INSTRUMEN-INSTRUMEN PENGENDALIAN .kami menerbitkan empat seri buku sekaligus, ......

download INSTRUMEN-INSTRUMEN PENGENDALIAN .kami menerbitkan empat seri buku sekaligus, ... Instrumen-instrumen

of 57

  • date post

    29-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of INSTRUMEN-INSTRUMEN PENGENDALIAN .kami menerbitkan empat seri buku sekaligus, ......

  • Seri Kebanksentralan

    No. 3

    INSTRUMEN-INSTRUMENPENGENDALIAN MONETER

    PUSAT PENDIDIKAN DAN STUDI KEBANKSENTRALAN (PPSK)

    BANK INDONESIA

    A s c a r y a

  • 1. Uang: Pengertian, Penciptaan, dan Peranannya dalam Perekonomian,

    oleh Solikin dan Suseno, Desember 2002.

    2. Penyusunan Statistik Uang Beredar, oleh Solikin dan Suseno,

    Desember 2002.

    3. Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter, oleh Ascarya,

    Desember 2002.

    4. Neraca Pembayaran: Konsep, Metodologi, dan Penerapan,

    oleh F.X. Sugiyono, Desember 2002.

    SERI KEBANKSENTRALAN

    Seri Kebanksentralan Bank Indonesia

  • i

    Seri Kebanksentralan No. 3

    INSTRUMEN-INSTRUMENPENGENDALIAN MONETER

    A s c a r y a

    PUSAT PENDIDIKAN DAN STUDI KEBANKSENTRALAN (PPSK)BANK INDONESIA

    Jakarta, Desember 2002

  • ii

    Ascarya

    Instrumen-instrumen pengendalian moneter /

    Ascarya. -- Jakarta : Pusat Pendidikan dan

    Studi Kebanksentralan (PPSK) BI, 2002.

    49 hlm. ; 15,2 cm x 22,8 cm. -- (Seri Kebanksentralan ; 3)

    Bibliografi : hlm. 48

    ISBN 979-3363-02-9

  • iii

    Sejalan dengan amanat yang diemban dalam Undang-Undang No. 23 tahun1999 tentang Bank Indonesia, dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya Bank Indonesia senantiasa berupaya untuk mewujudkan iklimketerbukaan. Selain itu, sebagai sumbangsih Bank Indonesia untukberperan dalam kegiatan peningkatan wawasan dan pembelajaran kepadamasyarakat, dalam dua tahun terakhir ini Bank Indonesia juga terusberupaya untuk meningkatkan kualitas kegiatan penelitian yang ditujukanuntuk memperkaya khazanah ilmu kebanksentralan. Sejalan dengan haltersebut, pada kesempatan ini Pusat Pendidikan dan StudiKebanksentralan, Bank Indonesia, menerbitkan buku seri kebanksentralan.

    Lingkup materi yang dibahas dalam buku seri kebanksentralan inisangatlah luas, meliputi disiplin ilmu ekonomi makro-moneter, perbankan,sistem pembayaran, dan bidang-bidang lain yang terkait dengan tugasdan tanggung jawab bank sentral. Untuk tahun penerbitan perdana ini,kami menerbitkan empat seri buku sekaligus, terdiri dari: (i) Uang:Pengertian, Penciptaan, dan Peranannya dalam Perekonomian, (ii)Penyusunan Statistik Uang Beredar, (iii) Instrumen-instrumenPengendalian Moneter, dan (iv) Neraca Pembayaran: Konsep, Metodologi,dan Penerapan. Kami berupaya untuk dapat menuangkan bahasan padamasing-masing topik tersebut dengan bahasa yang cukup sederhanadengan menghindari sejauh mungkin penggunaan istilah-istilah teknisyang dapat mempersulit pemahamannya. Kalaupun masih terdapat istilah-istilah teknis yang sulit disederhanakan, kami berusaha tetap menyertakanistilah aslinya.

    Mengiringi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, padakesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepadapara penulis yang telah berusaha secara maksimal serta pihak-pihak yangtelah memberikan kontribusi berharga dalam penyusunan buku ini.Semoga karya ini bermanfaat dan menambah khazanah pengetahuan kita.

    Jakarta, Desember 2002

    Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan

    Halim AlamsyahDirektur

    Sambutan

  • iv

    Instrumen-instrumen pengendalian moneter merupakan alat yang pentingbagi bank sentral untuk mengendalikan uang beredar dalam rangkamencapai tujuan-tujuan kebijakan moneter. Penggunaan instrumen yangtepat pada kondisi perekonomian tertentu akan sangat membantupencapaian tujuan. Keberadaan instrumen-instrumen pengendalianmoneter belum banyak dipahami dan dimengerti oleh masyarakat luas.Tulisan singkat dalam seri kebanksentralan no. 3 ini dimaksudkan untukmeningkatkan pemahaman masyarakat luas yang berminat memahamiberbagai hal yang terkait dengan masalah-masalah moneter di Indonesia,khususnya yang berkaitan dengan kebijakan moneter dan instrumen-instrumen pengendaliannya.

    Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut serta terlibat dan membantudalam penyusunan tulisan ini, khususnya kepada rekan-rekan di PusatPendidikan dan Studi Kebanksentralan, Bagian Analisis dan PerencanaanKebijakan Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, BagianStatistik Moneter Direktorat Statistik Moneter, serta semua pihak yangtelah membantu kelancaran penulisan seri kebanksentralan ini, mulai daritahap penyusunan outline, penulisan draft, diskusi, penulisan akhir, danpencetakannya. Ucapan terima kasih secara khusus juga penulis sampaikankepada Sdr. Halim Alamsyah, Sdr. Iskandar, Sdr. Eddy Susanto, Sdr. AnwarBashori, Sdr. Erwin Haryono, dan Sdr. Nunu Hendrawanto ataspartisipasinya dan masukan-masukannya dalam diskusi penyelesaiantulisan ini. Last but not least, penulis mengucapkan terima kasih kepadaSdr. P. Iman Soesanto yang telah dengan senang hati meluangkan waktuuntuk mengedit tulisan ini.

    Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini jauh dari sempurna.Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca terbuka selebar-lebarnyadan akan penulis terima dengan senang hati untuk penyempurnaan di masayang akan datang. Akhirnya, penulis mengharapkan agar karya kecil inibermanfaat dan menambah khazanah bagi pengetahuan masyarakat luas.

    Jakarta, Desember 2002

    Penulis

    Pengantar

  • v

    Sambutan iiiPengantar iv

    Gambaran Umum Kerangka Kebijakan Moneter 1

    Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter 5Instrumen Langsung 7

    1. Penetapan Suku Bunga 72. Pagu Kredit 83. Rasio Likuiditas 84. Kredit Langsung (directed, selected, prioritas, dan yang

    sejenisnya) 95. Kuota Diskonto 96. Instrumen Lain 9

    6.1 Pengguntingan Uang 106.2 Pembersihan Uang (Monetary Purge) 106.3 Penetapan Uang Muka Impor 11

    Instrumen Tidak Langsung 131. Cadangan Wajib Minimum (CWM) 14

    1.1 Cadangan Primer (Primary reserves) 141.2 Cadangan Sekunder (Secondary reserves) 16

    2. Fasilitas Diskonto 163. Fasilitas Rediskonto 174. Operasi Pasar Terbuka 17

    4.1 Lelang Surat Berharga Bank Sentral 184.2 Lelang Surat Berharga Pemerintah 184.3 Operasi Pasar Sekunder 19

    5. Fasilitas Simpanan Bank Sentral 196. Operasi Valuta Asing 207. Fasilitas Overdraft 208. Simpanan Sektor Pemerintah 219. Lelang Kredit 2110 Himbauan 2111 Instrumen Lain 22

    Daftar Isi

  • vi

    Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter yang Umum Digunakan 27

    Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter di Indonesia 31Sebelum 1983

    1. Periode 1945-1965 322. Periode 1965-1983 34

    Sesudah 19831. Periode 1983 1997 372. Periode Pasca 1997 41

    Daftar GambarGambar 1: Perbandingan Sistem Operasi Kebijakan Moneter 3

    Daftar TabelTabel 1: Instrumen Langsung Pengendalian Moneter 11Tabel 2: Instrumen Tidak Langsung Pengendalian Moneter 22Tabel 3: Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter Yang

    Digunakan oleh Negara-negara Lain 29Tabel 4: Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter di Indonesia

    Periode 1945-1965 33Tabel 5: Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter di Indonesia

    Periode 1965-1983 36Tabel 6: Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter di Indonesia

    Periode 1983-1997 40Tabel 7: Instrumen-instrumen Pengendalian Moneter di Indonesia

    Periode Pasca 1997 yang Ditambahkan 43

    Boks:Prosedur Lelang SBI 40

    Daftar Pustaka 48

  • 1

    Gambaran Umum Kerangka Kebijakan Moneter

    Kebijakan moneter sebagai salah satu kebijakan ekonomi berperan pentingdalam suatu perekonomian. Peranan tersebut tercermin pada kemam-puannya dalam mempengaruhi stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi,perluasan kesempatan kerja, dan keseimbangan neraca pembayaran. Olehkarena itu, seringkali hal-hal ini menjadi sasaran akhir kebijakan moneter.

    Secara ideal, semua sasaran akhir tersebut di atas dapat dicapai secarabersamaan. Namun, seringkali pencapaian sasaran-sasaran akhir tersebutmengandung unsur-unsur yang kontradiktif. Misalnya, usaha untukmendorong tingkat pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatankerja pada umumnya dapat berdampak negatif terhadap kestabilan hargadan keseimbangan neraca pembayaran. Sementara itu, dalam jangkapanjang kebijakan moneter bersifat netral dan hanya dapat mempengaruhiharga. Oleh karena itu, dalam undang-undang bank sentral ada kecen-derungan bahwa sasaran akhir kebijakan moneter adalah stabilisasi harga.Pengalaman di banyak negara menunjukkan hal ini, yaitu bahwa kondisiperekonomian suatu negara memburuk karena kebijakan moneternyamemiliki multi sasaran akhir. Oleh karena itu, dalam perkembangannyadewasa ini semakin disadari bahwa kebijakan moneter semestinya lebihmemfokuskan pada sasaran tunggal.

    Sejalan dengan perkembangan ekonomi di dunia, Indonesia menganuthal yang sama dengan menetapkan stabilisasi harga sebagai sasarantunggal sebagaimana tercermin dalam Undang-Undang Bank Indonesiayang baru (UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia). Tujuan utamapelaksanaan kebijakan moneter di Indonesia adalah untuk mencapai danmemelihara kestabilan nilai rupiah.1

    Instrumen-instrumenPengendalian Moneter

    1Dalam Undang-Undang Bank Sentral sebelumnya (UU No. 13 tahun 1968), Bank Indonesiamempunyai sasaran multi.

  • 2

    INSTRUMEN-INSTRUMEN PENGENDALIAN MONETER

    Kebijakan moneter dengan sasaran tunggal pada umumnya mengguna-kan pendekatan harga (price-based structure), sementara kebijakanmoneter dengan sasaran multi pada umumnya menggunakan pendekatankuantitas (price based structure). Gambar 1 menyajikan kerangka secaraumum kedua pendekatan di atas. Pendekatan kuantitas beranggapan bahwapengendalian besaran-besaran moneter dapat mengendalikan stabilitasperekonomian secara efektif. Sebaliknya, pendekatan harga beranggapanbahwa pengendalian tingkat hargalah yang secara efektif dapat mengenda-likan stabilitas perekonomian. Namun, suatu kebijakan tidak akan mempe-ngaruhi sa