idr.uin- Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural ii IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM DI

download idr.uin- Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural ii IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM DI

of 250

  • date post

    25-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of idr.uin- Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural ii IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM DI

  • Ida Norlena

    i

    IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM DI TENGAH MASYARAKAT

    MULTIKULTURAL DI DESA PANGELAK KABUPATEN

    TABALONG

    Oleh:

    Ida Norlena NIM. 13.0252.1128

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ANTASARI PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    BANJARMASIN 2015

  • Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural

    ii

    IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    Hak cipta dilindungi Undang-undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini

    tanpa seizin penerbit

    Penulis: Ida Norlena

    Perwajahan: Agung Istiadi

    xxiv + 226 halaman; 14.5 x 21 cm ISBN 10 : .... ISBN 13 : ....

    Percetakan & Percetakan: CV. Aswaja Pressindo

    Jl. Plosokuning V No. 73 Minomartani Ngaglik Sleman, Yogyakarta Telp.: (0274) 4462377

    E-mail: aswajapressindo@yahoo.com aswajapressindo@gmail.com

  • Ida Norlena

    iii

    PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

    Nama : Ida Norlena, S.Ag

    NIM : 13.0252.1128

    Tempat/Tgl.Lahir : Haruai, 20 September 1977

    Program Studi : Pendidikan Agama Islam

    Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis saya yang berjudul: “Iklim Keberagamaan Islam di Tengah Masyarakat Multikultural di Desa Pangelak Kabupaten Tabalong” adalah benar-benar karya saya, kecuali kutipan yang disebut sumbernya. Apabila di kemudian hari terbukti bahwa tesis ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil plagiasi, saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

    Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

    Banjarmasin, 9 April 2015

    Yang membuat pernyataan,

    Ida Norlena, S.Ag

  • Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural

    iv

    PERSETUJUAN TESIS

    IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM

    DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    DI DESA PANGELAK KABUPATEN TABALONG

    Yang dipersembahkan dan disusun oleh:

    Ida Norlena

    NIM. 13.0252.1128

    Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing untuk

    dapat diajukan kepada Dewan Penguji

    Pembimbing I

    Prof. Dr. H. Kamrani Buseri, MA

    Tanggal 9 April 2015

    Pembimbing II

    Drs. H. Ahdi Makmur, M.Ag, Ph.D

    Tanggal 9 April 2015

  • Ida Norlena

    v

    PENGESAHAN TESIS

    IKLIM KEBERAGAMAAN ISLAM

    DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    DI DESA PANGELAK KABUPATEN TABALONG

    DIPERSEMBAHKAN DAN DISUSUN OLEH

    Ida Norlena

    NIM. 13.0252.1128

    Telah Diajukan pada Dewan Penguji

    Pada: Hari Senin, Tanggal 27 April 2015

    Dewan Penguji

    Nama Tanda Tangan

    1. Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag (Ketua) 1……………………….

    2. Prof. Dr. H. Kamrani Buseri, MA (Anggota) 2…………………….....

    3. Drs. H. Ahdi Makmur, M. Ag., Ph.D (Anggota) 3…………………….....

    4. Dr. Hairul Hudaya, M. Ag (Anggota) 4…………………….....

    Mengetahui,

    Direktur

    Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag

    NIP. 19621112 198903 1 004

  • Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural

    vi

  • Ida Norlena

    vii

    ABSTRAK

    Ida Norlena, Iklim Keberagamaan Islam di Tengah Masyarakat Multikultural di Desa Pangelak Kabupaten Tabalong, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Kamrani Buseri, MA, dan II: Drs. H. Ahdi Makmur, M.Ag., Ph.D. Tesis, Pro- gram Studi Pendidikan Agama Islam, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2015.

    Agama Islam adalah agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun ada suatu wilayah di Kabupaten Tabalong yaitu di Kecamatan Upau tepatnya di Desa Pangelak, agama Islam hadir sebagai agama yang dianut oleh minoritas masyarakat pendatang di tengah masyarakat yang multikultural, yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama. Ada suku Dayak, Banjar, Jawa, Sunda, Bugis/ Makassar, Batak, Flores, dan Manado. Ada yang beragama Is- lam, Kristen, Hindu, dan Kaharingan. Ada penduduk asli setempat, ada juga masyarakat pendatang. Minoritas muslim yang tinggal di tengah masyarakat lain, tentu menghadapi berbagai kendala dalam pengamalan ajaran agama Islam yang baik dan benar. Kendala tersebut misalnya masih kurangnya kesadaran diri pribadi muslim untuk menciptakan suasana keberagamaan di lingkungannya, serta kurangnya sentuhan pendidikan agama Islam dari tokoh agama dan masyarakat.

  • Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural

    viii

    Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data melalui teknik observasi, interview, dan dokumentasi. Analisis data meliputi: pertama, reduksi data; kedua, penyajian data, yang selanjutnya dilakukan pembahasan dan diinterpretasikan secara logis, selanjutnya dilakukan analisis; ketiga, penarikan kesimpulan untuk menentukan kondisi iklim keberagamaan di Desa Pangelak.

    Hasil penelitian menunjukkan suasana keberagamaan di Desa Pangelak kondusif, yang berwujud dalam bentuk toleransi beragama, mencakup membantu dalam kegiatan keagamaan seperti kematian dan PHBA, toleransi dalam beragama mencakup tidak adanya pemaksaan terhadap agama lain, tidak mengganggu agama lain, dan kegiatan keagamaan tidak mengganggu ketenangan orang lain. Wujud lain adalah tolong menolong dalam hal perkawinan dan dalam kegiatan manugal, kebersamaan dalam kegiatan arisan yasinan dan dalam kegiatan MTQ. Terciptanya suasana kondusif di Desa Pangelak tidak terlepas dari pemahaman masyarakat terhadap agama serta tradisi yang turun temurun, seperti gotong royong, dan ditunjang dengan kegiatan-kegiatan sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi: a) Faktor pendukung: isi ceramah tentang kerukunan, pola pikir masyarakat, keberadaan FKUB, adanya kegiatan-kegiatan positif di masyarakat, budaya atau tradisi gotong royong. b) Faktor penghambat: Letak pusat kegiatan keagamaan, minat warga terhadap kegiatan keagamaan, dan lingkungan pergaulan.

    Ada juga toleransi beragama yang melampui batas ajaran Islam, seperti; Membagikan daging kurban kepada warga non-

  • Ida Norlena

    ix

    muslim. Memakan daging hewan yang disembelih dengan cara menusuk atau melempari dengan tombak. Memakan jamuan yang proses, tempat serta penyajiannya diragukan kehalalannya. Sebagian pemuda bergaul bebas sehingga ada yang terpengaruh dan berpindah agama.

  • Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural

    x

  • Ida Norlena

    xi

    ABSTRACT

    Ida Norlena, Islamic Religious Climate in The Multicultural Community in Pangelak village Tabalong Re- gency. Advisor I: Prof. Dr. H. Kamrani Buseri, MA. Advisor II: Drs. H. Ahdi Makmur, M. Ag, Ph.D. Thesis, Department of Islamic Education, Postgraduate School, IAIN Antasari Banjarmasin, 2015

    The majority of population in Indonesia is adherents to Islam. However, in Tabalong regency, Upau district in Pangelak village to be exact, Islam appears to be a minority religion which is adhered by migrant communities in a multicultural society with various races, and cultures such as Dayak, Banjar, Javanese, Sundanese, Bugis/Makassar, Batak, Flores, and Manado, and religions such as Islam, Christian, Hinduism, and Kaharingan. It is mixed between indigenous people and migrant communi- ties. Muslim minority who live in such kind of society, defi- nitely, has many obstacles to practice Islam well. Those obstacles for example are the lack of awareness of Muslims to create a religious atmosphere in their environment, as well as, lack of Islamic education from religious and community leaders.

    This field research uses a qualitative approach. The pro- cedures of collecting data are observation, interviews, and docu- mentation. The data is then analyzed through data reduction,

  • Iklim Keberagamaan Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural

    xii

    data presentation, and interpreted logically and finally inferred to determine religious climate in Pangelak village.

    The result shows that religious climate in Pangelak is con- ducive which is manifested in the form of religious tolerance including giving assistance in religious activities such as death care and PHBA. The religious tolerance also includes the ab- sence of coercion of other religions, not to interfere with other religions, and not to disturb the peace of other religion with certain religious activity. Other implementations of religious tol- erance are helping in wedding and manugal activities, getting together in yasinan gathering and in MTQ activities. The real- ization of a conducive atmosphere in Pangelak village cannot be separated from people’s understanding of religion and tradition for generations, such as mutual cooperation, and support from social activities. Some factors that account for this religious cli- mate are (a) Supporting factors such as the content of lectures on harmony, public mindset, FKUB existence, positive activi- ties existence in the community, culture or tradition of mutual cooperation and (b) Inhibiting factors such as location of the center of the religious activities, citizen’s interests to religious activities, and social environment.

    However, some religious tolerances go beyond the limits of Islam, such as distributing the qurban meat to non-Mus- lims, eating the meat of animal slaughtered by piercing or by spears, eating meal which the halal status is questionable and some youth mingle freely so that it is easy for them to be influ- enced and as a result some of them converted to o