Jawaban Soal No. 3 UAS PKBL III Semester Genap 2014-2015

Click here to load reader

  • date post

    05-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Jawaban Soal No. 3 UAS PKBL III Semester Genap 2014-2015

SEMESTER GENAP
 
 
Because it takes the work efficiency to accomplish this big
assignment
 
Tebal Plat Geladak/Dasar t1 = 50 mm
Tebal Plat Sekat (girder ) t2 = 50 mm
Tebal Plat Kulit Samping t3 = 30 mm
Penyebaran Berat Tongkang   ϒtk = 0.6 ton/m 3
Gammar Air Laut   ϒair = 1.025 ton/m 3
Berikut gambar tampak penampang memanjang dan melintang:
Perencanaan dan Konstruksi Bangunan Laut III Kelas A
 
= m 3
= m 3
Maka nilai Koefisien Blok (Cb) dari tongkang (FPSO) tersebut adalah sebesar 0.96875.
Menghitung LCB
Volume Balok
Volume Prisma
Luas trapesium
Koefisien Balok
Volume Kotak
180 x 30
50400
Menghitung Koefisen Blok (Cb)
Untuk dapat mengetahui nilai LCB dari tongkang (FPSO) secara keseluruhan, maka diperlukan
perhitungan LCBnya masing-masing ruangan yang diberi tanda I-VI.
Lwl x B x T
130 x 30 x 16
=
=
0.5 x sisi sejajar x tinggi
Perencanaan dan Konstruksi Bangunan Laut III Kelas A
 
AAP =
Maka dari perhitungan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa letak LCB terhadap midship adalah
pada koordinat (0,0). Sebetulnya, tanpa perhitungan panjang untuk mengetahui nilai LCBnya tidak
diperlukan sebab secara logika jika bentuk tongkang (FPSO)nya adalah simetris maka sudah pasti
LCBnya adalah 0 meter dari midship.
Menghitung penyebaran gaya tekan ke atas
Jarak titik berat dari masing-masing ruangan yang ditandai terhadap midship  (0,0) adalah sebagai
berikut:
Vt
= m
m
m
 
BFP x (T-2)
Menghitung berat dan panjang bangunan atas l, agar tongkang tetap even keel 
Setelah diketahui hasil dari perhitungan berat bangunan atas, maka berikutnya adalah
menghitung LCB tongkang bagian depan terhadap garis midship, berikut perhitungan dan
gambarnya:
Vol. Tongkang x Peny. Berat Tongkang
15075
420 x 1.025
Maka dari hasil perhitungan distribusi gaya tekan ke atas, didapatkan hasil diagram
sebagai berikut:
 
= m
c.
AAP =
58.70967742
Sehingga panjang bangunan di atas bangunan tongkang agar tongkang tetap even keel  adalah
m 930
= 29.35483871 m
 
ton/m256.771978
324
maka berat bangunan atas per satuan panjang dapat dihitung sebagai berikut:
Berat Bangunan Atas per
sehingga dari perhitungan sebelumnya dapat dibuat diagram distribusi gaya berat w(x) seperti
berikut:
 
 
It =
ton
=y
F =
=
=
(1/2 x 30 m x (f AP + f 3)) + (f 3 x 30) + ((l/2) x f)
ton
3874.83871
2 x
Menghitung Momen Lengkung (Bending Moment )
Gaya Lintang x Setengah Jarak Titik Berat
3874.83871 x 29.35
depan AP
Momen Lengkung
491.1021519
sehingga hasil dari luas penampang dan momen inersia tongkang (FPSO) adalah
= -12
  58.71 2
 
ton/m 2
ton/m 2
untuk mendapatkan hasil dari besaran tegangan geser dan bending nya maka diperhitungkan
melalui cara tabulasi sebagai berikut:
sehingga didapatkan hasilnya adalah sebagai berikut:
Menghitung Tegangan Geser dan Tegangan Bending
Tegangan Geser
Tegangan Bending
 
Surabaya.