungkap Nela Widya, 22, mahasiswi Fakultas Teknik Sipil Unibo kepada RJ, Rabu kemarin pagi (15/2).

Nela juga menegaskan, sebagian besar teman satu angkatannya tidak ikut UAS. ”Karena, teman-teman di Teknik Sipil beranggapan, kepemimp-inan rektor sekarang (Eddy Basuki, Red), belum in cracht karena proses pengadilan masih ber-jalan. Sehingga, kami memilih tidak ikut UAS,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Maya, 23, ma-hasiswi FKIP Unibo. Ia bersama 38 teman se-angkatannya juga mengaku tidak ikut UAS. Sebab, dia beranggapan persoalan Unibo belum selesai. ”Prosesnya hukum kan belum punya keputusan tetap. Tetapi, sudah ada pergantian rektor baru, yakni Pak Eddy Basuki,” katanya.

Oleh sebab itu, Nela dan Maya yang mewakili nasib para mahasiswa Unibo menyatakan me-milih tidak ikut UAS. Bahkan Nela dan Maya serta teman-teman seangkatannya menyatakan, memboikot atau tidak akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), PKL (Praktik Kuliah Lapan-gan) dan PPL. ”Kami tidak akan mengikuti proses perkuliahan yang diselenggarakan Unibo selama proses hukum belum in cracht,” katanya.

Sementara Muhamad Ismail, 22, koordinator Forum Mahasiswa Unibo mengatakan, kondisi Unibo saat ini membingungkan mahasiswanya. “Mahasiswa saat ini cemas dan resah. Mahasiswa juga terpecah. ”Untuk membayar SPP atau mem-bayar biaya PKL, KKN, dan kewajiban lainnya ada dua rekening di bank berbeda, yakni Bank Jatim dan Bank BTN. Kami bingung,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan UAS, PKL, dan KKN, dilakukan oleh dua manajemen yang berbeda. Bahkan para dosen dan dekan masing-masing fakultas juga berbeda. ”Tidak heran jika kebin-gungan mahasiswa ini membuat ketidaknya-manan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, kubu rektor Edi Ba-suki mengklaim jika aksi boikot terhadap kegiatan kampus di Universitas Bondowoso (Unibo) ternya-ta tak terbukti. Bahkan, kegiatan akademik di Uni-versitas terbesar di Bondowoso ini berangsur normal. Hal itu terlihat dari banyaknya mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam Ujian Akhir Semes-ter (UAS).

Saat UAS beberapa waktu lalu, sekitar 95 pers-en dari sekitar 300 mahasiswa fakultas Hukum ikut ambil bagian. Menurut Eddy Basuki, Rektor Unibo, tingginya tingkat kehadiran tersebut menunjukkan bahwa kegiatan akademik di Unibo berangsur kondusif. Selain fakultas Hukum, lima fakultas lainnya serta satu Prodi Diploma di Unibo juga akan melakukan UAS.

Menurut Eddy, tingkat kehadiran mahasiswa diprediksi juga akan tinggi. Hal itu terlihat dari gairah mahasiswa untuk memenuhi persyaratan mengikuti UAS. Salah satunya adalah pelunasan pembayaran di Bank. (eko/esb/c1/hdi)

Mahasiswa Masih Bingung

BONDOWOSO - Bisnis ternak bebek belakangan mulai naik daun. Pasalnya geliat perminta-an pasar cukup tinggi. Restoran dan pedagang bebek goreng di pedagang kaki lima mulai butuh pasokan dengan jumlah cukup tinggi tiap harinya.!

Suwigyo salah seorang peter-nak bebek warga Desa Tegal Ampel, Kecamatan Tegal Ampel misalnya. Peternak bebek den-gan skala sedang ini mengaku sering kewalahan dalam me-masok daging bebek untuk kebutuhan konsumsi. Suwigyo ini biasa memasok bebeknya ke pedagang bebek goreng

kaki lima. “Permintaan sekarang ini tinggi pada bebek,” ujarnya.

Dalam seminggu peternakan bebeknya hanya mampu me-masok 100 ekor bebek, sedan-gkan permintaan secara keselu-ruhan di Bondowoso bisa men-capai 500 ekor.

Suwignyo biasa memberikan harga per ekornya dengan kisa-ran Rp 50.000. Dengan modal pembelian bebek berumur tiga bulanan dulunya Rp 20.000 per ekor, Suwigyo sendiri mengaku memelihara bebek dengan jum-lah yang tidak terlalu banyak. Saat ini dia memelihara sekitar 1.000 ekor bebek.

Tak hanya daging bebek, Su-wigyo juga memasok telur be-bek untuk para konsumennya. Kisaran dalam seminggu, Su-wigyo mampu menyuplai telur bebek sebanyak 100-200 butir. Telur bebek dilepas dengan harga Rp 1.100 per butir. Di pasaran harga telur bebek bisa mencapai Rp 1.300 - Rp 1.500.

Bicara soal operasional, menu-rut Suwigyo tidak terlalu me-makan biaya yang besar. Makan-an bebek yang diternaknya tidak terlalu menguras kantong. “Bi-asanya pagi dan sore bebek-bebek saya ajak ke sawah. Bebek itu biasa makan tanaman kol yang

ada di sawah,” terang Suwigyo. Selebihnya, bebek diberi makan jadi yang dibeli di pasar dengan harga Rp 3.000 per kilogram.

Soal prospek ternak bebek, Su- wigyo mengaku saat ini memang bagus. Pasalnya permin taan daging bebek memang terus meningkat di samping per-mintaan telur bebek yang juga menunjukkan grafik yang te rus naik. “Bisnis ternak bebek se-karang lumayan menguntung kan. Permintaan terus mening kat, saya kadang sampai kewa lahan untuk menyuplai permintaan daging dan telurnya,” pung kas Suwigyo. (mac/c1/hdi)

ARIMACS WILANDER/RJ

TERNAK ALAMI: Bebek tak hanya diberi makanan yang bersumber dari sawah langsung, namun juga disuplai makanan dari kios pakan ternak.

Ternak Bebek kian Menjanjikan

BONDOWOSO – Nasib Nawari, 27, berujung tragis. Meski telah beristri dengan Wati, pria asal Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin ini indehoy dengan perempuan lain bernama Riris, 17, warga Desa/Kecamatan Wringin. Ironisnya, cinta terlarang itu berujung pada kematian.

Sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin, Nawari tewas mendadak. Belum diketahui secara resmi penyebab tewasnya Nawari. Sebab, pihak keluarga korban yang mengizinkan mayat korban diotopsi. Ditengarai, korban kecapekan dan menderita penyakit jantung sehingga tewas mendadak.

Informasi yang dihimpun RJ menyebutkan, rumah tangga Nawari dengan Wati, istri sahnya, sedang goncang. Padahal, mereka telah dikaruniai seorang anak. Dikabarkan keduanya pisah ranjang sehingga Nawari merantau ke Situbondo sebagai perajin kerang.

Di lokasi, Nawari berkenalan dengan Riris, siswi kelas 2 SMU berusia 17 tahun. Saat berkenalan, Nawari mengaku sudah cerai dengan istrinya. Hal itu untuk meyakinkan Riris, agar gadis idamannya ini mau dinikahi.

Bahkan untuk meyakinkan calon istrinya, korban membawa surat keterangan cerai. ”Entah asli atau bukan, masih kami dalami,” kata salah satu petugas kepolisian.

Sebelum kejadian, Nawari datang ke rumah Riris. Karena sudah malam, sang pacar minta agar pulang. Namun korban menolak. Sepertinya Nawari kurang sehat. Murawi, ibu Riris juga sempat minta agar Nawari pulang. Namun tetap ditolaknya. Sekitar pukul 21.00, korban sudah terlelap tidur.

Keluarga Riris tiba-tiba kaget setelah korban terdengar ngorok keras dan tubuhnya kejang-kejang. Mereka berniat melarikan korban ke RS, namun belum sempat dibawa korban sudah mengembuskan napas

terakhirnya. Kabar tewasnya korban langsung tersiar dan mengundang puluhan warga berdatangan ke lokasi. Sementara warga yang lain melaporkan kejadian ini ke polisi.

Aparat dari Polsek Wringin tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Dari hasil visum luar diketahui di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.

AKP Sujatmiarto, Kapolsek Wringin membenarkan adanya laporan pemuda yang tewas di rumah calon istrinya tersebut. Penyebab kematian korban belum diketahui persis karena keluarga korban menolak mayat Nawari diotopsi.

Kapolsek menduga, korban tewas karena penyakit atau karena kecapekan setelah naik sepeda motor. Apalagi, menurut keterangan saksi saat korban datang wajahnya terlihat pucat. (hdi/c1)

Pisah Ranjang, Tewas di Rumah WIL

Page 4: jember news

KAMIS 16 FEBRUARI TAHUN 201228 OLAHRAGAPERSID JEMBER PERSIGO GORONTALOV

DIUSIANYA yang berinjak 40 tahun, bapak Ahmad Shodiq masih aktif menjalankan aktivitasnya yang cukup padat. Akan tetapi aktivitas itu kadang terganggu dengan gangguan penyakit yang dideritanya, sakit yang pernah keluhkan yaitu sakit pinggang, tangan sering kesemutan.

“Sebagai pekerja, tentu saya harus selalu sehat. Pekerjaan saya membutuhkan tenaga ekstra, makanya saya sering minum suplemen. Namun akhir-akhir ini pinggang sering sakit dan tangan sering kram, walau saya minum suplemen tidak ada perubahan malah saya menghabiskan banyak uang untuk suplemen itu yang tetap membuat saya makin mudah lelah. Ditambah sakit pada ruas-ruas tulang, makin memperparah kinerja saya,” ujar lelaki yang padat aktivitas ini.

Pria yang menjalankan aktivitas sehari-harinya sebagai pengusaha meubel ini mengakui baru tiga kotak ia mengkonsumsi herbal pw5, tetapi dampak positifnya sudah ia rasakan. “Setelah mengkosumsi pw5 sebanyak 2 kotak nyeri tulang sekarang nyeri tulang tidak lagi terasa. Lalu saya rutinkan saja minum hingga sekarang sehari dua kali. Terasa bedanya stamina lebih ! t sehingga bekerja lebih nyaman dan rejeki lebih lancar.” Terang Bapak Ahmad Shodiq dikediamannya Sukodono, Lumajang.

Pw5 yang kaya dengan kandungan lesitin dari tumbuhan glycine max merill, mampu menetralkan timbunan kristal dalam persendian sebagai penyebab penyakit asam urat atau rematik. PW5 mengandung habatussauda yang terkenal sebagai obat segala penyakit. Peranannya

menguatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh, yang secara otomatis mampu menangkal berbagai penyakit ini hingga dapat sembuh secara total. Selain itu PW5 mengandung Nigella Sativa untuk mengobati penyakit ringan termasuk asma dan bronkhitis, rematik dan luka radang.

Pemasaran PW5 terus mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini karena adanya uji kualitas yang dilakukan setiap saat dengan produk yang diolah secara alami tanpa bahan kimia. Mengkonsumsi PW5 ibarat melakukan investasi untuk masa depan, karena tidak mengandung efek samping dan cocok untuk semua usia, tentu membuat PW5 yang paling dicari di berbagai daerah. Tidak ada kata terlambat untuk sehat. PW5 bisa anda dapatkan di apotek-apotek dan toko obat terdekat di kota anda. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi.

Pemasaran pw5 terus mengalami

perkembangan yang sangat pesat, hal ini karena adanya uji kualitas yang dilakukan setiap saat dengan produk yang diolah secara alami tanpa bahan kimia. Mengkonsumsi pw5 ibarat melakukan investasi untuk masa depan, karena tidak mengandung efek samping dan cocok untuk semua usia, tentu membuat pw5 yang paling dicari di berbagai daerah. Tidak ada kata terlambat untuk sehat. Pw5 bisa anda dapatkan di apotek-apotek dan toko obat terdekat di kota anda. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi.

Distributor Jawa Timur 082119867153. Perwakilan Surabaya 082140952625; Jember 081217889449; Apt buana farma, sehat, waluyo, agung farma, bima, prima farma, lativa, dewi kasih, ageng jaya, mulya putra, abc, karya husada, kalisat farma. Lumajang 085232322811; apt mitra sehat, alun-alun, manjur, sumber sehat. Bondowoso 085258837505; Apt. safari, puja, sahabat 1, sahabat, sinar sejati. Situbondo 085258837404; Apt. cendrawasih, diponegoro, tanjung sari, diponegoro 1, k-24. Banyuwangi 0816591517; Apt yani, ima, raya, lancar jaya, banyuwangi, al hadi, sinar sehat, husada farma, ladang kasih farma, drajat farma, asri medika, tko ibu umi vina, kop masjid ahmad dalan, depo sherly, tko ihsan, tko ma’mum, tko poleng, tko jamu sidomuncul, toko sumber sehat,tko faida. Mojokerto 0321-592956, 085746011441; Sidoarjo 085223517756;

Customer Service 08211.70.55500www.pw5sehat.comFacebook : www.facebook.com/pw5sehatTwitter : @pw5sehatDinkes RI.P-IRT : 806321701040 Dicari Perwakilan Distributor untuk Kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Timur.

MINUMAN SUPLEMEN MERUPAKAN SUMBER PENYAKIT ENCOK

JEMBER- Persid Jember berpeluang besar meraih dua target dalam sekali kayuh pada lanjutan putaran pertama grup II Divisi Utama Liga Indonesia (DU LI) 2011-2012 di Stadion Notohadinegoro Kreongan Jember sore ini (16/2). Karena itu, menjamu Persigo Gorontalo, tim kebanggaan masyarakat Jember ini mematok target menang.

Selain menjaga tren positif tidak pernah kalah di kandang sendiri, juga untuk menutup seluruh laga home putaran pertama dengan raihan poin tiga. Mengingat, dari empat laga kandang yang sudah dijalani, Persid belum tersentuh kekalahan dan hanya sekali kecolongan saat ditahan imbang Perssin Sinjai 1-1 pada 5 Februari lalu.

Sebaliknya, Persigo tandang ke Jember, dalam kondisi terluka. Sebab, tim besutan pelatih Arifin Adrian, ini menelan dua kekalahan beruntun dari PSBK Kota Blitar (0-2) dan Persekam Metro Kab. Malang (0-4) awal Februari ini. Bahkan, pertengahan Januari lalu, Persigo juga kalah 0-2 dari tuan rumah PSMP Mojokerto.

Begitu pula dalam klasemen sementara grup II DU LI, peringkat Persid jauh di atas Persigo. Skuad Macan Sangar –julukan Persid berada di peringkat keempat mengemas poin 12 dari 3 kemenangan, sekali seri, dan 2 kekalahan. Sedangkan Laskar Lahilote –julukan Persigo- sebagai juru kunci klasemen sementara mengoleksi poin 4 dari sekali kemenangan, sekali seri, dan empat kekalahan.

Dengan kondisi tersebut, di atas kertas Persid bisa mengalahkan tamunya Persigo. Apalagi, pada laga kandang terakhir putaran pertama grup II DU LI sore nanti, tim besutan pelatih Santoso Pribadi kembali turun dengan kekuatan penuh. ”Kalau tim-tim Jawa Timur lain mengalahkan Persigo di kandangnya sendiri, tentunya Persid harus bisa mengalahkan juga di kandangnya sendiri besok sore (sore ini, Red),” kata Yudi Hartono, manajer Persid.

Sedangkan pelatih Persid Santoso Pribadi mengaku tidak mengetahui banyak kekuatan Persigo yang dibesut pelatih Arifin Adrian. Namun, Lek San –panggilan akrabnya- tetap akan menginstruksikan pemainnya bermain fight. ’’Saya tahu Persigo baru saja kalah dari PSBK Blitra dan Persekam Metro Kab. Malang. Tapi, Jaya Hartono dkk tidak boleh meremehkan, karena tim yang baru kalah biasanya termotivasi bangkit untuk mengobati kekalahannya,” akunya.

Kubu Persigo tidak gentar menghadapi tuan rumah Persid yang berambisi meraih kemenangan.Bahkan, pelatih Arifin Adrian menyatakan, para pemainnya sudah melupakan kekalahan dari PSBK dan Persekam Metro, serta siap mencuri poin dari Persid. (ido/c1)

WAJIB MENANG : Iswanto menjadi tumpuan Persid di lini depan untuk membobol gawang Persigo Gorontalo sore ini.

Lanjutkan Tren Positif di Kandang

HERU PUTRANTO/RJ

BONDOWOSO- Status juara Liga Pelajar SMA Se-Bondowo-so 2012 masih belum menjadi milik tim sepak bola MAN 1 Bondowoso. Ini terjadi setelah MAN 1 berhasil mempertah-ankan gelar juara yang direbut-nya tahun lalu.

Dalam laga final di Stadion Magenda Bondowoso kemarin sore, tim besutan pelatih Iwan Setiawan itu mengalahkan kom-petitor abadinya SMK SPPN Tegalampel dengan skor 8-7 (0-0) melalui drama adu penalti. Dengan hasil, ini MAN 1 kem-bali membawa pulang trofi Bupati Bondowoso.

Sementara peringkat ketiga ditempati tim sepak bola SMA 1 Tenggarang. Dalam laga jam pertama perebutan peringkat ketiga kemarin siang, SMA 1 Tenggarang mengalahkan SMKN 3 Bondowoso dengan skor 4-3 (0-0) lewat drama adu penalti.

Pelatih MAN 1 Iwan Setiawan menyatakan kebanggaannya kepada anak didiknya yang ber-hasil mempertahankan trofi juara yang diraih tahun lalu. Iwan lebih bangga lagi, karena tim besutannya mengalahkan SMK SPPN Tegalampel yang dikalahkan dalam final Liga Pelajar SMA 2011. (ido)

JEMBER- Petenis-petenis yunior Jember tidak pernah berhenti meningkatkan prestasi. Setelah sukses memborong tujuh gelar dalam Kejurnas Tenis Lapangan Remaja 2012 di Surabaya 9-12 Februari lalu, kini para petenis berstatus pelajar, itu berancang-ancang tampil pada Bandung Open 2012.

Kejuaraan tenis lapangan yunior tingkat nasional di ibukota provinsi Jawa Barat, itu akan digelar pertengahan Maret mendatang. Para petenis yunior Jember yang meraih gelar di Surabaya pekan lalu, tidak akan menyia-nyiakan Bandung Open 2012 itu. ”Saat ini semua petenis yunior Jember sudah mempersiapkan diri untuk tampil di Bandung Open 2012,” kata Hari Riyono pelatih tenis Jember kemarin sore.

Menurut Hari, pada Bandung Open 2012, pihaknya berencana mengirimkan delapan petenis yunior. Mereka terdiri dari enam petenis putra dan dua petenis putri. ”Kedelapan petenis

yunior, itu akan turun tunggal putra-putri KU-12, KU-14, dan KU-18,” tambahnya.

Enam petenis putra yang akan mengikuti Bandung Open 2012 antara lain, Jodi Anggara siswa SMP 4 Jember, Ilyas Noval siswa SD Mangli I, Adam Ferdian siswa SMP 6 Jember, Vido Rendra siswa SMP 4 Jember, dan Cempi AM petenis Jember yang kini tercatat siswa SMA Semen Gresik. Sedangkan, dua petenis yunior putri adalah Fauziah Azahro siswi SMP 1 Jember dan Camelia Rifani siswi SMP 3 Jember.

Hari menjelaskan, selama ini para petenis yunior mengikuti kejuaraan tenis lapangan dengan biaya sendiri. Mereka tampil membawa nama sekolah dan kabupaten. ”Ini semua dilakukan petenis-petenis yunior Jember, karena ingin meningkatkan prestasi, tidak hanya di region Jatim tapi juga nasional,” tandas Hari Riyono. (ido)

GUIDO SAPHAN/RJ

TERUS CARI PRESTASI : Usai memborong gelar di Surabya pecan lalu, kini para petenis yunior Jember mengincar gelkar di Bandung Open 2012.

Petenis Yunior Bersiap ke Bandung Open

MAN 1 Juara Lagi

Page 5: jember news

BELUM lama setelah pemilihan Ca lon Rektor Universitas Jember (Unej) yang dinilai cukup kon-tro versial di mata publik, lantaran Men teri Pendidikan dan Kebu-da yaan yang memiliki 35% hak sua ra dalam suksesi rektor. Kini, Ke menterian Pendidikan dan Ke budayaan kembali meng go-yang perguruan tinggi di In do nesia, tak terkecuali bagi sivitas akade-mika di Jember, khususnya Unej.

Tak tanggung-tanggung, bagi ma hasiswa, baik S1, S2 maupun S3 diwajibkan menghasilkan pu blikasi ilmiah sebagai syarat ke lulusan. Melalui Sudat Edaran Di rektorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pen-didikan dan Kebudayaan Nomor 125/E/T/2012, bagi mahasiswa un tuk dapat lulus S1 wajib mem-pu blikasikan makalah yang di-ter bitkan di jurnal ilmiah, untuk S2 berupa makalah yang di ter-bitkan jurnal tingkat nasional dan mahasiswa S3 berupa ma-ka lah yang diterbitkan di jurnal in ternasional. Ketentuan ini akan diberlakukan terhitung untuk lulusan setelah Agustus 2012.

Jika kita mencermati surat ke-putusan tersebut, gebrakan ini dikeluarkan bukan tanpa alasan. Pa salnya, jumlah publikasi ilmiah In donesia hanya sepertujuh dari ne gara tetangga yang dahulu per nah menjadi muridnya sen-diri, Malaysia. Artinya, jika kea-da an demikian dibiarkan dan ber larut-larut tanpa ada ke bi-ja kan yang mampu memompa semangat menulis karya ilmiah, In donesia bakal semakin ter-ting gal jauh di antara negara-ne gara sebaya.

Memang tidak dapat dipungkiri, ba gi kalangan mahasiswa, pro-duk tivitas tulisan yang me nge-de pankan budaya literatur kian me rosot seiring kemajuan tek-no logi informasi, khususnya me dia internet. Fasilitas internet yang seharusnya difungsikan se b agai instrumen pembangun bu daya literatur, justru yang ter jadi berfungsi sebagai lahan em puk melakukan plagiarisme ber kat fasilitas copy-paste.

Karenanya, tentu ini merupakan sebuah gagasan cemerlang yang

sudah se pa-tut nya men-da pat apre-sia si. Di samping se ba gai bukti peng hargaan yang tinggi ter ha-dap dunia penulisan dan pe-ne li tian, terobosan ini juga me-ning katkan budaya akademis yang sarat dengan pengkajian keilmuan secara ilmiah.

Pada akhirnya pun, akan me-la hirkan generasi intelektual yang tidak sekedar mampu mem-baca dan mengkaji permasalahan dengan mengandalkan lisan. Lebih dari itu, mereka tentu juga mam pu memformulasikan ga-gasan berbentuk tulisan.

Tidak hanya itu, dengan pu-bli kasi ilmiah, gagasan tersebut ba kal lebih bermanfaat ke tim-bang tidak melalui jalur publikasi. Berbagai potensi yang melekat pada setiap mahasiswa pun akan lebih optimal melalui kewajiban publikasi ini.

Mereka akan terus dituntut pe ka membaca, baik literatur mau pun permasalahan ling ku-ngan sekitar sebagai bahan se-buah penelitian. Tanpa mem-ba ca, tidak akan didapat suatu tu lisan yang bagus dan layak di sebut sebagai hasil penelitian. Ka renanya, kebijakan ini nan-ti nya akan memberikan efek do mino bagi dunia pendidikan tinggi terhadap dunia penelitian dan menempatkan kemampuan analitis berdampingan dengan ke mampuan menulis.

Kendati demikian, terobosan ini tidak lepas dari protes dan menuai berbagai kritikan. Me-ngingat pemberlakuan kebijakan tersebut tinggal enam bulan. Waktu yang cukup singkat ketika me lihat rendahnya kemampuan ma hasiswa dalam menulis secara ilmiah. Bahkan memunculkan pertanyaan tentang kelayakan tulisan mahasiswa untuk di pu-bli kasikan di jurnal ilmiah.

Sekiranya kita memang perlu sadar akan kenyataan, bagi mereka yang tidak sering menulis sebuah analisis dan sintesis seperti karya ilmiah, menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena mereka tidak sekedar membutuhkan waktu untuk

be lajar me-nu lis yang baik dan be-

nar, melainkan juga ke mam puan me la hap buku-bu ku yang a kan menjadi landasan a na lisisnya.

Sekilas, te ro bosan ter se but sangatlah bagus. Tetapi jika kita benar-benar menilik rea litas mahasiswa saat ini, pem-berlakuan kebijakan pada bulan Agustus nanti dapat juga dinilai masih prematur. Tidak dapat di pungkiri, hingga saat ini pe-ngem bangan kemampuan me-nu lis bagi mahasiswa masih sa ngat rendah. Kalaupun ada, pe ngembangan tersebut hanya ter batas bagi mereka yang me-mang memiliki keterampilan me nulis atau mereka yang me-ngikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang penulisan dan penelitian.

Sepak terjang UKM di bidang pe nulisan dan penelitian pun ma sih berfluktuasi. Karena me-mang kegiatan menulis masih sangat jarang dilirik mahasiswa se bagai pilihan yang cocok de-ngan bakat mereka. Sehingga ti dak heran, misalnya UKM pada be berapa fakultas di Universitas Jem ber masih sepi peminat atau bah kan berdiri dalam keadaan hi dup dan mati.

Jika melihat keadaan demikian, bu kan mustahil, kebijakan ter-se but justru akan secara kompak me nggempur mahasiswa yang akan segera lulus. Mereka di sam ping memiliki kewajiban me nulis skripsi yang dinilai se-ba gai ‘momok’ di akhir jenjang pen didikan sarjana, menulis jur nal ilmiah justru akan menjadi beban yang sangat berat yang harus ditunaikan.

Meskipun demikian, tidak lan-tas kita menuntut Dikti untuk me mundurkan pemberlakuan ke bijakan tersebut. Jika demikian, ber arti kita akan mundur be be-rapa langkah dari hasrat bang sa untuk maju dan sejajar dengan negara lainnya. Bagaimanapun, gagasan ini harus ditunaikan se-suai dengan ketentuan dalam surat edaran tersebut, walaupun di tengah melempemnya ke mam-puan mahasiswa dalam menulis.

Memang jangka waktu enam bu lan bukanlah waktu yang pan-jang untuk merealisasikan kebija-kan tersebut. Karenanya surat edaran tersebut harus se ge ra direspon, tidak hanya bagi pa ra mahasiswa sebagai penulis jur nal ilmiah nantinya, namun juga pihak-pihak terkait pada tingkat fakultas maupun uni ver sitas.

Tentu setiap mahasiswa tidak ingin mahasiswanya berlarut-la rut terkendala masalah pu-bli kasi ilmiah. Begitu pula uni-versitas tidak mungkin rela para mahasiswanya tetap bertahan diri hingga menumpuk menunda kelulusannya karena tidak memiliki publikasi ilmiah.

Bagi mahasiswa, masih ada wak tu untuk terus belajar dan ber benah. Bukan sebaliknya, jus tru mengecam kebijakan ter-sebut karena tidak berbanding lu rus dengan kemampuannya de ngan pandangan kebijakan yang prematur. Karena lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk dalam kegelapan. Kini mereka harus pandai-pandai memanfaatkan waktu agar me-miliki publikasi ilmiah, atau me nundanya yang berarti me-nunda kelulusannya.

Jika jumlah jurnal ilmiah dirasa ma sih kurang, universitas dapat me nggandeng seluruh fakultas un tuk membuat jurnal baru yang di terbitkan universitas. Bisa juga, ma sing-masing fakultas memiliki jur nal ilmiah yang mampu me-nam pung tulisan para maha-sis wanya yang sudah mendekati waktu udzur.

Tidak berhenti di situ, publikasi ilmiah tersebut lebih elegan jika diunggah pula di situs website uni versitas. Di samping mem-be rikan manfaat bagi dunia pe nelitian, langkah tersebut se bagai salah satu indikator untuk menjelajah pada ranah World Class University (WCU). Web o metrics misalnya, mem-be rikan penilaian peringkat uni versitas melalui banyaknya juml ah publikasi ilmiah situs domain perguruan tinggi.

* Penulis adalah alumni Mahasiswa Berprestasi

(Mawapres) Unej

RADAR JEMBER �• Kamis 16 Februari 2012 33BANYUWANGI - SITUBONDO

OPINI

Oleh: MUHAMMAD BAHRUL ULUM *)

Haruskah Mahasiswa Menulis di Jurnal Ilmiah?

BANYUWANGI – Jaksa pe nun-tut umum (JPU) menuntut Lai-la tul Rohma, terdakwa kasus pem bunuhan Djumaiyah, ju ra gan emas asal Desa Ketapang de ngan hukuman 12 tahun pen ja ra dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (15/2).

JPU menganggap, tuntutan yang diberikan kepada Rohma dianggap sesuai dengan apa yang telah diperbuat. “Ber da-sar kan hasil persidangan selama ini, dan bukti-bukti yang ada, kami menuntut terdakwa dengan 12 tahun penjara,” ujar JPU Gede Agus Suharta.

Di lain pihak, penasihat umum ter dakwa Rohma, Siti Nurhayati SH mengaku tuntutan tersebut terlalu berat bagi kliennya. Ka-re na selama ini, terdakwa sangat koope ratif. Baik dalam persi-da ngan maupun proses sebe-lum nya. “Selain itu, terdakwa ju ga menyerahkan diri ke pihak yang berwajib setelah melakukan perbuatan tersebut,” ujarnya.

Untuk menanggapi tuntutan ter sebut, Nurhayati akan me la-ku kan pembelaan di sidang be rikutnya. “Kita akan kupas nan ti di persidangan selanjutnya. Ba nyak hal yang meringankan

ter dakwa, seperti penyampaian ke terangan yang tidak berbelit-belit dan sebagainya. Kita lihat saja nanti,” jelas Siti Nurhayati.

Ketika tuntutan selesai diba-ca kan, Rohma yang mengaku me nyerahkan diri tersebut tam-pak tenang seperti biasa. Apalagi, pe ngunjung yang biasanya me-madati ruang sidang, kali ini relatif sepi. Para tetangga korban dari Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro tidak tampak di ruang sidang. Padahal pada sidang-sidang sebelumnya, pengunjung sangat ramai dan tak pernah berhenti menyoraki terdakwa Rohma.

Seperti diberitakan sebelumnya, Roh ma mengaku pembunuhan yang terjadi tersebut berawal dari adu mulut. Ketika itu, Rohma bertanya kepada korban tentang isu negatif yang sering dia dengar. Namun, yang terjadi malah aksi saling cela. “Waktu itu dia datang ke rumah untuk meminta koran. Ka tanya untuk bungkus soto. Dia kan penjual soto. Tapi saya nggak ngasih, karena sudah dijual. Dia malah ngotot sampai akhir nya cekcok,” bebernya.

Kemudian, cekcok itu berubah menjadi aksi saling dorong. Da-

lam aksi saling dorong itu, Rohma bersama anak yang digendong terjatuh. “Saya emosi dan saya pukul dia menggunakan alu dua kali di bagian belakang kepala,” ujarnya.

Setelah dipukul, korban meraih pi sau di dapur. Melihat korban memiliki keinginan melawan, Rohma berusaha merebut pisau itu. Lalu, pisau itu ditusukkan ke leher korban. “Karena kon-di sinya ngorok, saya sumpal de ngan celana dalam anak saya,” cetusnya.

Selain itu, Rohma juga memukul da hi korban menggunakan alu yang sama. Hal tersebut dila ku kan untuk memastikan korban sudah tewas. “Saya sembunyikan ma-yatnya di gudang. Sebelum itu berada di dapur, kemudian saya seret. Agar tidak diketahui suami dan anak pertama saya,” jelasnya.

Setelah suami dan anaknya da-tang, Rohma langsung menga jak keluarganya berangkat ke Madura. Rohma mengaku pergi ke Madura menggunakan travel. Selama per-jalanan, dia tidak per nah men ce-ritakan apa-apa. “Sua mi dan anak saya tidak tahu. Saya baru ce rita ketika sudah sampai di Ma dura,” imbuhnya. (gil/bay/jpnn)

SITUBONDO – Pungutan terhadap siswa yang di lakukan sekolah cukup membebani wali murid. Se hingga, tidak sedikit yang memilih menolak de ngan menyatakan keberatannya terhadap keputusan tersebut.

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Panji, Situbondo. Pu luhan wali murid memilih menandatangani surat pernyatan keberatan rencana penarikan uang insidental Rp 400 ribu perorang untuk kelas VIII Bilingual dan Reguler. “Sebenarnya lebih banyak lagi yang menyampaikan keberatan, hanya saja ditahan oleh pihak sekolah,” terang Sayonara, salah satu wali murid kelas VIII SMPN 1 Panji, kemarin.

Peristiwa yang terjadi di lembaga pendidikan yang menyandang predikat Sekolah Standart N a sional (SSN) tersebut, berawal saat 24 Januari lalu ada surat pemberitahuan dari koordinator Pa guyuban kelas VIII dan IX tentang penetapan uang insidental Rp 400 ribu. “Beberapa hari kemudian, saya menerima sejumlah keluhan dari sejumlah wali murid lainnya,” terang Sayonara.

Mereka keberatan karena saat masuk sudah ditetapkan uang insidental Rp 1 juta selama tiga tahun yang disampaikan langsung ketua Komite SMPN 1 Panji, MA Junaedi di depan forum perte-mu an wali murid. Itu sudah terbayar lunas. Selain itu, khusus kelas bilingual tiap bulan sudah ada uang iuran sebesar Rp 100 ribu.

Penggunaan dana insidental tersebut, kata Sayonara, tidak transparan. Padahal, khusus yang Rp 100 ribu, janjinya akan dipertang gung-ja wabkan tiap bulan. “Namun, hingga anak saya naik ke kelas VIII, tidak ada apa-apa. Kita sangat menyayangkan karena paguyuban ataupun komite seperti hanya menjadi corong bahkan alat sekolah,” pungkas Sayonara.

Nah, karena keadaan itulah Sayonara kemudian mem buat surat pernyataan keberatan atas pe-narikan insidental itu. Surat itu kemudian di se-

barkan oleh anaknya yang siswa kelas VIII, Wa-ra bsari Jihadtullah Tanara, kepada teman-temannya untuk diberikan kepada orang tuanya. “Ternyata se bagian besar keberatan, anak saya juga sampai di intimidasi oleh guru,” kata Sayonara.

Dijelaskan, selain secara de fakto memberatkan siswa, penarikan incidental secara deyure juga menyalahi. Sebab, bertentangan dengan Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 60 tahun 20122 tentang larangan pungutan biaya pendidikan pada SD da SMP. Peraturan itu diundangkan pada 04 Januari 2012 lalu. (pri/jpnn)

SUMBER MALANG - Anak sapi!(pedet) ber kaki enam menghebohkan warga Dusun Bi nongan, Desa Plalangan, Kecamatan Sum ber Malang. Uniknya lagi, pedet milik Pak Asik itu juga berkelamin ganda. Lantaran aneh dan unik, puluhan warga beramai-ra mai mendatangi kandang sapi tersebut.

Pedet tersebut keluar dari perut induknya tepat Hari Valentine pukul 11.00 Selasa ke-marin (14/2). Hingga kemarin, pedet ter sebut masih hidup. Nyaris tidak ada tan da-tanda hewan mamalia tersebut me ngalami gangguan kesehatan. Anak sapi berusia dua hari itu terlihat normal seperti sapi umumnya.

Pemilik sapi juga mengaku tidak mempunyai firasat apa-apa sebelum sapi itu dilahirkan dari sang induk, baik lewat mimpi atau firasat. ‘’ Saya langsung kaget saja saat meli-hat sapi seperti itu. Aneh,’’ ujar Uli Antifah, istri Pak Asik, kepada wartawan koran ini di rumahnya kemarin.(ton/c1/aif/jpnn)

GALIH COKRO/JPNN

SIDANG: Petugas mengawal Lailatul Rohma di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Pembunuh Bos Emas Dituntut 12 Tahun

Puluhan Wali Murid Keberatan Insidental

ALI NURFATONI/JPNN

LANGKA: Inilah anak sapi berkaki enam dan berkelamin ganda milik Pak Asik, Dusun Binongan, Desa Plalangan, Kecamatan Sumber Malang.

Sapi Kaki Enam Lahir di Hari ValentineEDY SUPRIYONO/JPNN

WALI MURID: Sayonara menunjukkan sejumlah surat keberatan penarikan uang insidental di SMPN 1 Panji

Page 6: jember news

EKONOMI BISNIS RADAR JEMBER �• Kamis 16 Februari 201234

RUMAHJEMBER

Jual Rmh SHM, L=280m2, Tepi Jln (Co cok Utk Usaha) Jl. KH Shidiq 52 Jbr H: 08 179 68 4821

Djl Rmh Mwh Pusat Kota HGB LT 759 LB261 Murah. 1,7M Bs Cicil Garansi Buyback Dpt Pasif Income 225Jt H. 03317186278

Dijual Rmh Kost 8 Kmr 2lt Blk c6/4 Mellenia Dkt Kmps Stain Hub 085746629285

Jual Rmh+Gdg+Jemuran, L.3500m2,SHM, Glundengan-Balung Hb: 08883369596

J Cpt Rmh Griya Mangli Blok C1 LT 150m & Blok EF5 LT 102m Hub. 085258664433

Dikont Rmh Perum Gn Batu Blok BB/12D 3KT,2KM+Perabot, AC+Kulkas Hub. 7814848 / 9292555. Tp Perantara, Min 2Th

Rmh 2Lt 14x21,6KT,3KM,3Grs,Pck Kahuripan 4 Kebonsari, 1.125M 085335550510/5251223

Jual Rmh Lgsg P�’beli Panjaitan 8/107 LS550m2 2Lt 2200W Hub 081914713387

Jual Rumah Jl Kertanegara XII/193 SHM. LT/LB 468/240 Hub: 7703399 / 088803627911

Rmh Lt2 SHM 168m2 KT:4 KM:2 Jl. Kyai Mojo V/110 Jbr H: 081234606148 / Cepat

Jual Rmh Jl Hayam Wuruk XI/33 Jember LT 939 LB 400 Hrg 1,3M. TP Hb: 082143524611

Perumahan Surya Kalimantan Regency Jl Kalimantan 18 Samping Disperindag Telp 0331-4091795 / 081358183323. Kunjungi Stand Kami di Roxy Supermarket Tgl 8 - 12 Feb 2012

Dijual rmh 2Lant,SHM,LT/LB 170/150m2.Jl.Panjaitan Gang VI No:70A Blk Puskesmas Sb. Sari Jbr,Hrg:255JT Nego Hub:0331-331340

J R LT 1677m2 LB350m2 Jl Dharmawangsa G Putra 27 T Talun Hp: 082145457284

Dikontrakkan Rumah Jl Rambutan 3 Gg Masjid No 1 Hub: 08123278501 / 085859278576

RUMAHJEMBER

Dijual Rmh Kos 25KM 2Lt Jl Semeru 45 Jbr Prospektif Bisa KPR Hub: 081336333444

Jual Rmh Perum Tegal Bsr Ry K4 9x15 3KT,2KM, PDAM 350Jt Ng 7247470 / 08123451703

Dijual Cpt Rumah Jl Wahid Hasyim 29 Jember Kota Hrg 595Jt/Nego Lokasi Strategis Bgs utk Usaha 2Lt/5Km Tdr + Km Mandi/PAM/Tlp. Hub 7243377 - 3111200

TANAHJEMBER

Tnh, SHM, 260m2, 750Rb/m2, Nego, Lks Sekitar Kampus, Jl Semeru Bukit Cemara, TP Hub: 0331-7949921

Tnh BU SHM A 2555m2 M Yamin Ajg-Gdg B +/-750m2 SParman IV-Cluster C 1875m2 Taman Anggrek Tp-Jln-Ruko 03313096896

Jual Cpt Tnh LS1500m2 Mahoni 160Bt&Umr 6th. Hub: 3567627/085859027619

Tnh Jual Cpt BU SHM Luas 1725m2 Pinggir Jln. Jl: Slamet Riyadi - Baratan (Seblm Pom Bensin) Hub: 03317774455

Oper Kredit 6Th X 355rb/bl Gor Kaliwates T/B 184/36 85Jt Hub 08121780925 TP

Jual Tanah Kav Siap Bangun Di Perum Mandiri Land Roxy. Stok Banyak. Murah, Hub Kantor FF4 No 1 Telp 085236217421

TANAHJEMBER

Dijual Kavling Siap Bangun Lokasi Jl Jawa IV Depan FE-UNEJ Hanya 10 Kavling Area Kost2an Hub: 0331-7185000 / 08124919833

BONDOWOSOJual: Kbn Sengon 1000Phn,U5th,SHM,L.26 00 m2 Gg. Malabar Bdws, 160JT, 08523 68 5 1 058

Jual: Tnh Kb Jati/Sgn, Jln Hotmix, L.9360m2 Curahdami, 175Jt, 085330716358

TOKO / RUKOJEMBER

Dijual Cpt Turun Hrg Toko+Rumah, SHM,LT :352m2,LB:504m2. Jl. Letj Suprapto 91 Jbr, Hrg 1,55M; Pas H: 0331-3500706/087757888008

Dikontrakan Toko, L=5x11m2,Lokasi Jln Basuki Rahmat (Dpn Blk) Jbr H: 081330107960

Dikontrakan Ruko Dua Lantai Panjang 25meter. Jl Darmawangsa Kota Jember Oper Kontrak Murah-Murah Satu Setengah Tahun Cepat Tanpa Perantara Tempat Strategis, Cocok Buat Usaha Apapun. Hub: 081231712626

Dikont. 2 Ruko, 2Lt. Baru.@35Jt/Th. Jl Sumatra 62. Jbr. Cck U. Ktr. Hub: 081559990370

Dijual MURAH Ruko SHM LT 61 m2, LB 153 m2 (2,5 lantai) di Jalan Karimata pinggir jalan. Hub 081 336308095 - 081 559805050

BONDOWOSORuko 2 Lantai Jl Imam Bonjol No 3 PJKA (Dpn PU).Ukuran 5x23. Hub: 0332-427917

OTOMOTIFMOBILJEMBER

Jual Suzuki New Aerio, 2004 Akhir. Brg Istimewa, Hub: 081937521171

Dijual Honda Cielo �‘95, Hijau Metalik Nopol P Jbr, Brg Istimewa Hb: 0331-3500706

Dijual H.Avega Matic �‘07, Istw, Type Sg, Htm, Km 30Rb, Pjk Panjang Hb: 085859587333

C2C Financing, Fasilitas Kredit Mobil Bekas dari perorangan Call: 3613840 - 08123248657

Starlet Bakpao �‘90: AC,Tape, Pwr Window, Pwr Stering/081803536456/03319155566

Jual Corolla All New �‘Th 96, Hijau Met Siap Pakai No Pjng 64Jt 085267093614

All New Avanza Innova Fortuner Yaris Vios DP/Angs Ringan Proses Cepat dan Mudah Hub 081332230435 Pesan Segera!

Jual Mobil Hyundai Th.96 Silver Kondisi Siap Pakai Rp. 44 Jt. Hub. 081937573399 / 081336677199

Jual Atoz 2001 Silver & Atoz Biru 2004 & Zebra Merah 86 Istw Hub 7813290

Genio 92,Abu Metalik Nopol P Tnp Perantara 03317278888

Dptkan DP 15Jtan Ang 2Jtan Dr Suzuki UMC Jbr Hub. Ade 3071689 / 081233005844

Promo Daihatsu Tahun Baru New Xenia Terios,Granmax,Luxio,Sirion DP 20 Jt-an/Angs 2 Jt-an,Proses Cpt,Lgs Krm Hub:Faris Daihatsu03314180860,081249561681,085649720836,Pesan Skr Juga!

Dijual Mitsubishi Colt Diesel 125PS Thn 2010 Hub Dhanny (3598888)

MOBILDana Cepat, Bunga Ringan. Jaminan BPKB Mobil. Hub: 085 258 259 990

All New CRV �‘08, P Jbr, Tgn I, Silver Stone, 285Jt, H: 0331-7788080 / 081234669996

Jual Taft �‘83, Toyota Kijang Grand 94 & 95, Ist, Hub: 03317778077 / 081358549900

Kijang Des 95 Br Met AC Dbl/PS/PW/DVD/Pajak Br Hub 081559500461 / 7759331

Dijual Toyota vios G�’ 07, TRD Ltd edi tion silver mtlk KM35rb original. Hub. 085655575757

ANEKA KEBUTUHANELEKTRONIK

Cari Monitor/CPU Rsk=50Rb,Ma therbot Rsk-=10rb,HDD,TV,AC,Koran Bks. Antacom 085 73636229 / 0331-3188339. Jl Karimata 192 Jbr

Antacom 2.Cbg Ambulu T. 08568616033.Beli/Cri CPU/Monitor Rsk=40Rb,Servis,Trm TT,Obral Mon 15�”=175Rb,LCD=395Rb

Obrl mon 15�”=190rb.CPU P.4=500.LCD.trm Tl,bli CPU Lkp=65rb, motherbot=15rb,ANTACOM-Jl.Karimata 192 T:3188339/085736367229

Obrl Montr 15�”=175/P.4 Lkp=750/P.4+LCD=1Jt/Bli CPU Lkp=70Rb/Mon Rsk=50,Antacom - 085736367229. Jl. Karimata 192 Jbr

Obrl. CPU Buil Up. HP/IBM P4/LGA Hub: 0331-4093772 / 085749906965

LOWONGANMau Mjd Guru TK/PLAYGROUP/PAUD? Bagi Llsn SMU, D3, S1 & Ibu RT. Hub. 08124909052

Dbthkan karywti utk Klinik kecantikan.Min SMK kecantikan/SMA.Domisili Bondowoso. CV dikirim Ke Dievi Jl.Mastrip 45 Jember

RUPA-RUPAObat Telat Bulan, Anda Telat ? Produk Import (RU486Pil) u/ Telat Bln Djmn Lncr Amn&Bgaransi, Hub:Apt.SINAR FARMA Jl. Ampera 88b Sby, 081250950888 Garansi Luar Kota Obat di Pakai Baru di Lunasi.

Jual Ayam Serama/Ayam Malaysia Dewasa, Remaja, Anak. 081803536456/9155566

RUPA-RUPADepo Air Isi Ulang 8 Jt.an. J.Tandon Air: Aquafresh 5300L/1,98Jt;2200L/1,25Jt.Telp: 0818337069/(031)70224111 Web: www.aquafresh.co.idTerima Rancang-Bangun Arsitektur & Kontruksi,Gbr 2D/3D Hub 0331 3454674

BONDOWOSOJual: Bibit Buah Unggul Bergaransi. Jl Kironggo 12B/ Blk SD Sekarputih 2 Bdw 085330716358

KEHILANGANSTNK NPP5145LS NKMH1JB011X9K077461 NSJB01E1076198 An Rohim

PROPERTI

PEMBERITAHUAN !!!Sehubungan makin maraknya aksi penipuan

yang memanfaatkan iklan jitu di koran Radar Jember kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Jember untuk waspada dan berhati-hati. Bila anda menerima telepon dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Jember maka segera konfirmasi ke Radar Jember (0331) 483545.

Radar Jember tidak bertanggung jawab atas semua transaksi yang terjadi selain pamasangan iklan baris secara resmi di Radar Jember

Terima kasih atas kerjasama dan kepercayaannya

TtdBagian Iklan

Gabungdi Sini Aja

�’�’Tempat di :

Pendaftaran :

Siswa PAUD TK SD & sederajat

�’�’seharimenjadi

MINI HOSPITAL RS Bina Sehat28 Januari 2012

Rp. 40.000,- (Pengantar Bahasa Indonesia)Rp. 60.000,- (Pengantar Bahasa Inggris)

di BNI Cabang Jember, Jl. PB Sudirman No. 9 (Alun-Alun Kota)RADAR JEMBER, Jl. Ahmad Yani No. 99

Buruan peserta terbatas

Jl. HOS Cokroaminoto 34 Jember telp. 7715757 Jl. Suprapto 81

Kebonsari Jember

DINAS PENDIDIKANKABUPATEN JEMBER

Tempat Pendaftaran :

BNI taplus anak

TAMANAN – Desa Sumber Ke-muning, Kecamatan Tamanan se lama ini dikenal sebagai sentra industri gerabah. Banyak warga di kawasan tersebut yang meng-gan tungkan hidup sebagai pelaku industri gerabah. Sayangnya, tak banyak pelaku usaha yang ber ta-han. Beberapa pelaku usaha lebih memilih bekerja di bidang lain yang dirasa lebih men jan jikan.

Selain keuntungan ekonomi, ba nyak potensi lain yang se ha-rusnya bisa dikembangkan dari sentra industri gerabah di Ke-mu ning. Bahkan, semenjak di-tetapkan sebagai salah satu dari empat desa wisata di Tamanan, sen tra industri gerabah Sumber Ke muning kerap dikunjungi wi satawan asing.

“Industri kerajinan gerabah ini menjadi salah satu objek

wi sata menarik bagi turis,” jelas Is wahyudi, pelaku desa wisata dari Organ Apoeng Indonesia. Tak pelak, kata dia, turis sangat me nikmati ketika diajak ber-kun jung ke industri gerabah. Bah kan menurutnya, banyak turis yang akhirnya urun rembuk bagaimana agar kerajinan gera-bah tersebut kian berkembang.

Namun seiring dengan kian me rosotnya pelaku industri tra-di sional tersebut, potensi wisata atraktif tersebut juga terancam eksistensinya. Pemerintah juga harus turun bagaimana eksistensi industri gerabah yang sebe lum-nya menghidupi banyak orang ini bisa terus bertahan.

Dia menambahkan, ada banyak pe nyebab sehingga industri ge-rabah Kemuning semakin ter-puruk. Salah satunya, tidak

mam punya pelaku usaha ber-saing dengan komoditas-ko-mo ditas lain yang lebih bagus. Mi salnya persaingan dengan pro duk-produk dari keramik.

Padahal industri gerabah Ke-mu ning memiliki kualitas baik. Meski semuanya harus dikawal dan perlu dikembangkan agar te pat sasaran dan mengena. Salah satu hal yang dia kritisi, mi salnya adalah bagaimana krea tivitas para pelaku gerabah di Kemuning masih monoton.

Agar hasil produksi masih tetap meng gunakan tema-tema lama, perlu ada kreativitas. Misalnya, memproduksi model-model baru yang bisa lebih diterima pasar. Dijelaskan, ada beberapa hal bisa dilakukan pemerintah. “Bu kan lagi dengan pelatihan seperti yang dilakukan selama ini. Coba saja studi banding ke Jogja. Biarkan mereka melihat sendiri gerabah seperti apa yang se ka ra ng bisa diterima pasar,” pung kasnya. (esb/c1/wnp)

Setahun Jamsostek Bayar Jaminan Rp 28 Miliar

JEMBER – Angka kecelakaan kerja di Kabupaten Jember, Lumajang, dan Bondowoso ternyata cu kup tinggi. Berdasarkan catatan PT. Jamsostek Cabang Jember, selama 2011, ada 312 korban yang mengalami kecelakaan kerja. Jumlah itu diketahui dari perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya dalam jaminan kecelakaan kerja (JKK) PT Jamsostek.

Diperkirakan, jumlah korban kecelakaan kerja lebih tinggi lagi dibanding yang sudah tercatat. Ini mengingat, masih ada ratusan perusahaan di Jember, Lumajang, dan Bondowoso yang belum mem berikan perlindungan kepada karyawannya. Bagi karyawan yang belum diberi perlindungan JKK, maka tidak tercatat di PT. Jamsostek Jember.

Dari 312 kasus kecelakaan kerja tersebut, PT Jam sostek Jember telah memberikan santunan se besar Rp 1,2 miliar. Terakhir beberapa korban ke celakaan kerja di Bondowoso mendapatkan santunan dari Jamsostek Cabang Jember. Santunan diserahkan melalui pemkab kepada keluarga korban.

Hal ini disampaikan Salman Al Faris, kepala PT

Jam sotek Cabang Jember. ”Untuk 312 kasus san-tu nan yang diserahkan sebanyak Rp 1,177 miliar,” ungkapnya. Dijelaskan, setiap karyawan yang diberikan perlindungan oleh perusahaan akan mendapatkan santunan jika me ngalami kecelakaan kerja.

Ditambahkan, dengan adanya JKK mengun-tung kan perusahaan dan karyawan. ”Kami adalah mitra bagi perusahaan. Perusahaan tentu sangat diuntungkan, jika ada kecelakaan kerja maka yang membayar santunannya Jamsostek,” ung-kap nya. Sebab, perusahaan tidak perlu me nge-luar kan besar untuk membiayai karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja.

Sejalan, bagi karyawan, jika ada kecelakaan kerja sangat membantu. Sebab, karyawan sudah men-dapatkan jaminan perlindungan dari Jamsostek. Ji ka ada kecelakaan kerja, Jamsostek yang akan mem biayai. Hanya saja, tiap bulannya, perusahaan harus rutin membayarkan iuran Jam sos teknya.

Selain JKK, selama 2011, Jamsostek Jember juga memberikan jaminan kematian (JK) sebanyak Rp 2,47 miliar untuk 147 kasus dan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) sebesar Rp 2,1 miliar. Serta jaminan hari tua sebanyak Rp 23,148 miliar untuk 3.746 orang. (aro/c1/wnp)

JEMBER - Talenta Cendikia bersama dana CSR PTPN X me-lan jutkan pelatihan bagi ratusan guru PAUD di Jember. Sabtu (11/02) kemarin, para guru PAUD dilatih khusus meng-aransemen lagu anak-anak. Tujuannya agar guru PAUD pintar

Musafir Isfanhari, tim trainner Ta lenta Cendikia Surabaya dalam pe latihan yang digelar di aula PTPN X Ajung menjelaskan, gu ru PAUD perlu menambah wa wasan soal lagu anak. ”Guru PAUD perlu menambah wawasan tentang membuat aransemen lagu anak-anak,” kata Musafir Isfanhari.

Pelatihan membuat aransemen lagu anak bagi ratusan guru PAUD tersebut merupakan ba-

gian dari rangkaian materi pe-la tihan yang digelar selama tiga bulan.

”Khusus Sabtu ke marin di fo-kuskan pada aransemen lagu anak-anak,” tegasnya. Dengan aransemen lagu anak, guru PAUD bisa lebih kreatif, aktif, dan ino-va tif dalam mengajar.

Dijelaskan, dalam pelatihan di hasilkan dua lagu anak-anak hasil aransemen para guru PAUD yang ikut pelatihan. ”Membuat aransemen lagu anak-anak untuk membuat guru PAUD lebih kreatif mengajar. Itu akan mudah di-te rima anak-anak yang memang suka lagu anak,” ungkap Musafir Isfanhari.

Selain itu, kata dia, metode pe ngajarannya aplikatif pada

anak didiknya. ”Anak didik juga akan lebih kreatif, aktif, dan ino-vatif,” terang Agus Santoso, Di-rek tur Telenta Cendikia.

Dia men jelaskan, sistem pem-be la jaran yang diterapkan memang me ngacu pada ke b u-tuhan masing-masing anak didik. Pelatihan yang digelar bekerja sa ma dengan PTPN X dilakukan selama tiga bulan. Ini sudah termasuk pendampingan.

Pola pendampingan dilakukan se lama empat tahap. Tahap per-tama selama satu bulan. Tahap kedua selama tiga bulan, tahap ketiga selama enam bulan, dan ta hap keempat selama satu ta-hun. Peserta pelatihan dan yang didampingi tidak dilihat tingkat kelulusannya.

Tak hanya itu, Talenta Cendikia ren cananya akan mendirikan Aka demi Bunda PAUD di Ka-bupaten Jember. Akademi Bunda PAUD bakal melatih guru PAUD di Jember dan sekitarnya. ”Aka-demi Bunda PAUD akan melatih guru PAUD lebih kreatif, aktif dan inovatif dalam mengajar,” terangnya.

Dalam mendirikan Akademi Bun da PAUD Talenta Cendikia bakal menggandeng program CSR dari sejumlah perusahaan. Antara lain PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, Bank Mandiri dan Telkom.

”Ini sebagai pilot project pro gram pelatihan guru PAUD di Jawa Timur. Pertama kali dila ku kan di Jember,” tegasnya. (aro/c1/adv)Angka Kecelakaan Kerja Tinggi

Guru PAUD Pintar Arasemen Lagu Anak

Banyak Tinggalkan Bisnis Gerabah

IKLANPasang Hubungi:

0331-483545SENIN - JUMAT, PKL 08.00-16.00

�• SABTU, PKL 08.00-12.00

NARTO/RJ

BERKAT IKUT JAMSOSTEK: PT Jamsostek saat menyerahkan santunan untuk warga Bondowoso.

Page 7: jember news

IKUT...Sambungan dari Hal 25

Ernys tak hanya ditemani Bella hari itu. Ada Pradita Intan, Eska Winiani, dan Risma Nanda yang ikut serta. Mereka adalah murid-murid kebanggaan Jember yang berasal dari Kecamatan Ambulu. Keempat gadis bahkan itu sudah eksis menari sejak usia belia. “Mereka anak didik saya yang memang memiliki bakat. Selain itu mereka memang kawan sepermainan sejak kecil, kecuali Eska yang dari Jenggawah,” tutur Ernys.

Arief lantas memuji kerja keras Ernys yang sudah mau mendidik dan mengembangkan bakat anak-anak muda ini. Mengingat zaman yang serba modern, seni tradisional seolah terpinggirkan. “Menari itu panggilan hati saya kira. Adik-adik ini pasti didorong keinginan sendiri dan bukan paksaan,” kata Arief. Gadis-gadis yang merasa dipuji lantas menundukkan kepala dan tersenyum malu-malu.

Menari seolah menjadi ritus dalam keseharian Bella, Intan, Eska, dan Risma. Dua kali seminggu mereka berlatih di

sanggar Kartika yang terletak di Ambulu. Selama berjam-jam mereka menyempurnakan gerak dan gesture tari hingga tahap yang paling tinggi. “Mereka itu kadang suka datang di luar jadwal untuk berlatih secara mandiri, katanya kalo gak nari badan bisa pegel,” tutur Ernys.

Intan yang sedari tadi sibuk berceloteh lantas terdiam. “Mama (panggilan terhadap Ernys) ini sudah seperti ibu kita sendiri. Kadang memang datang untuk bermain dan sekadar bercerita,” katanya. Dengan pola komunikasi semacam itu, Ernys dan anak didiknya bisa terbuka. Hal ini juga berimbas kepada kemampuan mereka dalam menari.

Meski terkesan santai dalam melakukan pembinaan, Ernys cukup tegas dan keras dalam latihan. Bella kerap kali harus mengulang gerakan dari awal jika dirasa tak cukup memuaskan. Hasilnya, kedisiplinan dalam melakukan gerakan dan rasa menjadi sangat halus. “Meski kami bukan orang asli Jogja, namun kami bisa menarikan itu dengan penuh penghayatan. Karena Bu Ernys itu perfeksionis,” tutur Bella.

Selama lebih dari empat tahun empat serangkai ini mengikuti Ernys. Seperti saat perhelatan akbar Grebeg Suro yang diadakan di Ponorogo tahun lalu. Sanggar Kartika merupakan peraih juara kedua mengalahkan penari asli Ponorogo. Prestasi ini hanya sebagian dari banyak prestasi diraih Ernys bersama anak didiknya. “Anak-anak ini memang ingin tekun di sini (seni tari). Juga melestarikan kesenian,” katanya.

Hal ini terbukti dengan banyak pengorbanan yang telah dirasakan Ernys bersama anak didiknya. Mulai dari harus tidur beralaskan lantai saat mengikuti kompetisi di luar kota. Sampai dengan berjalan kaki tujuh kilometer untuk menempuh lokasi lomba. Semua dilakukan dengan semangat ikhlas dan pengabdian. Sadar bahwa kesenian tak melulu hingar bingar panggung dan materi.

Kesenian memang kerap dianggap linier dengan panggung megah dan sorak sorai para penonton. Namun, bagi Eska yang juga sinden ini, proses lebih penting daripada hasil. Karena melalui proses panjang yang ketat, semangat belajar yang

tekun seseorang akan bisa mendapatkan penghormatan. “Saya diajarkan Mama untuk tak cepat puas. Bahwa dalam berkesenian itu kita harus terus berkarya,” katanya.

Semangat dan kerja keras inilah yang membuahkan hasil manis. Hampir semua anak didik dari Ernys memperoleh beasiswa pendidikan dari Pemprov Jatim. Mereka dianggap sebagai remaja patron yang pantas menjadi teladan. “Tentu orang tua kami bangga. Selain beasiswa, sudah tak terhitung kami manggung membawa nama baik Jember. Ini kebanggaan tersendiri,” kata Intan.

Hari semakin siang dan perbincangan antara Arief dan Ernys telah mencapai kata mufakat. Bahwa kesenian merupakan salah satu jalan pendidikan anak muda untuk meraih kebanggaan. Melalui kreativitas positif, seseorang bisa menjadi kebanggaan bagi kota dan dirinya sendiri. “Saya berharap semakin banyak anak muda yang mau belajar seni. Seperti adik-adik ini yang rela b e l aja r k e ra s u nt u k mengharumkan nama Jember,” tutup Arief. (*/c1/har)

RADAR JEMBER 35HALAMAN SAMBUNGAN

RADAR JEMBER �• Kamis 16 Februari 2012

PEDAL...Sambungan dari Hal 25

Asir menyebut, kondisi sejumlah bus tidak layak jalan. “Itu tidak layak jalan. Saya minta petugas dishub untuk melakukan pengawasan ketat. Kami juga minta dishub menindak tegas bus yang tidak layak jalan. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Selain itu, Asir juga meminta petugas dishub sesering mungkin melakukan operasi. Kalau perlu operasi itu dilakukan setiap hari. “Pemeriksaan harus setiap hari. Jangan sampai lengah,” harapnya.

I Putu Budiada, Kabid Lalu Lintas Dishub Jember, menjelaskan, temuan di beberapa bus yang

disidak komisi C tergolong pelanggaran ringan. Sehingga, sejumlah bus tersebut tetap diizinkan berangkat. “Bannya memang halus, tetapi ketebalannya masih diatas satu milimeter. Sopir sudah kami tegur agar besok bannya diganti,” katanya.

Dia menambahkan, dishub telah memperketat pengawasan angkutan umum yang beroperasi di Jember. “Jika melanggar akan kami tindak. Selama ditindak, bus tidak boleh beroperasi,” tandasnya. Misalnya bila izin trayek mati. Selama izin trayek tidak diurus, bus distop untuk beroperasi. Bus boleh beroperasi setelah izin trayeknya diurus.

Dari Tawang Alun, komisi C melanjutkan sidak ke Jembatan

Timbangan di Kaliwining, Rambipuji. Saat di jembatan timbangan, komisi C minta penjelasan proses timbangan kendaraan angkutan barang.

Di jembatan timbang komisi C menemukan kendaraan yang kelebihan muatan hanya dikenakan uang kompensasi yang jumlahnya kecil. Sedangkan kendaraan yang benar-benar melampaui toleransi bobot kendaraan hanya ditilang.

“Untuk kendaraan yang melampaui batas hanya disanksi Rp 2.500. Itu terlalu kecil, sama dengan biaya parkir. Dengan sanksi sekecil itu, angkutan umum akan ringan untuk melanggarnya,” imbuh Indah Wahyuni. Besarnya sanksi itu

mengacu pada Perda Provinsi Jatim.

Setelah di Jembatan Timbang, komisi C mengunjungi UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Jalan Gajah Mada. Di UPT pengujian kir itu, dewan menemukan alat penguji rem tidak berfungsi. Akibatnya, pengujian rem dilakukan secara manual. “Sudah dua minggu ini penguji rem rusak,” kata Samsul Hadi, kepala UPT Pengujian Dishub Jember.

Menemukan kondisi itu, komisi C meminta agar alat yang rusak segera diperbaiki. Jika tidak bisa diperbaiki, lebih baik diganti. Sebab, peralatan pengujian kendaraan bermotor sangat penting. (aro/c1/har)

Alat Penguji Rem Juga Rusak

Sejak Awal Terapkan Kedisiplinan

JEMBER...Sambungan dari Hal 25

Penghargaan ini, diakui Arief, cukup mengejutkan. Sebab, secara resmi Kantor Pariwisata Jember tak pernah ikut serta dalam even ini. Sebab, even ini bersifat independen. Sehingga, penilaian dilakukan secara

tersembunyi. Selain itu, kata dia, para juri

yang dipilih terdiri dari orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya. “Kita bisa bersaing dengan Tomohon itu sudah luar biasa. Mereka itu jagonya bunga,” katanya.

Ke depan Arief berharap peng-hargaan ini bisa memacu para

pegiat tanaman dan bunga un-tuk semakin berkembang. Bukan tidak mungkin Jember yang me-miliki banyak gumuk dan pegu-nungan dikembangkan sebagai kota bunga. “Sangat potensial sebenarnya. Karena tanah kita kan subur. Jadi bisa dikembang-kan juga sebagai ekonomi kreatif,” kata Arief. (adb/c1/har)

AREA...Sambungan dari Hal 25

Dalam review tersebut, BNPB mendata kembali jumlah jiwa, dusun, desa, dan kecamatan yang masuk peta dampak ben-cana Gunung Semeru. “Vali-dasi data dilakukan pada data 2010,” ujar Hamid.

Dia mengatakan, ada perge-seran rencana kontijensi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Misalnya, jumlah kecamatan terdampak. Sebe-lumnya hanya ada lima keca-matan yang terdampak, yakni Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Pasrujambe, dan Tempeh. Na-mun, kini dimasukkan pula

Tempursari.Dengan adanya penambahan

kecamatan terdampak, Hamid mengatakan, bukan berarti semua desa di kecamatan itu terdampak pula. Sebab, hanya sebagian desa dalam satu ke-camatan yang masuk kategori terdampak letusan Semeru. Dari enam kecamatan itu, hanya 29 desa yang terdampak Semeru.

Perubahan peta terdampak letusan Semeru dari lima men-jadi enam kecamatan, menurut dia, berimplikasi pada jumlah jiwa yang harus diungsikan jika Semeru meletus. Jika sebelum-nya hanya 14 ribu jiwa, berdasar-kan data terbaru, ada 39 ribu

jiwa lebih yang harus diungsi-kan bila Semeru mengalami erupsi.

Hamid menambahkan, review penyusunan kontijensi meru-pakan sebuah kebutuhan untuk mengetahui sejauh mana dam-pak yang ditimbulkan bila Gu-nung Semeru meletus. Data-data tersebut akan menjadi patokan langkah-langkah yang harus dilakukan jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada Semeru.

Review penyusunan konti-jensi, lanjut Hamid, merupak-an kesepakatan sejumlah in-stansi, yang kemudian harus dilakukan ketika tindakan terse-but dibutuhkan saat Semeru

membahayakan masyarakat. Seperti, terkait kebutuhan lo-gistik dan pelayanan kesehatan selama bencana terjadi. “Kalau tidak ada data seperti ini, kami tidak tahu kebutuhan riilnya berapa,” tandasnya.

Penambahan data tersebut, tambah dia, memang baru se-batas analisis. Namun, bukan berarti data yang dibuat asal-asalan. Dasarnya adalah pen-galaman selama beberapa tahun terakhir terkait dengan aktivitas Semeru. Penambahan kawasan terdampak letusan Gunung Semeru diakui pula berdampak pada pembengkakan anggaran kebencanaan di Lumajang. (wan/c1/har)

Menjadi Patokan Penanggulangan Bencana

KONDISI...Sambungan dari Hal 25

Dia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan berbagai upaya agar kondisi Fahmi normal. Sampai kemarin Fahmi masih kesulitan makan karena jamur di mulutnya. Sebagai penanganan pertama, pihaknya akan melakukan penyembuhan terhadap Fahmi. Terutama, mengatasi jamur di bibir serta diare.

Jika pengobatan penyakit selesai, kata Iswarno, akan dilakukan pemulihan terhadap gizi buruk. Untuk penanganan sementara adalah melakukan

infus serta pemberian antibiotik dan probiotik terhadap korban agar cepat sembuh.

Selain itu, pihak puskesmas juga memberikan pendampingan ahli gizi untuk pemulihan gizi korban. Pemberian makanan bergizi dilakukan terhadap Fahmi meskipun kondisinya tidak stabil. Antara lain dengan diberikan susu kedelai, susu formula, serta biskuit bergizi tinggi, serta daging.

Jika tidak demikian, menurut Iswarno, berat badan Fahmi sulit bergerak ke angka normal. “Kami optimistis dia bisa sembuh,” ujarnya. Sebab, orang tua balita sangat mendukung pemulihan

terhadap korban. Sementara itu, pemantauan

pihak puskesmas di rumah orang tua Fahmi, kondisinya memang sangat memprihatinkan. “Rumahnya kecil dari bambu,” ungkap Iswarno. Apalagi, lingkungan tempat tinggalnya kotor, kesehatan Fahmi sangat buruk.

Orang tua balita, menurut dia, sebenarnya sangat sayang dengan sang anak. Jika ada rezeki, segala makanan diberikan untuk anaknya. Namun, karena diare dalam sebulan terakhir, bobot tubuh anaknya turun drastis. (ram/c1/har)

Bersaing dengan Batu dan Tomohon

‘‘SUDAH 2 tahun saya sering kesemutan, beraktifitas jadi tidak nyaman... .” Terang Mulya Hani, warga Komplek KS, Cilegon, Banten tersebut. Padahal selain bekerja, Mulya pun dikenal aktif di Masjid. Untuk mengatasi keluhannya, akhirnya ia tertarik untuk mencoba minum Milkuma

Ternyata setelah 2 bulan minum, kini kondisinya sudah membaik, “Milkuma memang pilihan yang tepat untuk mengatasi kesemutan yang dulu selalu mengganggu aktifitas saya. Setelah rajin minum susu ettawa ini, Alhamdulillah keluhan sudah hilang, dan yang membahagiakan, stamina pria pun meningkat.” Terang ayah 1 orang anak ini dengan bahagia.

Hampir semua orang pernah mengalami apa yang disebut kesemutan atau kebas. Banyak orang yang menganggap enteng gejala kesemutan ini. Tetapi kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Bisa jadi, itu merupakan sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.

Ia yang telah merasakan langsung manfaat susu ettawa ini tergugah untuk membagi pengalamannya dengan orang lain, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak pria berusia 53 tahun tersebut.

Saat ini, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI).

Selain tidak menimbulkan alergi, susu ettawa pun mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi. Riboflavin (vitamin B2) memainkan

sedikitnya dua peran penting dalam produksi energi tubuh. Satu gelas susu ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin.

Kini, hadir Milkuma, minuman serbuk susu ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren.

Milkuma bermanfaat untuk mengatasi kesemutan, menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang

terdapat dalam susu ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya.

Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari.

Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Jember, 085236665123, Apt. Bima Jl. Gajah Mada, Apt. Waluyo Jl. Sultan Agung, Apt. Abiat Jl. Kalimantan 81, Apt. Sehat Jl. Untung Surapati, Apt Sejahtera Jl. Dr. Subandi, Apt Buana Farma Jl. Trunojoyo.

Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.

Keluhan Hilang,Stamina Meningkat

TEMUI...Sambungan dari Hal 25

Kebetulan, Krista memiliki sahabat yang cukup kaya. Bah-kan, sahabatnya tersebut sudah seperti saudara. Sahabat terse-but sering pula bertandang ke rumahnya. “Kalau dilihat dari mukanya, mama saya seperti-nya curiga ketika saya punya uang banyak. Tapi karena dasarnya mama saya cuek, akh-irnya nggak nanya lagi,” kenang Krista.

Selain dari keluarga, Krista juga berusaha serapi mungkin menjaga identitasnya dari para guru di sekolahnya. Jika sem-brono dan diketahui, tentu itu akan menjadi catatan buruk. Bisa-bisa dia dikeluarkan dari sekolahnya. Meski begitu, ak-tivitasnya hampir saja terbong-kar saat salah seorang guru memergokinya ketika bersama pelanggannya.

“Waktu itu saya sedang makan sama om. Ternyata saya teper-gok sama guru,” kenangnya. Melihat posisinya dalam ba-haya, nalurinya langsung beker-ja. Sekian alasan sudah men-jalar dalam kepalanya. Dan cling… dia mendapatkan alasan tepat. Kepada sang guru, dia

mengatakan bahwa om yang sedang dia temani adalah sauda-ranya.

“Huuuhhhhh…. untungnya guru saya nggak curiga,” seru-nya. Mengenang kejadian itu, Krista menghela napas panjang. Hampir saja identitasnya ter-bongkar. Sejak saat itulah, dia selalu lebih berhati-hati ketika sedang jalan bersama tamunya.

Kecurigaan-kecurigaan acap-kali muncul dari teman-temannya. Apalagi, di seko-lahnya dia memang dikenal anak nakal. Namun, kecurigaan-kecurigaan itu acapkali ter-eduksi dengan penampilannya. Ketika ke sekolah, biasanya dia memakai jilbab. Meski curiga, namun teman-temannya sung-kan untuk bertanya lebih jauh.

Tantangan terbesarnya sebena-rnya ketika menghadapi tet-angga di kanan-kiri rumahnya. Krista sebenarnya tak ingin ak-tivitasnya mencoreng nama baik keluarganya di lingkungan seki-tarnya. Namun, Krista tak mau ambil pusing. Dia pun tak me-medulikan omongan tetangg-anya. Terpenting bagi dia, para tetangganya tak bisa membuk-tikan langsung identitasnya sebagai ayam abu-abu.

Bagi Krista, segala aktivitasnya

sebagai ayam abu-abu adalah aib yang benar-benar dia jaga. Segala cara akan dia lakukan untuk menjaga statusnya terse-but agar tak terbongkar. Untuk itu, dia akan melakukan berb-agai cara. Berbohong di sana-sini sudah hal biasa yang dia lakukan.

Soal berbohong untuk menu-tupi identitasnya juga telah menjadi santapan sehari-hari bagi Fiela, salah seorang ayam abu-abu lainnya. Fiela juga seakan tak kehabisan alasan keluar rumah untuk menemui tamunya. “Kalau alasan banyak,” tutur penyuka minuman ber-alkohol ini.

Berbagai alasan tersebut, mu-lai dari mengerjakan tugas di rumah teman hingga bantu-bantu di acara pernikahan saudara temannya. Pernah suatu ketika, dia mendapatkan job mendadak. Dia pun beralasan kepada keluarganya untuk pergi ke rumah sakit dan men-jenguk temannya yang ke-celakaan.

Ketika keluar rumah, Fiela selalu menjaga penampilannya agar tidak mencolok. Pakaian-nya tidak seksi dengan dan-danan yang tidak menor. Pada-hal, di dalam tasnya dia selalu

membawa pakaian lain. Bi-asanya ketika diajak ke tempat hiburan malam, dia meng-ganti pakaiannya di SPBU.

Jika tidak mengganti pakaian di SPBU, biasanya dia terlebih dahulu mampir di rumah temannya yang juga seorang ayam abu-abu untuk meng-ganti pakaian, trik tersebut se-lama ini jitu. Keluarganya tak pernah curiga. Begitu pula den-gan tetangga-tetangganya.

Senada dengan Krista, Fiela juga memiliki pengalaman te-pergok oleh teman-temannya saat bersama dengan tamunya. Kala itu dia dijemput meng-gunakan mobil. “Saya ditanya, kamu bareng siapa naik mobil,” ujarnya. Dia cukup menjawab bahwa yang menjemputnya adalah kakaknya.

Selama ini, memang telah banyak temannya yang curiga dengan aktivitasnya sebagai ayam abu-abu. Untuk itu, dia semakin berhati-hati. Ketika mengangkat telepon dari omnya, dia selalu menyingkir terlebih dahulu. “Jadi sampai sekarang mereka hanya curiga. Tak per-nah tahu langsung. Mereka cuma tahunya aku suka minum (mabuk, Red),” pungkasnya. (tim rj/c1/bersambung)

Keluarga dan Teman Sempat Curiga

Fokus Penyembuhan Penyakit

SALAH...Sambungan dari Hal 25

Keduanya diketahui menem-bak Rahmatullah, warga Desa Pakis, Panti, yang kini disidang di Pengadilan Negeri (PN) Jem-ber dalam kasus perampokan. “Mereka sudah dinyatakan ber-salah dalam sidang kode etik. Mereka akan disel!selama 21 hari,” kata Kapolres Jember AKBP Jayadi kemarin (15/2).

Dalam sidang kode etik itu, Polres Jember menghadirkan sejumlah saksi. Beberapa saksi yang dihadirkan adalah Rah-matullah dan orang tuanya.

Dengan adanya sanksi bagi anggota Polri yang tidak ber-tindak profesional, Jayadi men-egaskan, tidak ada anggota kepolisian yang kebal hukum. ‘’Semua warga negara sama di

depan hukum. Termasuk juga anggota polisi. Tidak ada yang kebal hukum jika mereka melakukan pelanggaran,’’ tegasnya.

Kasus ini telah menjadi atensi dari kalangan anggota DPR. Sebab, keluarga Rahmatullah beberapa waktu lalu sempat mengadukan kasus ini ke Frak-si PDIP DPR. Karena itu, Frak-si PDIP DPRD Jember juga memberikan atensi pada kasus ini. PDIP akan memberikan bantuan hukum pada Rahmatul-lah.

“Rahmatullah ini menjadi perhatian Fraksi PDIP DPR RI, sehingga fraksi PDIP di Jember diminta untuk memberikan dukungan kepada! Rahmatul-lah,” kata anggota Fraksi PDIP DPRD Jember M. Asir.

Asir menyatakan, ada dugaan

kuat kasus yang menimpa Rah-matullah ini direkayasa oleh oknum penegak hukum. Rah-matullah ditangkap polisi di rumahnya pada 18 Agustus 2011. Dia dituduh terlibat perampo-kan dan pemerkosaan di rumah!Tacik Ferawati pada 9 Juli 2010. Tidak sekadar ditang-kap, Rahmatullah sempat ditem-bak polisi.

Sejumlah saksi yang dihadir-kan jaksa juga tidak bisa mem-buktikan keterlibatan Rahmatul-lah. Salah seorang saksi yang dihadirkan itu adalah Moha-mad Zaenal alias Matlari. Ternyata, Matlari yang dianggap tahu kasus itu tidak bisa mem-buktikan keterlibatan Rahmatul-lah. Dalam sidang di PN Jember pada 22 Desember 2011, Matlari mengaku tidak pernah menge-nal Rahmatullah. (rid/c1/har)

Diduga Ada Rekayasa Kasus

TKW yang Terancam Hukuman Mati di Singapura

JEMBER – Ada perkembangan baru dari kasus Vitria Depsy Wa-hyuni, buruh migran asal Panti, Jember, yang terancam hukuman mati di Singapura. Menurut Praire Maharwati, staf khusus KBRI di Singapura, ada pergan-tian hakim, sehingga Vitria belum bsia divonis. “Kami sedang men-gupayakan mosi penyelesaian ini secepatnya,” katanya.

Padahal, dalam sidang Januari lalu, kemarin (15/2) merupakan jadwal sidang dengan agenda pembacaan vonis. Vitria yang sebelumnya diancam hukuman mati kini sedang menunggu tuntutan (yang diminta kuasa hukum keluarga majikan) 10 tahun dan 23 tahun penjara.

Hal ini disampaikan oleh Mo-chammad Cholili, ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)

Jatim. “Ini ada upaya penggir-ingan opini bahwa saat ini Vitria dewasa dan harus diberi huku-man, padahal kasusnya terjadi sudah dua tahun lalu,” ujar Mo-chammad Cholili, ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jatim yang saat dihubungi tadi malam tengah di Singapura.

Pengacara Vitria juga men-gajukan argumentasi dengan yurisprudensi (fakta sidang terdahulu) bahwa beberapa kasus sebelumnya tidak dihukum berat. Apalagi, saat kasus terjadi Vitria masih dibawah umur dan hanya tamatan SD.

Pihak pengacara juga menjelas-kan kondisi kelurga di desa tidak banyak memberi pendidikan kepadanya. “Ini diharapkan bisa menjadi poin pendukung pem-bebasan Vitria,” kata Cholili.

Selama persidangan kemarin, Vitria terlihat sangat depresi karena harus menunggu putu-san lagi. Secara psikologis Vit-ria termasuk anak dibawah umur yang secara psikologis belum

matang, sehingga situasi ekster-nal bisa menekan dirinya.

Tim pembela Vitria menuntut agar kliennya diberikan bantuan medis psikis. “Sangat berat karena dia sudah dua taun menunggu keputusan yang kesannya dilam-bat-lambatkan,” tandas Cholili.

Dalam sidang kemarin ter-ungkap pula bahwa korban meninggal (nenek 87 tahun) sering melakukan kekerasan, khususnya secara verbal pada-hal Vitria. Hal ini juga terjadi pada tujuh pembantu rumah tangga (PRT) sebelumnya yang tidak pernah finish kontrak (dua tahun) karena tak betah beker-ja dengan majikannya. “Ini juga disampaikan. Namun, pi-hak keluarga korban mengelak,” lanjut Cholili.

Seperti yang diketahui sebe-lumnya, Vitria adalah korban perekrutan tidak sah dari Unit Pelayanan, Penyuluhan, dan Pendaftaran Calon Tenaga Kerja Indonesia (UP3TKI) di Jember. (adb/har)

Ganti Hakim, Vitria Belum Divonis

Page 8: jember news

LUMAJANG - Pe nge royokan pelajar di dalam ruang kelas SMK Pasirian be be rapa waktu lalu mendapat per hatian serius dari Dispendik Lu majang. Kabid SMK di Dis pen dik Asep Bambang men-je las kan jika lang kah pembinaan terus dilakukan. Bukan hanya melibatkan guru, para pengurus Komite sekolah juga dilibatkan untuk memberikan pembinaan kepada pelaku pe nge royokan dan korban. “Pem bi naan kami op-timalkan,” katanya.

Setelah aksi pengeroyokan di-laporkan ke polsek Pasirian, se luruh pelaku memilih tak masuk sekolah. Tetapi kemarin se telah dicek, lima pelaku se mua nya sudah masuk kelas seperti biasanya. “Hanya korban yang belum masuk sekolah, ka barnya mengalami tekanan se cara psikologis,” ujarnya.

Asep menjelaskan, kejadian pe-ngeroyokan yang terekam video memang memantik reaksi banyak kalangan. Pengeroyokan ter sebut berawal dari gurau se sama murid di dalam kelas yang kemudian ber-

hasil direkam salah satu te man nya. Setelah terjadi penge ro yokan ternyata murid-murid yang terlibat masuk seperti biasanya. Baru mulai memanas setelah pihak keluarga melapor ke polsek. (fid/c1/wah)

36 KAMIS 16 FEBRUARI TAHUN 2012

RADAR LUMAJANGBerlangganan Koran:

Slamet 081358 636567Pasang Iklan:

Indra 085655 801818

IryantoDusun Sukolilo RT. 002 RW. 001 Desa Sukosari Kec. KunirKota LumajangObyek Lelang berupa :Sebidang Tanah dan Bangunan dengan bukti 2 SHM No. 474/Desa Kunir seluas 152 M2 dan SHM no. 475/Desa Kunir seluas 293 M2 terdaftar atas nama Evita Legiawati yang terletak di Desa Kunir Lor Kecamatan Kunir Kab. Lumajang Prop. Jawa TimurLelang akan dilaksanakan pada :Hari/Tanggal : Kamis, 01 Maret 2012Pukul : 10.00 WIBTempat : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang JL. S. Supriyadi No. 157 Malang

PENGUMUMAN LELANG PERTAMAEKSEKUSI HAK TANGGUNGAN

Lumajang, 16 Februari 2012PT. Permodalan Nasional Madani (Persero)Unit Layanan Modal Mikro – Lumajang Kota

Ttd

ORGANIZER .

SUPPORTED .MEDIA PARTNER .

Jl. HOS Cokroaminoto 34 Jember telp. 7715757

Lebih irit kan !

HADIAH :UANG TUNAITROPYPIAGAM

(22-31 Maret 2012)

Persyaratan

Modern Dance

Lomba YEL-YEL

(22 31 Maret 2012)

Libatkan Oknum PNS, Terancam Sanksi

LUMAJANG – Indikasi adanya bea siswa fiktif di sebuah SLB di SLB di Lumajang ternyata benar adanya. Inspektorat Pemkab Lu majang yang melakukan pe-nelusuran memastikan adanya pelanggaran pada penyaluran dana beasiswa tersebut. Dan oknum guru yang melakukan ma nipulasi data penerima bea-sis wa ini terancam mendapat sanksi tegas.

Kepala Inspektorat Lumajang Ha nifa Eka Siwi mengatakan bea siswa fiktif itu telah dilakukan pe ngusutan. Sejak mendapat atensi dari wakil bupati Lumajang As’at Malik, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah pe ngusutan ke sekolah yang bersangkutan.

Kewenangan dalam melakukan pembinaan, Inspektorat langsung men datangi pihak sekolah. “Jadi,

dari hasil pemeriksaan memang benar ada beasiswa fiktif. Dalam penerimaan terdaftar tetapi yang ber sangkutan tidak menerima bea siswa,” kata Hanifa. Uang bea siswa senilai Rp 750 ribu tidak diberikan kepada 21 murid-murid penerima beasiswa.

Pihaknya terus melakukan pe meriksaan sebagaimana pro-se dur yang berlaku. Hasilnya, se lain ditemukan dana beasiswa yang tidak tersampaikan, me-nu rut dia, jika yang mengelola dana beasiswa itu adalah ber-sta tus PNS. Hal itu langsung di tindaklanjuti sebagaimana pro sedur pembinaan PNS. Tu-juannya lanjut dia, adalah untuk memastikan seberapa jauh penyimpangan dan kesalahan yang dilakukan oknum PNS tersebut. Segala tingkah laku di amati yang mendasar pada PP 53 yang menjadi aturan dan larangan kedinasan.

Dari data yang dikumpulkan, ada 17 beasiswa yang sudah

di sa lurkan kepada penerima. Se mentara 21 dana beasiswa, meskipun sudah terdata dalam pe nerima beasiswa, yang ber-sa ng kutan tidak menerima beasiswa tersebut.

Selain temuan tersebut, ins pek-torat juga menemukan data murid yang tidak aktif di sekolah te tapi terus didata masuk terus. Dan hal tersebut tidak lepas dari data hasil pemeriksaannya untuk dijadikan bahan pembinaan ke pa da sekolah maupun oknum guru.

Diberitakan sebelumnya, Ko-misi D DPRD Jember menemukan bea siswa fiktif di SLB SAMALA Ne rugrasi 1 Kunir. Sekolah yang beralamat di Jalan Kasmari No 02 Kunir atas nama kepala sekolah Budi Untoro itu sebagian be sar murid SLB-nya telah di-da tangi oleh anggota komisi D. Hasilnya, mayoritas murid-muridnya sudah tidak sekolah dalam dua tahun terakhir, namun ma sih mendapat bantuan bea-sis wa. (fid/c1/wah)

Diselesaikan secara Kekeluargaan

LUMAJANG – Kekerasan yang terjadi antara wali murid dengan seorang guru di SMAN Jatiroto akhirnya berakhir damai. Kedua belah sama-sama ingin masalah ter sebut diselesaikan secara ke keluargaan tanpa me nim bul-kan akibat hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang siswa dihukum oleh gu runya dengan ditendang di ba gian kaki. Karena tak terima de ngan tindakan kekerasan oleh guru tersebut, salah satu wali mu rid mendatangi sekolah dan balik menendang guru. Dua kali tendangan orang tua yang kalap mengarah ke bagian perut Akh-mad Romzi, guru tersebut. Se-men tara, salah satu siswa dibawa ke rumah sakit Jatiroto untuk men dapatkan perawatan.

Kapolsek Jatiroto, AKP Toha ke pada koran ini mengatakan, ka sus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Sebab, kedua be lah pihak sama-sama me ng-ingin kan diselesaikan secara ke keluargaan. Sejumlah guru, ka ta dia memfasilitasi pe ny e-le saian kasus tersebut di luar ra n ah hukum.

Kapolsek menambahkan, ma-salah pemukulan tersebut sudah tidak ada persoalan lagi. “Se-mua nya sudah rukun,” ucapnya. Mes ki begitu, pihaknya tetap

mengambil keterangan kedua belah pihak untuk kepentingan pihak kepolisian.

Soal siswa yang sempat dirawat, Ka polsek mengaku itu me ru-pa kan inisiatif orang tua. Orang tua menginginkan anaknya di-ra wat di rumah sakit takut ada hal-hal yang tidak diinginkan. “Namanya orang tua, pasti kha-wa tir anaknya ditendang,” im-buh nya. Dia juga mengaku, siswa yang sempat di rawat di rumah sakit sudah dipulangkan. Dia

juga mengaku tidak ada luka yang serius. “Tidak ada luka, cu ma jarum dikit,” imbuhnya.

Kasus pemukulan siswa oleh gu ru dan pemukulan guru oleh wali murid tersebut sempat mem buat suasana panas. Sebab, se telah orang tua murid mendatangi guru di sekolah, se kelompok orang juga men-da tangi rumah wali murid.

Kabar yang berkembang, wali murid tersebut sempat jadi bulan-bulanan massa. Namun,

Ka polsek menampik kabar ter-sebut. “Tidak ada pemukulan,” tegasnya. Namun, dia mem be-n arkan ada sekelompok orang mendatangi rumah wali murid. Namun, pihaknya berhasil men-ce gah kejadian yang tidak di-inginkan.

Kedatangan kelompok massa ter sebut, kata Toha karena ter-pro vokasi isu seorang guru di-ke royok. “Mereka yang di luar! umek sendiri,” katanya. Sebab, mereka bertindak ber-da sarkan persepsi mereka sen-diri.!(wan/c1/wah)

Pastikan Ada Beasiswa Fiktif

Pelaku Disanksi Pembinaan

Pemukulan Berakhir Damai

Iklan Ucapan DipersoalkanLUMAJANG – Pemasangan iklan yang me-

nampilkan foto wakil Bupati As’at Malik dan Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono oleh sebuah tabloid lokal di Lumajang ber ujung masalah. Pasalnya, iklan tersebut di anggap tanpa izin dan dipandang sebagai perbuatan tidak menyenangkan. Karenanya As’at Malik atas nama wakil bupati Lumajang mengadukan masalah tersebut ke Mapolres Lumajang.

Tabloid lokal Lumajang edisi ke-57 terbitan

bu lan Januari 2012 tersebut terpampang foto Wabup berdampingan dengan ketua DPRD Lumajang. Dalam iklan yang dimuat di cover halaman depan itu As’at dan Agus mengenakan pakaian dan kelengkapan adat saat mengikuti acara Hari Jadi Kota Lumajang ke 756.

Iklan yang dimuat di cover tersebut ber-isi kan tentang ucapan selamat tahun baru. Ter tulis ‘DPRD Lumajang mengucapkan selamat tahun baru’. Dengan foto di sebelah

kiri ucapan tersebut. Ketua DPRD di sebelah ka nan dan Wabup di sebelah kirinya.

Sementara itu DPRD Lumajang merasa tak pernah memasang iklan di tabloid ming-guan tersebut. Ketua DPRD Lumajang Agus Wi caksono mengatakan jika lembaga wakil rakyat yang dia pimpin tak pernah memasang iklan di tabloid mingguan tersebut. “Kami tidak pernah pasang iklan di Semeru Pos,” ujar Agus. (fid/c1/wah)

HAFID/RJ

BERMASALAH: Iklan ucapan tahun baru yang menampilkan foto Wabup As�’at Malik berdampingan dengan Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono.